Jumat, 13 Februari 2009

BERAS DUNIA

DATA FAO: HARGA BERAS DUNIA MERANGKAK NAIK

London, 13/2 (ANTARA) - Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (Food and Agriculture Organization - FAO) dalam laporannya "FAO Rice Price Update" edisi Februari, menyebutkan harga beras dunia merangkak naik.

Dari data itu, harga beras dunia pada Januari menunjukkan kenaikan dibandingkan Desember tahun lalu, walaupun kenaikannya relatif kecil, ujar Atase Pertanian KBRI Roma, Dr Erizal Sodikin, kepada Koresponden Antara London, Kamis.

Menurut Dr Erizal Sodikin, hal ini tercermin dengan naiknya indeks harga beras dari 226 pada Desember menjadi 231 pada Januari yang berarti dalam kurun waktu sebulan terjadi kenaikan sekitar dua persen.

Dikatakannya, kenaikan ini terjadi untuk semua jenis beras kecuali beras jenis Long Grain AS 2,4 persen dan jenis Viet 5 persen yang mengalami penurunan masing-masing sekitar 8,5 persen dan 1,5 persen, sementara jenis beras Basmati Pakistan dan AS California harganya stabil, masing-masing 1100 dolar AS per ton dan 1102 dolar AS per ton.

Kenaikan tertinggi dialami beras Viet 25 persen dan beras Thai Parboiled 100 persen yang kenaikannya mencapai sekitar 11 persen, diikuti beras Thai A Super naik 7,1 persen Thai Fragrant 100 persen atau naik 6,8 persen.

Sementara Thai White 100 persen B Second grade naik 5 persen dan kenaikan yang terendah dialami beras Pak 25 persen dan Thai 25 persen yang kenaikannya sekitar 3,5 persen lebih.

Menurut Erizal Sodikin, dari data yang ada kenaikan harga terjadi khususnya untuk beras dengan kualitas relatif rendah, sementara untuk beras kualitas yang tinggi harganya relatif stabil dan bahkan cenderung mengalami penurunan. Seperti halnya beras Basmati Pakistan dan AS California, pengecualian untuk beras Thai Fragrant 100 persen yang mengalami kenaikan.

Selanjutnya Erizal melihat adanya kecenderungan peningkatan harga beras khususnya yang berkualitas relatif rendah yang mendominasi permintaan pasar dunia dan paling banyak diserap konsumen Indonesia.

"Hal ini hendaknya perlu dicermati Indonesia dalam hubungannya dengan kebijakan ketahanan pangan dalam negeri dan swasembada beras," kata Erizal Sodikin. ***2***
(U-ZG)


(T.H-ZG/B/Z004/Z004) 13-02-2009 04:26:20

Tidak ada komentar: