EKONOMI INGGRIS MAKIN TERPURUK
London, 19/2 (ANTARA) - Resesi yang melanda Inggris berdampak buruk bagi keuangan negara tersebut, di mana keuangan sektor publik hanya mencatat surplus 8.4 miliar Pounsterling Januari 2009 jauh di bawah surplus yang diperoleh bulan yang sama tahun lalu yang sebesar 15.3 miliar Pounsterling.
Pengamat ekonomi Inggris, Muslimin Anwar, kepada koresponden Antara London, Kamis mengatakan setiap tahunnya di bulan Januari biasanya merupakan bulan yang membawa berkah bagi Departemen Keuangan Inggris.
"Pada bulan Januari lah pundi-pundi negara Inggris semakin bertambah seiring dengan penerimaan pajak tahunan. Namun hal itu tidak berlaku pada Januari tahun ini," ujar Doktor Ekonomi Moneter jebolan Brunel University, London.
Berdasarkan laporan BBC News, keuangan sektor publik di Inggris hanya mencatat surplus 8.4 miliar Pounsterling Januari 2009. Nilai ini jauh dibawah surplus yang diperoleh pada bulan yang sama tahun lalu yang sebesar 15.3 miliar Pounsterling.
"Penurunan perolehan surplus negara secara year-on-year ini dipastikan karena minimnya penerimaan dari pajak. Penurunannya sebanyak tujuh miliar Ponsterling," ujar Muslimin.
Untuk menambal defisit anggaran yang semakin membengkak, pinjaman pemerintah pimpinan Gordon Brown selama 10 bulan pertama tahun anggaran ini telah mencapai 67.2 miliar Pounsterling.
Pinjaman pemerintah tersebut setara dengan 47,8 persen dari PDB Inggris. Menteri keuangan Inggris bahkan telah memperkirakan bahwa pinjaman pemerintah selama satu tahun anggaran penuh nantinya akan mencapai 77 miliar Pounsterling.
Menurut Muslimin Anwar, Inggris harus bersiap untuk menjalani resesi yang sangat dalam sepanjang tahun 2009 ini.
Ekonom Bank Indonesia ini bahkan sangat yakin bahwa pemangkasan suku bunga acuan oleh Bank Sentral Inggris, Bank of England, lebih lanjut tak akan banyak menolong.
Peraih dua Vice Chanchelor Award dari Brunel University ini memperkirakan Bank of England akan menggunakan cara-cara konvensional untuk mengguyur pasar dengan uang primer, jika pemangkasan suku bunga semakin tidak efektif.
Mantan Putra Kampus Indonesia tahun 1992 ini mengkhawatirkan resesi akan dialami Inggris lebih lama dibandingkan perkiraan banyak orang.
Dikatakannya dibutuhkan waktu untuk dapat membangkitkan keyakinan masyarakat dan pelaku usaha. Demikian pula, fungsi intermediasi perbankan membutuhkan upaya yang keras agar dapat berjalan sebagaimana mestinya.
Sementara itu, Gubernur Bank of England, Mervyn King, menyatakan bahwa hasil perkiraan pertumbuhan ekonomi dan inflasi di Inggris menyatakan bahwa ekonomi Inggris akan turun drastis di paro pertama tahun 2009. King memperkirakan pertumbuhan ekonomi Inggris dari tengah tahun 2008 sampai tengah tahun 2009 ini akan menciut sebanyak 4 persen.
Namun demikian, Muslimin Anwar melihat potensi pemulihan ekonomi di Inggris pada tahun 2010. "Pada tahun itu diperkirakan ekonomi Inggris akan tumbuh positif, dengan syarat perekonomian Dunia turut membaik," ujar peraih MBA dari Pittsburgh University, AS ini.
Prasyaratan pemulihan ekonomi dunia adalah kepiawaian otoritas di berbagai negara untuk dapat menyalurkan kredit sebagaimana mestinya dan mencari solusi jitu untuk memompakan kembali keyakinan pelaku usaha dan konsumen, demikian Muslimin Anwar. (U-ZG) ***2****
(T.H-ZG/B/S006/S006) 19-02-2009 21:31:02
Blog ini berisi liputan dan berita serta artikel sekitar kejadian yang ada hubungannya diplomasi Indonesia di luar negeri khususnya wilayah Eropa yang saya kirim dan dimuat di LKBN Antara. Terima kasih untuk seluruh nara sumber diplomat yang memberikan kontribusi kepada saya sebagai koresponden LKBN Antara di Kerajaan Inggris dan juga mencakup wilayah Eropa
Senin, 23 Februari 2009
PEKAN FILM INDONESIA
OTOMATIS ROMANTIS AWALI PEKAN FILM INDONESIA
London, 23/2 (ANTARA) - Film komedi "Otomatis Romantis" mengawali Pekan Film Indonesia yang diselenggarakan Asosiasi Masyarakat Indonesia di London (Wadah) bersama dengan School of Oriental and African Studies (SOAS), Universitas London.
Film yang diputar di KBRI London pada akhir pekan itu disaksikan sekitar 60 penonton yang sebagian besar adalah masyarakat Inggris, kata Pensosbud KBRI London Herry Sudradjat kepada ANTARA, Minggu.
Dikatakannya Pekan Film Indonesia yang akan berlangsung hingga Juli mendatang itu memutar sekitar 12 film, antara lain Arisan, Ayat-Ayat Cinta dan Berbagi Suami.
Ketua Wadah Aidinal Alrasyid mengatakan pemutaran film Indonesia yang dilakukan setiap dua minggu ini tidak hanya bertujuan memperkenalkan dunia perfilman Indonesia tetapi juga mengenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat Inggris.
Sementara Vikram Iyer, mahasiswa SOAS jurusan Bahasa Arab menyatakan senang dengan film Indonesia yang baru pertama kali ditontonnya. Walaupun tidak dapat mengerti bahasanya, tetapi dirinya dapat menikmati alur cerita serta komedi dalam film tersebut.
Ia menyatakan akan menonton lagi film Indonesia berikutnya yang diputar di SOAS, Universitas London pekan berikutnya, berjudul Quicky Express.
Kerja sama Wadah dan SOAS dalam pemutaran film tersebut dapat terselenggara dengan bantuan Kepala SOAS Dr. Ben Murtaqh, yang juga pengamat film Indonesia.
Pemutaran film Indonesia walaupun dalam format DVD di kampus SOAS Universitas London dapat lebih memperkenalkan film Indonesia yang jarang diputar di bioskop Kerajaan Inggris ini, demikian Dr. Ben Murtaqh.***5***(U-ZG)
(T.H-ZG/B/N002/N002) 23-02-2009 09:47:57
London, 23/2 (ANTARA) - Film komedi "Otomatis Romantis" mengawali Pekan Film Indonesia yang diselenggarakan Asosiasi Masyarakat Indonesia di London (Wadah) bersama dengan School of Oriental and African Studies (SOAS), Universitas London.
