Rabu, 30 Mei 2018

PORTUGAL

DUBES RI UNTUK PORTUGAL SERAHKAN SURAT KEPERCAYAANOleh Zeynita Gibbons
   London, 30/5 (Antara) - Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk Republik Portugal, Ibnu W. Wahyutomo,  menyerahkan Surat Kepercayaan (credentials) kepada Presiden Republik Portugal, Marcelo Rebelo de Sousa, di Istana Kepresidenan Palacio de Belém, Lisabon, Selasa (29/5).
        Fungsi Pensosbud KBRI Lisabon, Rudi Winandoko kepada Antara London, Rabu mengatakan prosesi upacara penyerahan surat kepercayaan dimulai dengan ketibaan Dubes di Praça do Império pada pukul 15.45 waktu setempat dengan dikawal pasukan berkuda dan Dubes  menuju Palacio de Belém untuk bertemu dengan Presiden Marcelo Rebelo de Sousa.
        Dalam pertemuan dengan Presiden Portugal setelah upacara penyerahan surat kepercayaan, Dubes menyampaikan salam hangat Presiden Joko Widodo dan rakyat Indonesia kepada Presiden Portugal dan rakyat Portugal.
        Diharapkan  kerjasama Indonesia dan Portugal semakin erat dan terus meningkat di masa mendatang.
        Kedatangan bangsa Portugis di Nusantara lima abad yang lalu telah menanamkan fondasi hubungan sosio-kultural antarbangsa yang kuat. Kunjungan Presiden Cavaco Silva ke Indonesia tahun 2012 dan kunjungan balasan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Portugal tahun 2014 lalu menjadi simbol komitmen untuk mempererat hubungan diplomatik kedua negara.
        Presiden Portugal menyampaikan Indonesia adalah bangsa yang besar dan merupakan pemimpin di kawasan ASEAN. Oleh karena itu, Indonesia diharapkan dapat memainkan peran besar di fora internasional, seperti halnya Portugal yang terus berupaya berperan di dunia internasional.
        Salah satunya adalah pengangkatan António Guterres, mantan Perdana Menteri Portugal, sebagai Sekjen PBB saat ini.
        Dubes Ibnu W. Wahyutomo mengatakan Indonesia memiliki prioritas untuk meningkatkan kerja sama perdagangan dan investasi dengan Portugal. Hal tersebut sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo agar Indonesia bisa mendapatkan manfaat nyata dari tiap hubungan bilateral dengan negara sahabat.
        Dikatakannya selain perdagangan dan investasi, Indonesia juga memiliki prioritas untuk meningkatkan people-to-people contact antara kedua bangsa yang telah terjalin lima abad lalu.
        Sejak pemulihan hubungan diplomatik Indonesia-Portugal tahun 1999, Dubes Ibnu W. Wahyutomo adalah Dubes RI ke-5 yang dipercaya Pemerintah Indonesia sebagai Duta Besar LBBP RI untuk Republik Portugal.

        Sebelumnya, posisi yang sama pernah dijabat oleh Harry Priyohoetomo Haryono (2001-2004),  FX Lopes da Cruz (2005-2008) dan Albert Matondang (2010-2014), dan Mulya Wirana (2014-2017).(ZG)***2***

