Minggu, 30 Maret 2008

MENKES SINYALIR KONPIRASI

MENKES SINYALIR ADANYA KONSPIRASI MEDIA MEMOJOKKAN DIRINYA


London, 30/3 (ANTARA) - Menteri Kesehatan dr Siti Fadilah Supari mensinyalir adanya persekongkolan atau "konspirasi" media tertentu di dalam negeri yang bertujuan memojokkan dirinya dan juga Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan melakukan pemberitaan yang tidak sesuai dengan realitas sebenarnya.


Hal itu disampaikan Menkes pada saat acara ramah tamah dan dialog yang berlangsung di ruang Crutacala KBRI London yang dihadiri sekitar 50 warga dan para pelajar serta mahasiswa indonesia yang menuntut ilmu di Kerajaan Inggris yang berlangsung Sabtu malam.


Kehadiran Menkes Dr dr Siti Fadilah Supari di Kerajaan Inggris adalah dalam rangka kunjungan kerja selama tiga hari sejak 28 Maret dan mengikuti konperensi kesehatan The Medsin Global Health Conference 2008 yang digelar di kota Oxford, Sabtu.


Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI London Riza Sihbudi mengatakan pada acara ramah tamah yang berlangsung hingga larut malam itu Menkes bercerita mengenai seputar buku yang ditulisnya yang mengundang kontroversi dan laris bertajuk "Saatnya Dunia Berubah. Tangan Tuhan di Balik Virus Flu Burung".


Menkes mensinyalir adanya konpirasi yang bertujuan memojokkan dirinya dan juga pemerintahan Presiden SBY yang dilakukan oleh media tertentu di dalam negeri, dan banyak contoh lainnya seperti adanya kasus "manusia pohon" di Bandung sampai bakteri susu formula untuk bayi.


Dalam mengawali ceramahnya , Menkes membeberkan program utama Depkes yang antara lain berupa penyediaan obat-obatan dengan harga murah agar terjangkau rakyat banyak yang merupakan bagian dari kebijakan Depkes untuk memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi mayoritas rakyat Indonesia.


Menkes menceritakan pengalaman pertama selama tiga hari menjadi Menteri, sudah harus menghadapi berbagai masalah nasional, dari merebaknya kasus antrax, polio, flu burung, hingga berbagai macam bencana alam seperti tsunami, gempa dan banjir yang melanda Jakarta.


Pada saat diluncurkan bulan Februari lalu di Jakarta, tidak ada respon dari publik dalam negeri.Namun setelah diekspos oleh koran The Age dari Australia dan menimbulkan kegemparan di dunia internasional, baru media di Indonesia ramai memperbincangkan buku yang berjudul "Saatnya Dunia Berubah! Tangan Tuhan di Balik Virus Flu Burung itu,," ujarnya.


Menurut Menkes , di koran Australia itu antara lain diberitakan bahwa "Menkes Indonesia menuduh Amerika dan WHO berkonspirasi memanfaatkan virus flu burung untuk memproduksi senjata kimia/ biologis".


Padahal di buku itu sama sekali tidak ada kalimat seperti itu, ujar Menkes yang dalam usianya 59 tahun masih tampak energik itu menyebutkan setelah membaca buku orang berkesimpulan seperti itu ya bisa saja, katanya yang disambut dengan gelak tawa para hadirin.


"Saya hanya bermaksud menggugat ketidakadilan yang sudah berlangsung puluhan tahun dalam mekanisme yang berlaku di WHO," ujarnya.


Menurut Menteri, mekanisme itu sangat merugikan negara-negara miskin dan berkembang, sementara menguntungkan negara kaya atau kapitalis.


Ia mencontohkan, orang miskin yang meninggal karena flu burung, virusnya dibawa ke WHO dengan dalih untuk dibuatkan vaksinnya, tapi setelah vaksin jadi, yang menjual produknya adalah perusahaan obat dari negara kaya. Artinya negara kaya menikmati keuntungan dari penderitaan rakyat miskin di dunia ketiga.


Ia juga bercerita mengenai berita yang bersumber dari koran The Straits Time Singapura yang menyebutkan bahwa ada virus yang dikirim Indonesia ke WHO ternyata kemudian dibawa ke sebuah laboratoium militer Amerika Serikat .


"Saya pikir apa yang saya tulis di buku saya itu yang kemudian menimbulkan kehebohan," ujarnya.


Dalam kunjungannya Menkes disertai Dr Widjaya Lukito, staf ahli khusus Menkes, dan Drg Murti Utami MPH serta Bobby Suryowibowo itu menyampaikan makalah mengenai "Disaster Relief and Emerging Epidemics" dalam konperensi kesehatan yang bertema "Evolving Problems and New Perspectives" yang berlangsung selama dua hari di The John Radcliffe Hospital, Oxford. (U-ZG) /C/A011)(T.H-ZG/C/A011/A011) 31-03-2008 03:17:53

PELAJAR HUNGARIA NARI

Pertunjukan Kesenian Indonesia Oleh Remaja Hongaria di Debrecen



London (ANTARA News) - Pertunjukan kesenian Indonesia yang dibawakan oleh sebagian besar remaja asal Hongaria penerima beasiswa Dharmasiswa, memukau sekitar 300 penonton di Debrecen, kota kedua terbesar Hongaria.


Kesenian Indonesia yang ditampilkan pada malam kesenian Universitas Debrecen itu diisi dengan tari tarian dari berbagai daerah. Acara itu menandai promosi Visit Indonesia Year 2008 (VIY) di kota Hungaria.


Arena Sri Victoria, Sekretaris-I Pensosbud KBRI Budapest, kepada ANTARA London, Jumat, mengatakan penampilan kesenian Indonesia yang berlangsung sekitar satu jam itu memukau hadirin yang terdiri dari para dosen, mahasiswa, pers, dan sejumlah duta besar asing serta tokoh masyarakat setempat.


Acara dimulai dengan menampilkan beberapa nomor tari dari negara Hongaria yang dibawakan oleh kelompok remaja dan mahasiswa.


Menurut Sri, tim kesenian Indonesia yang menampilkan tujuh penari asal Hongaria dan satu dari Indonesia telah menarik perhatian masyarakat Hongaria terhadap dunia seni Indonesia.


Dikatakannya, sebagian besar dari penari pernah menerima beasiswa Darma Siswa RI dan mereka belajar budaya Indonesia dan mengembangkannya sebagai profesi.


Salah satunya, Iveth Bardos, yang dalam acara kesenian ini membawakan 'Tari Topeng Jawa' dan telah membuka sanggar tari dan terus melatih muda-mudi Hongaria.


Sebagai tari pembuka ditampilkan 'Tari Panyembrama' yang dibawakan Felicia Zinka dan Olivia Zinka dan tari karya Sultan Hamengkubuwono ke-VII, 'Tari Ayun-ayun' dibawakan Iveth dan Andrea, dan 'Tari Yapong' Betawi oleh Husna.


Penampilan tarian yang diiringi dengan Rindik Bali yang dibawakan Andras Terfy dan Gabor Nemeth serta alunan Gamelan Degung oleh Andras Terfy, Gabor Nemeth, dan Peter Szilagyi menambah semarak kesenian Indoensia.



Seminar Globalisasi


Acara kesenian yang digelar di Universitas Debrecen diawali dengan seminar Globalisasi dan Pluralisme Budaya, dimana Duta Besar RI untuk Republik Hongaria merangkap Republik Croatia dan Bosnia Herzegovina serta Republik Macedonia, Mangasi Sihombing, menjadi salah seorang pembicara.


Dubes Sihombing mengemukakan ragam budaya, keindahan dan potensi Indonesia yang menjadikan Indonesia sebagai tujuan wisata yang menarik bagi wisatawan manca negara.


Ia juga menyinggung mengenai berbagai kesamaan antara kedua bangsa dan negara yang senantiasa menjalin kerjsama, Dubes mencatat kesamaan pada masa pra sejarah dimana di kedua wilayah sama-sama ditemukan fosil-fosil homo erectus pithecanthropus.


Sementara itu Dr. Andras Kesmarky, dosen Universitas Debrecen yang mengetahui bahwa sejumlah warga Hongaria menjadi seniman Indonesia, menyampaikan keinginanya agar mahasiswa Universitas Debrecen mendapat kesempatan mengikuti program beasiswa Darmasiswa Indonesia.


