Sabtu, 11 Februari 2017

QATAR

DUBES AKUI DIPLOMASI PONPES DARUNNAJAH DI QATAR
     Oleh Zeynita Gibbons

    London 8/2 (Antara) - Dubes Indonesia di Qatar Marsekal Madya (Purnawirawan) Muhammad Basri Sidehabi memuji peranan Pondok Pesantren Darunnajah dalam melakukan diplomasi di Qatar yang sangat  berperan dalam peningkatan hubungan bilateral RI dan Qatar, khususnya dalam diplomasi sosial keagamaan.
         Hal itu disampaikan Dubes Muhammad Basri Sidehabi dalam pertemuannya dengan delegasi Pondok Pesantren Darunnajah yang dipimpin K.H. Dr. Sofwan Manaf, M.A. yang melakukan kunjungan ke Qatar, demikian Minister Counsellor KBRI Doha, Boy Dharmawan, kepada Antara di London, Rabu.
          Dubes Basri menghargai peran dan kontribusi Pondok Pesantren Darunnajah yang mendukung misi KBRI dalam mempromosikan hubungan diplomatik kedua negara melalui kerja sama sosial keagamaan.
          Ia berharap Pondok Pesantren (Ponpes) Darunnajah turut memperkuat persatuan dan kesatuan umat di Tanah Air dan menjadi teladan bagi masyarakat Indonesia lainnya.
         Sementara itu, K.H. Dr. Sofwan Manaf berterima kasih atas bantuan dan fasilitasi KBRI dalam menyukseskan kunjungan dan berupaya mempromosikan hubungan bilateral kedua negara.
         Delegasi Darunnajah terdiri atas pemenang perlombaan penghafal Alquran, Musabaqoh Hifznil Quran untuk putra dan putri seluruh pesantren se-Indonesia kategori 1 juz, 5 juz, 10 juz, 15 juz, 20 juz, dan 30 juz yang memperoleh bantuan dari Yayasan Hamd bin Khalid Ali Tsani Qatar.
         Pada tahun 2016, kata dia, Darunnajah menerima bantuan sebesar Rp1,8 miliar untuk mengadakan lomba tersebut, sedangkan pada tahun 2015 sekitar Rp1,4 miliar.
          Bantuan pada tahun ini diperkirakan sama dengan 2016. Kiai tamatan Pesantren Gontor itu mengatakan bahwa Darunnajah resmi diwakafkan pada tahun 2015 yang penandatangannya dilakukan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin, dan para dubes negara-negara sahabat, termasuk Dubes Qatar.         
     Salah satu delegasi, Ahmad Parlaungan, mengatakan bahwa Darunnajah adalah pesantren modern dirintis K.H. Abdul Manaf Mukhayyar, K.H. Qomaruzzaman, dan K.H. Mahrus Amin sejak 1942.
          Pondok Pesantren Darunnajah, lanjut dia, mendidik santri agar memiliki pikiran terbuka dan moderat dengan menggunakan bahasa Arab dan Inggris.
          Saat ini Darunnajah memiliki 17 cabang di seluruh Indonesia dengan jumlah 9.750 santri dan mengelola seluas 677,5 hektare tanah wakaf.
          Darunnajah juga melakukan kerja sama dengan Kementerian Urusan Agama Islam dan Wakaf (Awqaf) Qatar untuk membangun pondok pesantren bagi penghapal Quran di kawasan Bogor.
          Menurut Boy Dharmawan, kerja sama Darunnajah dengan Yayasan Hamd bin Khalid Ali Tsani (Yayasan HKAT) berdampak positif pada hubungan bilateral RI dan Qatar mengingat yayasan itu milik kerabat keluarga Emir Qatar.
          Pemerintah dan warga Qatar berperan aktif dalam membantu pembangunan di Indonesia melalui beragam bantuan, salah satunya melalui Qatar Charity (QC).
          Berdasarkan laporan, QC membantu Indonesia dengan 5.802 proyek di berbagai provinsi. Qatar Charity kali pertama masuk ke Indonesia ketika Aceh dilanda bencana tsunami pada tahun 2004.
          Sampai saat ini, Qatar Charity membangun sekitar 722 masjid, 25 pusat pelayanan masyarakat, 22 sekolah, 425 rumah, dan menggali 2.574 sumur, serta melaksanakan 1.761 proyek yang dapat menghasilkan.
          Pada tahun 2016, Qatar Charity membantu 741 proyek, antara lain, pembangunan 24 masjid, tujuh pusat pelayanan masyarakat, tiga sekolah, 10 rumah, dan menggali 646 sumur, serta 51 proyek.
    ***4***
TZ.ZG
(T.H-ZG/C/D. Kliwantoro/D. Kliwantoro) 08-02-2017 05:58:58

