GARUDA BAWA JENAZAH ALMARHUMAH AINUN KE JAKARTA
London, 25/5 (ANTARA) - Pesawat Garuda yang membawa jenazah almarhumah Ny. Ainun Habibie meninggalkan Munchen, Jerman, menuju Jakarta, Senin pukul 11.07, dan diperkirakan pada Selasa pukul 05.00 pagi akan mendarat di Jakarta.
Prosesi yang berlangsung sejak pagi pukul 06.30 waktu setempat berjalan lancar, jenazah almarhumah diberangkatkan dari rumah duka di Heilmann Strasse 31 B, kata Pensosbud KBRI Berlin Agus Priono kepada ANTARA London, Senin sore.
Menurut Agus, jenazah istri mantan Presiden BJ Habibie itu sebelum diterbangkan ke Jakarta dibawa ke tempat penyegelan peti dan langsung dibawa ke Bandara Munchen.
Seluruh rombongan yang menyertai jenazah almarhumah berjumlah 41 orang, terdiri dari 21 orang dari pihak keluarga yang ikut pesawat menjemput dari Jakarta, sedangkan 20 lainnya terdiri antara lain dari pihak keluarga yang sebelumnya sudah berada di Munchen, termasuk Dubes RI untuk Kerajaan Belanda JE Habibie dan kedua putra almarhumah Ilham Habibie dan Tareq Habibie.
Dubes RI Berlin dan Ny Atik Pratomo mendampingi BJ Habibie dan keluarga mengawal jenazah almarhumah menuju Jakarta yang sebelumnya dilakukan serah terima jenazah oleh pihak keluarga yang diwakili JE Habibie kepada Dubes RI Berlin, Eddy Pratomo, mewakili pemerintah RI.
Acara serah terima dan pelepasan terhadap jenazah, antara lain dihadiri oleh Konjen RI Hamburg, Acting Konjen RI Frankfurt, Jajaran Staf KBRI Berlin, Jajaran Staf KBRI Denhaag, sahabat-sahabat dekat BJ Habibie di Jerman, serta mantan Dubes Jerman di Jakarta, Heinrich Seeaman.
Proses penanganan dan pengurusan jenazah almarhumah dari awal sampai keberangkatan pesawat berlangsung dengan lancar atas koordinasi perwakilan di Jerman, pihak keluarga, pemerintah Jerman, serta Otoritas Negara Bagian Bavaria, demikian Agus Priono.
(T.H-ZG/B/A026/A026) 25-05-2010 01:47:26
Blog ini berisi liputan dan berita serta artikel sekitar kejadian yang ada hubungannya diplomasi Indonesia di luar negeri khususnya wilayah Eropa yang saya kirim dan dimuat di LKBN Antara. Terima kasih untuk seluruh nara sumber diplomat yang memberikan kontribusi kepada saya sebagai koresponden LKBN Antara di Kerajaan Inggris dan juga mencakup wilayah Eropa
Selasa, 25 Mei 2010
Senin, 24 Mei 2010
FESTIVAL BUDAYA INDONESIA DIGELAR DI RUSIA
FESTIVAL BUDAYA INDONESIA DIGELAR DI RUSIA
Moskow, 24/5 (ANTARA) - Festival Budaya Indonesia menampilkan kesenian tari dan peragaan busana karya perancang nasional dengan pragawati Rusia dan Indonesia digelar di tiga kota Rusia yaitu Moskow, Tver dan St Petersburg pada 24-31 Mei 2010.
"Kegiatan itu untuk mengisi acara peringatan ulang tahun ke-60 hubungan Indonesia-Rusia," kata Kasubdit Wilayah Eropa Jordi Paliama kepada koresponden ANTARA London, di London, Senin.
Festival Budaya Indonesia Culture dihadiri Menteri Kebudayaan dan Pariwisata dan Ny Jero Wacik, Wakil Ketua Yayasan Sulam Indonesia Kuntari Sapta Nirwandar dengan sekitar 100 rombongan dari Indonesia.
Selain penampilkan kesenian Festival Budaya Indonesia juga diisi dengan peragaan dari Martha Tilaar Spa serta Batik Harni.
Untuk memeriahkan kegiatan itu, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata membawa delapan seniman dari "Sanggar Cantika" pimpinan Reitha F. Hanividya yang terdiri dari lima penari dan tiga pemusik, yang akan menampilkan Tari Pagelu dari Sulawesi Selatan, Tari Dadas Panaluh dari Kalimantan Tengah dan tari Mansorandak dari Papua.
Menurut Reitha F Hanividya, dipilihnya ketiga tarian tersebut karena penampilannya yang unik dengan gerakan tarian yang dibawakan bersifat magis dan musik yang atraktif dan dinamis.
"Seiring dengan perkembangan zaman tarian tersebut diangkat menjadi tarian pertunjukkan karena iramanya yang dinamis," ujarnya.
Reitha yang juga dari bagian dari Direktorat Promosi Dalam Negeri Ditjen Pemasaran kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI mengatakan, kehadiran para penari untuk kegiatan itu merupakan suatu kebanggan tersendiri bagi seluruh tim kesenian.
Sementara itu desainer Indonesia Stephanus Hamy mengatakan bahwa kain Indonesia sangat beragam bukan hanya batik dan songket tapi kali ini ia membawa sulam tapis dari daerah Lampung di Sumatra.
"Rancangan yang ditampilkannya kali ini selain unik dengan untaian benang emas yang dijahit dengan benang tunggal satu persatu sehingga mengahasilkan karya agung," katanya.
Diharapkan peragaan karya ini dapat memperkenalkan kain yang indah dari Indonesia kemancanegara dengan didukung oleh dua pragawati dari Indonesia yaitu Nien Indriyati dan Laurensia Muljadi serta beberapa pragawati dari Moskow.
