KARYA MAHASISWA ENERGI TERBARUKAN DIBAHAS DI LONDON
London, 9/12 (ANTARA) - Sebanyak 20 dari 210 karya tulis abstrak mahasiswa Indonesia dari seluruh penjuru dunia yang berhubungan dengan energi terbarukan dipresentasikan dan dibahas dalam Temu Ilmiah Internasional Mahasiswa Indonesia (TIIMI) diadakan Perhimpunan Pelajar Indonesia di UK (PPI UK) ke-11 di KBRI London.
Dari kegiatan tiga hari itu terlihat kualitas karya ilmiah dan poster yang diterima panitia TIIMI 2011, mahasiswa Indonesia menunjukkan kemampuan dalam mempresentasikan energi terbarukan, ujar Dr Dessy Irawati, dari Universitas Newcastle, ilmuwan wanita yang menjadi ketua "board of reviewers" kepada ANTARA London,Jumat.
"Kami berhasil menarik extended abstract sebanyak 210 karya tulis dari seluruh penjuru dunia dan akhirnya 20 karya ilmiah dan 10 poster terpilih setelah menjalani proses review yang lebih sulit dan ketat daripada TIIMI tahun-tahun sebelumnya," ujar Dessy pengajar di Sekolah Bisnis Universitas Newcastle, Inggris.
Dikatakannya board of reviewers yang beranggotakan 10 orang dengan menerapkan sistem semi double blind, suatu sistem yang sudah lumrah untuk menyaring dan mereview jurnal untuk skla international.
Pendekatan Science Bazaar dalam TIIMI 2011 dengan tema "Sustaining Renewable Energy in Indonesia: Challanges and Opportunities from Multidiciplinary Perspectives", memberikan kesempatan kepada peserta dan presenter berinteraksi langsung dengan ilmuwan Indonesia dari berbagai Negara serta pembicara.
Panitia TIIMI 2011 mengundang Prof. Ali Sayigh yang juga merupakan founder dari World Renewable Energy Network, Direktur dari World Renewable Energy Congress di Inggris, serta Dendy Kurniawan PT Geo Dipa Energy, Indonesia.
Ketua Panitia Temu Ilmiah Internasional Mahasiswa Indonesia (TIIMI) 2011, Kevin S. Widjaja, kepada ANTARA London, mengatakan secara keseluruhan, acara TIIMI 2011 berjalan lancar dan sukses dibandingkan dengan pelaksanaannya tahun lalu.
Bahkan Dessy Irawati sebagai ketua Board of Reviewer TIIMI 2011 menyatakan puas dengan kinerja panitia TIIMI 2011 dan mengharapkan performanya dapat ditingkatkan setiap tahunnya, ujar mahasiswa di Cambrige.
Selama tiga hari acara TIMI, diikuti sebanyak 160 peserta, Prof. Ali Sayigh, founder dari World Renewable Energy Network menyampaikan secara umum renewable energy, alternatif apa saja yang sudah diaplikasikan oleh Negara-negara di dunia.
Menurut Prof Ali Sayigh, berbagai Negara-negara yang sudah mulai memanfaatkan renewable energy secara serius. "Indonesia seharusnya sudah mampu untuk mengeksploitasi sumber-sumber energy terbarukan ini," ujar Prof. Ali Sayigh.
Dalam acara TIIMI 2011 yang dibuka Kuasa Usaha Ad Interim KBRI London, Herry Sudradjat, Atase pendidikan KBRI London T. A. Fauzi Soelaiman, menyampaikan makalah di bidang geothermal energy.
Menurut Fauzi, Indonesia sebagai Negara dengan kapasitas geothermal terbesar di dunia, sudah seharusnya menggunakannya sebagai power generator di Indonesia, sayangnya Indonesia baru memanfaatkan empat persen dari sumber daya geothermal.
Selain itu, Dendy Kurniawan, Finance Director dari perusahaan Geo Dipa Energy yang juga lulusan ITB, menyampaikan investasi pembangunan pembangkit listrik geothermal dan beberapa contoh pembangkit listrik geothermal yang sudah dibangun dan masih akan dibangun.
Selain presentasi para ilmuwan Indonesia dari berbagai Negara selama TIIMI juga digelar workshop yang dipimpin Dr. Dessy Irawati, dengan menampilkan Dr. Yanuar Nugroho, Dr. Iswandaru Widyatmoko dan Nayarini Estiningsih, akademisi dan professional Indonesia yang berkarir di UK.
Dalam TIIMI 2011 juga disosialisasi keberadaan Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional - I-4 dengan menampilakn klip dan kesempatan bagi mahasiswa bergabung menjadi anggota I-4 muda. Hal ini ditujukan untuk menyatukan diaspora kebangkitan aktivis pendidikan dari Indonesia dimanapun berada di belahan dunia untuk bersatu memajukan tanah air tercinta dari segi ilmu pengetahuan.
TIIMI 2011 juga dijadikan sebagai ajang promosi e-book project yang akan siap digunakan di amazon.com, yang merupakan salah satu breakthrough dari PPI UK yang menyajikan the best delapan paper dari tahun lalu yang sudah di edit dan dikompile dalam bentuk e-book.
***6***(ZG)
(T.H-ZG/B/M019/M019) 09-12-2011 06:20:46
Blog ini berisi liputan dan berita serta artikel sekitar kejadian yang ada hubungannya diplomasi Indonesia di luar negeri khususnya wilayah Eropa yang saya kirim dan dimuat di LKBN Antara. Terima kasih untuk seluruh nara sumber diplomat yang memberikan kontribusi kepada saya sebagai koresponden LKBN Antara di Kerajaan Inggris dan juga mencakup wilayah Eropa
Sabtu, 10 Desember 2011
DUKUNG TORAJA
PEMUDA INTERNASIONAL DUKUNG TORAJA SEBAGAI WARISAN BUDAYA
London, 9/12 (ANTARA) -Pertemuan pemuda internasional 2011 tentang MDGs and Cultural Heritage Preservation yang digelar IYF Committee bersama Komunitas Pemuda Toraja didukung Youth Desk-Indonesian National Commission for UNESCO mendukung Toraja agar diakui sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO.
