Selasa, 17 Februari 2009

KERJA PRAKTIK DI JERMAN

MAHASISWA INDONESIA KERJA PRAKTIK DI JERMAN MENINGKAT

London, 18/2 (ANTARA) - Mahasiswa Indonesia yang melakukan kerja praktik di Jerman terus meningkat sejak mahasiswa dari Swiss Jerman University (SGU) Jakarta melakukan kerja praktik di Jerman bekerja sama dengan University Applied Sciences Sudwestfallen Soest di Negara bagian Nordheim Westfallen, Jerman.

Asisten Atase Pendidikan Nasional Prof. Dr. Agus Rubiyanto, kepada koresponden Antara London, Selasa mengatakan saat ini terdapat 141 mahasiswa yang melakukan kerja praktik di berbagai bidang.

Dalam acara Wellcome Party untuk mahasiswa SGU-Praxissemester Studentent di Audimax, University of Applied Sciences Sudwestfallen Soest, Agus Rubiyanto, mewakili KBRI Berlin berharap mahasiswa Indonesia menjadi Duta Bangsa selain memanfaatkan waktu sebaik baiknya menggali ilmu dan teknologi di Jerman.

Acara yang dihadiri pejabat dan wakil walikota kota Soest, Horst Bernsdorf, dan Prof. Dr. Hans- Ulrich Hensche, mahasiswa Indonesia menampilkan kesenian berupa tari Bali, tari Saman (Aceh), tari piring dari Minangkabau dan permainan angklung diiringi biola dan gitar.

Para pejabat tersebut berharap mahasiswa Indonesia dapat menampilkan kesenian dalam pesta musim panas di kota Soest tersebut.

Agus Rubiyanto mengatakan bahwa diplomasi kesenian mahasiswa di kota Soest ini merupakan sesuatu yang sangat berharga untuk mempererat hubungan Jerman dan Indonesia.

Sementara itu Dekan Mekatronik SGU, Prof. Dr. Juergen Guterberg, mengatakan mahasiswa Indonesia umumnya melakukan kerja praktek di bidang perhotelan, administrasi bisnis, teknologi pangan, farmasi, biomedical engineering, akuntasi, communication dan PR , mekatronik dan informatik.

Kerja praktik diawali tahun 2003, dengan mengirimkan sebanyak 28 mahasiswa magang di berbagai perusahaan di Jerman.

Program intensif pada semester tiga dilaksanakan di Indonesia, dan semester enam dilakukan di manca negara seperti Jerman dan Swiss dalam rangka memperkuat orientasi global program SGU.***3***

(T.H-ZG/B/Z002/Z002) 18-02-2009 00:09:16

GENERASI MUDA CEKO

GENERASI MUDA CEKO PROMOSIKAN INDONESIA DI PRAHA

London, 18/2 (ANTARA) - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Praha mengelar pertemuan dengan mantan penerima Beasiswa Darmasiswa dan peserta Pertukaran Mahasiswa Czech Technical University (CTU)- Institut Teknologi Bandung (ITB) guna menjaga jalinan hubungan antara generasi muda Ceko dengan Indonesia.

Acara silaturahmi yang dihadiri 22 alumni kedua program dari berbagai angkatan tersebut digelar di Aula KBRI Praha, ujar Sekretaris Satu Pensosbud KBRI Praha. Azis Nurwahyudi kepada koresponden Antara London, Selasa.

Dikatakannya selama pertemuan berlangsung para alumni terlibat aktif dalam diskusi informal mengenai berbagai hal yang dapat mereka lakukan untuk terus membantu promosi Indonesia di Ceko.

Pertemuan yang berjalan dengan akrab tersebut menghasilkan beberapa masukan penting. Beberapa peserta pertukaran CTU-ITB mengharapkan kemudahan dan percepatan proses izin pengurusan Visa Sosial Budaya yang harus diurus di Indonesia.

Selain itu mereka juga menawarkan beberapa hal yang menarik seperti dari Kelompok Cakrawala yang dimotori Olga Peskova, Katarina Slesingrova dan John Adams yang ingin mempromosikan Indonesia melalui tarian dan gamelan Bali yang mereka pelajari di ISI Denpasar.

Begitu pula dengan Jana Vozabova dari Yayasan Kintari yang akan mengelar acara `Malam Indonesia' di Praha dan hasilnya akan disumbangkan untuk pendidikan anak kurang mampu di Ngolang, Lombok.

Mereka juga mendiskusikan pentingnya mempromosikan kegiatan KBRI Praha melalui kampanye "public relations campaign" yang ditawarkan Sylvie Gondokusumova, mantan mahasiswi jurusan Bahasa Indonesia di UGM Yogyakarta.

