Selasa, 21 April 2015

KARTINI

HARI KARTINI DIPERINGATI MERIAH DI LONDON

     Oleh Zeynita Gibbons
   London, 21/4 (Antara) - Lebih dari 60 anggota Indonesia Network Development UK (INDUK) yang terdiri dari pekerja domestik di Kerajaan Inggris Raya memperingati Hari Kartini  dengan meriah di London, akhir pekan.

        Wakil Dutabesar RI untuk Kerajaan Inggris Raya dan Republik Irlandia/DCM KBRI London Anita Lidya Luhulima ikut menghadiri peringatan tersebut beserta pejabat konsulat KBRI London serta pengurus Dharma Wanita Persatuan KBRI London, Ketua Diaspora Indonesia, Cathy Paat dan pengurus Perkumpulan Pernikahan campur.

        Dalam sambutannya Anita Lidya Luhulima menyampaikan penghargaannya  dengan digelarnya perayaan Hari Kartini oleh anggota INDUK, suatu wadah perempuan Indonesia yang bekerja di sektor informal di London dan sekitarnya.

        Dikatakannya Kartini-Kartini abad 21 adalah anggota INDUK, Kartini abad 21 adalah juga perempuan yang bekerja di luar negeri termasuk para diplomat perempuan yang bekerja di KBRI yang merupakan bagian dari sekitar 1.000 diplomat perempuan di Kementerian Luar Negeri yang saat ini dinakhodai menlu perempuan pertama di Indonesia.

        Perayaan tersebut dimeriahkan dengan tarian Badinding yang dibawakan Siti Kurniasari, Annie, Widha Finistri dan Tutik Kasmin.

        Sedangkan para pekerja sektor domestik yang menghadiri perayaan di Gedung KBRI London di Governor Square itu mengenakan busana nasional yakni kebaya lengkap dengan sanggulnya.

        Berbagai kegiatan dilaksanakan dalam peringatan tersebut diantaranya lomba puisi Kartini, lomba menghias buah, busana kebaya terbaik serta joget balon.

        Anita Luhulima mengatakan jumlah pekerja migran Indonesia merupakan bagian dari 232 juta pekerja migran di seluruh dunia yang bekerja mencari nafkah di luar negeri yang menurut catatan Internasional Labor Organization (ILO) 50 persen diantaranya adalah perempuan.

        "Para wanita bekerja ini memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi dan pembangunan Indonesia yang lebih baik," ujarnya.

        Semakin banyaknya wanita bekerja juga disebutnya sebagai hasil dari perjuangan para tokoh perempuan Indonesia dalam menyeimbangan peran laki laki dan perempuan dalam membangun Indonesia, salah satunya Kartini.

        Perjuangan Kartini ditegaskannya membuat perempuan Indonesia memiliki kesempatan yang sama baik dalam pendidikan, bekerja, menduduki organisasi lainnya.

        Melalui perjuangan Kartini, Anita mengatakan anggota INDUK dapat bekerja di luar negeri, mencari nafkah dan memberikan kehidupan yang lebik baik untuk keluarga.

        "Apa yang dilakukan disini, bukan tanpa pengorbanan. Rekan-rekan INDUK harus meninggalkan 'comfort zone' (zona nyaman). Meninggalkan rumah tempat tinggal beserta keluarga, meninggalkan anak dan istri. Hal ini didorong untuk berjuang dan berupaya merubah nasib," ujarnya.

        Sementara itu Pembina INDUK Siti Wahida mengakui INDUK dibentuk awalnya dari silaturahmi kelompok pelatihan Bahasa Inggris yang diikuti para pekerja domestik seperti nanny, pekerja domestik, pengurus orang tua  pada tahun 2010, mengingat pengetahuan bahasa Inggris merupakan keharusan bagi yang menetap di Inggris.

        Dalam perkembangannya, selain pelatihan Bahasa Inggris, juga dikembangkan pelatihan keterampilan lain seperti kesenian, kegiatan keagamaan dan kegiatan lainnya.

        Minister Counsellor KBRI London  Eka A. Suripto  mengatakan bahwa KBRI London memfasilitasi semua kegiatan kemasyarakatan di Inggris termasuk para pekerja domestik di Inggris.