Koordinator Youth Desk Indonesian National Commission for UNESCO k, Edwin Leo Mokodompit epada ANTARA London , Jumat mengatakan pertemuan enam hari yang dihadiri 104 orang perwakilan pemuda yang berasal dari 11 negara, diantaranya Indonesia, Amerika Serikat, Bangladeshh, Hongaria, Madagaskar, Malaysia, Nigeria, Polandia, Sudan, Suriname dan Timor Leste.
Edwin Leo Mokodompit mengatakan dalam pertemuan tersebut dibahas peran pemuda dalam mendukung pencapaian MDGs serta peran serta dalam melestarikan budaya dengan tema "Youth Action Drive Change with Local Wisdom".
Ia mengatakan pertemuan sejalan dengan tema UNESCO Youth Forum tahun ini, yang disesuaikan dengan nilai kearifan lokal dan dianggap penting dan menjadi landasan setiap gerakan pemuda menuju perubahan ke arah yang lebih baik, termasuk untuk isu MDGs dan Preserving Cultural Heritage.
Persahabatan pemuda
Dalam pertemuan itu, tokoh Komunitas Pemuda Toraja, Kristian Lambe mengemukakan kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menjalin persahabatan antarpemuda, baik di tingkat lokal, nasional maupun internasional.
Diharapkan para peserta bersama-sama berbagi ilmu dan pengalaman atas dua agenda pembahasan di forum ini, lalu merumuskan rekomendasi dan rencana aksi nyata bersama untuk masa depan yang lebih baik, ujar tokoh muda yang juga merupakan anggota DPRD Tana Toraja itu.
Pembicara dalam pertemuan itu antara lain Yunus Arbi, dari Direktorat Tinggalan Sejarah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Prof. Stanislaus Sandarupa yang merupakan pakar sejarah dan budaya Toraja, serta Jasmine Sagita dari UNESCO Youth Desk .
Seorang penyanyi muda, Leo mengatakan bahwa dalam pertemuan itu juga digelar sesi best practices yang dipandu Ismi Novie dari Indonesian International Work Camp dan Roy Lim dari Kencana Pradipta Universitas Indonesia.
Selain sesi presentasi, para peserta juga diajak untuk mengenal dan menikmati keindahan alam, kehidupan masyarakat serta kekayaan budaya Toraja.
Beberapa situs yang dikunjungi antara lain kompleks pemakaman Londa, Lemo, Kambira dan Suaya yang merupakan tempat pemakaman para raja.
"Menyenangkan sekali karena kami juga berkesempatan melihat prosesi kematian (rambu solo) dan upacara peresmian tongkonan (rambu tuka). Sungguh Toraja adalah daerah yang kaya nilai budaya, sangat eksotis," ungkap Patrick Van Leeuwaende, peserta yang berasal dari Suriname.
Merda Mangajun selaku steering committee kegiatan mengakui para peserta mengungkapkan kekaguman dengan kompleks rumah tongkonan di kete-kesu serta kesempatan berharga untuk mempelajari tarian tradisional Tana Toraja, yaitu Pa'gellu dan Pa'tirre yang dilatih langsung pencipta tariannya B.P. Matande.
Kegiatan yang berlangsung enam hari ini kemudian menghasilkan rekomendasi pemuda atas pencapaian MDGs tahun 2015, antara lain mendesak pemerintah untuk menempatkan lebih banyak komitmen.
Memastikan tercapainya pendidikan gratis sampai tingkat dasar, dan mendesak pemerintah untuk menegakkan hukum dan memperkuat kerja sama antara negara-negara melawan perdagangan manusia.
Seluruh peserta IYF 2011 mendukung Toraja sebagai salah satu Warisan Dunia UNESCO.
Arif Supam Wijaya selaku IYF Steering Committee mengatakan para peserta menunjukkan dukungan penuhnya kepada Toraja untuk segera diajukan kembali sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO.
"Hal ini merupakan hal yang sangat menarik mengingat rekomendasi ini diajukan berdasarkan pengalaman yang dirasakan langsung oleh peserta selama mengikuti kegiatan ini," katanya. ***6***
(ZG)/c/a011
(T.H-ZG/C/A011/A011) 09-12-2011 18:01:34
London, 9/12 (ANTARA) -Pertemuan pemuda internasional 2011 tentang MDGs and Cultural Heritage Preservation yang digelar IYF Committee bersama Komunitas Pemuda Toraja didukung Youth Desk-Indonesian National Commission for UNESCO mendukung Toraja agar diakui sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO.
Koordinator Youth Desk Indonesian National Commission for UNESCO k, Edwin Leo Mokodompit epada ANTARA London , Jumat mengatakan pertemuan enam hari yang dihadiri 104 orang perwakilan pemuda yang berasal dari 11 negara, diantaranya Indonesia, Amerika Serikat, Bangladeshh, Hongaria, Madagaskar, Malaysia, Nigeria, Polandia, Sudan, Suriname dan Timor Leste.
Edwin Leo Mokodompit mengatakan dalam pertemuan tersebut dibahas peran pemuda dalam mendukung pencapaian MDGs serta peran serta dalam melestarikan budaya dengan tema "Youth Action Drive Change with Local Wisdom".
Ia mengatakan pertemuan sejalan dengan tema UNESCO Youth Forum tahun ini, yang disesuaikan dengan nilai kearifan lokal dan dianggap penting dan menjadi landasan setiap gerakan pemuda menuju perubahan ke arah yang lebih baik, termasuk untuk isu MDGs dan Preserving Cultural Heritage.
