Selasa, 05 Desember 2017

RUSIA

TIM KESENIAN INDONESIA JUARA UMUM DI FESTIVAL FOLKLORE ST PETERSBURG
     Zeynita Gibbons

       London,18/11 (Antara) - Tim Kesenian Indonesia Universitas Prasetiya Mulya, Tangerang, yang tergabung dalam Student Activity Club(SAC) Tari Tradisional Sasikirana keluar sebagai juara umum dalam the 10th International Folklore Festival "Interfolk in Russia" di St. Petersburg, Rusia yang berlangsung dari  tanggal 10 hingga 14 November  lalu.
           Tim Kesenian Universitas Prasetiya Mulya ikut serta dalam kategori D (Folk Dance) dari lima kategori yang diperlombakan  diikuti 59 Tim dari 11 negara, demikian Sekretaris Pertama Fungsi Pensosbud KBRI Moskow,  Enjay Diana kepada Antara London, Sabtu.
             Dikatakan dengan penampilan yang dinilai spektakuler, dewan juri mengukuhkan lima penghargaan sekaligus, yaitu peringkat pertama untuk Folk Dance Category, Special Price of the Jury for Artistry in the Performance of the Competition Program, Referensi Khusus dari Presiden European Association of Folklore Festivals (EAFF) untuk ikut serta dalam the World Championship of Folklore "World Folk" di Bulgaria tahun 2018, dan GRAND PRIX Award of the 10th International Folklore Competition "Interfolk in Russia".
           Suhu yang hampir 0 derajat Celsius tidak membekukan semangat Tim Kesenian Indonesia  beranggotan 13 orang merupakan satu-satunya peserta dari Indonesia dan Asia untuk meraih prestasi.
            Peserta dari negara lain yang ikut serta antara lain Rusia, Ekuador, Kuba, Belgia, Iran, Romania, Inggris, Latvia, Swiss dan Estonia.
            Pada babak semi final, Tim Kesenian Universitas Prasetiya Mulya  menampilkan "Harmoni Khatulistiwa" melalui tari Zapin Sinapelan dari Riau dan tari kreasi Bali "Gebyar Dewata". Sedangkan di babak final, tari Saman Ranto Jaroe dari Aceh menggebrak panggung dan membuat penonton serta dewan juri terkesima dengan gerakan tarian dan juga pakaian dikenakan penari.
           Dubes Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, M. Wahid Supriyadi yang menerima Tim Kesenian Prasetiya Mulya di KBRI Moskow menyampaikan apresiasi yang tinggi atas keberhasilan yang dicapai dalam festival ini. Tim KesenianUniversitas Prasetya Mulya telah ambil bagian dalam diplomasi kebudayaan.
            "Kami sangat bangga dengan capaian ini. Misi ini sebagai bagian dari diplomasi kebudayaan. Indonesia memiliki keanekaragaman budaya, seperti tarian dan pakaian daerah. Semakin banyak partisipasi dalam berbagai acara budaya, hubungan antar bangsa, terutama di tataran people to people akan semakin kokoh," ujarnya.
        Sementara itu Manager Kemahasiswaan Universitas Prasetiya Mulya, Farel S.V. Sinaga, mengatakan sambutan penonton sangat luar biasa. Banyak peserta maupun penonton antusias berfoto bersama dan terkesan dengan kostum dan tarian yang dibawakan. Selain itu  banyak juga  yang memberikan ucapan selamat. Banyak penonton kagum dengan gerakan tarian Saman, terutama sikap duduk dan variasi gerakan tangan. Dengan persiapan singkat, kami  bisa memperkenalkan budaya Indonesia ke dunia internasional,¿ demikian Farel.