        "Apabila ada yang berminat untuk menambah pengetahuan KBRI London dapat membantu anggota INDUK yang ingin belajar  seperti Kejar Paket A atau B dan bahkan yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi," ujarnya.

        Perayaan Hari Kartini yang diadakan pekerja domestik di Inggris itu juga diisi dengan lomba puisi yang dimenangkan oleh Rohayatun yang sudah 12 tahun bekerja di London dan Suntari yang puisinya berbunyi: "Kartini, percaya katamu, tanah tumpah darah dan keluarga. Kami seperti mu berjuang karena kami percaya adanya perubahan. Kartini sebuah nama yang tak lekang oleh zaman. Sebuah nama yang akan selalu menjadi inspirasi".

    ***4***
(ZG)
(T.H-ZG/B/A. Novarina/A. Novarina) 21-04-2015 09:46:16

BULGARIA

MAHASISWA BULGARIA BELAJAR TARIAN INDONESIA
     Oleh Zeynita Gibbons  

     London, 21/4 (Antara) - Mahasiswa dan pelajar Bulgaria menyatakan tertarik untuk mempelajari tari Indonesia setelah menghadiri lokakarya dengan menampilkan dosen tari dari Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta Dwi Rahmani di Universitas Sofia.

          Lokakarya (workshop)  yang diselenggarakan KBRI Sofia kerja sama dengan Universitas Sofia dihadiri  65 orang yang kebanyakan mahasiswa dan pelajar, kata Sekretaris Kedua Pensosbud KBRI Sofia, Dina Mardiana kepada Antara London, Senin (20/4).

          Acara tersebut dibuka dengan menampilkan  tari indang badinding yang dibawakan tujuh penari terdiri atas empat  staf/keluarga staf KBRI, dua mahasiswa kelas Bahasa dan Budaya Indonesia Universitas Sofia, serta Dwi Rahmani, S.Kar, M.Sn.

          Tarian kedua, tari rebana, tari kreasi baru yang disusun Dwi dengan penata musik Dr. Bambang Sunarto (PR III ISI Surakarta), dibawakan Polina Cherneva, anggota senior Grup Tari KBRI Sofia "Pesona Mawar Nusantara" yang telah menjadi anggota tim tari KBRI selama lima tahun itu merupakan alumnus BSBI tahun 2013.

          Sementara itu, tarian ketiga dibawakan secara solo oleh Dwi Rahmani adalah tari golek tirtokencono. Tarian-tarian tersebut merupakan hasil dari kelas tari yang diadakan KBRI sejak kedatangan Dwi pada tanggal 10 Maret 2015.

          Di awal "workshop" Dwi Rahmani menjelaskan gerakan dasar tari jawa tradisi yang berasal dari Keraton Surakarta dan Yogyakarta berikut perbedaannya kepada hadirin yang kemudian dilanjutkan dengan mengundang peserta lokakarya ke atas panggung.

          Meskipun gerakan tari jawa tradisi dirasakan sangat sulit, sekitar 20 penonton bergabung di atas panggung menikmatinya dan mengikuti arahan yang diberikan Dwi.

           Selain tari tradisional jawa, peserta lokakarya diajarkan menari Indang yang  gerakannya lebih mudah dengan musik  yang dinamis.

          Pada sesi ini tidak hanya peserta "workshop" yang mencoba menarikan tari indang, tetapi para penonton dari bangkunya masing-masing juga mencoba mengikuti gerakan tari indang yang dicontohkan Ibu Dwi.   "Workshop" berlangsung selama hampir satu setengah jam diakhiri dengan tarian penutup "bajidor kahot" oleh Polina Cherneva.

          Sejumlah penonton menyatakan sangat kagum dengan tarian Indonesia yang beraneka ragam. Menurut Krasimira Todorova, penonton dari Direktorat Internasional dan Kerja Sama Eropa Kementerian Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Bulgaria, tanpa perlu dijelaskan dengan kata-kata, tarian Indonesia ditampilkan mencerminkan karakteristik dan mempunyai ciri khas masing-masing.

          "Pengaruh berbagai budaya dalam tarian menambah keindahan tarian tersebut," katanya.