Persahabatan pemuda
Dalam pertemuan itu, tokoh Komunitas Pemuda Toraja, Kristian Lambe mengemukakan kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menjalin persahabatan antarpemuda, baik di tingkat lokal, nasional maupun internasional.
Diharapkan para peserta bersama-sama berbagi ilmu dan pengalaman atas dua agenda pembahasan di forum ini, lalu merumuskan rekomendasi dan rencana aksi nyata bersama untuk masa depan yang lebih baik, ujar tokoh muda yang juga merupakan anggota DPRD Tana Toraja itu.
Pembicara dalam pertemuan itu antara lain Yunus Arbi, dari Direktorat Tinggalan Sejarah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Prof. Stanislaus Sandarupa yang merupakan pakar sejarah dan budaya Toraja, serta Jasmine Sagita dari UNESCO Youth Desk .
Seorang penyanyi muda, Leo mengatakan bahwa dalam pertemuan itu juga digelar sesi best practices yang dipandu Ismi Novie dari Indonesian International Work Camp dan Roy Lim dari Kencana Pradipta Universitas Indonesia.
Selain sesi presentasi, para peserta juga diajak untuk mengenal dan menikmati keindahan alam, kehidupan masyarakat serta kekayaan budaya Toraja.
Beberapa situs yang dikunjungi antara lain kompleks pemakaman Londa, Lemo, Kambira dan Suaya yang merupakan tempat pemakaman para raja.
"Menyenangkan sekali karena kami juga berkesempatan melihat prosesi kematian (rambu solo) dan upacara peresmian tongkonan (rambu tuka). Sungguh Toraja adalah daerah yang kaya nilai budaya, sangat eksotis," ungkap Patrick Van Leeuwaende, peserta yang berasal dari Suriname.
Merda Mangajun selaku steering committee kegiatan mengakui para peserta mengungkapkan kekaguman dengan kompleks rumah tongkonan di kete-kesu serta kesempatan berharga untuk mempelajari tarian tradisional Tana Toraja, yaitu Pa'gellu dan Pa'tirre yang dilatih langsung pencipta tariannya B.P. Matande.
Kegiatan yang berlangsung enam hari ini kemudian menghasilkan rekomendasi pemuda atas pencapaian MDGs tahun 2015, antara lain mendesak pemerintah untuk menempatkan lebih banyak komitmen.
Memastikan tercapainya pendidikan gratis sampai tingkat dasar, dan mendesak pemerintah untuk menegakkan hukum dan memperkuat kerja sama antara negara-negara melawan perdagangan manusia.
Seluruh peserta IYF 2011 mendukung Toraja sebagai salah satu Warisan Dunia UNESCO.
Arif Supam Wijaya selaku IYF Steering Committee mengatakan para peserta menunjukkan dukungan penuhnya kepada Toraja untuk segera diajukan kembali sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO.
"Hal ini merupakan hal yang sangat menarik mengingat rekomendasi ini diajukan berdasarkan pengalaman yang dirasakan langsung oleh peserta selama mengikuti kegiatan ini," katanya. ***6***
(ZG)/c/a011
(T.H-ZG/C/A011/A011) 09-12-2011 18:01:34
Kamis, 08 Desember 2011
LUKISAN BATIK SUTRA
LUKISAN BATIK SUTRA INDONESIA DIPAMERKAN DI NORWEGIA
London, 8/12 (ANTARA) - Sebanyak 60 lukisan batik sutra karya Joko Sudadiyo, seniman lukis batik asal Bantul, Yogyakarta, yang mengambarkan kehidupan pedesaan masyarakat Indonesia, serta berbagai macam bunga dan kupu-kupu dipamerkan di Kota Trondheim, Norwegia.
Pameran yang bertema "Joko Sudadiyo Batik Exhibition" itu digelar di ISAK Kultursentet, gedung pusat kebudayaan di tengah kota Trondheim, yang berada sekitar 540 KM sebelah utara Oslo, Norwegia Tengah, demikian keterangan pers dari KBRI Oslo yang diterima ANTARA London, Kamis.
Trondheim merupakan kota terbesar ketiga di Norwegia yang berpenduduk sekitar 172 ribu jiwa terkenal sebagai kota pelajar, dengan adanya Universitas Trondheim yang sangat popular dengan fakultas tekniknya, khususnya teknik perminyakan dan kelautan.
Duta Besar RI Oslo, Esti Andayani, secara resmi membuka pameran lukisan batik sutra karya Joko Sudadiyo yang dihadiri sekitar 60 undangan dari berbagai kalangan pejabat pemerintah dan institusi pendidikan, serta seniman maupun pencinta seni lukis di daerah Trondheim dan sekitarnya.
Dubes Esti Andayani menyampaikan rasa terima kasih kepada Direktur Gateway College Bali, Ivar Schou, dan Dosen Universitas Trondheim, Berit Over Johannesen, sebagai penyelenggara pameran seni lukis batik di Trondheim sekaligus sponsor kehadiran Joko Sudadiyo ke Norwegia Gateway College, lembaga pendidikan non-formal yang memfasilitasi penyelenggaraan pendidikan pra-universitas selama 14 minggu di Bali dengan penerapan kurikulum pendidikan tinggi Norwegia.
Dalam kesempatan itu Dubes menjelaskan secara singkat mengenai sejarah dan perkembangan seni batik Indonesia yang sejak Oktober 2009 lalu diakui UNESCO dan masuk dalam Daftar Warisan Budaya Indonesia.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada Pelukis Joko Sudadiyo atas upayanya memperkenalkan Indonesia melalui karya lukisan batiknya, dan diharapkannya melalui seni dan budaya akan lebih mudah membangun saling pengertian dan persahabatan di antara masyarakat dan bangsa.
