Blog ini berisi liputan dan berita serta artikel sekitar kejadian yang ada hubungannya diplomasi Indonesia di luar negeri khususnya wilayah Eropa yang saya kirim dan dimuat di LKBN Antara. Terima kasih untuk seluruh nara sumber diplomat yang memberikan kontribusi kepada saya sebagai koresponden LKBN Antara di Kerajaan Inggris dan juga mencakup wilayah Eropa
Diaspora Indonesia diajak Berinvestasi dengan Diaspora Bonds
News ID: 1238074
Investasi Diaspora Bonds akan mendukung alternatif pendanaan pemerintah atasi dampak Covid-19. Selain dukungan konkrit Diaspora Pada program “Bangga Buatan Indonesia” (KBRI)
London (ANTARA) -
Kepedulian dan rasa ingin membangun bangsa masih mengakar kuat di kalangan Diaspora Indonesia. Hal ini mengemuka dalam acara Ngobrol Virtual bersama diaspora Indonesia Inggris dan Irlandia mengenai Diaspora Bonds dan Kartu Masyarakat Indonesia di Luar Negeri (KMILN), yang digelar KBRI London, Sabtu (11/7).
Dengan posisi Inggris yang dikenal sebagai salah satu pusat keuangan dunia, Diaspora yang tinggal di Inggris dan Irlandia memiliki awareness yang cukup tinggi mengenai aspek penting pendanaan pembangunan.
Kuasa Usaha RI di London, Adam M. Tugio mengatakan acara virtual ini menjadi ajang bagi para Diaspora untuk bersama-sama mengupas peluang kontribusi mereka dalam menyukseskan program Diaspora Bonds yang akan diluncurkan Pemerintah.
Dikatakannya KBRI London, melakukan berbagai upaya komunikasi publik untuk menggugah patriotisme Diaspora Indonesia.
“Investasi Diaspora Bonds akan mendukung alternatif pendanaan pemerintah untuk mengatasi dampak Covid-19. Selain itu, dukungan konkrit Diaspora akan menggenapi upaya masyarakat di tanah air terhadap program “Bangga Buatan Indonesia”, ujarnya.
Diaspora yang tinggal di London selama 32 tahun, Marco Handoyono, berminat untuk berinvestasi pada Diaspora Bonds. “Saya berminat sekali dengan Diaspora Bonds, opsi investasinya yang aman dan menguntungkan, sekaligus membantu pembangunan di Indonesia,” ujarnya.
Ungkapan Marco merupakan cerminan dari pandangan Diaspora Indonesia pada umumnya yang bergabung pada acara virtual.Mereka yang bergabung diantaranya berprofesi sebagai akademisi, pelajar, masyarakat umum hingga profesional di berbagai perusahaan di Inggris dan Irlandia.
Sementara itu Plt. Direktur Surat Utang Negara, Deni Ridwan yang bergabung dalam acara tersebut menjelaskan tujuan dan manfaat Diaspora Bonds yaitu untuk membiayai defisit APBN, menutup kekurangan kas jangka pendek akibat ketidaksesuaian antara pemasukan dan pengeluaran Kas Negara dalam satu tahun anggaran dan mengelola portofolio utang negara.
Oleh karena itu rencana penerbitan Diaspora Bonds ini sangat diharapkan menjadi salah satu sumber pendanaan pembangunan. Kontribusi Diaspora Indonesia di luar negeri untuk membeli Diaspora Bonds merupakan wujud nasionalisme sambil berinvestasi,ujarnya.
Untuk memastikan diaspora Indonesia siap berinvestasi, Sekretaris Pertama Fungsi Konsuler KBRI London Maradona Runtukahu,menjelaskan, perlunya diaspora memiliki Kartu Masyarakat Indonesia di Luar Negeri (KMILN).
KMILN merupakan salah satu syarat pembelian Diaspora Bonds,” ujar Maradona seraya mengajak diaspora di Inggris dan London untuk mengajukan kepemilikan kartu tersebut. Semakin banyak yang memiliki KMILN, maka makin besar potensi keberhasilan penerbitan Diaspora Bonds.
GM BNI London, Ujuan Marihot Hadiwidjaja menegaskan kesiapan Bank BNI London memfasilitasi pembukaan rekening bagi Diaspora Indonesia di Inggris dan Irlandia yang berminat membeli Diaspora Bonds.