PARIS

GRASTONOMI PRANCIS AKUI KELEZATAN KULINER INDONESIA
     Zeynita Gibbons

      Paris, 7/2 (Antara) -Para pakar grastronomi dunia yang tergabung dalam Academy international de la Gastronomy, asosiasi tata boga dunia,  mengakui kelezatan kuliner Indonesia yang disajikan bagawa kuliner William Wongso.
        Dengan menu pembuka yang disebut Aneka Ratna Mutu Manikam, Flavors of Indonesia Archipelago dalam acara Gala Dinner yang digelar di hotel Bristol, Paris,Prancis  Minggu malam.
           Pakar kuliner Indonesia Om William, demikian William Wongso biasa disapa, dalam acara Gala Dinner yang digelar Akademi Grastronomi Indonesia (AGI) bekerja sama dengan Kementerian Pariwsata dan VITO menyajikan asinan jakarta monkfish liver, slada bangka, udang naniura, traditional batak prawn ceviche dan sate lilit tuna bali.
        Selain itu,cumi hitam pekalongan untuk hidangan pembuka, ujar Country Manager France  VITO, kantor promosi pariwisata Indonesia di Paris , Eka Moncarre kepada Antara Selasa.
          Sekjen Academy International Gastronomy, Gerald HEIM de Balsac, mengakui kelezatan kuliner Indonesia.
       "The gala dinner has been well done and the food is awesome. I've been to Indonesia long time ago indeed it's a beautiful country and know I know Indonesia not only having street food but also high gastronomy," katanya yang artinya kurang lebih adalah " acara makan malam ini telah disiapkan dengan sangat baik, Saya pernah lama tinggal di Indonesia dan Indonesia adalah negara yang sangat indah. Indonesia tidak hanya memiliki makanan di jalan-jalan yang lezat tapi juga bernilai gastronomi".
          Pujian yang sama juga disampaikan istri ketua Academy Gastronomy Amerika, Marianne Avigdor, yang mengakui kelezatan kuliner Indonesia yang diluar dugaannya.
         "The gala dinner is amazing, the indonesian food is wonderful and beyond of expectation, big success for Indonesia," ujar Marianne Avigdor yang artinya kurang lebih adalah "acara makan malam ini luar biasa sekali. Makanan Indonesia sangat lezat dan di luar perkiraan. Semoga ini sukses besar bagi Indonesia".
           Acara Gala Dinner yang dihadiri Asisten Deputi Pemasaran  Mancanegara wilayah Eropa Kementerian Pariwisata, Nia Niscaya yang hadir mewakili Kemenpar RI diawali dengan cocktail dengan menampilkan canapés berupa dendeng balado padang, sumpia jakarta, pecel piti.
         Sementara sajian utama disiapkan  William Wongso bersama tim yang terdiri atas Budi Lee, Renatta Moeloek dan asisten cook Suherman itu terdiri dari bakwan jagung, buntil pare kelapa kepiting, rawon espresso serta rendang anak sapi, lempah kulat dengan makanan penutup berupa kolak pisang-Labu-ubi, lapis legit saos avocado espresso kahlua eggnog, muso jambi banana.
    