     (ZG)
***4*
(T.H-ZG/B/O. Tamindael/O. Tamindael) 18-11-2017 08:45:05

SENEGAL

PRAGAWATI SENEGAL MEMPERAGAKAN BUSANA BATIK DAN TENUN
     Zeynita Gibbons

      London, 18/11 (Antara) - Pragawati profesional asal Afrika memperagakan busana tenun dan batik rancangan empat desainer Indonesia yang berhasil memukau ratusan tamu yang hadir dalam acara Resepsi Diplomatik Peringatan HUT RI ke-72 yang diadakan KBRI Dakar, Senegal.
           Sekitar 300 tamu  undangan perwakilan dari berbagai negara menghadiri acara yang digelar  di King Fahd Palace, salah satu hotel ternama di Senegal, demikian Pensosbud KBRI Senegal  Dimas Prihadi kepada Antara London, Sabtu.
          Acara yang bertema "Nusantara Fashion and Culture Show"  menggabungkan fashion dan budaya Indonesia dalam balutan karya busana rancangan Nita Seno Adji, Rudi Chandra, Defrico Audy, dan Malik Moestaram yang diperagakan  model profesional binaan Amina Badiane, Ketua Komite Miss Senegal.
          Desainer Nita Seno Adji menampilkan  rancangannya "the Rainbow of Asia and Africa"  merefleksikan hubungan persahabatan antara Indonesia dan Senegal. Desainer Nita  mengeksplor warna dan kehidupan orang Senegal dengan menitikberatkan pada pola klasik Batik Indonesia dipadukan dengan Tenun Bali dan Sarung sutra Makassar.
           Sedangkan desainer Rudy Chandra memadukan  pewarna alami dengan Tenun dari Sabu, NTT bertema  ¿Enchanting East Indonesia." Sementara itu, Defrico Audy mengangkat tema  "Sumba in My Mind¿  memilih Tenun dari Sumba, NTT menampilkan busana yang elegan, modern dan fashionable bagi warga Senegal.  Desainer Malik Moestaram bertema "the Stunning Beauty of Solo" dengan  gaun Batik kontemporer dari Solo untuk busana  pesta. Kupu-kupu dan daun menjadi pola utama dari  Batik ini.
            Dubes RI Dakar, Mansyur Pangeran,  mengatakan, KBRI sengaja mendatangkan empat desainer kondang Indonesia tersebut untuk mempopulerkan Batik Indonesia di Senegal. Dikatakannya selaras dengan informasi yang dirilis Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf)  dan BPS yang menyebutkan ekonomi Indonesia didominasi tiga subsektor ekonomi kreatif, dua diantaranya kuliner (41,69%) dan fashion (18,15%). "Untuk itu KBRI  mensinergikan  fashion dengan  diplomasi ekonomi atau fashion diplomacy, dengan menggunakan channel diplomatik yang menghubungkan  desainer Indonesia dengan dunia fashion dan buyers, majalah  dan rumah mode,¿ ujarnya.
            Sementara itu, Menteri Perikanan dan Ekonomi Maritim Senegal, Oumar Gueye, yang menjadi tamu kehormatan  mewakili pemerintah menyampaikan tentang kerja sama kedua negara yang telah terjalin selama ini.
             Menteri Oumar Gueye mengatakan Indonesia dan Senegal memiliki nilai budaya dan agama yang sama sehingga kemitraan antara kedua negara juga dapat berkembang  karena kedua negara mewakili model keragaman budaya dan toleransi.
            Acara yang dihadiri berbagai kalangan diplomatik, organisasi internasional, pejabat pemerintah, pengusaha, LSM nasional dan internasional, media massa, Indonesianis, pengamat fashion, pecinta batik, operator pariwisata, sosialita, budayawan hingga akademisi.
         Selain pagelaran busana, acara juga diisi dengan penyajian kuliner khas Indonesia seperti nasi goreng teri medan, mie goreng, sate ayam, bakwan sayur udang, dan lemper ayam. Fashion batik dan tenun karya empat designer Indonesia
kembali diperagakan oleh para finalis Miss Senegal 2017!di ajang Grand Senegal pada 18 November  mendatang .
    (ZG)***4****
(T.H-ZG/B/O. Tamindael/O. Tamindael) 18-11-2017 08:45:10


SWISS

DUBES BERIKAN "AMBASSADOR AWARD" KELOMPOK ANGKLUNG SWISS
     Oleh Zeynita Gibbons