Film yang diputar di KBRI London pada akhir pekan itu disaksikan sekitar 60 penonton yang sebagian besar adalah masyarakat Inggris, kata Pensosbud KBRI London Herry Sudradjat kepada ANTARA, Minggu.
Dikatakannya Pekan Film Indonesia yang akan berlangsung hingga Juli mendatang itu memutar sekitar 12 film, antara lain Arisan, Ayat-Ayat Cinta dan Berbagi Suami.
Ketua Wadah Aidinal Alrasyid mengatakan pemutaran film Indonesia yang dilakukan setiap dua minggu ini tidak hanya bertujuan memperkenalkan dunia perfilman Indonesia tetapi juga mengenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat Inggris.
Sementara Vikram Iyer, mahasiswa SOAS jurusan Bahasa Arab menyatakan senang dengan film Indonesia yang baru pertama kali ditontonnya. Walaupun tidak dapat mengerti bahasanya, tetapi dirinya dapat menikmati alur cerita serta komedi dalam film tersebut.
Ia menyatakan akan menonton lagi film Indonesia berikutnya yang diputar di SOAS, Universitas London pekan berikutnya, berjudul Quicky Express.
Kerja sama Wadah dan SOAS dalam pemutaran film tersebut dapat terselenggara dengan bantuan Kepala SOAS Dr. Ben Murtaqh, yang juga pengamat film Indonesia.
Pemutaran film Indonesia walaupun dalam format DVD di kampus SOAS Universitas London dapat lebih memperkenalkan film Indonesia yang jarang diputar di bioskop Kerajaan Inggris ini, demikian Dr. Ben Murtaqh.***5***(U-ZG)
(T.H-ZG/B/N002/N002) 23-02-2009 09:47:57
ASIA FAIR BELGIA
TARI WAROK DAN MULI BETANGKAI PUKAU PENGUNJUNG ASIA FAIR BELGIA
Brussel, 21/2 (ANTARA) - Tari Warok yang dibawakan dengan jenaka dan Tari Muli Betangkai dari Lampung memukau pengunjung pameran pariwisata dan produk industri wisata Asia Fair yang diadakan Belasia di De Zandloper, Wemmel, Brussel, Belgia,Sabtu.
Penampilan para penari dari Sangar Tari Kasitha Smarandhana pimpinan Iin Respatini R Sahetapy serta putri KBRI Brusel l Kanina Pursa dan Armanda Kadirin memukau pengunjung pameran pariwisata yang juga diikuti LSM bidang pendidikan di Asia dan wakil dari Korea, Nepal, Mongolia, Malaysia, Thailand dan China.
Direktur Jenderal Amerika Eropa, Departemen Luar Negeri, Retno L.P Marsudi, dan Kris Peeters, Minister-President dari Pemerintah Flemish-Belgia bersama Dubes RI untuk Belgia, Luksemburg dan Uni Eropa (UE), Nadjib Riphat Kesoema secara resmi membuka pameran yang berlangsung hingga Minggu
Retno L.P Marsudi dalam sambutannya mengatakan Indonesia dan Belgia mempunyai hubungan sejarah yang panjang dan unik dan dalam beberapa tahun terakhir ini terus meningkat.
Dikatakannya Brusel memandang Indonesia sebagai Negara yang cukup penting baik dalam bidang ekonomi maupun politik. Diakunya selama ini tidak ada masalah yang mendasar diantara kedua Negara.
Hanya saja hubungan dengan Masyarakat Uni Eropa yang masih menganjal hingga saat ini adalah masalah larangan terbang di tengah upaya Indonesia untuk terus melakukan perbaikan di bidang regulari.
Dikatakannya tengah suasana krisis keuangan di Eropa, pameran ini tetap memberi harapan bagi Indonesia.
Selain turis Belgia yang berkunjung ke Indonesia meningkat tahun lalu, kerjasama Belgia-Indonesia juga terus meningkat dengan kunjungan Pangeran Phillippe ke Indonesia November 2008 lalu dan penganugerahan Bintang Jasa Commandeur de Order de Leopold kepada Wakil Presiden RI Februari lalu,
Hal ini menjadi perekat penting yang menandai 60 tahun dibukannya hubungan diplomatik Indonesia pada tahun 2009 ini, demikian Dirjen Amerika Eropa, Retno LP Marsudi.
Sementara itu Kris Peeters, Minister-President dari Pemerintah Flemish-Belgia dalam sambutannya menyoroti hubungan Negara bagian Flanders yang secara subyek hukum internasional dan secara yuridis dapat melakukan hubungan dengan negara lain sebagai entitas yang otonom.
Asia, khususnya Indonesia menjadi perhatian dimana LSM dari wilayah Flanders yaitu antara Belgium Indonesian Medical and Social Association / BIMESA), asosiasi para dokter yang berasal dari Indonesia menjadi duta sosial dan duta budaya masyarakat Flanders berhubungan dengan Indonesia.
Flander membuka diri untuk meningkatkan berbagai peluang kerjasama dengan Asia dan Indonesia khususnya, ujarnya.
Selain melalui LSM, perusahaan dari Flanders juga menjadi duta yang merangkul wilayah penting yang begitu jauh dari Belgia ini, demikian Kris Peeters, Minister-President dari wilayah Flanders, yang berbahasa Belanda di Belgia ini.
Sementara itu, Dubes Nadjib Riphat Kesoema mengatakan pameran pariwisata terbesar yang mermfokuskan Asia.
"Indonesia sebagai negara tamu melihat pameran ini adalah momentum kita menampilkan kekuatan pariwisata dan produk industri wisata kita kepada masyarakat Eropa dan publik Belgia khususnya agar menjadikan Indonesia menjadi tujua wisata mereka," demikian sambutan Duta Besar RI Nadjib Riphat Kesoema
Koorfungsi Pensosbud KBRI Brussels PLE Priatna, mengatakan pameran pariwisata yang unik dan langka di Brussel-Belgia ini belangsung tiap tahun dan menjadi pameran pariwisata terbesar dengan produk industri wisata yang khusus memfokuskan Asia.
Pameran wisata terbesar di Belgia, yang mengusung Indonesia sebagai negara tamu ini, berlangsung bertepatan dengan peringatan 60 tahun dibukanya hubungan diplomatik Indonesia-Belgia, ujarnya.
Ketua Penyelenggara Pameran Belasia (ASIA FAIR), Gilbert Roels, bersana Marcel Van Langenhove, Walikota Wemmel melakukan suling untuk hubungan Indonesia Belgia yang dihadiri duta besar ASEAN, Uni Eropa dan negara sahabat lainnya.