    Jajaki gastronomi Indonesia
     Asisten Deputi Pemasaran  Mancanegara wilayah Eropa Kementerian Pariwisata, Nia Niscaya menyampaikan acara gala dinner yang bertujuan membawa misi Promosi Wonderful Indonesia menyampaikan apresiasi dan mengundang semua yang hadir menjajaki gastronomi Indonesia lebih jauh lagi dengan berkunjung langsung ke Indonesia.
         Ketua Tim Percepatan Wisata Belanja dan Kuliner Kemenpar, Vita Datau, yang juga Ketua Akademi Gastronomi Indonesia (AGI) terus berupaya mendorong kuliner nusantara tampil di pentas dunia.Thailand, Vietnam dan Malaysia sudah lebih dahulu menggunakan cita rasa makanan sebagai alat promosi dan diplomasi pariwisata.
       "Potensi kita tidak kalah, "ujarnya menambahkan Indonesia memiliki berbagai jenis makanan dari seluruh daerah. Tinggal kini bagaimana mengemas menjadi kekuatan yang memiliki commercial value, bukan hanya cultural value, ujarnya.
         Dalam acara Gala Dinner juga ditampilkan video wonderful Indonesia dalam bahasa Prancis yang disiapkan Eka Moncarre dari VITO Prancis. Diakhir hidangan penutup melengkapi kesuksesan seluruh penyajian, disajikan sagon padang menjadi teman minum kopi dan Teh Indonesia.
         Ketua Akademi Gastronomi Internasional Jacques Mallard memperkenalkan pakar kuliner Indonesia William Wongso dan tim yang terdiri atas Budi Lee, Renatta Moeloek dan asisten cook Suherman  membahas dan menampilkan satu persatu hidangan malam ini dan menyimpulkan  bukan sekadar lezat dan indah melainkan luar biasa  dan sebagai host country Indonesia menjadi yang terbaik diantara empat gala dinner terakhir AIG. (ZG) ****3****

b/a011
(T.H-ZG/B/A.F. Firman/A.F. Firman) 07-02-2017 08:55:12
end

MUSKAT

KBRI MUSCAT KAMPANYE KESELAMATAN WNI BERLALU LINTAS
     Oleh Zeynita Gibbons

    London, 6/2 (Antara) - Kedutaan Besar Republik Indonesia Muscat bekerja sama dengan Diaspora Indonesia serta  perusahaan minyak dan gas Petroleum Development Oman (PDO), menggelar kampanye keselamatan berlalu lintas di Gedung Konsuler KBRI Muscat.
         PDO meluncurkan program kampanye keselamatan berlalu lintas bertajuk "Tell-A-Friend" untuk menurunkan tingkat kecelakaan di Oman yang saat itu dinilai cukup tinggi, demikian Pensosbud KBRI Muscat, Virgino Rikaryanto kepada Antara London, Senin.
         Pada 2016, angka kecelakaan berlalu lintas di negara ini berhasil diturunkan sebesar 32,8 persen dibandingkan tahun 2015, dari 6.279 kecelakaan menjadi 4.219. Sayangnya, jumlah kematian korban meningkat dari 675 menjadi 692, sebagian besar di antaranya merupakan orang asing.
         PDO bersama relawan mendatangi pusat-pusat keramaian, tempat perbelanjaan dan sekolah-sekolah untuk menjalankan kampanye ini, namun kegiatan di KBRI Muscat merupakan yang pertama kalinya diadakan untuk perwakilan asing di Oman.
         Sebagai tanda keseriusan PDO dalam menjalankan kampanye ini bagi warga Indonesia, Junaid Ghulam mewakili PDO menyampaikan sambutannya dalam bahasa Indonesia sehingga membuat para WNI yang hadir terkagum-kagum.
         Sementara itu, Dubes Musthofa Taufik Abdul Latif menyampaikan apresiasi kepada PDO dan Diaspora Indonesia Oman atas upaya aktif mereka dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut.
         Musthofa mengatakan kampanye seperti ini perlu diadakan secara rutin, tidak hanya mengenai keselamatan berlalu lintas, tetapi juga di bidang lain seperti keselamatan kerja, antisipasi bencana alam dan cara menghadapi kebakaran. Budaya keselamatan harus ditanamkan sedini mungkin sehingga akan terus terbawa hingga dewasa, ujarnya.
         Bersamaan dengan kampanye "Tell-A-Friend", Diaspora Indonesia Oman juga menggelar Warung Diaspora di halaman KBRI Muscat. Berbagai macam hidangan khas tanah air tersedia pada acara tersebut, mulai dari es cendol, otak-otak, nasi rames hingga sate padang. Selain itu juga digelar hasil karya anak-anak peserta lokakarya menggambar yang diadakan Sanggar Seni Diaspora Oman. (ZG) ***4***
(T.H-ZG/B/T. Susilo/T. Susilo) 06-02-2017 05:29:03

