KAMPANYE "SUSTAINABLE PALM OIL" DI FINLANDIA
London, 21/6 (ANTARA) - Kementerian Pertanian RI bekerja sama dengan KBRI Helsinki melakukan serangkaian kegiatan kampanye "Sustainable Palm Oil" di Finlandia, kata Sekretaris Pelaksana Fungsi Sosbudpen Kedutaan Besar RI di Helsinki, Andy Aron, Senin.
Hal itu dilakukan dalam upaya meluruskan opini dan memberikan fakta mengenai keadaan di lapangan dan apa yang dilakukan Pemerintah RI dalam memanfaatkan kelapa sawit secara berkelanjutan, tidak merusak lingkungan, keanekaragaman hayati dan kehidupan satwa.
Ia mengatakan, kegiatan tersebut antara lain berupa kunjungan ke "refinery Neste Oil" di Porvoo, Seminar tentang Sustainable Palm Oil (SPO) di Indonesia, yang digelar di Mirror Room, Hotel Kamp.
Selain itu juga diadakan rangkaian pertemuan dengan kalangan pengambil kebijakan dan Parlemen Finlandia yang mempunyai kaitan erat dengan isu energi, khususnya biofuel seperti Menteri Pertanian Finlandia Sirkka-Liisa Anttila, Wakil Menteri Ekonomi Finlandia Riina Nevamaki, dan Wakil Ketua Komite Lingkungan Hidup Pentti Tiusanen.
Kampanye SPO di Finlandia dipimpin Menteri Pertanian RI, Suswono, dengan delegasi yang terdiri atas sejumlah instansi pemangku kepentingan dalam isu minyak sawit di Indonesia yakni Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Komisi IV DPR RI, BKPM, Komisi Minyak Sawit Indonesia, dan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia.
Selain itu juga Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia dan sebuah perusahaan produksi minyak sawit Indonesia, PT. Smart Tbk.
Seminar SPO dihadiri lebih dari 80 peserta terdiri atas perwakilan sejumlah Kementerian Finlandia terkait, aktivis lingkungan hidup, pelaku usaha industri minyak biodiesel Finlandia, akademisi, lembaga lingkungan hidup Finlandia, media massa, dan dubes dari sejumlah negara yang memiliki kaitan langsung dengan minyak sawit.
Seminar diadakan dalam format panel dengan menghadirkan sejumlah narasumber yang memahami konteks masalah dan praktek lapangan pemanfaatan kelapa sawit di Indonesia, seperti Dr. Rosediana Suharto, Executive Chairperson Komisi Minyak Sawit Indonesia; Dr. Didiek Hajar Goenadi dari BKPM; Paulus Tjakrawan, Sekjen Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia dan Joko Supriyono, Sekjen Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia.
Selain itu Tony Liwang, R&D Director PT. Smart Tbk; Ilmari Lastikka, Sustainability Manager Neste Oil dan Bryan Dyer, Managing Director PT. PP London-Sumatera.
Seminar dibuka Duta Besar RI untuk Republik Finlandia, merangkap Republik Estonia, Harry Purwanto, yang dilanjutkan pidato kunci oleh Menteri Pertanian RI, Suswono.
Dalam mengawali sesi pembukaan, Dubes Harry Purwanto menekankan perlunya seluruh pihak untuk melihat permasalahan pemanfaatan kelapa sawit di Indonesia dengan lebih objektif, tidak diskriminatif, terlepas dari kepentingan yang sempit, dan melakukan kalkulasi yang lebih rasional.
Selanjutnya, Dubes juga mengharapkan agar seminar yang merupakan forum terbuka dan transparan ini dapat ditindaklanjuti dengan suatu kerja sama dan interaksi yang manfaatnya dapat dirasakan oleh rakyat di kedua negara, termasuk meningkatnya interaksi "business-to-business " yang terkait dengan kelapa sawit.
Dalam pidatonya Menteri Pertanian Suswono meyakinkan bahwa minyak sawit dari Indonesia merupakan produk yang dihasilkan secara berkelnjutan antara lain dengan menyampaikan komitmen dan apa yang dilakukan Indonesia dalam memanfaatkan kelapa sawit secara berkelanjutan dengan memperhatikan lingkungan hidup, selain komitmen Indonesia untuk menurunkan emisi rumah kaca.
Disampaikan juga bahwa di Indonesia, industri kelapa sawit merupakan salah satu cara yang efektif mengurangi angka kemiskinan karena selain melibatkan begitu banyak petani kecil juga banyak membuka lapangan kerja cukup signifikan dalam mengurangi jumlah orang miskin di Indonesia.
Produksi kelapa sawit Indonesia pada 2009 mencapai angka 18,6 juta ton dan menyumbangkan pendapatan negara melalui ekspor sebesar 11,6 miliar dolar As.
Indonesia bertekad untuk tidak mengulangi kesalahan yang dilakukan di masa lampau. Karena itu, Indonesia mengembangkan kebijakan, mengeluarkan peraturan serta melaksanakan program dan praktek yang dapat memanfaatkan sumber daya alam secara lebih efisien dengan tetap menjaga kelestarian ekosistem lingkungan hidup.
Indonesia terbuka bagi kritik yang membangun dan bersedia bekerja sama untuk melakukan perbaikan jika ada kesalahan yang benar terjadi di lapangan.
Pemerintah juga memulai program untuk menanam 1 miliar pohon, melakukan moratorium untuk tidak membuka lahan baru pada area tanah gambut dan hutan primer, serta menyampaikan komitmen menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 26 persen pada 2020 dan bahkan dapat mencapai 41 persen bila memperoleh dukungan dan bantuan dari dunia internasional.
Pemerintah Indonesia juga menerbitkan sebuah aturan baru yang dikenal dengan Sistem Minyak Sawit Berkesinambungan Indonesia (Indonesian Sustainable Palm Oil System /ISPO), guna melindungi dan menjaga kondisi lingkungan hidup di satu pihak, namun di pihak lain tetap mendorong kegiatan ekonomi yang dapat mensejahterakan rakyat.