    London, 17/11 (Antara) - Duta Besar RI untuk Konfederasi Swiss dan Keharyapatihan Liechtenstein Linggawaty Hakim menyerahkan "Ambassador Award" kepada kelompok musik Angklung Pada Suka yang puluhan tahun berjasa mempromosikan musik tradisional Indonesia di Swiss.
         Penghargaan itu diberikan kepada kelompok Angklung Pada Suka yang didirikan di Zürich, Swiss, sejak 30 Januari 1980, dengan 23 anggota yang mayoritas merupakan warga Swiss, keterangan Pensosbud KBRI Bern kepada Antara London, Jumat.
         "Ambassador Award" itu, menurut siaran pers dari KBRI Bern, Senin (13/11), diberikan pada resepsi bertepatan peresmian Pusat Pelatihan dan Pertunjukan Gamelan "Center for Training and Performance of Gamelan" di Sion, Swiss, baru-baru ini.
         Selama 37 tahun kelompok Angklung Pada Suka berdiri, telah mengadakan sejumlah konser di negara akreditasi, termasuk konser di Konsulat Jenderal Swiss di Bali tahun 2013. Pemasukan yang diperoleh dari konser-konsernya salah satunya dipergunakan untuk tujuan sosial di Bali, yaitu memberi santunan bagi janda dan anak-anak yang kurang beruntung.
         Angklung Pada Suka didirikan oleh sekelompok warga di Zürich yang mencintai budaya Indonesia, khususnya musik angklung, bertujuan untuk mempromosikan musik tradisional Indonesia di Swiss melalui konser-konsernya.
         Para anggota Angklung Pada Suka tidak memperoleh imbalan dalam bentuk uang pada penampilan setiap konser yang mereka selenggarakan. Mereka melakukan latihan dan konser angklung dengan penuh sukarela, karena merasa terpanggil secara sosial maupun budaya.
         Margrit Wölfli, yang merupakan Presiden Angklung Pada Suka mengakui cinta akan budaya Indonesia. Karenanya, ia ingin mempromosikan Indonesia di Swiss, dan berniat membantu warga yang kurang beruntung.
         Dirijen Angklung Pada Suka, Andres Diriwächter bergabung ke dalam orkestra Angklung Pada Suka sejak dua dasawarsa lalu. Andres yang merupakan pensiunan perusahaan Swiss ABB, memiliki kurang lebih 70 anak angkat di Indonesia.
         Dalam tiap konsernya, Andres memilih untuk memainkan lagu-lagu nasional Indonesia. Tembang andalan Angklung Pada Suka di antaranya, Indonesia Tanah Pusaka, Waktu Hujan Sore-sore, Rayuan Pulau Kelapa, Bunga Nirwana, Sarinande, Ibu Kita Kartini, dan lain sebagainya.
         Dubes Linggawaty Hakim mengatakan penghargaan adalah simbol persahabatan antara Indonesia dan Swiss. Angklung Pada Suka juga membawakan tembang Swiss, melalui perpaduan alat musik angklung dan alphorn, alat musik tradisional Swiss berupa terompet panjang.
         Dikatakannya kegiatan kelompok seni budaya ini perlu didukung dan dibina sebagai sarana yang sangat efektif untuk mempromosikan seni budaya Indonesia. Meningkatkan citra positif Indonesia di negara akreditasi, dan meningkatkan hubungan bilateral Indonesia dan Swiss.
         Untuk itu, katanya, KBRI Bern berkomitmen mendukung kelompok seni budaya Indonesia di negara akreditasi agar dapat terus berkarya.
         Alat musik tradisional Indonesia, seperti gamelan dan angklung, di Swiss dijadikan sebagai terapi untuk pengobatan baik jasmani maupun rohani. Kelompok musik angklung Pada Suka menjadikan angklung sebagai terapi di panti werdha.
         Alat musik angklung dipercaya dapat menjadi terapi bagi pasien penderita stroke. Selain itu, gamelan dan angklung tidak hanya menjadi terapi bagi pendengarnya, namun juga para pemainnya, karena dapat melatih daya konsentrasi dan sensor motorik.
         Sekolah musik "Un, Deux, Trois, Musiques," Sion, menjadikan gamelan sebagai terapi untuk membuat anak/ remaja menjadi lebih tenang dan fokus.

