Senin, 17 Maret 2014

DUBAI


KJRI DUBAI SOSIALISASI PEMILU DI FUJAIRAH

           London, 7/3  (Antara) -   KJRI Dubai melakukan sosialisasi Pemilu 2014 di kota Fujairah yang terletak di bagian utara Persatuan Emirat Arab (PEA) dan sekaligus mengadakan kegiatan pembinaan masyarakat yang dikaitkan dengan kegiatan "Jemput bola" pelayanan kekonsuleran bagi warga Indonesia.

         Hadir dalam kegiatan ini Duta Besar RI Abu Dhabi, Salman Al Farisi, dan Konsul Jenderal RI Dubai, Imam Santoso, serta sejumlah staf KJRI Dubai dan sekitar 100 orang warga Indonesia yang bermukim di kota Fujairah dan sekitarnya, demikian Konsul  Fungsi Pensosbud KJRI Dubai, Adiguna Wijaya kepada Antara London, Jumat.

         Dubes RI dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya atas kehadiran para warga dalam kegiatan KJRI Dubai ini. Kesempatan kali ini merupakan ketiga kalinya bagi Dubes RI Abu Dhabi dapat bertemu dan berdialog langsung dengan warga Indonesia di wilayah Fujairah dan sekitarnya.

        Dubes  mengajak warga  berpartisipasi aktif dalam Pemilu 2014 untuk mempergunakan hak pilihnya pada saat pelaksanaan Pemilu 2014 nanti, yaitu tanggal 4 April 2014 untuk PEA di KBRI Abu Dhabi dan KJRI Dubai.

         Kegiatan pokok diisi dengan pelayanan kekonsuleran WNI berupa pendaftaran lapor diri WNI sebagai penduduk luar negeri (Pendul), perpanjangan dan pemberian Sijil Buku Pelaut kepada WNI pelaut, pemberian surat keterangan kelahiran dan pemberian paspor baru serta layanan pendaftaran kekonsuleran on-line KJRI Dubai.

        Selain itu juga  disosialisasikan mengenai layanan terbaru KJRI Dubai, yaitu layanan kekonsuleran on-line. Dalam kegiatan ini, disampaikan pula informasi mengenai Pemilu 2014 oleh Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Dubai.

        Sementara itu, dalam sambutannya Konjen RI juga menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada warga masyarakat Indonesia yang dapat menghadiri undangan KJRI Dubai mengikuti kegiatan ini.

         Konjen RI menambahkan  KJRI Dubai secara berkala melakukan kegiatan pertemuan masyarakat karena merupakan bagian dari upaya pembinaan masyarakat Indonesia di wilayah akreditasi KJRI Dubai serta sejalan dengan perwujudan dari pelaksanaan sistem pelayanan warga (Citizen Service) Perwakilan RI di luar negeri.

         Diharapkannya warga masyarakat Indonesia, khususnya yang berada di Fujairah dan sekitarnya,  aktif mendukung dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan KJRI Dubai.

          Para warga Indonesia yang hadir dalam kegiatan ini terdiri dari beragam profesi dan tenaga kerja, seperti perawat, supir, agen penyalur tenaga kerja, awak kapal, perminyakan, universitas, pekerja taman, pekerja bangunan, perbankan, dan karyawan serta para ibu rumah tangga yang mendampingi suami bekerja maupun anak-anak.(ZG)
(T.H-ZG/B/A. Lazuardi/A. Lazuardi) 07-03-2014 23:33:59

SOFIA


DELAPAN MAHASISWA INDONESIA IKUTI AIESEC DI BULGARIA

     Oleh Zeynita Gibbons

    London, 7/3 (Antara) - Sebanyak delapan mahasiswa Indonesia  mengikuti program AIESEC (Association internationale des étudiants en sciences économiques et commerciales-International Association of Students in Economic and Commercial Sciences) di Sofia, Bulgaria selama Februari hingga Maret 2014.

         Proyek yang mereka ikuti antara lain mengenai World Play Ground, Meeting Diversity, Make it possible 2014 (MDG's program) dan Green Future, demikian Sekretaris Dua KBRI Sofia, Dina Martina kepada Antara London, Jumat.