Dalam rangkaian kunjungan ke Finlandia, Menteri Pertanian juga memanfaatkan acara 'cocktail' pada sore hari dan bertemu dengan end-users minyak sawit, kalangan bisnis, khususnya dari kalangan industri minyak sawit dan asosiasi bio-energy di Finlandia.
(U-ZG)
(T.H-ZG/B/S004/S004) 21-06-2010 13:47:04
Blog ini berisi liputan dan berita serta artikel sekitar kejadian yang ada hubungannya diplomasi Indonesia di luar negeri khususnya wilayah Eropa yang saya kirim dan dimuat di LKBN Antara. Terima kasih untuk seluruh nara sumber diplomat yang memberikan kontribusi kepada saya sebagai koresponden LKBN Antara di Kerajaan Inggris dan juga mencakup wilayah Eropa
Selasa, 22 Juni 2010
DUBES RI: ASEAN BERPERAN JAGA PERDAMAIAN
DUBES RI: ASEAN BERPERAN JAGA PERDAMAIAN
London, 22/6 (ANTARA) - Dubes Republik Indonesia untuk Bulgaria, Immanuel Robert Inkiriwang mengatakan, Perhimpunan Negara-Negara Asia Tenggara atau ASEAN berperan penting dalam menjaga perdamaian dan mendorong kerja sama internasional.
"Keberhasilan ASEAN menjadikan Asia Tenggara sebuah kawasan yang aman dan stabil secara politik dan memiliki pertumbuhan ekonomi yang sangat dinamis," ujar Dubes dalam ceramah bertema "ASEAN: Development and Transformation" di hadapan 25 calon diplomat Bulgaria di Kemlu Bulgaria.
Demikian Sekretaris Ketiga (Informasi, Diplomasi Publik, Protokol&Konsuler) KBRI Sofia, Aditya Timoranto kepada koresponden ANTARA London, Selasa.
Dubes mengatakan, ASEAN berhasil mengembangkan hubungan kerja sama eksternal dan kemitraan yang sangat luas yang melibatkan "major powers" di dunia, seperti Amerika Serikat, Rusia, Uni Eropa (UE), Jepang, China dan India.
Menurut Dubes, ASEAN sedang mengalami proses transisi guna memperdalam integrasi dengan target perwujudan ASEAN Community dengan tiga pilar (Political-Security Community, Economic Community dan Socio-Cultural Community) di tahun 2015 dengan berlakunya ASEAN Charter sejak Desember 2008.
Sebagai salah satu negara pendiri ASEAN, Indonesia menjadikan ASEAN sebagai "corner stone" politik luar negeri dan berkomitmen untuk terus berperan aktif memainkan "leading role" untuk menjadikan ASEAN sebagai rule-based, effective and people-centered organization.
Berlakunya Charter telah menjadikan ASEAN dari suatu "loose association" menjadi a rule-based organization serta memberikan legal status untuk ASEAN.
Arti penting ASEAN dalam peningkatan hubungan dan kerja sama Indonesia-Bulgaria mengingat keanggotaan Bulgaria dalam UE sejak Januari 2007, terutama melalui kerangka kemitraan wicara ASEAN dengan UE serta ASEM, Sekretariat ASEAN berada di Jakarta,
Kedubes Bulgaria berada di Jakarta dan merangkap tiga negara ASEAN lainnya (Brunei Darussalam, Malaysia dan Singapura) serta Dubes Bulgaria di Jakarta telah diakreditasi sebagai Dubes Bulgaria untuk ASEAN.
Calon diplomat Bulgaria mengikuti dengan antusias paparan yang diberikan Dubes RI.
Dalam diskusi dan tanya jawab, dengan aktif mereka menanyakan hal-hal terkait dengan masa depan integrasi ASEAN serta kerja sama ASEAN dengan UE.
Direktur Diplomatic Institute Kemlu Bulgaria, Tanya Mihaylova menyatakan bahwa ceramah dimaksud merupakan bagian dari pelatihan diplomatik dasar yang diselenggarakan Diplomatic Institute untuk membekali calon diplomat Bulgaria.
Disampaikan keyakinannya bahwa ceramah tersebut akan meningkatkan pemahaman para calon diplomat Bulgaria mengenai peran ASEAN dalam politik internasional yang sangat perlu mereka ketahui. Di Bulgaria terdapat dua perwakilan negara anggota ASEAN, yaitu Indonesia dan Vietnam. ***4*** (U-ZG)
(T.H-ZG/B/S023/S023) 22-06-2010 14:18:15
London, 22/6 (ANTARA) - Dubes Republik Indonesia untuk Bulgaria, Immanuel Robert Inkiriwang mengatakan, Perhimpunan Negara-Negara Asia Tenggara atau ASEAN berperan penting dalam menjaga perdamaian dan mendorong kerja sama internasional.
"Keberhasilan ASEAN menjadikan Asia Tenggara sebuah kawasan yang aman dan stabil secara politik dan memiliki pertumbuhan ekonomi yang sangat dinamis," ujar Dubes dalam ceramah bertema "ASEAN: Development and Transformation" di hadapan 25 calon diplomat Bulgaria di Kemlu Bulgaria.
Demikian Sekretaris Ketiga (Informasi, Diplomasi Publik, Protokol&Konsuler) KBRI Sofia, Aditya Timoranto kepada koresponden ANTARA London, Selasa.
Dubes mengatakan, ASEAN berhasil mengembangkan hubungan kerja sama eksternal dan kemitraan yang sangat luas yang melibatkan "major powers" di dunia, seperti Amerika Serikat, Rusia, Uni Eropa (UE), Jepang, China dan India.
Menurut Dubes, ASEAN sedang mengalami proses transisi guna memperdalam integrasi dengan target perwujudan ASEAN Community dengan tiga pilar (Political-Security Community, Economic Community dan Socio-Cultural Community) di tahun 2015 dengan berlakunya ASEAN Charter sejak Desember 2008.
