Sabtu, 09 Oktober 2010

PERDAGANGAN RI DAN ITALIA TERUS MENINGKAT

London, 9/10 (ANTARA) - Nilai perdagangan RI-Italia terus meningkat dengan surplus pada Indonesia dengan nilai total perdagangan RI-Italia untuk semester I tahun 2010 mencapai 1.820.443.709 Euro dengan surplus bagi Indonesia sebesar 955.732.965 Euro.

Nilai surplus tersebut merupakan kenaikan yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, ujar Counsellor Pensosbud KBRI Roma Musurifun Lajawa dalam keterangan persnya yang diterima Antara London, Sabtu.

Dikatakannya menurut data Badan Ekspor Kredit Italia (SACE) tercatat pada tahun 2007, nilai total perdagangan RI-Italia adalah sebesar 2.005.302.165 Euro dengan surplus 887.932.771 Euro bagi Indonesia.

Musurifun Lajawa mengakui krisis ekonomi global yang terjadi pada tahun 2008/2009 telah melemahkan impor dari Italia dan justru menaikkan ekspor Indonesia sehingga sangat menguntungkan bagi Indonesia.

Indonesia berhasil mendapatkan surplus sebesar 1.164.660.525 Euro dari total perdagangan 2.399.275.411 Euro pada tahun 2008, dan 1.103.624.391 Euro dari total perdagangan 2.101.146.733 Euro pada tahun 2009, ujarnya.

Surplus dari dari neraca perdagangan RI-Italia akan terus meningkat mengingat 955.732.965 Euro merupakan surplus sementara selama semester I tahun 2010.

Dengan demikian, nilai surplus Indonesia untuk keseluruhan tahun 2010 akan jauh lebih tinggi dari rata-rata perolehan surplus dalam kurun waktu delapan tahun terakhir.

Sementara itu, menurut data Badan Statistik Nasional Italia (ISTAT), total nilai perdagangan Italia dengan Indonesia Januari-Mei 2010 mencapai 1.182,68 juta dolar AS meningkat 14,1 persen dibanding periode yang sama tahun 2009 yang hanya mencapai sebesar 1.036,85 juta dollar AS.

Dari angka tersebut Indonesia mendapatkan surplus sebesar USD 517,52 juta dollar AS, turun lima persen dibanding tahun 2009 dengan surplus 544,57 juta dollar AS.

Selama periode Januari-Mei 2010, sebanyak 20 produk utama dari Indonesia yang diimpor ke Italia mengalami peningkatan dan 18 produk mengalami penurunan dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2009.
Produk yang mengalami peningkatan antara lain adalah karet dan produk karet (131,2 persen), CPO (26,3 persen), tin (71,7 persen), ban (5,2 persen) alkohol dan sulfonat (355,2 persen), elektronik penerima resepsi (170,6 persen), kayu (36,4 persen), kayu olahan (51,3 persen), pulp kertas (54,1 persen), dan travo (137,7 persen).

Sedangkan produk yang mengalami penurunan adalah batu bara (17,6 persen), komponen komputer (14,8 persen), kertas tulis (57,8 persen), dan furniture (1,4 persen).***2***(ZG)

(T.H-ZG/B/S006/S006) 09-10-2010 06:07:05


PERDAGANGAN RI DAN ITALIA MENINGKAT

PERDAGANGAN RI DAN ITALIA TERUS MENINGKAT

London, 9/10 (ANTARA) - Nilai perdagangan RI-Italia terus meningkat dengan surplus pada Indonesia dengan nilai total perdagangan RI-Italia untuk semester I tahun 2010 mencapai 1.820.443.709 Euro dengan surplus bagi Indonesia sebesar 955.732.965 Euro.

Nilai surplus tersebut merupakan kenaikan yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, ujar Counsellor Pensosbud KBRI Roma Musurifun Lajawa dalam keterangan persnya yang diterima Antara London, Sabtu.

Dikatakannya menurut data Badan Ekspor Kredit Italia (SACE) tercatat pada tahun 2007, nilai total perdagangan RI-Italia adalah sebesar 2.005.302.165 Euro dengan surplus 887.932.771 Euro bagi Indonesia.

