Blog ini berisi liputan dan berita serta artikel sekitar kejadian yang ada hubungannya diplomasi Indonesia di luar negeri khususnya wilayah Eropa yang saya kirim dan dimuat di LKBN Antara. Terima kasih untuk seluruh nara sumber diplomat yang memberikan kontribusi kepada saya sebagai koresponden LKBN Antara di Kerajaan Inggris dan juga mencakup wilayah Eropa
Kamis, 11 September 2008
FAO BERAS TURUN
London 10/9 (ANTARA) - Badan Pangan Sedunia (FAO) dalam laporan yang dikeluarkan September mengenai harga beras (FAO Rice Price Update) menunjukkan harga komoditas itu di tingkat dunia selama tiga bulan terakhir sejak Juni mengalami penurunan.
Atase Pertanian KBRI Roma, Erizal Sodikin, dalam keterangannya kepada koresponden Antara London, Rabu, mengatakan informasi FAO ini menunjukkan harga beras dunia selama tiga bulan terakhir sejak bulan juni mengalami penurunan.
Ekonom Senior FAO dan sekaligus sekretaris dari Intergovernmental Group on Rice pada Devisi Perdagangan dan Pasar FAO, C. Calpe, mengatakan trend penurunan harga beras dunia ini disebabkan semakin meningkatnya suplai beras ke pasar dunia.
Dibandingkan dengan bulan Mei indeks harga beras yang dikeluarkan FAO mengalami penurunan dari 322 menjadi 281 di bulan Agustus atau terjadi penurunan sekitar 12,7 persen.
Menurut Erizal Sodikin, penurunan ini terjadi untuk padi jenis Indica dan Aromatic, sementara untuk jenis Japonica indeks harganya mengalami sedikit kenaikan.
Jika mengacu kepada harga beras pada bulan Mei yang merupakan harga beras tertinggi yang pernah dicapai, maka harga beras pada Agustus ini yang mengalami penurunan tertinggi adalah beras dari Vietnam dengan variasi penurunan antara 36,7 persen, Vietnam 25 persen dan tertinggi 39,8 persen untuk jenis Vietnam 5 persen.
Beras asal Thailand juga mengalami penurunan yang berarti mulai penurunan sekitar 18,2 persen untuk jenis Thai White 100 persen second grade sampai penurunan mencapai 24,3 persen untuk jenis beras Thai 25 persen. Jenis beras Pakistan 25 persen juga mengalami penurunan yang cukup signifikan yaitu sebesar 28,7 persen.
Hanya jenis beras Basmati Pakistan yang stabil di harga 1100 dolar AS per ton, sementara beras jenis AS California Medium Grain justru mengalami sedikit peningkatan menjadi 1053 dolar AS per ton yang di bulan Juli harganya masih 1036 dolar AS ton.
Menurutnya masih sulit memastikan apakah kecenderungan harga ini akan terus berlanjut karena masih sangat tergantung kepada tingkat produksi pada musim panen berikutnya di bulan Oktober dan Nopember nanti.
Calpe juga menambahkan adanya angin topan yang melanda Amerika Tengah nampaknya juga akan sedikit mengerem laju penurunan harga beras ini.
Di samping itu, fenomena bencana alam juga sangat mempengaruhi tingkat kebutuhan negara importir beras, seperti Philipina dan Indonesia, juga menjadi penentu sehingga fluktuasi harga ini masih labil dan sulit diprediksi.
Terus turun
Membaca trend tiga bulan terakhir, nampaknya harga beras dunia akan terus mengalami penurunan, meskipun harga yang ada ini tetap saja jauh di atas harga beras dunia di tahun 2007.
Pengamatan perlu selalu dilakukan khususnya melihat tekanan penurunan beras dari Vietnam dan Thailand yang mencapai kisaran di atas 20 persen dibandingkan bulan Mei 2008 yang lalu.
Selain itu, perlu dianalisis apakah penurunan harga ini karena negara ini melonggarkan pembatasan ekspor atau karena memang produksi mereka yang tinggi.
Pengamatan ini penting terkait dengan kesetabilan harga beras di kawasan ASEAN yang tentunya akan berimbas langsung terhadap harga beras dalam negeri.
Jika harga beras Internasional lebih rendah dari harga di dalam negeri, maka akan besar kemungkinan beras impor masuk dan pada akhirnya menekan harga beras dalam negeri.