KBRI Brussels bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Museum Tekstil serta Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) menampilkan kolaborasi unik pameran industri ekonomi kreatif berupa kerajinan tangan, batik, tenunan dengan pagelaran kesenian Indonesia.
Panggung Indonesia seluas 180 mete per segi yang khusus di tempatkan di tengah area pameran menjadi sentra perhatian dihiasi dengan Gapura Bali, yang dikekeliling stan penjual batik, tenun, dan kerajinan tangan
Sekitar 40 stand yang mewakili biro perjalanan wisata ke Indonesia, LSM yang bergerak di bidang pendidikan di Asia, wakil dari Korea, Nepal, Mongolia, Malaysia, Thailand dan China berpartisipasi dalam pameran langka ini.
Selama pameran para penari Imas Kusmiaty, Ny Surip Handayani, Aryo Prasetyo, Slamet Susilo, dan Teguh Hari Santoso bersama dua penari putri diplomat RI mengisi panggung dengan berbagai tarian seperti Tari Muli Betangkai (dari Lampung), Piring Cupa (Sumatera Barat), Warok (Jawa Timur), Bajidor Kohot, Jaipong Gong Mandau (Kalimantan) dan Mambo Simbo (Papua).
Pada acara pembukaan undangan mendapat sajian makanan Indonesia, dengan nasi kuning yang membawa undangan ke dalam suasana alam Indonesia di arena pameran, di sudut kota Wemmel, Belgia.***2***
(T.H-ZG/B/A027/A027) 22-02-2009 07:01:15
Brussel, 21/2 (ANTARA) - Tari Warok yang dibawakan dengan jenaka dan Tari Muli Betangkai dari Lampung memukau pengunjung pameran pariwisata dan produk industri wisata Asia Fair yang diadakan Belasia di De Zandloper, Wemmel, Brussel, Belgia,Sabtu.
Penampilan para penari dari Sangar Tari Kasitha Smarandhana pimpinan Iin Respatini R Sahetapy serta putri KBRI Brusel l Kanina Pursa dan Armanda Kadirin memukau pengunjung pameran pariwisata yang juga diikuti LSM bidang pendidikan di Asia dan wakil dari Korea, Nepal, Mongolia, Malaysia, Thailand dan China.
Direktur Jenderal Amerika Eropa, Departemen Luar Negeri, Retno L.P Marsudi, dan Kris Peeters, Minister-President dari Pemerintah Flemish-Belgia bersama Dubes RI untuk Belgia, Luksemburg dan Uni Eropa (UE), Nadjib Riphat Kesoema secara resmi membuka pameran yang berlangsung hingga Minggu
Retno L.P Marsudi dalam sambutannya mengatakan Indonesia dan Belgia mempunyai hubungan sejarah yang panjang dan unik dan dalam beberapa tahun terakhir ini terus meningkat.
Dikatakannya Brusel memandang Indonesia sebagai Negara yang cukup penting baik dalam bidang ekonomi maupun politik. Diakunya selama ini tidak ada masalah yang mendasar diantara kedua Negara.
Hanya saja hubungan dengan Masyarakat Uni Eropa yang masih menganjal hingga saat ini adalah masalah larangan terbang di tengah upaya Indonesia untuk terus melakukan perbaikan di bidang regulari.
Dikatakannya tengah suasana krisis keuangan di Eropa, pameran ini tetap memberi harapan bagi Indonesia.
Selain turis Belgia yang berkunjung ke Indonesia meningkat tahun lalu, kerjasama Belgia-Indonesia juga terus meningkat dengan kunjungan Pangeran Phillippe ke Indonesia November 2008 lalu dan penganugerahan Bintang Jasa Commandeur de Order de Leopold kepada Wakil Presiden RI Februari lalu,
Hal ini menjadi perekat penting yang menandai 60 tahun dibukannya hubungan diplomatik Indonesia pada tahun 2009 ini, demikian Dirjen Amerika Eropa, Retno LP Marsudi.
Sementara itu Kris Peeters, Minister-President dari Pemerintah Flemish-Belgia dalam sambutannya menyoroti hubungan Negara bagian Flanders yang secara subyek hukum internasional dan secara yuridis dapat melakukan hubungan dengan negara lain sebagai entitas yang otonom.
Asia, khususnya Indonesia menjadi perhatian dimana LSM dari wilayah Flanders yaitu antara Belgium Indonesian Medical and Social Association / BIMESA), asosiasi para dokter yang berasal dari Indonesia menjadi duta sosial dan duta budaya masyarakat Flanders berhubungan dengan Indonesia.
Flander membuka diri untuk meningkatkan berbagai peluang kerjasama dengan Asia dan Indonesia khususnya, ujarnya.
Selain melalui LSM, perusahaan dari Flanders juga menjadi duta yang merangkul wilayah penting yang begitu jauh dari Belgia ini, demikian Kris Peeters, Minister-President dari wilayah Flanders, yang berbahasa Belanda di Belgia ini.
Sementara itu, Dubes Nadjib Riphat Kesoema mengatakan pameran pariwisata terbesar yang mermfokuskan Asia.
"Indonesia sebagai negara tamu melihat pameran ini adalah momentum kita menampilkan kekuatan pariwisata dan produk industri wisata kita kepada masyarakat Eropa dan publik Belgia khususnya agar menjadikan Indonesia menjadi tujua wisata mereka," demikian sambutan Duta Besar RI Nadjib Riphat Kesoema
Koorfungsi Pensosbud KBRI Brussels PLE Priatna, mengatakan pameran pariwisata yang unik dan langka di Brussel-Belgia ini belangsung tiap tahun dan menjadi pameran pariwisata terbesar dengan produk industri wisata yang khusus memfokuskan Asia.
Pameran wisata terbesar di Belgia, yang mengusung Indonesia sebagai negara tamu ini, berlangsung bertepatan dengan peringatan 60 tahun dibukanya hubungan diplomatik Indonesia-Belgia, ujarnya.
Ketua Penyelenggara Pameran Belasia (ASIA FAIR), Gilbert Roels, bersana Marcel Van Langenhove, Walikota Wemmel melakukan suling untuk hubungan Indonesia Belgia yang dihadiri duta besar ASEAN, Uni Eropa dan negara sahabat lainnya.
KBRI Brussels bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Museum Tekstil serta Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) menampilkan kolaborasi unik pameran industri ekonomi kreatif berupa kerajinan tangan, batik, tenunan dengan pagelaran kesenian Indonesia.
Panggung Indonesia seluas 180 mete per segi yang khusus di tempatkan di tengah area pameran menjadi sentra perhatian dihiasi dengan Gapura Bali, yang dikekeliling stan penjual batik, tenun, dan kerajinan tangan
Sekitar 40 stand yang mewakili biro perjalanan wisata ke Indonesia, LSM yang bergerak di bidang pendidikan di Asia, wakil dari Korea, Nepal, Mongolia, Malaysia, Thailand dan China berpartisipasi dalam pameran langka ini.
