Jumat, 19 April 2013

LYON PERANCIS




PENTAS SANGKURIANG TARIK PERHATIAN WARGA LYON PERANCIS

          London, 16/4 (Antara) - Pementasan teater cerita rakyat Jawa Barat dibawakan pelajar Indonesia dengan pemeran utama Dennisa Wijayanti sebagai Dayang Sumbi dan Yasser Wahyuddin sebagai Sangkuriang berhasil menarik perhatian warga kota Lyon, Perancis.

         Cerita Sangkuriang yang ditampilkan pada malam budaya Indonesia "Soirée Culturelle Indonésienne" itu diadakan oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Lyon bersama KBRI Paris di gedung Amphitheatre Prunier, ENTPE (Ecole Nationale des Travaux Publics de l'Etat) Lyon, Prancis.

         Menurut anggota panitia Arie Fitria kepada Antara London, Selasa, pementasan tersebut dihadiri sekitar 300 undangan, termasuk Wali Kota Lissieu, Jean-Louis Schuk, Direktur Jendral Service Agglomerasi Est Lyonnaise (CCEL) Jacques Perez, pejabat dan civitas academika ENTPE, serta Direktur Indonesian Trade Promotion Centre (ITPC) di Lyon, Silvi C Sumanti.

         Selain itu hadir pejabat pemerintah, akademisi, travel agents/tour operator, pelajar serta kalangan anggota Association Franco-Indonesie dan Anggota PPI Perancis dari berbagai wilayah lainnya, ujar mahasiswa S3 di ENTPE Lyon itu.

         Dubes Indonesia untuk UNESCO di Paris Prof. Dr. Carmadi Machbub menyampaikan penghargaannya kepada pihak ENTPE dan undangan dengan harapan acara malam budaya dapat berkontribusi pada upaya peningkatan persahabatan antara Indonesia dengan Perancis.

         Sementara itu atase kebudayaan KBRI Paris, Arifi Saiman mengatakan, pihaknya turut bangga atas aktivitas dan kreativitas PPI Lyon dengan digelarnya Soirée Indonésienne kali ini. "Dedikasi yang luar biasa dari anggota PPI Lyon di tengah-tengah kesibukan studi yang sangat padat," ucapnya.

         Soire Culturelle Indonésienne 2013 diselenggarakan sebagai jawaban atas tingginya animo pengunjung pada acara-acara serupa di tahun 2012.

         Menurut Arie Fitria, penyelenggaraan tahun ini merupakan upaya menjaga kesinambungan informasi tentang Indonesia di kalangan masyarakat Perancis khususnya Lyon. Dengan demikian diharapkan budaya Nusantara makin dikenal dan banyak warga tertarik berkujung ke Indonesia.
         Acara itu dibuka dengan Tari Melinting dari Lampung, dilanjutkan pentas teater cerita Sangkuriang yang menceritakan legenda dalam naskah Pangeran Jaya Pakuan alias Bujangga Manik. Ceritera tersebut mudah dipahami oleh pengunjung berkat kepiawaian pasangan narator, yang tampil memukai dengan dibalut pakaian adat Minang.
         Pentas teater cerita rakyat Jawa Barat itu disajikan dalam tiga  babak didukung berbagai tarian daerah nusantara yang diadopsi dan dikemas secara apik guna menceritakan legenda Tangkuban Perahu.
         Di antaranya Tari Lenggang Nyai dari Jakarta, Tari Jaipong dari Jawa Barat, Tari Cendrawasih dari Bali, serta tari Saman dari Aceh menggambarkan pengerjaan perahu dan telaga (danau) dalam waktu semalam. Cahaya fajar untuk menggagalkan pembuatan perahu dan telaga ditampilkan dengan koreografi tari selendang merah.
         Selain itu diselingi dengan paduan suara PPI Lyon yang membawakan lagu Sik Sik Sibatumanikam, Kabanglah Bungo Parawitan, Cublak-Cublak Suweng serta lagu Ramko Rambe Yamko. Didukung undian tombola yang berjalan meriah dan undangan yang beruntung mendapat hadiah berupa produk kerajinan Indonesia diserahkan Direktur IPTC Lyon, Silvi C Sumanti.
         Acara Soirée itu diawali dengan Pameran Foto Koleksi KJRI Marseille berlangsung selama seminggu dimeriahkan pameran produk Indonesia yang diikuti Anak Tanah dan Atelier FER. Para pengunjung dimanjakan dengan penulisan nama dalam aksara Kawi atau Aksara Jawa Kuno dan aksara Batak sebagai suvenir.
         Kegiatan penulisan itu bertujuan mengenalkan aksara tradisional Nusantara ke internasional guna melestarikan bahasa daerah di kalangan pelajar Indonesia yang berada di luar negeri khususnya Lyon.
         Promosi gastronomi khas Indonesia, disajikan berupa risoles dan lemper dan sebagai makanan malam dihidangkan cumi saos padang, capcai dan bolu cokelat.
         Rangkaian acara tersebut mampu mewujudkan sasaran yang ingin dicapai, pengunjung mengutarakan keinginannya untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi liburan mereka.
         Jean-jacques Thevenin, salah satu pengunjung mengatakan menyaksikan acara itu membuat dirinya ingin berkunjung ke Indonesia. Jean dalam bahasa Perancis menyebutkan, L'Indonésie fera certainement partie d'un de mes futurs voyages et ce sera cette soirée qui m'en aurez donné l'envie.
         Minat warga masyarakat setempat tersebut dipengaruhi keragaman dan keindahan pakaian adat nusantara yang dikenakan panitia dan mampu merepresentasikan kekayaan budaya Indonesia. (ZG)
(T.H-ZG/B/T. Susilo/T. Susilo) 16-04-2013 06:09:40
               