         Dikatakannya program AIESEC merupakan wadah bagi para mahasiswa di seluruh dunia untuk melatih leadership dan melakukan kegiatan internship dengan visi "develop the leadership in young people and give impact to the society".  Hingga Januari 2014 terdapat 90.000 anggota AIESEC dari 124 negara.

         Dubes RI untuk Sofia, Bunyan Saptomo, saat menerima mahasiswa berpesan agar mereka menjadi Duta Bangsa Indonesia. Untuk itu dubes berharap agar para mahasiswa dapat menjaga nama baik Indonesia, dan membantu promosi Tanah Air.

         Dubes juga menngatakan bahwa lapor diri sangat penting untuk mengantisipasi apabila terjadi hal-hal yang tidak terduga selama WNI berada di Bulgaria, seperti paspor hilang karena terjatuh atau kecopetan, jatuh sakit, kecelakaan sehingga memudahkan KBRI untuk bertindak cepat.

         Pada tahun 2014 peserta AIESEC program dari Indonesia di Bulgaria semakin meningkat dibandingkan tahun lalu yang hanya diikuti dua peserta dan Indonesia mengirimkan delapan orang.

         Para mahasiswa tersebut berasal dari berbagai Universitas di Indonesia, yaitu UII Yogyakarta tiga orang, Undip, UI, UGM, UPI, dan Universitas Parahyangan Bandung, masing-masing satu orang.

         Pada program AIESEC setiap peserta diwajibkan mempresentasikan proyek-proyek yang dipilih di sekolah-sekolah SD, SMP dan SMA di beberapa kota di Bulgaria selama enam minggu.

         Enam dari delapan mahasiswa Indonesia tersebut melaksanakan proyeknya di kota Sofia, sementara dua lainnya masing-masing di kota Blageovgrad (satu setengah jam dari Sofia) dan Varna yang berjarak empat jam perjalanan dari Sofia.

         Para peserta program juga diberikan kesempatan untuk memperkenalkan budaya masing-masing negara melalui presentasi kepada para pelajar Bulgaria maupun pertunjukan tari yang biasanya diadakan pada akhir program dengan nama "global village".

         Pada kegiatan "global village" ini setiap peserta juga diminta untuk mempresentasikan negara dan budaya masing-masing dengan menggunakan pakaian tradisional selama sekitar 10 menit.

         Menurut para mahasiswa, kegiatan ini sangat bermanfaat untuk  menambah wawasan dan bersosialisasi dengan berbagai peserta dari sejumlah negara yang mempunyai latar belakang budaya dan tradisi berbeda serta melatih kemandirian peserta.

         KBRI Sofia membantu mahasiswa Indonesia dengan bahan-bahan promosi berupa brosur-brosur ataupun bahan presentasi dan  memanfaatkan menjadi tamu pada Kelas Indonesia di Universitas Sofia.

         Bagi KBRI, kehadiran mahasiswa program AIESEC tersebut sangat bermanfaat dalam membantu promosi Indonesia di Bulgaria, mengingat setiap peserta diberikan kesempatan mempresentasikan programnya termasuk promosi Indonesia di empat sekolah berbeda selama program berlangsung, demikian Dina Martina. ***3***
(T.H-ZG/B/T. Susilo/T. Susilo) 07-03-2014 23:23:37

DIAN P


DIAN PELANGI BAWA HIJAB FASHION KE MANCANEGARA

     Oleh Zeynita Gibbons

    London, 7/3 (Antara) - Desainer muda Indonesia, Dian Pelangi, yang membawa "hijab fashion" ke mancanegara, mengatakan semakin banyak perempuan di Indonesia yang tertarik mengenakan busana muslim yang semakin banyak pilihan baik dari segi desain maupun materialnya.

         Hal itu disampaikan Dian Pelangi pada acara dialog mengenai Faith and Fashion yang diadakan University of the Arts of London bersama dengan Dr Carla Jones dari Colorado, Amerika Serikat, demikian Sekretaris Satu KBRI London Hastin Aristya Bakti kepada Antara London, Jumat.

         Acara ini diadakan di salah satu dari lima universitas terkemuka atau top universities fashion terbaik di dunia.

