Selasa, 02 November 2010

SEKTOR ENERGI

SEKTOR ENERGI INDONESIA FAVORIT PENGUSAHA JERMAN

London, 3/11 (ANTARA) - Dalam acara "Indonesia Business Day" yang digelar perwakilan RI di Jerman, yaitu KBRI Berlin, KJRI Frankfurt dan KJRI Hamburg, sektor energi menjadi sektor yang paling diminati pengusaha Jerman, utamanya energi terbarukan, selain ekspor/impor, teknologi, elektronika dan manufaktur.

Counsellor Pensosbud KBRI Berlin, Agus Priono dalam keterangan persnya yang diterima ANTARA London, Rabu mengatakan, meskipun batas konfirmasi kehadiran telah ditutup beberapa hari lalu, panitia masih terus menerima permintaan peserta Business Day dari Jerman untuk ikut dalam acara yang diadakan di Munchen pada 5 November mendatang.
Dikatakannya banyaknya peminat di sektor energi dalam pertemuan yang diadakan di Gedung Hanns-Seidel-Stiftung (HSF) Munchen tersebut, antara lain karena potensi kerjasama energi RI dan Jerman memang disadari mempunyai potensi yang besar untuk semakin dikembangkan, utamanya sektor energi terbarukan.

Menurut Agus Priono, potensi kerjasama energi RI-Jerman memang mempunyai potensi besar untuk semakin dikembangkan, utamanya sektor energi terbarukan.

Dubes RI untuk Republik Federal Jerman, Eddy Pratomo akan menyampaikan kata sambutan pembukaan dilanjutkan dengan Keynote Address oleh Wakil Menteri Pertanian, Dr. Bayu Krisnamurti.

Sementara itu, Armin Schwimmbeck dari Kementerian Ekonomi, Infrastruktur, Transportasi dan Teknologi Bavaria juga akan menyampaikan sambutan dalam rangka acara dimaksud.

Beberapa propinsi di Indonesia, antara lain Sumatera Barat, Nusa Tenggara Barat, Sumetara Selatan, Jawa Timur dan Papua menyatakan kesiapannya untuk mempresentasikan dan memaparkan potensi ekonomi dan investasi masing-masing di hadapan para pengusaha Jerman.

Selain para pejabat dari daerah, pejabat BKPM dan Kembudpar juga akan menyampaikan paparan dalam rangka acara Indonesian Day tersebut, ujarnya.

Sementara itu, beberapa pengusaha dari Jerman berbagi pengalaman di antaranya, Martin Krummeck dari EKONID, President Director of German Center Indonesia, Jochen W Sautter, Senior Relationship Manager International Business, Bayern LB, Helmut Mader dan dari Union of German SMEs/UMU Dipl. KVM. Johann Stigler.

Banyaknya minat peserta dari Jerman yang mencari peluang kerjasama ekonomi yang akan datang tidak hanya datang dari Munchen tapi juga dari kota-kota lain seperti Essen, Bremen, Leipzig, Hamburg, Berlin, Passau, Baden-Baden, Koln dan Dusseldorf.

Dubes Eddy Pratomo menyatakan keyakinannya bahwa acara tersebut akan dapat mencapai sasarannya dalam rangka memfasilitasi kerjasama antara para pelaku ekonomi kedua negara dan lebih memperkenalkan Indonesia kepada masyarakat Jerman, khususnya Munchen.

Sementara itu, pada malam hari para peserta Indonesian Business Day dan para Tour Operator di Munchen akan mendapatkan suguhan penampilan budaya Indonesia, demikian Agus Priono. ***2***
(T.H-ZG/B/A026/A026) 03-11-2010 03:22:24

SAMPAH SEMARANG

MASALAH PENGELOLAAN SAMPAH SEMARANG DIBAHAS DI JERMAN

London, 2/11 (ANTARA) - Permasalahan penanganan dan pengelolaan sampah di Kota Semarang menjadi salah satu topik pembahasan para ilmuwan dan professional Indonesia dan Jerman dalam konferensi perubahan iklim di Hamburg.

Konferensi bertemakan "Kerja sama teknologi dan manfaat ekonomis dari pengurangan emisi gas rumah kaca di Indonesia," diadakan di Gedung TuTech Innovation, Hamburg, demikian keterangan pers KBRI Berlin yang diterima ANTARA London, Selasa.

Dalam acara itu, tampil para pembicara yang terdiri atas para akademisi, peneliti, praktisi dan profesional di bidang perubahan iklim.