Pada gilirannya akan mempererat hubungan bilateral kedua negara Indonesia-Norwegia, ujar Dubes .
Sementara itu, Dorit Scharffscher, "art designer" terkenal di Trondheim, menyatakan, lukisan batik ini sangat menarik dan unik karena memerlukan proses yang cukup lama untuk menghasilkan satu karya lukis.
Acara pembukaan pameran lukisan batik yang akan berlangsung hingga 22 Desember 2011 dimeriahkan dengan penampilan Tari Manuk Rawa dari Bali oleh Dian Adisty, salah satu mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh program S2 di Universitas Trondheim.
Joko Sudadiyo, dilahirkan di Bandung, 24 November 1965, mulai membuat lukisan batik sutra dan katun pada tahun 1984, merupakan instruktur batik dan mengajar mengenai hal-hal yang berkaitan dengan batik di beberapa kota di Indonesia, dan juga di Institut Seni Indonesia di Yogyakarta.
Hasil karya-karyanya banyak dipamerkan dalam berbagai festival seni di Indonesia maupun di luar negeri seperti di Italia, Inggris, Spanyol, Hawaii, Guyana, Malaysia, Belanda, dan Singapura. Karya lukis Joko yang berukuran 2,5 x 8,0 meter dipersembahkannya untuk Indo-Eropa di Tong Tong Festival yang terkenal di Belanda.
Selain mengelar pameran, Joko juga mengadakan workshop melukis batik dan membuka kesempatan mengajar membatik bagi pengunjung yang berminat untuk mempelajarinya. ***6***
(T.H-ZG/C/F002/F002) 08-12-2011 06:17:34
London, 8/12 (ANTARA) - Sebanyak 60 lukisan batik sutra karya Joko Sudadiyo, seniman lukis batik asal Bantul, Yogyakarta, yang mengambarkan kehidupan pedesaan masyarakat Indonesia, serta berbagai macam bunga dan kupu-kupu dipamerkan di Kota Trondheim, Norwegia.
Pameran yang bertema "Joko Sudadiyo Batik Exhibition" itu digelar di ISAK Kultursentet, gedung pusat kebudayaan di tengah kota Trondheim, yang berada sekitar 540 KM sebelah utara Oslo, Norwegia Tengah, demikian keterangan pers dari KBRI Oslo yang diterima ANTARA London, Kamis.
Trondheim merupakan kota terbesar ketiga di Norwegia yang berpenduduk sekitar 172 ribu jiwa terkenal sebagai kota pelajar, dengan adanya Universitas Trondheim yang sangat popular dengan fakultas tekniknya, khususnya teknik perminyakan dan kelautan.
Duta Besar RI Oslo, Esti Andayani, secara resmi membuka pameran lukisan batik sutra karya Joko Sudadiyo yang dihadiri sekitar 60 undangan dari berbagai kalangan pejabat pemerintah dan institusi pendidikan, serta seniman maupun pencinta seni lukis di daerah Trondheim dan sekitarnya.
Dubes Esti Andayani menyampaikan rasa terima kasih kepada Direktur Gateway College Bali, Ivar Schou, dan Dosen Universitas Trondheim, Berit Over Johannesen, sebagai penyelenggara pameran seni lukis batik di Trondheim sekaligus sponsor kehadiran Joko Sudadiyo ke Norwegia Gateway College, lembaga pendidikan non-formal yang memfasilitasi penyelenggaraan pendidikan pra-universitas selama 14 minggu di Bali dengan penerapan kurikulum pendidikan tinggi Norwegia.
Dalam kesempatan itu Dubes menjelaskan secara singkat mengenai sejarah dan perkembangan seni batik Indonesia yang sejak Oktober 2009 lalu diakui UNESCO dan masuk dalam Daftar Warisan Budaya Indonesia.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada Pelukis Joko Sudadiyo atas upayanya memperkenalkan Indonesia melalui karya lukisan batiknya, dan diharapkannya melalui seni dan budaya akan lebih mudah membangun saling pengertian dan persahabatan di antara masyarakat dan bangsa.
Pada gilirannya akan mempererat hubungan bilateral kedua negara Indonesia-Norwegia, ujar Dubes .
Sementara itu, Dorit Scharffscher, "art designer" terkenal di Trondheim, menyatakan, lukisan batik ini sangat menarik dan unik karena memerlukan proses yang cukup lama untuk menghasilkan satu karya lukis.
Acara pembukaan pameran lukisan batik yang akan berlangsung hingga 22 Desember 2011 dimeriahkan dengan penampilan Tari Manuk Rawa dari Bali oleh Dian Adisty, salah satu mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh program S2 di Universitas Trondheim.
Joko Sudadiyo, dilahirkan di Bandung, 24 November 1965, mulai membuat lukisan batik sutra dan katun pada tahun 1984, merupakan instruktur batik dan mengajar mengenai hal-hal yang berkaitan dengan batik di beberapa kota di Indonesia, dan juga di Institut Seni Indonesia di Yogyakarta.
Hasil karya-karyanya banyak dipamerkan dalam berbagai festival seni di Indonesia maupun di luar negeri seperti di Italia, Inggris, Spanyol, Hawaii, Guyana, Malaysia, Belanda, dan Singapura. Karya lukis Joko yang berukuran 2,5 x 8,0 meter dipersembahkannya untuk Indo-Eropa di Tong Tong Festival yang terkenal di Belanda.
Selain mengelar pameran, Joko juga mengadakan workshop melukis batik dan membuka kesempatan mengajar membatik bagi pengunjung yang berminat untuk mempelajarinya. ***6***
(T.H-ZG/C/F002/F002) 08-12-2011 06:17:34
DONOR DARAH
DONOR DARAH MEMPERINGATI HARI IBU DI BEOGRAD
London, 8/12 (ANTARA) - Anggota Dharma Wanita Persatuan KBRI Beograd, masyarakat Indonesia dan anggota Asosiasi Persahabatan Serbia-Indonesia "Nusantara" dipimpin Dubes RI untuk Republik Serbia, Semuel Samson, melakukan bakti sosial kemanusiaan berupa donor darah di Institut Transfusi Darah Serbia di Beograd.