Counsellor Pensosbud KBRI London, Hartyo Harkomoyo mengatakan acara diadakan KBRI London bekerja sama dengan Direktorat Surat Utang Negara Kemenkeu, dan Bank BNI London tersebut dimoderatori news anchor Mochamad Achir. (ZG)
ANTARA) - Dalam buku "Art of Diplomacy", Dubes Sri Astari Rasjid menceritakan keberhasilan Diplomasi Budaya yang dilakukan oleh KBRI Sofia di Bulgaria, Albania dan Makedonia Utara selama periode 2016-2020. (KBRI) Sri Astari Rasjid memandang Bulgaria, Albania dan Makedonia Utara sebagai tanah budaya di Eropa Timur. Tidak heran, saat menjabat sebagai Duta Besar Indonesia di Sofia, ia menjalankan "Diplomasi Budaya untuk Mendorong Perdamaian dan Harmoni" sebagai misi strategisnya. Di akhir masa tugasnya sebagai Duta Besar Luar Biasa & Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Bulgaria merangkap Republik Albania dan Republik Makedonia Utara, Sri Astari Rasjid meluncurkan buku "Art of Diplomacy". Buku ini berisi perjalanan kehidupan profesional dan pribadinya sampai ia menjadi Duta Besar Indonesia untuk Sofia di Bulgaria dan prestasinya saat menjabat. Dalam buku "Art of Diplomacy", Dubes Sri Astari Rasjid menceritakan keberhasilan Diplomasi Budaya yang dilakukan oleh KBRI Sofia di Bulgaria, Albania dan Makedonia Utara selama periode 2016-2020. Buku yang diterbitkan dalam tiga bahasa, yaitu Indonesia, Inggris dan Bulgaria, ini juga memuat foto-foto kegiatan Duta Besar Astari saat menjalani diplomasi di Bulgaria, Albania dan Makedonia Utara, serta foto karya seninya. Sri Astari Rasjid adalah seorang seniman Duta Besar, itulah mengapa bukunya berjudul "Art of Diplomacy”, Sri Astari menceritakan bagaimana menjalankan diplomasi secara artistik. “Saya selalu memberikan yang terbaik, baik sebagai seorang seniman maupun Dubes,” ujar Dubes Astari kepada Antara London, Sabtu. Dikatakannya Diplomasi juga merupakan seni melukis perdamaian dan harmoni, keindahan dan toleransi, di atas kanvas hubungan internasional untuk kepentingan negara dan umat manusia, ujarnya. Buku "Art of Diplomacy” menceritakan perjalanan hidup seorang anak perempuan Indonesia, anak kelima dari seorang diplomat yang ditugaskan di India dan Burma. Astari menjalani kehidupannya menjadi pemimpin redaksi majalah fashion di usia 19, belajar fashion di London, perancang busana, sekaligus ibu dan istri pengusaha, serta seniman professional, hingga akhirnya menjadi Dubes Indonesia untuk Bulgaria, Makedonia Utara dan Albania. Buku ini bercerita dengan cara yang sangat menarik, meskipun hanya berawal sebagai sebuah kompilasi dari berbagai wawancara Sri Astari Rasjid dengan Jurnalis Bulgaria dan Indonesia. Tentang kehidupan dan kebahagiaan, Sri Astari menulis, "Ketika kita jatuh terpuruk, kata mereka, di sanalah letak harta kita! Jadi, rasakan sakitnya, temukan permata kasih sayang dan makna maaf yang sesungguhnya. Bangkit dan hadapilah dunia dengan semangat baru. Karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa mendatang! Mungkin mereka akan memanggil kita untuk menjadi Duta Besar!" Bagian paling menarik dari buku ini adalah karya seninya yang masih relevan dan bermakna dalam tugas diplomasi yang dijalani Sri Astari Rasjid saat ini. Karya seni yang dapat ditemukan dalam buku ini berasal dari 30 tahun terakhir kreasi seninya sebagai seniman profesional. Buku terdiri dari delapan bab. Setiap bab dari buku ini judulnya diambil dari salah satu karya seninya. Seperti Bab pertama bercerita tentang masa kecil. Bab diberi judul “Still Strong in My Memory”, sesuai dengan judul lukisan Sri Astari menggambarkan ia dan Ayah Ibunya, dibuat tahun 2008. Pada Bab kedua berjudul "Ever Ready Secretary", bercerita tentang proses persiapan dan pembelajaran Sri Astari dalam menjalankan tugas. Bab ini mencakup cerita kehidupannya sebagai seorang seniman, pendidikan, karier, keluarga, yang paling penting tentang pahlawan menginspirasinya serta tentang orang-orang menarik yang ditemui dalam hidupnya. Dalam bab ini dia menyatakan: “Saya mengenang Benazir Bhutto dari Pakistan, dengan kekaguman dan rasa sakit di hati. Pada hari dia dibunuh, saya meneteskan air mata." Sementara pada Bab ketiga yang diberi judul "Loyally Holding", bercerita tentang misinya sebagai seorang Duta Besar. Dalam bab ini Sri Astari Rasjid bercerita mengenai pemikiran artistiknya tentang tugas Dubes. Dia menuliskan “Ketika saya ditugaskan sebagai Duta Besar di Bulgaria, saya melihat Presiden Joko Widodo memiliki pemahaman mendalam tentang wilayah ini, karena ia memilih seorang seniman untuk mewakili Indonesia di tanah budaya ini." Pada Bab keempat dari buku ini