Konferensi yang diselenggarakan Ikatan Ahli dan Sarjana Indonesia (IASI) bekerja sama dengan KBRI Berlin dan KJRI Hamburg didukung Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Hamburg bertujuan untuk mencari alternatif solusi bagi permasalahan energi dan emisi gas rumah kaca di Indonesia.

Konferensi ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman publik mengenai pentingnya pengurangan emisi gas rumah kaca di Indonesia dan manfaat ekonomis yang dapat diraih.

Secara khusus konferensi bertujuan untuk meningkatkan kerjasama antara antara Indonesia dan negara anggota Uni Eropa khususnya Jerman di bidang teknologi energi dan proyek berbasis CDM.

Konsep Clean Development Mechanism (CDM) dapat membantu memberikan tambahan insentif untuk mengatasi kesulitan pendanaan penanganan sampah di Semarang berdasarkan skema perdagangan karbon.

Utusan Khusus Presiden RI yang juga merupakan Ketua Dewan Nasional Perubahan Iklim, Rachmat Witoelar, dalam sambutannya yang dibacakan Konjen RI Hamburg, Marina Estella Anwar Bey, mengatakan, adopsi praktik pembangunan berkelanjutan yang menganut prinsip pencegahan akan menghindarkan potensi kerugian sebagai dampak langsung kerusakan lingkungan.

Hal ini tidak hanya akan menguntungkan lingkungan di bumi, tetapi juga dapat meningkatkan dan memperluas pembangunan industri, pertanian, perdagangan dan hal lain yang berkaitan dengan ekonomi.

Untuk itu, diharapkan agar konferensi ini dapat menjadi forum untuk menarik ide dan kerjasama antara Indonesia dan Jerman dalam menghadapi masa depan bersama.

Sementara itu, Duta Besar RI untuk Republik Federal Jerman, Eddy Pratomo antara lain mengemukakan bahwa pemerintah Indonesia mengakui pentingnya pengurangan emisi gas rumah kaca dalam upaya mengatasi pemanasan global dan perubahan iklim.

Pemerintah RI telah menekankan komitmennya untuk bergabung dengan upaya internasional dalam memperlambat efek negatif perubahan iklim dengan mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 26 persen pada tahun 2020, yang bahkan bisa mencapai 41 persen apabila mendapatkan dukungan dari masyarakat internasional.

Namun, upaya untuk mengatasi dampak negatif perubahan iklim harus berhubungan dekat dengan upaya pembangunan ekonomi dan pengentasan kemiskinan. Kebutuhan ekonomi harus terpenuhi agar masyarakat Indonesia dapat melindungi lingkungannya secara lebih baik.

Dalam hal ini, Dubes RI juga memberikan penghargaan tinggi kepada anak-anak muda Indonesia yang sedang belajar atau bekerja di Jerman atas kepedulian mereka atas permasalahan-permasalahan perubahan iklim di tanah air.

Konferensi ini merupakan salah satu bukti nyata kontribusi mereka dalam mencari solusi pengurangan emisi gas rumah kaca di Indonesia yang telah dicanangkan oleh pemerintah RI.

Menurut pembicara yang mengangkat topik ini diharapkan permasalahan penanganan sampah yang biayanya mahal dapat ditangani dengan lebih baik.

Pembahasan pada hari pertama difokuskan pada solusi pengelolaan sampah dan energi efisiensi pada sektor industri Indonesia. Sedangkan pada hari kedua fokus diskusi pada bidang pengembangan energi terbarukan serta topik-topik khusus mengenai perkembangan ilmiah mutakhir bagi pengurangan gas rumah kaca yang dapat diterapkan di Indonesia.

Pada konferensi ini juga diselenggarakan one-on-one meeting bagi para pengusaha Jerman yang ingin mengembangkan bisnis di Indonesia. Tercatat sembilan perusahaan Jerman tertarik untuk berbicara secara langsung dengan para pejabat dan pengusaha dari Indonesia.

Untuk meningkatkan pemahaman para pembicara dan peserta konferensi mengenai Indonesia, pada malam hari tanggal 1 November, KBRI Berlin dan KJRI menyelenggarakan resepsi dan penampilan budaya.

Dengan mengangkat tema Protection of Climate Change means also Preservation of Diverse Culture, sekitar 100 orang hadirin dihibur dengan tari-tarian Indonesia seperti tari Merak dan Klono Topeng dari Jawa dan Indang dari Sumatera Barat.