          Hadir pada "workshop", antara lain Wakil Dekan Fakultas Classical and Modern Philology Universitas Sofia Dr. Galina Sokolova, mahasiswa dan alumni Universitas Sofia, beberapa pelajar SMP, masyarakat umum pencinta seni, serta wakil dari chopstick radio (radio mahasiswa Fakultas Jurnalistik Universitas Sofia).
     Sejumlah pelajar SMP yang hadir mengatakan bahwa mereka sengaja datang pada acara tersebut karena sangat menyukai budaya Asia.  Menurut mereka, tarian yang ditampilkan sangat mengesankan dan menanyakan kemungkinan mereka untuk dapat mempelajari tarian-tarian tersebut, khususnya tari indang.

          Para penonton menyampaikan kepuasannya dengan pertunjukan dan "workshop" yang disajikan. Sebagian penonton lainnya juga menyampaikan keinginan untuk berlatih tari dan minatnya untuk bekerja sama mengadakan "workshop".

          Beberapa hari sebelumnya, Dwi Rahmani mengadakan "workshop" di National Academy of Theater and Film Arst Sofia (NATFIS) yang mendapat sambutan positif  mahasiswa.

          Sejumlah mahasiswa NATFIS peserta "workshop" menyatakan menyukai tarian Jawa yang lemah lembut dan tari sumatra yang dinamis.

          Seperti halnya di Universitas Sofia, permintaan mempelajari tari tradisional Indonesia berdatangan dari mahasiswa NATFIS. Kehadiran Dwi Rahmani di Bulgaria atas kerja sama KBRI Sofia dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI yang menugasi Dwi selama sekitar 2,5 bulan.
     Kehadiran dosen ISI Solo tersebut dimanfaatkan KBRI Sofia untuk melatih tari di KBRI dan untuk promosi budaya dan pariwisata Indonesia di kota Sofia dan Veliko Turnovo. Dalam waktu dekat, dosen ISI Solo akan mendukung KBRI Sofia pada kegiatan promosi budaya dan pariwisata Indonesia di kota Troyan dan Targoviste.

    ***4***
D.Dj. Kliwantoro
(T.H-ZG/C/D. Kliwantoro/D. Kliwantoro) 21-04-2015 00:59:34

BOOK FAIR

PENULIS INDONESIA BERBAGI PENGALAMAN DI LONDON

     Oleh Zeynita Gibbons
    London, 19/4 (Antara) - Penulis Indonesia berbagi pengalaman dengan pecinta buku dalam ajang pameran bergengsi London Book Fair 2015 yang digelar di gedung Olympia, London pada 14-16 April 2015.

         Penulis Indonesia, Agustinus Wibowo kepada Antara di London, Minggu mengatakan, berbagi pengalaman bersama Elizabeth Pisani, penulis buku "Indonesia Exploring the Improbable Nation" di London Book Fair merupakan pengalaman berkesan dalam hidupnya.

         "Tampil dalam London Book Fair merupakan salah satu percakapan terbaik yang pernah saya tampilkan di 'talkshow'," ujar "travel writer" berusia 34 tahun yang merupakan penulis buku "bestseller" "Selimut Debu, Garis Batas dan Titik Nol".

         Indonesia untuk pertama kalinya tampil dalam London Book Fair yang didukung Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) dengan menghadirkan lebih dari 15 penerbit Indonesia dalam pameran selama tiga hari ini.

         Stan Indonesia selain memperagakan sekitar 200 judul buku juga mengelar "talkshow" yang menampilkan diskusi buku "Lelaki Harimau" karya Eka Kurniawan yang baru diterjemahkan dan diterbitkan dalam bahasa Inggris dengan judul "Man Tiger".

         Selain itu, peluncuran buku "Sophis TEAcation - An Anthology of Porcelain Teacups Collecting", acara bincang-bincang tentang buku digital/animasi serta kisah perjalanan Indonesia dan ketika orang Indonesia melihat dunia lewat mata mereka seperti yang disampaikan  Elizabeth Pisani dan Agustinus Wibowo yang menarik perhatian pengunjung London Book Fair.

         "Bincang-bincang yang menarik, peserta tampak antusias dengan topik identitas yang kami sampaikan," ujar pria kelahiran Lumajang, Jawa Timur, putra pertama pasangan Chandra Wibowo dan Widyawati.