Musurifun Lajawa mengakui krisis ekonomi global yang terjadi pada tahun 2008/2009 telah melemahkan impor dari Italia dan justru menaikkan ekspor Indonesia sehingga sangat menguntungkan bagi Indonesia.

Indonesia berhasil mendapatkan surplus sebesar 1.164.660.525 Euro dari total perdagangan 2.399.275.411 Euro pada tahun 2008, dan 1.103.624.391 Euro dari total perdagangan 2.101.146.733 Euro pada tahun 2009, ujarnya.

Surplus dari dari neraca perdagangan RI-Italia akan terus meningkat mengingat 955.732.965 Euro merupakan surplus sementara selama semester I tahun 2010.

Dengan demikian, nilai surplus Indonesia untuk keseluruhan tahun 2010 akan jauh lebih tinggi dari rata-rata perolehan surplus dalam kurun waktu delapan tahun terakhir.

Sementara itu, menurut data Badan Statistik Nasional Italia (ISTAT), total nilai perdagangan Italia dengan Indonesia Januari-Mei 2010 mencapai 1.182,68 juta dolar AS meningkat 14,1 persen dibanding periode yang sama tahun 2009 yang hanya mencapai sebesar 1.036,85 juta dollar AS.

Dari angka tersebut Indonesia mendapatkan surplus sebesar USD 517,52 juta dollar AS, turun lima persen dibanding tahun 2009 dengan surplus 544,57 juta dollar AS.

Selama periode Januari-Mei 2010, sebanyak 20 produk utama dari Indonesia yang diimpor ke Italia mengalami peningkatan dan 18 produk mengalami penurunan dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2009.
Produk yang mengalami peningkatan antara lain adalah karet dan produk karet (131,2 persen), CPO (26,3 persen), tin (71,7 persen), ban (5,2 persen) alkohol dan sulfonat (355,2 persen), elektronik penerima resepsi (170,6 persen), kayu (36,4 persen), kayu olahan (51,3 persen), pulp kertas (54,1 persen), dan travo (137,7 persen).

Sedangkan produk yang mengalami penurunan adalah batu bara (17,6 persen), komponen komputer (14,8 persen), kertas tulis (57,8 persen), dan furniture (1,4 persen).***2***(ZG)

(T.H-ZG/B/S006/S006) 09-10-2010 06:07:05

PERDAGANGAN RI DAN ITALIA MENINGKAT

PERDAGANGAN RI DAN ITALIA TERUS MENINGKAT

London, 9/10 (ANTARA) - Nilai perdagangan RI-Italia terus meningkat dengan surplus pada Indonesia dengan nilai total perdagangan RI-Italia untuk semester I tahun 2010 mencapai 1.820.443.709 Euro dengan surplus bagi Indonesia sebesar 955.732.965 Euro.

Nilai surplus tersebut merupakan kenaikan yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, ujar Counsellor Pensosbud KBRI Roma Musurifun Lajawa dalam keterangan persnya yang diterima Antara London, Sabtu.

Dikatakannya menurut data Badan Ekspor Kredit Italia (SACE) tercatat pada tahun 2007, nilai total perdagangan RI-Italia adalah sebesar 2.005.302.165 Euro dengan surplus 887.932.771 Euro bagi Indonesia.

Musurifun Lajawa mengakui krisis ekonomi global yang terjadi pada tahun 2008/2009 telah melemahkan impor dari Italia dan justru menaikkan ekspor Indonesia sehingga sangat menguntungkan bagi Indonesia.

Indonesia berhasil mendapatkan surplus sebesar 1.164.660.525 Euro dari total perdagangan 2.399.275.411 Euro pada tahun 2008, dan 1.103.624.391 Euro dari total perdagangan 2.101.146.733 Euro pada tahun 2009, ujarnya.

Surplus dari dari neraca perdagangan RI-Italia akan terus meningkat mengingat 955.732.965 Euro merupakan surplus sementara selama semester I tahun 2010.

Dengan demikian, nilai surplus Indonesia untuk keseluruhan tahun 2010 akan jauh lebih tinggi dari rata-rata perolehan surplus dalam kurun waktu delapan tahun terakhir.

Sementara itu, menurut data Badan Statistik Nasional Italia (ISTAT), total nilai perdagangan Italia dengan Indonesia Januari-Mei 2010 mencapai 1.182,68 juta dolar AS meningkat 14,1 persen dibanding periode yang sama tahun 2009 yang hanya mencapai sebesar 1.036,85 juta dollar AS.