Sementara itu mahasiswa Universitas Teknik Ceko yang pernah belajar di ITB menawarkan membuat mailing list untuk mantan peserta Darmasiswa dan Pertukaran Mahasiswa CVUT-ITB guna mempermudah komunikasi diantara mereka.

Agar tidak lupa dengan Bahasa Indonesia, mereka juga sepakat untuk mengadakan kelas percakapan Bahasa Indonesia yang akan dilakukan di KBRI Praha setiap dua minggu sekali.

Azis Nurwahyudi mengatakan dengan melibatkan mereka dalam berbagai kegiatan, diharapkan promosi Indonesia di Ceko semakin meningkat khususnya dalam "people-to-people contact" yang akan mempererat hubungan kedua bangsa.

Suasana semakin meriah dengan disajikannya berbagai makanan khas Indonesia seperti Sate Ayam, Soto Mie Bogor, Krupuk Udang, Bakwan sampai Kue Klepon sebagai pengobat rindu makanan yang dulu sering mereka nikmati di Indonesia, demikian Azis Nurwahyudi. ***5***
(T.H-ZG/B/Z002/Z002) 18-02-2009 00:04:56

PENGUSAHA RUSIA

PENGUSAHA RUSIA TINGKATKAN KEMITRAAN DENGAN INDONESIA

London, 17/2 (ANTARA) - Pengusaha Rusia yang tergabung dalam Russian Academy of Business dengan ketuanya, Gorbuna Irina, akan mengunjungi Indonesia dalam upaya meningkatkan kemitraan dengan pengusaha Indonesia.

Presiden Russian Academy of Business itu berkunjung ke Indonesia bersama 17 pengusaha sektor menengah dan atas dari berbagai kelompok usaha, di antaranya teknologi informasi, mekanika, riset, perdagangan, komunikasi, dan berbagai jasa lainnya
Penanggungjawan Fungsi Ekonomi KBRI Moskow, Suprianda Ruru, kepada koresponden Antara London, Senin, mengatakan kedatangan kelompok pengusaha dari Rusia ini bukan hal yang asing lagi dan berlangsung lima kali dalam setahun.

Tampaknya krisis finansial global tidak menyurutkan para pengusaha Rusia untuk menjalin kemitraan dengan pengusaha Indonesia, ujarnya.

Duta Besar RI Moskow, Hamid Awaludin, mengatakan kunjungan pengusaha Rusia ke Indonesia tersebut mencerminkan kepercayaan dunia usaha Rusia terhadap Indonesia di tengah-tengah krisis global.

Untuk itu, tegasnya, para pelaku bisnis dan pejabat di Indonesia diharapkan untuk ikut serta menyambut mereka dengan kerja sama yang nyata.

Dubes mengatakan bahwa KBRI Moskow akan terus mendorong kerjasama bidang ekonomi, sehingga akan lebih banyak lagi investasi Rusia yang ditanam di Indonesia.

"Kita tidak pernah puas dengan capaian perdagangan tahun lalu sebesar satu milyar dolar dan investasi empat milyar dolar. Masih banyak potensi yang bisa dieksplorasi," kata Duta Besar Hamid Awaludin.

Misi usaha kali ini dipimpin Gorbuna Irina, Presiden Russian Academy of Business serta pengusaha ternama bidang ICT dan jasa yang sudah malang melintang menjalin bisnis dengan pengusaha Indonesia.

"Uniknya, mereka ini rata-rata perusahaan yang tidak terguncang oleh krisis global," ujar Suprianda Ruru.

Sebelum berangkat ke Jakarta, para pengusaha tersebut akan berkunjung ke KBRI Moskow untuk mendapatkan pembekalan tentang kiat-kiat berbisnis di Indonesia.

Indonesia merupakan salah satu negara yang tidak terlalu mengalami dampak negatif krisis finansial dan tetap menjadi tempat yang baik untuk investasi di masa datang.

Dalam kunjungan ke Indonesia para pengusaha Rusia itu akan mengadakan pertemuan dengan pengusaha dan pejabat terkait.

Di Jakarta mereka akan menandatangani MoU dengan IWAPI, bertemu KADIN Indonesia dan Badan Koordinasi Penanaman Modal.

Di Kadin, mereka akan mempelajari konsep Techno Park dan Industrial Zones, serta melakukan pembicaraan dengan Kedubes Rusia di Jakarta.