Dr. Andras Kesmarky adalah anggota Tim bantuan Medis Universitas Debrecen yang pertama masuk ke Aceh dan mendirikan rumah sakit lapangan beberapa saat setelah musibah tsunami melanda pantai Aceh dan bahkan ia juga membantu penanggulangan bencana gempa yang terjadi di Jogyakarta. (*)


COPYRIGHT © 2008

Ketentuan Penggunaan

Sabtu, 29 Maret 2008

RIBUAN TERLANTAR DI TERMINAL 5


29/03/08 11:24

Ribuan Penumpang Terlantar di Bandara Inggris



London (ANTARA News) - Ribuan penumpang terlantar dan puluhan penerbangan termasuk penerbangan domestik milik maskapai British Airways (BA) dibatalkan menyusul kekacauan yang terjadi di Terminal 5 Bandara Heathrow yang belum lama diresmikan Ratu Inggris Elizabeth II.


Peresmian pengunaan Terminal 5 Bandara Heathrow yang sebelumnya mengundang kontroversial itu digambarkan oleh Ratu Inggris sebagai pintu gerbang abad 21 ke Inggris (21st Century Gateway to Britain) itu tampaknya belum siap dioperasikan.


Kekacauan yang timbul selama dua hari dioperasikannya Terminal 5 Bandara Heathrow, yang menelan biaya 4,5 miliar Pound Sterling itu dan sebelumnya diharapkan dapat menampung lebih banyak lagi penumpang, ternyata belum siap untuk mengantisipasi lonjakan penumpang.


Wajah lesu penumpang yang sejak beberapa jam antri dan bahkan menunggu merasa kecewa dengan dibatalkannya lebih dari 75 penerbangan dan bahkan adanya kebijaksanaan hanya boleh membawa satu tas membuat penumpang semakin kecewa.


Pejabat BA Willie Walsh kepada Sky News mengakui bahwa ia bertanggung jawab akan kekacauan yang terjadi pada hari pertama pengoperasian Terminal 5 yang disebutnya sebagai "The firs day mistakes."


"Saya harapkan akan lebih baik untuk masa-masa mendatang," ujar Willie Walsh dan menegaskan bahwa ia tidak akan mengundurkan diri dengan terjadinya kekacauan tersebut.


Diakuinya memang pada hari pertama ada sedikit kekacauan, untuk itu ia akan bertanggung jawab atas segalanya dan diharapkannya dalam beberapa hari ini akan kembali normal.


Terminal 5, yang peresmiannya sempat diwarnai dengan adanya seorang lelaki menyeberangi landasan pacu itu, dihadiri sekitar 800 undangan termasuk ratusan pekerja konstruksi yang terlibat dalam pembangunan bandara itu.


Ratu Elizabeth II memuji bangunan Terminal 5 yang disebutkannya begitu terang dengan ruangan yang sangat luas serta bersih dan layoutnya pun sangat efisien.


"Ini merupakan suatu kehormatan bagi saya untuk meresmikan Terminal 5 yang menjadi pintu gerbang Inggris di abad 21," katanya.


Terminal yang dibangun sejak September 2002 itu sempat mendapat tantangan dari kelompok lingkungan dan penduduk sekitar Heathrow, karena dinilai akan menambah polisi dan tinginya tingkat kebisingan.


Terminal 5 dirancang oleh Rogers Stirk Harbour and Partners, yang pada tahun 2006 menerima hadiah "Stirling Prize" mempekerjakan lebih dari 60,000 pekerja dengan jam kerja lebih dari 100 juta jam kerja.


Sir Nigel Rudd, chairman of airports operator BA, yang membiayai pembangunan Terminal 5 mengatakan gedung terminal tersebut merupakan cerminan dari gaya hidup, dan juga menjadi suatu promosi yang memperlihatkan ambisi Inggris.


Terminal 5 menandai citra baru Heathrow, bagi BA serta jutaan penumpang, ujarnya. (*)


COPYRIGHT © 2008

Jumat, 28 Maret 2008

MENKES DI INGGRIS

D0290308000721 29-MAR-08 KSR JKT

MENKES LAKUKAN KUNJUNGAN KERJA KE INGGRIS


London (ANTARA) - Menteri Kesehatan Dr dr Siti Fadilah Supari mengadakan kunjungan kerja di Kerajaan Inggris selama tiga hari dari 28 hingga 30 Maret mendatang.


Dalam kunjungannya di kerajaan Ratu Elizabeth, Menkes akan menyampaikan makalah dalam konperensi kesehatan The Medsin Global Health Conference 2008 yang digelar di kota Oxford, ujar Counsellor Bidang Ekonomi KBRI London, Tumpal Hutagalung, kepada ANTARA, London, Jumat.


Menkes, yang menulis buku kontroversial dan laris bertajuk "Saatnya Dunia Berubah! Tangan Tuhan di Balik Virus Flu Burung", selama di Inggris bersama Dr Widjaya Lukito, staf ahli khusus Menkes, dan Drg Murti Utami MPH serta Bobby Suryowibowo juga akan mengadakan acara tatap muka dengan masyarakat Indonesia yang berada di London.


Dalam konferensi kesehatan yang bertema "Evolving Problems and New Perspectives" yang berlangsung selama dua hari pada 29 dan 30 Maret di The John Radcliffe Hospital, Oxford, Menkes yang menjadi pembicara pada sesi kedua akan menyampaikan makalah mengenai "Disaster Relief and Emerging Epidemics" bersama Dr David Nabarro dari WHO dan Dr Alex Van Tulleken.


Dalam konperensi yang diikuti sekitar 400 peserta dengan menampilkan 50 pembicara ini antara lain akan dibahas topik mengenai "Tackling HIV/AIDS in Resource-Poor Settings" dengan pembicara Hope Chigudu, Professor Harold Jaffe, Edward Scott dan Dr Helen Weiss.


Sementara makalah lainnya yang disampaikan dalam konperensi yang digelar Oxford University bekerja sama dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tersebut antara lain mengenai bantuan internasional, "International Aid: the Good, the Bad and the Ugly" yang akan dibawakan oleh Lord Nigel Crisp dan Dr Ruth Levine.


Kesehatan mental dalam masyarakat global (Mental Health in the Global Community) juga merupakan topik yang akan dibahas dalam konperensi tersebut, dengan menampilkan pembicara Professor Lewis Wolpert, Professor Norman Sartorius dan Dr Derek Summerfield.
(T.U-ZG/B/M010)(T.H-ZG/B/M010/M010) 29-03-2008 06:01:58

PENGUSAHA MAKEDONIA

D0280308002210 28-MAR-08 JAS JKT

PENGUSAHA MAKEDONIA CARI MITRA KERJA DI EXPO INDONESIA-WARSAWA


London, 28/3 (ANTARA) - Sekjen Kamar Dagang Makedonia, Jelissaveta Georgieva mengatakan sebanyak 26 pengusaha Makedonia menyatakan akan hadir pada Expo Indonesia yang akan digelar di Warsawa, Polandia pada 7-10 Mei mendatang.


Kesediaan para pengusaha dari Makedonia itu disampaikan langsung Jelissaveta Georgieva kepada Duta Besar RI untuk Republik Hongaria merangkap Republik Croatia dan Bosnia Herzegovina serta Republik Macedonia, Mangasi Sihombing dalam acara sosialisasi mengenai Expo Indonesia, di ruang utama KADIN Makedonia di Skopje, ibukota Republik Makedonia.


Sekretaris I Ekonomi KBRI Budapest Octavino Alimudin kepada ANTARA London, Jumat mengatakan dalam acara sosialisasi yang dihadiri sekitar 40 pengusaha dan wartawan Makedonia, Dubes mengajak pengusaha Makedonia untuk menjalin hubungan dengan pengusaha Indonesia yang ikut dalam Expo Indonesia di Warsawa.


Dubes Indonesia menjelaskan berbagai bidang usaha yang ikut berpameran di Expo Warsawa, mulai dari sektor perdagangan, investasi sampai wisata. Sejumlah badan atau lembaga promosi serta Pemda/Propinsi ikut untuk membantu mencari mitra usaha Indonesia.


Sekjen Kamar Dagang/KADIN Makedonia, Jelissaveta Georgieva mengakui bahwa pengusaha Makedonia, negara kecil yang bersifat land-locked (tak punya pantai/laut), berminat membuka usaha patungan dengan pihak Indonesia di Makedonia dengan menggunakan bahan baku dari Indonesia.


Adanya penerapan tax holiday dan flat taxation policy serta persyaratan membuka usaha yang sangat dimudahkan diharapkan para pengusaha dengan mudah memperluas jaringannya tidak hanya terbatas di Makedonia.


Dalam mempromosikan Makedonia sebagai mitra investasi, Pemerintah Makedonia ikut membantu mencari mitra investor asing bagi investor setempat selain itu Makedonia merupakan tujuan wisata yang potensial, ujarnya.


Para pebisnis Makedonia mencari mitra di negara-negara Asia termasuk Indonesia. Eftim Isirof, seorang pengusaha Makedonia yang pernah berkunjung ke Indonesia turut meyakinkan rekan-rekannya mengenai Indonesia sebagai mitra terpercaya seperti pengalamannya pribadi dan juga menyaksikan kemajuan Indonesia.


