Selasa, 06 Oktober 2015

BULGARIA

RI SERAHKAN SURAT PENUNJUKAN KONSUL KOTA VARNA
     Zeynita Gibbons

      London, 6/10 (Antara) -  Dubes RI Sofia, Bunyan Saptomo   menyerahkan Surat Tauliah dari Presiden Joko Widodo kepada Mr. Krasimir Simov, Konsul Kehormatan RI di Kota Varna, Bulgaria.

           Minister Councellor KBRI Sofia, Johannes O S Manginsela kepada Antara London, Selasa menyebutkan sebelumnnya surat Tauliah tersebut telah diserahkan kepada Kementerian Luar Negeri Bulgaria untuk mendapatkan surat pengakuan (exequatur).

           Dubes Bunyan Saptomo antara lain menyampaikan dalam sambutannya agar Konsul Kehormatan Indonesia yang baru dapat mendorong promosi Indonesia dibidang ekonomi, pariwisata dan sosial budaya di wilayah kerjanya  disamping peningkatan upaya perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia di wilayah tersebut.

             Konsul Kehormatan Indonesia yang baru ini memiliki wilayah kerja meliputi wilayah Varna dan Dobrich. Kota Varna Merupakan pusat pariwisata dan perdagangan serta kota pelabuhan (Port Hub) terpenting bagi Bulgaria di laut hitam.

               Pada saat ini Indonesia telah memiliki fasilitas Indonesia Business Showroom  yang dikelola oleh Mr. Simov di kota tersebut. IBS Varna menampilkan produk-produk furniture dan home decor Indonesia, dan masih terbuka kesempatan bagi para pengusaha Indonesia untuk menampilkan produk lainnya di IBS Varna.

              Kota Varna juga menjalin kerjasama kota kembar dengan kota Surabaya. Disamping itu dibidang pendidikan, tiga universitas di kota tersebut telah menjalin kerjasama dengan universitas di Indonesia seperti kerjasama antara Medical University of Varna dengan Universitas Airlangga Surabaya.

             Trend perkembangan perdangangan Indonesia Bulgaria mengalami peningkatan yang cukup positif dengan angka rata-rata kenaikan sebesar 11 persen dalam tiga tahun terakhir.  Sebagai port hub, kota Varna memiliki peran penting dalam perekonomian Bulgaria.

    (ZG) ***2****

(T.H-ZG/C/M. Yusuf/M. Yusuf) 06-10-2015 04:55:02

SYDNEY

INDONESIA TANAH AIR BETA" BERGEMA DI INDOCARE SYDNEY
     Zeynita Gibbons

      London,  6/10 (Antara) - Lagu "Indonesia Tanah Air Beta" bergema  di Townhall, Sydney, ruangan pertemuan baru  tempat berkumpulnya Indocare, wadah bagi warga Indonesia yang berusia 55 tahun ke atas yang ada di negeri Kangguru.

          Indocare mengadakan syukuran menempati ruang pertemuan baru di Erskinville Townhall, Sydney.

          Pensosbud KJRI Sydney Novan Ivanhoe Saleh kepada Antara London, Selasa menyebutkan sebelumnya Indocare menggunakan ruang pertemuan di pusat kota Sydney dan di kawasan Alexandria, Sydney.

           Dikatakannya Pemerintah kota Erskinville menyediakan ruang pertemuan di balaikota bagi berbagai komunitas di wilayahnya termasuk komunitas Indonesia.

           Indocare merupakan wadah warga Indonesia yang berusia 55 tahun ke atas. Sejak berdirinya di tahun 80-an, Indocare aktif mengadakan kegiatan rutin setiap dua kali seminggu seperti pelajaran bahasa Inggris, tari-tarian dan bahkan senam pernapasan tai chi.

          Selain warga Indonesia, tampak pula hadir warga keturunan Malaysia, Hongkong dan warga negara Australia.