Para pengusaha Rusia itu juga akan ke Batam dan akan bertemu dengan Otoritas Batam, Batam Industrial Park dan melakukan pertemuan people-to-people meetings.
Selain itu mereka juga akan ke Bintan yang masuk bagian dari Special Economic Zone. ***2***
(T.H-ZG/B/A027/A027) 17-02-2009 05:42:36

AMBIENTE FRAKFURT

PENGUSAHA INDONESIA IKUT PAMERAN DAGANG AMBIENTE FRAKFURT

London, 17/2 (ANTARA) - Sebanyak 62 pengusaha Indonesia yang dikoordinir Departemen Perindustrian dan Ekonid ambil bagian dalam pameran Ambiente Internationale Frankfurter yang berlangsung di Messe Ambiente Frankfurt.

Pengusaha Indonesia yang ikut dalam pameran tersebut mendapat banyak pesanan, meskipun kondisi krisis tengah melanda dunia, kata Sekretaris II Bidang ekonomi KJRI Frankfurt, Bambang Prija Hutama, kepada koresponden Antara London, Senin.

Dalam pameran yang diikuti 4.590 perusahaan dari 138 negara, katanya, KJRI Frankfurt membantu kelancaran perusahaan Indonesia yang ikut dalam pameran di wilayah kerja Frankfurt, khususnya perusahaan kecil dan menengah.

Menurut Bambang Prija Hutama, sebagai salah satu kota terpenting di Eropa dalam hal bisnis dan perdagangan, Frankfurt tidak pernah sepi dari kegiaan pameran dan temu bisnis beragam komoditi dari seluruh dunia.

Dikatakannya dalam Ambiente yang mengusung tema "Dining, giving, and living" setiap produk yang dipamerkan dikagorikan dalam masing-masing tema seperti kategori "dining" dipamerkan karya inovatif berbagai perlengkapan dapur baik untuk kepentingan rumah maupun profesional.

Sementara kategori "giving" dipamerkan berbagai asesoris dan perhiasan yang diperuntukkan berbagai kalangan, mulai dari anak-anak sampai kolektor perhiasan. Kategori ketiga adalah kategori "living" yang memamerkan produk furniture dan dekorasi rumah dari berbagai perusahaan di seluruh dunia.

Bagi pengusaha Indonesia, yang bergerak dibidang furnitur, kerajinan dan asesories yang memiliki keunikan desain, katanya, pameran ini merupakan salah satu tempat melakukan promosi khususnya dalam menarik pasar Eropa.

Para pengusaha Indonesia yang ikut dalam pameran kali ini ada delapan, di antaranya pengusaha Industri Kecil Menengah (IKM) dengan fasilitasi dari Departemen Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah.

Para pengusaha IKM ini terdiri dari perusahaan yang bergerak dibidang anyaman, keramik hias, home interior dari bahan alami dan kerajinan logam yang berasal dari Bali, Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan DKI Jakarta.

Dikatakannya sebelumnya lima pengusaha Indonesia mengikuti pameran Heimtextile di Frankfurt, serta pameran furniture IMM yang diikuti 14 perusahaan Indonesia di Koln, serta Paperworld di Frankfurt yang diikuti 10 perusahaan. ***2****
(T.H-ZG/B/A027/A027) 17-02-2009 05:42:36

Jumat, 13 Februari 2009

RUSIA JALIN KERJASAMA

RUSIA INGIN JALIN KERJA SAMA PENDIDIKAN DENGAN RI

London, 14/2 (ANTARA) - Menteri Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Rusia, Andrei Aleksandrovich Fursenko menunggu tanggapan Indonesia tentang nota kesepahaman (MoU) Pendidikan yang disampaikannya beberapa waktu lalu guna ditandatangani segera.

Rusia menginginkan kerja sama pendidikan dengan Indonesia kembali hangat seperti era tahun 50-an, demikian Counsellor KBRI Moskow, M. Aji Surya, kepada koresponden Antara London, Sabtu.

Munurut M. Aji Surya, keinginan Menteri Pendidikan Rusia itu terungkap dalam pertemuan dengan Duta Besar RI untuk Rusia, Hamid Awaludin di kantor Kementerian Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan, Moskow, Jumat.
Dikatakannya, di bawah guyuran salju tipis, pertemuan ini dijadwalkan sebagai tindak lanjut upaya peningkatan kerja sama pendidikan kedua belah pihak yang terus didorong dalam setengah tahun belakangan.

Bahkan, Menteri Fursenko menanti kehadiran Mendiknas RI, Bambang Sudibyo awal April mendatang sekiranya MoU Pendidikan RI-Rusia dinilai telah disepakati kedua belah pihak.