bercerita tentang tanah air Indonesia yang amat Sri Astari cintai. Judul bab ini berasal dari karya seninya: “Tension Between Reality and Illusion”, yang dilukis pada tahun 1999.Ketika seorang jurnalis bertanya kepadanya, ‘Sebagai artis, bagaimana Ia melukiskan Indonesia? Sri Astari menjawab “Saya melukis jiwa negara saya dalam banyak warna, karena sumber dari semua warna itu satu! Itulah arti sebenarnya dari ‘Bhinneka Tunggal Ika’." Bab kelima, “Dancing the Wild Seas”, bercerita tentang negara menjadi akreditasi di mana ia ditugaskan di Bulgaria, Albania dan Makedonia Utara. Tentang Bulgaria Astari menulis, "Meskipun kecil, Bulgaria memiliki jiwa besar. Dengan pelestarian tradisi dan pola pikir yang fleksibel, dalam jangka panjang bangsa Bulgaria akan bangkit lebih kuat dan lebih berani dalam kerja sama internasional." Di Bab keenam buku “Art of Diplomacy”, Sri Astari menceritakan tentang metode penerapan strategi misinya sebagai Dubes dan hasil diplomasi budaya yang ia lakukan. Bab ini diberinya judul "Every Wall is A Door". Sri Astari adalah penggagas Asian Festival di Bulgaria di tahun 2017. Dalam buku menceritakan ide di balik pelaksanaan Asian Festival di Sofia untuk pertama kalinya. “Negara-negara Asia memiliki semangat ketimuran yang serupa, menjadi kekuatan utama di masa depan. Menyatukan mereka bersama berarti menaburkan benih-benih persatuan, toleransi, harmoni, dan kedamaian. “Ini adalah tujuan saya untuk dalam menggagas Asian Festival,” ujar Astari. Asian Festival berhasil menyatukan India dan Pakistan, Iran dan Saudi dalam satu acara. Dikatakannya pada tahun 2017, kami semua di sini menyaksikan Duta Besar Korea Utara dan Korea Selatan duduk bersama membahas Asian Festival, jauh sebelum kedua pemimpin negara bertemu di perbatasan kedua negara tersebut. Pertemuan ini juga disaksikan Presiden Bulgaria Roman Radev. Berbicara tentang ekonomi dan perdagangan bilateral, menarik untuk diperhatikan pertumbuhan perdagangan antara Bulgaria dan Indonesia pada 2018 meningkat 330%. Pada caturwulan pertama tahun 2020, yang merupakan tahun pandemi, nilai perdagangan justru meningkat 500%, dibandingkan dengan di tahun-tahun sebelumnya. Dalam buku “Art of Diplomacy”, Sri Astari menjelaskan bahwa pencapaian ekonomi ini adalah hasil jangka pendek dari diplomasi kebudayaan yang ia lakukan, sedangkan hasil jangka panjang diplomasi kebudayaan akan bertahan selamanya, ujarnya. “Angka peningkatan ini adalah hasil jangka pendek dari diplomasi budaya, yang bisa dilihat dalam bentuk kuantitatif. Hasil jangka panjang Diplomasi Budaya, yakni rasa saling percaya yang telah terbangun, akan bertahan seumur hidup.” Di Bab ketujuh berjudul "No U Turn", di mana Sri Astari menceritakan visinya mengenai masa depan Indonesia, Uni Eropa, dan isu-isu penting lainnya. Sementara pada Bab kedelapan berisi wawancara komprehensif Duta Besar Sri Astari dengan Jurnalis Bulgaria ternama, Olya Al-Ahmad, yang dilakukan pada tahap awal Pandemi Covid-19. Bab yang diberi judul “The Healer”, diambil dari judul lukisannya dibuat pada 1999. Sri Astari menulis dalam bab ini “Kita harus selalu ingat bahwa setelah musibah, akan ada hal-hal baru yang lebih baik di dunia ini. “Kita semua akan bisa melewati ini semua, dengan aman dan sehat, jika orang-orang di sekeliling kita aman dan sehat.” Bab sembilan berjudul "Cultural Diplomacy" berisi pidato Sri Astari saat mengisi acara Tedx Vitosha pada Maret tahun lalu. Pidato tersebut berisi topik yang inspiratif dan memperluas wawasan. Bab ini menyerap inti dari bab sebelumnya, yang dirangkumkan dengan baik. Sri Astari menyatakan dalam bab ini, “Saya ingin orang-orang melihat, mendengar, menyentuh, dan merasakan Indonesia. Melalui diplomasi budaya kami menghubungkan bangsa, untuk merayakan "Unity of Humanity", seperti yang dikatakan orang Indonesia: "Bhinneka Tunggal Ika." Buku “Art of Diplomacy” diterbitkan dalam tiga bahasa yaitu Indonesia, Inggris, Bulgaria dengan editor di Bulgaria, Nabiollah Massoumi, sedangkan editor di Indonesia Sekar Ayu Asmara. Buku setebal 192 halaman dirancang Mr. Lans Brahmantyo "After Hours Books" di Indonesia, dan diterbitkan serta dicetak di kota Sofia, Bulgaria. “Saya berterima kasih kepada semua tim buku saya yang berada di Bulgaria dan di Indonesia atas kerja keras yang luar biasa untuk mewujudkan buku ini," kata Duta Besar Astari kepada Antara London, Sabtu. Wakil Presiden Bulgaria Iliyana Yotova hadir sebagai tamu kehormatan dalam acara peluncuran buku “Art of Diplomacy” serta Dubes dari negara sahabat, diplomat dan pejabat tinggi dari pemerintah dan friends of