Sebagai salah satu negara pendiri ASEAN, Indonesia menjadikan ASEAN sebagai "corner stone" politik luar negeri dan berkomitmen untuk terus berperan aktif memainkan "leading role" untuk menjadikan ASEAN sebagai rule-based, effective and people-centered organization.
Berlakunya Charter telah menjadikan ASEAN dari suatu "loose association" menjadi a rule-based organization serta memberikan legal status untuk ASEAN.
Arti penting ASEAN dalam peningkatan hubungan dan kerja sama Indonesia-Bulgaria mengingat keanggotaan Bulgaria dalam UE sejak Januari 2007, terutama melalui kerangka kemitraan wicara ASEAN dengan UE serta ASEM, Sekretariat ASEAN berada di Jakarta,
Kedubes Bulgaria berada di Jakarta dan merangkap tiga negara ASEAN lainnya (Brunei Darussalam, Malaysia dan Singapura) serta Dubes Bulgaria di Jakarta telah diakreditasi sebagai Dubes Bulgaria untuk ASEAN.
Calon diplomat Bulgaria mengikuti dengan antusias paparan yang diberikan Dubes RI.
Dalam diskusi dan tanya jawab, dengan aktif mereka menanyakan hal-hal terkait dengan masa depan integrasi ASEAN serta kerja sama ASEAN dengan UE.
Direktur Diplomatic Institute Kemlu Bulgaria, Tanya Mihaylova menyatakan bahwa ceramah dimaksud merupakan bagian dari pelatihan diplomatik dasar yang diselenggarakan Diplomatic Institute untuk membekali calon diplomat Bulgaria.
Disampaikan keyakinannya bahwa ceramah tersebut akan meningkatkan pemahaman para calon diplomat Bulgaria mengenai peran ASEAN dalam politik internasional yang sangat perlu mereka ketahui. Di Bulgaria terdapat dua perwakilan negara anggota ASEAN, yaitu Indonesia dan Vietnam. ***4*** (U-ZG)
(T.H-ZG/B/S023/S023) 22-06-2010 14:18:15
DUBES RI: ASEAN BERPERAN JAGA PERDAMAIAN
DUBES RI: ASEAN BERPERAN JAGA PERDAMAIAN
London, 22/6 (ANTARA) - Dubes Republik Indonesia untuk Bulgaria, Immanuel Robert Inkiriwang mengatakan, Perhimpunan Negara-Negara Asia Tenggara atau ASEAN berperan penting dalam menjaga perdamaian dan mendorong kerja sama internasional.
"Keberhasilan ASEAN menjadikan Asia Tenggara sebuah kawasan yang aman dan stabil secara politik dan memiliki pertumbuhan ekonomi yang sangat dinamis," ujar Dubes dalam ceramah bertema "ASEAN: Development and Transformation" di hadapan 25 calon diplomat Bulgaria di Kemlu Bulgaria.
Demikian Sekretaris Ketiga (Informasi, Diplomasi Publik, Protokol&Konsuler) KBRI Sofia, Aditya Timoranto kepada koresponden ANTARA London, Selasa.
Dubes mengatakan, ASEAN berhasil mengembangkan hubungan kerja sama eksternal dan kemitraan yang sangat luas yang melibatkan "major powers" di dunia, seperti Amerika Serikat, Rusia, Uni Eropa (UE), Jepang, China dan India.
Menurut Dubes, ASEAN sedang mengalami proses transisi guna memperdalam integrasi dengan target perwujudan ASEAN Community dengan tiga pilar (Political-Security Community, Economic Community dan Socio-Cultural Community) di tahun 2015 dengan berlakunya ASEAN Charter sejak Desember 2008.
Sebagai salah satu negara pendiri ASEAN, Indonesia menjadikan ASEAN sebagai "corner stone" politik luar negeri dan berkomitmen untuk terus berperan aktif memainkan "leading role" untuk menjadikan ASEAN sebagai rule-based, effective and people-centered organization.
Berlakunya Charter telah menjadikan ASEAN dari suatu "loose association" menjadi a rule-based organization serta memberikan legal status untuk ASEAN.
Arti penting ASEAN dalam peningkatan hubungan dan kerja sama Indonesia-Bulgaria mengingat keanggotaan Bulgaria dalam UE sejak Januari 2007, terutama melalui kerangka kemitraan wicara ASEAN dengan UE serta ASEM, Sekretariat ASEAN berada di Jakarta,
Kedubes Bulgaria berada di Jakarta dan merangkap tiga negara ASEAN lainnya (Brunei Darussalam, Malaysia dan Singapura) serta Dubes Bulgaria di Jakarta telah diakreditasi sebagai Dubes Bulgaria untuk ASEAN.
Calon diplomat Bulgaria mengikuti dengan antusias paparan yang diberikan Dubes RI.
Dalam diskusi dan tanya jawab, dengan aktif mereka menanyakan hal-hal terkait dengan masa depan integrasi ASEAN serta kerja sama ASEAN dengan UE.
Direktur Diplomatic Institute Kemlu Bulgaria, Tanya Mihaylova menyatakan bahwa ceramah dimaksud merupakan bagian dari pelatihan diplomatik dasar yang diselenggarakan Diplomatic Institute untuk membekali calon diplomat Bulgaria.
Disampaikan keyakinannya bahwa ceramah tersebut akan meningkatkan pemahaman para calon diplomat Bulgaria mengenai peran ASEAN dalam politik internasional yang sangat perlu mereka ketahui. Di Bulgaria terdapat dua perwakilan negara anggota ASEAN, yaitu Indonesia dan Vietnam. ***4*** (U-ZG)
(T.H-ZG/B/S023/S023) 22-06-2010 14:18:15
London, 22/6 (ANTARA) - Dubes Republik Indonesia untuk Bulgaria, Immanuel Robert Inkiriwang mengatakan, Perhimpunan Negara-Negara Asia Tenggara atau ASEAN berperan penting dalam menjaga perdamaian dan mendorong kerja sama internasional.