Selama pameran para penari Imas Kusmiaty, Ny Surip Handayani, Aryo Prasetyo, Slamet Susilo, dan Teguh Hari Santoso bersama dua penari putri diplomat RI mengisi panggung dengan berbagai tarian seperti Tari Muli Betangkai (dari Lampung), Piring Cupa (Sumatera Barat), Warok (Jawa Timur), Bajidor Kohot, Jaipong Gong Mandau (Kalimantan) dan Mambo Simbo (Papua).
Pada acara pembukaan undangan mendapat sajian makanan Indonesia, dengan nasi kuning yang membawa undangan ke dalam suasana alam Indonesia di arena pameran, di sudut kota Wemmel, Belgia.***2***
(T.H-ZG/B/A027/A027) 22-02-2009 07:01:15
JEGOG BALI
JEGOG BALI JADI KOLEKSI MUSEUM ETNIK SPANYOL
London, 20/2 (ANTARA) - Duta Besar RI untuk Kerajaan Spanyol Slamet S Mustafa menyerahkan seperangkat alat musik jegog asal Bali kepada museum etnik Barranda Carravaca Murcia, Spanyol.
Dubes menyerahkan alat musik tabuh yang terbuat dari bambu itu kepada Walikota Caravaca D Domingo Aranda, yang kemudian diberikan kepada direktur museum Carlos Blanco Fadol.
Sekretaris I Sosbud KBRI Madrid Allen Simarmata, Jumat, mengatakan, acara penyerahan sumbangan itu mendapat perhatian dan liputan media setempat, baik cetak maupun eletronik kota Murcia, yang berjarak 450 km dari Madrid, Spanyol.
Domingo Aranda menyampaikan penghagaan atas terealisasinya sumbangan alat musik jegog, melengkapi ragam koleksi alat musik etnik dunia yang dimiliki Museum Barranda.
Alat-alat yang dipamerkan di museum musik etnik dunia Barranda ini merupakan koleksi Carlos Blanco Fadol, etnimusikolog Spanyol, yang juga kerabat dekat `Friends of Indonesia.?
Walikota Caravaca mengungkapkan hiasan ornamen naga, patung paksi dan barongan yang ada pada setiap perangkat instrument Jegog memberikan nuansa keindahan dan keunikan.
Blanco Fadol yang mahir memainkan alat-alat musik etnik dunia, bersama pegawai museum mendemonstrasikan kebolehan menabuh jegog.
Menurut Allen Simarmata, cita rasa musikal yang penuh energi, keras dan bersemangat, terasa kental tatkala penabuh Jegog mulai beraksi.
Selain menabuh jegog, para undangan diajak memainan alat musik anglung dari Jawa Barat dipandu Elena Rivero, pegawai museum.
Alat musik angklung koleksi museum dibagikan kepada pengunjung termasuk Walikota bersama Duta Besar, untuk dimainkan bersama.
Walikota Caravaca juga ikut menjajal menabuh gamelan jawa koleksi museum Barranda yang disumbangkan Gubernur Jawa Tengah.
Sedangkan perangkat alat musik jegog yang diserahkan Dubes merupakan sumbangan Gubernur Bali guna melengkapi perangkat instrumen musik Indonesia yang dipamerkan secara tetap di Museum Barranda seperti gamelan bali, kentong, dan angklung. (U-ZG)
***5***
(T.H-ZG/C/s018/s018) 20-02-2009 16:05:37
London, 20/2 (ANTARA) - Duta Besar RI untuk Kerajaan Spanyol Slamet S Mustafa menyerahkan seperangkat alat musik jegog asal Bali kepada museum etnik Barranda Carravaca Murcia, Spanyol.
Dubes menyerahkan alat musik tabuh yang terbuat dari bambu itu kepada Walikota Caravaca D Domingo Aranda, yang kemudian diberikan kepada direktur museum Carlos Blanco Fadol.
Sekretaris I Sosbud KBRI Madrid Allen Simarmata, Jumat, mengatakan, acara penyerahan sumbangan itu mendapat perhatian dan liputan media setempat, baik cetak maupun eletronik kota Murcia, yang berjarak 450 km dari Madrid, Spanyol.
Domingo Aranda menyampaikan penghagaan atas terealisasinya sumbangan alat musik jegog, melengkapi ragam koleksi alat musik etnik dunia yang dimiliki Museum Barranda.
Alat-alat yang dipamerkan di museum musik etnik dunia Barranda ini merupakan koleksi Carlos Blanco Fadol, etnimusikolog Spanyol, yang juga kerabat dekat `Friends of Indonesia.?
Walikota Caravaca mengungkapkan hiasan ornamen naga, patung paksi dan barongan yang ada pada setiap perangkat instrument Jegog memberikan nuansa keindahan dan keunikan.
Blanco Fadol yang mahir memainkan alat-alat musik etnik dunia, bersama pegawai museum mendemonstrasikan kebolehan menabuh jegog.
Menurut Allen Simarmata, cita rasa musikal yang penuh energi, keras dan bersemangat, terasa kental tatkala penabuh Jegog mulai beraksi.
Selain menabuh jegog, para undangan diajak memainan alat musik anglung dari Jawa Barat dipandu Elena Rivero, pegawai museum.
Alat musik angklung koleksi museum dibagikan kepada pengunjung termasuk Walikota bersama Duta Besar, untuk dimainkan bersama.
Walikota Caravaca juga ikut menjajal menabuh gamelan jawa koleksi museum Barranda yang disumbangkan Gubernur Jawa Tengah.
Sedangkan perangkat alat musik jegog yang diserahkan Dubes merupakan sumbangan Gubernur Bali guna melengkapi perangkat instrumen musik Indonesia yang dipamerkan secara tetap di Museum Barranda seperti gamelan bali, kentong, dan angklung. (U-ZG)
***5***
(T.H-ZG/C/s018/s018) 20-02-2009 16:05:37
ROYAL HOLLOWAY
ES LILIN, TOKECANG BERGEMA DI ROYAL HOLLOWAY
London 19/2 (ANTARA) - Suara suling Sunda yang melantunkan lagu Es Lilin dan Tokecang terasa membawa suasana malam dingin di Universitas Holloway, London, seakan-akan tengah berada di bumi Parahyangan.
Royal Holloway University of London mengelar acara musik tradisional dari Sunda, Jawa Barat dengan penampilan Gamelan Dengun dan Salendro di gedung Windsor Building, Egham, Inggris, Rabu (18/2)malam.
Pensosbud KBRI London, Herry Sudradjat mengatakan pagelaran degung Sunda yang dipimpin Simon Cook, dosen musik di Universitas Holoway itu dihadiri sekitar 70 penonton yang memenuhi gedung Windsor Building.