(T.H-ZG/B/Subagyo/C/Subagyo) 30-05-2018 23:10:43

QATAR

QATAR TIDAK BATASI JUMLAH PMIZeynita Gibbons

    London 29/5 (Antara) - Menteri Pembangunan Adminstrasi, dan Urusan Buruh dan Sosial Qatar, Dr Issa bin Saad al-Jafali al-Nuaimi menegaskan Qatar tidak akan membatasi jumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja di Qatar, selama sesuai keahlian dan ketrampilan serta dibutuhkan pasar tenaga kerja Qatar.
        Hal ini diungkapkan  Dr Issa bin Saad al-Jafali al-Nuaimi dalam pertemuannya dengan  Delegasi Dewan Perwakilan Daerah RI (DPD RI) atau Senator yang dipimpin Wakil Ketua Komite III DPD RI, Abdul Aziz, demikian Minister Counsellor KBRI Doha, B. Dharmawan dalam keterangan kepada Antara London, Selasa.
            Delegasi DPD terdiri dari Rosti Uli Purba (Daerah Pemilihan Riau) GKR Ayu Koes Indriyah (Jateng), Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna (Bali), Habib Hamid Abdullah (Kalsel) H. Rafli (Aceh), KH. Muslihuddin Abdurrasyid, (Kaltim) Ir. H. ABD. Jabbar Toba (Sultra).
             Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan bersahabat delegasi Indonesia  didampingi Dubes Indonesia untuk Qatar, Muhamad Basri Sidehabi, Aziz menyampaikan kebijakan moratorium PMI, khususnya di sektor domestik pada 2015 terhadap 19 negara di Timur Tengah, termasuk salah satunya Qatar.   
       Senator dari Dapil Sumatra Selatan ini mengapresiasi Pemerintah Qatar yang memberlakukan UU tentang perlindungan tenaga kerja migran yang menjamin keluwesan dan perlindungan sebagai pengganti sistem kafala.
             Sementara Rafli Kande, senator asal Aceh yang juga musisi terkemuka tanah air, mengharapkan Qatar dapat memberikan prioritas kepada PMI agar berperan sektor tenaga kerja khususnya dalam rangka persiapan Qatar sebagai penyelenggara turnamen sepakbola empat tahunan, Piala Dunia 2022.
          Menteri Issa bin Saad al-Jafali al-Nuaimi meminta  Pemerintah menyampaikan informasi data base mengenai ketersediaan PMI agar memudahkan dalam penyerapan tenaga kerja. Abdul Aziz menyebutkan Indonesia  melakukan mapping terhadap PMI agar dapat memenuhi peluang tenaga kerja di Qatar.

           Menurut Dubes Basri berdasarkan informasi dari International Organisation Migration (IOM) jumlah WNI di Qatar mencapai sekitar 43.000 WNI. Sekitar 10 ribu adalah tenaga kerja trampil dan sisanya 30 ribu tenaga kerja infomal. "Hanya 0,4 persen dari total jumlah PMI yang mengalami masalah di Qatar", ujar mantan anggota DPR ini. Mantan Irjen TNI tersebut juga mengusulkan agar MOU RI-Qatar tahun 2008 mengenai Tenaga Kerja  disesuaikan dengan aturan baru yang dikeluarkan Qatar.
     Minister Counsellor KBRI Doha, Boy Dharmawan, menyebutkan kunjungan DPD ke Qatar dalam rangka pengawasan pelaksanaan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan PMI. Selain bertemu Menaker Qatar, para Senator  bertemu Maljis Shura Qatar (DPR) dan melakukan serangkaian pertemuan dengan komunitas diaspora Indonesia di beberapa kota antara lain AlKhor dan Wakrah serta mengunjungi shelter PMI di KBRI Doha.  (ZG)***4**
(T.H-ZG/B/O. Tamindael/O. Tamindael) 29-05-2018 09:31:03

LONDON

RENDARENDANG DAN MI GORENG DIGEMARI DI TENDA RAMADHAN LONDONNG DAN MI GORENG DIGEMARI DI TENDA RAMADHAN LONDONZeynita Gibbons