"Bola ada di pihak Indonesia dan kami setia menunggu," ujar Fursenko dengan senyumnya yang khas.

Duta Besar Hamid Awaludin, mengatakan Menteri Pendidikan RI merencanakan kunjungan ke Moskow pasca-Sidang UNESCO di Bonn, Jerman akhir Maret.

Selain itu, Dubes Hamid Awaluddin menyampaikan kepada Menteri Fursenko agar beasiswa Rusia kepada Indonesia dinaikkan jumlahnya dan lebih difokuskan kepada para dosen yang mengambil S2 dan S3 dengan maksud agar terjadi diseminasi ilmu secara cepat.

Bahkan bila memungkinkan dibuat program beasiswa non-degree Rusia bagi dosen Indonesia untuk melakukan refreshing, praktek lapangan serta pendalaman atas teknologi baru tertentu.
Di samping itu, terdapat rencana pembukaan jurusan Rusia selain yang sudah ada di Universitas Indonesia dan Universitas Padjadjaran Bandung. "Saya minta agar Rusia dapat menyediakan dosen untuk mereka," katanya.

Menteri Fursenko menandaskan apabila MoU masalah pendidikan dapat direalisir dalam waktu dekat maka hal tersebut diharapkan dapat mewadahi aneka kebutuhan kerja sama bidang pendidikan yang diinginkan oleh kedua belah pihak.

Pengusaha dari St. Petersburg ini juga menggarisbawahi dukungannya agar tukar menukar dosen dan mahasiswa serta riset bersama menjadi aspek penting dalam MoU dimaksud. "Untuk beasiswa Rusia akan diperhatikan dan akan ditingkatkan dari waktu ke waktu," imbuhnya.

Menurut Counsellor KBRI Moskow, M. Aji Surya, Kementerian Pendidikan Rusia juga mencatat dengan baik kedatangan tujuh guru besar dari Universitas Politeknik Negeri St. Petersburg ke Indonesia awal Januari lalu yang kemudian menandatangani kerja sama dengan UI, ITB dan UNHAS. Hal ini dianggap pioneer bagi kerjasama serupa di kemudian hari.

Lebih lanjut, Dubes Hamid Awaludin menyatakan bahwa area kerja sama di bidang pendidikan kedua belah pihak yang diinginkan oleh Indonesia setidaknya mencakup bidang rekayasa minyak dan gas, konstruksi dan persatelitan. Ketiga kegiatan ini penting karena akan memberikan imbas positif bagi percepatan putaran roda ekonomi.

Fursenko pun mengamini dan akan menyiapkan beberapa universitas unggulan di bidang tersebut guna bermitra dengan Indonesia.

"Saya dapat sampaikan bahwa kita banyak memiliki kesamaan pandangan tentang kerja sama pendidikan. Sekarang saya tinggal menunggu kedatangan Menteri Pendidikan Indonesia bila MoU telah siap ditandatangani," ujarnya penuh semangat. ***3****



(T.H-ZG/B/Z002/Z002) 14-02-2009 00:58:06

BERAS DUNIA

DATA FAO: HARGA BERAS DUNIA MERANGKAK NAIK

London, 13/2 (ANTARA) - Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (Food and Agriculture Organization - FAO) dalam laporannya "FAO Rice Price Update" edisi Februari, menyebutkan harga beras dunia merangkak naik.

Dari data itu, harga beras dunia pada Januari menunjukkan kenaikan dibandingkan Desember tahun lalu, walaupun kenaikannya relatif kecil, ujar Atase Pertanian KBRI Roma, Dr Erizal Sodikin, kepada Koresponden Antara London, Kamis.

Menurut Dr Erizal Sodikin, hal ini tercermin dengan naiknya indeks harga beras dari 226 pada Desember menjadi 231 pada Januari yang berarti dalam kurun waktu sebulan terjadi kenaikan sekitar dua persen.

Dikatakannya, kenaikan ini terjadi untuk semua jenis beras kecuali beras jenis Long Grain AS 2,4 persen dan jenis Viet 5 persen yang mengalami penurunan masing-masing sekitar 8,5 persen dan 1,5 persen, sementara jenis beras Basmati Pakistan dan AS California harganya stabil, masing-masing 1100 dolar AS per ton dan 1102 dolar AS per ton.

Kenaikan tertinggi dialami beras Viet 25 persen dan beras Thai Parboiled 100 persen yang kenaikannya mencapai sekitar 11 persen, diikuti beras Thai A Super naik 7,1 persen Thai Fragrant 100 persen atau naik 6,8 persen.