Aksi donor darah KBRI Beograd ini merupakan yang ketiga kalinya dilaksanakan sejak Desember 2010 dan merupakan sebagai salah satu agenda tetap KBRI Beograd di bidang bakti kemanusiaan dan sosial kepada masyarakat Serbia dalam memperingati Hari Ibu, kata Eni Diponegoro, dari KBRI Beograd, Serbia, kepada ANTARA London, Kamis.
Donor darah KBRI Beograd setiap tahun dilakukan sebanyak dua kali, yaitu dalam rangka HUT RI pada bulan Agustus dan peringatan Hari Ibu sekaligus HUT Dharma Wanita Persatuan pada bulan Desember.
Seluruh staf KBRI Beograd, anggota Dharma Wanita Persatuan, Masindo dan sahabat Indonesia mendapat sambutan hangat dan penuh persahabatan dari Direktur Institut Transfusi Darah Serbia, Snezana Jovanovic Srzentic, dan menyatakan apresiasi setinggi-tingginya kepada KBRI Beograd dengan kegiatan aksi donor darah dan diharapankan dapat menjadi contoh bagi yang lain.
Dubes Semuel Samson mengatakan kegiatan bakti kemanusiaan dan sosial KBRI Beograd dalam bentuk donor darah memiliki arti penting dan bermanfaat bagi kepentingan kemanusiaan serta memupuk rasa solidaritas, persaudaraan, kepedulian dan kebersamaan di antara warga masyarakat Indonesia dan Serbia.
Jalinan kebersamaan kedua Negara sudah terjalin dan terbuktikan melalui hubungan baik antar kedua negara sejak tahun 1956 dan yang mencatat 55 tahun persahabatannya di tahun ini.
***6***(ZG)
(T.H-ZG/B/M019/M019) 08-12-2011 06:54:25
London, 8/12 (ANTARA) - Anggota Dharma Wanita Persatuan KBRI Beograd, masyarakat Indonesia dan anggota Asosiasi Persahabatan Serbia-Indonesia "Nusantara" dipimpin Dubes RI untuk Republik Serbia, Semuel Samson, melakukan bakti sosial kemanusiaan berupa donor darah di Institut Transfusi Darah Serbia di Beograd.
Aksi donor darah KBRI Beograd ini merupakan yang ketiga kalinya dilaksanakan sejak Desember 2010 dan merupakan sebagai salah satu agenda tetap KBRI Beograd di bidang bakti kemanusiaan dan sosial kepada masyarakat Serbia dalam memperingati Hari Ibu, kata Eni Diponegoro, dari KBRI Beograd, Serbia, kepada ANTARA London, Kamis.
Donor darah KBRI Beograd setiap tahun dilakukan sebanyak dua kali, yaitu dalam rangka HUT RI pada bulan Agustus dan peringatan Hari Ibu sekaligus HUT Dharma Wanita Persatuan pada bulan Desember.
Seluruh staf KBRI Beograd, anggota Dharma Wanita Persatuan, Masindo dan sahabat Indonesia mendapat sambutan hangat dan penuh persahabatan dari Direktur Institut Transfusi Darah Serbia, Snezana Jovanovic Srzentic, dan menyatakan apresiasi setinggi-tingginya kepada KBRI Beograd dengan kegiatan aksi donor darah dan diharapankan dapat menjadi contoh bagi yang lain.
Dubes Semuel Samson mengatakan kegiatan bakti kemanusiaan dan sosial KBRI Beograd dalam bentuk donor darah memiliki arti penting dan bermanfaat bagi kepentingan kemanusiaan serta memupuk rasa solidaritas, persaudaraan, kepedulian dan kebersamaan di antara warga masyarakat Indonesia dan Serbia.
Jalinan kebersamaan kedua Negara sudah terjalin dan terbuktikan melalui hubungan baik antar kedua negara sejak tahun 1956 dan yang mencatat 55 tahun persahabatannya di tahun ini.
***6***(ZG)
(T.H-ZG/B/M019/M019) 08-12-2011 06:54:25
Rabu, 07 Desember 2011
IKF PROMOSIKAN
IKF PROMOSIKAN INDONESIA DI NUREMBERG JERMAN
London, 5/12 (ANTARA) - Masyarakat Indonesia di Nuremberg Jerman yang tergabung dalam Indonesischer Kulturverein Franken (Perkumpulan Budaya Indonesia di daerah Frankonia) memeriahkan pusat kegiatan kebudayaan kota yang bernama Villa Leon, di Nuremberg, Jerman.
Sekjen Perkumpulan Budaya Indonesia (IKF) di daerah Frankonia Jerman, Toto Suharto kepada ANTARA London, Senin menyebutkan, IKF mendapat kehormatan untuk memeriahkan perayaan berdirinya pusat kebudayaan yang berusia 10 tahun.
Villa Leon merupakan pusat kebudayaan di kota Nuremberg yang secara rutin mengadakan kegiatan seni dan budaya dari berbagai negara. Selama 10 hari berbagai kegiatan seni dan budaya ditampilkan oleh berbagai kelompok dan perhimpunan yang berada di kota Nuremberg.
Acara yang bertema "Open House IKF" diawali dengan makan siang dan dilanjutkan penampilan tari Pendet dari Bali oleh mahasiswi Indonesia yang sedang kuliah di Universitas Nuremberg, Dini dan Sindi.