           Dalam sambutannya, wakil KJRI Sydney menyampaikan salut dan bangga atas semangat para sesepuh Indonesia ini yang meskipun telah berpuluh tahun menetap di Australia masih menunjukan kecintaannya akan tanah air serta terus menjalin tali silaturahmi dengan sesama warga Indonesia.

            Diharapkannya komunitas Indonesia dapat menjadi model bagi kemajemukan di Australia, termasuk membantu memberikan gambaran yang lebih baik tentang Indonesia.

    (ZG) ***4***
(T.H-ZG/B/M. Yusuf/M. Yusuf) 06-10-2015 04:03:22

QATAR

LEMHANAS LAKUKAN STUDI STRATEGIS KE QATAR
     Oleh Zeynita Gibbons

     London, 5/10 (Antara) - Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia melakukan studi strategis luar negeri (SSLN) ke Qatar yang  merupakan salah satu kegiatan utama dalam Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) Lemhanas.

          Pensosbud KBRI Qatar B. Dharmawan kepada Antara London, Minggu (4/10), mengatakan bahwa SSLN yang berlangsung pada tanggal 29 September sampai dengan 3 Oktober 2015 dipimpin Ketua Delegasi Mayor Jenderal Sunindyo.

          Kegiatan itu, kata dia, dihadiri Gubernur Lemhanas Prof. Dr. Ir. Budi Susilo Soepandji, D.E.A. yang singgah ke Qatar dalam rangkaian kunjungan ke Aljazair dan Qatar.

          Dharmawan menegaskan bahwa SSLN bertujuan memberi kesempatan kepada para peserta PPSA XX untuk mengenal dan melihat secara langsung tentang strategi, pola, dan sistem pembangunan nasional dari negara Qatar, kemudian menjadikannya pembanding terhadap ketahanan nasional Indonesia.

          Melalui program kegiatan SSLN ini, kata dia, para peserta memiliki kesempatan untuk mempelajari, memahami, dan mengkaji hal-hal yang menjadi gambaran kondisi wilayah yang terkait dengan aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan hankam dalam perspektif ketahanan nasional.

          Diharapkan dari hasil studi strategis ini bisa memberikan sumbangsih buah pemikiran yang cemerlang dan konstruktif bagi Lemhannas RI dan Indonesia.

          Ketika berada di Qatar, PPSA XX mengunjungi berbagai kementerian dan institusi strategis di Qatar.

          Selain kunjungan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia, delegasi Lemhanas yang berjumlah 44 orang melakukan pertemuan, antara lain Kepala Polisi Qatar Brigadir Jenderal Saad bin Jassim Mohammed Al Khulaifi, Pangab Qatar Jenderal Ghanim bin Shahen Al Ghanim, dan Group Chief Officer Ooredoo Qatar Khalid Ibrahim Al Mahmoud.

          Selain itu, PPSA dijamu oleh Royal Guard Qatar dan melakukan kunjungan ke kawasan industri perminyakan dan gas Qatar di Ras Lafan.

          Dalam kunjungan ke KBRI Doha, Duta Besar RI Deddy Saiful Hadi menjelaskan tentang situasi poleksosbud dan hankam Qatar dan dilanjutkan dengan tanya jawab.

          Peserta PPSA XX juga melakukan acara silaturahmi dan melakukan dialog interaktif dengan Diaspora Indonesia di Doha.

          Pada pertemuan itu, Kepala Polisi Qatar Brigadir Jenderal Saad bin Jassim Mohammed Al Khulaifi menyambut baik tawaran Lemhanas untuk mengirim peserta Qatar untuk menghadiri kursus singkat Lemhanas.

    ***2***
D.Dj. Kliwantoro
(T.H-ZG/B/D. Kliwantoro/D. Kliwantoro) 05-10-2015 07:18:18

ROMA

RI SEPAKATI PENCANANGAN TARGET KONSUMSI KOPI GLOBAL

 Oleh Zeynita Gibbons

 London, 3/10 (Antara) - Negara-negara pengekspor kopi, termasuk Indonesia, menyepakati pencanangan target peningkatan konsumsi kopi secara global di tengah lesunya perekonomian dunia saat ini akibat menguatnya nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap beberapa mata uang di dunia.