Sekretaris I Ekonomi KBRI Budapest Octavino Alimudin mengatakan bahwa acara sosialiasi Expo Indonesia ? Warsawa yang berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta termasuk mengenai kemungkinan mengimpor mesin-mesin penyulingan, bahan pewangi dan produk herbal, hasil pertanian seperti kopi, coklat, karet/ban yang seluruhnya termasuk komoditi yang diminati pasar Makedonia. (U-ZG)(T.H-ZG/B/B012/B012) 28-03-2008 16:44:59


SOSIALISASI EXPO INDONESIA

PENGUSAHA HONGARIA IKUTI SOSIALISASI EXPO INDONESIA DI WARSAWA


London, 26/3 (ANTARA) - Sebanyak 40 pengusaha Hongaria mengikuti sosialisasi mengenai pelaksanaan Expo Indonesia I untuk Eropa Tengah dan Timur yang akan diselenggarakan di Warsawa, Polandia dari tanggal 7-10 Mei.


Acara sosialisasi Expo Warsawa itu mendapat perhatian besar dari pengusaha Hongaria termasuk pihak Kadin setempat dan sejumlah peserta yang hadir menyatakan minatnya untuk hadir di Warsawa. demikian Arena Sri Victoria, Sekretaris I, Pensosbud KBRI Budapest kepada ANTARA London, Selasa.


Paparan Dubes Indonesia untuk Republik Hongaria merangkap Republik Croatia, Bosnia Herzegovina dan Macedonia, Mangasi Sihombing itu diselenggarakan di Hotel Corinthia di tengah kota Budapest oleh KBRI Budapest didukung sepenuhnya oleh Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) setempat.


Mengawali paparannya Duta Besar Mangasi Sihombing mengajak hadirin untuk mencermati daftar peserta exhibitor Indonesia yang telah disusun dalam katalog, agar pengusaha Hongaria dapat memilih calon mitra sesuai dengan bidang usaha masing-masing.


Dalam Expo Indonesia, peserta terbagi dalam tiga kelompok yaitu dagang (trade), investasi dan wisata (tourism). Katalog untuk sementara memuat lebih dari 150 pengusaha Indonesia dengan unit-unit kerja pemerintah yang bersangkutan termasuk sejumlah Pemda Propinsi.


Duta Besar menjelaskan latar belakang Expo Indonesia Warsawa yang merupakan upaya bersama sembilan KBRI di kawasan Eropa Tengah dan Timur (ETT) dengan dukungan enam kementerian yang bertautan.


Mangasi Sihombing mengakui, sejauh ini pasar ETT masih kurang mendapatkan perhatian dari pengusaha Indonesia padahal prospek kawasan ini cukup cerah apalagi sebagian diantaranya menjadi anggota Uni Eropa dengan tingkat pendapatan perkapita dan daya beli yang tinggi.


Sebaliknya, pengusaha ETT kurang memahami potensi Indonesia sebagai mitra untuk berbagai kepentingan seperti investasi, wisata dan pasar komoditi, ujarnya.


Dalam acara sosialisasi yang berlangsung secara interaktif dimana para pengusaha mengajukan berbagai pertanyaan yang berkaitan dengan minat dalam menjalin hubungan kerjasama dengan pebisnis Indonesia.


"Saya berminat mengimpor beberapa komoditi dari Indonesia, tetapi saya juga berharap menjual sesuatu ke Indonesia," ungkap sepasang pengusaha dalam diskusi langsung dengan Duta Besar.


Acara sosialisasi Expo Warsawa ini mendapatkan perhatian besar dari para pengusaha Hongaria termasuk pihak Kadin setempat. Sejumlah peserta yang hadir menyatakan minatnya untuk hadir di Warsawa. "Sampai jumpa di Expo Warsawa," kata seorang pengusaha sewaktu menyalami Duta Besar Indonesia pada waktu pamit setelah acara selesai.


Asia Center Budapest yang punya reputasi baik di kalangan pebisnis Hongaria di bidang promosi dagang, telah memastikan akan partisipasinya dalam Expo Indonesia di Warsawa, demikian Arena Sri Victoria. (U-ZG)(T.H-ZG/B/M012/M012) 26-03-2008 20:08:58


Rabu, 26 Maret 2008

MAULID NABI DI QATAR

ULAMA QATAR HADIRI PERINGATAN MAULUD NABI DI KBRI DOHA


London, 25/3 (ANTARA) - Ulama terkemuka Qatar Dr. Khalid Al-Hindawy, menghadiri acara puncak peringatkan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 1429 H yang diadakan oleh KBRI Doha bersama sekitar 200 anggota masyarakat Indonesia yang berdomisili di Qatar.


Serangkaian acara diantaranya bazar, lomba nasyid, lomba adzan dan lomba membaca Al Qur?an digelar KBRI Doha dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW yang juga dihadiri Kepala Staf AD, Jenderal TNI Agustadi Sasongko Purnomo, dan rombongan yang tengah transit di Doha.


Sekretaris III - KBRI Doha Arifina E.S. Dalam keterangannya kepada ANTARA London, Selasa mengatakan bazar yang diadakan di KBRI Doha menampilkan stan makanan oleh warga masyarakat Indonesia di Qatar yang menjual berbagai macam makanan khas Indonesia, seperti mi bakso, sate Padang, siomay, lontong sayur dan mie ayam.


Lomba nasyid dan lomba adzan diikuti anak-anak warga Indonesia di Qatar, sedangkan lomba membaca Al Qur?an diikuti orang dewasa. Turut bertindak sebagai juri lomba membaca Al Qur?an adalah Dr. Khalid Al-Hindawy, salah satu ulama Qatar.


Pada acara tersebut, juara I lomba membaca Al Quran, Muslihin Azharuddin, yang berasal dari NTB, membaca ayat-ayat suci Al Qur?an. Dr. Khalid Al-Hindawy selaku tamu kehormatan memberikan sambutan yang menyebutkan bahwa memperingati Maulid Nabi bukan bid?ah.


Sebagai orang yang dekat Syeikh Yusuf Qaradhawi, Dr. Khalid menyatakan kesediaannya mengajar mengaji kepada seluruh peserta lomba membaca Quran, ceramah tentang Maulid Nabi disampaikan Ustadz M. Agus Mulyana.


Dalam sambutannya, Duta Besar RI untuk Qatar Rozy Munir mengatakan bahwa Maulid Nabi Muhammad SAW adalah kesempatan yang baik untuk mengenang kembali teladan Nabi dan menerapkan dalam kehidupan sehari hari.


Duta Besar H.M. Rozy Munir lebih jauh menyebutkan bahwa peringatan ini mempunyai makna pendidikan moral, silaturahmi dan persaudaraan antara warga negara Indonesia yang berada di Qatar.


Dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 1429 H, Duta Besar RI untuk Qatar didampingi sejumlah staf KBRI Doha mengadakan acara silaturahmi dengan para pekerja Indonesia yang bekerja di perusahaan Gamuda di proyek pembangunan jalan yang berlokasi di Zikreet.


Acara tersebut diselenggarakan oleh Masyrakat Muslim Indonesia di Qatar, dihadiri lebih dari 500 orang warga negara Indonesia yang bekerja di negara itu.(T.H-ZG/B/Z002/Z002) 26-03-2008 00:22:44

Minggu, 23 Maret 2008

DUBES HAZAIRIN POHAN

D0230308000324 23-MAR-08 SOS JKT

EXPO INDONESIA LANGKAH BESAR DUBES HAZAIRIN POHAN


Oleh ; Zeynita Gibbons


London, 23/3 (ANTARA) - Bagi Dutabesar RI di Polandia, Hazairin Pohan, tidak ada keraguan sedikitpun untuk mengelar perelatan besar yang bertajuk "1st Indonesia Expo in Central and East Europe" (1st IE-CEE), pameran dagang, investasi dan pariwisata Indonesia pertama dan terbesar untuk wilayah Eropa Tengah dan Timur, Mei mendatang.


Pameran akbar Indonesia yang akan dilangsungkan selama tiga hari di gedung pameran termegah di Polandia Expo-XXI seluas 10.000 meter persegi mengusung thema "Bridging the Distance", itu sebelumnya sempat membuat rekannya sesama dubes yang berada di wilayah Eropa Timur dan Tengah meragukan akan keberhasilannya.


"Kalau tidak sekarang kapan lagi," ujarnya kepada ANTARA di Berlin. Kehadiran Hazairin Pohan di pameran pariwisata terbesar ITB Berlin belum lama ini dalam upaya menjajaki kerjasama dan mengajak para industri pariwisata indonesia untuk bergabung meramaikan Expo Indonesia.