Sementara itu disainer Adi Teguh Prabawa atau yang dikenal dengan Didi Budiarjo mengakui kesempatan tampil di luar negeri sangat baik untuk perancang Indonesia yang untuk pertama karyanya ditampilkan dalam pertunjukan yang diadakan di Moskow dan dua kota lainnya di Rusia.
Dia mengangkat tema Pilgrimage yang diinspirasikan oleh Ballet Russes pimpinan Diaghilev dan designer nya Leon Bakst, dan Matryoschka dan Babouschka, dengan memakai aneka kain tenun Indonesia mengharapkan karya ini dapat diterima oleh masyarakat Rusia dan dunia.
"Pertunjukan ini sangat baik untuk memperkenalkan tekstil Indonesia dengan pendekatan lintas budaya Rusia-Indonesia dan merasa senang bisa ikut dalam misi kebudayaan Indonesia di Moskow dalam upaya memperkenalkan Indonesia di kota termahal di dunia," katanya.
Sedangkan seniman tari dari Yogyakarta yang akan menampilkan tari Gebyar Batik adalah penari Putria Retno Pudyastuti, Paranditya Wintarni, Antis Tri Cahyani, Nurul Dwi Utami, Pardiman, Budi Pramono dan Danang Rajiv Setyadi serta Nursatwika, Yuliana Eni Lestari Rahayu, Anter Asmorotedjo dan Satriyo Handriyatno.
(U-ZG)
(T.H-ZG/B/A025/A025) 24-05-2010 18:45:18
Moskow, 24/5 (ANTARA) - Festival Budaya Indonesia menampilkan kesenian tari dan peragaan busana karya perancang nasional dengan pragawati Rusia dan Indonesia digelar di tiga kota Rusia yaitu Moskow, Tver dan St Petersburg pada 24-31 Mei 2010.
"Kegiatan itu untuk mengisi acara peringatan ulang tahun ke-60 hubungan Indonesia-Rusia," kata Kasubdit Wilayah Eropa Jordi Paliama kepada koresponden ANTARA London, di London, Senin.
Festival Budaya Indonesia Culture dihadiri Menteri Kebudayaan dan Pariwisata dan Ny Jero Wacik, Wakil Ketua Yayasan Sulam Indonesia Kuntari Sapta Nirwandar dengan sekitar 100 rombongan dari Indonesia.
Selain penampilkan kesenian Festival Budaya Indonesia juga diisi dengan peragaan dari Martha Tilaar Spa serta Batik Harni.
Untuk memeriahkan kegiatan itu, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata membawa delapan seniman dari "Sanggar Cantika" pimpinan Reitha F. Hanividya yang terdiri dari lima penari dan tiga pemusik, yang akan menampilkan Tari Pagelu dari Sulawesi Selatan, Tari Dadas Panaluh dari Kalimantan Tengah dan tari Mansorandak dari Papua.
Menurut Reitha F Hanividya, dipilihnya ketiga tarian tersebut karena penampilannya yang unik dengan gerakan tarian yang dibawakan bersifat magis dan musik yang atraktif dan dinamis.
"Seiring dengan perkembangan zaman tarian tersebut diangkat menjadi tarian pertunjukkan karena iramanya yang dinamis," ujarnya.
Reitha yang juga dari bagian dari Direktorat Promosi Dalam Negeri Ditjen Pemasaran kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI mengatakan, kehadiran para penari untuk kegiatan itu merupakan suatu kebanggan tersendiri bagi seluruh tim kesenian.
Sementara itu desainer Indonesia Stephanus Hamy mengatakan bahwa kain Indonesia sangat beragam bukan hanya batik dan songket tapi kali ini ia membawa sulam tapis dari daerah Lampung di Sumatra.
"Rancangan yang ditampilkannya kali ini selain unik dengan untaian benang emas yang dijahit dengan benang tunggal satu persatu sehingga mengahasilkan karya agung," katanya.
Diharapkan peragaan karya ini dapat memperkenalkan kain yang indah dari Indonesia kemancanegara dengan didukung oleh dua pragawati dari Indonesia yaitu Nien Indriyati dan Laurensia Muljadi serta beberapa pragawati dari Moskow.
Sementara itu disainer Adi Teguh Prabawa atau yang dikenal dengan Didi Budiarjo mengakui kesempatan tampil di luar negeri sangat baik untuk perancang Indonesia yang untuk pertama karyanya ditampilkan dalam pertunjukan yang diadakan di Moskow dan dua kota lainnya di Rusia.
Dia mengangkat tema Pilgrimage yang diinspirasikan oleh Ballet Russes pimpinan Diaghilev dan designer nya Leon Bakst, dan Matryoschka dan Babouschka, dengan memakai aneka kain tenun Indonesia mengharapkan karya ini dapat diterima oleh masyarakat Rusia dan dunia.
"Pertunjukan ini sangat baik untuk memperkenalkan tekstil Indonesia dengan pendekatan lintas budaya Rusia-Indonesia dan merasa senang bisa ikut dalam misi kebudayaan Indonesia di Moskow dalam upaya memperkenalkan Indonesia di kota termahal di dunia," katanya.
Sedangkan seniman tari dari Yogyakarta yang akan menampilkan tari Gebyar Batik adalah penari Putria Retno Pudyastuti, Paranditya Wintarni, Antis Tri Cahyani, Nurul Dwi Utami, Pardiman, Budi Pramono dan Danang Rajiv Setyadi serta Nursatwika, Yuliana Eni Lestari Rahayu, Anter Asmorotedjo dan Satriyo Handriyatno.