         Dubes Linggawaty juga menyerahkan Ambassador Award kepada kelompok musik gamelan "Un, Deux, Trois, Musiques," Sion sebagai bentuk penghargaan atas upaya sekolah musik pimpinan Nicole Coppey  dalam mempromosikan kesenian dan kebudayaan Indonesia di Swiss dan sekitarnya dalam satu dasawarsa terakhir. (ZG) ***4***
(T.H-ZG/B/T. Susilo/T. Susilo) 17-11-2017 05:09:10

MEKSIKO

PENETRASI PASAR DIRGANTARA INDONESIA KE MEKSIKO DIDUKUNG
     Zeynita Gibbons

    London,16/11 (Antara) -  KBRI Meksiko mendukung penuh industri strategis Indonesia untuk melakukan penetrasi pasar di Meksiko seperti PT Dirgantara Indonesia (DI) melalui anak perusahaannya IPTN North America.
         Hal itu disampaikan Dubes RI di Mexico City, Yusra Khan usai menyaksikan penanda-tanganan Framework Agreement antara IPTN North America dengan perusahaan Meksiko, Promotora Aerospacial El Paso, demikian Pensosbud KBRI Meksiko Febby Fahrani kepada Antara London, Rabu.
         Penanda-tanganan Framework Agreement antara IPTN North America dengan perusahaan Meksiko, Promotora Aerospacial El Paso dilakukan  masing-masing direktur perusahaan di gedung KBRI Mexico City .
         Selain Dubes Yusra Khan juga hadir  Direktur Jenderal Perhubungan Udara RI, Agus Santoso dan Direktur Jenderal Penerbangan Sipil Meksiko, Miguel Pelaez Lira, serta pejabat Kementerian Luar Negeri Indonesia dan Meksiko.
         Framework Agreement tersebut akan membuka kesempatan bagi PT DI untuk menawarkan jasa Maintenance, Repairing and Overhaul (MRO) dan memasarkan berbagai jenis pesawat produksi PT DI termasuk tipe terbaru N219 di Meksiko.    
    Menurut Duta Besar Yusra Khan, kerja sama dua perusahaan Indonesia dan Meksiko ini  nantinya akan ditujukan pada pengembangan maskapai penerbangan regional yang ada di negara bagian Chihuahua, Meksiko.
         Masuknya produk industri strategis Indonesia di Meksiko akan merupakan babak baru dalam peningkatan hubungan ekonomi kedua negara.
         Pada 2017 ini perdagangan kedua negara mencapai 829,38 juta dolar AS pada Januari - Agustus 2017 dan merupakan kenaikan 26,75 persn dibanding periode sama pada 2016.
         Selain diharapkan meningkatkan nilai perdagangan, adanya produk industri strategis dari Indonesia akan menambah pengenalan atas jenis produk dari Indonesia yang sebelumnya sudah masuk ke pasar Meksiko seperti alas kaki, suku cadang mobil, furniture dan tekstil.