         Reina Lewis, profesor of cultural studies dari London college of Fashion chairman dalam diskusi memuji presentasi Dian dan mengakui bahwa kegiatan tersebut adalah salah satu event open discussion/forum diskusi terbuka terbaik yang pernah diadakannya.

         Dian menyebutkan bahwa hijab fashion di Indonesia berkembang dengan pesat. Dian juga merasa bangga dapat mendukung pemerintah dalam upaya menjadikan Indonesia sebagai pusat hijab fashion pada tahun 2020.

         Bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta berbagai kantor perwakilan Indonesia di luar negeri, Dian selama ini aktif mempresentasikan busana muslim rancangannya.

         Ketika ditanyakan mengenai ciri khas rancangan busana muslim Indonesia, Dian menyebutkan umumnya banyak bermain dengan warna-warna cerah dan menggunakan material kain yang ringan.

         Semakin banyak perempuan di Indonesia yang tertarik mengenakan busana muslim karena bertambah banyaknya pilihan baik dari segi desain maupun material, ujar Dian dalam presentasinya.

         Rancangan Dian Pelangi saat ini tidak hanya diterima baik di dalam negeri namun juga di luar negeri.

         "Semua rancangan busana muslim saya selalu menggunakan material dari Indonesia yang kaya warna. Saya juga mengikutsertakan kerajinan tangan Indonesia sebagai bagian dari peragaan-peragaan busana yang ditampilkan," ujarnya.

         Menurut Dian, keberhasilan usahanya tersebut tidak lepas dari dukungan keluarga besarnya yang selama ini juga telah menggeluti usaha garmen serta upayanya memanfaatkan jaringan sosial media dan teknologi informasi untuk menampilkan karya-karya desain baru. Dian Pelangi menjadi ikon produk labelnya sendiri.

         Sementara itu Dr Carla Jones mengatakan tren busana muslim di Indonesia terus berevolusi dari rancangan yang semula bersifat sederhana menjadi busana-busana yang elegan untuk berbagai suasana karena semakin banyaknya pilihan desain yang ditawarkan.

         Minister Counsellor KBRI London, Dino Kusnadi menyatakan sangat bangga dengan turut sertanya Dian Pelangi didalam forum ini dan menyatakan secara positif bahwa ini adalah salah satu keberhasilan program pemerintah dalam mendukung kreasi-kreasi putra putri tanah air.

         Masyarakat international melalui pakar pakar fashion seperti Prof Reina Lewis dan Prof Carla Jones menfasilitasi menjadi lebih mengenal perkembangan busana muslim Indonesia termasuk salah satunya adalah Dian Pelangi.

         Diskusi juga dihadiri Putri Wulan dari British Embassy Jakarta yang merasa senang dengan respon positif dari penonton dan mengajak putra putri Indonesia lainnya maju berprestasi dan mengenalkan Tanah Air ke dunia international.

         Selain itu Berry dan Linda Natalegawa merasa bangga dan yakin Dian Pelangi dengan naluri Indonesia dan kesatuan dalam keragamannya dapat memberikan efek positif mengenai faith in fashion dan fashion Indonesia umumnya di mata dunia International. ***2***
(T.H-ZG/B/T. Susilo/T. Susilo) 07-03-2014 22:34:47

DUBAI


PASAR TIMUR TENGAH-AFRIKA MINATI PRODUK MAKANAN INDONESIA

          London, 5/3 (Antara) - Pasar Timur Tengah dan Afrika minati  berbagai produk makanan Indonesia antara lain berupa produk makanan kaleng, susu dan turunannya, minuman ringan, makanan kecil, permen, makanan kesehatan, makanan halal, beras, mie, makanan cepat saji,  serta teh dan kopi.

         Selain itu juga produk dekorasi makanan, peralatan dapur serta kamar mandi, dan pembersih dapur juga diminati, ujar Konsul Fungsi Pensosbud KJRI Dubai, Adiguna Wijaya kepada Antara London, Rabu.

         Dalam pameran "The 19th Gulf Food, Hotel and Equipment Exhibition and Salon Culinaire, and Restaurant & Cafe Middle East" (Gulfood 2014) yang berlangsung di Dubai International Exhibition and Conference Centre/Dubai World Trade Centre (DWTC), merupakan yang terbesar di dunia untuk kategori pameran serupa produk Indonesia sangat diminati.