Menurut Hazairin Pohan yang mengawali karirnya di Deplu tahun 1980, dalam Expo Indonesia selain diisi dengan pameran produk unggulan Indonesia juga digelar temu-usaha, seminar investasi, dan promosi berbagai paket wisata dengan diselingi berbagai acara kesenian dan kebudayaan.


Putra Pematang Siantar yang dilahirkan 12 November 1953 menjelaskan sampai saat ini persiapan teknis di lapangan sudah selesai dikerjakan dan kini tinggal mendatangkan pembeli dan "tour operator". Diharapkan acara itu tidak akan mengalami kendala.


Selain itu juga koordinasi dengan seluruh perwakilan bidang ekonomi di seluruh wilayah Eropa juga dilakukan dengan mengadakan pertemuan dan bahkan program rencana aksi untuk seluruh perwakilan juga telah disampaikan.


Masih banyak pekerjaan yang akan dilakukan Hazairin Pohan yang gemar ber-"jam session" dengan bandnya di KBRI, diantaranya "road show" ke berbagai negara lainnya seperti ke Lithunia, Balairus, Rusia dan Spanyol, di samping bertemu dengan perwakilan Indonesia di Jerman dan Brusel.


Diakuinya di Eropa terdapat 48 negara, tugas kita para perwakilan adalah mendatangkan buyer dan investor sementara di Jakarta bertugas untuk mendatangkan "best exhibitor", ujarnya merinci tugas masing masing dalam mensukseskan kerja besarnya itu.


Optimis

Hazairin Pohan yang fasih bahasa Rusia dan pernah ditempatkan di Moskow selama empat tahun (1986-1989) mengakui berbagai pihak di Jakarta juga mengkhawatirkan apakah ia bisa mendatangkan lima ribu pembeli ke Indonesian Expo. "Saya optimis," katanya. Apalagi di Eropa ada 26 Dubes.


Rasa optimis Hazairin Pohan, yang berasal dari keluarga besar dengan 13 saudara itu membuat dirinya terlibat mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan dilakukannya sendiri dan bahkan tidak segan segan menemui para langsung para pengusaha di daerah-daerah di Indonesia.

Beberapa pejabat telah menyatakan kesediaannya untuk menjadi pembicara dalam seminar seperti Ketua BKPM M Lutfi, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik, Menteri Perdagangan Marie Pangestu serta Menteri Perindustrian Fahmi Idris dan banyak lagi.

Harapan ayah empat putra yang dua diantaranya kuliah di Universitas Indonesia merasa yakin akan keberhasilan Expo Indoensia ini, ujarnya dan bahkan diharapkannya expo ini tidak hanya cukup sekali diadakan kalau perlu setiap tahun.


Menurut Hazairin Pohan, yang senang membaca dan olahraga golf ini, promosi tidak cukup hanya dilakukan sekali saja tetapi perlu berulang ulang dan berkelanjutan apabila menginginkan hasil yang maksimal.


Meskipun acaranya bertajuk pameran dagang, investasi dan pariwisata Indonesia untuk wilayah Eropa Tengah dan Timur, tetapi tidak menutup kemungkinan juga bagi negara Eropa Barat lainnya, ujar Hazairin Pohan yang tengah menyiapkan buku pertamanya mengenai Politics of the Central and East European Countries.


Longgar dan putus

Hal ini diakuinya selama 10 tahun terakhir ini sejak resesi kiprah Indonesia di Eropa seakan akan ditelan malam. "Jalur ekonomi banyak yang longgar dan bahkan ada yang putus," ujarnya tidak heran apabila Hazairin Pohan berusaha untuk merajut kembali benang-benang yang putus.


Indonesia Expo itu melibatkan Dubes RI di kawasan Eropa Timur yang berkedudukan di Beograd (Serbia), Bratislava (Slovakia), Bucharest (Romania), Budapest (Hongaria), Kiev (Ukraina), Moskwa (Rusia), Praha (Cheska), Sofia (Bulgaria), dan Warsawa (Polandia)dan mendapat dukungan dari Departemen Luar Negeri.


Untuk pertama kalinya Deplu mendapat tugas dari pemerintah untuk melakukan promosi, ujarnya menambahkan bahwa sebenarnya promosi bukan pekerjaan Deplu, namun melihat kegiatan promosi yang dilakukan setiap saat diluar negeri secara sektoral dan bahkan kedutaan hanya menjadi fasilitator.


Kini saatnya pada Dubes menunjukkan kemampuannya untuk melakukan promosi mulai dari perencanaan sampai pada pelaksanaan dilakukan sendiri dan tentunya dengan bantuan dari berbagai pihak, ujar Hazairin Pohan yang pernah ditempatkan di New York.

Meskipun ide yang dilontarkannya sempat membuat rekan rekannya para dubes dari berbagai negara di Eropa Tengah dan Timur meragukan keberhasilan pameran yang digelar untuk pertama kalinya secara besar besaran itu, namun bagi Hazairin Pohan yang menjadi ketua penyelenggara merupakan pekerjaan yang harus dilakukan.


Dikatakannya Ist IC CEE itu bertujuan untuk membangun hubungan yang kuat antara produsen barang dan jasa yang terbaik di Indonesia dengan Eropa, pelaku ekonomi terbesar di dunia dengan populasi 800 juta jiwa.


Sebagai suatu event yang strategis di mana pihak pembeli berkesempatan untuk secara lebih dekat melihat produk-produk berkualitas ekspor, peluang investasi dan paket wisata yang ditawarkan oleh Pemerintah Indonesia, para pengusaha dan operator wisata dari Indonesia.


Menurut Hazairin Pohan, 1st IE-CEE didasari dengan analisa pasar yang cermat yang dilakukan paraahli profesional bahwa Indonesia sebagai sebuah negara di Asia harus dapat meraih pangsa pasar yang lebih besar, sehingga dapat menjalankan peran ekonomi yang lebih kuat di negara-negara Eropa.


Polandia adalah negara terluas di Eropa Tengah yang memiliki infrastruktur ekonomi yang kuat, dengan sekitar 40 juta penduduk berdaya beli cukup tinggi, merupakan anggota Uni Eropa dan memiliki pertumbuhan GDP 6-7 persen, yang membuat Polandia dapat dijadikan gerbang untuk memasuki seluruh negara-negara Eropa yang berpangsa pasar 580 juta jiwa. (U-ZG)

(T.H-ZG/B/E007/E007) 23-03-2008 10:40:18


Rabu, 19 Maret 2008

CERAMAH DUBES SALIM SAID

D0190308000967 19-MAR-08 KSR JKT

DUBES SALIM SAID CERAMAH DI UNIVERSITY OF ECONOMICS PRAHA


London, 18/3 (ANTARA) - Duta Besar RI untuk Ceko, Professor Salim Said, memberikan ceramah mengenai Politik Luar Negeri Indonesia dan Hubungan Indonesia - Ceko di hadapan mahasiswa jurusan Ilmu Hubungan Internasional pada Fakultas Hubungan Internasional, University of Economics, Praha.


Ceramah Prof Salim Said itu diadakan menjelang penyelenggaraan seminar 10 Tahun Reformasi Indonesia pada bulan April dengan menghadirkan para pembicara dari Indonesia, demikian Azis Nurwahyudi, Sekretaris I KBRI Praha kepada ANTARA London, Selasa.


Dubes Salim Said menjelaskan politik luar negeri RI dimulai dari sejarah pidato Wakil Presiden Dr. Muhammad Hatta tahun 1948 yang terkenal yaitu "Mendayung di antara Dua Karang" dan menjelaskan politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif.

Dubes juga memaparkan pentingnya suatu bangsa mempunyai identitas internasional yang menunjukkan peran, tempat dan posisi bangsa tersebut dalam forum internasional.


Dikatakannya Indonesia mempunyai beberapa elemen penting dalam identitasnya sebagai bagian dari masyarakat internasional, yaitu kenyataan bahwa Indonesia mempunyai jumlah penduduk yang terbesar keempat, tempat tinggal populasi umat muslim terbesar di dunia, dan sebagai negara demokrasi terbesar ketiga di dunia.

Sementara dalam forum regional, Indonesia merupakan salah satu pendiri ASEAN dan terlibat aktif dalam APEC dan ASEM, ujarnya.


Pada kesempatan tersebut, Duta Besar RI juga menjelaskan hubungan baik yang telah terbina antara Indonesia dan Ceko yang sudah berjalan lama.


Secara politik, Indonesia dan Ceko saling mendukung pencalonan di berbagai organisasi internasional, di bidang ekonomi kedua negara tengah berusaha meningkatkan hubungan dagang, sementara di bidang pertahanan, kedua negara juga sudah mempunyai kerjasama yang erat.