   London 28/5 (Antara) - Menu nasi putih plus rendang Padang dan mi goreng yang disediakan oleh beberapa keluarga Indonesia yang tinggal di London serta sumbangan  dari  lembaga amal, Human Aid Initiative digemari masyarakat Inggris dalam acara buka puasa yang diadakan
organisasi Ramadan Tent Project ini di London, akhir pekan.
            Pendiri Ramadan Tent Project, Omar Salha yang menyelenggarakan acara buka puasa bersama sejak 2013 mengakui dalam acara buka puasa kali ini dihadiri sekitar 250 tamu dan Ini Minggu tersibuk sejauh ini.
          Sebanyak 340 kotak nasi putih plus rendang Padang dan Mi goreng merupakan sumbangan beberapa warga Indonesia di London untuk proyek Ramadan Tent Project di London. Ini tahun kedua kami menyumbang makanan Indonesia di acara buka puasa yang diadakan Ramadan Tent Project, ujar salah seorang warga Indonesia yang tak ingin disebutkan namanya kepada Antara London, Senin yang bersama lima keluarga Indonesia memasak nasi, rendang, dan mi goreng.
         "Kami senang  tamu yang hadir puas dengan rendang dan mi goreng yang kami sediakan," ujarnya.
           Ide Ramadan Tent Project di London yang di gagas Omar Salha saat ia menjadi mahasiswa School of Oriental and African Studies (SOAS). Ide Tenda Ramadan datang karena di London ketika itu tidak ada tempat yang dipakai oleh warga Muslim untuk bersama-sama berbuka puasa, ujarnya.
           Buka puasa pertama yang ia gelar bertempat di kampus SOAS dengan dihadiri sekitar 150 orang, hampir semuanya mahasiswa internasional, ditambah dengan sejumlah turis dan tunawisma.
              Para tamu yang hadir di acara buka puasa bersama di London hari Minggu (27/5) tidak bisa menyembunyikan kegembiraan begitu mengetahui menu yang disediakan panitia adalah nasi putih, rendang dan mi goreng.
        "Wah baunya enak sekali, rasanya pasti luar biasa," kata Hasan, pengunjung yang baru pertama kali hadir di acara buka puasa yang diselenggarakan oleh organisasi Ramadan Tent Project ini. Sementara Ash, tamu lain, mengatakan senang bisa menjumpai masakan Indonesia. ¿Enak, enak sekali. Terima kasih kepada panitia yang menyediakan menu Indonesia. Jarang kami mendapati menu seperti ini. Salah satu hidangan paling enak selama  hadir di acara buka puasa bersama," katanya.   
"Teman-teman saya mengatakan mereka suka dengan masakan Indonesia ini," ujar Ash.
            Acara Ramadan Tent Project ternyata sangat popular yang membuat Omar dan beberapa kawan menyewa taman di Malet Street Gardens, kawasan Bloomsbury, untuk dipakai sebagai tempat berbuka puasa. Di sini didirikan tenda agar para tamu bisa nyaman, terutama ketika cuaca sedang tidak bersahabat. Yang menarik, semuanya boleh datang, baik Muslim maupun non-Muslim, baik warga Inggris maupun pendatang. Bahkan tidak jarang, orang-orang yang sedang lewat pun mampir untuk ikut acara.
           Selama sebulan penuh, tenda Ramadan di Malet Street Gardens terbuka untuk siapa saja.Acara buka puasa diawali dengan sambutan, salat Magrib berjamaah dan kemudian menyantap makanan utama.Sambutan disampaikan pembicara, dari mulai pegiat sosial, aktivis, akademisi, pengusaha, anggota parlemen, hingga pemain speak bola Liga Primer.
        Selain di London, Ramadan Tent Project juga menggelar tur buka puasa di tiga kota lain di Inggris, yaitu Bradford, Manchester dan Birmingham. Di luar Inggris, Ramadan Tent Project menggelar buka puasa bersama di Istanbul (Turki) dan Portland (Amerika Serikat).
         Omar mengatakan sejauh ini pihaknya telah melayani hampir 9.000 tamu dan 60.000 kotak makanan. Menu yang disediakan beragam, mulai dari kentang goreng, makanan Jamaika, Turki, Malaysia dan tentu saja favorit pengunjung, menu masakan Indonesia.

        Acara buka puasa Ramadan Tent Project dipuji banyak kalangan karena dinilai tidak hanya sebagai perekat komunitas di London yang beragam tapi juga sebagai medium dakwah Islam. Buka puasa Ramadan Tent Project digambarkan sebagai wajah Islam yang menyejukkan di tengah kemunculan suara-suara sumbang terhadap Islam di Barat. (ZG)****4****
(T.H-ZG/B/O. Tamindael/O. Tamindael) 29-05-2018 09:30:58