"Keberhasilan ASEAN menjadikan Asia Tenggara sebuah kawasan yang aman dan stabil secara politik dan memiliki pertumbuhan ekonomi yang sangat dinamis," ujar Dubes dalam ceramah bertema "ASEAN: Development and Transformation" di hadapan 25 calon diplomat Bulgaria di Kemlu Bulgaria.
Demikian Sekretaris Ketiga (Informasi, Diplomasi Publik, Protokol&Konsuler) KBRI Sofia, Aditya Timoranto kepada koresponden ANTARA London, Selasa.
Dubes mengatakan, ASEAN berhasil mengembangkan hubungan kerja sama eksternal dan kemitraan yang sangat luas yang melibatkan "major powers" di dunia, seperti Amerika Serikat, Rusia, Uni Eropa (UE), Jepang, China dan India.
Menurut Dubes, ASEAN sedang mengalami proses transisi guna memperdalam integrasi dengan target perwujudan ASEAN Community dengan tiga pilar (Political-Security Community, Economic Community dan Socio-Cultural Community) di tahun 2015 dengan berlakunya ASEAN Charter sejak Desember 2008.
Sebagai salah satu negara pendiri ASEAN, Indonesia menjadikan ASEAN sebagai "corner stone" politik luar negeri dan berkomitmen untuk terus berperan aktif memainkan "leading role" untuk menjadikan ASEAN sebagai rule-based, effective and people-centered organization.
Berlakunya Charter telah menjadikan ASEAN dari suatu "loose association" menjadi a rule-based organization serta memberikan legal status untuk ASEAN.
Arti penting ASEAN dalam peningkatan hubungan dan kerja sama Indonesia-Bulgaria mengingat keanggotaan Bulgaria dalam UE sejak Januari 2007, terutama melalui kerangka kemitraan wicara ASEAN dengan UE serta ASEM, Sekretariat ASEAN berada di Jakarta,
Kedubes Bulgaria berada di Jakarta dan merangkap tiga negara ASEAN lainnya (Brunei Darussalam, Malaysia dan Singapura) serta Dubes Bulgaria di Jakarta telah diakreditasi sebagai Dubes Bulgaria untuk ASEAN.
Calon diplomat Bulgaria mengikuti dengan antusias paparan yang diberikan Dubes RI.
Dalam diskusi dan tanya jawab, dengan aktif mereka menanyakan hal-hal terkait dengan masa depan integrasi ASEAN serta kerja sama ASEAN dengan UE.
Direktur Diplomatic Institute Kemlu Bulgaria, Tanya Mihaylova menyatakan bahwa ceramah dimaksud merupakan bagian dari pelatihan diplomatik dasar yang diselenggarakan Diplomatic Institute untuk membekali calon diplomat Bulgaria.
Disampaikan keyakinannya bahwa ceramah tersebut akan meningkatkan pemahaman para calon diplomat Bulgaria mengenai peran ASEAN dalam politik internasional yang sangat perlu mereka ketahui. Di Bulgaria terdapat dua perwakilan negara anggota ASEAN, yaitu Indonesia dan Vietnam. ***4*** (U-ZG)
(T.H-ZG/B/S023/S023) 22-06-2010 14:18:15
ILMUWAN INDONESIA BAHAS PERUBAHAN IKLIM
ILMUWAN INDONESIA BAHAS PERUBAHAN IKLIM
London, 22/6 (ANTARA) - Para ilmuwan dan profesional Indonesia unjuk gigi di Jerman dalam berbagai riset dan aktifitas bertema perubahan iklim dan saat ini tengah menjajaki alih teknologi antara Jerman-Indonesia guna mempercepat proses pembangunan di tanah air.
Acting Konsul Jenderal RI Hamburg, Yayat Sugiatnya dalam keterangannya kepada koresponden Antara London, Selasa, mengatakan para ilmuwan dan profesional Indonesia di Jerman akan mengadakan konferensi internasional bertema perubahan iklim yang berjudul "Technology cooperation and economic benefit of reduction of GHG Emissions in Indonesia".
Dikatakannya, konferensi digelar para ahli tersebut bergabung dalam Ikatan Ahli dan Sarjana Indonesia (IASI) dan Perhimpunan Indonesia Jerman cabang Hamburg (DIG Hamburg) bekerja sama dengan KBRI Berlin dan KJRI Hamburg " direncanakan diadakan pada tanggal 1 dan 2 November 2010 bertempat di KJRI Hamburg.
Acting Konsul Jenderal RI Hamburg, Yayat Sugiatnya didampingi koordinator persiapan konferensi Victor Yuardi Risonarta dan Ova Candra Dewi Ismoyo menyampaikan bahwa keaktifan para ilmuwan dan profesional Indonesia di Jerman bisa mendorong alih teknologi dari Eropa khususnya Jerman ke Indonesia.
Dikatakannya ada tiga tema besar yang berkaitan dengan perubahan iklim dalam pelaksanaan konferensi kali ini yaitu pengembangan energi terbarukan, peningkatan energi efisiensi dalam sektor industri, dan manajemen pengolahan sampah perkotaan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.
Konferensi ini akan menampilkan 25 pembicara yang terdiri ilmuwan dan profesional dari Indonesia dan Jerman untuk mewujudkan kerja sama riset dan ekonomi dua negara.
Menurut Yayat, Indonesia mempunyai 28 GW sumber energi panas bumi. Selain itu, banyak potensi energi terbarukan di Indonesia seperti energi angin, matahari, dan air yang belum termanfaatkan.
Jika Indonesia dapat memanfaatkan, maka akan berkontribusi dalam pengurangan emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil, demikian Yayat Sigiatnya. ***5***(U-ZG)
(T.H-ZG/B/R010/R010) 22-06-2010 12:46:00
London, 22/6 (ANTARA) - Para ilmuwan dan profesional Indonesia unjuk gigi di Jerman dalam berbagai riset dan aktifitas bertema perubahan iklim dan saat ini tengah menjajaki alih teknologi antara Jerman-Indonesia guna mempercepat proses pembangunan di tanah air.