         "Talkshow" berlangsung menarik dengan banyaknya pertanyaan dari para pecinta buku di London mengenai pengalaman kedua penulis kisah perjalanan yang bertemakan "Indonesian travel writing- when Indonesian see the world through their eyes" dan dipandu Sari Meutia, CEO Mizan Media Utama.

         Agustinus Wibowo, lulus dari SMU 2 Lumajang dan melanjutkan kuliah di Jurusan Informatika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya itu mengakui bahwa baru pertama kali mengikuti diskusi yang digelar di luar negeri yang membahas buku kisah perjalanannya di wilayah perang Afganistan.

         Agus, begitu Agustinus Wibowo biasa disapa, hampir tiga tahun melakukan perjalanan tanpa jeda melalu jalur darat melintasi Asia Selatan dan Tengah yang melakukan 'misi pribadinya' keliling Asia, bagian dari cita-citanya keliling dunia.

         Perjalanannya dimulai dari Stasiun Kereta Api Beijing, China pada tanggal 31 Juli 2005.

         Dari Negeri Tirai Bambu itu ia naik ke atap dunia Tibet, menyeberang ke Nepal, turun ke India, kemudian menembus ke barat, masuk ke Pakistan, Afghanistan, Iran, berputar lagi ke Asia Tengah, diawali Tajikistan, kemudian Kyrgyzstan, Kazakhstan, hingga Uzbekistan, dan Turkmenistan.

         Ribuan kilometer yang dilaluinya ia tempuh dengan berbaga macam alat transportasi seperti kereta api, bus, truk, hingga kuda, keledai dan tak ketinggalan jalan kaki.

         Agus adalah seorang petualang, pengembara, musafir, seorang "backpaker" sejati.

         Bagi banyak orang, aktivitas "travelling" murah sebagai seorang "bakckpaker" adalah hobi.

         Bagi Agus menjadi "backpaker" adalah hidupnya, napasnya setiap hari.

         Kini Agus yang menetap antara Beijing dan Jakarta tengah diminta melakukan penerjemahan buku tentang Presiden Jakowi yang ditulis penulis China yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.

         "Saya diminta menerjemahkan buku untuk bisa dibaca oleh Presiden Jakowi," ujar Agus yang mengakui bayarannya cukup besar yang tentunya akan digunakan untuk melanjutkan perjalanannya.

         "Hidup ini adalah sebuah perjalanan. Kita tidak tahu kapan perjalanan hidup kita akan selesai. Begitu pula saya tidak tahu kapan petualangan saya ini akan berakhir. Yang saya tahu, saya masih ingin terus melanjutkan petualangan saya. Masih ada banyak tempat yang ingin saya kunjungi," demikian Agustinus Wibowo.

         Sementara itu, ketua delegasi Indonesia ke London Book Fair Dr Ing Ir Agus Maryono mengakui keikutsertaan Indonesia dalam London Book Fair merupakan bagian dari persiapan Indonesia sebagai tamu kehormatan di Frankfurt Book Fair pada Oktober 2015.

         Dikatakannya, keikutsertaan Indonesia di London yang menjadi kiblat buku dunia merupakan bagian dari diplomasi intelektual di Indonesia diharapkan buah pikiran orang Indonesia dapat diakses pembaca di luar negeri khususnya di Inggris.

         London Book Fair disebut sebagai 'olimpiadenya' industri buku internasional karena mampu menghadirkan 25 ribu pelaku industri dari 124 negara.

         London Book Fair 2015 yang bertema 'Making World Go Further'  diadakan di Olympia di kawasan Barat London selama tiga hari dari tanggal 14 hingga 16 April lalu.

         Ketua Ikatan Penerbit  Indonesia (IKAPI) Lucya Andam Dewi mengatakan penting Indonesia khususnya bagi penerbit berpartisipasi di Pameran Buku London yang merupakan pameran terbesar kedua di dunia.

         "Kami ingin menampilkan kekayaan literatur Indonesia," ujar Pimpinan PT Bumi Aksara.