Imbas selanjutnya tentunya akan terkena ke petani sebagai produser beras, demikian Erizal Sodikin ***8***U-ZG/(T.H-ZG/B/A027/A027) 10-09-2008 13:06:28
ANGKLUNG DI PADANG PASIR
London, 9/9 (ANTARA) - Alunan alat musik angklung dengan melantumkan syair Shalawat Nabi, Talaal Badru Alaina, Ilahilast Tombo Ati, dan We are the World dibawakan pelajar Indonesia menggema di tengah padang pasir dalam acara Ramadan Nights dihadiri sekitar 400 kalangan sivitas akademika di Education City, Qatar .
Penampilan pelajar Indonesia dalam Ramadan Nights yang diadakan Qatar Foundation pimpinan Permaisuri Raja Qatar, H.H. Sheikha Mozah Bint Nasser al-Missned dalam rangka Ramadhan dan sekaligus memperkenalkan kebudayaan negara berpenduduk mayoritas Islam kepada keluarga besar Education City, demikian Jurubicara KBRI Qatar A. Sudradjat kepada koresponden Antara London, Selasa.
Duta Besar Rozy Munir mengatakan keikutsertaan KBRI Doha dalam acara yang cukup bergengsi tersebut, dimanfaatkan untuk meningkatkan kesan positif Indonesia tidak saja di mata penduduk setempat tetapi juga masyarakat Internasional di Qatar.
Suara musik asal Jawa Barat membangkitkan keingintahuan intelektual berbagai negara yang menimba ilmu di berbagai perguruan di Qatar seperti Georgetown University School of Foreign Sevice, Texas A and M University, Virginia Commonwealth School of the Arts dan Carnegie Mellon University Qatar.
Menurut A Sudradjat, Kedutaan Besar RI di Doha bersama empat wakil Negara Islam seperti Turki, Palestina, Mesir, dan India bersama delapan perusahaan berpartisipasi dalam Bazar ?Ramadan Nights? dengan menampilkan kerajinan dan makanan khas serta menampilkan seni budaya masing-masing negara.
Dikatakannya pengunjung terkesan dengan penampilan alat musik angklung yang dibawakan putera-puteri Indonesia yang berkolaborasi dengan grup musik band KBRI dan pencak silat oleh Persatuan Gerak Badan Bangau Putih Cabang Qatar serta suguhan teh dan kopi khas Indonesia.
Selain di kalangan sivitas akademik yang datang dari berbagai Negara dan sekaligus mengenal potensi yang dimiliki Indonesia di bidang sosial budaya termasuk pariwisata dengan tersedianya brosur dan pemutaran film wisata Indonesia diharapkan akan dapat meningkatkan minat melakukan kunjungan wisata ke Indonesia.***4***
(U-ZG)
(T.H-ZG/B/E001/E001) 09-09-2008 21:33:41
PETERPAN DI INGGERIS
D0070908000640 07-SEP-08 SBH JKT
DAHAGA PENGEMAR PETERPAN DI INGGERIS TERPENUHI
London, 7/9 (ANTARA) - Rasa dahaga pengemar kelompok musik Peterpan di Kerajaan Inggeris akhirnya terpenuhi bersama Ariel, vokalis band yang dibentuk tahun 2000 itu ketika mereka ikut bernyanyi dan bahkan hafal syair lagu yang dinyanyikan seperti "Ada Apa Dengan Mu".
Kehadiran Peterpan di Kerajaan Inggeris adalah dalam rangka menghibur pengemar grup yang personilnya tinggal berempat yaitu Ariel (vokal), Uki (gitar), Lukman (gitar) dan Reza (drum) -- yang tampil memukau lebih dari 200 penonton termasuk Dubes RI untuk Kerajaan Inggris, Yuri Octavia Thamrin beserta keluarga di Klub The Borderline, London, Sabtu malam.
Dubes Yuri Thamrin mengakui ia merasa senang dengan banyaknya band band Indonesia melakukan konser di Inggris seperti kelompok musik Slank, G Pluck dan grup lainnya.
Sementara vokalis Paterpan Ariel Senna yang akrab disapa dengan Ariel itu mengatakan ia merasa surprise dengan banyaknya penonton yang hafal dengan lagu lagu yang dibawakannya.