Indonesia. Dalam peluncuran Dubes Sri Astari Rasjid menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada Presiden Bulgaria, atas bintang penghargaan yang diberikannya, serta kepada jajaran pemerintah Bulgaria, atas dukungannya. “Atas nama Pemerintah Indonesia, saya ingin mengambil kesempatan ini untuk menyampaikan penghargaan dan rasa terima kasih kepada Pemerintah Bulgaria atas bintang penghargaan “Madara Horseman – 1st Degree” Bangga sekali saya menerima penghargaan ini, yang disematkan langsung oleh Presiden Bulgaria Rumen Radev di kantornya 25 Juni 2020," ujar Sri Astari. Pada acara peluncuran buku, Wakil Presiden Iliana Yotova menyatakan penghargaannya kepada Dubes Sri Astari Rasjid, atas keberhasilan dalam menyatukan Kedutaan Besar Asia di Sofia melalui inisiatif untuk mengadakan Festival Asia secara tahunan sejak 2017. Wakil Presiden Iliana Yotova mengakui keberhasilan Diplomasi Budaya yang dilakukan oleh KBRI Sofia selama periode 2016-2020 dalam membawa Indonesia dan Bulgaria lebih dekat. "Bagi saya, peran Duta Besar Astari sebagai seorang seniman-Duta Besar yang mempromosikan Diplomasi Budaya ini sangat tepat untuk mewakili Indonesia, sebuah negara yang kaya akan budaya," ujarnya. Diplomasi Budaya ini juga membuka peluang untuk peningkatan kerja sama bilateral di bidang Perdagangan, Pariwisata, dan Investasi antara kedua negara, salah satunya terbukti dengan peningkatan nilai perdagangan antara Indonesia dan Bulgaria sebesar 400% pada tahun 2019, dan peningkatan 500% pada caturwulan pertama tahun 2020, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Mengenai buku "Art of Diplomacy", Wakil Presiden Iliana Yotova memandang buku ini lebih dari sekadar "formal report on the ambassadorship", tetapi menjadi bacaan inspirasional. Dia juga mengucapkan terima kasih karena Sri Astari bercerita tentang Bulgaria di dalam bukunya. Berkat keberhasilan di bidang ekonomi dan perdagangan ini, Dubes Astari juga menerima penghargaan dari Ketua Kamar Dagang dan Industri Bulgaria, Svetan Simeonov. Penghargaan Diploma diberikan atas kolaborasi aktif Duta Besar Sri Astari dengan Kamar Dagang dan Industri Bulgaria serta atas kontribusinya pada pengembangan kerja sama ekonomi antara Bulgaria dan Indonesia selama masa jabatannya. Pada acara peluncuran buku ini, KBRI Sofia mempromosikan Koleksi Permanen Indonesia yang berada di Aula 20 Galeri Nasional Bulgaria, dengan mengundang para tamu melihat koleksi tersebut. Koleksi Permanen Indonesia ini diresmikan Menteri Luar Negeri Indonesia dan Menteri Kebudayaan Bulgaria pada bulan September 2019. Kedutaan Besar Indonesia di Sofia juga menggunakan kesempatan ini untuk mempromosikan pariwisata Indonesia melalui pameran foto-foto pariwisata Indonesia di lokasi acara, pemutaran film-film pariwisata Wonderful Indonesia di tiga layar yang berbeda, pertunjukan tari dan lagu Indonesia, hingga kuliner Indonesia. Pensosbud KBRI Sofia Aisha Fauzia, mengatakan kepada Antara London, Jumat KBRI Sofia menjadi Kedutaan Besar pertama di Sofia yang mengadakan acara pada masa pandemi sambil tetap mematuhi peraturan kesehatan Pemerintah Bulgaria. Dengan pemantauan protokol kesehatan yang ketat seperti pemeriksaan suhu tubuh, penggunaan pembersih tangan, pembagian masker, penjagaan jarak aman satu meter di antara kursi-kursi yang disediakan, pembatasan jumlah tamu hingga setengah dari kapasitas normal lokasi kegiatan, dan pelaksanaan kegiatan di luar ruangan berhasil menginspirasi Kedutaan lain untuk mengadakan kegiatan serupa. Duta Besar Sri Astari, yang selalu tampil dalam balutan busana nasional pada acara resmi, berhasil menerima penghargaan "Code Fashion Award 2019" atas partisipasinya mempromosikan fashion Indonesia di Bulgaria. Di akhir masa tugasnya, Dubes Sri Astari memberikan hadiah kejutan untuk Presiden dan Wakil Presiden Bulgaria berupa lukisan potret keduanya sebagai hadiah perpisahan yang ia lukis. (ZG)
KBRI London Edukasi New Normal bagi WNI di Inggris dan Irlandia
News ID: 1219418
KBRI London mengadakan edukasi virtual “Survive the New Normal with Naturopathic” menghadirkan pakar Narutopati Inggris asal Indonesia Debby Jean-Marrie dan bekerja sama dengan Root of Life Inggris, (KBRI)
London (ANTARA) -
Kedutaan Indonesia (KBRI) di London mengajak masyarakat Indonesia di Inggris dan Irlandia untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan kesehatan diri menghadapi new normal Covid-19. Meski mulai 4 Juli 2020, Pemerintah Inggris memberlakukan berbagai pelonggaran lock down, masyarakat harus benar-benar tetap memperhatikan aspek kebersihan dan jaga jarak.