         Diharapkannya, Indonesia bisa ikut dalam London Book Fair di masa datang dan lebih banyak lagi penerbit yang bisa ikut serta juga makin banyak kerjasama dan "literacy" buku Indonesia dengan penerbit asing. ***4*** (T.ZG)
(T.H-ZG/B/K. Dewanto/K. Dewanto) 19-04-2015 06:33:04

ANGLO

ANGLO INDONESIA-PPI GELAR DISKUSI PENGEMBANGAN KARIR

     Oleh Zeynita Gibbons
   London, 19/4 (Antara) - Wakil Dutabesar RI untuk Kerajaan Inggris Raya dan Republik Irlandia/DCM KBRI London Anita Luhulima menghargai kolaborasi Anglo Indonesia Society dan PPI London yang mengelar acara diskusi "Working in the City" yang diadakan di KBRI London pada akhir pekan.

        "Kolaborasi ini mencerminkan suatu perhatian yang mendalam dan dukungan bagi pengembangan masa depan mahasiswa Indonesia dan profesional muda dari berbagai perusahaan di Inggris," ujar Anita dalam pernyataannya kepada Antara London,Minggu.

         Sebanyak 50 pelajar dan profesional muda dari Indonesia dan Inggris mengikuti panel diskusi yang bertujuan untuk memberikan wawasan kepada pelajar Indonesia yang ingin meniti karir di Inggris itu, demikian menurut Student Liaison Officer Anglo-Indonesian Society Steven Marcelino.

        Acara itu memberikan kesempatan kepada para mahasiswa Indonesia yang menuntut ilmu di Inggris untuk menimba ilmu dari profesional muda di London dan strategi dalam memenangkan kompetisi untuk berkarir di perusahaan top di Inggris.

        Anita mengutip Henry Ford yang menyebutkan bahwa "Berkumpul bersama adalah sebuah permulaan, tetap bersama adalah sebuah perkembangan dan bekerja bersama adalah kesuksesan" dan menyebutkan acara yang digelar Anglo Indonesia Society dan PPI London itu merupakan langkah awal dan diharapkannya dengan terus menggalang kebersamaan akan mencapai kesuksesan bersama.

        "Pada akhirnya  suatu hari akan terbangun kerja sama tim yang kuat dalam mencapai kesuksesan. Harus diingat bahwa hari ini,  mahasiswa dan profesional muda adalah pemimpin masa depan dan menjadi kapten industri," ujarnya.

         Ketua  The Anglo-Indonesian Society, Dubes Charles Humprey mengatakan acara tersebut adalah untuk ketiga kalinya mengadakan acara bersama para pelajar yang menuntut ilmu dan profesional muda Indonesia yang berkarir di Inggris Perhimpunan Indonesia-Inggris.

        Perhimpunan Indonesia-Inggeris (Anglo-Indonesian Society) didirikan  tahun 1965 merupakan forum budaya, sosial dan non-politik beranggotakan sekitar 350 orang, umumnya orang Inggris, baik mantan diplomat, mereka  yang pernah bertugas di Indonesia, maupun pelajar, akademik yang berminat terhadap Indonesia.

         Anglo-Indonesian juga ingin mengajak para pelajar yang tergabung dalam  PPI London dalam acara diskusi untuk penerimaan musim semi "Spring Reception for students and young professionals," yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa Indonesia untuk menjalin jejaringan dengan profesional  muda di London.

        Sementara itu, Steven Marcelino mengatakan panel diskusi  yang bertemakan "Working in the City" itu bertujuan untuk memberikan beberapa wawasan kepada para pelajar Indonesia yang ingin bekerja di salah satu pusat keuangan dunia dan berbagi kiat kerja lainnya.

        Para pembicara dalam panel diskusi Profesional Muda Indonesia dari Barclays Capital, UBS Investment Bank, M&G (Prudential), Investment Management and CIMB London dan kaum Muda London dari Industri beragam (seperti FMCG dan IT) yang sangat bermanfaat bagi para pelajar Indonesia dalam menjalin jejaringan.(ZG)
(T.H-ZG/C/A. Novarina/A. Novarina) 19-04-2015 11:38:13

BELANDA

MULTIFUNGSI KEBUN RAYA DIBAHAS DI BELANDA
     Oleh Zeynita Gibbons

   London, 18/4 (Antara) - Indonesia memandang penting peran dan keberadaan kebun raya (botanical garden) yang multifungsi, kata  Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) RI Den Haag, Ibnu Wahyutomo.