Dubes Salim Said tidak lupa menjelaskan bahwa tahun 2008 ini merupakan peringatan 50 Tahun Perjanjian Kebudayaan Indonesia-Ceko yang diperingati dengan berbagai kegiatan sepanjang tahun, termasuk di dalamnya adalah rencana seminar 10 Tahun Reformasi yang akan diselenggarakan bersama University of Economics pada bulan April mendatang.


Sementara itu Azis Nurwahyudi mengatakan bahwa dalam rangkaian promosi Indonesia di Ceko, berbagai upaya dilakukan untuk lebih mendekatkan masyarakat kedua bangsa. Tidak saja melalui kegiatan kebudayaan, tetapi kegiatan akademis juga menjadi salah satu bagian yang tak terpisahkan, ujarnya.


Penetrasi ke berbagai universitas merupakan sarana efektif untuk memperkenalkan Indonesia kepada generasi muda Ceko, demikian Azis Nurwahyudi. (U-ZG/B/M007)(T.H-ZG/B/M007/M007) 19-03-2008 12:13:57

BINTANG JASA UTAMA

D0190308000997 19-MAR-08 KSR JKT

BINTANG JASA UTAMA BAGI MANTAN DUBES BOSNIA DAN HERZEGOVINA


London, 18/3 (ANTARA) - Mantan Duta Besar Bosnia dan Herzegovina untuk Indonesia, Zdravco Rajic menerima Bintang Jasa Utama dari Presiden RI, atas upayanya dalam menjalin dan meningkatkan hubungan dan kerjasama antara kedua negara.


Duta Besar Indonesia untuk Republik Hongaria merangkap Republik Kroasia, Bosnia Herzegovina dan Republik Mecedonia, Mangasi Sihombing menyerahkan tanda kehormatan dari Presiden Republik Indonesia kepada Zdravco Rajic yang pernah bertugas di Indonesia selama tiga tahun dari 2002 sampai 2005.


Arena Sri Victoria, Sekretaris I, Pensosbud KBRI Budapest kepada ANTARA London, Selasa mengatakan bahwa penyerahan Bintang Jasa Utama kepada Zdravco Rajic dilakukan dalam upacara yang diadakan di Sarajevo, ibukota negara Bosnia dan Herzegovina itu mendapat perhatian dan liputan dari media setempat.


Mantan Dubes Zdravko Rajic selama menjalankan tugasnya di Indonesia banyak berkunjung ke daerah sehingga ia memahami benar jiwa dan budaya Indonesia dan mengagumi keindahan alam Indonesia.


Dubes Rajic yang kini bekerja di sebuah perusahaan patungan di Libya menyampaikan ungkapan terimakasih kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menteri Luar Negeri Hasan Wirajuda dan juga kepada seluruh bangsa Indonesia.


Dalam sambutannya dalam bahasa Indonesia yang fasih, Zdravko Rajic, mengatakan bahwa ia ingin menyampaikan terimakasih kepada rakyat Indonesia dan juga para sahabatnya di berbagai daerah seperti di Betawi, Sumatera, Sunda, Minangkabau, Aceh, Jawa Tengah, Arek-Arek Suroboyo, Pontianak, Batak, Manado, Bali dan orang lain di Indonesia.


"Dari Lubuk hati yang dalam saya menyampaikan terimakasih kepada orang-orang Indonesia dan Republik Indonesia yang saya cintai," ujar Zdravko Rajic, yang selalu memuji keramahtamahan masyarakat dan keindahan Indonesia.


Upacara penyematan Bintang Jasa Utama dilanjutkan dengan resepsi diplomatik dihadiri sekitar 40 undangan yang terdiri atas pejabat tinggi pemerintah Bosnia dan Herzegovina, anggota parlemen, duta besar negara sahabat, pengusaha, tokoh masyarakat, pers dan anggota keluarga Dubes Rajic.


Dubes Rajic menceritakan awal perkenalannya dengan Indonesia pada tahun 1955, pada waktu Bung Karno, Presiden Pertama Indonesia, seusai Konferensi Asia-Afrika berkunjung ke Sarajevo dari Beograd.


Waktu itu Rajic terpilih bersama lima siswa lainnya untuk ikut menjemput Presiden Soekarno di stasiun kereta api Sarajevo. "Saya masih ingat benar setelah dikalungi bunga, Bung Karno mengelus satu persatu kepala siswa-siswi dimaksud dengan pesan agar tekun belajar," ujarnya mengenang.


Dubes Sihombing dalam sambutanya selain menguraikan jasa Dubes Rajic juga menjelaskan program Visit Indonesia Year 2008 dan upaya promosi dagang, investasi dan wisata melalui Expo Indonesia Pertama untuk Kawasan Eropa Tengah dan Timur yang akan digelar pada Mei mendatang di Warsawa. (U-ZG/B/M007)(T.H-ZG/B/M007/M007) 19-03-2008 12:36:01


Selasa, 18 Maret 2008

PARLEMEN BOSNIA

PARLEMEN BOSNIA HERZEGOVINA BENTUK KOMITE PERSAHABATAN INDONESIA


London, 16/3 (ANTARA) - Parlemen negara Bosnia Herzegovina membentuk Komite Persahabatan untuk Indonesia sebagai wujud perhatian yang mendalam dari Parlemen Bosnia Herzegovina terhadap Indonesia.


Hal tersebut disampaikan Ketua Parlemen Bosnia Herzegovina, Milorad Zivkovic, ketika menerima kunjungan Duta Besar Indonesia, Mangasi Sihombing di kantornya di Sarajevo pada akhir pekan, kata Sekretaris I Pensosbud Arena Sri Victori kepada ANTARA London, Senin.


Menurut Arena Sri Victori, kedua belah pihak sepakat perlunya memperluas kerja sama antara keduanya, tidak saja terbatas pada kegiatan antarparlemen tetapi juga berbagai bidang termasuk ekonomi, perdagangan, investasi, teknologi, dan sosial budaya.


Diakui selama ini berlangsung kegiatan saling mendukung di fora internasional yang ikut mendekatkan hubungan bilateral, dan hal tersebut akan senantiasa ditingkatkan di masa mendatang.


Dalam pertemuan itu disepakati pemahaman bersama akan perlunya saling kunjung antara parlemen dan pejabat-pejabat tinggi kedua negara., ujarnya.


Duta Besar Sihombing pada kesempatan itu menyampaikan penghargaan atas inisiatif pembentukan Komite Persahabatan untuk Indonesia dalam Parlemen Bosnia Herzegovina.


Sementara itu, Milorad Zivkovic menyampaikan terima kasih kepada bangsa dan pemerintah Indonesia atas dukungan dan bantuan yang pernah diberikan sejak negara Bosnia Herzegovina memperoleh kemerdekaannya.


Dalam pertemuan tersebut, Ketua Parlemen Bosnia Herzegovina dan Duta Besar Indonesia sama-sama menggarisbawahi beberapa persetujuan bilateral yang sudah diratifikasi seperti Persetujuan Perdagangan yang siap untuk diilaksanakan .


Menurut Arena Sri Victori, keputusan pembentukan Komite Persahabatan disampaikan dalam bentuk tertulis. (U-ZG)/C/A011)(T.H-ZG/C/A011/A011) 17-03-2008 00:14:35


KBRI DOHA IKUT HARI GINJAL

KBRI DOHA PERINGATI HARI GINJAL SEDUNIA


London, 16/3 (ANTARA) - Sebanyak 100 orang Indonesia termasuk Duta Besar RI di Qatar, HM. Rozy Munir dan Ny Mufidah Munir, beserta staf KBRI dan keluarga mengikuti merayakan Hari Ginjal Internasional yang diprakarsai Rumah Sakit Hamad di Doha, Qatar.

Tidak kurang dari 3000 peserta terdiri atas penduduk usia anak-anak, remaja, dewasa bahkan lansia melebur dalam acara tersebut yang diperingati dengan berjalan dari Taman Sheraton Hotel, pantai Corniche sampai Taman Al Bida," kata Sekretaris III - KBRI Doha, Arifina ES kepada ANTARA London, Minggu


Mengenakan kaus bertuliskan "World Kidney Day 2008", spanduk-spanduk pendukung, makanan, minuman gratis disediakan panitia dalam acara yang digelar di udara sore hari yang cerah sedikit berdebu itu tidak mengurangi perjalanan santai peserta dengan menempuh jarak sepanjang tiga km.

Tampak diantara peserta jalan santai Ketua Yayasan Rumah Sakit Hamad Dr. Lathifah Al Huti, serta Dr. Hannan Al Kawari , Direktur Rumah Sakit Hamad, serta berbagai warga asing dari India, Kawasan Teluk, Filipina, Srilanka, Nepal, Pakistan, Libanon, Jordania, Iran dan Indonesia.