Acting Konsul Jenderal RI Hamburg, Yayat Sugiatnya dalam keterangannya kepada koresponden Antara London, Selasa, mengatakan para ilmuwan dan profesional Indonesia di Jerman akan mengadakan konferensi internasional bertema perubahan iklim yang berjudul "Technology cooperation and economic benefit of reduction of GHG Emissions in Indonesia".
Dikatakannya, konferensi digelar para ahli tersebut bergabung dalam Ikatan Ahli dan Sarjana Indonesia (IASI) dan Perhimpunan Indonesia Jerman cabang Hamburg (DIG Hamburg) bekerja sama dengan KBRI Berlin dan KJRI Hamburg " direncanakan diadakan pada tanggal 1 dan 2 November 2010 bertempat di KJRI Hamburg.
Acting Konsul Jenderal RI Hamburg, Yayat Sugiatnya didampingi koordinator persiapan konferensi Victor Yuardi Risonarta dan Ova Candra Dewi Ismoyo menyampaikan bahwa keaktifan para ilmuwan dan profesional Indonesia di Jerman bisa mendorong alih teknologi dari Eropa khususnya Jerman ke Indonesia.
Dikatakannya ada tiga tema besar yang berkaitan dengan perubahan iklim dalam pelaksanaan konferensi kali ini yaitu pengembangan energi terbarukan, peningkatan energi efisiensi dalam sektor industri, dan manajemen pengolahan sampah perkotaan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.
Konferensi ini akan menampilkan 25 pembicara yang terdiri ilmuwan dan profesional dari Indonesia dan Jerman untuk mewujudkan kerja sama riset dan ekonomi dua negara.
Menurut Yayat, Indonesia mempunyai 28 GW sumber energi panas bumi. Selain itu, banyak potensi energi terbarukan di Indonesia seperti energi angin, matahari, dan air yang belum termanfaatkan.
Jika Indonesia dapat memanfaatkan, maka akan berkontribusi dalam pengurangan emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil, demikian Yayat Sigiatnya. ***5***(U-ZG)
(T.H-ZG/B/R010/R010) 22-06-2010 12:46:00
GAMELAN JAWA IRINGI ACARA ORDO TEMPLI HIEROSOLYMITANI
GAMELAN JAWA IRINGI ACARA ORDO TEMPLI HIEROSOLYMITANI
London, 22/6 (ANTARA) - Nada-nada gamelan mengalun dalam acara resepsi pertemuan tahunan Ordo Templi Hierosolymitani yang diselenggarakan di salah satu hotel berbintang empat di daerah industri di Arezzo, Italia.
Pejabat Fungsi Penerangan Sosial dan Budaya KBRI Vatikan, Bonifacius Riwi Wijayanto kepada koresponden Antara London, Selasa mengatakan kelompok gamelan KBRI Vatikan yang beranggotakan warga Italia melantunkan langgam-langgam seperti Sawega Gati, Sampur Kuning, dan tidak ketinggalan Gundul-Gundul Pacul.
Bonifacius Riwi Wijayanto menjelaskan anggota Ordo Templi Hierosolymitani yang hadir dalam acara tersebut, menunjukkan apresiasi dan kekagumannya.
Dikatakannya , di sela-sela jeda pementasan , beberapa undangan yang hadir menghampiri panggung dan meminta para pemain gamelan untuk menjelaskan mengenai gamelan dan cara memainkan gamelan.
Menanggapi antusiasme tersebut, pemain gamelan KBRI Vatikan secara spontan memberikan semacam "klinik " kursus singkat musik kepada para undangan yang hadir.
Apresiasi terhadap kesenian tradisional Indonesia tersebut juga ditunjukkan dari tawaran yang diterima oleh KBRI Vatikan untuk menampilkan kesenian Jawa dalam acara yang diselenggarakan oleh anggota Ordo Templi di Napoli Italia.
Undangan yang hadir pada umumnya menilai penampilan gamelan sebagai suatu hal yang unik dan mampu memberikan sentuhan tersendiri dalam acara dimaksud.
Duta Besar RI untuk Takhta Suci Vatikan, Suprapto Martosetomo yang diundang secara khusus dalam acara tersebut, menyampaikan apresiasinya kepada Ordo Templi Hierosolymitani yang memberikan kesempatan kepada gamelan untuk tampil dalam acara yang hanya dihadiri oleh anggota Ordo yang merupakan warga elit di Italia.
Hal ini menunjukkan kesenian Indonesia, khususnya gamelan, mendapat tempat di hati masyarakat Italia. Untuk itu, Dubes Suprapto mendorong kesenian tradisional Indonesia yang lainnya mampu hadir di Italia dalam memperkaya khazanah pengetahuan masyarakat setempat akan kayanya kebudayaan yang dimiliki bangsa Indonesia.
Seusai acara, pemimpin Ordo Templi Hierosolymitani, Gran Maestro Enzo Mattani di Kerak memberikan pedang Ordo sebagai penghargaan dan apresiasi kepada Duta Besar RI.
Dubes RI menyampaikan hal yang senada dan mengharapkan di masa akan datang, akan makin banyak peluang kerja sama di bidang sosial budaya
***4***
U-ZG)/C/A011)
(T.H-ZG/C/A011/A011) 22-06-2010 13:35:35
London, 22/6 (ANTARA) - Nada-nada gamelan mengalun dalam acara resepsi pertemuan tahunan Ordo Templi Hierosolymitani yang diselenggarakan di salah satu hotel berbintang empat di daerah industri di Arezzo, Italia.
Pejabat Fungsi Penerangan Sosial dan Budaya KBRI Vatikan, Bonifacius Riwi Wijayanto kepada koresponden Antara London, Selasa mengatakan kelompok gamelan KBRI Vatikan yang beranggotakan warga Italia melantunkan langgam-langgam seperti Sawega Gati, Sampur Kuning, dan tidak ketinggalan Gundul-Gundul Pacul.