Para hadirin juga menikmati sajian kuliner khas Indonesia. ***3***

(T.H-ZG/C/F002/F002) 02-11-2010 15:21:36

KOPI INDONESIA

KOPI INDONESIA MILIKI PROSPEK MASUKI PASAR ITALIA

London, 2/11 (ANTARA) - Kopi Arabika dari Indonesia mempunyai prospek yang cukup baik untuk memasuki wilayah Eropa khususnya Italia yang selama ini lebih banyak memasok kopi jenis Robusta.

Hal itu terungkap dari beberapa komentar pengunjung yang mencicipi kopi Arabika di stand kopi Indonesia di pameran Trieste Espresso Expo, ujar Atase Pertanian KBRI Roma, Erizal Sodikin, dalam keterangannya kepada koresponden ANTARA London, Selasa.

Menurut Erizal Sodikin, harus diakui publik Italia lebih mengenal kopi yang berasal dari wilayah Amerika Latin khususnya untuk jenis kopi Arabika dari pada dari wilayah Indonesia.

Berbeda dengan jenis kopi Robusta Indonesia yang sudah sangat dikenal oleh para importir seluruh dunia khususnya Eropa yang merupakan campuran dari racikan (blend) kopi yang dihasilkan para roaster terkenal Italia seperti Lavazza, Sega Fredo, Sandalj, Corsino Corsini dan lainnya.

Sementara itu Director Research and Technology Development dari Illicaffe Spa, Furio Suggi Liverani, mengakui , kopi Arabika dari Indonesia mempunyai prospek untuk memasok kebutuhan bahan baku kopi perusahaannya Illycaffe Spa, di Italia.

Pada saat menerima delegasi Indonesia yang berkunjung ke perusahaan, Furio Suggi Liverani, mengatakan Illicaffe Spa selama ini dikenal dengan blend single Arabikanya . Untuk itu diharapkannya Indonesia dapat memasok kopi Arabika ke Illycaffe Spa.

Menurut Furio Suggi Liverani, pihaknya juga tertarik melakukan kunjungan ke Indonesia guna mencari jenis kopi Arabika yang tepat dan sesuai dengan rasa dan kualitas yang sesuai dengan standard dan langung ditindak lanjuti Direktorat P2HP, Kementrian Pertanian.

Dalam kesempatan pameran , beberapa perusahaan seperti Ali Bourgi dari Perancis, , Sarl Sufaleg dari Aljazair, Kaffein Akademia dari Hungaria, Manifattura Caffe dan Zusicaff SRL dari Italia menyatakan keinginan membeli kopi Indonesia.

Selain memajang biji kopi jenis Robusta berbagai wilayah Indonesia, kopi Arabika, paviliun Indonesia juga memamerkan kopi Luwak yang merupakan kopi termahal di dunia yang banyak mendapat perhatian pengunjung.

Selama pameran berlangsung paviliun Indonesia menyajikan minuman kopi espresso maupun capuccino dari perusahaan PT Morning Glory yang menghabiskan sekitar 1.500 cangkir kopi.

Pameran Trieste Espresso Expo digelar selama tiga hari itu , Indonesia menempati dua stand pameran yaitu di paviliun utama A4 dan paviliun E1-58 dengan menyertakan 26 ekspotir kopi Indonesia yang berasal dari AEKI Jawa Timur, AEKI Lampung, beberapa perusahaan dari Medan, dan Jawa Barat.

Selain kegiatan pameran, delegasi Indonesia juga mengunjungi perusahaan kopi Lavazza, Illy, Sandalj, perusahaan pensortir kopi Paccorini, serta mengadakan temu bisnis.

Dalam temu bisnis, Dubes RI di Roma Moh. Oemar menyampaikan presentasi tentang Investasi, perdagangan dan pariwisata Indonesia di kantor kamar dagang Trieste dengan didampingi Presiden Kadin Trieste, Antonio Paoletti.

Indonesia secara aktif mengikuti pameran ini sejak tahun 2006 dengan harapan akan mendorong interaksi lebih luas antara pengusaha kopi Indonesia dengan importir kopi Luar Negeri khsususnya di kawasan Italia dan Eropa Timur yang berbatasan langsung dengan kota Trieste.