Dalam wawancaranya dengan beberapa surat kabar terbitan Doha , Qatar , Dubes Rozy Munir mengemukakan rasa gembiranya bahwa ginjal diperingati sebagai peringatan penyakit jantung, kanker, HIV AIDS lainnya.

Menurut Dubes, penyakit gagal ginjal merupakan penyakit yang dinilai sangat mahal. Pencucian darah tidak murah dan mudah, apalagi jika tak punya asuransi kesehatan.

Untuk mengatasi penyakit ini harus ada kerja sama antar institusi, pemerintah, rumah sakit, pengusaha, keluarga dan masyarakat, ujarnya.

Bantuan subsidi silang untuk pembiayaan sangat diperlukan selain menyakinkan kesabaran si pasien untuk mau melakukan cuci darah dibutuhkan .

Namun demikian pencegahan lebih baik dari pengobatan. Karena itu harus diupayakan dan memberikan pendidikan tentang kesehatan penyakit ginjal ini menjadi keharusan, ujarnya lagi.

Menurut Dubes, siapa pun dapat terkena penyakit ginjal ini, tak peduli betapapun tingginya pangkat seseorang. Untuk itu prakarsa yang dilakukan RS Hamad punya nilai lebih bagi masyarakat betapa pentingnya mengenal penyakit ginjal.

Menurut Arifina E.S,acara yang diakhiri dengan penampilan seni dan lomba anak-anak di kawasan Perkampungan Qatar di area Historical Qatar Village menambah kegembiraan para peserta Hari Ginjal Internasional tersebut.(U-ZG)*A043/C/A011)(T.A043/C/A011/A011) 16-03-2008 20:23:58


YOUNG GLOBAL LEADERS BUAT M LUTFI

M. LUTFI DINOBATKAN JADI YOUNG GLOBAL LEADERS


London, 17/3 (ANTARA) - World Economic Forum (WEF) yang berbasis di Jenewa, Swiss menobatkan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Muhammad Lutfi sebagai salah satu Young Global Leaders 2008.


M. Lutfi adalah salah satu dari 245 Young Global Leaders 2008 yang terdiri dari para eksekutif, figur publik, swasta dan kalangan intelektual.


Selain M. Lutfi, wakil Indonesia yang terpilih adalah Thomas Trikasih Lembong dari Quvat Management Pte Ltd , demikian Yasmi Adriansyah, Sekretaris Kedua, PTRI Jenewa kepada ANTARA London, Minggu.


Young Global Leaders 2008 dari negara lain yang dinobatkan termasuk Raja Bhutan, H.R. King Jigme Khesar Namgyal Wangchuck, Musisi Sitar India, Anoushka Shankar, Sarah Chang, Violis Korea Selatan, Rama Yade, Menteri Luar Negeri dan HAM Perancis Steffi Graf, mantan ratu tenis dunia Anders Borg, Menteri Keuangan Swedia Martin Lousteau, Menteri Ekonomi dan Produksi Argentina Lalla Salma, Ratu Maroko dan Ernie Eks pemain golf dunia juga terpilih menjadi Young Global Leaders.


World Economic Forum (WEF) setiap tahunnya menobatkan sekitar 200-300 orang pemimpin muda di seluruh dunia, rata-rata berusia 40 tahun, karena keberhasilan dalam profesi mereka, komitmen terhadap masyarakat dan kemampuan untuk turut membentuk masa depan dunia.


Tahun ini Young Global Leaders mencakup 121 pemimpin di bidang usaha, pemerintahan, akademi, media dan masyarakat yang berasal dari 65 negara dan meliputi semua wilayah, termasuk dari Asia Tenggara (64 orang), Eropa (58 orang), Timur Tengah dan Afrika Utara (12 orang), Asia Selatan (24 orang), Sub-Sahara Afrika (21 orang), dan Amerika Latin (21 orang).


Para pemenang Young Global Leaders dipilih dari sekitar 5000 kandidat dan diseleksi oleh suatu komisi WEF yang terdiri dari 31 pemimpin media internasional ternama seperti Reuters Inggris, The New York Times, Dow Jones Company, The Wall Street Journal Amerika Serikat, dan Fuji Television Network.


Komisi ini diketuai oleh Ratu Rania Al Abdullah dari Jordan. Sebelumnya komunitas Young Global Leaders meliputi 60 negara termasuk Amerika Serikat, Norwegia, India, Jepang, Afrika Selatan, Mexico dan China. (T.H-ZG/B/T010/T010) 17-03-2008 00:38:10


Kamis, 13 Maret 2008

SITI NOERBAYA DI LONDON

DRAMA SITI NOERBAYA DI INDONESIA CULTURAL NIGHT LONDON


London, 13/3 (ANTARA) - Drama Siti Noerbaya yang diadaptasi dari buku karya Marah Roesli dan naskahnya disusun sesuai dengan jalan cerita oleh Ibrahim Hakim dari UCL tampil memukau dan menghibur masyarakat Indonesia maupun publik di London.


Pementasan drama Siti Noerbaya menjadi acara puncak "Indonesia Cuntural Night" yang digelar pelajar Indonesia yang menuntut ilmu di Imperial College dan London School of Economics (LSE) yang tergabung dalam perkumpulan Indonesian Society, Kamis malam.


Acara yang digelar di Old Theatre LSE itu, selain pementasan drama Siti Nurbaya, juga ditampilkan tarian Saman dari Aceh yang dibawakan para pelajar Indonesia yang berasal dari berbagai universitas di London dan aksi musik kontemporer.


Ketua Imperial indonesia Society , Rizal Arif Prasetya mengatakan setiap tahunnya para pelajar Indonesia di kedua universitas yang tergabung dalam Indonesian Society menggelar pementasan kebudayaan Indonesia yang dikenal dengan nama Indonite.


Indonite adalam kependekan dari Indonesian Cultural Night, ujarnya sambil menambahkan bahwa acara tersebut juga merupakan acara malam dana yang sebagian dari pendapatan disumbangkan untuk badan sosial kemanusiaan di Indonesia.


Menurut Rizal, kegiatan Indonesia Cultural Night digelar setiap tahunnya. Hanya saja ia tidak tahu persis dimulai sejak kapan.


"Setahu saya sudah empat tahun belakangan ini Indonite digelar," katanya.


Rizal mengakui bahwa para pelajar Indonesia merasa bangga bisa menyelenggarakan acara setiap tahunnya yang dari tahun ke tahun selalu berkembang, baik dari segi variasi acara, jumlah pengunjung hingga uang yang berhasil dikumpulkan.


Dikatakannya, acara ini bertujuan untuk menunjukkan kreatifitas para pelajar Indonesia, selain menjadi malam berkumpulnya pelajar dan masyarakat Indonesia di London dalam rangka menjalin keakraban dengan sesama juga menjadi media untuk memperkenalkan keragaman budaya Indonesia kepada masyarakat London.


Rizal mengakui bahwa peserta Indonite tidak hanya berasal dari pelajar Indonesia tetapi mereka juga mengajak rekan rekan pelajar dari berbagai negara.


Bahkan yang memerankan Siti Nurbaya adalah seseorang berkebangsaan Kanada, ujarnya.


Diakuinya , persiapan untuk pementasan drama Siti Noerbaya dilakukan sejak Januari ketika naskah drama dapat diselesaikan. Diharapkannya pada tahun-tahun berikutnya tradisi Indonite dengan konsep yang lebih beragam dan juga adanya kerja sama dengan KBRI serta berbagai sponsor.(U-ZG) /B/A011)(T.H-ZG/B/A011/A011) 14-03-2008 05:21:46


SIDANG HAM PBB JENEWA

D0130308003128 13-MAR-08 PLK JKT

DELEGASI INDONESIA HARGAI LAPORAN KUNJUNGAN KERJA HAM PBB


London, 13/3 (ANTARA) - Delegasi Indonesia menghargai semangat kerjasama yang ditunjukan Pelapor Khusus Pembela HAM saat melakukan kunjungan kerja ke Indonesia Juni tahun lalu melalui pertemuan dan konsultasi dengan segenap pemangku kepentingan (stakeholders) di Indonesia.


Pernyataan disampaikan Delegasi RI saat menanggapi laporan kunjungan Pelapor Khusus Pembela PBB Hina Jilani pada Sesi ke-7 sidang Dewan HAM PBB di Jenewa.


Delegasi Indonesia juga menyampaikan apresiasi terhadap pengakuan Hina Jilani atas kemajuan yang telah dicapai di Propinsi Nangroe Aceh Darussalam berkaitan dengan situasi dan kondisi HAM.


Menurut Yasmi Adriansyah, Sekretaris Kedua PTRI Jenewa kepada ANTARA di London, Kamis, berkaitan dengan ruang lingkup dan isi dari laporan Hina Jilani, Delegasi Indonesia memahami keterbatasan waktu yang dimiliki yang bersangkutan dalam menjalankan mandatnya di Indonesia.