         Adiguna Wijaya mengatakan keberadaan pameran tahunan produk makanan, minuman dan peralatan pembuatan makanan dan minuman, serta industri perhotelan ini sangat penting dan diperhitungkan oleh para pembeli maupun penjual dari berbagai wilayah di dunia termasuk Indonesia, terutama dari kalangan manufaktur, distributor dan supplier industri.

         Terdapat 12 perusahaan Indonesia yang telah turut dalam pameran yaitu PT Delta Pasifik Indotuna, PT AK Goldenesia, PT Kapal Api Global, PT Mulyatek Kreasi Andalan, PT Batman Kencana, PT Aluno Food International, PT Air MAncur, PT Internusa Food, PT Bukit Perak, PT Gandum Mas Kencana, PT Tiga Pilar Sejahtra Food Tbk, dan PT Sosro.

         Produk Indonesia yang dipasarkan dalam pameran ini antara lain produk makanan kaleng, produk susu dan turunannya, minuman ringan, makanan kecil, permen, makanan kesehatan, makanan halal, beras, mie, makanan cepat saji, teh, kopi, dekorasi makanan, peralatan dapur serta kamar mandi, dan pembersih dapur.

         Keberadaan pameran ini membuktikan posisi Dubai sebagai hub perdagangan internasional yang penting di dunia, termasuk dalam kategori industri makanan dan minuman yang berlangsung selama lima hari dari tanggal 23 sampai 27 Februari lalu.

         Hal ini terbukti dengan peningkatan jumlah peserta menjadi 4.500 perusahaan dari 120 negara, jumlah pengunjung pameran yang berasal dari seluruh dunia, serta luas lahan pameran dan jenis produk yang dipamerkan.

         Bahkan di tahun ini hari pelaksanaan pameran diperpanjang menjadi  lima hari, setelah tahun-tahun sebelumnya hanya berlangsung selama empat hari.

         KJRI Dubai menilai bahwa partisipasi pengusaha Indonesia sebagai peserta pameran merupakan langkah yang tepat bagi upaya promosi dan perluasan pasar penjualan produk makanan dan minuman Indonesia yang telah memenuhi standar mutu internasional, baik untuk pasar Timur Tengah maupun belahan dunia lainnya.

         Potensi kawasan Timur Tengah dan Afrika untuk mengimpor produk makanan dan minuman dari wilayah lainnya di dunia masih sangat besar dan terus meningkat. Selain itu, pameran ini dapat bermanfaat sebagai ajang untuk melakukan market intelligence tentang produk suatu barang dan harga dalam menghadapi persaingan global.

         Selama  lima hari pameran berlangsung, sekitar 2.700 pengunjung (Buyers) potensial telah mendatangi stand peserta Indonesia. Para pengunjung tersebut berasal dari UAE, Arab Saudi, Qatar, Bahrain, Kuwait, Jordania, Irak, Iran, Palestina, Lebanon, Mesir, Aljazair, Maroko, Libya, Sudan,  Kenya, Somalia, Yaman, Pakistan, India, China, Thailand, Singapura, Filipina, Rusia, Belgia, Swiss dan Amerika Serikat. Hingga penutupan pameran tercatat nilai transaksi gabungan keduabelas peserta Indonesia mencapai sekitar 3,9 juta dolar AS.

    (Tz.ZG)
(T.H-ZG/C/S. Suryatie/S. Suryatie) 05-03-2014 06:04:51


  

GURUH


GURUH MERAJUT KEMBALI HUBUNGAN INDONESIA DAN SERBIA 

Oleh Zeynita Gibbons

             Mata Guruh Soekarno Putra berkaca-kaca saat melihat tulisan tangan sang ayahanda Presiden Pertama RI Soekarno yang ditujukan kepada Presiden Joseph Broz  Tito saat dirinya berkunjung ke  gedung Arsip Nasional Yugoslavia, di Beograd, Serbia, baru baru ini.