    ***3***
(T.H-ZG/B/E. Sujatmiko/E. Sujatmiko) 16-11-2017 00:18:06

KORSEL

KEK PALU HARAPKAN INVESTOR KORSEL TANAM MODAL
     Zeynita Gibbons

    London, 16/11 (Antara) - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu dengan lokasi strategis sebagai penghubung kawasan Asia Timur dengan Australia serta kemudahan fasilitas baik fiskal maupun non fiskal  diharapkan dapat menarik investor Korea Selatan (Korsel) untuk menanamkan modalnya. 
    Hal tersebut juga ditawarkan  kepada 60 investor Korea Selatan dalam acara Central Sulawesi Investment Business Forum (CSIBJ) 2017 yang dibuka Dubes RI untuk Korea Selatan Umar Hadi di Seoul, demikian Sekretaris Pertama Pensosbud  KBRI Seoul, Purno Widodo kepada Antara London, Rabu.
         Dubes Umar Hadi mengatakan pengembangan infrastruktur kawasan merupakan salah satu prioritas utama Pemerintah Indonesia saat ini. Investor Korsel diharapkan dapat mengambil peran dengan memanfaatkan momentum kunjungan Presiden Moon Jae-in ke Indonesia beberapa waktu yang lalu.
         Hal senada juga disampaikan Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola dan menyebutkan KEK Palu merupakan KEK pertama yang diresmikan Pemerintah pada 27 September 2017 dari total 11 KEK yang sedang dibangun di Indonesia.
         "KEK Palu diharapkan dapat berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sehingga peningkatan kesejahteraan masyarakat akan lebih cepat tercapai," ujarnya.
         Saat ini pulau Jawa masih menjadi destinasi favorit bagi investor Korea Selatan. Dari total realisasi investasi Korea Selatan di Indonesia selama periode 2014 hingga triwulan III 2017 tercatat sebanyak 57 persen atau senilai 4,8 miliar AS modal investor Korsel ditanamkan di Pulau Jawa.
         Sedangkan bagian timur Indonesia hanya mendapatkan kurang dari 10 persen dari total investasi mereka. 
    Beberapa sektor yang ditawarkan diantaranya bidang industri pengolahan hasil perkebunan dan pertanian, industri galangan kapal, industri hilir logam dan infrastruktur pendukung (pelabuhan, energi, water supply dan waste treatment).
         "Berbagai sektor tersebut selama ini memang  diminati oleh investor Korsel," katanya. 
     CSIBJ 2017 diadakan  PT Bangun Palu Sulawesi Tengah (BPST) dan PT STM Tunggal Jaya berkerjasama dengan kantor Indonesia Investment Promotion Centre (IIPC) dengan didukung penuh oleh KBRI Seoul.
         Acara ini juga menampilkan pembicara dari Deloitte Indonesia, Bernardus Djonoputro,  konsultan yang ditunjuk  pengelola KEK Palu, PT Bangun Palu Sulawesi Tengah guna mendorong percepatan realisasi KEK.
         Acara diakhiri dengan penandatangan Nota Kesepahaman (MOU) antara PT STM Tunggal Jaya selaku mitra PT BPST dalam mengembangkan KEK Palu dengan Keumseong Global Star (KGS) yang turut disaksikan oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Walikota Palu dan Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal BKPM.
         MOU tersebut menandakan dimulainya kerja sama dalam mempromosikan peluang investasi yang dimiliki oleh KEK Palu kepada investor Korea Selatan yang menjadi mitra KGS.

    ***3**
(T.H-ZG/B/E. Sujatmiko/E. Sujatmiko) 16-11-2017 00:10:40

MEKSIKO

INUKI JALIN KERJASAMA DENGAN ININ MEKSIKO
     Oleh Zeynita Gibbons
     London, 15/11 (Antara) - PT Industri Nuklir Indonesia (INUKI) menjalin kerjasama dengan Instituto Nacional de Investigaciones Nucleares (ININ) Meksiko  dalam bidang Radio Isotop Kesehatan untuk memperluas pemasaran produk radio isotop Indonesia untuk keperluan medis ke Meksiko.
          Kesepakatan tersebut ditanda tangani Direktur Keuangan dan Pemasaran PT INUKI, Dr. Lenggogeni dan Direktur Riset dan Teknologi ININ, Dr. Pedro Avila di gedung Kedutaan Besar RI Mexico City, demikian Pensosbud KBRI Meksiko Febby Fahrani kepada Antara London, Rabu.
          Kerjasama PT INUKI  dengan Instituto Nacional de Investigaciones Nucleares (ININ) adalah untuk merintis penjualan radio isotop keperluan medis ke Meksiko. 
     Acara penanda tanganan disaksikan Duta Besar RI untuk Meksiko, Yusra Khan, Director Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri RI, Muhamad Anshor dan pimpinan ININ, Dr. Lydia Paredes Gutierrez.
          Menurut Duta Besar RI, Yusra Khan, rencana kerjasama INUKI dan ININ untuk pengiriman radio isototop ini sudah dirintis lama oleh KBRI Meksiko sebagai bagian dari upaya mendorong pengembangan industri strategis Indonesia.
         INUKI sebagai bagian dari industri tersebut diharapkan mampu masuk ke pasar radio isotop medis khususnya Mo-99 dan I-131 di Meksiko.