Pelapor Khusus melakukan penelitian mendalam terhadap situasi dan keadaan Pembela HAM di Indonesia.


Selain itu, Delegasi Indonesia juga berpandangan bahwa adanya informasi yang tidak akurat dalam laporan yang bersangkutan disebabkan oleh pengumpulan data yang kurang komprehensif.

Namun demikian, kata Yasmi Adriansyah, Delegasi RI menegaskan bahwa Indonesia tidak ragu untuk mengakui bahwa perlindungan terhadap pembela HAM di Tanah Air masih perlu diperbaiki.


Dalam konteks tersebut, Delegasi RI menyatakan, Pemerintah tengah memperkuat jaringan pembela HAM mengingat pentingnya peranan mereka dalam implementasi Rancangan HAM Nasional.


Sebagai contoh, dari 476 jumlah kota dan kabupaten di Indonesia, Pemerintah telah membentuk 436 komisi pelaksanaan Rancangan HAM Nasional di tingkat propinsi, kota dan kecamatan.


Hal tersebut merupakan bukti bahwa pembela HAM merupakan bagian dari mekanisme nasional dalam memperkuat implementasi Rancangan HAM Nasional.


Selain itu, Pemeritah memberlakukan UU No.13 tahun 2006 mengenai perlindungan saksi dan korban. Sebagai tindak lanjut dari pemberlakuan UU No. 13 tahun 2006.


Pemerintah bersama DPR akan membentuk institusi untuk perlindungan saksi dan korban dimana anggotanya terdiri dari perwakilan dari Pemerintah, lembaga dan institusi non-pemerintah serta dari kalangan civitas akademika.


Delegasi Indonesia dalam sidang itu juga memberikan gambaran bahwa dalam upaya memperkuat perlindungan terhadap pembela HAM, Pemerintah bersama DPR telah menetapkan UU No.2 tahun 2008 mengenai Partai Politik, yang menetapkan bahwa 30% keanggotaan partai politik harus dialokasikan kepada wanita/perempuan.


Hal ini berlaku bagi keanggotaan dewan pengurus partai politik pada tingkat pusat, propinsi dan kabupaten.


Kebijakan "affirmative action" dalam pemajuan partisipasi wanita/perempuan dalam politik dan formulasi kebijakan umum dimaksudkan untuk memberikan jaminan pembela HAM wanita/perempuan untuk dapat berperan aktif dalam upaya pemajuan HAM di Indonesia.


Menurut Yasmi Adriansyah, perkembangan ini merupakan bukti bahwa Pemerintah menerapkan kebijakan yang ditujukan pada peningkatan perlindungan terhadap pembela HAM konsisten dengan visi perintah yang tercantum dalam pembangunan nasional 2004-2009.


Delegasi Indoensia menegaskan komitmen dalam memperkuat perangkat hukum, undang-undang dan institusi bagi perlindungan pembela HAM serta Pemerintah Indonesia senantiasa terbuka melakukan dialog dan kerjasama melalui mekanisme HAM dalam rangka peningkatan kerjasama internasional, bantuan teknis serta pemajuan dan perlindungan HAM di Indonesia.

(T/ZG)(T.H-ZG/B/S023/S023) 13-03-2008 18:27:28


ASIA CENTRE BUDAPEST

DUBES SIHOMBING: ASIA CENTER BUDAPEST PUNYA NILAI STRATEGIS


London, 12/3 (ANTARA) - Dubes Sihombing menilai kerjasama Indonesia dengan Asia Center Budapest dengan mitra kerja Asia Center Indonesia di Jakarta memiliki nilai strategis, karena Indonesia dapat mengirimkan komoditinya melalui importir Hongaria ke negara Balkan, Eropa Tengah bahkan ke wilayah Baltik sampai ke belahan utara Federasi Rusia.


Hal itu diungkapkan Dubes Sihombing pada diskusi panel di Asia Center di pinggiran kota Budapest dalam rangka ulang tahun ke-5 Asia Center Budapes, kata Sekretaris I, Pensosbud, KBRI di Budapest, Arena Sri Victoria, kepada ANTARA, Rabu.


Di hadapan lebih dari 30 wartawan Hongaria dan asing, pimpinan Asia Center Budapest, Dr. Riedel dan pejabat dari Kedubes China, Dubes Mangasi Sihombing merespon sejumlah masalah yang dikemukakan dalam diskusi.


Dubes Sihombing mencatat hubungan ekonomi Indonesia dengan Hongaria ditandai dengan minat kuat dari sejumlah perusahaan Hongaria untuk berinvestasi di Indonesia di berbagai bidang termasuk agrobisnis, energi dan kesehatan.


Selain itu, juga sudah ada perusahaan Indonesia yang membuka usaha di Budapest untuk memfasilitasi kegiatan dagang antara kedua pihak, apalagi Hongaria memiliki budaya yang memiliki naluri dan tradisi dagang yang kuat.


Pada kesempatan itu, Dubes Sihombing menjelaskan mengenai Expo Indonesia yang pertama kali akan dilakukan di Kawasan Eropa Tengah dan Timur yang akan diadakan di Warsawa, Polandia pada 7-10 Mei 2008, menghadirkan lebih dari 300 perusahaan terkemuka Indonesia.


Expo ini untuk memfasilitasi kalangan bisnis Eropa Tengah dan Timur untuk menjalin kontak dan bernegosiasi dengan pengusaha Indonesia dalam bisnis dagang atau ekspor-impor, investasi dan pariwisata.


"Sebagai pimpinan Asia Center Budapest, saya sendiri akan hadir dalam Expo Indonesia di Warsawa," kata Dr. Riedel kepada Dubes Indonesia. Selain itu Dr. Riedel juga menjanjikan untuk bekerja sama dengan KBRI untuk mempromosikan First Indonesia Expo in Central and East Europe di Warsawa. (U-ZG)(T.H-ZG/B/M012/M012) 12-03-2008 20:12:46


Rabu, 12 Maret 2008

DELEGASI INDO DI JENEWA

DELEGASI INDONESIA SESALKAN LAPORAN KHUSUS PBB


London, 12/3 (ANTARA) - Delegasi RI menyesalkan laporan Pelapor Khusus Penyiksaan PBB yang tidak sepenuhnya mempelajari dokumen terkait dan gagal melakukan dialog yang tulus dengan Pemerintah RI pada saat yang bersangkutan melakukan kunjungan kerja ke Indonesia bulan Nopember 2007.

Pernyataan tersebut disampaikan menanggapi laporan kunjungan Pelapor Khusus Penyiksaan PBB Manfred Nowak pada Sesi ke-7 Sidang Dewan HAM PBB di Jenewa, demikian Yasmi Adriansyah, Second Secretary, Permanent Mission of the Republic of Indonesia kepada ANTARA London, Inggris, Rabu.


Delelegasi Indonesia mempertanyakan isi laporan Pelapor Khusus PBB termasuk kesimpulan dan rekomendasi yang dinilai disusun tanpa melakukan dialog dengan pihak terkait di Indonesia.


Sebagai contoh, kata Yasmi Adriansyah, Pelapor Khusus telah membuat kesimpulan dan rekomendasi terkait masalah kekerasan terhadap perempuan di Indonesia tanpa melakukan dialog dan konsultasi dengan pejabat-pejabat terkait dari Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan RI.


Delegasi Indonesia juga menyayangkan tidak dilakukannya studi terhadap dokumen yang terkait serta dialog yang tulus dengan Pemerintah Indonesia.


Menurut Adriansyah, Pemerintah RI telah memberikan harapan tinggi pada kunjungan Pelapor Khusus tentang Penyiksaan yang diharapkan dapat memberikan masukan berarti dalam peningkatan upaya pemajuan dan perlindungan HAM di Indonesia.


Pemerintah Indonesia juga menilai tidak ada hal yang baru dari laporan tersebut mengingat telah banyak mekanisme nasional yang menangani pengaduan HAM termasuk kasus-kasus penyiksaan dan perlakuan buruk lainnya yang dituduhkan Pelapor Khusus PBB tersebut.


Media masa

Selain itu, kasus-kasus yang dilaporkan sudah banyak dimuat media nasional secara terbuka. Demikian juga kasus-kasus tuduhan pelanggaran HAM yang disebutkan dilakukan oleh TNI dan polisi banyak yang sudah diproses secara hukum.


Pemerintah Indonesia menilai, jika dalam kunjungan kerja Special Rapporteur tersebut dilakukan studi yang mendalam serta melalui dialog yang genuine dan saling menghormati, kiranya laporan yang dihasilkan akan seimbang dengan rekomendasi yang konkrit.