            Kunjungan putra bungsu Soekarno ke Serbia dalam rangka ikut menyemarakkan peringatan 60 tahun hubungan bilateral Indonesia dan Serbia sekaligus menghadiri acara malam Indonesia yang diadakan dalam rangkaian pameran pariwisata Belgrave International Fair of Tourism yang  berlangsung di gedung Sejam, Beograd dari tanggal 27 Februari hingga tanggal 2 Maret lalu.

            Pada acara malam budaya Indonesia yang dihadiri Ibu Negara Serbia,  Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar  memperkenalkan Guruh Soekarno Putra kepada seluruh undangan dan Guruh pun menyampaikan kesan-kesan nya saat Presiden Tito berkunjung ke Indonesia.

             Guruh mengatakan setiap kali Paman Tito, demikian Guruh menyebut Presiden Yugoslavia itu Joseph Broz Tito, datang ke Indonesia untuk melakukan kunjungan kehormatan selalu membawanya cenderamata . Tito tercatat berkunjung ke Indonesia sampai tujuh kali.

              Dikatakannya tiap kali datang, negara  selalu mengadakan acara tukar-menukar cendera mata. "Yang paling berkesan Paman Tito selalu membawakan kami oleh-oleh, saat itu saya masih berusia lima tahun," ujar Guruh mengenang.

            Guruh Soekarno yang menjadi saksi sejarah hubungan ayahandanya Soekarno dengan Presiden Tito, itu mengakui banyak kenangan yang berkesan, terutama saat paman Tito, demikian Guruh menyebut Presiden Tito yang selalu membawa oleh-oleh berupa buku cerita anak-anak maupun peralatan kemping serta koleksi lengkap perangko Yugoslavia.

             "Persahabatan antara ayah saya dengan presiden Tito terjalin sangat akrab," ujar Guruh yang saat pertama Presiden Tito ke Indonesia , Guruh masih berusia lima tahun dan pada saat ia semakin dewasa Guruh pun memahami hubungan kedua pemimpin negara itu.

             Tidak lah berlebihan apabila dalam memperingati 60 tahun hubungan Indonesia dengan Serbia yang saat itu masih bernama Yugoslavia, kehadiran Guruh Soekarnoputra memberikan makna tersendiri, ujar Wamen Paremkraf Dr Sapta Nirwandar.

             Hal yang sama juga disampaikan Dutabesar RI di Beograd, Semuel Samson mengatakan  tidak perlu dipungkiri hubungan Indonesia dan Serbia yang dulu bernama Yugoslavia itu  dulu sangat akrab bagaikan saudara. Perang telah meghancurkan negara Yugoslavia yang kini berganti nama menjadi Serbia.

             Kehadiran Guruh Soekarno Putra di Serbia akan dapat merajut kembali hubungan yang sangat akrab diantara pemimpin kedua negara , terutama di kalangan generasi muda yang mungkin sudah banyak yang lupa dan meninggalkan Tito.

              Guruh yang juga anggota DPR dari Fraksi PDI-P selama di Serbia menjadi perhatian dari berbagai kalangan dan ingin mempersembahkan sesuatu untuk kembali membangkitkan semangat Gerakan Non Blok yang dicetuskan oleh ayahandanya dengan Presiden Tito.

    
                                                             Foto Soekarno
        Selama di Serbia, Guruh  bersama rekan-rekannya di GSP  berkunjung ke gedung  Arsip Nasional Yugoslavia di Serbia, dan disambut Direktur  Arsip Yugoslavia di Serbia Miladin Milosevic.

             Miladin Milosevic menyerahkan sebanyak  10 lembar photo Soekarno termasuk saat Guruh Soekarno Putra masih berusia lima tahun dan berfoto bersama keluarga dengan Presiden Tito. Selain itu Miladin Milosevic juga menyerahkan sebanyak  20 dokumen yang ditulis dengan tangan pada saat  Soekarno menyurati Presiden Tito .

             Direktur  Arsip Yugoslavia di Serbia Miladin Milosevic saat  berkunjung ke Paviliun Indonesia dalam pameran pariwisata ITF ke 36 kepada Antara London, mengatakan dokumen yang diserahkan kepada Guruh berisi surat-surat yang menyangkut hubungan bilateral kedua negara dan juga mengenai gerakan non blok.