MUNCHEN



                INDONESIA NEGARA MITRA PAMERAN BAUMA DI MUNCHEN

          London, 16/4 (ANTARA) ¿ Indonesia sebagai Negara Mitra (Partner Country), dalam penyelenggaraan pameran International Trade Fair for Construction Machinery, Building Material Machines, Mining Machines, Construction Vehicles and Construction Equipment (Bauma) 2013 - mempunyai kesempatan luas untuk mempromosikan diri pada dunia internasional.

   
Hal itu disampaikan Menteri Pekerjaan Umum RI, Joko Kirmanto pada pembukaan pameran khusus perdagangan berskala internasional mesin konstruksi, mesin berat dan ringan, pertambangan, dan alat-alat transportasi-logistik  yang berlangsung di München, Jerman.

   
Counsellor, Fungsi Pensosbud KBRI Berlin, Ayodhia Kalake kepada ANTARA London, Senin mengatakan pameran  diadakan untuk yang ke-30 berlangsung dari tanggal 15 April hingga 21 April mendatang diikuti lebih dari 3.400 eksebitor dari 57 Negara.

   
Lebih lanjut Menteri PU Joko Kirmanto mengatakan tampilnya Indonesia sebagai Negara Mitra di Bauma akan menambah ketertarikan dan kepercayaan dunia terhadap Indonesia.

   
Pameran yang juga dimanfaatkan Indonesia untuk mengembangkan dan memperkuat jejaring di tingkat global juga kontribusi berharga bagi pembangunan infrastruktur berkelanjutan dan pengembangan pertambangan diharapkan mendorong peningkatan ekonomi Indonesia.

   
Menurut Menteri, dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi dan stabilitas nasional yang baik maupun pembangunan dan perbaikan infrastruktur yang terus meningkat, Indonesia menjanjikan potensi dan kesempatan bagi para investor.

   
Sementara itu Menteri Luar Negeri Jerman, Guido Westerwelle, menyatakan Indonesia adalah negara dengan potensi yang luar biasa. Dengan pertumbuhan ekonomi maupun stabilitas yang cukup terjaga, Indonesia adalah partner jangka panjang yang saling menguntungkan. "Indonesia juga memainkan peran penting di kawasan maupun di tingkat dunia," ujarnya.

   
Pada acara pembukaan Bauma 2013,  juga ditampilkan kesenian Indonesia berupa tarian Bajidor Kahot dari Jawa Barat, yang mendapat aplaus meriah dari undangan yang memenuhi gedung bersejarah The Cuvillies Theater, Residenz München.

   
Hadir dalam acara pembukaan Deputy Bavarian Minister-President dan Bavarian State Minister of Economic Affairs, Infrastructure, Transport and Technology, CEO Messe München, Governing Member of the Munich City Cuncil, delegasi manca Negara maupun perwakilan industri terkait.

   
Sementara itu Dubes RI, Dr. Eddy Pratomo menyatakan tampilnya Indonesia sebagai Negara Mitra di pameran berskala internasional seperti Bauma dan pameran pariwisata internasional ITB Berlin, menunjukan kepercayaan yang kuat pihak Jerman terhadap Indonesia. Hal ini juga menunjukan kedekatan hubungan bilateral Indonesia dan Jerman sebagai ¿mitra strategis¿.

