Rabu, 09 April 2008

DUBES RESMIKAN PUSKEMAS ALBA NIZZA

D0080408003949 08-APR-08 KSR JKT

DUBES RI UNTUK ITALIA RESMIKAN GEDUNG PUSKESMAS "ALBA-NIZZA"


London, 8/4 (ANTARA) - Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LB&BP) Republik Indonesia untuk Republik Italia, Malta dan Siprus serta Badan Badan Dunia FAO, IFAD dan WFP yang berkedudukan di Roma, Susanto Sutoyo, Senin meresmikan Puskesmas "Alba-Nizza" di Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah yang merupakan bantuan warga kota Alba dan Nizza Monferrato, Italia.


Sekretaris I KBRI Roma Pramudya Sulaksono dalam keterangannya kepada ANTARA London, Selasa mengatakan bahwa dalam peresmian Puskesmas itu Dubes Susanto Sutoyo disertai Dr. Roberto Cerrato, Wakil Walikota Alba dan Dott. Maurizio Carcione, Walikota Nizza Monferrato.


Puskesmas yang diberi nama Alba Nizza itu diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten yang diwakili Wakil Bupati Klaten, Samiadji mewakili Bupati Klaten, Drs. H. Ali Mufiz, MPA disaksikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah mewakili Gubernur Jateng.


Menurut Pramudya Sulaksono, bantuan Puskesmas "Alba-Nizza", di Klaten ini merupakan bentuk kepedulian masyarakat Italia khususnya warga kota Alba dan Nizza Monferrato, Regione Piemonte, Italia kepada Indonesia, khususnya masyarakat di Kecamatan Gantiwarno, Klaten yang tertimpa musibah gempa bumi di Yogyakarta dan Jawa Tengah yang menelan korban sekitar 6.500 jiwa, diantaranya 1.600 jiwa di Klaten dua tahun lalu.


Pramudya Sulaksono mengatakan Italia merupakan negara pertama yang datang membawa bantuan kemanusiaan ke Klaten, mengingat konsentrasi bantuan luar negeri pada waktu itu banyak terkonsentrasi di Yogyakarta, ujarnya.


Sebelumnya pemerintah Italia yang dipimpin Dr. Agosto Miozzo dari Italian Civil Protection Office memberikan bantuan kemanusiaan yang dipusatkan di Kabupaten Klaten berupa 20 tenaga medis dan paramedis, rumah sakit lapangan, tenda darurat dan sebanyak 40 ton obat-obatan.


Sementara itu masyarakat di Italia, khususnya warga kota Alba dan Nizza Monferrato mengorganisir pengumpulan dana sukarela untuk masyarakat Klaten. Dr. Cerato pendiri INSIEME Per L-Indonesia (Bersama Untuk Indonesia) menyampaikan gagasannya kepada KBRI Roma untuk pembangunan Puskesmas di daerah tersebut.


Dr. Roberto Cerrato, Dott. Maurizio Carcione dan Severino dari INSIEME per L-Indonesia sejak April tahun lalu mengadakan pertemuan dengan Pemkab Klaten guna membahas rencana pembangunan Puskesmas Gantiwarno dari puskesmas nonrawat inap menjadi puskesmas rawat inap yang diikuti dengan penandatanganan MoU antara INSIEME dan LSM Lembaga Pengkajian Ekosistem (LPPE) dengan disaksikan oleh Bupati Klaten.


Pembangunan Puskesmas senilai 50.000 Euro diharapkan menjadi landasan kerja sama Indonesia dan Italia, terutama antara Provinsi Jawa Tengah khususnya Kabupaten Klaten dan Kota Alba dan Nizza Monferarato di Regione Piemonte, Italia, dalam meningkatkan kerja sama yang luas bagi peningkatan hubungan bisnis, kerjasama perdagangan dan investasi antara kedua negara.(T.H-ZG/B/Z002/Z002) 08-04-2008 23:58:25

Slovanian music school`s

RI acknowledges Slovanian music school`s role in teaching Anglung



London (ANTARA News) - The Indonesian government has presented certificates of appreciation to a music school and its head in Novo nesto, Slovenia, for having taught and promoted the playing of two traditional Indonesian musical instruments -- the angklung of West Java and the kolintang of North Sulawesi - for more than 25 years.