            Setidaknya terdapat  sembilan ribu foto  dan tiga ribu  dokumen. Surat-surat dan cendera mata patung kayu God Shiva on The Garuda yang pernah diberikan Soekarno untuk Tito pada 1956 dipamerkan di gedung Arsip Nasional Yugoslavia di Serbia  tahun lalu.

            Miladin Milosevic mengatakan Guruh sangat terkesan dan terharu saat menerima dokumen beserta photo ayahanda Soekarno bersama Presiden Tito.

              Salah satu photo yang Guruh terima adalah foto Presiden Tito mengusap kepala Guruh kecil, yang membuat mata Guruh berkaca kaca, apalagi Guruh pun sempat berjumpa dengan  cucu Tito, Zlaticka Broz.

            Dalam kunjungan ke Serbia, Guruh juga penyempatkan nyekar ke makam Tito di komplek    House of Flower,  yang juga menjadi tempat Jovanka Broz., Istri Presiden Tito yang meninggal dunia tahun lalu dimakamkan disebelah makam Tito.

              Kunjungan Guruh ke Sebia adalah kali kedua, sebelumnya Guruh pernah ke Beograd sekitar tahun 90 an sebelum pecahnya perang antar etnis di Yugoslavia .

             Saat mengikuti tur menyusuri Sungai Danube, bersama rombongan dari Musi Banyuasin yang dipimpin sang Bupati yang ingin mengembangkan wisata sungai dan ingin belajar dari Serbia mengenai keberhasilannya dalam pengembangan wisata sungai kepada Antara London,  Guruh Soekarno Putra banyak bercerita.

            Tidak saja hubungan sang ayahanda dengan Paman Tito, tetapi juga keprihatinannya kepada nasib Jovanka Broz., Istri Presiden Tito yang hidup dalam keprihatinan seperti sang ayah nya Bung Karno.

             "Ibu Jovanka Broz., sampai nggak bisa membayar penghangat kala musim dingin," ujar Guruh dan juga menyebutkan saat terakhir hidup sang ayah  yang diasingkan dari keluarga dan hidup dalam keprihatinan .

            Guruh dengan semangat bercerita bagaimana sejarah bangsa diputar balik kan dan juga kurangnya penghargaan negara kepada sang Proklamator bangsa, yang merupakan ayahandanya .

             Ia juga menyebutkan harapannya untuk mewujudkan amanat Soekarno agar menempatkan koleksi miliknya dalam sebuah museum dan juga keinginan keluarga untuk bisa  mendirikan museum khusus untuk menampung peninggalan dan karya karya Bung Karno serta seluruh atribut nya yang kini telah tercerai berai entah kemana.

             Guruh mengatakan  Presiden Tito pun mempunyai museum , tempat   menyimpan sekaligus memajang berbagai  koleksi Tito, baik perupa pemberian atau hadiah dari sahabat-sahabatnya, termasuk angklung pemberian Presiden Soekarno serta  Patung kayu God Shiva on The Garuda.

             Pemerintah pernah ingin menyerahkan gedung Pemuda untuk diadakan museum Bung Karno, dan sangat ideal karena dekat dengan hasil Karya nya berupa Gelora Senayan yang kini sudah diubah menjadi Gelora Bung Karno.

            Menurut Guruh banyak memorabilia Soekarno hilang, entah ke mana rimbanya dan yang  disayangkannya  bintang serta berbagai  penghargaan dari seluruh dunia sudah tercerai-berai. Hanya  ada beberapa di keluarga.

           Guruh juga bercerita mengenai film Soekarno yang disutradarai Hanung Bramantyo yang jauh dari kebenaran dan bagaimana Soekarno digambarkan secara salah dan juga Ibu Fatmawati yang berkesan merebut suami orang."Ibu ku bukan seperti itu, " ujar putra bungsu Soekarno dengan Fatmawati
       Diakui nya film Soekarno , hampir seluruh yang digambarkan dalam film tersebut tidak benar, bagaikan satu pepatah, Soekarno kill Soekarno , justru yang membunuh Soekarno adalah justu para pengikut Soekarno.  
       "Kalau saya banyak uang saya akan membuat film Soekarno yang sesungguhnya," dan itu dibutuhkan dana satu triliun, bukan dengan anggaran terbatas, karena film nya akan abadi. Seperti layaknya film G30S PKI yang dulu selalu diputar di setiap bulan September.