Bonifacius Riwi Wijayanto menjelaskan anggota Ordo Templi Hierosolymitani yang hadir dalam acara tersebut, menunjukkan apresiasi dan kekagumannya.
Dikatakannya , di sela-sela jeda pementasan , beberapa undangan yang hadir menghampiri panggung dan meminta para pemain gamelan untuk menjelaskan mengenai gamelan dan cara memainkan gamelan.
Menanggapi antusiasme tersebut, pemain gamelan KBRI Vatikan secara spontan memberikan semacam "klinik " kursus singkat musik kepada para undangan yang hadir.
Apresiasi terhadap kesenian tradisional Indonesia tersebut juga ditunjukkan dari tawaran yang diterima oleh KBRI Vatikan untuk menampilkan kesenian Jawa dalam acara yang diselenggarakan oleh anggota Ordo Templi di Napoli Italia.
Undangan yang hadir pada umumnya menilai penampilan gamelan sebagai suatu hal yang unik dan mampu memberikan sentuhan tersendiri dalam acara dimaksud.
Duta Besar RI untuk Takhta Suci Vatikan, Suprapto Martosetomo yang diundang secara khusus dalam acara tersebut, menyampaikan apresiasinya kepada Ordo Templi Hierosolymitani yang memberikan kesempatan kepada gamelan untuk tampil dalam acara yang hanya dihadiri oleh anggota Ordo yang merupakan warga elit di Italia.
Hal ini menunjukkan kesenian Indonesia, khususnya gamelan, mendapat tempat di hati masyarakat Italia. Untuk itu, Dubes Suprapto mendorong kesenian tradisional Indonesia yang lainnya mampu hadir di Italia dalam memperkaya khazanah pengetahuan masyarakat setempat akan kayanya kebudayaan yang dimiliki bangsa Indonesia.
Seusai acara, pemimpin Ordo Templi Hierosolymitani, Gran Maestro Enzo Mattani di Kerak memberikan pedang Ordo sebagai penghargaan dan apresiasi kepada Duta Besar RI.
Dubes RI menyampaikan hal yang senada dan mengharapkan di masa akan datang, akan makin banyak peluang kerja sama di bidang sosial budaya
***4***
U-ZG)/C/A011)
(T.H-ZG/C/A011/A011) 22-06-2010 13:35:35
Senin, 21 Juni 2010
MAROKO INGIN BELAJAR DARI INDONESIA
MAROKO INGIN BELAJAR DARI INDONESIA
Rabat, 22/6 (ANTARA) - Wakil Menteri Luar Negeri Maroko Latifa Akherbach menilai Indonesia dengan penduduk Muslim terbesar dan menjadi negara demokrasi ketiga terbesar di dunia, Islam dapat berjalan beriringan ,sehingga Maroko ingin belajar dari Indonesia.
Hal itu disampaikan Latifa Akherbach dalam wawancara dengan koresponden Antara London, Senin malam sehubungan dengan digelarnya resepsi peringatan 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia- Maroko yang diadakan di Wisma Duta, Rabat, Senin malam.
Acara resepsi digelar dengan sangat sederhana itu diawali menampilan gamelan yang dibawakan masyarakat Indonesia di Maroko termasuk Dubes RI Tosari Widjaja dan Ibu Tosari Widjaja dan diikuti tarian Merak yang dibawakan para penari dari KBRI Rabat, Nurcahyati Prabowo dan Ruri Rizaldi.
Selain itu, juga ditampilkan kesenian tradisional Maroko yang dibawakan tim seniman Maroko yang bernama Dqaiqiya menampilkan musik Maroko dengan alat sederhana seperti gendang, dan krincing.
Hadir dalam resepsi perayaan 50 tahun hubungan Indonesia-Maroko itu diantaranya duta besar dan perwakilan negara sahabat, termasuk Dubes AS di Maroko beserta keluarga, pejabat pemerintah, akademisi, pengusaha dan kalangan masyarakat Indonesia di Maroko dan tiga mantan Dubes Maroko di Indonesia serta Dirjen Protokol Kemlu Maroko Abdelouahab Belouki dan Ketua Mahkamah Konstitusi Maroko Dr Mohammed Achergui.
Lebih lanjut Latifa Akherbach mengatakan bahwa hubungan Indonesia Maroko semakin meningkat dengan adanya saling pengertian kedua negara.
Latifa mengemukakan Indonesia sebagai negara Muslim dengan penduduk terbesar dapat menyatukan nilai Islam, demokrasi dan modernisasi, sehingga Maroko menilai Indonesia merupakan negara penting untuk menjalin kerja sama dalam menghadapi tantangan dan krisis global serta Islamphobia yang makin meningkat.
Dikatakannya, hubungan politik yang telah berjalan selama 50 tahun dengan dilandasi keinginan yang kuat dari kedua pemimpin negara untuk saling membantu menjadi modal dalam menghadapi masalah tersebut.
Tahun 1960
Sementara itu Dubes Indonesia untuk Maroko, Tosari Widjaja menyelaskan awal hubungan diplomasi Indonesia dan Maroko dengan penyerahan surat kredensial Dutabesar Nazir Pamontjak pada 19 April 1960 kepada Raja Marako Mohammed V.
Dubes Nazir yang waktu itu merangkap Dubes di Filipina diminta mempersiapkan kunjungan Pesiden Soekarno ke Maroko yang menjadi awal kerja sama bilateral yang diharapkan lebih jauh dapat memberikan sumbangan bagi negara negara Asia dan Afrika.
"Peristiwa 50 tahun yang lalu itu menjadi batu pijakan pertama yang menjadi landasan penting bagi para pemimpin ke dua negara untuk lebih memperkuat hubungan dan kerja sama Indonesia Maroko," ujarnya.
Selama 50 tahun hubungan bilateral tersebut ,terjadi peningkatan dengan pembentukan Komite Bersama Bilateral yang ditandatangani terakhir kali pada Juni 2008 dalam bidang kerja sama politik dan ekonomi.