The certificates were handed to the Marjana Korine mucic school and its director, Zdravko Hribar, on behalf of the Indonesian government by Indonesian Ambassador to Slovenia Triyono Wibowo on Monday.


Taking place at Novo nesto`s Janes Trdina Cultural Center, the event was also attended by the town`s mayor, Alojz Muhic, and hundreds of Novo nesto residents.


An official at the Indonesian Embassy in Vienna, Austria, Darianto Harsono, said the event was part of a cultural program organized by Novo nesto, a town located about 70 km from the Slovenian capital of Ljubljana.


The school had been teaching the playing of the two Indonesian musical instruments and ethnic Indonesian melodies for more than 25 years to students in Slovenia.


Ambassador Triyono Wibowo in his address on the occasion thanked and expressed high appreciation to Hribar and his school for having famliarized the Slovanian public with parts of Indonesian culture.


The Marjana Kozine music school had a well-preserved angklung set that was contributed in 1981 by Colonel General Stane Potocar-Lazar, a military officer in the army of the former Yugoslavia, who loved Indonesia. The school`s kolintang set was a gift from the Indonesian embassy in 2002.


The presentation of the certificates was followed by a kolintang concert performed by Marjana Korine music school students.(*)

Selasa, 08 April 2008

PENGHARGAAN RI UNTUK MARJANA KOZINE

D0080408002314 08-APR-08 KSR JKT

RI SERAHKAN PENGHARGAAN PADA "MARJANA KOZINE " NOVA MESTO, SLOVENIA


London, 7/4 (ANTARA) - Duta Besar RI untuk Republik Slovenia yang berkedudukan di Wina, Austria, Triyono Wibowo, atas nama Pemerintah menganugerahkan piagam penghargaan kepada Sekolah Musik "Marjana Kozine" Novo mesto, Slovenia, dan kepala sekolahnya ,Zdravko Hribar.


Penyerahan piagam penghargaan itu berlangsung di Gedung Pusat Kebudayaan Janes Trdina, Novo mesto, Slovenia, Senin disaksikan Walikota Novo mesto, Alojz Muhie, serta ratusan warga Novo mesto.


Sekretaris I Pensosbud KBRI Wina, Darianto Harsono kepada ANTARA London, Senin megatakan acara penyerahan piagam penghargaan Pemerintah Indonesia itu merupakan bagian dari acara budaya yang diadakan kota Novo mesto, yang terletak sekitar 70 km dari ibu kota Slovenia, Ljubljana.


Pemberian penghargaan tersebut merupakan wujud terima kasih dan penghargaan kepada mereka atas perhatian dan dedikasinya yang selama lebih dari 25 tahun memperkenalkan budaya dan musk tradisional Indonsia angklung dan kolintang kepada murid-murid sekolah musik di Slovenia, khususnya kota Novo mesto.


Menurut Darianto Harsono, tanda penghargaan tersebut diberikan kepada Zdravko Hribar dan sekolah musik yang dipimpinnya, atas perhatian dan dedikasinya yang terus menerus dalam memperkenalkan budaya dan musik tradisional Indonesia, angklung dan kolintang, kepada murid sekolah musik di Slovenia, khususnya kota Novo mesto.


Selama lebih dari 25 tahun, sekolah musik "Marjana Konzine" memasukkan dalam kurikulumnya pelajaran musik angklung dan kolintang serta memperkenalkan lagu-lagu daerah Indonesia kepada murid-murid di Slovenia, khususnya di kota Novo mesto.


Duta Besar RI Triyono Wibowo dalam sambutanya atas nama pemerintah Indonesia menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Hribar dan Sekolah Musik "Marjana Kozine" atas upaya mereka dalam memperkenalkan dan mempromosikan budaya Indonesia kepada masyarakat Slovenia khususnya yang tinggal di kota Novo mesto.


Sekolah Musik "Marjana Kozine" Novo mesto memiliki seperangkat alat musik angklung dan kolintang yang masih terawat dengan baik yang merupakan sumbangan Kolonel Jenderal Stane Potocar-Lazar, seorang perwira militer pada masa Yugoslavia yang juga seorang pecinta Indonesia, pada tahun 1981.


Sedangkan alat musik kolintang sumbangan KBRI Wina pada tahun 2002.


Diharapkan dengan adanya pemberian tanda penghargaan tersebut masyarakat Slovenia dapat lebih mengenal Indonesia yang pada akhirnya dapat meningkatkan hubungan bilateral Indonesia - Slovenia yang selama ini telah terjalin dengan baik.