(U-ZG)
(T.H-ZG/B/A025/A025) 24-05-2010 18:45:18
KJRI DUBAI PULANGKAN 20 TKW BERMASALAH
KJRI DUBAI PULANGKAN 20 TKW BERMASALAH
London, 23/5 (ANTARA) - KJRI Dubai memfasilitasi pemulangan 20 tenaga kerja wanita (TKW) bermasalah kembali ke Indonesia dalam lima tahap, masing-masing dengan maskapai penerbangan Emirat, Yemen Airlines serta Qatar Airways.
Para TKW tersebut sebelumnya ditampung di tempat penampungan sementara KJRI sebagai cermin kepedulian dan keberpihakan KJRI Dubai terhadap TKW bermasalah, ujar Sekretaris Pertama PF Pensosbud, Yana Rudiyana kepada koresponden Antara London, Minggu.
Setibanya di Bandara Soekarno Hatta , Tangerang, Banten ,seluruh TKW dijemput staf Direktorat Perlindungan WNI dan BHI (PWNI dan BHI) Kemlu untuk selanjutnya dibantu proses pemulangannya ke daerah asal TKW masing-masing.
Pemulangan TKW tersebut dilakukan sebagai perwujudan kepedulian dan keberpihakan Perwakilan KJRI Dubai terhadap TKW bermasalah khususnya di wilayah kerja KJRI Dubai yang meliputi Dubai, Sharjah, Ajman, Umm Al Quwain, Ras Al Khaimah dan Fujairah.
Sebelum dipulangkan, seluruh TKW yang selama ini berada di penampungan sementara KJRI Dubai menjalani proses penyelesaian hukum dan administrasi dengan otoritas terkait (imigrasi, kepolisian, agen penyalur lokal, majikan) di bawah bantuan dan mediasi KJRI Dubai.
Menurut Yana Rudiyana, KJRI Dubai berusaha meningkatkan Sistem Pelayanan Warga yang bertujuan memberikan bantuan pelayanan dan perlindungan kepada WNI dan BHI yang bermasalah secara terpadu yang bersifat cepat, tepat, murah, ramah, memuaskan, terbuka dan bertanggung jawab, dengan melibatkan seluruh unsur di Perwakilan RI di luar negeri.
Berdasarkan data yang ada ,jumlah TKW yang saat ini masih berada di tempat penampungan sementara di KJRI Dubai antara 80-90 orang, karena jumlah TKW yang bermasalah yang datang ke KJRI selalu bertambah setiap harinya, demikian Yana Rudiyana.
(U-ZG)/C/A011)
(T.H-ZG/C/A011/A011) 24-05-2010 00:57:12
London, 23/5 (ANTARA) - KJRI Dubai memfasilitasi pemulangan 20 tenaga kerja wanita (TKW) bermasalah kembali ke Indonesia dalam lima tahap, masing-masing dengan maskapai penerbangan Emirat, Yemen Airlines serta Qatar Airways.
Para TKW tersebut sebelumnya ditampung di tempat penampungan sementara KJRI sebagai cermin kepedulian dan keberpihakan KJRI Dubai terhadap TKW bermasalah, ujar Sekretaris Pertama PF Pensosbud, Yana Rudiyana kepada koresponden Antara London, Minggu.
Setibanya di Bandara Soekarno Hatta , Tangerang, Banten ,seluruh TKW dijemput staf Direktorat Perlindungan WNI dan BHI (PWNI dan BHI) Kemlu untuk selanjutnya dibantu proses pemulangannya ke daerah asal TKW masing-masing.
Pemulangan TKW tersebut dilakukan sebagai perwujudan kepedulian dan keberpihakan Perwakilan KJRI Dubai terhadap TKW bermasalah khususnya di wilayah kerja KJRI Dubai yang meliputi Dubai, Sharjah, Ajman, Umm Al Quwain, Ras Al Khaimah dan Fujairah.
Sebelum dipulangkan, seluruh TKW yang selama ini berada di penampungan sementara KJRI Dubai menjalani proses penyelesaian hukum dan administrasi dengan otoritas terkait (imigrasi, kepolisian, agen penyalur lokal, majikan) di bawah bantuan dan mediasi KJRI Dubai.
Menurut Yana Rudiyana, KJRI Dubai berusaha meningkatkan Sistem Pelayanan Warga yang bertujuan memberikan bantuan pelayanan dan perlindungan kepada WNI dan BHI yang bermasalah secara terpadu yang bersifat cepat, tepat, murah, ramah, memuaskan, terbuka dan bertanggung jawab, dengan melibatkan seluruh unsur di Perwakilan RI di luar negeri.
Berdasarkan data yang ada ,jumlah TKW yang saat ini masih berada di tempat penampungan sementara di KJRI Dubai antara 80-90 orang, karena jumlah TKW yang bermasalah yang datang ke KJRI selalu bertambah setiap harinya, demikian Yana Rudiyana.
(U-ZG)/C/A011)
(T.H-ZG/C/A011/A011) 24-05-2010 00:57:12
Jumat, 21 Mei 2010
DWIKI PIMPIN MISI STSI BANDUNG DI NAPOLI
DWIKI PIMPIN MISI STSI BANDUNG DI NAPOLI
London, 22/5 (ANTARA) - Rombongan seni Sekolah Tinggi Seni Indonesia Bandung yang dipimpin musisi kawakan Dwiki Dharmawan kembali tampil menawan, di kota Napoli, setelah sebelumnya tampil memukau dihadapan kalangan diplomatik, akademik dan publik di Roma .
Sejumlah komposisi klasik maupun kontemporer mulai dari tari merak, jaipongan, rampak kendang, sampai dengan perpaduan apik piano jazz dan kecapi mengalir tiada henti mengundang decak kagum penonton yang memadati Konservatorium Musik San Pietro a Majella, ujar Sekretaris III KBRI Roma, Danny Rahdiansyah kepada koresponden Antara London, Sabtu.