Diharapkan usai pameran akan ada tindak lanjut berupa kesepakatan pembelian kopi Indonesia dengan para mitranya sehingga ekspor kopi Indonesia semakin lama semakin meningkat, demikian Erizal Sodikin. ***2***
(ZG)
(T.H-ZG/B/B012/B012) 02-11-2010 16:16:41

Senin, 01 November 2010

PUBLIK PERANCIS

TIM KESENIAN UNPAD PUKAU PUBLIK PERANCIS

London, 1/11 (ANTARA) - Tim kesenian Universitas Padjadjaran (Unpadj) Bandung memukau publik Paris dalam pameran cokelat internasional bertajuk "Salon du Chocolat" di Perancis pada 1-27 November.

"Pameran yang dikunjungi ratusan ribu penonton setiap tahunnya itu menampilkan kesenian dari negara-negara penghasil cokelat dunia dan diramaikan oleh gerai produsen-produsen cokelat dunia," ujar Fungsi Penerangan Sosial Budaya, KBRI Paris, Gita L. Murti, kepada koresponden Antara London, Senin.

Tim kesenian Unpadj yang mewakili Indonesia tampil selama tiga harus berturut turut selama 45 menit, tim ini tampil dengan iringan musik live serta mempersembahkan tari-tarian tradisional Jawa Barat dan Betawi seperti tari Topeng Tarung, Blantek, Ponggawa Gawil, Jaipongan, Cikeuruhan, serta persembahan interaktif rampak kendang.

Gita L Musti mengatakan para penonton mendapatkan tas batik berisi brosur pariwisata Indonesia dan souvenir wayang tersebut tampak antusias bertepuk tangan mengiringi para penabuh gendang yang tampil sensasional dengan berkacamata hitam dan nge-rap.
Penampilan di "Salon du Chocolat" itu merupakan puncak dari tur promosi budaya dan pariwisata tim Unpadj ke beberapa kota di Perancis seperti di Antony, Le Havre, La Mothe Saint Heray, Sanxay, Neville-de-Poitou, dan Clermont de L'Oise.

Ia mengatakan dalam penampilan di Salon du Chocolat itu, tim Unpadj di kota-kota tersebut juga dimeriahkan dengan instrumen musik Arumba dan Angklung yang dibawakan secara interaktif.

Para penonton diajak untuk memainkan angklung untuk lagu-lagu populer seperti "You Raise Me Up", "I Have a Dream", "La Vie en Rose", dan "My Way".

Tim kesenian Unpadj juga menampilkan pertunjukan wayang golek dengan tema lingkungan hidup, yakni mengajak para penonton untuk tidak sembarangan menebang pohon yang menyebabkan pemanasan global.

Menurut Gita, penampilan tim Unpadj tersebut tidak hanya bertujuan mempromosikan budaya dan pariwisata Indonesia, khususnya kesenian Jawa Barat, tetapi juga memperkenalkan angklung dan wayang golek kepada masyarakat Perancis.

Angklung sendiri telah diajukan Indonesia kepada UNESCO untuk dimasukkan sebagai warisan "budaya tak benda" dunia. Pagelaran budaya tersebut juga merupakan bagian dari kampanye nominasi tersebut, ujarnya.

Setelah memukau publik Perancis, tim kesenian UNPAD melanjutkan tur promosi budaya ke berbagai kota di Belanda dan merambah Eropa Timur di Hungaria. (ZG)
(T.H-ZG/B/E011/E011) 01-11-2010 17:40:22

PADUAN SUARA

INDONESIA BORONG GELAR PADUAN SUARA DI PRAHA

London, 1/11 (ANTARA) - Paduan suara mahasiswa dari tiga universitas di Indonesia memborong berbagai gelar di kompetisi paduan suara di Praha, Ceko, 29-31 Oktober.

Paduan suara tersebut adalah PSM Universitas Airlangga Surabaya, Universitas Padjadjaran Bandung, dan Universitas Bina Nusantara Jakarta, kata Konsul Pensosbudpar KBRI Praha, Republik Ceko, Azis Nurwahyudi, dalan keterangan persnya yang diterima ANTARA, di London, Senin.

Menurut Azis Nurwahyudi, ketiga PSM itu berhasil menorehkan prestasi gemilang meraih penghargaan emas, bersaing dengan 16 kelompok paduan suara dari 10 negara, yakni Bulgaria, Kroasia, Irlandia, Siprus, Hungaria, Jerman, Norwegia, Slovenia, Swis dan Ceko sebagai tuan rumah.,
PSM Universitas Airlangga memenangkan kompetisi pada kategori lagu-lagu folklore sekaligus meraih koreografi terbaik, sementara Universitas Padjadjaran memenangkan gelar pada kelompok penyanyi wanita dan lagu-lagu sakral.