Untuk membekali masyarakat Indonesia yang tinggal di Inggris dan Irlandia, KBRI London mengadakan edukasi virtual “Survive the New Normal with Naturopathic” menghadirkan pakar Narutopati Inggris asal Indonesia Debby Jean-Marrie dan bekerja sama dengan Root of Life Inggris, ujar Counsellor Pensosbud KBRI London, Hartyo Harkomoyo kepada Antara London, Minggu.
Kuasa Usaha RI di London, Adam M. Tugio melalui kegiatan ini, diharapkan peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga stamina melalui keseimbangan daya tahan tubuh dan mengelola kesehatan mental untuk dapat survive menghadapi new normal, ujarnya.
Dikatakannya kesadaran tersebut adalah langkah komplemen terhadap protokol kesehatan Covid-19, yaitu jaga kebersihan dan jaga jarak.
Menurut pakar Narutopati Debby Jean-Marrie, di era new normal masyarakat perlu membantu pemerintah dan tenaga medis untuk dapat bekerja di level yang optimum. Salah satu tips upaya masyarakat dalam membantu adalah kesadaran terhadap kesehatan diri dan daya tahan tubuh.
Terdapat sejumlah langkah komplemen yang dapat dilakukan masyarakat dalam menghadapi new normal antara lain memprioritaskan untuk tidur 7-10 jam setiap harinya.
Jangan dibiasanya melihat gadget satu jam sebelum tidur, ujarnya menambahkan selain menjaga asupan air yang cukup dengan minum air putih 2-3 liter per hari.
Menjaga kadar makronutrisi dan mikronutrisi wajib setiap hari serta berolah raga secara rutin selama 30 menit. Melakukan latihan pernafasan untuk mengelola tingkat tekanan stress juga diperlukan, ujarnya.
Mengkonsumsi vitamin D yang cukup adalah salah satu sumber imunitas yang penting, apalagi bagi kita yang berasal dari Asia dan tinggal di Eropa yang umumnya tidak banyak mendapatkan sinar matahari.
Di era new normal, penting untuk menjaga tingkat stress dengan mengedepankan pikiran positif dan melakukan latihan pernafasan secara tepat. Lepaskan berbagai hal dan pikiran yang negatif karena hanya akan menumbuhkan racun dan stress. (ZG)
Sebanyak 206 ABK PMI kapal pesiar Cruise and Maritime Voyage (CMV) dengan menggunakan charter flight dari bandara Heathrow, London ke Denpasar melalui Bandar Seri Begawan, Kamis (2/7). (KBRI)
London (ANTARA) -
Kedutaan besar Indonesia di London berhasil melakukan repatriasi terhadap 206 ABK PMI kapal pesiar Cruise and Maritime Voyage (CMV) dengan menggunakan charter flight dari bandara Heathrow, London ke Denpasar melalui Bandar Seri Begawan, Kamis (2/7).
Counsellor KBRI London, Hartyo Harkomoyo kepada Antara London, Jumat menyebutkan menurut rencana para ABK PMI tersebut pada siang ini Jumat (3/7) pukul 13.00 WITA tiba di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali.
Dikatakannya Repatriasi atas 206 ABK PMI ini merupakan gelombang pertama dari dua gelombang pemulangan yang direncanakan. Para ABK PMI yang telah dipulangkan berasal dari kapal Astor, Magellan dan Marco Polo milik perusahaan CMV.