Danny Rahdiansyah mengemukakan Dubes RI untuk Italia, Mohamad Oemar mengatakan penampilkan rombongan STSI Bandung memiliki reputasi yang tidak diragukan lagi. Oleh karena itu ,KBRI Roma ingin membawakan yang terbaik bagi publik Napoli, ujarnya.
Lebih lanjut Dubes Oemar mengemukakan kunjungan muhibah STSI Bandung ini merupakan bagian dari diplomasi total Indonesia untuk lebih memperkenalkan budaya Indonesia kepada publik Italia secara luas.
Selain meningkatkan minat masyarakat maupun pelajar Italia untuk mau mempelajari kebudayaan Indonesia, termasuk melalui skema beasiswa Darmasiswa sehingga dapat meningkatkan hubungan bilateral dan saling pengertian antara masyarakat kedua negara.
Sementara itu Walikota Napoli, Rosa Iervolino Russo menyambut baik kunjungan muhibah dari STSI Bandung ini yang mencerminkan kedekatan yang semakin erat antara masyarakat Indonesia dan Italia, khususnya di Napoli.
Sebelum pertunjukan dimulai, STSI Bandung memberikan semacam workshop kepada mahasiswa Konservatorium Musik San Pietro a Majella mengenai alat-alat musik yang dibawa beserta sejarah singkat kebudayaan Sunda.
Workshop yang dipandu Dwiki Dharmawan berhasil menarik minat pengunjung untuk mau mencoba alat-alat musik tradisional seperti kecapi, dan kendang .
Direktur Konservatorium Musik San Pietro a Majella, Patricio Marrone, Dubes Oemar menawarkan kerjasama antara Konservatorium San Pietro a Majella dengan STSI Bandung berupa pertukaran pelajar maupun dosen.
Konservatorium Musik San Pietro a Majella merupakan salah satu konservatorium musik tertua di Napoli yang juga menyimpan berbagai koleksi naskah partitur dan alat musik orisinil sejumlah musisi klasik Italia.
Sedangkan Universitas Napoli Orientale adalah satu-satunya perguruan tinggi di Italia yang memiliki program studi bahasa dan sastra Indonesia, yang peminatnya dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan.
Kunjungan muhibah STSI Bandung merupakan kerja sama antara STSI Bandung, KBRI Roma dan Ditjen Dikti Kemdiknas bekerja sama dengan Universitas La Sapienza di Roma, Universitas Napoli Orientale dan Konservatorium Musik San Pietro a Majella di Napoli serta Yayasan Fondazione Cini di Venezia.
STSI Bandung akan menutup rangkaian tur muhibah di Italia ini dengan workshop di Fondazione Cini pada hari Sabtu dan konser di Teatro Goldoni, Venezia, Minggu, sebelum bertolak kembali ke tanah air.
(U-ZG)/B/A011)
(T.H-ZG/B/A011/A011) 22-05-2010 07:39:16
London, 22/5 (ANTARA) - Rombongan seni Sekolah Tinggi Seni Indonesia Bandung yang dipimpin musisi kawakan Dwiki Dharmawan kembali tampil menawan, di kota Napoli, setelah sebelumnya tampil memukau dihadapan kalangan diplomatik, akademik dan publik di Roma .
Sejumlah komposisi klasik maupun kontemporer mulai dari tari merak, jaipongan, rampak kendang, sampai dengan perpaduan apik piano jazz dan kecapi mengalir tiada henti mengundang decak kagum penonton yang memadati Konservatorium Musik San Pietro a Majella, ujar Sekretaris III KBRI Roma, Danny Rahdiansyah kepada koresponden Antara London, Sabtu.
Danny Rahdiansyah mengemukakan Dubes RI untuk Italia, Mohamad Oemar mengatakan penampilkan rombongan STSI Bandung memiliki reputasi yang tidak diragukan lagi. Oleh karena itu ,KBRI Roma ingin membawakan yang terbaik bagi publik Napoli, ujarnya.
Lebih lanjut Dubes Oemar mengemukakan kunjungan muhibah STSI Bandung ini merupakan bagian dari diplomasi total Indonesia untuk lebih memperkenalkan budaya Indonesia kepada publik Italia secara luas.
Selain meningkatkan minat masyarakat maupun pelajar Italia untuk mau mempelajari kebudayaan Indonesia, termasuk melalui skema beasiswa Darmasiswa sehingga dapat meningkatkan hubungan bilateral dan saling pengertian antara masyarakat kedua negara.
Sementara itu Walikota Napoli, Rosa Iervolino Russo menyambut baik kunjungan muhibah dari STSI Bandung ini yang mencerminkan kedekatan yang semakin erat antara masyarakat Indonesia dan Italia, khususnya di Napoli.
Sebelum pertunjukan dimulai, STSI Bandung memberikan semacam workshop kepada mahasiswa Konservatorium Musik San Pietro a Majella mengenai alat-alat musik yang dibawa beserta sejarah singkat kebudayaan Sunda.
Workshop yang dipandu Dwiki Dharmawan berhasil menarik minat pengunjung untuk mau mencoba alat-alat musik tradisional seperti kecapi, dan kendang .
Direktur Konservatorium Musik San Pietro a Majella, Patricio Marrone, Dubes Oemar menawarkan kerjasama antara Konservatorium San Pietro a Majella dengan STSI Bandung berupa pertukaran pelajar maupun dosen.
Konservatorium Musik San Pietro a Majella merupakan salah satu konservatorium musik tertua di Napoli yang juga menyimpan berbagai koleksi naskah partitur dan alat musik orisinil sejumlah musisi klasik Italia.
Sedangkan Universitas Napoli Orientale adalah satu-satunya perguruan tinggi di Italia yang memiliki program studi bahasa dan sastra Indonesia, yang peminatnya dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan.