Mereka juga mengadakan workshop tari Saman untuk para pengunjung yang berlangsung 30 menit dan seluruh peserta pun langsung memperagakan tari Saman.
Kegiatan workshop ini bertujuan untuk memperkenalkan kepada warga Jerman tentang tari-tarian dari Indonesia yang beraneka ragam.
Selain itu juga ditampilkan tari Merak oleh dua anak siswa sekolah dasar Lia dan Alisa yang diharapkan anak-anak yang lahir di Jerman bisa mengenal seni dan kebudayaan Indonesia sejak dini.
Dalam acara tersebut juga digelar pameran batik dan peralatan pembuatan batik. Seorang warga Jerman, Thomas ikut memamerkan koleksi uang logam dan kertas yang sudah berumur tua dan antik.
Untuk memperkenalkan Indonesia, panitia yang dipimpin Ketua IKF Yoga Ariadi Tranggono menampilkan film Visit Indonesia 2011 dan presentasi tentang keragaman kebudayaan dan adat di Indonesia oleh Rizqa Derfiora.
Para pengunjung warga Jerman yang hadir mendapatkan kesempatan belajar bahasa Indonesia yang diadakan di sela-sela "open house" ini. Ananta Moench mengajar Bahasa Indonesia kepada warga Jerman dengan mengadakan semacam "crash course".
Pelajaran Bahasa Indonesia ini mendapatkan sambutan dari peserta dan diharapkan mereka dapat mempraktikannya dalam kunjungan mereka ke Indonesia di waktu yang akan datang.
Selain itu, acara diisi dengan lagu-lagu daerah dan Indonesia yang dinyanyikan ibu-ibu anggota IKF. Acara ditutup dengan mengadakan tarian Sajojo bersama-sama pengunjung "Open House IKF" di Villa Leon Nuremberg Jerman. ***6*** (ZG)
(T.H-ZG/C/S023/S023) 05-12-2011 11:44:48
London, 5/12 (ANTARA) - Masyarakat Indonesia di Nuremberg Jerman yang tergabung dalam Indonesischer Kulturverein Franken (Perkumpulan Budaya Indonesia di daerah Frankonia) memeriahkan pusat kegiatan kebudayaan kota yang bernama Villa Leon, di Nuremberg, Jerman.
Sekjen Perkumpulan Budaya Indonesia (IKF) di daerah Frankonia Jerman, Toto Suharto kepada ANTARA London, Senin menyebutkan, IKF mendapat kehormatan untuk memeriahkan perayaan berdirinya pusat kebudayaan yang berusia 10 tahun.
Villa Leon merupakan pusat kebudayaan di kota Nuremberg yang secara rutin mengadakan kegiatan seni dan budaya dari berbagai negara. Selama 10 hari berbagai kegiatan seni dan budaya ditampilkan oleh berbagai kelompok dan perhimpunan yang berada di kota Nuremberg.
Acara yang bertema "Open House IKF" diawali dengan makan siang dan dilanjutkan penampilan tari Pendet dari Bali oleh mahasiswi Indonesia yang sedang kuliah di Universitas Nuremberg, Dini dan Sindi.
Mereka juga mengadakan workshop tari Saman untuk para pengunjung yang berlangsung 30 menit dan seluruh peserta pun langsung memperagakan tari Saman.
Kegiatan workshop ini bertujuan untuk memperkenalkan kepada warga Jerman tentang tari-tarian dari Indonesia yang beraneka ragam.
Selain itu juga ditampilkan tari Merak oleh dua anak siswa sekolah dasar Lia dan Alisa yang diharapkan anak-anak yang lahir di Jerman bisa mengenal seni dan kebudayaan Indonesia sejak dini.
Dalam acara tersebut juga digelar pameran batik dan peralatan pembuatan batik. Seorang warga Jerman, Thomas ikut memamerkan koleksi uang logam dan kertas yang sudah berumur tua dan antik.
Untuk memperkenalkan Indonesia, panitia yang dipimpin Ketua IKF Yoga Ariadi Tranggono menampilkan film Visit Indonesia 2011 dan presentasi tentang keragaman kebudayaan dan adat di Indonesia oleh Rizqa Derfiora.
Para pengunjung warga Jerman yang hadir mendapatkan kesempatan belajar bahasa Indonesia yang diadakan di sela-sela "open house" ini. Ananta Moench mengajar Bahasa Indonesia kepada warga Jerman dengan mengadakan semacam "crash course".
Pelajaran Bahasa Indonesia ini mendapatkan sambutan dari peserta dan diharapkan mereka dapat mempraktikannya dalam kunjungan mereka ke Indonesia di waktu yang akan datang.
Selain itu, acara diisi dengan lagu-lagu daerah dan Indonesia yang dinyanyikan ibu-ibu anggota IKF. Acara ditutup dengan mengadakan tarian Sajojo bersama-sama pengunjung "Open House IKF" di Villa Leon Nuremberg Jerman. ***6*** (ZG)
(T.H-ZG/C/S023/S023) 05-12-2011 11:44:48
CHARITY DI SOFIA
INDONESIA RAMAIKAN BAZAR WOMEN CHARITY DI SOFIA
London, 6/12 (ANTARA) - Kedutaan Besar RI di Sofia bersama Dharma Wanita Persatuan KBRI Sofia ikut meramaikan bazaar amal tahunan yang diselenggarakan perkumpulan wanita internasional (IWC) dengan bermacam profesi yang ada di Gedung International Expo Center (IEC), Sofia.
Sekretaris Tiga KBRI Sofia, Nadia Said kepada ANTARA London, Selasa menyebutkan lebih dari 20 negara dari kawasan Asia, Afrika, Amerika, dan Eropa, Badan PBB, serta perusahaan internasional berpartisipasi dalam pameran yang menampilkan berbagai jenis barang dan makanan ciri khasnya.