Pada kesempatan penyerahan tanda penghargaan tersebut juga diperdengarkan alunan musik kolintang yang dimainkan oleh murid-murid sekolah musik "Marjana Kozine" Novo mesto, demikian Darianto Harsono. (U-ZG)/C/A011)(T.H-ZG/C/A011/A011) 08-04-2008 07:14:29


Senin, 07 April 2008

ICM I UK JELASKAN ISLAM DAMAI

ICMI UK DIIMINTA JELASKAN TENTANG ISLAM YANG DAMAI


London, 6/4 (ANTARA) - Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) di Kerajaan Inggris diharapkan dapat menjelaskan mengenai agama Islam yang damai dalam upaya menangkal pemberitaan yang miring disekitar umat Muslim yang sering dimuat oleh media Barat.


"Apa pun yang diberitakan mengenai Islam tetap akan menjadi promosi yang baik. "Bad news its a good news," ujar Dr Omar Nurullah Siddigi, salah seorang imam masjid kota London dalam acara pertemuan bulanan anggota ICMI UK yang diadakan di London, Minggu.


Pertemuan bulanan anggota ICMI UK selain dihadiri anggota ICMI UK yang datang dari berbagai daerah di Inggris Raya seperti Skotlandia, Manchester dan St Albans itu juga diikuti anggota lainnya melalui jaringan online Yahoo Massenger.


Ustad Omar, seorang da'i Islam Awareness di Kepolisian Metropolitan London itu mengatakan bahwa kesan buruk tentang Islam yang sering dimuat di media massa Inggris seharusnya disikapi dengan interaksi yang lebih banyak dengan kaum non Muslim.


Sebaiknya anggota ICMI di Inggeris Raya dapat menjelaskan berbagai hal mengenai Islam dan juga hubungan antar agama dengan dasar yang sama atau "common ground".


Dikatakannya ,umat Islam, wajib menghormati Nabi Musa dengan Tauratnya dan Nabi Isa dengan Injilnya, karena mereka semua keturunan Nabi Ibrahim melalui putranya Nabi Ishaq AS, ujarnya sambil menambahkan bahkan Nabi Muhammad SAW juga merupakan keturunan Ibrahim melalui putranya Nabi Ismail dalam melanjutkan dan melengkapi risalah agama sebelumnya yaitu Yahudi dan Nasrani.

Penjelasan seperti itu yang seharusnya disampaikan umat Muslim yang ada di Inggris khususnya anggota ICMI UK dalam menangkal berita berita mengenai Islam yang sering kali tidak mengandung kebenaran, ujarnya.


Menurut Dr Omar, kekuatan Islam adalah ketika diamalkan oleh ummatnya. Ibarat butir peluru yang dilemparkan dengan tangan tak akan mampu membunuh seekor kucing pun, namun jika ditembakkan dari senapan, singa segarang apa pun akan mati. Begitulah saat ini Islam hanya ada dalam kitab-kitab, ibarat peluru tadi, ujarnya.


Sebelumnya Dr Omar yang berasal dari India menjelaskan mengenai sifat sifat Rasul Nabi Muhammad SAW diantaranya yang selalu menyambung silaturahmi kepada yang memutuskan, tetap ramah kepada orang yang tidak suka dan memaafkan orang yang menzaliminya.


Selain itu , ia juga menjelaskan mengenai Rukun Iman dan Rukun Islam yang memiliki kekuatan yang harus dipahami dan diamalkan oleh setiap umat Muslim dimana pun juga . Gunakan intelektual untuk memahami Islam dan ICMI UK dapat menjadi contoh dengan saling memaafkan dan juga perlunya toleransi di negeri yang umat Islamnya menjadi minoritas.


"Justru tugas kitalah menyampaikan Islam kepada non Muslim karena mereka sama berhaknya dengan kita untuk mendapatkan kebenaran, demikian Dr Omar Nurullah Siddigi.