Kunjungan muhibah STSI Bandung merupakan kerja sama antara STSI Bandung, KBRI Roma dan Ditjen Dikti Kemdiknas bekerja sama dengan Universitas La Sapienza di Roma, Universitas Napoli Orientale dan Konservatorium Musik San Pietro a Majella di Napoli serta Yayasan Fondazione Cini di Venezia.
STSI Bandung akan menutup rangkaian tur muhibah di Italia ini dengan workshop di Fondazione Cini pada hari Sabtu dan konser di Teatro Goldoni, Venezia, Minggu, sebelum bertolak kembali ke tanah air.
(U-ZG)/B/A011)
(T.H-ZG/B/A011/A011) 22-05-2010 07:39:16
Jazz Campur Sunda Bakal Pengaruhi Musik Dunia
Jazz Campur Sunda Bakal Pengaruhi Musik Dunia
Jumat, 21 Mei 2010 07:07 WIB | Hiburan | Musik | Dibaca 894 kali
Jazz Campur Sunda Bakal Pengaruhi Musik Dunia
London (ANTARA News) - Guru besar ilmu perbandingan musik di Universitas La Sapienza Prof. Dr. Franco Piperno mengatakan, koloborasi musik tradisional Sunda dan Jazz, merupakan musik masa depan
Hal itu disampaikannya usai menyaksikan pertunjukan "the Soul of West Java, Indonesian classical and contemporary dance and music", ujar Counsellor Pensosbud KBRI Roma, Musurifun Lajawa kepada koresponden ANTARA London, Jumat.
Kolaborasi musik tradisional Sunda dan musik jazz yang dipersembahkan musisi STSI Bandung dengan Krakatau Band mendapat sambutan meriah dari sekitar 700 penonton yang memadati Aula Magna, Universitas La Sapienza, Roma.
Prof. Dr. Franco Piperno saat menyaksikan pertunjukan menyebutkan bahwa koloborasi musik tradisional dan kontemporer (jazz) dari Indonesia sebagai "musik masa depan", yang akan mempengaruhi perkembangan musik dunia.
Musik, tari, dan lagu yang juga ditampilkan STSI Bandung di Roma, termasuk Srikandi Mustakaweni, Topeng, Silat, Merak, Jaipongan, Kecapi Piano, Topeng Jazz dan Rampak Kendang.
Ada juga Prof. Dr. Jacob Sumardjo yang dalam lokakarya menjelaskan sejarah dan filfasat alat-alat kesenian Sunda dari yang klasik sampai kontemporer.
Sebelum pertunjukan, Ketua STSI Bandung, Drs. Enoh, M.Hum dan Dekan Fakultas Sastra dan Filsafat, La Sapienza, Prof. Dr. Franco Piperno melakukan penanfdatanganan MoU kerja sama pendidikan, mencakup pertukaran mahasiswa, pengajar serta promosi seni dan pagelaran budaya secara timbal balik.
Sebagai langkah awal STSI Bandung menghibahkan seperangkat Gamelan Degung kepada jurusan musik etnis (etnomusikologi), Fakultas Sastra dan Filsafat, La Sapienza.
Secara simbolis Dubes RI Roma, Mohamad Oemar atas nama pemerintah RI dan STSI Bandung menyerahkan gamelan tersebut kepada Dekan Fakultas Sastra dan Filsafat La Sapienza, Prof. Dr. Franco Piperno.
Rombongan STSI Bandung akan melanjutkan pertunjukan di konservatorium musik Napoli malam ini dan di Venezia. (H-ZG/F002)
Jumat, 21 Mei 2010 07:07 WIB | Hiburan | Musik | Dibaca 894 kali
Jazz Campur Sunda Bakal Pengaruhi Musik Dunia
London (ANTARA News) - Guru besar ilmu perbandingan musik di Universitas La Sapienza Prof. Dr. Franco Piperno mengatakan, koloborasi musik tradisional Sunda dan Jazz, merupakan musik masa depan
Hal itu disampaikannya usai menyaksikan pertunjukan "the Soul of West Java, Indonesian classical and contemporary dance and music", ujar Counsellor Pensosbud KBRI Roma, Musurifun Lajawa kepada koresponden ANTARA London, Jumat.
Kolaborasi musik tradisional Sunda dan musik jazz yang dipersembahkan musisi STSI Bandung dengan Krakatau Band mendapat sambutan meriah dari sekitar 700 penonton yang memadati Aula Magna, Universitas La Sapienza, Roma.
Prof. Dr. Franco Piperno saat menyaksikan pertunjukan menyebutkan bahwa koloborasi musik tradisional dan kontemporer (jazz) dari Indonesia sebagai "musik masa depan", yang akan mempengaruhi perkembangan musik dunia.
Musik, tari, dan lagu yang juga ditampilkan STSI Bandung di Roma, termasuk Srikandi Mustakaweni, Topeng, Silat, Merak, Jaipongan, Kecapi Piano, Topeng Jazz dan Rampak Kendang.
Ada juga Prof. Dr. Jacob Sumardjo yang dalam lokakarya menjelaskan sejarah dan filfasat alat-alat kesenian Sunda dari yang klasik sampai kontemporer.
Sebelum pertunjukan, Ketua STSI Bandung, Drs. Enoh, M.Hum dan Dekan Fakultas Sastra dan Filsafat, La Sapienza, Prof. Dr. Franco Piperno melakukan penanfdatanganan MoU kerja sama pendidikan, mencakup pertukaran mahasiswa, pengajar serta promosi seni dan pagelaran budaya secara timbal balik.
Sebagai langkah awal STSI Bandung menghibahkan seperangkat Gamelan Degung kepada jurusan musik etnis (etnomusikologi), Fakultas Sastra dan Filsafat, La Sapienza.
Secara simbolis Dubes RI Roma, Mohamad Oemar atas nama pemerintah RI dan STSI Bandung menyerahkan gamelan tersebut kepada Dekan Fakultas Sastra dan Filsafat La Sapienza, Prof. Dr. Franco Piperno.