Kuasa Usaha RI di London, Adam M. Tugio dari London mengatakan Keberhasilan pemulangan ini tidak terlepas dari upaya keras KBRI London sejak awal kapal pesiar pertama group CMV tiba di Tilbury dan Bristol, Inggris pada Maret lalu di tengah pandemi Covid-19.
Menurut Adam, selama mengupayakan pemulangan, KBRI London terus memantau dan memastikan kondisi para ABK PMI dalam keadaan yang baik. KBRI London juga memberikan dukungan, baik dorongan secara moril maupun bantuan logistik kepada para ABK PMI, ujarnya.
Pada saat yang sama dengan pemberian dukungan tersebut, KBRI London melakukan berbagai upaya negosiasi secara intensif dengan pihak manajemen kapal. Upaya ini bertujuan untuk memastikan proses repatriasi dan pemenuhan hak-hak para ABK PMI.
Langkah koordinasi dengan berbagai otoritas terkait baik di Inggris maupun di tanah air juga dikedepankan. “Kami terus menjalin komunikasi dan langkah-langkah koordinasi dengan International Transport Federation (ITF), International Maritime Organization (IMO) Seafarers Centre, dan otoritas terkait Pemerintah Inggris untuk mendorong proses pemulangan,” ujar Adam.
Saat ini KBRI London tengah mengupayakan pemulangan gelombang kedua para ABK PMI yang berada di kapal Vasco da Gamma, Colombus dan Astoria milik perusahaan CMV, demikian Adam M. Tugio. (ZG)
Dubes serahkan surat penunjukan Konsul Kehormatan RI di Vladivostok
News ID: 1206750
Duta Besar RI untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, M. Wahid Supriyadi, menyerahkan Letter of Commission atau Surat Tauliah kepada Anton Zubko sebagai Konsul Kehormatan RI di KBRI Moskow, Senin (29/). (KBRI)
London (ANTARA) -
Duta Besar RI untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, M. Wahid Supriyadi, menyerahkan Letter of Commission atau Surat Tauliah kepada Anton Zubko sebagai Konsul Kehormatan RI di KBRI Moskow, Senin (29/). Letter of Commission yang ditandatangani Presiden Joko Widodo dan Exequatur dari Kementerian Luar Negeri Federasi Rusia menunjuk Anton Aleksandrovich Zubko (32) sebagai Konsul Kehormatan RI di Vladivostok wilayah kerja di Timur Jauh Rusia meliputi Primorsky Krai, Khabarovsky Krai, Kamchatsky Krai dan Sakhalinskaya Oblast. Dalam acara peresmian hadir seluruh jajaran KBRI Moskow, Dubes Wahid menyampaikan harapan keberadaan Konsul Kehormatan RI di Vladivostok dapat lebih mempererat dan meningkatkan hubungan antara Indonesia dengan Rusia, khususnya dengan wilayah Timur Jauh Rusia. Dikatakannya Potensi kerja sama Indonesia dan Rusia sangat besar. Rusia sangat luas dan Vladivostok cukup jauh dari Moskow. Kehadiran Konsul Kehormatan RI di Vladivostok sangat tepat untuk mendukung pengembangan kerja sama Indonesia dengan wilayah Timur Jauh Rusia, ujarnya. Dubes Wahid menekankan dukungan Konsul Kehormatan ini untuk meningkatkan kerja sama di bidang ekonomi, perdagangan, investasi, pariwisata, pendidikan, dan budaya, termasuk melindungi dan mengayomi WNI di wilayah Timur Jauh Rusia. Anton Zubko yang hadir di KBRI Moskow mengenakan batik Indonesia menyampaikan suatu kehormatan yang sangat tinggi dipercaya sebagai Konsul Kehormatan RI di wilayah Timur Jauh Rusia. Anton mengatakan berupaya melaksanakan kepercayaan ini sebaik mungkin dan bekerja sama erat dengan KBRI Moskow. Anton Zubkov, seorang pengusaha jaringan restoran dan kafe di Vladivostok, serta ekspor-impor produk makanan dari dan ke kawasan Asia Pasifik. Dalam lima tahun terakhir, jaringan kafe miliknya memasok biji kopi dari Indonesia secara reguler. Anton Zubkov yang pernah menempuh pendidikan di Australia, banyak mengetahui tentang Indonesia dan beberapa kali berkunjung ke Indonesia. Pada tahun 2020 hubungan diplomatik kedua negara genap 70 tahun. Rusia merupakan negara yang sangat luas secara geografis, dari Kaliningrad di bagian Barat hingga Kamchatka di bagian Timur. Penerbangan langsung Moskow-Vladivostok sekitar 8,5 jam dengan perbedaan waktu 7 jam. Pemerintah Rusia mengembangan wilayah Timur Jauh Rusia yang berpusat di Vladivostok sebagai hub untuk kerja sama Rusia dengan kawasan Asia Pasifik. Berbagai kegiatan internasional diselenggarakan di Vladivostok, seperti APEC 2012 yang dihadiri Presiden RI dan forum ekonomi tahunan Eastern Economic Forum. Secara geografis, Indonesia lebih dekat ke Vladivostok dari pada ke Moskow. Saat ini produk Indonesia masuk pasar Rusia melalui Vladivostok, seperti kopi dan bir. Tidak sedikit warga Rusia dari wilayah Timur Jauh Rusia melalui Vladivostok yang berwisata ke Indonesia, khususnya Bali. Berdasarkan catatan KBRI Moskow, terdapat 56 WNI di wilayah Timur Jauh Rusia termasuk 35 orang di antaranya di Vladivostok yang sebagian besar adalah mahasiswa. “Sudah waktunya Indonesia jadikan Vladivostok sebagai pintu masuk produk Indonesia ke wilayah Timur Jauh Rusia,” demikian Dubes Wahid. (ZG)
Dubes Wahid Supriyadi menyerahkan Surat Tauliah dari Presiden RI, Joko Widodo kepada Anton Zubko, Konsul Kehormatan RI di Vladivostok, Rusia.