Sementara Thai White 100 persen B Second grade naik 5 persen dan kenaikan yang terendah dialami beras Pak 25 persen dan Thai 25 persen yang kenaikannya sekitar 3,5 persen lebih.

Menurut Erizal Sodikin, dari data yang ada kenaikan harga terjadi khususnya untuk beras dengan kualitas relatif rendah, sementara untuk beras kualitas yang tinggi harganya relatif stabil dan bahkan cenderung mengalami penurunan. Seperti halnya beras Basmati Pakistan dan AS California, pengecualian untuk beras Thai Fragrant 100 persen yang mengalami kenaikan.

Selanjutnya Erizal melihat adanya kecenderungan peningkatan harga beras khususnya yang berkualitas relatif rendah yang mendominasi permintaan pasar dunia dan paling banyak diserap konsumen Indonesia.

"Hal ini hendaknya perlu dicermati Indonesia dalam hubungannya dengan kebijakan ketahanan pangan dalam negeri dan swasembada beras," kata Erizal Sodikin. ***2***
(U-ZG)


(T.H-ZG/B/Z004/Z004) 13-02-2009 04:26:20

SENIMAN HONGARIA

SENIMAN HONGARIA PAMERKAN LUKISAN PANORAMA INDONESIA

London, 13/2 (ANTARA) - Sejumlah foto "Panorama Indonesia" digelar dalam pameran lukisan cat minyak karya artis dan intelektual Hongaria yang menulis buku 'Wayang Jawa' yakni Eszter Tari, di Hotel Helia, Budapest.

"Pameran lukisan karya seniman Hongaria itu dibuka resmi Duta Besar RI untuk Republik Hungaria, Mangasi Sihombing," kata Sekretaris III, Pelaksana Fungsi Pensosbud, Shinta Hapsari, kepada ANTARA London, Jumat.

Dalam sambutannya, Duta Besar Indonesia mengatakan pameran foto Panorama Indonesia itu digelar sehubungan dengan rencana kunjungan Gubernur Sumatera Utara ke Hongaria.

"Karena itu, sejumlah foto dari Sumatera Utara yang dipamerkan juga menunjukkan potensi daerah itu bagi ekonomi-perdagangan dan pariwisata," katanya.

Dubes Mangasi Sihombing menjelaskan pameran foto dan lukisan itu merupakan tindak lanjut Sidang Komisi Bersama Indonesia-Hongaria pada Desember 2008.

Dalam Sidang Komisi Bersama itu, Indonesia mengimbau pihak Hongaria untuk ikut mengembangkan industri wisata kawasan Danau Toba dan Danau Maninjau.

"Lukisan karya Eszter Tari yang dipamerkan kali ini bergaya avangard dan pelukisnya mengaku mendapat ilham dari teknik pembuatan batik, termasuk batik cap, sekalipun lukisan-lukisan tersebut bukan lukisan batik," katanya.

Ia menyebut gaya yang dipilih Eszter ity "acak tapi teratur." Sebagian lukisan itu dibuat di Indonesia pada saat Eszter mempelajari Bahasa Indonesia pada beberapa tahun lalu.

"Untuk kedua kalinya, ketika Eszter Tari mengikuti beasiswa Indonesia, dia juga sempat mengajar mengenai lukisan pada sebuah Institut Kesenian Indonesia," katanya.

Menanggapi karya itu, seorang kritikus lukisan, Dr. Andrea Mathe menyampaikan tanggapannya secara profesional mengenai karakter seni dan kemajuan yang dicapai Eszter Tari.

Namun, seorang pengusaha Hongaria tampak tertarik atas tawaran Indonesia untuk industri wisata Danau Toba.

Pengusaha itu menyatakan minatnya kepada Duta Besar Indonesia untuk mempelajari kesempatan investasi di kawasan pulau Sumatera itu.

Acara pembukaan pameran dimeriahkan dengan pertunjukkan tari tarian dan deklamasi syair karangan Gyula Illyes, penyair di abad 20, yang disampaikan Istvan Karsai, artis panggung ternama Hongaria, merangkap wartawan Budapest TV.

Sementara itu, Ketua Lembaga Persahabatan Indonesia-Hongaria, Peter Bezi yang ikut memberikan sambutan mengingatkan hadirin bahwa empat tahun lalu di Hotel Helia juga dilakukan kegiatan-kegiatan pengumpulan dana untuk Aceh yang saat itu dilanda Tsunami. ***2***(U-ZG/
(T.H-ZG/B/E011/E011) 13-02-2009 18:56:50