Rombongan STSI Bandung akan melanjutkan pertunjukan di konservatorium musik Napoli malam ini dan di Venezia. (H-ZG/F002)
DISERTASI KANDIDAT DOKTOR UNIVERSITAS BERN TENTANG INDONESIA
DISERTASI KANDIDAT DOKTOR UNIVERSITAS BERN TENTANG INDONESIA
London, 21/5 (ANTARA) - Tiga dari 20 kandidat doktor di Institut Sosial Antropologi Universitas Bern, menulis disertasi mengenai Indonesia.
Hal itu disampaikan Dosen di Institut Sosial Antropologi Universitas Bern, Prof Dr Heinzpeter Znoj, kepada Dubes Konfederasi Swiss dan Keharyapatihan Liechtenstein, Djoko Susilo yang berkunjung ke Universitas Bern, Swiss.
Pensosbud KBRI Bern, Rizka Desinta, kepada koresponden Antara London, Jumat, mengatakan, dalam kunjungan itu Dubes disambut Rektor Universitas Bern, Prof Dr Urs Wurgler.
Dubes mengatakan, kerja sama pendidikan Indonesia dan Swiss semakin meningkat dengan adanya nota kesepahaman antara Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta dan Universitas Bern, yang ditandatangani Rektor UGM dan Rektor Universitas Bern belum lama ini.
Adanya Nota Kesepahaman itu juga akan dapat ditingkatkan kerja sama bidang pendidikan khususnya di bidang Riset dan Teknologi, ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Prof Dr Urs Wugler mengatakan, dalam waktu dekat akan didirikan International Graduate School, yang merupakan kampus internasional kerja sama tiga universitas negeri di Swiss, yaitu Universitas Bern, Universitas Basel dan Universitas Zurich.
Prof Dr Wurgler mengharapkan agar mahasiswa Indonesia dapat belajar di kampus Internasional tersebut. Saat ini, jumlah mahasiswa Indonesia yang melakukan studi di Swiss tidak terlalu banyak, ujarnya.
Hal ini dikarenakan selain faktor bahasa, yang sebagian besar mata kuliah diajarkan dalam bahasa Jerman, selain faktor biaya hidup yang tinggi di Swiss dibandingkan dengan negara Eropa lain.
Bahasa Indonesia
Universitas Bern merupakan salah satu universitas negeri terbaik di Swiss dan memiliki delapan fakultas memiliki program khusus, Islamic Studies.
Selain itu, di universitas tersebut juga diajarkan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar tambahan yang dibimbing Prof Dr Heinzpeter Znoj dari Insitut Sosial Antropologi dibantu mahasiswa Indonesia, yang menempuh studi Master di Universitas Bern.
Sementara itu, dalam pertemuan dengan Prof Dr Heinzpeter Znoj, Dosen di Institut Sosial Antropologi Universitas Bern, Dubes mendiskusikan mengenai kehidupan sosial dan politik di Indonesia.
Mahasiswa Universitas Bern melakukan penelitian di bidang sosial antropologi di Indonesia, salah satunya yaitu Claudia Nef, yang menuangkan hasil penelitiannya dalam buku yang ditulis dalam bahasa Indonesia dengan judul Dynamics of Islamic Student Movements.
Pada pertemuan tersebut, Dubes menyusulkan agar dapat dilaksanakan seminar bersama mengenai Islam di Indonesia, yang disambut Znoj.
Lebih lanjut, Znoj mengharapkan kerja sama pendidikan yang saat ini telah terjalin antara Universitas Bern dan Universitas Gadjah Mada dapat lebih ditingkatkan.
Hal itu mengingat, Indonesia merupakan salah satu negara yang sangat menarik untuk dijadikan tempat penelitian.
Prof Dr Znoj telah melakukan dua kali penelitian di Indonesia dan dalam waktu dekat berencana untuk kembali melakukan penelitian di Indonesia mengenai Papua.
(U.H-ZG/B/A041)
(T.H-ZG/B/A041/A041) 21-05-2010 10:53:34
London, 21/5 (ANTARA) - Tiga dari 20 kandidat doktor di Institut Sosial Antropologi Universitas Bern, menulis disertasi mengenai Indonesia.
Hal itu disampaikan Dosen di Institut Sosial Antropologi Universitas Bern, Prof Dr Heinzpeter Znoj, kepada Dubes Konfederasi Swiss dan Keharyapatihan Liechtenstein, Djoko Susilo yang berkunjung ke Universitas Bern, Swiss.
Pensosbud KBRI Bern, Rizka Desinta, kepada koresponden Antara London, Jumat, mengatakan, dalam kunjungan itu Dubes disambut Rektor Universitas Bern, Prof Dr Urs Wurgler.
Dubes mengatakan, kerja sama pendidikan Indonesia dan Swiss semakin meningkat dengan adanya nota kesepahaman antara Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta dan Universitas Bern, yang ditandatangani Rektor UGM dan Rektor Universitas Bern belum lama ini.
Adanya Nota Kesepahaman itu juga akan dapat ditingkatkan kerja sama bidang pendidikan khususnya di bidang Riset dan Teknologi, ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Prof Dr Urs Wugler mengatakan, dalam waktu dekat akan didirikan International Graduate School, yang merupakan kampus internasional kerja sama tiga universitas negeri di Swiss, yaitu Universitas Bern, Universitas Basel dan Universitas Zurich.
Prof Dr Wurgler mengharapkan agar mahasiswa Indonesia dapat belajar di kampus Internasional tersebut. Saat ini, jumlah mahasiswa Indonesia yang melakukan studi di Swiss tidak terlalu banyak, ujarnya.