Universitas Bina Nusantara meraih juara pada kelompok campuran pria dan wanita, serta penghargaan khusus untuk dua kategori. Universitas Bina Nusantara juga meraih juara umum pada ajang itu.

Duta Besar RI di Praha Emeria Siregar, yang menyaksikan kompetisi itu, menyatakan rasa bangga dan menyampaikan penghargaan kepada seluruh peserta yang telah mengharumkan nama Indonesia di Ceko.

Menurut Dubes, ajang kompetisi seperti itu dapat menjadi satu cara untuk lebih memperkenalkan Indonesia dan memperluas hubungan antar bangsa.

Azis Nurwahyudi mengatakan, ketiga PSM juga akan ditampilkan KBRI Praha pada acara Konser Bersama tiga Universitas "Save Our Heritage", di Museum Alat Musik, Praha, Senin.

Acara itu akan membawakan berbagai lagu daerah, lagu Indonesia Pusaka serta lagu Ceko "Ma Hvezda".
Konser bersama yang diselenggarakan di tengah terjadinya berbagai bencana di Indonesia itu diharapkan semakin menumbuhkan rasa peduli dan cinta tanah air di kalangan generasi muda.

***4***
(T.H-ZG/C/s018/s018) 01-11-2010 17:00:49

APPASIORI WAJU

WARGA RUSIA SAKSIKAN UPACARA PROSESI "APPASIORI WAJU"

London, 1/11 (ANTARA) - Warga St Petersburg di Rusia menyaksikan upacara "Appasiori Waju" bagi anak yang menginjak dewasa di Sulawesi Selatan dengan cara memakaikan baju Bodo pada seorang gadis, menebar beras diiringi mantra-mantra magis, dan suara gendang bertalu-talu.

"Cuaca memasuki musim dingin pada kisaran dua derajat Celsius itu tidak mengurangi kekaguman warga St Petersburg akan upacara tradisi 'Appasiori Waju'," ujar Counsellor, KBRI Moskow, M Aji Surya, dalam keterangannya kepada Antara London, Senin.

Prosesi "Appasiori Waju" digelar di Rayon Petogradski, St Petersburg, kota ujung barat utara Rusia, disaksikan sekitar 500 undangan yang ingin mengetahui upacara yang digelar Tim Seni dari Sulawesi Selatan yang tengah melakukan muhibah ke negeri beruang putih.

Sebanyak lima warga Petersburg secara bergantian jongkok anggun sambil memasangkan baju Bodo warna warni, menabur beras dan aneka rempah-rempah, lalu memberikan restu kepada gadis SMA asal Makasar, Andi Nurfaca Batari.

Sementara tujuh gendang ditabuh dengan irama meliuk-liuk ditingkahi rangkaian lafal-lafal magis, membuat undangan yang hadir di ruang pertunjukan di tengah kota yang sangat terkenal itu menjadi terdiam membisu. "Unik, eksotik dan magis," kata seorang peserta.

Upacara Appasiori Waju merupakan sebuah prosesi menuju kedewasaan bagi seorang anak perempuan Bugis. Tujuh baju warna warni yang dikenakan menyimbolkan warna-warni kehidupan yang mungkin akan dihadapi.

Beras dan berbagai rempah-rempah adalah simbol kesuburan dan makanan yang harus dicari. Sedangkan suara Ana Bacing (semacam bel) yang menyentak merupakan tantangan hidup yang harus dihadapi.

"Gadis itu nantinya diharapkan memiliki ketahanan dan kemampuan menghadapi kehidupan seberat apapun," ujar Dubes Hamid Awaludin, Dubes RI untuk Rusia yang berasal dari Pare-Pare.

Untuk melengkapi upacara tersebut, juga ditampilkan tari garapan Aries S Manya yang dinamakan Tongkonan dipanggungkan.

Enam penari dengan kostum warna emas plus topi khas menjulang ke atas (layar perahu) membentuk anak tangga bersama dua laki-laki yang berpakaian warna biru.

Gerakan yang didominasi telapak tangan itu seolah ingin menerangkan sebuah kerja sama dan gotong royong dalam membangun rumah.

Menurut Konselor Pensosbud dan Pendidikan KBRI Moskow, M Aji Surya, prosesi upacara "Appasiori Waju" dan Tari Tongkonan merupakan bagian utama dari pagelaran tari asal Sulawesi Selatan di kota ujung dunia bagian utara tersebut.