LONDON

BUKU CERITA ANAK INDONESIA MERIAHKAN "IMAGINE" LONDON
          London, 5/2 (Antara) - Dua buku, cerita anak Indonesia yang berjudul Si Pirok Ke Kota dan Komodo Mau Main Musik, karya Felicia Nayoan Siregar dan illustrator Astri Sefrina van Eenbergen, meramaikan acara Festival Imagine 2017, festival tahunan anak yang diadakan di pusat kesenian dan kebudayaan bergengsi di pusat kota London.
         Untuk pertama kalinya karya Indonesia ditampilkan di Festival Imagine, sebuah festival tahunan anak di pusat kesenian dan kebudayaan bergengsi di pusat kota London, ujar penulis buku, Felicia Nayoan Siregar kepada Antara London, Minggu.
         Dikatakannya pihak kurator festival memilih dua buku, Si Pirok Ke Kota dan Komodo Mau Main Musik, karya Felicia Nayoan Siregar dan illustrator Astri Sefrina van Eenbergen, untuk meramaikan aspek keragaman budaya dalam festival anak tersebut.
         Festival Imagine -yang berlangsung dari tanggal 9 - 19 Februari 2017 - menghadirkan berbagai kegiatan untuk anak, baik itu penuturan cerita, puisi, musik, sirkus, pameran patung maupun kegiatan seni dan budaya lainnya. Untuk tahun ini, seniman dan penulis yang ikut serta antara lain dari tuan rumah Inggris, Filandia, Norwegia, dan Indonesia.
         Dalam acara penuturan cerita interaktif atau interactive storytelling Minggu 12 Februari, Felicia Nayoan-Siregar akan bercerita pada jam 12.00 dan jam 14.00 dengan tiket masuk 5 poundsterling per anak dengan masing-masing sesi sekitar 40 menit.
         Selain mendengarkan cerita tentang karakter utama satwa-satwa endemik di Indonesia, para hadirin juga akan mendapat kesempatan mengalami persentuhan langsung dengan beberapa buah dan makanan khas Indonesia, seperti mangga, pisang, dan bahkan durian. Makanan kecil berupa singkong, bolu kukus dan pastel.
        Si Pirok Ke Kota yang diterbitkan oleh Kantor Atase Pendidikan KBRI London- berkisah tentang seorang anak orang utan yang ke sasar ke kota setelah masuk ke dalam keranjang seorang anak pencari buah di hutan.
         Sedangkan Komodo Mau Main Musik yang diterbitkan  delegasi tetap RI untuk UNESCO di Paris- menuturkan komodo yang ingin main musik namun menghadapi kesulitan kukunya terlalu tajam, mulutnya terlalu panjang, dan badannya terlalu berat.
          Felicia Nayoan-Siregar, kelahiran Tanjung Karang menyelesaikan kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia sebelum pindah ke London.
          Selain menulis buku anak, Felicia bekerja sebagai pengajar Bahasa Indonesia dan mengelola organisasi sosial artiuk yang menyelenggarakan Indonesia Kontemporer, festival kebudayaan Indonesia tahunan yang digelar di London.
          Astri Sefrina van Eenbergen, kelahiran Jakarta yang sempat menetap di London setelah menyelesaikan kuliahnya dalam bidang Perancang Grafis. Sebelum pindah ke Montreal, Kanada, pada akhir tahun 2016.***4***
(ZG)