Pilpres Polandia: Pesta Demokrasi di Tengah Pendemi Covid-19
News ID: 1206726
“Saya mengucapkan selamat kepada rakyat Polandia yang telah melakukan proses pemilu dengan baik dan lancar meskipun dilakukan di tengah-tengah pendemi covid-19, ujar Dubes Nining (KBRI)
London (ANTARA) -
Pelaksanaan pemilu berlangsung di Polandia ditengah-tengah Covid-19 dilakukan dengan memperhatikan protokol kesehatan, dimulai dari proses antrian berjarak dua meter, menggunakan masker saat dalam ruangan dan mencuci tangan dengan disinfektant atau handsanitizer saat memasuki ruangan (TPS).
Hal itu diungkapkan Dubes Indonesia untuk Polandia, Siti Nugraha Mauludiah kepada Antara London, Rabu sehubungan dengan Putaran pertama Pilpes di Polandia Hari Minggu (28/6)
KPU Polandia mencatat suara yang masuk sebesar 19.483.760 suara dari total pemilih yang terdaftar 30.204.684, tercatat partisipasi pemilih sebesar 64,51 persen, tertinggi sepanjang sejarah pemilu Polandia.
Polandia menjadi negara kedua dengan partipasi pemilu yang tinggi di masa pandemik Covid-19 setelah Pileg di Korea Selatan April lalu.
Memang ini unik turnout tertinggi sepanjang sejarah Polandia di saat keterbukaan setelah rezim komunis. Bahkan saat pemilu pada tahun 1990 yang menghasilkan pemenang Lech Walesa turnout nya 60,6 persen, ujar Dubes Nining, demikian Siti Nugraha Mauludiah biasa disapa.
Dikatakannya pengumuman resmi rencana baru Selasa pagi oleh KPU Polandia. Dengan adanya protokol kesehatan pemilih di-encourage memilih dengan pengiriman suara via pos, dengan terlebih dahulu mengkonformasi ke KPU setempat mengenai metoda pemilihan yang dipilih oleh pemilih.
Batas pemilih domestik yaitu pada 13 Juni sedangkan untuk pemilih yang berdomisili di luar negeri pada tanggal 16 Juni lalu.
“Saya mengucapkan selamat kepada rakyat Polandia yang telah melakukan proses pemilu dengan baik dan lancar meskipun dilakukan di tengah-tengah pendemi covid-19, ujar Dubes Nining
Diakuinya tidak mudah mengorganisir pemilu dengan banyaknya ketebatasan akibat dari penerapan protokol-protokol kesehatan.
Apapun hasil pilpres, komitmen peningkatan kerja sama bilateral akan tetap tinggi dari kedua belah pihak karena modalitas kerja sama yang telah terbangun secara dengan kuat di berbagai sektor, demikian Dubes Nining.
Ada beberapa analisa, kenapa saat ini jumlah partisipasi lebih tinggi, pertama karena orang-orang masih relatif tidak melakukan liburan panjang karena secara psikologi merasa lebih nyaman berada di rumah masing-masing.
Kedua terdapat "mobilisasi" dari pendukung Rafal Trzaskowski yang memanfaatkan para artis untuk mendorong partisipasi pemilu, terutama dari kelompok anak-anak muda.(ZG)
Antusiasme Pengusaha Prancis Berinvestasi di Indonesia
News ID: 1206718
Dubes Arrmanatha Nasir, Indonesia bukan hanya pasar paling besar di Asia Tenggara, tapi juga bagian dari pasar tunggal dan basis produksi bersama ASEAN dan RCEP. (KBRI)
London (ANTARA) -
Kedutaan Indonesia di Paris bersama MEDEF Internasional Prancis melakukan promosi investasi dalam Indonesia Infrastructure Investment Forum (IIIF) guna menarik kembali investasi asing dari Prancis ke Indonesia paska Covid-19, Selasa (30/6).