Dalam pertemuan ICMI UK itu, juga dibahas berbagai masalah diantaranya mengenai regenerasi dan mengelar kegiatan besar ICMI UK menghadapi musim panas dengan menyelenggarakan ukhuwah dengan ICMI Eropa. (U-ZG)/B/A011)(T.H-ZG/B/A011/A011) 07-04-2008 08:31:4

Sabtu, 05 April 2008

CHAIRUL ANWAR UNGKAP PERISTIWA RAWAGEDE

D0050408000204 05-APR-08 PUM JKT

CHAIRUL ANWAR UNGKAP PERISTIWA RAWAGEDE DALAM SAJAK KARAWANG BEKASI

Oleh Zeynita Gibbons


London, 5/4 (ANTARA) - Luka lama yang digoreskan oleh tentara Belanda bagi masyarakat Rawagede , masih terus membekas dan tidak pernah akan hilang.


Bahkan setelah 61 tahun berlalu para pencari kebenaran terus berjuang agar Belanda mengakui Kemerdekaan Indonesia dan mengganti kerugian yang dialami masyarakat Rawagede.


Pembantaian Rawagede adalah peristiwa pembantaian penduduk desa Rawagede, di antara Karawang dan Bekasi oleh tentara Belanda pada tanggal 9 Desember 1947 sewaktu melancarkan agresi militer pertama. Sejumlah 431 penduduk menjadi korban pembantaian ini.


Peristiwa inilah yang menjadi inspirasi dari sajak terkenal Chairil Anwar berjudul "Karawang Bekasi", juga memberi inspirasi bagi Yayasan Komite Utang Kehormatan Belanda (K.U.K.B.) yang berdomisili di Belanda untuk berjuang dan bahkan tidak akan berhenti sebelum adanya pengakuan dari Pemerintah Belanda.


Ketua Yayasan K.U.K.B. Jeffry M. Pondaag kepada ANTARA London mengatakan bahwa ia bersama para pengurus yayasan yang berdomisili di Belanda yang pada tanggal 4 April genap berusia setahun ini akan terus membantu perjuangan para korban Rawagede.


"Bu Imi yang menjadi salah satu korban menjadi simbol yayasan K.U.K.B. karena menyaksikan suaminya dibunuh di depan matanya," ujar Jeffry.


Kini Bu Imi saksi sejarah masuk rumah sakit karena menderita penyakit ginjal dan yayasan K.U.K.B. berusaha mencari dana untuk membantu.


Sebelumnya Yayasan K.U.K.B. membantu Sa'hi seorang korban hidup dari Rawagede untuk mengoperasi matanya yang pada saat peristiwa Rawagede itu, Sa'hi yang di tembak pura pura mati sementara sang ayah menjadi korban.


Perjuangan panjang yayasan K.U.K.B. yang situsnya diluncurkan tanggal 4 April diantaranya dengan melayangkan petisi kepada Parlemen Belanda di Den Haag pada 11 Desember 2007.


Menurut Jeffry, petisi yang mereka layangkan itu pada 31 Januari lalu dibahas dalam Komisi Khusus oleh Parlemen Belanda (Tweede Kamer) yang dalam sidang tersebut Menteri Luar Negeri Belanda Maxime Verhagen mengakui tentara Belanda mengeksekusi masyarakat Rawagede tanpa hukum.


Pengakuan Menteri Luar Negeri Belanda Maxime Verhagen sesuai dengan jawaban kepada Krista van Velzen juru bicara luar negeri Partai SP (Sosial Partai), ujar Jeffry M Pondang yang ikut dalam sidang Komisi khusus Belanda bersama rekannya dari yayasan K.U.K.B. serta dua bekas tentara Belanda dan organisasi NGO (non governmental organization) dari Belanda.


Menurut dia, belum pernah ada dalam sejarah Belanda maupun Indonesia satu organisasi menyerahkan petisi kepada parlemen Belanda setelah 60 tahun peristiwa pembantaian Rawagede pada tanggal 9 Desember 1947 yang merupakan masalah HAM Berat .


Sejarah Rawagede

Peristiwa yang terjadi di Rawagede 9 Desember 1947, dimana tentara Belanda membantai sebanyak 431 penduduk Rawagede (Bekasi) yang hingga kini terus membekas pada sebagian besar masyarakat Rawagede.


Di Sulawesi Selatan bahkan jumlah korban pembunuhan oleh tentara Belanda lebih banyak lagi yang dalam sejarah Indonesia tercatat kurang lebih 40.000 jiwa.


Kedua peristiwa tersebut merupakan kejahatan perang dan kejahatan atas kemanusiaan karena jelas melanggar Konvensi Jenewa yaitu pembunuhan penduduk sipil (non combatant), ujar Jeffry.