Senin, 28 Mei 2018

TAZKIA

BAZMA DUMAI JALIN KERJASAMA DENGAN  TAZKIA



       Jakarta 28/5 (Antara) - Baituzzakah Pertamina (BAZMA) Dumai, Provinsi Riau menjalin kerjasama dengan Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Tazkia bagi memberikan beasiswa kepada 25 mahasiswa dari Dumai untuk belajar di Tazkia dalam kurun waktu lima tahun.
     Kerjasama Pemberian Beasiswa dari BAZMA ini 
ditandatangani Ketua STEI Tazkia, Murniati Mukhlisin dengan  Ketua BAZMA, Soenardi di Dumai, akhir pekan.
       Ketua STEI Tazkia, Murniati Mukhlisin kepada Antara, Minggu  mengatakan dengan adanya program pembinaan ini diharapkan  mahasiswa tidak hanya memiliki kemampuan kecerdasan secara intelektual, akan tetapi kuat secara spiritual. Hal ini sesuai dengan tujuan Tazkia menciptakan insan yang  shaleh, pandai, kaya, dan keren (SPK2)
      Dalam sambutannya, Taufik Rizani salah satu pengurus BAZMA menekankan pentingnya pembinaan akhlak bagi mahasiswa-mahasiswi yang akan mengikuti program.  Baginya prestasi akademik adalah nomor dua, akhlaqul karimah yang terpenting.
     Sementara itu Murniati Mukhlisin, menyebutkan menerima amanah walau disebutkan merupakan perkara yang berat, namun belasan tahun para mahasiswa-mahasiswi ini dididik di lingkungan keluarga yang beragam, dari sekolah yang berlainan metode pendidikan, tentu saja merupakan sebuah tanggung jawab yang berat untuk melakukan pembinaan akhlak” ujar Murniati.
      Arif Sumandar yang turut mendampingi tim Tazkia ke Dumai menjelaskan metode pendidikan di STEI Tazkia menerapkan sistem pembinaan mahasiswa di kampus Tazkia. Misalnya pada tahun pertama dimana mahasiswa pada tahap awal ini akan di bina di kampus matrikulasi. Selama program, mereka akan dibekali program bahasa yaitu bahasa inggris dan bahasa arab, kemudian program hafalan Al-qur'an, shaum sunnah, character building dan akhlaqul karimah. Program pembinaan generasi milenial ini dilanjutkan pada tahun kedua hingga keemapt dengan pendekatan yang akrab dengan pengawasan dosen wali.(ZG)***4***


LONDON

RENDANG DAN MI GORENG DIGEMARI DI TENDA RAMADHAN LONDON      
           Zeynita Gibbons

   London 28/5 (Antara) - Menu nasi putih plus rendang Padang dan mi goreng yang disedikan oleh beberapa keluarga Indonesia yang tinggal di London serta sumbangan  dari  lembaga amal, Human Aid Initiative digemari masyarakat Inggris dalam acara buka puasa yang diadakan 
organisasi Ramadan Tent Project ini di London, akhir pekan.
            Pendiri Ramadan Tent Project, Omar Salha yang menyelenggarakan acara buka puasa bersamasejak 2013 mengakui dalam acara buka puasa kali ini dihadiri sekitar 250 tamu dan Ini Minggu tersibuk sejauh ini.
          Sebanyak 340 kotak nasi putih plus rendang Padang dan Mi goreng merupakan sumbangan beberapa warga Indonesia di London untuk proyek Ramadan Tent Project di London. ¿Ini tahun kedua kami menyumbang makanan Indonesia di acara buka puasa yang diadakan Ramadan Tent Project, ujar salah seorang warga Indonesia yang tak ingin disebutkan namanya kepada Antara London, Senin yang bersama lima keluarga Indonesia memasak nasi, rendang, dan mi goreng. ¿Kami senang  tamu yang hadir puas dengan rendang dan mi goreng yang kami sediakan,¿ ujarnya.
           Ide Ramadan Tent Project di London yang di gagas Omar Salha saat ia menjadi mahasiswa School of Oriental and African Studies (SOAS). Ide Tenda Ramadan datang karena di London ketika itu tidak ada tempat yang dipakai oleh warga Muslim untuk bersama-sama berbuka puasa, ujarnya.
           Buka puasa pertama yang ia gelar bertempat di kampus SOAS dengan dihadiri sekitar 150 orang, hampir semuanya mahasiswa internasional, ditambah dengan sejumlah turis dan tunawisma.
              Para tamu yang hadir di acara buka puasa bersama di London hari Minggu (27/5) tidak bisa menyembunyikan kegembiraan begitu mengetahui menu yang disediakan panitia adalah nasi putih, rendang dan mi goreng.
        ¿Wah baunya enak sekali, rasanya pasti luar biasa,¿ kata Hasan, pengunjung yang baru pertama kali hadir di acara buka puasa yang diselenggarakan oleh organisasi Ramadan Tent Project ini. Sementara Ash, tamu lain, mengatakan senang bisa menjumpai masakan Indonesia. ¿Enak, enak sekali. Terima kasih kepada panitia yang menyediakan menu Indonesia. Jarang kami mendapati menu seperti ini. Salah satu hidangan paling enak selama  hadir di acara buka puasa bersama,¿ katanya. ¿Teman-teman saya mengatakan mereka suka dengan masakan Indonesia ini,¿ujar Ash.
            Acara Ramadan Tent Project ternyata sangat popular yang membuat Omar dan beberapa kawan menyewa taman di Malet Street Gardens, kawasan Bloomsbury, untuk dipakai sebagai tempat berbuka puasa. Di sini didirikan tenda agar para tamu bisa nyaman, terutama ketika cuaca sedang tidak bersahabat. Yang menarik, semuanya boleh datang, baik Muslim maupun non-Muslim, baik warga Inggris maupun pendatang. Bahkan tidak jarang, orang-orang yang sedang lewat pun mampir untuk ikut acara.
           Selama sebulan penuh, tenda Ramadan di Malet Street Gardens terbuka untuk siapa saja.Acara buka puasa diawali dengan sambutan, salat Magrib berjamaah dan kemudian menyantap makanan utama.Sambutan disampaikan pembicara, dari mulai pegiat sosial, aktivis, akademisi, pengusaha, anggota parlemen, hingga pemain speak bola Liga Primer.
        Selain di London, Ramadan Tent Project juga menggelar tur buka puasa di tiga kota lain di Inggris, yaitu Bradford, Manchester dan Birmingham. Di luar Inggris, Ramadan Tent Project menggelar buka puasa bersama di Istanbul (Turki) dan Portland (Amerika Serikat).
         Omar mengatakan sejauh ini pihaknya telah melayani hampir 9.000 tamu dan 60.000 kotak makanan. Menu yang disediakan beragam, mulai dari kentang goreng, makanan Jamaika, Turki, Malaysia dan tentu saja favorit pengunjung, menu masakan Indonesia.