Selain itu ia juga merasa bangga bisa manggung di The Borderline, ujar pria yang dilahirkan di Pangkalan Brandan Sumatera, yang sempat merasa grogi karena alat soundsystem tidak berfungsioseperti yang diharapkan.
"Seharusnya kita bisa tampil jauh lebih baik dan maksimal bila saja soundsystemnya bagus," ujar Ariel yang tercatat sebagai mahasiswa jurusan Arsitektur Universitas Parahyangan, Bandung.
Di depan Klub The Borderline yang merupakan tempat awalnya pemusik top Inggeris manggung sejak pukul enam sore sudah mulai antri pengemar musik Paterpan yang datang dari berbagai kota di Inggeris meskipun pintu baru dibuka pukul tujuh malam.
"Kita nggak membayangkan pengemar Peterpan di Inggris cukup banyak," ujar Reza yang ditimpali Uki (gitar) menambahkan bahwa banyak diantaranya yang hafal dengan lagi lagu Peterpan.
Sebanyak 15 buah lagu diantaranya "Langit Tak mendengar";
"Menunggumu", "Hari yang cerah"; dan "Topeng," dibawakan Ariel bersama rekan rekannya selama tiga jam pertunjukkan yang juga diikuti pengemar Peterpan dari berbagai kalangan.
Mmanggung di Eropa
Manajer Peterpan, Febi Lubis mengakui Peterpan yang pernah konser di beberapa negara di Asia seperti Brunei, Malaysia, Singapura dan Thailand juga berkeinginan untuk bisa manggung di Inggeris atau di Amerika Serikat dan di negara Eropa lainnya.
Diakuinya, para personil Peterpan dan juga jajaran manajemen berkeinginan agar Peterpan bisa mangung di Eropa seperti di Inggeris yang menjadi kiblat musik pop dunia.
"Meskipun persiapan cukup singkat namun dengan bantuan dari KBRI London serta promotor EmpatSehati yang dimotori Viviet Gani bersama kakaknya Chichi Bahrain dan rekannya pengusaha Yuli Kala, akhirnya Peterpan bisa tampil di Borderline.
Febi mengakui Peterpan memang belum memilki album berbahasa Inggeris, namun pengemar musik Peterpan tersebar dimana mana, yang pernah ke Indonesia dan kembali kenegaranya membawa musik Peterpan.
"Musik Peterpan juga bisa dinikmati oleh siapa pun meskipun lagu lagunya berbahasa Indonesia," ujar Febi yang penah belajar di London menambahkan bahwa musik merupakan universal.
Febi mengharapkan kehadiran Peterpan di Inggeris bukan yang pertama dan juga bukan yang terakhir. Paling tidak konser kali ini akan membuka jalan bagi mereka untuk bisa tampil di Eropa.
Sementara itu promotor Viviet Gani yang berhasil menghadirkan grup musik Slank di UK belum lama ini mengakui bahwa ia merasa senang bisa menghadirkan kelompok musik Indonesia di Inggeris.
Diakuinya dalam konser musik Paterpan kali ini ia juga mendapat bantuan dari KBRI yang menyediakan akomodasi untuk grup yang berdiri sejak tahun 2000.
Sedangkan mantan kelompok musik Sinar Patromak , James Lapian mengatakan merupakan suatu kebanggan bahwa ada kelompok musik dari Indonesia manggung di London.
Paling tidak mereka bisa mencantumkan dalam CV mereka pernah manggung di London dan mudah- mudahan musisi Indonesia juga bisa tampil di Wemble Stadium, ujar James Lapian yang sudah menjadi penduduk London.
Sementara itu salah satu penonton, Nani Clansey, mengatakan dengan adanya konser Peterpan dari Jakarta ini, penggemar berat Peterpan yang berada diluar negeri masih bisa merasakan kehadiran idola mereka .
Selain itu juga mempererat silaturahmi masyarakat Indonesia yang berada di luar negeri dengan ikut menyaksikan grup band mereka tampil didepan mereka langsung, yang selama ini hanya mereka dengar dari CD atau kaset dan juga radio atau internet.