Beraneka jenis makanan dan jajanan pasar khas Indonesia dijajakan bersama dengan pesona Batik berupa pakaian, syal, dompet, peralatan rumah tangga, serta kerajinan tangan yang diminati pengunjung bazaar.
Terliat antusiasme lebih dari 1000 pengunjung membeli berbagai macam souvenir dan juga antrian untuk dapat menikmati kuliner yang disajikan.
Senyum ramah yang menawan menjadi kenangan tersendiri bagi para pengunjung International Women Charity Bazaar (IWCB) 2011 yang mengantri di stand Indonesia.
Selain dimeriahkan oleh tampilan stand yang berwarna-warni dari tiap negara, terdapat panggung tempat pertunjukan seni dan musik serta hiburan yang ditampilkan.
Indonesia menampilkan tari tarian Tak Tong-Tong dari Sumatera Barat dan Ondel-Ondel dari Betawi yang dibawakan dengan gerak lincah dan senyum dari para penari binaan KBRI Sofia, Pesona Mawar Nusantara (PMN), yang menarik perhatian pengunjung bazaar.
Dengan musik yang ceria dan pakaian yang cantik, para penari Indonesia mendapat sambutan yang meriah dari para pengunjung.
Kegiatan amal ini bukan saja wujud kepedulian IWC namun seluruh pengunjung bazaar, karena seluruh hasil penjualan akan dimanfaatkan dalam bentuk bantuan sosial bagi pemberdayaan perempuan dan anak-anak di Bulgaria yang membutuhkan.
Indonesia juga menyumbangkan hasil penjualan untuk disumbangkan dari pengumpulan amal yang mendapat apresiasi dari berbagai kalangan masyarakat di Sofia yang hasil penjualan stand Indonesia yang disumbangkan sebesar Leva 2700 atau sekitar 1.350 Euro.
***6***(ZG)
(T.H-ZG/B/M019/M019) 06-12-2011 05:55:09
London, 6/12 (ANTARA) - Kedutaan Besar RI di Sofia bersama Dharma Wanita Persatuan KBRI Sofia ikut meramaikan bazaar amal tahunan yang diselenggarakan perkumpulan wanita internasional (IWC) dengan bermacam profesi yang ada di Gedung International Expo Center (IEC), Sofia.
Sekretaris Tiga KBRI Sofia, Nadia Said kepada ANTARA London, Selasa menyebutkan lebih dari 20 negara dari kawasan Asia, Afrika, Amerika, dan Eropa, Badan PBB, serta perusahaan internasional berpartisipasi dalam pameran yang menampilkan berbagai jenis barang dan makanan ciri khasnya.
Beraneka jenis makanan dan jajanan pasar khas Indonesia dijajakan bersama dengan pesona Batik berupa pakaian, syal, dompet, peralatan rumah tangga, serta kerajinan tangan yang diminati pengunjung bazaar.
Terliat antusiasme lebih dari 1000 pengunjung membeli berbagai macam souvenir dan juga antrian untuk dapat menikmati kuliner yang disajikan.
Senyum ramah yang menawan menjadi kenangan tersendiri bagi para pengunjung International Women Charity Bazaar (IWCB) 2011 yang mengantri di stand Indonesia.
Selain dimeriahkan oleh tampilan stand yang berwarna-warni dari tiap negara, terdapat panggung tempat pertunjukan seni dan musik serta hiburan yang ditampilkan.
Indonesia menampilkan tari tarian Tak Tong-Tong dari Sumatera Barat dan Ondel-Ondel dari Betawi yang dibawakan dengan gerak lincah dan senyum dari para penari binaan KBRI Sofia, Pesona Mawar Nusantara (PMN), yang menarik perhatian pengunjung bazaar.
Dengan musik yang ceria dan pakaian yang cantik, para penari Indonesia mendapat sambutan yang meriah dari para pengunjung.
Kegiatan amal ini bukan saja wujud kepedulian IWC namun seluruh pengunjung bazaar, karena seluruh hasil penjualan akan dimanfaatkan dalam bentuk bantuan sosial bagi pemberdayaan perempuan dan anak-anak di Bulgaria yang membutuhkan.
Indonesia juga menyumbangkan hasil penjualan untuk disumbangkan dari pengumpulan amal yang mendapat apresiasi dari berbagai kalangan masyarakat di Sofia yang hasil penjualan stand Indonesia yang disumbangkan sebesar Leva 2700 atau sekitar 1.350 Euro.
***6***(ZG)
(T.H-ZG/B/M019/M019) 06-12-2011 05:55:09
AMNESTY INTERNATIONAL
AMNESTY INTERNATIONAL SERUKAN AKUNTABILITAS HAM DI PAPUA
London, 7/12 (ANTARA) - Amnesty International menyerukan kepada pemerintah untuk mengimplementasikan secara penuh ketentuan-ketentuan Undang-Undang Otonomi Khusus 2011, dengan membentuk suatu pengadilan hak asasi manusia dan komisi kebenaran dan rekonsiliasi.
Hal itu disampaikan Direktur Program Asia Pasifik Amnesty International Sam Zarifi, dalam keterangan kepada ANTARA London, Rabu.
Dalam sebuah pertemuan yang diadakan dengan Menko Humpolkam Djoko Suyanto, Amnesty International yang bermarkas di London mendesak pemerintah Indonesia untuk memasukan agenda hak asasi manusia dalam upaya mereka untuk menyelesaikan masalah Papua.
Pemerintah Indonesia memiliki tugas dan hak untuk menjaga ketertiban publik, dan memastikan segala pembatasan kebebasan berekspresi dan berkumpul secara damai tidak diizinkan melebihi standar di dalam Kovenan Internasional Hak-Hak Sipil dan Politik (ICCPR), yang diratifikasi Pemerintah Indonesia.