Hal ini dikarenakan selain faktor bahasa, yang sebagian besar mata kuliah diajarkan dalam bahasa Jerman, selain faktor biaya hidup yang tinggi di Swiss dibandingkan dengan negara Eropa lain.
Bahasa Indonesia
Universitas Bern merupakan salah satu universitas negeri terbaik di Swiss dan memiliki delapan fakultas memiliki program khusus, Islamic Studies.
Selain itu, di universitas tersebut juga diajarkan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar tambahan yang dibimbing Prof Dr Heinzpeter Znoj dari Insitut Sosial Antropologi dibantu mahasiswa Indonesia, yang menempuh studi Master di Universitas Bern.
Sementara itu, dalam pertemuan dengan Prof Dr Heinzpeter Znoj, Dosen di Institut Sosial Antropologi Universitas Bern, Dubes mendiskusikan mengenai kehidupan sosial dan politik di Indonesia.
Mahasiswa Universitas Bern melakukan penelitian di bidang sosial antropologi di Indonesia, salah satunya yaitu Claudia Nef, yang menuangkan hasil penelitiannya dalam buku yang ditulis dalam bahasa Indonesia dengan judul Dynamics of Islamic Student Movements.
Pada pertemuan tersebut, Dubes menyusulkan agar dapat dilaksanakan seminar bersama mengenai Islam di Indonesia, yang disambut Znoj.
Lebih lanjut, Znoj mengharapkan kerja sama pendidikan yang saat ini telah terjalin antara Universitas Bern dan Universitas Gadjah Mada dapat lebih ditingkatkan.
Hal itu mengingat, Indonesia merupakan salah satu negara yang sangat menarik untuk dijadikan tempat penelitian.
Prof Dr Znoj telah melakukan dua kali penelitian di Indonesia dan dalam waktu dekat berencana untuk kembali melakukan penelitian di Indonesia mengenai Papua.
(U.H-ZG/B/A041)
(T.H-ZG/B/A041/A041) 21-05-2010 10:53:34
Kamis, 20 Mei 2010
MENKES: INDONESIA BERUPAYA CAPAI MDG'S
MENKES: INDONESIA BERUPAYA CAPAI MDG'S
London, 20/5 (ANTARA) - Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih mengatakan. Indonesia berupaya untuk mencapai sasaran pembangunan milenium karena merupakan suatu kewajiban moral dan investasi masa depan.
"Hal itu disampaikan Menkes dalam pidatonya di perdebatan umum Sesi ke-63 World Health Assembly (WHA) di Jenewa, Swiss," kata Minister Counsellor PTRI Jenewa Dicky Komar kepada koresponden ANTARA London, Kamis.
Menurutnya yang mengutip pernyataan Menkes,, kewajiban moral tersebut bukan semata untuk memenuhi kewajiban internasional tapi justru untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Pada sesi debat umum WHA ke-63 yang bertema "Health-Related Millennium Declaration Goals (MDGs)" itu, Menteri Kesehatan menyatakan pemenuhan target di bidang kesehatan yaitu kesehatan ibu dan anak serta pencegahan dan pengendalian penyakit menular termasuk HIV/AIDS, memiliki peran strategis bagi pencapaian keseluruhan target MDGs.
"Menjelang tenggat waktu pencapaian MDG pada tahun 2015 sangatlah menentukan bagi tercapainya target MDGs dimaksud. Untuk itu, Indonesia menegaskan komitmennya untuk meningkatkan upaya mencapai target MDGs sehingga kerjasama internasional dalam hal ini mempunyai arti strategis," katanya.
Untuk itu, kata menkes prinsip "Kesehatan adalah suatu investasi, bukan biaya" harus ditegakkan.
Menkes RI secara khusus juga diminta untuk menjabat sebagai wakil Executive Board pada Sidang Komite A yang membahas "Pandemic Influenza Preparedness, Implementation of International Health Regulations, Food Safety, Blood Products, Counterfeit Medical Products," dan isu-isu teknis kesehatan lainnya.
Pada pertemuan Komite A WHA tersebut, telah disepakati rancangan resolusi atas inisiatif Indonesia mengenai Pandemic Influenza Preparedness (PIP), yang menyetujui dilanjutkannya negosiasi Kerangka kerja PIP bagi "sharing of virus of influenza and access to vaccines and other benefit".
Hal ini merupakan kelanjutan keberhasilan Indonesia dan beberapa negara yang tergabung dalam "like-minded countries" dalam menciptakan saling percaya di antara negara-negara kunci bagi pentingnya pengaturan "virus sharing dan benefits sharing" yang adil, transparan, dan setara.
Sementara itu Wakil Tetap PTRI Jenewa, Dubes Dian Triansyah Djani, mengatakan profil diplomasi Indonesia di bidang kesehatan telah mendapat apresiasi dari negara berkembang lainnya.
Hal itu mengingat kemajuan yang dicapai Indonesia di bidang kesehatan maupun komitmen dalam mendorong kerjasama internasional yang adil dan berimbang di bidang kesehatan publik global.
Menkes RI telah berpartisipasi dalam berbagai pertemuan penting seperti Pertemuan Menteri Kesehatan GNB, Pertemuan antara Menkes AS dan para Menkes OKI yang membahas penghapusan penyakit polio dan peningkatan kesehatan reproduksi, dan berbagai pertemuan side events lainnya.
Menteri Kesehatan RI juga memimpin pertemuan "Foreign Policy and Global Health Initiative" yang terdiri dari Brazil, Indonesia, Perancis, Norwegia, Thailand, Afrika Selatan, dan Senegal.
Pada kesempatan ini, telah disepakati pula Pernyataan Bersama (Joint Communique) yang menegaskan pentingnya peran pengelolaan kesehatan dalam mempercepat pencapaian isu-isu kesehatan dalam MDGs khususnya peningkatan kesehatan ibu dan anak serta pencegahan dan pengendalian penyakit menular termasuk HIV/AIDS.