 Langkan negara-negara pengekspor kopi utama dunia--Brasil, Vietnam, Kolombia, dan Indonesia--itu didukung sejumlah negara pengimpor, seperti Jerman, Italia, AS, Jepang, dan Swiss, kata Konselor KBRI Roma Aries Asriadi kepada Antara London, Sabtu.

 Menurut dia, salah satu upaya yang dilakukan Indonesia adalah meminta kepada Organisasi Kopi Dunia (ICO) untuk mendukung program penguatan pasar kopi melalui peningkatan konsumsi kopi domestik.

 Hal itu, kata Aries Asriadi, terungkap dalam pembahasan yang berlangsung pada Sidang Ke-115 Dewan Kopi Dunia (International Coffee Council) di Milan, Italia, 28 September--2 Oktober 2015. Indonesia sebagai negara pengekspor kopi terbesar keempat di dunia, lanjut Aries, mengikuti pertemuan tersebut.

Sejumlah pejabat yang hadir berasal dari Kemendag, Kemlu, Kementan, KBRI Roma, dan perwakilan Gabungan Eksportir Kopi Indonesia (GAEKI). Pertemuan tahunan negara-negara produsen dan konsumen kopi kali ini diselenggarakan di Milan dengan memanfaatkan event World Expo Milano (WEM) 2015.

 Di sela Sidang Dewan Kopi Dunia, juga ada peringatan Hari Kopi Dunia (World Coffee Day) tanggal 1 Oktober 2015 dan Global Coffee Forum. Peringatan Hari Kopi Dunia juga diperingati di Indonesia dengan berbagai cara, misalnya memberikan minuman kopi gratis kepada masyarakat di berbagai tempat keramaian, seperti mal.

 Memanfaatkan momentum Sidang Dewan Kopi Dunia dan peringatan Hari Kopi Dunia tersebut, pemerintah Indonesia bersama asosiasi eksportir kopi mengadakan Indonesian Coffee Week di Paviliun Indonesia di WEM Milan.

 Acara yang menghadirkan berbagai jenis kopi robusta dan arabika Indonesia, antara lain kopi jawa, kopi toraja, kopi papua, gayo arabika, dan kopi luwak.

 Minister Counsellor Multilateral KBRI Roma, Tazwin Hanif mengatakan bahwa pengunjung Paviliun Indonesia yang datang dari berbagai kota di Italia dan negara-negara Uni Eropa lainnya sangat antusias mencoba kopi-kopi Indonesia yang disediakan secara cuma-cuma.

 Direktur Eksekutif Organisasi Kopi Dunia (ICO) Roberio Silva yang diundang sebagai tamu kehormatan pada Indonesian Coffee Week mengungkapkan kekagumannya terhadap cita rasa kopi Indonesia dan antusiasme Indonesia untuk mengembangkan pasar kopi domestik.

 Data statistik mencatat pertumbuhan konsumsi kopi Indonesia meningkat rata-rata 8 persen per tahun, atau di atas rata-rata pertumbuhan konsumsi global sebesar 2 persen/tahun.

 Pertumbuhan konsumsi kopi secara linear akan berdampak pada peningkatan demand dan supply kopi secara global, yang pada gilirannya dapat meningkatkan taraf ekonomi para petani kopi, yang di Indonesia jumlahnya sekitar 2.000.000 keluarga.

 Di sisi lain, Roberio Silva menekankan bahwa peningkatan produksi kopi juga harus dibarengi dengan langkah yang tepat dan sistematis dalam menjaga berkelanjutan dari produksi dengan mempertimbangkan pelestarian lingkungan dan mengantisipasi dampak perubahan iklim.