             Dalam suasana santai dan hembusan angin dimusim semi , Guruh juga bercerita mengenai Soekarno dan juga faham yang dibawanya serta pemimpin  yang layak memimpin bangsa seperti  Jakowi yang digadang gadang akan menjadi Capres untuk 2014  mendatang.

            Dan juga harapannya untuk bangsa dan negara Indonesia karena dalam pidato terakhir Bung Karno yang disebut dengan Jas Merah, menyebutkan agar bangsa Indonesia tidak sekali kali meninggalkan secara. Soekarno sudah tahu cara-cara imperialis yang ingin menjatuhkan nya.

             Secara implisit Guruh, mengakui keberhasilan Jokowi dalam menata Jakarta, namun untuk menjadi Presiden RI mendatang, Guruh masih menyangsikan  apa kader dari PDI P itu mampu menjadi pemimpin bangsa, layaknya sang ayahanda.

            Namun usaha nya untuk merajut kembali hubungan Indonesia dan Serbia masih banyak yang perlu dilakukan, Guruh berencana ingin mengadakan pagelaran besar-besaran di Beograd yang tercetus dalam suasana santai.

           Guruh pun bertanya kepada Dubes Semuel Samson , apakah ada gedung pertunjukan yang dapat menampung undangan cukup banyak. Mereka pun berkunjung ke gedung pertunjukan di tengah malam. Herannya ketika tahu yang datang Dubes dan putra bungsu Soekarno, sang petugas pum membuka kan pintu.

            Hal ini mengambarkan nama Indonesia dan juga Soekarno yang direpresentasikan oleh  Guruh Soekarno Putra menjadi modal bagi bangsa untuk bisa memanfaatkan keberadaan Serbia di wilayah Eropa Timur bagi kepemtingan kedua negara, demikian Dubes Semuel Samson.

    ***3***
(ZG)
(T.H-ZG/B/Z. Meirina/Z. Meirina) 04-03-2014 20:02:28

LONDON


DUBES TINJAU PERUSAHAANN AIRBUS PESANAN GARUDA

          London, 3/3 (Antara) -  Dubes RI untuk Kerajaan Inggris Raya dan Republik Irlandia  Teuku Mohammad Hamzah Thayeb dalam kunjungannya ke Kota Chester, Broughton, Deeside, Wrexham di wilayah North Wales melakukan tur di perusahaan Airbus dan  perakitan sayap pesawat yang dipesan Garuda Indonesia.

         Dubes juga meliat  pasokan kompenen-komponen sayap yang diproduksi oleh PT Dirgantara Indonesia di Bandung termasuk untuk pesawat A380, demikian sekretaris satu KBRI London Hastin Aristya Bakti kepada Antara London, Senin.

         Dikatakannya pihak Airbus menyebutkan Airbus menerima pasokan kompenen-komponen sayap yang diproduksi oleh PT Dirgantara Indonesia di Bandung termasuk untuk pesawat A380.

         Dalam kunjungan nya  Dubes  Hamzah Thayeb dan delegasi KBRI London bertemu West Cheshire and North Wales Chamber of Commerce, pihak Airbus, dan perusahaan Toyota untuk mendengar langsung aspirasi kalangan bisnis di North Wales .Selain itu  Dubes mengadakan pertemuan dengan  Secretary of State for Wales, David Jones MP 
    Menurut David Jones yang pada bulan November tahun lalu mengunjungi Indonesia,  salah satu emerging markets, Indonesia mempunyai banyak peluang dan kalau perusahaan di wilayah North Wales ingin sukses, perusahaan-perusahaan tersebut harus terus tumbuh dan dapat menembus pasar  termasuk Indonesia.

         Sementara Dubes RI pada saat pertemuan dengan West Cheshire and North Wales Chamber of Commerce menyebutkan  dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup stabil, perusahaan di wilayah North Wales dapat ikut berinvestasi di Indonesia di berbagai sektor termasuk infrastruktur yang dikedepankan  Perintah RI melalui Master Plan Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia.