Pensosbud KBRI Paris, Jane Runkat kepada Antara London, Rabu menyebutkan forum virtual tersebut diikuti sebanyak 75 perusahaan Prancis bergerak di bidang energi, maritim, perbankan dan investasi, dirgantara, transportasi, otomotif, dan pertahanan.
Dubes Arrmanatha Nasir, dalam Forum IIIF yang berlangsung secara daring mengatakan pandemi Covid-19 telah merubah hidup kita secara total. Kita dituntut untuk keluar dari zona nyaman, tidak business as usual, serta harus lebih kreatif dan inovatif dalam menciptakan dan memanfaatkan peluang usaha baru.
Tuntutan ini sejalan dengan tujuan acara mengajak komunitas pengusaha Prancis keluar dari zona nyaman pasar mereka, kreatif dan inovatif dalam menangkap dan manfaatkan peluang pasar di Indonesia.
Dikatakan walaupun kondisi dalam cengkraman Covid-19, semangat kerja sama Indonesia dan Prancis tetap kuat. Saat ini kedua negara sedang memfinalisasi kesepakatan Defense Cooopertion Agreement, dan Plan of Action untuk merevitalisasi kerja sama strategis Indonesia-Prancis.
Lebih lanjut Dubes menerangkan kedua perjanjian direncanakan untuk di tanda tangani pada paruh kedua 2020. “Dengan fokus untuk mendorong kerja sama di bidang ekonomi, diharapkan perjanjian tersebut dapat membuka peluang kerjasama yang lebih besar bagi komunitas business Prancis dan Indonesia,” ujarnya.
Semangat kerja sama Indonesia-Prancis selama pandemi Covid-19 juga dapat dilihat dari kerja sama Badan Pembangunan Prancis (AFD) dan PT SMI yang menandatangani kerjasama senilai 150 juta Euro untuk proyek infrastruktur hijau dan pembangunan infrastruktur kesehatan.
Kerjasama kedua negara yang terus berkembang pada saat pandemi merupakan refleksi hubungan bilateral yang semakin matang, yang pada tahun 2020 ini memasuki usia nya yang ke-70.
Dikatakannya Indonesia memberikan peluang perusahaan Prancis untuk berbisnis di Indonesia, khususnya di sektor prioritas seperti energi, transportasi, maritim dan proyek pembangunan Ibu Kota Negara (IKN).
Ia juga menekan kan Indonesia bukan hanya pasar paling besar di Asia Tenggara, tapi juga bagian dari pasar tunggal dan basis produksi bersama ASEAN dan RCEP.
Selain itu, Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk melakukan reformasi ekonomi dan birokrasi untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif, serta memfasititasi dan memberikan insentif bagi investor asing. Diharapkan akan menjadi pertimbangan bagi peruhasaan Prancis yang ingin merelokasi ke Indonesia.
Hadir sebagai pembicara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan guna melakukan mitigasi dampak Covid-19, pemerintah Indonesia mengeluarkan paket stimulus ekonomi, didukung kebijakan industri 4.0, peningkatan fintech, peningkatan transformasi digital serta penyiapan Omnibus law untuk mendukung penciptaan iklim usaha yang kondusif dan menciptakan lapangan kerja.
Deputi Menteri PPN bidang Pembangunan Infrastruktur menawarkan 41 proyek besar senilai 439,98 miliar USD sampai tahun 2024 di sektor transportasi, listrik, jaringan gas, logistik dan eco-city, termasuk proyek-proyek ibu kota baru.
Ia mengundang pengusaha Prancis termasuk sektor UKM memanfaatkan potensi usaha Indonesia. Dalam masa Covid-19, Indonesia merupakan 1 dari 3 negara yang diprediksi masih menunjukkan pertumbuhan positif paska Covid-119. Negara lainnya yaitu India dan China.
Pengusaha Prancis menunjukkan ketertarikan besar pada potensi investasi di Indonesia.
Pada sesi tanya-jawab, mereka mengajukan berbagai pertanyaan terkait rencana implementasi omnibus law, pemindahan ibu kota, insentif bagi investor asing, digitalisasi proses administrasi, serta detail terkait 89 proyek strategis nasional.
Indonesia dapat memanfaatkan berbagai expertise, teknologi dan pendanaan dari Prancis untuk mendukung pemulikan ekonomi nasional paska Covid-19.
Penyelengaraan IIIF 2020 telah mendekatkan kebutuhan pembangungan Indonesia (demand) dengan suplai kemampuan teknologi dan permodalan perusahaan Prancis yang ingin berinvestasi ke Indonesia. Indonesia siap memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi pengusaha asing dalam berinvestasi di Indonesia. (ZG)