 Untuk itu, kata Roberio Silva, setiap negara produsen kopi ditantang untuk terus melakukan inovasi melalui penguatan riset dan pengembangan serta peningkatan kerja sama antarnegara produsen. ***3*** D.Dj. Kliwantoro (T.H-ZG/C/D. Kliwantoro/D. Kliwantoro) 03-10-2015 08:27:38

NIA

Nia Dinata senang sekali filmnya disambut Belanda

 | 3.983 Views
Nia Dinata senang sekali filmnya disambut Belanda
Nia Dinata (ANTARA/Agus Apriyanto)

London (ANTARA News) - Perempuan sutradara Nia Dinata senang sekali film-filmnya diputar pada acara pemutaran film Indonesia bertajuk "Retrospective Nia Dinata's Films" di Filmhuis, Den Haag pada 30 September - 2 Oktober ini.

"Saya senang sekali bisa bertukar pikiran dengan orang-orang dari Den Haag dan dari kota-kota lain di Belanda," kata dia merujuk acara yang diadakan oleh KBRI Den Haag bekerjasama dengan Rumah Budaya Indonesia itu di Den Haag, kemarin.

Pemutaran film ini khusus untuk film-film karya sutradara dan produser film Indonesia kelahiran Jakarta 4 Maret 1970 yang dikenal menelurkan film-film bertema kontroversial itu.

"Mudah-mudahan, tiap tahun akan ada acara seperti ini, dan selalu ada film Indonesia yang diputar di Negeri Belanda, dengan jumlah penonton makin banyak," kata Nia seperti dituturkan Minister Counsellor Pensosbud KBRI Den Haag Belanda Azis Nurwahyudi kepada Antara di London, Jumat.

Acara pemutaran film dibuka Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Den Haag Ibnu Wahyutomo dengan dihadiri perwakilan dari kalangan industri film, media, Kementerian Luar Negeri Belanda, warga Belanda dan Indonesia yang tinggal di Belanda.

Pada hari pertama yang diputar film pendek berdurasi 15 menit berjudul "Kebaya Pengantin", sedangkan hari kedua adalah "Berbagi Suami" (2006) dan "Ca Bau Kan" (2002).

"Berbagi Suami" yang judul internasionalnya "Love For Share" adalah film yang banyak meraih penghargaan dan disertakan dalam banyak sekali festival film nasional dan internasional.

Pada hari terakhir diputar "Arisan" dan "Arisan 2" yang memenangkan lima penghargaan utama Festival Film Indonesia 2004, Film Terbaik, Pemeran Utama Pria Terbaik, Pemeran Utama Wanita Terbaik, Pemeran Pendukung Pria Terbaik, dan Pemeran Pendukung Wanita Terbaik.

Prestasi sama hanya pernah diraih film "Ibunda" pada 1986.

Azis Nurwahyudi mengatakan Nia Dinata dipilih untuk mengisi acara di Filmhuis Den Haag karena beberapa alasan, antara lain karena dia sutradara yang sangat berbakat dengan film-film yang banyak memenangkan penghargaan nasional dan internasional.

TOP RESA

INDONESIA JARING WISATAWAN PERANCIS

     Zeynita Gibbons

    Paris, 1/10 (Antara) - Indonesia menjaring wisatawan Perancis  dalam pameran pariwisata Internasional "French Travel Market (IFTM) Top Resa" yang berlangsung di gedung pameran "Paris Porte De Versailles" 29 September sampai 2 Oktober 2015.

         "Kami berusaha menjaring kembali wisatawan dari Perancis untuk berwisata ke Indonesia yang belakangan ini agak menurun," ujar Direktur Promosi Wilayah Eropa pada Kementerian Pariwisata RI, Maria Mayabubun kepada Antara, Kamis..