Menurut Nani Clansey, pemusik muda Indonesia juga harus bisa tampil di negara-negara yang menghargai musik sebagai bagian dari kehidupan mereka, terutama sekali negara Inggris yang memang sudah terkenal sebagai negara lahirnya pemusik dunia.***8***
(U-ZG) /B/A011)
(T.H-ZG/B/A011/A011) 07-09-2008 10:34:48
Selasa, 09 September 2008
Angklung di Padang Pasir
LONDON, SELASA — Alunan alat musik angklung yang melantunkan syair Shalawat Nabi, Talaal Badru Alaina, Ilahilast, Tombo Ati, dan We are the World dibawakan pelajar Indonesia di tengah padang pasir dalam acara Ramadhan Nights. Acara ini dihadiri sekitar 400 kalangan civitas akademika di Education City, Qatar.
Penampilan pelajar Indonesia dalam Ramadhan Nights yang diadakan Qatar Foundation pimpinan Permaisuri Raja Qatar H H Sheikha Mozah Bint Nasser al-Missned dalam rangka Ramadhan dan sekaligus memperkenalkan kebudayaan negara berpenduduk mayoritas Islam kepada keluarga besar Education City. Demikian dikatakan juru bicara KBRI Qatar, A Sudradjat, Selasa (9/9).
Duta Besar Rozy Munir mengatakan, keikutsertaan KBRI Doha dalam acara yang cukup bergengsi tersebut dimanfaatkan untuk meningkatkan kesan positif Indonesia, tidak saja di mata penduduk setempat tetapi juga masyarakat internasional di Qatar.
Suara musik asal Jawa Barat membangkitkan keingintahuan intelektual berbagai negara yang menimba ilmu di berbagai perguruan di Qatar seperti Georgetown University School of Foreign Sevice, Texas A and M University, Virginia Commonwealth School of the Arts dan Carnegie Mellon University Qatar.
Menurut A Sudradjat, Kedutaan Besar RI di Doha bersama empat wakil negara Islam seperti Turki, Palestina, Mesir, dan India bersama delapan perusahaan berpartisipasi dalam Bazar Ramadhan Nights menampilkan kerajinan dan makanan khas serta seni budaya masing-masing negara.
Pengunjung terkesan dengan penampilan alat musik angklung yang dibawakan putra-putri Indonesia yang bekerja sama dengan grup musik band KBRI dan pencak silat oleh Persatuan Gerak Badan Bangau Putih Cabang Qatar serta suguhan teh dan kopi khas Indonesia.
Kalangan civitas akademika yang datang dari berbagai negara ingin mengenal potensi yang dimiliki Indonesia di bidang sosial budaya, termasuk pariwisata. Brosur dan pemutaran film wisata Indonesia diharapkan dapat meningkatkan minat berkunjung ke Indonesia.
ONO
Sumber : Ant
Jumat, 05 September 2008
PM BELANDA DI RESEPSI HUT RI
PM BELANDA HADIRI RESEPSI HUT RI DI WISMA DUBES
London, 5/9 (ANTARA) - Kehadiran Perdana Menteri Belanda Jan Peter Balkenende dalam malam puncak resepsi HUT kw-63 Kemerdekaan RI yang dilangsungkan di Kediaman Dubes RI, Kamis malam, merupakan "milestone" yang sangat penting dalam sejarah hubungan bilateral Indonesia-Belanda.
Kehadiran PM Belanda itu membawa pesan bahwa Indonesia adalah mitra yang sangat penting bagi Belanda, demikian Counsellor Information and Socio-Cultural Affairs KBRI Den Haag Firdaus Dahlan kepada koresponden ANTARA di London, Jumat.
Dalam resepsi HUT ke-63 Kemerdekaan RI yang dihadiri tidak kurang dari 650 orang tamu undangan itu, kehadiran PM Belanda memberikan arti yang mendalam dalam hubungan diplomatik kedua negara.
Menurut Counsellor Information and Socio-Cultural Affairs KBRI Den Haag Firdaus Dahlan, hubungan yang semakin solid itu sangat terasa semenjak kedua negara berhasil menyingkirkan "ganjalan" dalam peningkatan hubungan bilateral keduanya.
"Kedua negara mempunyai berkomitmen untuk menatap masa depan dan mengisi lembaran baru dalam hubungan yang penuh harapan dan sarat dengan berbagai potensi kerjasama," katanya.
Selain PM, juga hadir beberapa kabinet menteri, seperti Menlu Belanda Maxim Verhagen, Menteri Kehakiman, Ketua Parlemen Hubungan Luar Negeri Belanda, pejabat Pemerintah Belanda, mantan Dubes Belanda yang pernah bertugas di Indonesia serta Dubes dan korps diplomatik dari negara-negara sahabat dan perwakilan organisasi internasional, pengusaha dan friends of Indonesia.