   
Dubes mengatakan partisipasi Indonesia sebagai negara mitra Bauma 2013 menjadi salah satu elemen penting kemitraan komprehensif Indonesia-Jerman yang tertuang dalam Deklarasi Jakarta, yang diluncurkan kedua kepala pemerintahan, pada saat kunjungan Kanselir Jerman Angela Merkel ke Indonesia, 10-11 Juli tahun lalu.

   
Menurut Dubes, partisipasi Indonesia ini merupakan highlight kemitraan kedua negara dalam kerjasama di bidang infrastruktur, yang menjadi salah satu fokus kegiatan bilateral Indonesia-Jerman di tahun 2013.

   
Pameran yang merupakan terbesar di dunia tersebut diadakan tiga tahun sekali selama tujuh hari di München. Pada tahun 2010, Bauma berhasil menarik lebih dari 3.000 eksebitor dan sekitar 415.000 pengunjung manca Negara.

   
Pameran diselenggarakan di atas lahan seluas 570.000 m2 di New Munich Trade Fair Centre, yang terletak disebelah Tenggara kota München, Indonesia memiliki joint pavilion di East Entrance Messe Munich lantai 1 seluas 69m2, yang diisi materi peluang investasi infrastruktur, industri material, dan peralatan konstruksi serta pertambangan (investment booth, infrastructure booth, dan mining booth). 

Bauma München 2013 juga dimanfaatkan Indonesia untuk pelaksanaan promosi kepada dunia internasional bahwa indonesia saat ini sedang membangun dan merupakan tujuan investasi yang menarik dan prospektif. Bauma juga merupakan platform yang kuat untuk mengembangkan dan memperkuat jejaring bisnis antar perusahaan Indonesia dan Internasional.

   
Indonesia juga dapat memanfaatkan Bauma München 2013 untuk mendorong investasi bagi pembangunan infrastruktur dan pertambangan serta indutri peralatan konstruksi dan pertambangan.

   
Perusahaan Indonesia bernaung di bawah Kadin dan berbagai asosiasi seperti Asosiasi Kontraktor Indonesia, Asosiasi Pertambangan Indonesia, Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia, Asosiasi Perusahaan Pengelola Alat Berat/Alat Konstruksi Indonesia dapat menjalin bisnis.

   
Selain itu Indonesia juga diwakili Ikatan Ahli Pracetak Prategang Indonesia, Asosiasi Aspal Beton Indonesia dan Himpunan Industri Alat Berat Indonesia yang diharapkan dapat memanfaatkan Bauma menjalin hubungan bisnis dan kerjasama di bidang pembangunan infrastruktur dengan perusahaan Jerman dan manca Negara.

   
Dalam rangkaian kegiatan di pameran Bauma , Selasa 16 April diadakan Indonesia Student Day dimana diadakan pertemuan antara mahasiswa Indonesia di Jerman dengan pihak industri Jerman di bidang konstruksi, mesin dan alat berat.

   
Pertemuan tersebut dimaksudkan memberi kesempatan bagi mahasiswa Indonesia yang mencari lowongan sebagai tenaga terampil di perusahaan-perusahaan Jerman terkait.

   
Selain itu untuk memberikan informasi kepada pihak industri Jerman yang ingin berinvestasi di Indonesia, juga akan diadakan Indonesia Business Day Rabu mendatang dengan pembicara dari Kantor Menko Perekonomian, Kementerian PU, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perhubungan, Kementerian ESDM, BKPM, Asosiasi Kontraktor Indonesia, KADIN, ASPINDO, EKONID dan pihak swasta nasional maupun Jerman. (ZG)

(T.H-ZG/B/M. Taufik/M. Taufik) 16-04-2013 07:49:15

JERMAN



IASI JERMAN GELAR SEMINAR LOGISTIK DI INDONESIA

     Oleh Zeynita Gibbons
   London, 16/4 (Antara) - Ikatan Ahli dan Sarjana Indonesia di Jerman (IASI) dan Pemerintah Bremen, Jerman akan menggelar seminar logistik di Indonesia yaitu di Jakarta pada 23 April dan di Makassar pada 25 April 2013.

        Ketua IASI, Adam Pamma kepada Antara London, Selasa mengatakan penyelenggaraan seminar dimaksudkan untuk berbagi pengetahuan antara pelaku logistik di Jerman dan Indonesia.