Pagelaran musik Sunda digelar kelompok musik gamelan Puloganti RHUL Sundanese Gamelan Ensemble yang semua anggotanya orang Inggris, mahasiswa dan mahasiswi dari Universitas Holloway dan City University.
Pada pagelaran degung Sunda tersebut, kelompok yang menamakan diri grup Sekar Enggal memainkan sekitar 12 lagu Sunda, diataranya Sampak Kembang, Landangan, Sunda Mekar-Catrik, Lutung Bingung-Bendrong dan Nguyung.
Menurut Herry Sudradjat, apresiasi penonton sangat meriah khususnya ketika kelompok tersebut memainkan lagu Tokecang yang memadukannya dengan angklung buncis.
Dalam pagelaran gamelan Dengun dan Salendro juga ditampilkan Sangkala, Genje-Kahyangan, Senggot Pangemat, Sampak Kembang dan Sekar Manis.
Gamelan Sunda yang dimainkan Kelompok Sekar Enggal merupakan gamelan yang dibeli Universitas Holloway empat tahun yang lalu.
Menurut Herry Sudradjat, dapat dikatakan bahwa di Inggris, Simon Cook adalah satu-satunya yang sangat menguasai musik dari Parahyangan tersebut sangat fasih berbahasa Sunda.
Herry Sudradjat menyampaikan apresiasi kepada mereka yang telah tanpa pamrih ikut mempromosikan budaya Indonesia di Kerajaan Inggris.
"Pagelaran ini memang seratus persen inisiatif mereka tanpa campur tangan dari KBRI. Saya salut dengan Kang Simon dan kawan kawan," ujarnya.
Simon Cook yang menjadi direktur musik mulai mempelajari musik gamelan Jawa di Belanda tahun 1979 pernah menetap di Indonesia selama 12 tahun dan mengkhususkan diri mempelajari musik traditional Sunda sejak 1999 dan mengajarkan gamelan di RHUL dan musik di ACS Egham International School. ***5****
(T.H-ZG/B/R014/R014) 19-02-2009 08:04:12
London 19/2 (ANTARA) - Suara suling Sunda yang melantunkan lagu Es Lilin dan Tokecang terasa membawa suasana malam dingin di Universitas Holloway, London, seakan-akan tengah berada di bumi Parahyangan.
Royal Holloway University of London mengelar acara musik tradisional dari Sunda, Jawa Barat dengan penampilan Gamelan Dengun dan Salendro di gedung Windsor Building, Egham, Inggris, Rabu (18/2)malam.
Pensosbud KBRI London, Herry Sudradjat mengatakan pagelaran degung Sunda yang dipimpin Simon Cook, dosen musik di Universitas Holoway itu dihadiri sekitar 70 penonton yang memenuhi gedung Windsor Building.
Pagelaran musik Sunda digelar kelompok musik gamelan Puloganti RHUL Sundanese Gamelan Ensemble yang semua anggotanya orang Inggris, mahasiswa dan mahasiswi dari Universitas Holloway dan City University.
Pada pagelaran degung Sunda tersebut, kelompok yang menamakan diri grup Sekar Enggal memainkan sekitar 12 lagu Sunda, diataranya Sampak Kembang, Landangan, Sunda Mekar-Catrik, Lutung Bingung-Bendrong dan Nguyung.
Menurut Herry Sudradjat, apresiasi penonton sangat meriah khususnya ketika kelompok tersebut memainkan lagu Tokecang yang memadukannya dengan angklung buncis.
Dalam pagelaran gamelan Dengun dan Salendro juga ditampilkan Sangkala, Genje-Kahyangan, Senggot Pangemat, Sampak Kembang dan Sekar Manis.
Gamelan Sunda yang dimainkan Kelompok Sekar Enggal merupakan gamelan yang dibeli Universitas Holloway empat tahun yang lalu.
Menurut Herry Sudradjat, dapat dikatakan bahwa di Inggris, Simon Cook adalah satu-satunya yang sangat menguasai musik dari Parahyangan tersebut sangat fasih berbahasa Sunda.
Herry Sudradjat menyampaikan apresiasi kepada mereka yang telah tanpa pamrih ikut mempromosikan budaya Indonesia di Kerajaan Inggris.
"Pagelaran ini memang seratus persen inisiatif mereka tanpa campur tangan dari KBRI. Saya salut dengan Kang Simon dan kawan kawan," ujarnya.
Simon Cook yang menjadi direktur musik mulai mempelajari musik gamelan Jawa di Belanda tahun 1979 pernah menetap di Indonesia selama 12 tahun dan mengkhususkan diri mempelajari musik traditional Sunda sejak 1999 dan mengajarkan gamelan di RHUL dan musik di ACS Egham International School. ***5****
(T.H-ZG/B/R014/R014) 19-02-2009 08:04:12
Rabu, 18 Februari 2009
Islam di Inggris
Islam di Inggris Berkembang dari Kampus
Oleh Zeynita Gibbons
London (ANTARA News) - Agama Islam di Kerajaan Inggris berkembang di kalangan akademisi dan universitas di berbagai perguruan tinggi. Hal ini dapat dilihat dengan digelarnya berbagai kegiatan dan juga munculnya Islamic Society.
Salah satunya kegiatan yang dilakukan University of Essex, Colchester dengan mengelar "Islamic Awarness" pekan silam yang diisi antara lain dengan pameran pengetahuan pengenai Islam, pameran halal food dan konferensi Islam yang berjudul "Islam Beyon the Viel".
Konferensi yang diikuti lebih dari 200 peserta, separuh di antaranya adalah warga Inggeris digelar Islamic Society, lembaga mahasiswa Muslim di University of Essex, menawarkan Islam sebagai solusi.
Konferensi yang merupakan kelanjutan dua konferensi sebelumnya yaitu -- "A journey to Islamic values,"(2008) dan "slam as a moderate religion", (007) - menampilkan lima pembicara di mana empat di antaranya British Muslim.
Amika Wardana, dosen jurusan Pendidikan Sejarah dari Universitas Negeri Yogyakarta yang mengambil program Doktor Sosiologi di University of Essex, mengatakan Konferensi Islam yang digelar untuk ketiganya menawarkan Islam sebagai solusi.
Sejak tiga tahun lalu Universitas Essex mengelar acara "Islamic Awarness" yang berlangsung dengan sukses, ujar Sekretaris Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Inggris Raya .
Berkembangnya agama Islam di berbagai kampus di Kerajaan Inggris juga diakui Nurul Hidayati Fithriyah yang tengah menyelesaikan S3 di University of Manchester.
Menurut wanita kelahiran Bandung 1975, yang akrab disapa mbak Efi hal tersebut merupakan gejala Sunatullah sesuai dengan Kitabullah.