Ia mengatakan bahwa masih banyak peristiwa kejahatan tentara Belanda terhadap rakyat sipil di Indonesia pada periode 1945-1950 yang tidak tertera didalam buku sejarah. Seperti kejadian pembantaian di Kali Progo, Temanggung di Jawa Tengah dan Bandar Buat di Sumatra.


Pembentukan yayasan K.U.K.B. ini diinspirasi dari organisasi serupa yang dibentuk 4 April tahun 1990 yang bernama "Stichting Japanse Ereschulden" (Yayasan Utang Kehormatan Jepang) di Negeri Belanda.


Yayasan orang Belanda ini menuntut Jepang untuk melunasi Hutang Kehormatan yang dilakukan oleh Jepang pada saat PD II dengan pemaksaan wanita wanita Hindia Belanda sebagai wanita penghibur (troostmeisjes).


Menurut Jeffry, yayasan K.U.K.B. bukan sekedar menuntut Belanda mengganti kerugian yang diderita warga Rawagede, tetapi yang penting adalah agar Pemerintah Belanda mengakui secara juridis Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945, dan meminta maaf atas pelanggaran HAM berat dan kejahatan atas kemanusiaan.


Mengganti kerugian bukan berarti karena sosial atau kasihan tetapi karena kehormatan dan apa yang dirusak seperti rumah di bakar atau suami di bunuh, ini harus diganti, ujarnya.


Selama ini Pemerintah Belanda, menurut Jerffy mengakui Kemerdekaan Indonesia adalah 27 Desember 1949 dan bukan 17 Agustus 1945.

"Bila mereka mengakui berarti tentara Belanda KNIL dan KL sia sia melakukan agresi militer I dan II. Para veteran atau keluarga akan menuntut pemerintahnya yang berarti Belanda menyerang secara ilegal," ujarnya.


Selama Belanda tidak mengakui secara juridis Kemerdekaan Indonesia berarti kedutaan Belanda di Jakarta tidak sah, dan ini terungkap saat mantan perdana menteri Ben Bot berkunjung ke Indonesia dan mengatakan " We are in the wrong side of the history" ?

Negeri Belanda, sebagai negara yang sangat taat akan hukum, seharusnya merasa janggal untuk bekerja sama dengan Negara Indonesia yang secara juridis (sampai detik ini) tidak diakui eksistensinya, ujarnya.

Sesuai dengan Undang Undang Dasar 1945 yang dianut Republik Indonesia sebagai dasar landasan hukum ketatanegaraan, maka Proklamasi Kemerdekaan Indonesia adalah pada tanggal 17 Agustus 1945. Jadi bukan pada saat "pelimpahan kekuasaan" 27 Desember 1949.


Bahkan, selama ini rakyat dan pemimpin Indonesia tidak menyadari, bahwa tidak satu kali pun Duta Besar Belanda yang menghadiri Peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI yang setiap tahun dilakukan tanggal 17 Agustus di Istana Merdeka dan dihadiri para Diplomat luar negeri, ujarnya.


Pengakuan Pemerintah Belanda, pada 27 Desember 1949 sebagai hari kemerdekaan RI, berdasarkan adanya istilah "melimpahkan kedaulatan" (Soevereniteitsoverdracht) yang dilakukan Ratu Juliana kepada Perdana Menteri RIS Mohammad Hatta di Paleis op de Dam di Amsterdam, Belanda.


Peristiwa yang paralel dilakukan di Batavia/Jakarta, di mana Hoge Vertegenwoordiger van de Kroon (Wakil Tinggi Mahkota) Lovink "menyerahkan kedaulatan" kepada Wakil Perdana Menteri RIS Hamengku Buwono IX.


Senjata makan tuan

Organisasi yang dalam bahasa Belanda disebut Stichting Komitee Nederlandse Ereschulden atau yayasan Komite Utang Kehormatan Belanda. bertujuan untuk membantu masyarakat Rawagede yang mengalami kerugian.


Menurut Jeffry ada filosofi pemikiran dasar dalam membuat nama dan juga tanggal berdirinya K.U.K.B. yaitu yang pertama untuk "memukul" Belanda dengan senjata nya sendiri.


"Mereka menuntut Jepang, sebaliknya kenapa kita tidak bisa menuntut Belanda", tegasnya.