Dari angka tersebut Indonesia mendapatkan surplus sebesar USD 517,52 juta dollar AS, turun lima persen dibanding tahun 2009 dengan surplus 544,57 juta dollar AS.

Selama periode Januari-Mei 2010, sebanyak 20 produk utama dari Indonesia yang diimpor ke Italia mengalami peningkatan dan 18 produk mengalami penurunan dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2009.
Produk yang mengalami peningkatan antara lain adalah karet dan produk karet (131,2 persen), CPO (26,3 persen), tin (71,7 persen), ban (5,2 persen) alkohol dan sulfonat (355,2 persen), elektronik penerima resepsi (170,6 persen), kayu (36,4 persen), kayu olahan (51,3 persen), pulp kertas (54,1 persen), dan travo (137,7 persen).

Sedangkan produk yang mengalami penurunan adalah batu bara (17,6 persen), komponen komputer (14,8 persen), kertas tulis (57,8 persen), dan furniture (1,4 persen).***2***(ZG)

(T.H-ZG/B/S006/S006) 09-10-2010 06:07:05

TUNIS GEMARI KOPI ACEH

MASYARAKAT TUNIS GEMARI KOPI ACEH

London, 9/10 (ANTARA) - Kopi Aceh mendapat tempat dihati warga Tunisia terlihat dengan ramainya pengunjung yang mencicipi kopi di Stand Indonesia yang mempromosikan kopi pada Internasional Food Processing Industry and Services (SIIAS 2010) di kota Hammamet, kota wisata Utama Tunisia.

Ramainya pengunjung yang ingin mencicipi kopi Aceh, menarik minat perusahaan Tunisia, La Generale Alimentaire (GA). irektur Utama GA, Khaled Karma menawarkan proposal untuk menjadi distributor kopi Aceh di Tunisia, ujar Pelaksana Fungsi Ekonomi KBRI Tunis, Boy Dharmawan dalam keterangannya kepada Antara London, Sabtu.

Untuk mengkonkretkan rencana tersebut, Karma akan melakukan kunjungan ke Indonesia terutama produsen kopi PT Sari Makmur Tunggal Mandiri serta mengundang KBRI Tunis melihat langsung potensi perusahaan GA dan pabrik kopi di Tunis.

Sebagai pemasok kopi terbesar di Tunisia dengan porsi 60 persen, GA dianggap sebagai raja kopi di Tunisia.

Setiap orang di Tunisia mengenal produk kopi GA yaitu Cafe Bondin dan Cafe Ben Yedder. Kalau di Indonesia dengan pangsa 60 persen, GA mungkin sudah terkena peraturan antimonopoli.

Salah satu anak perusahaan dari konglomerat Tunisia Ben Yedder, kopi merupakan industri inti atau pokok dari holding company dengan 25 perusahaan.

Perusahaan yang memproduksi dan menjual 14.000 ton kopi pertahun tersebut berdiri sejak tahun 1888. Kini perusahan milik Ben Yadder tersebut merambah pada berbagai bidang industri seperti makanan, minuman, asuransi, perbankan, peralatan mesin dan kafe.

Direktur Utama Khaled Karma mengutarakan dari kopi yang diimpor 60 persen adalah kopi robusta sedangkan sisanya 40 persen arabika.


Pernah impor
Pada tahun 2001, Tunisia pernah mengimpor kopi robusta dari Indonesia, namun kemudian impor dihentikan karena kualitasnya dianggap kalah bersaing. Kopi robusta umumnya diimpor dari Brasil karena dianggap memiliki kualitas yang relatif stabil dan memiliki daya saing tinggi.

Untuk itu, Karma mengharapkan jika pengusaha Indonesia ingin merebut pasar di Tunisia, maka jangan berspekulasi dengan kualitas.

Ia juga menegaskan perusahaannya siap menjalin kerja sama dengan pengusaha Indonesia yang ingin menembus pasar di Tunisia khususnya untuk produk kopi karena kopi Indonesia memiliki rasa yang cocok dengan lidah Tunisia.

Namun ia tidak menutup kemungkinan untuk menjadi ditributor produk pertanian lainnya seperti teh, coklat dan minyak sawit .