Perhelatan kali ini merupakan atraksi penutup dari serangkaian pertunjukan tunggal di empat kota yaitu di Vladimir, Kazan, Moskow dan St Petersburg dalam rangka peringatan 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Rusia.

Meskipun lebih bernuansa kedaerahan, namun penampilan budaya Sulsel mampu bersaing dengan atraksi budaya lain yang memang lagi marak di Rusia. Hal ini bukti dari hadirnya penonton yang memadati gedung serta apresiasi yang mereka berikan dari satu kota ke kota lainnya, demikian M Aji Surya. ***4***
(H-ZG/B/A041)

(T.H-ZG/B/A041/A041) 01-11-2010 03:28:58

BUSANA MUSLIM

INDONESIA SEMARAKKAN FESTIVAL BUSANA MUSLIM DI RUSIA

London, 1/11 (ANTARA) - Perancang busana muslim Indonesia, Toto Supangat dan Yuku Moko, mendapat kehormatan turut menyemarakkan Festival Internasional Busana Muslim dalam peragaan eksklusif yang digelar di Kazan Grand Hotel, Republik Tatarstan-Federasi Rusia.

"Festival tersebut sebagai puncak dari Pekan Busana Muslim yang diikuti sekitar 30 desainer dalam dan luar negeri. Selain Indonesia, beberapa negara lain ikut berpartisipasi adalah Turki dan Iran," ujar Sekretaris III Fungsi Pensosbud, KBRI Moskow, Enjay Diana dalam keterangan persnya kepada Antara London, Senin.

Dikatakannya sebanyak 40 potong busana muslim kedua desainer Indonesia tersebut dari sekitar 60 potong yang dibawa ke Kazan dengan rancangan khusus untuk festival ini, diperagakan para peragawati setempat.

Menurut Enjay Diana, busana-busana muslim dengan model etnis Indonesia mendapat sambutan yang sangat meriah dari lebih 300 orang pengunjung yang memenuhi tempat festival.

Dengan corak, warna dan model yang bervariasi, busana-busana tersebut nampak anggun dan menawan dikenakan muslimah Rusia baik untuk bekerja, menghadiri acara-acara khusus atau perayaan, maupun untuk sehari-hari.

Busana-busana rancangan Toto Supangat memperkenalkan motif nusantara seperti sutra bugis, batik Cirebon dan songket Lombok, sementara Yuku Moko yang juga merupakan seniman batik mengangkat motif batik "Kampung Boroko" dari bahan tenun katun dan sutra.

"Saya sangat senang berkesempatan ikut serta memperkenalkan busana muslim Indonesia di sini," kata Toto Supangat.

Sementara itu, Yuku Moko mengatakan bahwa pasar busana muslim di Tatarstan sangat bagus dengan melihat animo yang besar dari masyarakat muslim setempat saat menyaksikan koleksi-koleksi busana muslim Indonesia.
"Busana-busana muslim Indonesia sangat menarik dan cocok dipakai oleh kaum muslimah di sini seperti terlihat yang dikenakan dalam festival ini," ujar Nailya Zhiganshina yang merupakan penggagas kegiatan tersebut dan juga Ketua Perhimpunan Muslimah Republik Tatarstan.

"Kami ingin sekali bekerja sama dengan Indonesia untuk mengembangkan industri busana muslim di Tatarstan. Suatu kehormatan bagi kami dengan keikutsertaan Indonesia dalam festival ini," ujarnya.

Dalam konferensi bertemakan desain, produksi dan pemasaran busana muslim, para desainer, dan pelaku bisnis membahas hal-hal antara lain berkaitan dengan jenis busana yang pantas dan cocok dikenakan sesuai dengan syariat Islam.

Sebagian besar desainer lokal mengungkapkan permasalahannya dalam mengembangkan industri busana muslim terkait dengan terbatasnya dalam memperoleh bahan-bahan dasar atau kain.

Istri Duta Besar RI Moskow Hamid Awaludin, Andi Marcelya, yang hadir dalam festival tersebut mengatakan bahwa industri busana muslim di Indonesia sangat berkembang mengingat Indonesia merupakan salah satu negara berpenduduk muslim terbesar di dunia.

"Oleh karena itu, peluang kerja sama sangatlah besar. Berbagai jenis busana muslim dan juga bahan-bahan dasarnya dapat diperoleh dengan mudah di Indonesia," ujarnya. ***4***
(H-ZG/B/A041))

(T.H-ZG/B/A041/A041) 01-11-2010 03:23:16