Diharapkannya, hubungan bilateral tersebut dapat ditingkatkan dibidang lainnya seperti pariwisata, investasi, pendidikan dan budaya dengan basis sejarah dalam upaya meningkatkan hubungan antarwarga atau"people to people contacts" yang menghasilkan pengertian yang makin besar diantara kedua negara.
Resepsi perayaan ulang tahun 50 tahun hubungan Indonesia Maroko itu digelar pameran foto photo yang mengambarkan kunjungan Presiden Soekarno ke Maroko dan disambut oleh Raja Mohammed V serta seluruh rakyat Maroko yang menyambut hangat kehadiran Soekarno ditengah kota Rabat serta peresmian pemberian nama jalan di pusat kota Rabat dengan nama Soekarno.
Dalam resepsi itu , dihidangkan makanan khas Indonesia seperti sate ayam, sate kambing, mie goreng, nasi goreng , bakso dan salada Padang serta makanan kecil seperti lumpia, onde onde dan rempeyek yang diiringi dengan musik tradisional gamelan Jawa yang mendapat pujian dari wartawan Sahra Magribia, koran terbasar di Maroko.
Acara resepsi peringatakan 50 tahun hubungan Indonesia Maroko itu juga mendapat liputan dari media masa setempat termasuk televisi RTM Rabat yang mewawancarai Dubes Tosari Widjaja.
***1***
(U-ZG)/B/A011)
(T.H-ZG/B/A011/A011) 22-06-2010 07:54:46
Rabat, 22/6 (ANTARA) - Wakil Menteri Luar Negeri Maroko Latifa Akherbach menilai Indonesia dengan penduduk Muslim terbesar dan menjadi negara demokrasi ketiga terbesar di dunia, Islam dapat berjalan beriringan ,sehingga Maroko ingin belajar dari Indonesia.
Hal itu disampaikan Latifa Akherbach dalam wawancara dengan koresponden Antara London, Senin malam sehubungan dengan digelarnya resepsi peringatan 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia- Maroko yang diadakan di Wisma Duta, Rabat, Senin malam.
Acara resepsi digelar dengan sangat sederhana itu diawali menampilan gamelan yang dibawakan masyarakat Indonesia di Maroko termasuk Dubes RI Tosari Widjaja dan Ibu Tosari Widjaja dan diikuti tarian Merak yang dibawakan para penari dari KBRI Rabat, Nurcahyati Prabowo dan Ruri Rizaldi.
Selain itu, juga ditampilkan kesenian tradisional Maroko yang dibawakan tim seniman Maroko yang bernama Dqaiqiya menampilkan musik Maroko dengan alat sederhana seperti gendang, dan krincing.
Hadir dalam resepsi perayaan 50 tahun hubungan Indonesia-Maroko itu diantaranya duta besar dan perwakilan negara sahabat, termasuk Dubes AS di Maroko beserta keluarga, pejabat pemerintah, akademisi, pengusaha dan kalangan masyarakat Indonesia di Maroko dan tiga mantan Dubes Maroko di Indonesia serta Dirjen Protokol Kemlu Maroko Abdelouahab Belouki dan Ketua Mahkamah Konstitusi Maroko Dr Mohammed Achergui.
Lebih lanjut Latifa Akherbach mengatakan bahwa hubungan Indonesia Maroko semakin meningkat dengan adanya saling pengertian kedua negara.
Latifa mengemukakan Indonesia sebagai negara Muslim dengan penduduk terbesar dapat menyatukan nilai Islam, demokrasi dan modernisasi, sehingga Maroko menilai Indonesia merupakan negara penting untuk menjalin kerja sama dalam menghadapi tantangan dan krisis global serta Islamphobia yang makin meningkat.
Dikatakannya, hubungan politik yang telah berjalan selama 50 tahun dengan dilandasi keinginan yang kuat dari kedua pemimpin negara untuk saling membantu menjadi modal dalam menghadapi masalah tersebut.
Tahun 1960
Sementara itu Dubes Indonesia untuk Maroko, Tosari Widjaja menyelaskan awal hubungan diplomasi Indonesia dan Maroko dengan penyerahan surat kredensial Dutabesar Nazir Pamontjak pada 19 April 1960 kepada Raja Marako Mohammed V.
Dubes Nazir yang waktu itu merangkap Dubes di Filipina diminta mempersiapkan kunjungan Pesiden Soekarno ke Maroko yang menjadi awal kerja sama bilateral yang diharapkan lebih jauh dapat memberikan sumbangan bagi negara negara Asia dan Afrika.
"Peristiwa 50 tahun yang lalu itu menjadi batu pijakan pertama yang menjadi landasan penting bagi para pemimpin ke dua negara untuk lebih memperkuat hubungan dan kerja sama Indonesia Maroko," ujarnya.
Selama 50 tahun hubungan bilateral tersebut ,terjadi peningkatan dengan pembentukan Komite Bersama Bilateral yang ditandatangani terakhir kali pada Juni 2008 dalam bidang kerja sama politik dan ekonomi.
Diharapkannya, hubungan bilateral tersebut dapat ditingkatkan dibidang lainnya seperti pariwisata, investasi, pendidikan dan budaya dengan basis sejarah dalam upaya meningkatkan hubungan antarwarga atau"people to people contacts" yang menghasilkan pengertian yang makin besar diantara kedua negara.
Resepsi perayaan ulang tahun 50 tahun hubungan Indonesia Maroko itu digelar pameran foto photo yang mengambarkan kunjungan Presiden Soekarno ke Maroko dan disambut oleh Raja Mohammed V serta seluruh rakyat Maroko yang menyambut hangat kehadiran Soekarno ditengah kota Rabat serta peresmian pemberian nama jalan di pusat kota Rabat dengan nama Soekarno.