        Seminar tersebut akan dihadiri oleh Menteri Ekonomi, Tenaga Kerja dan Pelabuhan Negara Bagian Bremen, Martin Gunther. Seminar juga akan dihadiri 14 anggota delegasi dari Negara Bagian Bremen yang berasal dari institusi dan perusahaan seperti GIZ, Lembaga Riset Logistik LPL, tiga guru besar dari Jerman, otoritas pelabuhan dan beberapa pimpinan perusahaan bidang logistik.

        Menurut Adam Pamma, melalui seminar tersebut diharapkan dapat dipetakan bentuk kerjasama yang dapat dilakukan antara Bremen dan Indonesia baik untuk bisnis, alih teknologi maupun kerjasama riset.

        Ia mengatakan pelaksanaan seminar logistik di Jakarta dan Makassar akan ditangani oleh mitra utama IASI di Indonesia yaitu Perhimpunan Alumni Jerman (PAJ) bersama Kadin Indonesia, Asosiasi Logitik Indonesia, Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (UNHAS) dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).

        Adam mengatakan, seminar di Makassar akan dirangkaikan dengan penandantanganan nota kesepahaman (MOU) kerjasama riset dan pertukaran sumber daya manusia (SDM) antara UNHAS dan University of  Applied Sciences Bremen.

        Selain itu juga akan dilakukan penandatangan MOU kerjasama antara Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel dengan dinas yang terkait di Bremen untuk kerjasama implementasi sistem "link and match" antara sekolah dengan dunia usaha atau industri untuk 16 SMK di Sulsel.

        "'Link and match' merupakan salah salah kunci keberhasilan Jerman menciptakan SDM yang handal dalam industri mereka," ujarnya.

        Peluang kerjasama Indonesia-Jerman bidang logistik dan pelabuhan cukup besar, berdasar data yang dikeluarkan Bank Dunia pada tahun 2012 Logistic Performance Index (LPI), Indonesia menempati posisi ke 59 dari 155 negara yang masuk survei.

        Sementara biaya logistik di Indonesia berada pada kisaran 25 hingga 30 persen. Rendahnya efisiensi logistik Indonesia menimbulkan ekonomi biaya tinggi yang tentu mengurangi kemampuan daya saing bangsa.

        Ini juga menyebabkan harga barang tidak merata antara satu wilayah dengan wilayah yang lain. Misalnya harga semen di Wamena, Papua bisa mencapai Rp470 ribu per sak atau di Puncak Jaya yang mencapai Rp1,5 juta per sak. Bandingkan dengan harga semen di Makassar yang hanya berada pada kisaran Rp42 ribu per sak untuk ukuran 50 kg.

        Menurut dia, penyebab kesenjangan harga antara satu daerah dengan daerah lainnya adalah faktor logistik. Untuk itu pemerintah menyediakan cetak biru logistik Indonesia. Namun demikian yang sangat penting adalah bagaimana cetak biru logistik yang ada bisa dilaksanakan dan sesuai dengan yang diharapkan.

        Jerman, kata Adam, merupakan negara yang dapat menjadi mitra dalam hal teknologi bidang logistik karena  terdepan dalam efisiensi logistik dan juga dikenal ramah untuk berbagi pengetahuan bahkan alih teknologi.

        Ilmu logistik di Jerman merupakan salah satu bidang yang sangat pesat perkembangannya. Tidak kurang dari 162 perguruan tinggi menawarkan studi logistik. 
   Sementara itu pada pertemuan silaturahmi antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan diaspora Indonesia di Berlin pada 5 Maret 2013, salah satu yang ditekankan Presiden adalah kemungkinan kerjasama antara Jerman dan Indonesia di bidang logistik.

        Menindaklanjutin keinginan Presiden, IASI melakukan pendekatan ke berbagai pihak di Jerman baik swasta maupun pemerintah untuk menjejaki kemungkinan kerjasama bidang logistik.

        Salah satunya adalah dengan Kementerian Ekonomi, Tenaga Kerja dan Pelabuhan Negara Bagian Bremen. Bremen merupakan Negara Bagian yang memiliki industri klaster logistik yang didukung lembaga riset logistik seperti LPL dan beberapa perguruan tinggi yang menawarkan berbagai bidang studi logistik.

        Penjajagan yang dilakukan IASI dengan kementerian tersebut memungkinkan adanya kerjasama nyata antara Jerman dan Indonesia di bidang logistik.