Tanggal berdirinya yaitu 5 Mei 2005, tanggal dimana Belanda bebas (Merdeka) dari kependudukan Jerman tanggal 5 Mei 1945. Memberi petisi pada tanggal 15 Agustus 2007 di kedutaan Belanda di Jakarta ini karena, pada tanggal 15 Agustus 1945 Jepang kapitulasi karena dua atom bom di Hiroshima dan Nagasaki.


Jepang menyerahkan kekuasaan kepada sekutu bukan kepada Belanda. Kekuasaan Belanda pada tahun 1942 di serahkan kepada Jepang.


Menurut Jeffry di pilihnya tanggal 5 Mei sebagai tanggal berdirinya K.U.K.B. merupakan sebuah sindiran kepada Belanda. Pada tanggal tersebut Belanda telah bebas dari kependudukan Jerman yang hanya lima tahun menjajah Belanda.


Belanda sangat gembira dan senang sebagai orang bebas. Tetapi dia sendiri menjajah bangsa Indonesia selama ratusan tahun, ujarnya.


Seharusnya Belanda bisa merasakan bagaimana rasa "senang" telah bebas dari penjajahan dan bagaimana penderitaan orang yang terjajah itu. Apalagi Belanda menjajah Indonesia secara mental dan fisik.


Maka lahirlah ide membuat Komite Utang Kehormatan Belanda (Comite Nederlandse Ereschulden) di jalan Kimia nomer 2.


Organisasi ini sejak 04 april 2007 secara resmi menjadi yayasan Komite Utang Kehormatan Belanda (stichting Comite Nederlandse Ereschulden, yayasan K.U.K.B.) Tempat legalisasi secara notariel di lakukan di kantor Notaris R. Ottens di Veenendaal, Nederland oleh Jeffry Marcel Pondaag, Dr. Purbobaskoro Hadinoto dan Yosephina Serendeng Spd.


Tujuan kegiatan yayasan K.U.K.B. bukanlah untuk membalas dendam, melainkan untuk mewujudkan suatu rekonsiliasi yang bermartabat (Reconciliation with dignity) antara bangsa Indonesia dan bangsa Belanda, ujar Jeffry.


Tujuan rekonsiliasi ini juga disampaikan kepada Bert Koenders dan Angelien Eijsink, anggota Parlemen dari Partij van de Arbeid, ketika pimpinan KUKB bertemu dengan di Gedung Parlemen Belanda pada Desember 2005 lalu.


Berpihak ke Indonesia

Menurut Jeffry, adalah suatu kenyataan, bahwa disukai atau tidak hubungan Indonesia dengan Belanda telah terjalin lebih dari 400 tahun.


Selain banyak sisi negatif bagi bangsa yang terjajah, tak perlu dipungkiri, bahwa juga ada sisi positif dari masa penjajahan Belanda, yang di beberapa daerah berlangsung lebih dari 300 tahun.


Banyak orang Belanda yang sejak lebih dari 100 tahun lalu membela pribumi seperti Dr. Theodor van Deventer, Eduard Douwes Dekker (Multatuli), Hendricus Sneevliet, Prof. Wim Wertheim.


Mereka berjuang di pihak Indonesia secara politis seperti Dr. Francois Eugene Douwes Dekker (Setia Budi), dan bahkan dalam perjuangan fisik seperti yang dilakukan H. Poncke Princen dan Jan Glissenaar, veteran Belanda yang menyesal dan sudah meminta maaf.


Di Belanda sendiri banyak orang Belanda yang tetap bersimpati kepada bangsa Indonesia dan terbuka untuk berdialog secara jujur mengenai masa lalu hubungan Indonesia-Belanda, terutama generasi muda yang menyatakan mereka tidak mempunyai beban.


Namun Pemerintah Belanda sendiri sebagai institusi, hingga saat ini tetap tidak mau mengakui kemerdekaan Republik Indonesia adalah 17 Agustus 1945.


Pada saat Menlu Ben Bot mengadakan kunjungan ke Jakarta tahun 2005, masalah tersebut juga digarisbawahi dalam wawancara Menlu Ben Bot di Televisi Indonesia di mana dia mengatakan, bahwa: ? ... and recognition is something you can only do once ? so the transfer of sovereignty took place in 1949??.(U-ZG/B/Z003)(T.H-ZG/B/Z003/Z003) 05-04-2008 16:06:27

Minggu, 30 Maret 2008

MENKES SINYALIR KONPIRASI

MENKES SINYALIR ADANYA KONSPIRASI MEDIA MEMOJOKKAN DIRINYA


London, 30/3 (ANTARA) - Menteri Kesehatan dr Siti Fadilah Supari mensinyalir adanya persekongkolan atau "konspirasi" media tertentu di dalam negeri yang bertujuan memojokkan dirinya dan juga Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan melakukan pemberitaan yang tidak sesuai dengan realitas sebenarnya.