        Ibnu Wahyutomo mengatakan hal itu dalam pembukaan simposium "Botanic Gardens in a Changing World" yang diselenggarakan  Hortus Botanicus (Kebun Raya) Leiden, Belanda, di Gedung Orangery Hortus Botanicus Leiden, Sabtu, kata Minister Counsellor Pensosbud KBRI Den Haag, Azis Nurwahyudi,
   Ibnu Wahyutomo mengemukakan, kebun raya tidak saja sebagai tempat konservasi tumbuhan dan keanekaragaman hayati dan wisata, namun juga sebagai tempat pemajuan penelitian dan pendidikan, laboratorium tanaman, sustainabiliti lingkungan dan masyarakat serta bagian dari mitigasi dampak perubahan iklim.

        Dikatakannya, Indonesia  memasukkan revitalisasi dan pembangunan kebun raya sebagai salah satu prioritas nasional di bidang lingkungan hidup dan pengelolaan bencana. Pemerintah Indonesia juga  mengeluarkan beberapa legislasi, antara lain, Peraturan Presiden Nomor 93 Tahun 2011 tentang Kebun Raya dan telah mengesahkan "UN Convention on Biological Diversity" melalui UU Nomor 5 Tahun 1994.

        Ibnu selain mengucapkan selamat atas perayaan 425 tahun Hortus Botanicus dan mengharapkan melalui simposium tersebut dapat semakin diperkuat kerja sama internasional dalam mengembangkan kebun raya di berbagai negara.

        "Melalui kerja sama berbagai pihak, kita semua berharap dapat terus mewariskan keanekaragman hayati dan alam yang indah ini untuk generasi masa depan," katanya.

        "Kami juga mengharapkan masyarakat Indonesia dapat melihat tumbuh-tumbuhan khas Belanda seperti tulip, hyacinth, crocus atau narcissusdapat ditanam di kebun raya di Indonesia," katanya.

        Saat ini Hortus Botanicus Leiden   memiliki koleksi tanaman tropis termasuk tanaman Indonesia di bagian "glass garden".

        Dalam  simposium disampaikan pula paparan  Dr Paul JA Kebler, Direktur Hortus Botanicus Leiden dan Dr Paul Smith, Secretary General of Botanic Gardens Conservation International (BGCI).

        Paul Kebler menyampaikan tujuan penyelenggaraan simposium. Selain itu diceritakan pula mengenai sejarah Hortus Botanicus yang didirikan tahun 1590 dengan Carolus Clusius sebagai prefectus (direktur) pertama Hortus Botanicus.

        "Saat ini banyak 'botanical gardens' di berbagai negara menghadapi tantangan di satu sisi, namun di sisi lainnya juga ada  optimisme untuk meningkatkan peran dan fungsinya. Selama dua hari ini, kita akan mencoba mendiskusikan hal-hal itu," katanya.

        Secara khusus, Paul Kebler menyampaikan apresiasi kehadiran delegasi dari Indonesia dan KUAI RI dalam kegiatan tersebut. Dijelaskannya  beberapa kerja sama antara Hortus Botanicus Leiden dan Kebun Raya Bogor Indonesia.

        Simposium ini diselenggarakan dalam rangka perayaan 425 tahun Hortus Botanicus Leiden dan berlangsung dua hari yang pada pembukaan Jumat dihadiri direktur  dan kurator kebun raya dari beberapa negara, ahli biologi dan tumbuhan, kelompok riset, akademisi, mahasiswa dan lainnya.

        Para peserta berasal dari Indonesia, Belanda, Amerika Serikat, Italia, Turki, Inggris, Austria, Jerman dan Belgia. Hadir mewakili Indonesia Direktur Kebun Raya Bogor Dr Didik Widyatmoko.

        Paul Kebler secara simbolis menyerahkan buku "425 Tahun Hortus Botanicus Leiden" kepada KUAI RI dan para narasumber simposium. Buku tersebut dicetak dalam tiga bahasa, yaitu Belanda, Inggris dan Bahasa Indonesia.  ***4*** (ZG)

D0190415000479  19-APR-15  KSR  JKT

UNI EROPA

UNI EROPA DIHARAPKAN TINGKATKAN INVESTASI DI INDONESIA

     oleh Zeynita Gibbons

   London, 18/4 (Antara) -  Pelaku bisnis di Uni Eropa (UE) diharapkan meningkatkan investasi di Indonesia khususnya di sektor manufaktur dalam jangka panjang karena Indonesia akan menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar dunia di masa yang akan datang.