        Acara buka puasa Ramadan Tent Project dipuji banyak kalangan karena dinilai tidak hanya sebagai perekat komunitas di London yang beragam tapi juga sebagai medium dakwah Islam. Buka puasa Ramadan Tent Project digambarkan sebagai wajah Islam yang menyejukkan di tengah kemunculan suara-suara sumbang terhadap Islam di Barat. (ZG)****4****

BUKA PUASA

SALAWAT SAMARA AWALI BUKA PUASA DI LONDONZeynita Gibbons

    London,28/5 (Antara) - Lebih dari 200  umat Muslim Indonesia di Inggris mengikuti acara buka puasa yang diawali  dengan melantumkan Shalawat Samara dan ceramah  Ustad Faqihuddin Abdul Kodir, dosen di fakultas Hukum Islam di Syekh Nurjati Institut Studi Islam (IAIN).
        Acara buka puasa bersama ini berlangsung di Wisma Nusantara, kediaman resmi Dubes RI di London Dr Rizal Sukma, Bishops Grove, London, akhir pekan.
         Acara buka puasa bersama yang dihadiri Dubes Ri Rizal Sukma dan istri serta wakil kepala Perwakilan KBRI London, Adam Mulawarman Tugio dan masyarakat Indonesia yang datang dari berbagai wilayah serta para pelajar yang tergabung dalam PPI UK .
       Acara ini diawali dengan siraman rohani Ustad Faqihuddin Abdul Kodir, yang menjelaskan mengenai puasa yang dijabarkan bahwa perintah puasa di bulan suci Ramadhan itu ditulis dalam Al Qur'an yang intinya adalah ibadah puasa mendidik manusia  menghindari kebiasaan buruk.
         Pendiri Institut Fahmina, LSM Indonesia yang bekerja pada gender, demokrasi, dan pluralisme dari perspektif Islam menyatakan , puasa hati bukan untuk menyusahkan ummat tapi memudahkan kaum Muslimin sehingga lebih banyak ingat kebaikan orang yang ada disekeliling seperti suami atau istri dan tentunya  tidak banyak mengeluh.
         Menurut Ustad Faqihuddin, sebenarnya bagi mereka yang merasa tidak  kuat puasa dan merasa berat menjalaninya apalagi seperti di Inggris di musim panas maka ia dibolehkan tidak puasa selain orang sakit dan orang yang berpergian serta ibu hamil boleh berbuka.
         "Orang yang usia lanjut boleh tidak puasa dan hal itu disebutkan dalam Al Qur'an. Puasa di negara dengan empat musim apalagi pada musim panas yang waktunya cukup panjang bisa diganti hari yang lain  atau bisa  ikut daerah asal atau negara Islam terdekat".
         Diakuinya menjalani ibadah puasa seperti di Inggris seharusnya sangat baik, apalagi tinggal di daerah yang cukup sepi, bisa beribadah dengan leluasa dan khusyu, serta tadarus Qur'an dengan seksama.
           Masyarakat Indonesia yang ada di Inggris terlihat sangat antusias, guyub, saling menolong, untuk membangunkan sahur, berbagi dalam berbuka, demikian Faqihuddin Abdul Kodir.