          Diharapkan dengan terlaksananya   kesepakatan ini  maka INUKI akan dapat memperluas penjualan radio isotop medis ke negara-negara Amerika Tengah, demikian Dubes Yusra Khan. ***3***
(ZG)
(T.H-ZG/B/A. Lazuardi/A. Lazuardi) 15-11-2017 22:12:08

Minggu, 03 Desember 2017

Swiss

PUSAT PELATIHAN GAMELAN DIRESMIKAN DI SWISS
     Oleh Zeynita Gibbons

     London, 14/11 (Antara) - Pusat pelatihan dan pertunjukan gamelan, yang diadakan sekolah musik "Un, Deux, Trois, Musiques" bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bern digelar di Kota Sion, di kaki pegunungan Alpen, Swiss.
         Peresmian pusat latihan gamelan diprakasai oleh Nicole Coppey yang selama 10 tahun terakhir mempromosikan gamelan Indonesia di Sion, demikian keterangan Fungsi Penerangan Sosial dan Budaya (Pensosbud) KBRI Bern yang diterima, Selasa.
         Acara peresmian dihadiri Presiden Kota Sion, Philippe Varone dan wakilnya Christian Bitschnau,  Presiden Parlemen Kanton Walis Diego Wellig, pejabat pemerintah kota Sion, dan Wakil Tetap RI untuk PBB dan Organisasi Internasional di Jenewa (PTRI Jenewa),  Dubes Hasan Kleib, Dubes RI untuk WTO  Sondang Anggraini, pemerhati seni dan budaya, diaspora Indonesia, media dan orang tua murid Un, Deux, Trois, Musiques.
         Presiden Kota Sion Philippe Varone yang meminjamkan gedung parlemen Kanton Walis tempat acara peresmian menyatakan kekagumannya  menyaksikan pertunjukan gamelan dibawakan remaja dan anak-anak di kotanya.
         Pendiri dan Direktur Sekolah Musik "Un, Deux, Trois, Musiques,"
Nicole Coppey menyatakan ketertarikannya pada gamelan bermula pada kunjungannya ke "Cité de la musique" di Paris yang mengadakan  pertunjukan musik dari Indonesia.
         Pada tahun 2008, Nicole Coppey bekerja sama dengan KBRI Bern membentuk grup gamelan di sekolahnya dan Nicole pun tak kuasa  menahan haru ketika satu set alat musik gamelan tiba di sekolahnya.
         Dubes RI untuk Konfederasi Swiss dan Keharyapatihan Liechtenstein Linggawaty Hakim  menyampaikan apresiasi dan menyampaikan rasa terima kasih. Swiss tidak hanya menjadi mitra dagang terpenting Indonesia di Eropa, tetapi juga  budaya yang meningkat pesat.
         Dikatakannya minat masyarakat Swiss terhadap budaya Indonesia sangat tinggi dan semakin dikenal di Swiss, berkat orang seperti Nicole Coppey, ujarnya. 
    Grup gamelan "Un, Deux, Trois, Musiques," membawakan beberapa lagu dari Jawa Tengah, di antaranya "wilujeng" dan "ladrang pangkur",  menghipnotis undangan mayoritas warga Swiss dari kawasan berbahasa Perancis, dengan keindahan  alunan musik gamelan.
         Para undangan juga  menikmati  kuliner Indonesia, gamelan, demo membatik dan tari poco-poco.

    ***4***
(T.H-ZG/C/Santoso/Santoso) 14-11-2017 05:04:30