(T.H-ZG/B/A. Lazuardi/A. Lazuardi) 05-02-2017 21:51:41
end

PORTUGAL

Menyusuri jejak Keroncong Toegoe di Portugal
Sabtu, 4 Februari 2017 07:05 WIB - 5.595 Views
Pewarta: Zeynita Gibbons


London (ANTARA News) - Musik keroncong dari Indonesia diyakini berasal dari Portugal, yaitu musik Fado yang awalnya dibawa tentara Portugis yang menjadi tawanan pasukan kolonial Belanda dan hidup serta menetap di Kampung Tugu (Toegoe) di Jakarta Utara. Anak cucu turunan mereka melestarikan musik keroncong hingga saat ini.

Lima tahun lalu Organisasi Perserikatan Bangsa Bangsa untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan (UNESCO) menetapkan musik Fado sebagai "World's Intangible Cultural Heritage", layaknya musik angklung dari Indonesia.

Untuk memperingati lima tahun anugerah UNESCO untuk musik Fado, maka kelompok musik Krontjong Toegoe diajak untuk merayakan dan juga untuk kembali mengenal akar sejarah perkembangan keroncong di Kampung Tugu melalui pertunjukan bersama beberapa musisi Fado ternama Portugal, baru-baru ini.

Kunjungan kelompok musil Keroncong Tugu utamanya memeriahkan peringatan kelima tahun dirayakannya Fado sebagai World's Intangible Cultural Heritage UNESCO, ujar Penerangan Sosial dan Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Indonesia (Pensosbud KBRI) Lisabon di Portugal, Karina Wulan, kepada ANTARA News, Sabtu.

Dikatakannya, untuk menyukseskan rangkaian kegiatan budaya pada kunjungan Keroncong Tugu, KBRI Lisabon bekerjasama dengan Direktur Jenderal Kebudayaan Patrimonial, Museum Fado (Museu do Fado) dan Museum Nasional Arkeologi (Museu Nacional de Arqueologia) mengadakan serangkaian pertunjukan yang merupakan kolaborasi antara fado dan musik Kroncong Tugu yang merupakan derivatif musik keroncong yang mendapat pengaruh dari musik fado asal Portugal.

Selama di Portugal ada 12 orang personel Kroncong Toegoe menampilkan tiga pertunjukan diawali dengan menyaksikan pertunjukan musik Fado di Clube do Fado.

Duta Besar RI di Lisabon Mulya Wirana kepada ANTARA News mengungkapkan arti penting kegiatan tersebut karena Indonesia-Portugal merupakan negara yang memiliki hubungan sejarah panjang yang telah terjalin dari masa lalu.

Penjelajahan maritim Portugis ikut mempengaruhi perkembangan kebudayaan di Indonesia, mulai dari Bahasa Indonesia yang banyak menggunakan serapan bahasa Portugis, penyebaran agama, kesenian, dan beberapa peninggalan bangunan. Bahkan, Bahasa Indonesia menerapkan konsep vokal "a, i, u, e, o" layaknya bangsa bangsa Portugis.

Dubes Wirana mengharapkan hubungan baik yang telah tercipta ini dapat menciptakan hubungan yang harmonis anatara kedua negara.

Selama di Portugal grup musik Krontjong Toegoe mengisi pertunjukan kolaborasi dengan Fado di Museu do Fado yang sangat diapresiasi oleh undangan yang sebagian besar berasal dari kolega Museu do Fado, seniman dan asosiasi pecinta musik Fado Portugal.