Di sela-sela Sidang WHA ke-63 Menkes bertemu dengan menteri kesehatan dari Mesir, Saudi Arabia, Timor Leste, Sudan dan telah mengadakan pertemuan dengan pimpinan "The Global Fund", khususnya dalam rangka meningkatkan dukungan internasional dalam memerangi HIV/AIDS, tuberkulosis, dan malaria di Indonesia.
Sidang ke-63 WHA, yang berlangsung di Jenewa dari tanggal 17 hingga 22 Mei, merupakan pertemuan anggota WHA tahunan yang dihadiri menteri kesehatan negara-negara anggota Badan Kesehatan Dunia (WHO).
Pertemuan dihadiri delegasi yang dipimpin oleh 134 menteri kesehatan dari 197 negara, dan dipimpin Menkes Tunisia, Mr. Mundher A. Zenadi.
(U-ZG)
(T.H-ZG/B/A025/A025) 20-05-2010 17:48:37
London, 20/5 (ANTARA) - Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih mengatakan. Indonesia berupaya untuk mencapai sasaran pembangunan milenium karena merupakan suatu kewajiban moral dan investasi masa depan.
"Hal itu disampaikan Menkes dalam pidatonya di perdebatan umum Sesi ke-63 World Health Assembly (WHA) di Jenewa, Swiss," kata Minister Counsellor PTRI Jenewa Dicky Komar kepada koresponden ANTARA London, Kamis.
Menurutnya yang mengutip pernyataan Menkes,, kewajiban moral tersebut bukan semata untuk memenuhi kewajiban internasional tapi justru untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Pada sesi debat umum WHA ke-63 yang bertema "Health-Related Millennium Declaration Goals (MDGs)" itu, Menteri Kesehatan menyatakan pemenuhan target di bidang kesehatan yaitu kesehatan ibu dan anak serta pencegahan dan pengendalian penyakit menular termasuk HIV/AIDS, memiliki peran strategis bagi pencapaian keseluruhan target MDGs.
"Menjelang tenggat waktu pencapaian MDG pada tahun 2015 sangatlah menentukan bagi tercapainya target MDGs dimaksud. Untuk itu, Indonesia menegaskan komitmennya untuk meningkatkan upaya mencapai target MDGs sehingga kerjasama internasional dalam hal ini mempunyai arti strategis," katanya.
Untuk itu, kata menkes prinsip "Kesehatan adalah suatu investasi, bukan biaya" harus ditegakkan.
Menkes RI secara khusus juga diminta untuk menjabat sebagai wakil Executive Board pada Sidang Komite A yang membahas "Pandemic Influenza Preparedness, Implementation of International Health Regulations, Food Safety, Blood Products, Counterfeit Medical Products," dan isu-isu teknis kesehatan lainnya.
Pada pertemuan Komite A WHA tersebut, telah disepakati rancangan resolusi atas inisiatif Indonesia mengenai Pandemic Influenza Preparedness (PIP), yang menyetujui dilanjutkannya negosiasi Kerangka kerja PIP bagi "sharing of virus of influenza and access to vaccines and other benefit".
Hal ini merupakan kelanjutan keberhasilan Indonesia dan beberapa negara yang tergabung dalam "like-minded countries" dalam menciptakan saling percaya di antara negara-negara kunci bagi pentingnya pengaturan "virus sharing dan benefits sharing" yang adil, transparan, dan setara.
Sementara itu Wakil Tetap PTRI Jenewa, Dubes Dian Triansyah Djani, mengatakan profil diplomasi Indonesia di bidang kesehatan telah mendapat apresiasi dari negara berkembang lainnya.
Hal itu mengingat kemajuan yang dicapai Indonesia di bidang kesehatan maupun komitmen dalam mendorong kerjasama internasional yang adil dan berimbang di bidang kesehatan publik global.
Menkes RI telah berpartisipasi dalam berbagai pertemuan penting seperti Pertemuan Menteri Kesehatan GNB, Pertemuan antara Menkes AS dan para Menkes OKI yang membahas penghapusan penyakit polio dan peningkatan kesehatan reproduksi, dan berbagai pertemuan side events lainnya.
Menteri Kesehatan RI juga memimpin pertemuan "Foreign Policy and Global Health Initiative" yang terdiri dari Brazil, Indonesia, Perancis, Norwegia, Thailand, Afrika Selatan, dan Senegal.
Pada kesempatan ini, telah disepakati pula Pernyataan Bersama (Joint Communique) yang menegaskan pentingnya peran pengelolaan kesehatan dalam mempercepat pencapaian isu-isu kesehatan dalam MDGs khususnya peningkatan kesehatan ibu dan anak serta pencegahan dan pengendalian penyakit menular termasuk HIV/AIDS.
Di sela-sela Sidang WHA ke-63 Menkes bertemu dengan menteri kesehatan dari Mesir, Saudi Arabia, Timor Leste, Sudan dan telah mengadakan pertemuan dengan pimpinan "The Global Fund", khususnya dalam rangka meningkatkan dukungan internasional dalam memerangi HIV/AIDS, tuberkulosis, dan malaria di Indonesia.
Sidang ke-63 WHA, yang berlangsung di Jenewa dari tanggal 17 hingga 22 Mei, merupakan pertemuan anggota WHA tahunan yang dihadiri menteri kesehatan negara-negara anggota Badan Kesehatan Dunia (WHO).
Pertemuan dihadiri delegasi yang dipimpin oleh 134 menteri kesehatan dari 197 negara, dan dipimpin Menkes Tunisia, Mr. Mundher A. Zenadi.
(U-ZG)
(T.H-ZG/B/A025/A025) 20-05-2010 17:48:37
Langganan:
Postingan (Atom)