         Dalam pameran pariwisata itu, Kementerian Pariwisisata mengandeng tujuh pelaku industri pariwisata yaitu PT Melati Hijau Putih Tour and Leisure, The Pavilions, Doberai Eco Resort, Pearl Tour and Travel, Essence of Bali Bhara Tour, Panorama Destination Indonesia, Rabina Tour dan Surya Shanti Villa.

         Selain itu Paviliun Indonesia yang bertema "Wonderful Indonesia"  juga mengajak putri Batik Nadia Julia dan artis siluet Priadji Kusnandi dari Ancol yang mendemontrasikan pengunjung yang ingin digambar secara siluet yang menarik perhatian pengunjung paviliun Indonesia.

          Maria Mayabubun mengatakan  wisatawan Perancis dulu pernah melonjak saat televisi Perancis menayangkan  acara reality show Koh Lanta yang melibatkan remaja Perancis untuk mengikuti acara survivor versi Perancis yang mengambil gambar di objek wisata Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat.

          Dia  mengatakan saat itu wisatawan Perancis melonjak saat penayangan acara yang diproduksi TV Perancis TF1 dan ditayangkan selama bulan September hingga Desember 2012.

          Jumlah wisatawan Perancis dari bulan Januari sampai Juli 2015
tercatat 108.019 orang  sedangkan tahun 2014  sebanyak  111.800 orang.

          Sementara itu, Rika Aswad Bandie dari Debora Eco Resort Raja Ampat mengakui bahwa keikutsertaan pihaknya dalam pameran pariwisata di kota wisata Paris adalah untuk yang pertama kalinya dalam upaya menarik wisatawan Perancis ke Raja Ampat.

         "Kami adalah satu-satunya industri pariwisata di Raja Ampat yang dimiliki orang lokal. Objek wisata Raja Ampat cukup dikenal di Perancis karena adanya penayangan acara reality show Koh Lanta," ujarnya.

         Sementara itu Marketing internasional Pearl DCM Boutique Travel Servis, Nabil Abderrahmani dari Pearl mengakui jumlah wisatawan Perancis yang berwisata Indonesia juga berkurang.

         Dia berharap maskapai penerbangan Garuda Indonesia melakukan penerbangan langsung dari Paris ke Jakarta PP, ketimbang jalur penerbangan London Jakarta yang dirasakan sedikit merepotkan.

         Bali masih tetap menjadi kunjungan favorit wisatawan mancanegara khususnya dari Perancis, ujar Mirchelle Purwanaika  dari Jambu Luwak .

         Paviliun Indonesia dalam pameran pariwisata itu mendapat lokasi yang sangat strategis dengan tampilan peta Indonesia serta objek wisata Pink Beach Komo Island, dan Muaro Jambi Temple serta kuliner Indonesia.

    ***1****
(T.H-ZG/B/Santoso/Santoso) 01-10-2015 08:03:34

UNESCO

TOMBO ATI" BERGEMA DI GEDUNG UNESCO PARIS

     Oleh Zeynita Gibbons

   Paris, 1/10 (Antara) - Lagu Tombo Ati, lagu berbahasa Jawa karya Sunan Bonang yang hidup sekitar abad ke-16, yang dipopulerkan Emna Ainun Nadjib bersama Kyai Kanjeng, juga penyanyi Opick dalam versi bahasa Indonesia, bergema di gedung UNESCO Paris.

        Lagu Tombo Ati dilantunkan putri mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Zannuba Arifah Chafsoh Rahman Wahid alias Yenny Wahid, dalam rangkaian konferensi internasional bertema "Spiritual Islam dan Tantangan Terkini".

        "Lumayan, sambutannya bagus dan pada appreciate dan mereka  terharu, walaupun tidak mengerti bahasanya," ujar Yenny di Gedung UNESCO, Paris, kepada Antara London, Kamis.

        Mengenakan busana Jalabaya putih dan berkerudung putih, putri kedua Gus Dur itu melagukan Tombo Ati versi bahasa Jawa dengan khusyuk di hadapan ratusan hadirin dari berbagai negara.