Hal itu disampaikan Menkes pada saat acara ramah tamah dan dialog yang berlangsung di ruang Crutacala KBRI London yang dihadiri sekitar 50 warga dan para pelajar serta mahasiswa indonesia yang menuntut ilmu di Kerajaan Inggris yang berlangsung Sabtu malam.


Kehadiran Menkes Dr dr Siti Fadilah Supari di Kerajaan Inggris adalah dalam rangka kunjungan kerja selama tiga hari sejak 28 Maret dan mengikuti konperensi kesehatan The Medsin Global Health Conference 2008 yang digelar di kota Oxford, Sabtu.


Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI London Riza Sihbudi mengatakan pada acara ramah tamah yang berlangsung hingga larut malam itu Menkes bercerita mengenai seputar buku yang ditulisnya yang mengundang kontroversi dan laris bertajuk "Saatnya Dunia Berubah. Tangan Tuhan di Balik Virus Flu Burung".


Menkes mensinyalir adanya konpirasi yang bertujuan memojokkan dirinya dan juga pemerintahan Presiden SBY yang dilakukan oleh media tertentu di dalam negeri, dan banyak contoh lainnya seperti adanya kasus "manusia pohon" di Bandung sampai bakteri susu formula untuk bayi.


Dalam mengawali ceramahnya , Menkes membeberkan program utama Depkes yang antara lain berupa penyediaan obat-obatan dengan harga murah agar terjangkau rakyat banyak yang merupakan bagian dari kebijakan Depkes untuk memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi mayoritas rakyat Indonesia.


Menkes menceritakan pengalaman pertama selama tiga hari menjadi Menteri, sudah harus menghadapi berbagai masalah nasional, dari merebaknya kasus antrax, polio, flu burung, hingga berbagai macam bencana alam seperti tsunami, gempa dan banjir yang melanda Jakarta.


Pada saat diluncurkan bulan Februari lalu di Jakarta, tidak ada respon dari publik dalam negeri.Namun setelah diekspos oleh koran The Age dari Australia dan menimbulkan kegemparan di dunia internasional, baru media di Indonesia ramai memperbincangkan buku yang berjudul "Saatnya Dunia Berubah! Tangan Tuhan di Balik Virus Flu Burung itu,," ujarnya.


Menurut Menkes , di koran Australia itu antara lain diberitakan bahwa "Menkes Indonesia menuduh Amerika dan WHO berkonspirasi memanfaatkan virus flu burung untuk memproduksi senjata kimia/ biologis".


Padahal di buku itu sama sekali tidak ada kalimat seperti itu, ujar Menkes yang dalam usianya 59 tahun masih tampak energik itu menyebutkan setelah membaca buku orang berkesimpulan seperti itu ya bisa saja, katanya yang disambut dengan gelak tawa para hadirin.


"Saya hanya bermaksud menggugat ketidakadilan yang sudah berlangsung puluhan tahun dalam mekanisme yang berlaku di WHO," ujarnya.


Menurut Menteri, mekanisme itu sangat merugikan negara-negara miskin dan berkembang, sementara menguntungkan negara kaya atau kapitalis.


Ia mencontohkan, orang miskin yang meninggal karena flu burung, virusnya dibawa ke WHO dengan dalih untuk dibuatkan vaksinnya, tapi setelah vaksin jadi, yang menjual produknya adalah perusahaan obat dari negara kaya. Artinya negara kaya menikmati keuntungan dari penderitaan rakyat miskin di dunia ketiga.


Ia juga bercerita mengenai berita yang bersumber dari koran The Straits Time Singapura yang menyebutkan bahwa ada virus yang dikirim Indonesia ke WHO ternyata kemudian dibawa ke sebuah laboratoium militer Amerika Serikat .


"Saya pikir apa yang saya tulis di buku saya itu yang kemudian menimbulkan kehebohan," ujarnya.