Beberapa artis ternama Fado, seperti penyanyi senior ternama Carlos do Carmo, Mariza dan gitaris Pedro bersama sekitar 200 undangan yang merasa terhibur menyaksikan kolaborasi dua musik yang memiliki keterkaitan sangat erat.

Krontjong Toegoe  juga menampilkan pertunjukan musik keroncong di Museu Nacional deArqueologia (MNA) yang dihadiri sekitar 100 undangan, termasuk 30 orang direktur museum se-Uni Eropa yang tengah mengikuti konferensi Dewan Museum Internasional (International Council of Museums/ICOM) Europe Alliance Conference yang diadakan di Yayasan (Fundacao) Calouste Gulbenkian.

Hubungan yang baik di antara Dubes RI di Lisabon dan Direktur MNA, Antonio Carvalho, membuat Kroncong Toegoe dalam jadwal kegiatan resmi konferensi ICOM.

Kegiatan tersebut juga mempopulerkan musik keroncong di mancanegara, menarik perhatian musisi fado untuk berkolaborasi dengan beberapa musisi keroncong Indonesia.
Editor: Priyambodo RH

PARIS

TURIS TETAP BANJIRI MUSEUM LOUVRE
     Zeynita Gibbons

    Paris, 5/2 (Antara) - Kondisi di sekitar museum Louvre tempat berbagai benda seni termasuk lukisan Monalisa yang banyak didatangi turis asing berada dalam kondisi aman dan terkendali dan turis dari berbagai negara tetap mendatangi salah satu ikon kota Paris,Prancis.
        Tetap banyaknya wisatawan atau turis yang datang ke Paris, Prancis itu terjadi, menyusul penyerangan  yang dilakukan oleh pria bernama Abdullah Reda Al Hamamy (29) dari Mesir yang tinggal di  Arab Saudi  terhadap para polisi yang biasa berjaga-jaga di sekitar museum.
         Di Musée du Louvre sedang banyak tentara bersenjata pasca kerusuhan, ujar mahasiswa Indonesia yang  menuntut ilmu di Orleans, Marchia Kalyanitta kepada Antara London, Minggu.
         Menurut Marchia, kejadian penyerangan yang dilakukan di Museum Louvre, Paris pada Jumat pagi itu, tampaknya tidak mengurangi minat wisatawan berbagai negara berkunjung ke Museum Louvre. Tetap banyak turis dari mancanegara berfoto-foto disekitara piramid kaca tersebut.
           Otoritas Prancis dalam keterangannya meyakini pria yang berupaya untuk menyerang museum Louvre di ibu kota Paris pada Jumat merupakan 'seorang warga Mesir' berusia 29 tahun.
        Pada saat insiden terjadi ratusan pengunjung berada di dalam Louvre, yang merupakan tempat penyimpanan benda seni termasuk lukisan Monalisa.
    
Sangat ketat
     Menurut mahasiswa yang sedang menuntut ilmu dibidang sastra dan komunikasi, Museum Louvre, memiliki penjagaan dan pengamanan yang sangat ketat. Untuk masuk kedalam pintu mal, yang menjadi salah satu pintu masuk ke museum saja sudah seperti check-in di bandara lengkap dengan metal detectornya.
       "Padahal saya hanya ingin numpang ke toilet". Tidak jarang juga polisi dan tentara berkeliling disekitaran Taman Tuilleries," katanya.
          Untuk memasuki kawasan luar museum, cukup dengan menggunakan angkutan umum, terutama bis. Pengunjung bisa langsung melihat salah satu ikon Ibu kota Prancis tersebut. Sangat disayangkan memang ketika polisi dan tentara yang berkeliaran menjadi sebuah pemandangan yang menakutkan karena kecurigaan dan ketidakamanan dari tempat tersebut.
          Semenjak penyerangan yang dilakukan oleh komplotan teroris dikantor majalah Charlie Hebdo, dua tahun yang lalu, pengamanan di setiap kota di Prancis menjadi sangat ketat.
       "Jangankan untuk memasuki kawasan turis, untuk masuk ke universitas sendiri saja harus menunjukkan kartu pelajar, dan tidak jarang juga ada pemeriksaan tas dan barang bawaan lainnya untuk masuk ke kelas". Tapi tetap saja, meskipun sudah banyak penyerangan dan ancaman-ancaman yang terjadi di negara cinta ini, tidak akan pernah habis rasanya Prancis didatangi orang-orang asing dari berbagai macam negara. Baik hanya untuk sekadar berlibur atau melanjutkan studi kejenjang yang lebih tinggi, demikian Marchia Kalyanitta.
    (ZG/b/a011)
(T.H-ZG/B/A.F. Firman/A.F. Firman) 05-02-2017 19:26:08