        "Saya datang ke Paris diundang  Syekh Bentounnes, Mursyid atau pimpinan Tarekat Alawiyyah, seorang figur yang sangat karismatik dan mempunyai pengikut puluhan ribu di Aljazair maupun negara-negara Arab dan Eropa," ujar Yenny.

        Konferensi "Spiritual Islam dan Tantangan Terkini" diadakan  UNESCO bekerja sama dengan Association Internationale Soufie Alawiyya (ASIA), salah satu tarekat terbesar di Aljazair dan Eropa, dalam rangka memperingati 100 tahun berdirinya Tarekat Alawi.

        Konferensi dihadiri grand mufti Bosnia, guru besar Mesir, Syeikh dari Turki, imam masjid besar Eropa, ahli Islam dari Tunisia, Aljazair, Maroko dan lain-lain,  serta pendeta dan pastor Afrika yang aktif dalam hubungan antara agama.

        Pada sore harinya Yenny berbicara dalam sesi mengenai sufisme, dan malamnya panitia meminta Yenny untuk berpartisipasi dalam acara spiritual dan kontemplasi sebagai perwakilan dari Islam yang ada di timur.

        "Akhirnya saya pilih menembangkan lagu Tombo Ati yang lalu diterjemahkan dalam bahasa Prancis," ujar Yenny menambahkan bahwa  setelah itu ia menutup dengan menembangkan syair berbahasa Arab karena banyak audiensnya yang bisa berbahasa Arab.

        Yenni mengakui ia memilih lagu Tombo Ati Yenny karena  lagu tersebut mempunyai filosofi yang sangat mendalam.

        Sebelumnya Yenny berbicara mengenai Islam Nusantara sebagai sebuah contoh nyata adanya ajaran Islam yang damai dan toleran.

        "Saya kaitkan budaya kita yang sejuk tersebut dengan pengaruh para sufi sebagai salah satu pembawa masuk Islam ke bumi Nusantara pada abad 14 silam," ujarnya.

        Menurut Yenny, sebagian besar hadirin tertarik dengan paparan yang disampaikan mengenai Islam di Indonesia dan ingin belajar lebih jauh.

        Tembang Tombo Ati adalah simbol dari Islam di Indonesia, berisi ajakan kepada manusia untuk berkontemplasi mendekat kepada Tuhan. Karena itu, Yenny merasa pas untuk mendendangkan lagu itu di forum tersebut.

        "Alhamdulillah penerimaannya luar biasa. Banyak ibu-ibu tua memeluk saya setelah acara dan bapak-bapak menjabat tangan  mengucapkan terima kasih karena walaupun tidak mengerti bahasanya, mereka merasa tembang itu sangat menyentuh hati mereka," kata Yenny.

        Para tamu kehormatan yang terdiri dari syekh-syekh dan mufti serta pemimpin agama dari berbagai negara semua ikut mengucapkan terima kasih karena lirik lagunya yang diterjemahkan sangat menyentuh.

        "Saya sendiri merinding rasanya, bisa kesampaian mendendangkan lagu rakyat kita di gedung semegah gedung UNESCO, di hadapan ratusan hadirin berbagai negara yang menyesaki gedung, dan dari jendela bisa melihat menara Eiffel, rasanya agak-agak surreal gitu," ujar Yenny.

        Selain pembahasan mengenai sufisme, koferensi juga menampilkan pameran mengenai sosok Emir Abdel Kader, pemimpin spiritual dan pejuang antikolonialis Aljazair yang lahir pada abad ke-18.
   Yenny mengatakan dalam konferensi itu banyak pula diulas sosok Syekh Alawy sebagai pendiri tarekat Alawiyyah, salah seorang yang banyak berjasa menyebarkan pengaruh tasawwuf di daratan Eropa.
***4***

Sigit Pinardi
(T.H-ZG/B/S. Pinardi /S. Pinardi ) 02-10-2015 00:03:33