Menurut Pelaksana Fungsi Ekonomi KBRI Tunis, Boy Dharmawan, kebijakan KBRI melakukan jemput bola dengan melakukan kunjungan langsung ke berbagai perusahaan di Tunisia merupakan salah satu misi yang digalakkan KBRI Tunis.

Dubes RI Tunis, Muhammad Ibnu Said, selalu menekankan perlunya pejabat KBRI melakukan kunjungan langsung ke pengusaha untuk melihat langsung permasalahan di lapangan yang juga merupakan bagian dari intelijen pasar karena cenderung lebih efektif dalam meningkatkan ekspor Indonesia.

Dharmawan mengatakan bahwa untuk menggalakkan promosi ekspor, KBRI Tunis telah memiliki ruang pamer yang memamerkan berbagai produk pertanian Indonesia seperti produk kopi, coklat, minyak sawit, teh, rempah-rempah.

Hal ini diperoleh dari berbagai sumber seperti Kementerian Pertanian , PTP Nusantara XII, dan beberapa pelaku usaha Indonesia.

Produk tersebut selain dipamerkan di ruang pameran yang di sediakan di KBRI Tunis, juga dipamerkan pada berbagai pameran di Tunisia khususnya pameran produk pertanian guna mengenalkan produk unggulan Indonesia langsung ke masyarakat dan pelaku usaha.

***2***
(ZG)/C/A011)
(T.H-ZG/C/A011/A011) 09-10-2010 10:21:11
MASYARAKAT TUNIS GEMARI KOPI ACEH

London, 9/10 (ANTARA) - Kopi Aceh mendapat tempat dihati warga Tunisia terlihat dengan ramainya pengunjung yang mencicipi kopi di Stand Indonesia yang mempromosikan kopi pada Internasional Food Processing Industry and Services (SIIAS 2010) di kota Hammamet, kota wisata Utama Tunisia.

Ramainya pengunjung yang ingin mencicipi kopi Aceh, menarik minat perusahaan Tunisia, La Generale Alimentaire (GA). irektur Utama GA, Khaled Karma menawarkan proposal untuk menjadi distributor kopi Aceh di Tunisia, ujar Pelaksana Fungsi Ekonomi KBRI Tunis, Boy Dharmawan dalam keterangannya kepada Antara London, Sabtu.

Untuk mengkonkretkan rencana tersebut, Karma akan melakukan kunjungan ke Indonesia terutama produsen kopi PT Sari Makmur Tunggal Mandiri serta mengundang KBRI Tunis melihat langsung potensi perusahaan GA dan pabrik kopi di Tunis.

Sebagai pemasok kopi terbesar di Tunisia dengan porsi 60 persen, GA dianggap sebagai raja kopi di Tunisia.

Setiap orang di Tunisia mengenal produk kopi GA yaitu Cafe Bondin dan Cafe Ben Yedder. Kalau di Indonesia dengan pangsa 60 persen, GA mungkin sudah terkena peraturan antimonopoli.

Salah satu anak perusahaan dari konglomerat Tunisia Ben Yedder, kopi merupakan industri inti atau pokok dari holding company dengan 25 perusahaan.

Perusahaan yang memproduksi dan menjual 14.000 ton kopi pertahun tersebut berdiri sejak tahun 1888. Kini perusahan milik Ben Yadder tersebut merambah pada berbagai bidang industri seperti makanan, minuman, asuransi, perbankan, peralatan mesin dan kafe.

Direktur Utama Khaled Karma mengutarakan dari kopi yang diimpor 60 persen adalah kopi robusta sedangkan sisanya 40 persen arabika.


Pernah impor
Pada tahun 2001, Tunisia pernah mengimpor kopi robusta dari Indonesia, namun kemudian impor dihentikan karena kualitasnya dianggap kalah bersaing. Kopi robusta umumnya diimpor dari Brasil karena dianggap memiliki kualitas yang relatif stabil dan memiliki daya saing tinggi.

Untuk itu, Karma mengharapkan jika pengusaha Indonesia ingin merebut pasar di Tunisia, maka jangan berspekulasi dengan kualitas.

Ia juga menegaskan perusahaannya siap menjalin kerja sama dengan pengusaha Indonesia yang ingin menembus pasar di Tunisia khususnya untuk produk kopi karena kopi Indonesia memiliki rasa yang cocok dengan lidah Tunisia.