Pemerintah Indonesia terbuka untuk melakukan dialog dan kerjasama dalam rangka pemajuan dan perlindungan HAM di Indonesia.


Hingga saat ini, Pemerintah Indonesia telah menerima sebelas kunjungan prosedur khusus PBB. Sementara untuk mandat Pelapor Khusus untuk tindak Penyiksaan merupakan kunjungan kedua ke Indonesia yang sebelumnya dilakukan oleh Prof Peter Kooijmans pada tahun 1991.


Besarnya jumlah kunjungan prosedur khusus HAM PBB ke Indonesia merupakan bukti konkrit dari upaya Pemerintah RI untuk bekerja sama penuh dengan mekanisme HAM PBB dalam upaya pemajuan dan perlindungan HAM di tanah air, demikian Yasmi Adriansyah. (U-ZG)

(T.H-ZG/B/S023/S023) 12-03-2008 17:30:14


Selasa, 11 Maret 2008

AGUNG DI PORTUGAL

D0110308001785 11-MAR-08 PLK JKT

AGUNG KUNJUNGI PORTUGAL


London, 11/3 (ANTARA) - Ketua DPR RI Agung Laksono mengadakan kunjungan resmi selama tiga hari di Portugal, 10 - 13 Maret 2008 memenuhi undangan Ketua Parlemen Portugal DR Jaime Gama dan hal ini merupakan kunjungan pertama Ketua DPR RI sejak terbentuknya hubungan bilateral Indonesia-Portugal di tahun 1950-an.


Pertemuan tersebut telah dimanfaatkan untuk bertukar pandangan mengenai berbagai topik yang menjadi perhatian bersama, antara lain menyangkut perkembangan hubungan bilateral, masalah internasional serta saling tukar informasi mengenai sistem parlemen kedua negara.


Menurut Fungsi Penerangan KBRI Lisabon Ferry Pada kepada ANTARA London, Selasa, selama berkunjung di Portugal, Agung Laksono juga mengadakan kunjungan kehormatan dengan Presiden Portugal Anibal Cavaco Silva, PM Jose Socrates serta Menlu Portugal Luis Amado.


Menurut Perry Pada, dalam pembicaraan kedua ketua parlemen menyambut gembira berbagai kemajuan yang telah dicapai kedua negara di berbagai bidang, diantaranya politik, ekonomi dan sosial-budaya yang relatif singkat sejak dibukanya kembali hubungan diplomatik kedua negara di tahun 1999.


Kedua pimpinan parlemen sepakat keberhasilan tersebut merupakan prestasi yang tidak hanya kerja keras kedua pemerintah, namun juga saling pengertian kedua masyarakat termasuk media masa kedua negara.


Menurut Perry Pada, Ketua DPR RI memanfaatkan pertemuan dengan menjelaskan mengenai sistem parlemen di Indonesia, perkembangan proses demokratisasi termasuk proses transformasi politik dan hukum serta upaya demokratis menuju 'good governance' yang tengah berlangsung di Indonesia saat ini.


Ketua Parlemen Portugal menyambut dengan antusias mengenai perkembangan pesat poses demokrasi di Indonesia dan sekaligus menggunakan kesempatan tersebut untuk menjelaskan sistem parlemen di Portugal.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak menyambut gembira terbentuknya secara resmi Kelompok Persahabatan Portugal-Indonesia di Parlemen Februari tahun lalu diikuti dengan terbentuknya Grup Kerjasama Bilateral DPR RI-Parlemen Portugal yang diketuai oleh AM Fatwa.


Terbentuknya kelompok persahabatan (kaukus) parlemen ke dua negara, menjadi lembaran baru dalam sejarah hubungan antara Indonesia dan Portugal. Kedua kaukus tersebut, diharapkan dapat menjadi pelaksana second 'track diplomacy' dalam meningkatkan hubungan ke dua bangsa dan negara di berbagai bidang, termasuk meningkatkan "people-to-people contacts".


Menyangkut isu Internasional, Agung Laksono maupun Jaime Gama bertukar pandangan mengenai masalah Internasional dan menyambut gembira keberhasilan Portugal sebagai Presiden UE yang menghasilkan Treaty of Lisbon serta keberhasilan Indonesia dalam penyelenggaraan UN Climate Change Conference yang menghasilkan dokumen "The Bali Roadmap".

Terkait kerjasama di bidang parlemen khususnya menyangkut perkembangan peran IPU dalam menyelesaikan masalah global saat ini, keduanya sepakat mendorong IPU lebih berperan guna memberikan kontribusi kepada perdamaian dan kesejahteraan masyarakat dunia.


Sebagai negara demokratis terbesar ketiga di dunia, Indonesia siap untuk berperan lebih besar bagi peningkatan peran IPU di masa-masa mendatang.


Kunjungan bersejarah Ketua DPR RI tersebut merupakan indikasi positif semakin eratnya hubungan bilateral Indonesia-Portugal saat ini. Pejabat tinggi Indonesia lainnya yang telah berkunjung ke Portugal sejak pembukaan kembali hubungan diplomatik kedua negara, adalah Menlu Hassan Wirajuda di tahun 2003 sebagai kunjungan balasan Menlu Portugal Jaime Gama ke Indonesia tahun 2000.(U-ZG)(T.H-ZG/B/S023/S023) 11-03-2008 15:03:32

BEST EXHIBITOR ITB BERLIN

D0110308000061 11-MAR-08 JAS JKT

INDONESIA RAIH PENGHARGAAN THE BEST EXHIBITOR DI ITB BERLIN


London, 11/3 (ANTARA) - Paviliun Indonesia menampilkan replika Garuda Wisnu Kencana serta keragaman daerah tujuan wisata, meraih penghargaan sebagai The Best Exhibitor Awards untuk Kawasan Asia, Australia dan Oceania diurutan kelima pada pekan pariwisata terbesar International Tourism Bourse (ITB) Berlin.


Penilaian terhadap paviliun peserta ITB Berlin didasarkan pada design, kreativitas, rancangan booth, bahan-bahan informasi dan cinderamata, keaslian dan layanan petugas serta kegiatan yang diadakan selama pameran berlangsung, demikian Agus Priono, Sekretaris I Sosial Budaya dan Promosi PPI, KBRI Belin di London, Senin.


Ia mengatakan, dari 180 negara peserta, Indonesia menempati urutan kelima The Best Exhibitor Awards untuk kelompok negara-negara kawasan Asia, Australia dan Oceania dalam pameran ITB Berlin yang berakhir Minggu.


Sementara di urutan pertama sampai ke-empat masing-masing diraih anjungan Korea Selatan, Srilanka, Singapura dan PNG. Pada 2007 paviliun Indonesia yang menampilkan replika Borobudur berada di posisi ke dua, ujarnya.


Selama berlangsungnya pameran, Paviliun Indonesia dipadati pengunjung baik dari kalangan bisnis maupun masyarakat umum juga ditampilkan kesenian Indonesia berupa tarian-tarian dari berbagai daerah.


Menurut Agus Priono, jumlah pengunjung pada pameran pariwisata terbesar ITB 2008, mengalami penurunan, menyusul adanya aksi mogok para pekerja di sektor transportasi seperti bus dan kereta api selama pameran berlangsung.

Keikutsertaan Indonesia dalam ITB Berlin sejak 1980, di mana untuk 2008 bertepatan dengan Tahun Kunjungan Wisata (Visit Indonesia Years-VIY) mendapat perhatian tidak saja dari kalangan mass media tetapi juga kalangan politisi di Jerman.

Paviliun Indonesia dikunjungi 12 anggota partai FDP (Die Frei Demokratische Partei) yang dipimpin Ernst Burgbacher serta Jurgen Klimke, jurnalis yang juga anggota Komisi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan serta anggota Komisi Pariwisata Bundestag dari partai CDU/CSU) serta Ketua CDU Wilayah Wandsbeck, Hamburg.


Pada acara konferensi pers yang digelar Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Debupar) bersama KBRI Berlin, untuk menarik jumlah wisatawan dari Eropa khususnya dari Jerman, Indonesia menggandeng maskapai penerbangan Singapora Airlines itu, hadir sekitar 70 wartawan dari berbagai negara.


Pada kesempatan itu Staf Ahli Menbudpar, Thamrin Bachri sempat diwawancarai beberapa media masa Jerman antara lain Deutche Welle Radio, Business and Diplomacy, FVW International, Golf Magazines, Reise und Preise, Travel One, dan Unterwasser Dive Magazine.


Stasiun televisi Berlin, ARD dan Eurosport melakukan liputan mengenai kegiatan Paviliun Indonesia dan wawancara khususnya dalam rangka VIY 2008 yang disiarkan beberapa kali oleh Stasiun TV tersebut, demikian Agus Priono.(U-ZG)(T.H-ZG/B/S004/S004) 11-03-2008 09:16:51