         Colin Brew, Executive Director of the West Cheshire and North Wales Chamber of Commerce menyambut baik kunjungan Dubes karena kalangan bisnis dapat mendengar langsung mengenai perkembangan ekonomi di Indonesia dan mempunyai kesempatan untuk membangun link bisnis di masa mendatang mengingat di wilayah North Wales banyak terdapat perusahaan manufaktur.

         Pertemuan dengan pihak Kamar Dagang itu dihadiri oleh sekitar 18 wakil dan pimpinan berbagai perusahaan di wilayah North Wales yang merupakan bagian dari Wales yang berpenduduk sekitar 640 ribu orang dan mempunyai sejumlah kawasan industri.

         Pada saat mengunjungi perusahaan Toyota, Dubes juga diundang Richard Kenworthy, Plant Director untuk melihat secara langsung produksi mesin mobil yang berlokasi di kota Deeside.

         Mengakhiri kunjungan di wilayah North Wales, David Jones MP mengundang Dubes RI untuk mengunjungi Chirk Castle di kota Wrexham yang saat ini merupakan salah satu obyek wisata favorit di wilayah North Wales.

         Dubes  Hamzah Thayeb memanfaatkan kesempatan kunjungan ke wilayah North Wales untuk bertemu dengan masyarakat Indonesia yang bermukim di kota Chester dan sekitarnya.***2*** 
(ZG)

(T.H-ZG/B/M. Yusuf/M. Yusuf) 03-03-2014 13:51:29

SERBIA


BOROBUDUR DAN TANAH LOT DI KOTA BEOGRAD

     Oleh Zeynita Gibbons

    Beograd, 2/3 (Antara) - Gambar Candi Borobudur dan orang utan serta berbagai objek wisata seperti Tanah Lot, air terjun Sipiso-piso di Sumatera Utara dan Toraja, Pantai Pink di Nusa Tenggara Timur terpampang di berbagai jalan di Kota Beograd, Serbia.

         "Indonesia melancarkan promosi media luar ruang dengan menempatkan beberapa papan iklan berbagai objek  wisata," kata Kepala Subdit Komunikasi Media Luar Ruang, Ditjen Pemasaran Pariwisata Paremkraf Jordi Paliama kepada Antara London, Minggu.

         Dia mengatakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menempatkan 13 papan iklan berukuran 4 x 3 meter di beberapa titik strategis sepanjang jalan Kota Beograd dalam mendukung rangkaian pameran pariwisata atau Internasional Fair of Tourism (IFT) ke-36.

         Menurut  Jordi Paliama, promosi media luar ruang sangat efektif sebagai sarana promosi dibanding media elektronik yang membutuhkan  biaya lebih besar dan hanya dalam hitungan detik.

         Papan iklan itu juga mengambarkan promosi objek wisata Raja Ampat, tari topeng, komodo, rumah Toraja, objek Gunung Lake, Pemuteran dan lainnya.

         Dikatakannya promosi media luar ruang  yang pertama di Eropa dengan jumlah papan iklan terbanyak dan dalam kurun waktu lebih lama serta biaya murah dan dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas.

         Hal ini dikatakannya tidak lepas dari dukungan KBRI Serbia, terutama Dubes Semuel Samson yang kreatif dalam mengalang kerja sama berbagai pihak, termasuk pariwisata.

         Dubes Semuel Samson mengatakan bahwa promosi media luar ruang di Kota Beograd tidak lepas dari peran Indonesia sebagai mitra penyelengaraan ITF ke-36 dan sekaligus menandai peringatan 60 hubungan bilateral Indonesia dengan Serbia.

         Jordi Paliama juga berharap dengan dipasangnya papan iklan itu akan membangkitkan rasa keingintahuan generasi muda Serbia kepada Indonesia yang di zaman Presiden Tito cukup akrab.

         Diharapkan juga promosi media luar ruang akan dapat terus berlanjut untuk dapat merajut kembali hubungan yang dulunya sangat harmonis diantara kedua pemimpin negara dan menambah pengetahuan generasi mudah terhadap pemahaman sejarah Gerakan Non Blok yang diprakasai oleh Presiden Tito dan Presiden Soekarno.

    ***2***
(T.H-ZG/B/M.M. Astro/M.M. Astro) 02-03-2014 06:16:27