Dalam resepsi itu , dihidangkan makanan khas Indonesia seperti sate ayam, sate kambing, mie goreng, nasi goreng , bakso dan salada Padang serta makanan kecil seperti lumpia, onde onde dan rempeyek yang diiringi dengan musik tradisional gamelan Jawa yang mendapat pujian dari wartawan Sahra Magribia, koran terbasar di Maroko.
Acara resepsi peringatakan 50 tahun hubungan Indonesia Maroko itu juga mendapat liputan dari media masa setempat termasuk televisi RTM Rabat yang mewawancarai Dubes Tosari Widjaja.
***1***
(U-ZG)/B/A011)
(T.H-ZG/B/A011/A011) 22-06-2010 07:54:46
Minggu, 20 Juni 2010
GADIS CEKO TARI BALI DI FESTIVAL PRAHA
GADIS CEKO TARI BALI DI FESTIVAL PRAHA
London, 20/6 (ANTARA) - Gadis-gadis Ceko dengan suara merdunya mengalunkan lagu Bapang Sesir, Baris Kecil dan Gilak mengiringi lenggak-lenggok tarian Bali kreasi alumni penerima Beasiswa Darmasiswa berhasil menarik pengunjung Festival Refufest,di Praha.
Kuasa Usaha Ad Interim /Counsellor Pensosbudpar, KBRI Praha, Republik Ceko, Azis Nurwahyudi kepada koresponden Antara London, Minggu mengatakan Festival Refufest yang dilakukan di Kampa Park merupakan festival multikultural tahunan digelar di Praha.
Di hadapan ratusan penonton yang menghadiri festival , John Adam mengomandani gamelan Bali yang dimainkan masyarakat Ceko. Sedangkan tiga penari Bali yang juga alumni penerima Beasiswa Darmasiswa dengan luwes menari diiringi gamelan.
Sepanjang penampilan para penonton yang terdiri atas berbagai suku bangsa di Praha asyik menikmati keindahan dan keluwesan penampilan gadia- gadis Ceko. Ada sebagian yang turut mencoba berlenggak- lenggok menirukan gerakan para penari Bali.
Stand Indonesia yang berdiri diantara stand negara-negara lain juga tampak ramai dikunjungi anak-anak yang ingin mengetahui tentang wayang. Acara membuat wayang untuk anak-anak tersebut dikomandani oleh Koko Suratmoko, seniman Indonesia yang mulai berkiprah di Ceko.
Festival Refufest tahun ini diikuti berbagai negara selain Indonesia juga Pakistan, Afghanistan, Mongolia, Vietnam, Uzbekistan, Kirgistan, Ukraina, Belarus, Rusia, juga beberapa organisasi internasional seperti UNHCR dan AFS Ceko.
Kelompok Cakrawala mewakili kebudayaan Indonesia dengan menampilkan tari dan gamelan Bali.
Azis Nurwahyudi mengatakan para alumni penerima Darmasiswa yang berasal dari Ceko aktif mempromosikan kebudayaan Indonesia. Sejak tahun 1995, terdapat sekitar 70 orang yang menerima beasiswa yang tersebar di berbagai daerah di Ceko dengan berbagai profesi.
Tahun ini terdapat 12 siswa yang akan diberangkatkan untuk belajar gamelan, tari, kriya(mengukir) , batik, dan Bahasa Indonesia di berbagai universitas di tanah air, Azis Nurwahyudi.
***4***
(U-ZG)/B/A011)
(T.H-ZG/B/A011/A011) 20-06-2010 09:02:54
London, 20/6 (ANTARA) - Gadis-gadis Ceko dengan suara merdunya mengalunkan lagu Bapang Sesir, Baris Kecil dan Gilak mengiringi lenggak-lenggok tarian Bali kreasi alumni penerima Beasiswa Darmasiswa berhasil menarik pengunjung Festival Refufest,di Praha.
Kuasa Usaha Ad Interim /Counsellor Pensosbudpar, KBRI Praha, Republik Ceko, Azis Nurwahyudi kepada koresponden Antara London, Minggu mengatakan Festival Refufest yang dilakukan di Kampa Park merupakan festival multikultural tahunan digelar di Praha.
Di hadapan ratusan penonton yang menghadiri festival , John Adam mengomandani gamelan Bali yang dimainkan masyarakat Ceko. Sedangkan tiga penari Bali yang juga alumni penerima Beasiswa Darmasiswa dengan luwes menari diiringi gamelan.
Sepanjang penampilan para penonton yang terdiri atas berbagai suku bangsa di Praha asyik menikmati keindahan dan keluwesan penampilan gadia- gadis Ceko. Ada sebagian yang turut mencoba berlenggak- lenggok menirukan gerakan para penari Bali.
Stand Indonesia yang berdiri diantara stand negara-negara lain juga tampak ramai dikunjungi anak-anak yang ingin mengetahui tentang wayang. Acara membuat wayang untuk anak-anak tersebut dikomandani oleh Koko Suratmoko, seniman Indonesia yang mulai berkiprah di Ceko.
Festival Refufest tahun ini diikuti berbagai negara selain Indonesia juga Pakistan, Afghanistan, Mongolia, Vietnam, Uzbekistan, Kirgistan, Ukraina, Belarus, Rusia, juga beberapa organisasi internasional seperti UNHCR dan AFS Ceko.
Kelompok Cakrawala mewakili kebudayaan Indonesia dengan menampilkan tari dan gamelan Bali.
Azis Nurwahyudi mengatakan para alumni penerima Darmasiswa yang berasal dari Ceko aktif mempromosikan kebudayaan Indonesia. Sejak tahun 1995, terdapat sekitar 70 orang yang menerima beasiswa yang tersebar di berbagai daerah di Ceko dengan berbagai profesi.
Tahun ini terdapat 12 siswa yang akan diberangkatkan untuk belajar gamelan, tari, kriya(mengukir) , batik, dan Bahasa Indonesia di berbagai universitas di tanah air, Azis Nurwahyudi.
***4***
(U-ZG)/B/A011)
(T.H-ZG/B/A011/A011) 20-06-2010 09:02:54
Langganan:
Postingan (Atom)