Namun ia tidak menutup kemungkinan untuk menjadi ditributor produk pertanian lainnya seperti teh, coklat dan minyak sawit .

Menurut Pelaksana Fungsi Ekonomi KBRI Tunis, Boy Dharmawan, kebijakan KBRI melakukan jemput bola dengan melakukan kunjungan langsung ke berbagai perusahaan di Tunisia merupakan salah satu misi yang digalakkan KBRI Tunis.

Dubes RI Tunis, Muhammad Ibnu Said, selalu menekankan perlunya pejabat KBRI melakukan kunjungan langsung ke pengusaha untuk melihat langsung permasalahan di lapangan yang juga merupakan bagian dari intelijen pasar karena cenderung lebih efektif dalam meningkatkan ekspor Indonesia.

Dharmawan mengatakan bahwa untuk menggalakkan promosi ekspor, KBRI Tunis telah memiliki ruang pamer yang memamerkan berbagai produk pertanian Indonesia seperti produk kopi, coklat, minyak sawit, teh, rempah-rempah.

Hal ini diperoleh dari berbagai sumber seperti Kementerian Pertanian , PTP Nusantara XII, dan beberapa pelaku usaha Indonesia.

Produk tersebut selain dipamerkan di ruang pameran yang di sediakan di KBRI Tunis, juga dipamerkan pada berbagai pameran di Tunisia khususnya pameran produk pertanian guna mengenalkan produk unggulan Indonesia langsung ke masyarakat dan pelaku usaha.

***2***
(ZG)/C/A011)
(T.H-ZG/C/A011/A011) 09-10-2010 10:21:11

Jumat, 08 Oktober 2010

PAMERAN TEKSTIL DI ESTONIA

KBRI FINLANDIA GELAR PAMERAN TEKSTIL DI ESTONIA

London,9/10 (ANTARA) - Duta Besar RI untuk Republik Finlandia merangkap Republik Estonia, Harry Purwanto, meresmikan pameran Tekstil Indonesia yang digelar di Gedung Pusat Kebudayaan Russia (Vene Kultuurikeskus), Tallinn, Estonia.

Gedung Pusat Kebudayaan Rusia merupakan salah satu gedung yang paling indah dan dianggap tempat yang paling prestigious di Tallinn, ujar Sekretaris Ketiga Sosbudpen, KBRI Helsinki, Andy Aron dalam keterangannya kepada ANTARA London, Sabtu.

Pameran tekstil yang digelar pertama kalinya di Estonia ini, selain mempromosikan kekayaan khasanah tekstil tradisional Indonesia, bertujuan memperingati setahun pengakuan Batik Indonesia sebagai warisan budaya tak-benda (intangible heritage of humanity) oleh UNESCO.

Sebanyak 69 lembar kain tekstil tradisional Indonesia, baik berupa kain ikat, songket, dan batik, koleksi pribadi pejabat KBRI Helsinki serta sejumlah perhiasan dan pernak pernik pakaian tradisional milik KBRI Helsinki ditampilkan dalam Pameran Tekstil Indonesia.

Dubes Harry Purwanto, yang meresmikan pameran pada kesempatan penyelenggaraan Resepsi Diplomatik dalam rangka Peringatan HUT RI ke-65 itu hadir Konsul Kehormatan RI untuk Estonia Mr. Ain Lindre, selain pejabat Kementerian Luar Negeri Estonia, perwakilan instansi pemerintah, Dubes Negara Asing yang terakreditasi untuk Estonia, pejabat pemerintah kota Tallinn, serta sejumlah Konsul Kehormatan Negara Asing di Estonia.

Hadir dalam acara pembukaan dari kalangan perguruan tinggi, media massa Estonia, perwakilan sejumlah organisasi serta lembaga swadaya masyarakat di Estonia, termasuk anggota asosiasi persahabatan Indonesia-Estonia.

Dubes Harry Purwanto dalam sambutan menyampaikan bahwa penyelenggaraan pameran tekstil dan resepsi diplomatik yang diadakan pertama kalinya mencerminkan hubungan persahabatan yang erat antara Indonesia dan Estonia.