        Demikian disampaikan para pembicara dari UE dan Indonesia saat "Conference of Indonesia" yang diselenggarakan KBRI Brussel bekerjasama dengan sebuah pemikir terkemuka UE di Brussel, Friends of Europe, pada di Brussel, kata Counsellor KBRI Brusel, Riaz JP Saehu kepada Antara London, Sabtu.

        Indonesia juga tengah giat mempercepat peningkatan "competitiveness" untuk dapat bersaing dengan negara-negara tetangga khususnya menjelang dimulainya "ASEAN Economic Community" pada akhir tahun 2015 ini.

        Konferensi bertajuk "Indonesia Update: What's Really Happening in Jokowi's Indonesia and Why It Matters"  menghadirkan pembicara, yaitu Felia Salim, pengamat ekonomi yang pernah menjabat sebagai Wakil Presiden Direktur BNI (2008-2014),
   Selain itu juga tampil sebagai pembicara Direktur Eksekutif The Habibie Center Rahimah Abdulrahim,  Managing Director for Asia and the Pacific, European External Action Service (EEAS) Komisi Eropa Ugo Astuto dan Marc Deschamps, Director of Muslim Economic Department  L'Agence Wallonne à l'Exportation et aux investissements étrangers (AWEX), sedangkan Director of Policy Friends of Europe, Shada Islam bertindak selaku moderator.

        Konferensi ini dihadiri ratusan peserta dari kalangan akademisi, peneliti, lembaga pemikir dan institusi Uni Eropa (UE), yaitu Parlemen Eropa dan Komisi Eropa, kalangan korps diplomatik dan media. Kegiatan ini merupakan yang ketiga kalinya diselenggarakan  KBRI  Brussel bekerjasama dengan Friends of Europe sejak tahun 2013.

        Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Brussel, Ignacio Kristanyo Hardojo mengatakan, kerja sama KBRI Brussel dengan Friends of Europe selama tiga tahun berturut-turut dalam upaya  meningkatkan profil Indonesia di Uni Eropa  serta sebagai upaya mendorong hubungan Indonesia dan Uni Eropa ke kemitraan yang lebih strategis.

        Kristanyo Hardojo mengatakan,  konferensi ini sangat tepat diselenggarakan sebulan setelah kunjungan delegasi Parlemen Eropa dipimpin Ketua Delegasi Asia Tenggara di Parlemen Eropa Dr Werner Langen Maret lalu.

        Kunjungan ini menghasilkan catatan yang sangat positif terhadap kemajuan demokrasi dan HAM di Indonesia, peningkatan kerja sama di ranah ekonomi dan investasi.

        Selain itu, keinginan UE untuk belajar mengenai toleransi dan menjadikan Indonesia sebagai rujukan bagi Uni Eropa dalam mencari bentuk multikulturalisme.

        Felia Salim mengatakan, Indonesia saat ini berfokus pada pembangunan infrastruktur untuk menunjang sektor produksi  mengimbangi ketergantungan terhadap impor. Terdapat beberapa hal positif yang dapat dimanfaatkan Indonesia dalam hal ini, termasuk potensi Indonesia menjadi "production hub" dengan pasar terbesar di kawasan Asia Tenggara, yaitu 40 persen dari seluruh kawasan.

        Rahimah Abdulrahim menyampaikan  kunjungan Presiden Jokowi ke Tiongkok merupakan sebuah reafirmasi tehadap komitmen untuk  menyelenggarakan kebijakan luar negeri yang bebas aktif, khususnya ketika kunjungan tersebut dilakukan bersamaan dengan kunjungan ke Jepang.

        Direktur Pengembangan Ekonomi Muslim wilayah Walonia di Belgia, Marc Deschamps  menyarankan pengusaha Indonesia segera menjajaki pasar produk halal di Eropa karena pasar tersebut menurutnya cukup menjanjikan.

        Sementara itu, Ugo Astuto menyatakan bahwa Indonesia akan tetap menjadi mitra penting Uni Eropa.  Hal ini terlihat dari tingginya jumlah kunjungan pejabat tinggi dari kedua pemerintahan.

        Uni Eropa  tertarik  berbagi pengalaman dengan Indonesia terkait dengan pengelolaan maritim Indonesia karena Eropa mempunyai garis pantai yang cukup panjang seperti Indonesia dan memiliki banyak pengalaman dalam pengelolaan sektor perikanan.