Dalam pidato sambutannya, Dubes RI Den Haag JE Habibie menyampaikan penghargaan kepada PM, kabinet menteri, dan undangan, menggarisbawahi tentang berbagai raihan kerja sama yang dicapai kedua negara di berbagai sektor seperti ekonomi, perdagangan, pariwisata, pendidikan, pertahanan, dan lainnya.
"Hubungan yang solid antara kedua negara juga dapat dilihat dari tingginya frekuensi saling kunjung antara pejabat negara di kedua pihak guna mendorong dan merealisasikan kerja sama yang semakin baik," kata Dubes.
Menlu Belanda
Sementara itu, Menlu Belanda dalam sambutannya menyampaikan tentang pentingnya Indonesia dalam skala prioritas kebijakan politik luar negeri Belanda.
Untuk itu, pihaknya juga akan terus berupaya untuk mendorong peningkatan kerja sama keduanya di berbagai bidang.
Malam resepsi itu juga dimanfaatkan untuk promosi "Trade, Tourism, dan Investmen" (TTI) dengan menampilkan berbagai bahan produk ekspor Indonesia, daerah tujuan wisata, dan penyebaran brosur.
Bahkan, kebudayaan Asmat juga diangkat sebagai tema dengan memanfaatkan kehadiran delegasi dari Kabupaten Asmat yang sedang berkunjung ke Belanda.
Dalam kesempatan tersebut telah ditampilkan demo seni pahat patung Asmat yang hasilnya diberikan kepada PM dan Menlu Belanda.
Selain itu, rombongan yang dipimpin Bupati Yuvensius A Biakai itu juga menampilkan berbagai tarian/kesenian khas daerah Asmat yang mendapat apresiasi yang tinggi dari tamu-tamu yang hadir.
Malam resepsi HUT ke-63 Kemerdekaan RI itu juga mendapat liputan luas dari kalangan dari berbagai media cetak/elektronik lokal dan Indonesia. ***1*** (U-ZG)
(T.H-ZG/B/E011/E011) 05-09-2008 22:17:59
ASMAT DI BELANDA
ASMAT GELAR PROMOSI DAGANG DI BELANDA
London, 5/9 (ANTARA) - Bupati Asmat mengadakan promosi perdagangan dan investasi di Kerajaan Belanda dalam upaya mendukung pembangunan di Kawasan Timur Indonesia dengan mengelar atraksi seni budaya di KBRI Den Haag.
Kedatangan rombongan Bupati Asmat ke Belanda dalam rangka mengundang dunia untuk ikut mendukung pembangunan Kawasan Timur Indonesia, ujar Counselor Seni Budaya KBRI Denhaag Firdaus Dahlan kepada koresponden Antara London, Jumat.
Kegiatan promosi Asmat itu antara lain diisi dengan demonstrasi memahat kayu yang melegenda di seluruh dunia, demo memasak makanan Papua, serta tari-tarian tradisional Asmat yang menarik minat seratus lebih masyarakat serta sejumlah media massa Belanda.
Duta Besar RI, J.E. Habibie untuk Kerajaan Belanda dalam sambutannya antara lain menyampaikan kekaguman yang mendalam terhadap kebudayaan Asmat, termasuk seni pahat patung yang diperagakan oleh anggota rombongan.
Menurut Dubes, seni pahat Asmat sangat syarat dengan spiritual itu menghasilkan karya seni yang tinggi dan memiliki jiwa bukan sekadar benda mati sebagaimana patung.
Diakuinya budaya suku Asmat sangat unik dan terus bertahan hingga sekarang sehingga menjadi salah satu tujuan kunjungan utama Indonesia.
Bupati Asmat, Yuvensius A. Biakai, antara lain mengemukakan sebagai bagian dari Indonesia, Asmat berharap dapat memberikan andil dalam memperkuat NKRI serta mendukung pembangunan Papua.
Disadari kondisi geografis yang terisolir, Asmat terus melakukan pembangunan seperti bandara internasional dan pelabuhan guna memperluas akses dan mendorong peningkatan pariwisata Asmat sangat terlambat.
Dalam demo memahat patung kayu, tampil tiga warga Asmat dengan pakaian tradisional yang memahat sambil sesekali melafalkan mantra.