"Sesungguhnya yang bertaqwa kepada Allah adalah orang-orang yang berilmu" ujar dosen Teknik Kimia, Fak Teknik, Univ Muhammadiyah Jakarta itu.
Dikatakannya harusnya semakin pandai manusia semestinya makin sadar hakikat kebenaran, dan berusaha menemukan Tuhan.
Nurul Hidayati Fithriyah yang menyelesaikan S1 Teknik Kimia, di Fak Teknik UI, Depok, mengatakan kemungkinan lain adalah pertumbuhan aktivitas muslim kampus seperti juga di kampus-kampus Indonesia.
Selain itu pegawai PT Aneka Gas Industri mengatakan gejala tersebut juga ada hubungannya dengan kompetisi diantara mahasiswa untuk menempati posisi penting di student union atau senat mahasiswa.
Dengan demikian mereka bisa menggolkan program-program yang Islami, atau memperjuangkan kepentingan mahasiswa muslim, ujar istri Ir. H. Zainal Abidin.
Nurul yang menyelesaikan S2 di Universitas yang sama mengambil Polymer Science & Technology, School of Materials, the Univ of Manchester memberi contoh salah
satunya mengenai seragam medis/ruang bedah yg menutup aurat.
Selain itu banyaknya kritik terhadap media yang tidak independen khususnya dalam isu terkait muslim, membuat keingintahuan mahasiswa lain mengenai Islam, ujar Nurul yang juga aktif di ICMI UK.
Menurut Nurul, kehadiran ISOC juga sempat diprotes oleh Jewish Society waktu debat menghadirkan sejarawan anti-holocaust, kenangnya.
Kemungkinan lain lagi, banyak mahasiswa dari negeri muslim, Malaysia, Libya, Iran, Turki, Saudi, Palestina, dan negara lainnya yang kuliah di Inggris.
Freedom of Speech
Menurut ibu Nadia Lathifah Abidin (8), Aziz Faizullah Abidin (6) Zahra Hanania Abidin (3), berkembangnya Islam di kampus juga tidak lepas dari iklim "Freedom of Speech," yang dianut oleh pemerintah Inggris.
Hal ini sangat menunjang berkembangnya agama islam di kampus kampus, selain karena bahasanya yang internasional, mutu fasilitas kuliah dan riset yang tinggi, fasilitas menarik untuk student dan keluarganya.
Nurul yang juga aktif di ICMI UK mengibaratkan mobil, kalau bensinnya full tank kan larinya kencang.
Dikatakannya kegiatan mahasiswa muslim di kampusnya dikoordinir Manchester ISOC (Islamic Society), terdiri tiga kampus Uni of Manchester, Uni of Salford, & Mc`r Metropolitan Uni, seperti sosial event, Islamic circles, Arabic, Tajwid, Fiqh, dan juga mengelar National Islam awareness week.
Mereka biasanya selain membuat acara sendiri juga panitia gabungan seperti pada kegiatan Fresher`s week tiap September, ISOC stall di gedung student union.
Di Manchester University juga sering mengadakan ?drop-in session,? kalau ada yang berminat bergabung, atau sekedar bertanya mengenai Islam dan banyak lagi kegiatan khusus untuk sisters atau brothers evening.
Umat Islam di Inggris menyebut saudara seagama dengan menyebutkan sister untuk wanita dan brother untuk kaum prianya, ujar Nurul.
Selain ajakan berpuasa sehari dan undangan ifthar bersama gratis di restauran, lecture series dari pakar dengan berbagai topik seputar kehidupan.
Islamic Society juga mengelar bazar buku, pakaian, makanan halal dan kebutuhan muslim, sholat jama`ah fardhu dan Jum`at, "Fajr Tree" yaitu saling membangunkan sholat Shubuh dengan `miss call? ke HP terutama waktu Summer dimana waktu Shubuh sekitar pukul 3 pagi.
Banyak lagi kegiatan yang dilakukan bahkan mereka juga aktif mengikuti kegiatan nasional, seperti konferensi British Muslim Council (MCB), demo anti perang, mengorganisir diskusi terbuka seputar masalah Palestina dan dunia Islam lainnya, dan pemutar film Islami gratis produksi Iran dan Mesir.
Mahasiswa Muslim yang tergabung dalam ISOC juga berhasil memperjuangkan agar kantin di student union menyediakan makanan halal dan kampus menyediakan masjid atau ruangan untuk shalat Jumat.
Keberadaannya diakui
Sementara itu Saharman Gea yang tengah menuntut ilmu di Queen Marry London mengakui bahwa sangat menarik mencermati perkembangan Islam di UK melalui kampus.
Hampir di setiap kampus di UK memiliki Islamic Society yang dikenal dengan singkatan ISOC, ujar PhD student di Departemen Materials Queen Mary, London.
Menurut Saharman di Queen Mary, ISOC ini sangat berkembang dan bermanfaat sekali bagi mahasiswa yang datang dari berbagai negara.
Lewat forum ini semua keperluan mahasiswa dapat disalurkan baik sesama maupun hubungannnya dengan universitas karena ISOC diakui keberadaannya secara resmi oleh universitas.
Conton kecil, penyelenggaran sholat Jumat di kampus adalah ISOC. Mereka mendapatkan izin untuk ruangan dan fasilitas lain dari kampus.
Ini mirip gerakan dakwah kampus di pertengahan tahun 80-an di tanah air, ujar Saharman Gea.
Uniknya, setidaknya khususnya di Queen Mary, ISOC ini tidak ekslusif pada kelompok dan paham tertentu. Bahkan kawan kawan dari Syiah sekalipun ikut dalam kelompok ini. Mazhab dan turunnya hampir tidak pernah dipermasalahkan, ujar suami Mutia.
Menurut Ketua Umum PC Muhammadiyah Inggris, memang dalam kegiatannya islamic Sociaty perlu diperluas. ISOC mestinya jangan hanya fokus pada kegiatan ibadah mahdah.
Tetapi juga mestinya peka terhadap perkembangan sosial lainnya seperti isu lingkungan hidup, perkembangan ekonomi, kontribusi muslim Eropa terhadap kemajuan science dan technology, sehingga kelihatan berwarna.
Ini perlu dilakukan agar nanti kalau ISOC dikampus berkembang pesat, tidak mudah untuk dituduh dan dicurigai macam-macam. Hal ini pernah juga didiskusikan dengan kawan-kawan di ISOC Queen Mary.
Kesulitaan lain adalah forum ini sangat longgar karena semangat silaturrahmi lebih dikedepankan. Saya khawatir ada pihak-pihak lain yang memanfaatkan celah in untuk memasukkan kepentingannya sehingga dakwah di kampus akan mudah bias,demikian Saharman Gea. (*)
COPYRIGHT © 2009
Oleh Zeynita Gibbons
London (ANTARA News) - Agama Islam di Kerajaan Inggris berkembang di kalangan akademisi dan universitas di berbagai perguruan tinggi. Hal ini dapat dilihat dengan digelarnya berbagai kegiatan dan juga munculnya Islamic Society.