          Jam berbuka puasa di Inggris dimulai pukul 21.00diikuti dengan sholat Magrib dan dilanjutkan dengan makan malam berama dengan menu kari ayam dan telor balado serta bakwan sayur yang merupakan sumbangan dari masyarakat Indonesia di London. Waktu sholat Isya yang mendekati pukul 23.00 maka sholat taraweh pun ditiadakan. ***4****
zg/a011
(T.H-ZG/B/A.F. Firman/A.F. Firman) 28-05-2018 03:52:59

IMO

INDONESIA SAMPAIKAN UPAYA TANGGULANGI ILLEGAL FISHINGZeynita Gibbons

      London,27/5 (Antara) - Indonesia menjabarkan upaya penanggulangan penangkapan ikan secara ilegal dalam diskusi panel "Enhancing Fishing Vessel Safety to Save Lives and Combat Illegal Fishing," di London.
           Sekretaris pertama Fungsi Politik KBRI London, Gita Loka Murti kepada Antara London, Minggu menyebutkan diskusi yang diadakan di sela-sela sidang Maritime Safety Committee itu, diselenggarakan oleh Sekretariat IMO, Yayasan Pew, dan Otoritas Transport Islandia di Sekretariat Organisasi Maritim Internasional (IMO)
        Asisten Deputi Ketahanan dan Keamanan Maritim Kementerian Koordinator bidang Maritim RI, Basilio Araujo, sebagai pembicara dalam pembahasannya menekankan pentingnya ratifikasi Cape Town Agreement on the Safety of Fishing Vessel 2012 (CTA) guna menjamin standar keamanan bagi kapal ikan berukuran panjang lebih 24 m yang berlayar ke perairan internasional .
          Basilio menyebutkan sebagai salah satu negara penyumbang ABK terbesar di dunia, Indonesia sangat berkepentingan untuk memastikan kapal-kapal ikan memenuhi standar keamanan. Hal tersebut tidak hanya berlaku untuk kapal-kapal ikan Indonesia, namun juga kapal-kapal asing guna melindungi ABK Indonesia yang berlayar di seluruh dunia.
             Pada kesempatan ini, Basilio juga memaparkan upaya Pemerintah Indonesia dalam menanggulangi IUU Fishing. Terkait hal tersebut, Indonesia telah meratifikasi Port State Measures Agreement, yakni Perjanjian Internasional yang mencegah kapal-kapal ikan asing yang terlibat penangkapan ikan secara ilegal untuk mendarat dan mengeluarkan hasil tangkapan ikannya di pelabuhan Negara Pihak.  
     Selain itu, Pemerintah Indonesia juga secara tegas menghukum
pelaku illegal fishing.
         Organisasi Buruh Internasional (ILO) mensinyalir terdapat 24.000 nelayan yang meninggal dan 24 juta yang terluka akibat kecelakaan kapal ikan setiap tahunnya. Angka tersebut sepuluh kali lebih tinggi dari angka kecelakaan kapal dagang. Oleh karena itu penting untuk menjamin standar keamanan kapal ikan seperti yang telah ditetapkan CTA.
              Selain wakil Indonesia, tampil sebagai  pembicara adalah para wakil dari Afrika Selatan, Islandia, IMO, dan Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO).
        Dalam diskusi dipimpin Peter Horn dari Yayasan Pew menitikberatkan aktivitasnya pada kegiatan memerangi IUU Fishing di seluruh dunia.

        Diskusi dihadiri  seluruh negara anggota IMO dan organisisi internasional yang berstatus sebagai pengamat pada IMO.(ZG) ***3***
(T.H-ZG/B/F. Assegaf/F. Assegaf) 27-05-2018 10:58:16