Sementara ibu-ibu dari Papua Indonesia dan Belanda melakukan demo memasak makanan khas Papua berupa "papeda" dengan sup ikan yang disuguhkan kepada pengunjung.
Pada puncak pertunjukan tari tradisional berjudul Persahabatan merupakan tarian bersifat terbuka dan semua orang ikut menari bersama, Bupati Asmat ikut menari bersama penonton.
Selain pertunjukan seni budaya, rombongan Asmat juga melakukan acara dialog interaktif di Radio Nederland dan Business Meeting bersama para pengusaha Belanda, demikian Firdaus Dahlan. ***2***(U-ZG)(T.H-ZG/B/I011/I011) 05-09-2008 18:31:50
PAKAR MANAJEMEN DI LONDON
PAKAR MANAJEMEN: INDONESIA HARUS LAKUKAN PERUBAHAN
London, 5/9 (ANTARA) - Pakar manajemen Rhenald Kasali PhD mengatakan melakukan suatu perubahan di Indonesia bukan pekerjaan mudah dan bila ingin maju, mau tidak mau, para pemimpin harus melakukan perubahan.
Dalam ceramah dan diskusi terbuka yang bertema "Merespons Perubahan," yang digelar di Ruang Crutacala KBRI London, Kamis malam, Ketua Program, Program Studi Magister Manajemen FEUI, pada intinya menekankan bagaimana menghadapi suatu perubahan di Indonesia.
Rhenald Kasali melihat dalam melakukan perubahan banyak terjadi paradok apalagi dengan adanya sikap pemimpin yang masih terus perlu dibenahi. Ia menilai selama ini tugas pemimpin tidak dijalani dengan seharusnya.
Meskipun mereka sudah bekerja keras namun tidak dilakukan secara efekti. Ia mencontohkan progran Visit Indonesia Year yang tidak berjalan dengan sukses karena tak adanya koordinasi antar Departemen.
"SKB bersama saja tidak cukup," ujarnya karena setiap program harus dikawal hingga sampai pada level bawah.
Padahal saat ini segala sesuatu telah berubah. "Kita pun dituntut untuk beradaptasi dengan perubahan yang terjadi. Selama ini orang melhat dari hasil akhir bukan proses yang terjadi," katanya.
Namun sayang tidak banyak orang yang mampu membaca semua itu, ujar penerima bintang Satyalancana Karya Satya 10 tahun, Presiden Republik Indonesia tahun 2004.
Jadi masalah
Kepada koresponden Antara London, Rhenald Kasali mengakui perubahan atau "change" yang terjadi di tanah air selama ini selalu menjadi masalah apalagi koordinasi kurang berjalan.
Padahal perubahan yang terjadi akan membawa ke arah yang lebih baik seperti pada perubahan ekonomi yang diliat secara keseluruhan angka pertumbuhan Indonesia yang mencapai enam setengah persen.
Sementara di lapangan terjadi perkembangan dan kemajuan dimana mana, ujarnya dan orang meliat terjadinya perubahan dari berbagai kacamata seperti dalam bahasa politik dan ekonomi Indonesia yang di era paradok selalu bertentangan dengan realitas.
Saat ini ekonomi telah berubah dari ekonomi fisik ke ekonomi digital, dewasa ini semuanya mengunakan digital, ujar Rhenal yang telah menulis sebanyak delapan buku manajemen.
Dikatakannya perubahan yang terjadi di bidang pendidikan terasa lebih sulit lagi dengan banyaknya orang pintar yang memiliki kekuasaan dan merasa hebat. Sudah saatnya kaum akademisi bisa meliat perubahan yang terjadi di dunia.
Kehadiran Ketua Program, Program Studi Magister Manajemen FEUI, di Kerajaan Inggeris dalam rangka melakukan penjajakan kerjasama dengan berbagai Universitas terutama dalam hal pertukaran mahasiswa.
Rhenald kasali yang memperoleh gelar PhD dari Universitas Illinois at Urbana & Champaign , Amerika Serikat dengan disertasi: "Using Communication Strategies to Design Food Marketing Strategies: The Pork Fat Rumor in Indonesia" mengatakan bahwa dalam diskusi banyak pertanyaan yang beragam.***4***
(U-ZG)(T.H-ZG/B/E001/E001) 05-09-2008 20:52:32