Salah satunya kegiatan yang dilakukan University of Essex, Colchester dengan mengelar "Islamic Awarness" pekan silam yang diisi antara lain dengan pameran pengetahuan pengenai Islam, pameran halal food dan konferensi Islam yang berjudul "Islam Beyon the Viel".
Konferensi yang diikuti lebih dari 200 peserta, separuh di antaranya adalah warga Inggeris digelar Islamic Society, lembaga mahasiswa Muslim di University of Essex, menawarkan Islam sebagai solusi.
Konferensi yang merupakan kelanjutan dua konferensi sebelumnya yaitu -- "A journey to Islamic values,"(2008) dan "slam as a moderate religion", (007) - menampilkan lima pembicara di mana empat di antaranya British Muslim.
Amika Wardana, dosen jurusan Pendidikan Sejarah dari Universitas Negeri Yogyakarta yang mengambil program Doktor Sosiologi di University of Essex, mengatakan Konferensi Islam yang digelar untuk ketiganya menawarkan Islam sebagai solusi.
Sejak tiga tahun lalu Universitas Essex mengelar acara "Islamic Awarness" yang berlangsung dengan sukses, ujar Sekretaris Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Inggris Raya .
Berkembangnya agama Islam di berbagai kampus di Kerajaan Inggris juga diakui Nurul Hidayati Fithriyah yang tengah menyelesaikan S3 di University of Manchester.
Menurut wanita kelahiran Bandung 1975, yang akrab disapa mbak Efi hal tersebut merupakan gejala Sunatullah sesuai dengan Kitabullah.
"Sesungguhnya yang bertaqwa kepada Allah adalah orang-orang yang berilmu" ujar dosen Teknik Kimia, Fak Teknik, Univ Muhammadiyah Jakarta itu.
Dikatakannya harusnya semakin pandai manusia semestinya makin sadar hakikat kebenaran, dan berusaha menemukan Tuhan.
Nurul Hidayati Fithriyah yang menyelesaikan S1 Teknik Kimia, di Fak Teknik UI, Depok, mengatakan kemungkinan lain adalah pertumbuhan aktivitas muslim kampus seperti juga di kampus-kampus Indonesia.
Selain itu pegawai PT Aneka Gas Industri mengatakan gejala tersebut juga ada hubungannya dengan kompetisi diantara mahasiswa untuk menempati posisi penting di student union atau senat mahasiswa.
Dengan demikian mereka bisa menggolkan program-program yang Islami, atau memperjuangkan kepentingan mahasiswa muslim, ujar istri Ir. H. Zainal Abidin.
Nurul yang menyelesaikan S2 di Universitas yang sama mengambil Polymer Science & Technology, School of Materials, the Univ of Manchester memberi contoh salah
satunya mengenai seragam medis/ruang bedah yg menutup aurat.
Selain itu banyaknya kritik terhadap media yang tidak independen khususnya dalam isu terkait muslim, membuat keingintahuan mahasiswa lain mengenai Islam, ujar Nurul yang juga aktif di ICMI UK.
Menurut Nurul, kehadiran ISOC juga sempat diprotes oleh Jewish Society waktu debat menghadirkan sejarawan anti-holocaust, kenangnya.
Kemungkinan lain lagi, banyak mahasiswa dari negeri muslim, Malaysia, Libya, Iran, Turki, Saudi, Palestina, dan negara lainnya yang kuliah di Inggris.
Freedom of Speech
Menurut ibu Nadia Lathifah Abidin (8), Aziz Faizullah Abidin (6) Zahra Hanania Abidin (3), berkembangnya Islam di kampus juga tidak lepas dari iklim "Freedom of Speech," yang dianut oleh pemerintah Inggris.
Hal ini sangat menunjang berkembangnya agama islam di kampus kampus, selain karena bahasanya yang internasional, mutu fasilitas kuliah dan riset yang tinggi, fasilitas menarik untuk student dan keluarganya.
Nurul yang juga aktif di ICMI UK mengibaratkan mobil, kalau bensinnya full tank kan larinya kencang.
Dikatakannya kegiatan mahasiswa muslim di kampusnya dikoordinir Manchester ISOC (Islamic Society), terdiri tiga kampus Uni of Manchester, Uni of Salford, & Mc`r Metropolitan Uni, seperti sosial event, Islamic circles, Arabic, Tajwid, Fiqh, dan juga mengelar National Islam awareness week.
Mereka biasanya selain membuat acara sendiri juga panitia gabungan seperti pada kegiatan Fresher`s week tiap September, ISOC stall di gedung student union.
Di Manchester University juga sering mengadakan ?drop-in session,? kalau ada yang berminat bergabung, atau sekedar bertanya mengenai Islam dan banyak lagi kegiatan khusus untuk sisters atau brothers evening.
Umat Islam di Inggris menyebut saudara seagama dengan menyebutkan sister untuk wanita dan brother untuk kaum prianya, ujar Nurul.
Selain ajakan berpuasa sehari dan undangan ifthar bersama gratis di restauran, lecture series dari pakar dengan berbagai topik seputar kehidupan.
Islamic Society juga mengelar bazar buku, pakaian, makanan halal dan kebutuhan muslim, sholat jama`ah fardhu dan Jum`at, "Fajr Tree" yaitu saling membangunkan sholat Shubuh dengan `miss call? ke HP terutama waktu Summer dimana waktu Shubuh sekitar pukul 3 pagi.
Banyak lagi kegiatan yang dilakukan bahkan mereka juga aktif mengikuti kegiatan nasional, seperti konferensi British Muslim Council (MCB), demo anti perang, mengorganisir diskusi terbuka seputar masalah Palestina dan dunia Islam lainnya, dan pemutar film Islami gratis produksi Iran dan Mesir.
Mahasiswa Muslim yang tergabung dalam ISOC juga berhasil memperjuangkan agar kantin di student union menyediakan makanan halal dan kampus menyediakan masjid atau ruangan untuk shalat Jumat.
Keberadaannya diakui
Sementara itu Saharman Gea yang tengah menuntut ilmu di Queen Marry London mengakui bahwa sangat menarik mencermati perkembangan Islam di UK melalui kampus.
Hampir di setiap kampus di UK memiliki Islamic Society yang dikenal dengan singkatan ISOC, ujar PhD student di Departemen Materials Queen Mary, London.
Menurut Saharman di Queen Mary, ISOC ini sangat berkembang dan bermanfaat sekali bagi mahasiswa yang datang dari berbagai negara.