Paling sedikit 90 orang saat ini sedang ditahan di penjara di Papua dan Maluku karena aktivitas pro-kemerdekaan secara damai. Filep Karma, seorang tahanan Papua yang menjadi tahanan politik karena opininya (prisoner of conscience), saat ini sedang menjalani hukuman 15 tahun di penjara Abepura, provinsi Papua.
Pemerintah Indonesia harus melepaskan semua tahanan di Papua dan Maluku yang mengekspresikan pandangannya secara damai, termasuk mengibarkan atau melambaikan bendera terlarang pro-kemerdekaan, dan membedakan aktivitas damai dan kekerasan.
Disebutkan Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono saat ini telah menginisiasi diskusi dengan para aktivis Papua dan membentuk tim kerja khusus untuk memperbaiki pembangunan ekonomi di daerah yang kaya sumber daya tetapi masih terbelakang ini.
Begitupun Menkopolhukam menunjukan komitmen pemerintah untuk memastikan pertanggungjawaban atas pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan oleh aparat keamanan.
Amnesty International sangat menyayangkan penggunaan sanksi administrasi yang ringan atau pengadilan tertutup dalam merespon pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan oleh anggota aparatus keamanan.
Amnesty International menunjukan keperihatinannya atas masih berlangsungnya serangan terhadap para pembela hak asasi manusia dan jurnalis, sebagaimana minimnya keberadaan pemantau situasi HAM independen dan imparsial di Papua.
Amnesty International menyerukan kepada Menkopolhukam untuk mengizinkan pengamat internasional, organisasi non-pemerintah, dan jurnalis internasional atas akses tanpa larangan ke provinsi Papua dan Papua Barat.
Pertemuan ini diajukan Presiden Yudhoyono pada saat rapat kabinet di akhir Oktober sebagai respon keprihatinan Amnesty International akan pelanggaran hak asasi manusia seputar Kongres Rakyat Papua Ketiga di Abepura, Papua di mana paling tidak tiga orang terbunuh.
Amnesty International percaya hak untuk kebebasan berekspresi termasuk hak secara damai untuk mengadvokasi referendum, kemerdekaan, atau solusi politik apa pun yang tidak melibatkan seruan atau hasutan untuk diskriminasi, permusuhan, atau kekerasan.
***6***
(ZG)
(T.H-ZG/B/M019/M019) 07-12-2011 11:11:37
London, 7/12 (ANTARA) - Amnesty International menyerukan kepada pemerintah untuk mengimplementasikan secara penuh ketentuan-ketentuan Undang-Undang Otonomi Khusus 2011, dengan membentuk suatu pengadilan hak asasi manusia dan komisi kebenaran dan rekonsiliasi.
Hal itu disampaikan Direktur Program Asia Pasifik Amnesty International Sam Zarifi, dalam keterangan kepada ANTARA London, Rabu.
Dalam sebuah pertemuan yang diadakan dengan Menko Humpolkam Djoko Suyanto, Amnesty International yang bermarkas di London mendesak pemerintah Indonesia untuk memasukan agenda hak asasi manusia dalam upaya mereka untuk menyelesaikan masalah Papua.
Pemerintah Indonesia memiliki tugas dan hak untuk menjaga ketertiban publik, dan memastikan segala pembatasan kebebasan berekspresi dan berkumpul secara damai tidak diizinkan melebihi standar di dalam Kovenan Internasional Hak-Hak Sipil dan Politik (ICCPR), yang diratifikasi Pemerintah Indonesia.
Paling sedikit 90 orang saat ini sedang ditahan di penjara di Papua dan Maluku karena aktivitas pro-kemerdekaan secara damai. Filep Karma, seorang tahanan Papua yang menjadi tahanan politik karena opininya (prisoner of conscience), saat ini sedang menjalani hukuman 15 tahun di penjara Abepura, provinsi Papua.
Pemerintah Indonesia harus melepaskan semua tahanan di Papua dan Maluku yang mengekspresikan pandangannya secara damai, termasuk mengibarkan atau melambaikan bendera terlarang pro-kemerdekaan, dan membedakan aktivitas damai dan kekerasan.
Disebutkan Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono saat ini telah menginisiasi diskusi dengan para aktivis Papua dan membentuk tim kerja khusus untuk memperbaiki pembangunan ekonomi di daerah yang kaya sumber daya tetapi masih terbelakang ini.
Begitupun Menkopolhukam menunjukan komitmen pemerintah untuk memastikan pertanggungjawaban atas pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan oleh aparat keamanan.
Amnesty International sangat menyayangkan penggunaan sanksi administrasi yang ringan atau pengadilan tertutup dalam merespon pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan oleh anggota aparatus keamanan.
Amnesty International menunjukan keperihatinannya atas masih berlangsungnya serangan terhadap para pembela hak asasi manusia dan jurnalis, sebagaimana minimnya keberadaan pemantau situasi HAM independen dan imparsial di Papua.
Amnesty International menyerukan kepada Menkopolhukam untuk mengizinkan pengamat internasional, organisasi non-pemerintah, dan jurnalis internasional atas akses tanpa larangan ke provinsi Papua dan Papua Barat.
Pertemuan ini diajukan Presiden Yudhoyono pada saat rapat kabinet di akhir Oktober sebagai respon keprihatinan Amnesty International akan pelanggaran hak asasi manusia seputar Kongres Rakyat Papua Ketiga di Abepura, Papua di mana paling tidak tiga orang terbunuh.
Amnesty International percaya hak untuk kebebasan berekspresi termasuk hak secara damai untuk mengadvokasi referendum, kemerdekaan, atau solusi politik apa pun yang tidak melibatkan seruan atau hasutan untuk diskriminasi, permusuhan, atau kekerasan.
***6***
(ZG)
(T.H-ZG/B/M019/M019) 07-12-2011 11:11:37
Langganan:
Postingan (Atom)