        Uni Eropa juga dapat berbagi pengetahuan tentang teknologi maritim yang mungkin dapat dimanfaatkan di Indonesia. UE juga tertarik untuk membuat skema kerja sama di bidang demokrasi karena  melihat Indonesia sebagai negara paling berperan di kawasan ASEAN.  ***3*** (ZG)
(T.H-ZG/C/S. Muryono/S. Muryono) 18-04-2015 23:05:22

ISTAMBUL

PELAJAR INDONESIA PROMOSI KULINER DI ISTANBUL
     Oleh Zeynita Gibbons

   London, 18/4 (Antara) - Para pelajar Indonesia yang tergabung dalam  Perhimpunan Pelajar Indonesia Istanbul di Turki dalam Program Endonezya Yemek Günü (Hari Makanan Indonesia) berupaya mempromosikan kuliner Indonesia di Negeri Seribu Menara ini.

        Promosi kuliner Indonesia disponsori Warung Nusantara yang berada di Merkez Efendi Istanbul yang merupakan satu-satunya rumah makan Indonesia di Turki, demikian JM Vivi Violina, dari Departemen Senbud dan Olahraga PPI Istanbul kepada Antara London, Sabtu.

        Dia mengatakan, acara promosi kuliner Indonesia itu mendapat sambutan tidak saja dari masyarakat Turki, tetapi juga berhasil menarik perhatian wisatawan asing yang berkunjung ke Istanbul yang ingin mencicipi kuliner Indonesia.

        Menurut mahasiswa Marmara University Istanbul itu, sebagai duta bangsa negara Indonesia di luar negeri para pelajar Indonesia berupaya memperkenalan Indonesia di Istanbul Turki.
   Promosi kuliner tersebut, menyusul keberhasilan acara sebelumnya yaitu Endonezya Tantm Günü (Hari Perkenalan Indonesia) di Kocaeli beberapa waktu lalu.

        Promosi kuliner yang dikoordinasikan Departemen Senbud dan Olahraga PPI Istanbul periode 2014--2015 diharapkan dapat menjadi ajang untuk memperkenalkan budaya dan makanan Indonesia ke kancah dunia.

        Berbagai kuliner Indonesia, seperti soto ayam, nasi, dan bakwan disajikan bagi tiga puluh pendaftar pertama, serta sisanya membayar seharga 10 YTL (lira Turki baru).

        Awalnya, panitia cukup was-was berhubung citarasa Indonesia sangat berbeda dengan makanan yang biasa disantap.

        Namun, peserta yang hadir mengaku puas dan suka kepada makanan yang disajikan.

        Acara yang berlangsung selama kurang lebih tiga jam tersebut berjalan lancar dan sukses.

        PPI Istanbul menyampaikan penghargaam kepada pihak Warung Nusantara yang menjadi sponsor utama hingga acara tersebut berjalan dengan sangat baik.

        PPI Istanbul berharap akan lebih banyak lagi peserta yang akan menghadiri acara-acara yang berhubungan dengan budaya Indonesia dengan harapan akan semakin banyak negara yang mengenal Indonesia, demikian JM Vivi Violina.

        Selain mengadakan promosi kuliner, PPI Istanbul membuka wadah untuk mahasiswi dalam berkarya melalui Departemen Keputrian PPI Istanbul, untuk menyatukan pikiran bagi sesuatu yang lebih baik dan kreatif.

        Departemen Keputrian berkerjasama dengan Pengajian Putri Istanbul mengadakan acara piknik bersama mahasiswi Istanbul di Emirgan Park, taman nasional yang menjadi salah satu tempat diadakan Festival Tulip setiap tahun.

        Acara yang digelar kelompok Pengajian Putri Istanbul sebagai khataman pertama selama satu bulan sejak dibentuk grup pengajian, untuk mengajak seluruh mahasiswi bersilaturahmi diawali dengan pembukaan dan makan bersama, setiap orang wajib membawa makanan dilanjutkan dengan bermain games serta bertukar kado.***4***

Budisantoso Budiman
(T.ZG)
(T.H-ZG/B/B. Budiman/B. Budiman) 18-04-2015 04:46:05