Lewat forum ini semua keperluan mahasiswa dapat disalurkan baik sesama maupun hubungannnya dengan universitas karena ISOC diakui keberadaannya secara resmi oleh universitas.
Conton kecil, penyelenggaran sholat Jumat di kampus adalah ISOC. Mereka mendapatkan izin untuk ruangan dan fasilitas lain dari kampus.
Ini mirip gerakan dakwah kampus di pertengahan tahun 80-an di tanah air, ujar Saharman Gea.
Uniknya, setidaknya khususnya di Queen Mary, ISOC ini tidak ekslusif pada kelompok dan paham tertentu. Bahkan kawan kawan dari Syiah sekalipun ikut dalam kelompok ini. Mazhab dan turunnya hampir tidak pernah dipermasalahkan, ujar suami Mutia.
Menurut Ketua Umum PC Muhammadiyah Inggris, memang dalam kegiatannya islamic Sociaty perlu diperluas. ISOC mestinya jangan hanya fokus pada kegiatan ibadah mahdah.
Tetapi juga mestinya peka terhadap perkembangan sosial lainnya seperti isu lingkungan hidup, perkembangan ekonomi, kontribusi muslim Eropa terhadap kemajuan science dan technology, sehingga kelihatan berwarna.
Ini perlu dilakukan agar nanti kalau ISOC dikampus berkembang pesat, tidak mudah untuk dituduh dan dicurigai macam-macam. Hal ini pernah juga didiskusikan dengan kawan-kawan di ISOC Queen Mary.
Kesulitaan lain adalah forum ini sangat longgar karena semangat silaturrahmi lebih dikedepankan. Saya khawatir ada pihak-pihak lain yang memanfaatkan celah in untuk memasukkan kepentingannya sehingga dakwah di kampus akan mudah bias,demikian Saharman Gea. (*)
COPYRIGHT © 2009
PAMERAN PARIWISATA ESTONIA
TARI PANYEMBRAHMA PIKAT PENGUNJUNG PAMERAN PARIWISATA ESTONIA
London, 18/2 (ANTARA) - Pertunjukkan kesenian tradisional Tari Panyembrahma memikat pengunjung pameran pariwisata Tourest Travel Trade Fair 2009 yang digelar di Estonian Fair centre, Tallinn, Estonia.
Pertunjukan kesenian berlangsung di panggung hiburan Stage Hall A berhasil menarik perhatian pengunjung pameran pariwisata terbesar di kawasan Baltik, ujar Siti Azzah Murad, Fungsi Sosbudpen KBRI Helsinki kepada koresponden Antara London, Rabu.
Dikatakannya keikutsertaan KBRI dalam pameran pariwisata terbesar di kawasan Baltik itu mengangkat tema "Indonesian Ecotourism" dengan mengetengahkan wisata alam Indonesia.
Duta Besar RI untuk Republik Finlandia merangkap Republik Estonia, Harry Purwanto, meresmikan stand Indonesia yang dilanjutkan dengan pemukulan gong oleh Menteri Ekonomi dan Komunikasi yang juga mantan Perdana Menteri Estonia Juan Parts. Hadir dalam pembukaan stand Indonesia, antara lain Menlu Estonia Urmas Paet.
Pameran pariwisata Tourest Travel Trade Fair yang terbesar di Estonia itu diikuti 343 peserta, 26 di antaranya perwakilan dari negara negara asing dihadiri sekitar 23 ribu lebih pengunjung.
Anjungan Indonesia yang menampilkan pusat pariwisata yang tersebar di seluruh kepuluan Nusantara, terutama Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Papua.
Pulau Bali masih menjadi tujuan wisata favorit rakyat Estonia, ujar Siti Azzah Murad, tercermin dengan banyaknya permintaan brosur dan pertanyaan mengenai wisata pulau Dewata tersebut.
Dalam rangkaian pameran pariwisata, KBRI Helsinki selain menampilkan pertunjukan kesenian juga ditampilkan pemutaran film multimedia tentang keanekaragaan budaya dan wisata Indonesia dan pertunjukkan seni bela diri pencak silat.
Panitia penyelenggara Tourest 2009 secara khusus menyampaikan penghargaan "special thanks" kepada KBRI yang menampilkan pertunjukkan seni budaya di panggung hiburan yang memikat pungunjung, demikian Siti Azzah Murad.***5***
(T.H-ZG/B/A027/A027) 18-02-2009 08:42:50
London, 18/2 (ANTARA) - Pertunjukkan kesenian tradisional Tari Panyembrahma memikat pengunjung pameran pariwisata Tourest Travel Trade Fair 2009 yang digelar di Estonian Fair centre, Tallinn, Estonia.
Pertunjukan kesenian berlangsung di panggung hiburan Stage Hall A berhasil menarik perhatian pengunjung pameran pariwisata terbesar di kawasan Baltik, ujar Siti Azzah Murad, Fungsi Sosbudpen KBRI Helsinki kepada koresponden Antara London, Rabu.
Dikatakannya keikutsertaan KBRI dalam pameran pariwisata terbesar di kawasan Baltik itu mengangkat tema "Indonesian Ecotourism" dengan mengetengahkan wisata alam Indonesia.
Duta Besar RI untuk Republik Finlandia merangkap Republik Estonia, Harry Purwanto, meresmikan stand Indonesia yang dilanjutkan dengan pemukulan gong oleh Menteri Ekonomi dan Komunikasi yang juga mantan Perdana Menteri Estonia Juan Parts. Hadir dalam pembukaan stand Indonesia, antara lain Menlu Estonia Urmas Paet.
Pameran pariwisata Tourest Travel Trade Fair yang terbesar di Estonia itu diikuti 343 peserta, 26 di antaranya perwakilan dari negara negara asing dihadiri sekitar 23 ribu lebih pengunjung.
Anjungan Indonesia yang menampilkan pusat pariwisata yang tersebar di seluruh kepuluan Nusantara, terutama Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Papua.
Pulau Bali masih menjadi tujuan wisata favorit rakyat Estonia, ujar Siti Azzah Murad, tercermin dengan banyaknya permintaan brosur dan pertanyaan mengenai wisata pulau Dewata tersebut.
Dalam rangkaian pameran pariwisata, KBRI Helsinki selain menampilkan pertunjukan kesenian juga ditampilkan pemutaran film multimedia tentang keanekaragaan budaya dan wisata Indonesia dan pertunjukkan seni bela diri pencak silat.
Panitia penyelenggara Tourest 2009 secara khusus menyampaikan penghargaan "special thanks" kepada KBRI yang menampilkan pertunjukkan seni budaya di panggung hiburan yang memikat pungunjung, demikian Siti Azzah Murad.***5***
(T.H-ZG/B/A027/A027) 18-02-2009 08:42:50
Langganan:
Postingan (Atom)