        IASI merupakan organisasi diaspora yang diakui secara resmi oleh Pemerintah Jerman. Organisasi itu didirikan 21 Februari 1976 di Bonn oleh BJ Habibie bertujuan sebagai jembatan kerjasama Indonesia-Jerman di berbagai bidang.

        Kegiatan IASI saat ini antara lain pengiriman tenaga ahli senior/professor ke beberapa perguruan tinggi kecil dan menengah di Indonesia untuk peningkatan kapasitas dosen-dosen muda dan pengembangan kurikulum, pelatihan materi pengajaran dan lain-lain. 
   Selain itu IASI juga aktif mempromosikan Indonesia di Jerman, antara lain melalui Pasar Indonesia-Hamburg yang akan dilaksanakan Juni 2013.

        "Pasar Indonesia-Hamburg akan mempromosikan produk Indonesia seperti kuliner, budaya Indonesia dan objek wisata," kata Adam Pamma. ***3***
(T.ZG)

(T.H-ZG/B/A. Salim/A. Salim) 16-04-2013 11:57:07

LONDON




                KACANG ATOM KERIPIK PISANG DIGEMARI DI LONDON

          London, 16/4 (Antara) - Berbagai produk makanan kecil Indonesia seperti kacang atom rasa pedas dan banana chips atau keripik pisang digemari pengunjung pameran Natural and Organic Products 2013 di gedung pameran Olympia Exhibition Centre, London.

         Atase Perdagangan KBRI London, Merry Maryati kepada Antara London, Selasa menyebutkan pihaknya memfasilitasi para pengusaha UKM Indonesia mengikuti pameran tahunan yang digelar belum lama ini dengan menyediakan stan.

         Dikatakannya pada pameran tersebut digelar promosi produk-produk yang termasuk dalam kategori: Natural Beauty & Spa, Natural Living, Health Nutrition and Natural Food Show, ditujukan hanya untuk Business to Business (B2B) dan tidak melakukan penjualan retail.

         Pada kesempatan itu ditampilkan produk empat perusahaan, yaitu makanan organic dari PT. Kampung Kearifan Indonesia (KKI) dengan merek JAVARA, PT GarudaFood Putra Putri Jaya dengan andalannya Kacang Garuda, Mekar Sari menyuguhkan Banana Chips merek Go Banana dan  PT. Martina Bertho Martha Tilaar dengan produk Spa Dewi Sri.

         Menurut Merry Maryati, permintaan terhadap makanan sehat dan alami terus meningkat, yaitu produk yang bebas dari pestisida, pengawet, pewarna, zat additives dan sejenisnya.

         Hal itu membuat pameran itu banyak didatangi pengusaha yang bergerak di bidang kesehatan. Produk yang ditampilkan di pameran itu cukup bervariasi, termasuk jenis multivitamin.

         Produk kosmetik, body care, minuman dan makanan alami seperti dari buah yang dikeringkan, air kelapa, cokelat organik, teh organik dan lainnya menjadi perhatian pengunjung yang sebagian besar pengusaha.

         Pameran mempromosikan produk-produk baru yang akan menjadi acuan untuk para konsumen atau pembeli.

         Produk natural dan organik dari PT Kampung Kearifan Indonesia (KKI) yang dihasilkan di seluruh daerah di Indonesia, mendapat perhatian besar dari pengunjung, terutama jenis Coconut Sugar, Cashew Nuts dan Spices.

         Pada kesempatan tersebut, Atase Pedagangan juga membagikan sampel produk PT Garuda Food, dan Mekar Sari. Para pengunjung di antaranya menyenangi kacang atom pedas dan banana chips.

         Pameran itu bermanfaat dalam mempromosikan produk alami dan organik dari Indonesia. Selama pameran banyak pengunjung yang bertanya mengenai berbagai produk organik, ujarnya.

         Beberapa pengunjung juga berminat pada produk lainnya seperti  air kelapa dan raw cashew nuts, sayangnya tidak dapat ditampilkan di pameran.

         Dari hasil pengamatan selama pameran, booth Indoneisa cukup ramai dikunjungi buyer dan pengunjung yang cukup tertarik dengan aneka produk yang dipamerkan.

         Pada kesempatan tersebut Atase Perdagangan membagikan leaflet Trade Expo Indonesia (TEI) dan memasang banner TEI serta membagikan brosur dan CD pariwisata Indonesia. (ZG)
(T.H-ZG/B/T. Susilo/T. Susilo) 16-04-2013 16:12:27