Duta Besar juga menyatakan hubungan yang baik tersebut diharapkan dapat kian mampu mendorong kerja sama yang dapat dirasakan langsung rakyat kedua negara di masa depan.

Dikatakannya kehidupan berdemokrasi di Indonesia kian maju, dan perekonomiannya kian tumbuh secara baik, dan dunia kini kian mengakui peran strategis Indonesia dalam pembangunan dunia dengan masuknya Indonesia di forum G20.

Puncak acara resepsi diplomatik dan pembukaan resmi pameran tekstil dimeriahkan dengan penampilan orkestra musik filharmoni Masyarakat Estonia-Russia, serta penampilan tari topeng Nali yang dibawakan penari I Wayan Sutisna, seniman tari asal Bali yang tinggal menetap di Helsinki, Finlandia.

Pameran tekstil memperoleh apresiasi yang cukup luas dari berbagai kalangan masyarakat di Estonia, baik kalangan masyarakat awam hingga pelajar dan akademi seni Estonia, serta pelaku usaha dan bisnis tekstil di Estonia. Tercatat ratusan penduduk Estonia mengunjungi pameran yang diselenggarakan selama satu minggu.***4*** (ZG)
(T.H-ZG/B/S006/S006) 09-10-2010 05:26:43

PAKET WISATA LOMBOK

AFRIKA SELATAN SEPAKAT MEMBUAT PAKET WISATA LOMBOK

London, 9/10 (ANTARA) - Tour Operator Afrika Selatan sepakat untuk membuat paket wisata ke Lombok serta gabungan Bali dan Lombok dengan mitra Indonesia.

Kesepakatan itu merupakan hasil kunjungan pengenalan di Lombok oleh Famtrip dari Afrika Selatan tahap pertama, ujar Sekretaris Tiga KBRI Pretoria Aulia Rinaldi Ahza dalam keterangannya yang diterima Antara Sabtu.

Dikatakannya Lombok akan menjadi destinasi pariwisata baru wisatawan dari Afrika Selatan.

Marketing Coordinator dari Club Travel asal Afrika Selatan, Stacey-Lee Stewart yang mengikuti Famtrip ke Bali dan Lombok mengatakan tour operator sepakat membuat paket wisata berupa paket empat hari di Bali dan tiga hari di Lombok.

Sementara itu Carla Joao, Supervisor for the Far East Department dari Travel Vision, peserta Famtrip lainnya, mengakui Famtrip ke Indonesia jauh berbeda dengan Famtrip ke destinasi pariwisata lainnya yang pernah diikutinya. Banyak hal baru yang didapatkan, terutama product knowledge yang baru, ujarnya.
Sebanyak 10 Outbound Tour Operator dan seorang Travel Journalist asal Afrika Selatan mengikuti kegiatan Famtrip yang dilaksanakan selama seminggu ke Bali dan Lombok.
Acara yang dimotori KBRI Pretoria tersebut berhasil mempertemukan rombongan asal Afrika Selatan dengan industri pariwisata Indonesia guna mencari peluang lain pasar wisata Indonesia untuk wisatawan Afrika Selatan yang selama ini sama sekali belum mengenal Lombok.

Mereka sepakat Lombok menjadi destinasi wisata yang diminati wisatawan asal Afrika Selatan.

Sementara itu dalam presentasi Dubes yang disampaikan Staf KBRI Pretoria, mengakui para tour operator dan travel agent memiliki peran penting dalam memasarkan potensi wisata Indonesia.

Hal ini mengingat 76 persen outbound traveller asal Afrika Selatan menggunakan jasa tour operator dan travel agent sebelum melakukan perjalanan wisata. Indonesia memiliki banyak kelebihan di sektor destinasi wisata dibanding dengan yang lainnya, ujarnya.

Para peserta famtrip juga mengikuti site inspection ke delapan hotel di Bali dan melakukan Business Gathering dengan kalangan industri wisata di Bali.

Wakil dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata serta Kantor Dinas Pariwisata Bali menyampaikan presentasi mengenai potensi pariwisata Indonesia dan Bali.

Selain pertemuan dengan kalangan industri pariwisata setempat, rombongan famtrip juga mengunjungi lokasi-lokasi lain terkait dengan pariwisata baik Bali maupun Lombok.***4*** (ZG)

(T.H-ZG/B/S006/S006) 09-10-2010 05:45:46