Dalam kunjungannya Menkes disertai Dr Widjaya Lukito, staf ahli khusus Menkes, dan Drg Murti Utami MPH serta Bobby Suryowibowo itu menyampaikan makalah mengenai "Disaster Relief and Emerging Epidemics" dalam konperensi kesehatan yang bertema "Evolving Problems and New Perspectives" yang berlangsung selama dua hari di The John Radcliffe Hospital, Oxford. (U-ZG) /C/A011)(T.H-ZG/C/A011/A011) 31-03-2008 03:17:53

PELAJAR HUNGARIA NARI

Pertunjukan Kesenian Indonesia Oleh Remaja Hongaria di Debrecen



London (ANTARA News) - Pertunjukan kesenian Indonesia yang dibawakan oleh sebagian besar remaja asal Hongaria penerima beasiswa Dharmasiswa, memukau sekitar 300 penonton di Debrecen, kota kedua terbesar Hongaria.


Kesenian Indonesia yang ditampilkan pada malam kesenian Universitas Debrecen itu diisi dengan tari tarian dari berbagai daerah. Acara itu menandai promosi Visit Indonesia Year 2008 (VIY) di kota Hungaria.


Arena Sri Victoria, Sekretaris-I Pensosbud KBRI Budapest, kepada ANTARA London, Jumat, mengatakan penampilan kesenian Indonesia yang berlangsung sekitar satu jam itu memukau hadirin yang terdiri dari para dosen, mahasiswa, pers, dan sejumlah duta besar asing serta tokoh masyarakat setempat.


Acara dimulai dengan menampilkan beberapa nomor tari dari negara Hongaria yang dibawakan oleh kelompok remaja dan mahasiswa.


Menurut Sri, tim kesenian Indonesia yang menampilkan tujuh penari asal Hongaria dan satu dari Indonesia telah menarik perhatian masyarakat Hongaria terhadap dunia seni Indonesia.


Dikatakannya, sebagian besar dari penari pernah menerima beasiswa Darma Siswa RI dan mereka belajar budaya Indonesia dan mengembangkannya sebagai profesi.


Salah satunya, Iveth Bardos, yang dalam acara kesenian ini membawakan 'Tari Topeng Jawa' dan telah membuka sanggar tari dan terus melatih muda-mudi Hongaria.


Sebagai tari pembuka ditampilkan 'Tari Panyembrama' yang dibawakan Felicia Zinka dan Olivia Zinka dan tari karya Sultan Hamengkubuwono ke-VII, 'Tari Ayun-ayun' dibawakan Iveth dan Andrea, dan 'Tari Yapong' Betawi oleh Husna.


Penampilan tarian yang diiringi dengan Rindik Bali yang dibawakan Andras Terfy dan Gabor Nemeth serta alunan Gamelan Degung oleh Andras Terfy, Gabor Nemeth, dan Peter Szilagyi menambah semarak kesenian Indoensia.



Seminar Globalisasi


Acara kesenian yang digelar di Universitas Debrecen diawali dengan seminar Globalisasi dan Pluralisme Budaya, dimana Duta Besar RI untuk Republik Hongaria merangkap Republik Croatia dan Bosnia Herzegovina serta Republik Macedonia, Mangasi Sihombing, menjadi salah seorang pembicara.


Dubes Sihombing mengemukakan ragam budaya, keindahan dan potensi Indonesia yang menjadikan Indonesia sebagai tujuan wisata yang menarik bagi wisatawan manca negara.


Ia juga menyinggung mengenai berbagai kesamaan antara kedua bangsa dan negara yang senantiasa menjalin kerjsama, Dubes mencatat kesamaan pada masa pra sejarah dimana di kedua wilayah sama-sama ditemukan fosil-fosil homo erectus pithecanthropus.


Sementara itu Dr. Andras Kesmarky, dosen Universitas Debrecen yang mengetahui bahwa sejumlah warga Hongaria menjadi seniman Indonesia, menyampaikan keinginanya agar mahasiswa Universitas Debrecen mendapat kesempatan mengikuti program beasiswa Darmasiswa Indonesia.


Dr. Andras Kesmarky adalah anggota Tim bantuan Medis Universitas Debrecen yang pertama masuk ke Aceh dan mendirikan rumah sakit lapangan beberapa saat setelah musibah tsunami melanda pantai Aceh dan bahkan ia juga membantu penanggulangan bencana gempa yang terjadi di Jogyakarta. (*)


COPYRIGHT © 2008

Ketentuan Penggunaan