ROTHERDAM

FILM INDONESIA MEMESONA PECINTA FILM DI ROTTERDAM
     Oleh Zeynita Gibbons

    London, 4/2 (Antara) - Sejumlah film karya sutradara Indonesia berhasil memesona pecinta film festival terbesar di dunia, International Film Festival Rotterdam (IFFR) 2017 di Rotterdam, Belanda.
         Karya-karya tersebut seperti film "On the Origin of Fear," karya Bayu Prihantoro Filemon, Nyai (A Woman from Java) karya Garin Nugroho, dan Istirahatlah Kata-kata (Solo Solitude) karya Yosep Anggi Prasetya, demikian Pensosbud KBRI Denhaag, Barbara Noira B. Solani kepada Antara London, Sabtu.
         Film karya sutradara Indonesia diputar atau screening dua sampai empat kali di studio tempat penyelenggaraan IFFR yang digelar sejak  25 Januari hingga Minggu (5/2).
         Barbara Noira B. Solani melaporkan, film-film Indonesia selain ikut ke ajang festival film bergengsi sekelas IFFR juga masuk nominasi penghargaan perfilman internasional. Karya yang mendapatkan nominasi adalah film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas (Vengeance is Mine, All Other Pay Cash) karya Muhammad Zaidy yang mendapatkan empat nominasi penghargaan yaitu Eurimages Co-Production Development Award, ARTE International, Wouter Barendrecht Award, dan Filmmore Post-Production Award.
         IFFR memiliki fokus untuk mempromosikan film dari pembuat film pendatang baru sekaligus tempat pertemuan antara pembuat film, pencinta film, distributor film maupun pengamat/kritikus film.
         Tahun ini IFFR merupakan festival yang ke-45. Film-film Indonesia diputar bersama film-film karya sutradara-sutradara terbaik lainnya dari berbagai negara pada ajang festival film sekelas IFFR. Selain Indonesia, beberapa negara ASEAN juga turut memeriahkan Festival seperti Filipina, Malaysia, Thailand, Vietnam dan Myanmar.
         Produser film Istirahatlah Kata-kata (Solo Solitude), Yulia Evina Bhara, menyampaikan screening film Istirahatlah Kata-kata yang hingga empat kali ini mendapatkan sambutan meriah dari publik Belanda. Pada setiap screening film, studio selalu dipenuhi penonton. Sesi tanya jawab yang dilakukan setelah screening juga mendapatkan reaksi positif dan menghasilkan diskusi yang menarik.
         Selain Yulia Evina Bhara, hadir pula dalam Festival Muhammad Zaidy (produser Vengeance is Mine, All Other Pay Cash), Bayu Prihantono Filemon (Sutradara On the Origin of Fear), dan Yosep Anggi Prasetyo (Sutradara Istirahatlah Kata-kata) l untuk mempromosikan film-film mereka. (ZG) ***4***
(T.H-ZG/B/T. Susilo/T. Susilo) 04-02-2017 05:01:31
end