KOPI SINGATOBA DARI INDONESIA DILUNCURKAN DI CEKO
London, 3/9 (ANTARA) - Produk kopi Singatoba dari Tanah Batak, Sumatra, diluncurkan oleh Nespresso di Cafe Nespresso, Praha, Ceko, Kamis, dengan dihadiri sejumlah wartawan media cetak dan elektronik serta pecinta kopi.
Peluncuran kopi Indonesia itu dilakukan Josef Voltr, manajer Cafe Nespresso bersama wakil dari KBRI Praha, Azis Nurwahyudi, selaku Pelaksana Fungsi Pensosbudpar.
"Kopi adalah salah satu produk unggulan Indonesia yang mampu bersaing dengan produk dari negara lain," katanya Azis Nurwahyudi.
Dalam acara peluncuran itu, Peter Simecek, warga Ceko yang pernah berkunjung ke Indonesia, menceritakan pengalamannya berpetualang ke perkebunan kopi di Sumatra yang menjadi asal usul biji kopi tersebut.
Sementara Michaela Illikova, seorang ahli kopi, kepada wartawan menjelaskan asal usul Kopi Singatoba dari cara panen sampai proses pembuatannya yang tidak saja khas, tapi juga unik.
"Biji kopi itu hanya dipanen oleh para perempuan, lalu ditempatkan di keranjang anyaman, dicuci, dan akhirnya dijemur di bawah matahari. Selain itu, biji kopi ini juga diproses melalui fermentasi tanpa udara," katanya.
Nespresso sendiri memberikan nama unik untuk kopi tersebut yakni Singatoba karena terinspirasi hiasan ornamen yang ada pada rumah-rumah penduduk di daerah sekitar Danau Toba. Ornamen itu pula yang menjadi lambang kopi yang diproduksi Nestle.
Cita rasa Kopi Singatoba yang dijual sekitar Rp250.000,00 per pak itu menjadi semakin nikmat karena pada saat peluncuran di Cafe Nespresso juga disediakan aneka makanan khas Indonesia seperti nasi goreng, Siomay Bandung, gado-gado, dan tempe.
Sembari menikmati kopi yang beraroma kayumanis dan buah itu, para undangan dihibur dengan penampilan tarian Cendrawasih dan pameran aneka barang kerajinan khas Indonesia. ***5***(U-ZG)
(T.H-ZG/B/E011/E011) 03-09-2009 23:18:17
Blog ini berisi liputan dan berita serta artikel sekitar kejadian yang ada hubungannya diplomasi Indonesia di luar negeri khususnya wilayah Eropa yang saya kirim dan dimuat di LKBN Antara. Terima kasih untuk seluruh nara sumber diplomat yang memberikan kontribusi kepada saya sebagai koresponden LKBN Antara di Kerajaan Inggris dan juga mencakup wilayah Eropa
Kamis, 03 September 2009
Rabu, 02 September 2009
INDONESIA FAVORIT DI DUBNICA INTERNATIONAL FOLKLORE SLOVAKIA
INDONESIA FAVORIT DI DUBNICA INTERNATIONAL FOLKLORE SLOVAKIA
London, 2/9 (ANTARA) - Tim kesenian Indonesia menjadi favorit pada penyelenggaraan "The 16th Dubnica International Folklore Festival" (IFF) di Dubnica Nad Vahom sekitar 150 km dari Bratislava), Slovakia, yang berlangsung selama empat dari 28 hingga 31 Agustus.
Berbeda dengan grup kesenian dari negara lain, tim kesenian Universitas Negeri Jakarta (UNJ) itu mendapatkan tempat istimewa karena diberikan kesempatan tampil empat kali di tempat berbeda di kota Dubnica dan Ilava selama festival berlangsung, ujar Sekretaris Pertama KBRI Bratislava, Wanton Saragih Sid, kepada korespoden Antara London, Rabu.
Dikatakannya, saat tampil di acara utama festival di Dutaf, Dubnica, tim kesenian UNJ membawakan Tari Piring Cupak dari Sumatra Barat, dengan gerakan tangan yang lincah mempesona para penonton.
Pesona tari Piring Cupak selanjutnya diikuti tari Giring-Giring dari Kalimantan, yang ditampilkan dengan unik, di mana seorang penari dengan gaya tubuh yang meliuk-liuk menari di atas gong sementara empat penari lainnya muncul mengejutkan dari arah penonton.
Penampilan tari lainnya seperti tari Yosim Pancar dari Papua, tari Lenggang Nyai dari Betawi dan Ketuk Tilu dari Jawa Barat, menambah bobot pergelaran Indonesia pada festival itu.
Beberapa tari dengan karakter dan gerak yang dinamik dari beberapa daerah mampu menghangatkan festival tersebut. Pergelaran tari semakin memukau karena diiringi oleh irama musik 'live' yang dimainkan oleh para mahasiswa dan dosen dari UNJ.
Irama dari kreasi musik yang merupakan paduan dari beberapa alat musik perkusi dengan kecapi, suling Sunda, talempong, serunai Minang, sampek, dan kong ahyan, turut memancing tepukan-tepukan tangan para penonton sepanjang pergelaran berlangsung.
Selain piawai memainkan alat-alat musik, para mahasiswa UNJ juga menampilkan paduan tari dan komedi dalam 'Reog Dok-Dok' dengan menggunakan bahasa Slovakia untuk mengundang tawa dan interaksi dengan para penonton.
Selain Indonesia, beberapa Negara lainnya seperti Georgia, Spanyol, Hungaria, Ceko, dan negara tuan rumah turut meramaikan festival tersebut.
Tim kesenian UNJ sebelumnya berpartisipasi pada foklor festival di Pisek dan Praha, Ceko, demikian Wanton Saragih Sid. (U-ZG) ***5***
(T.H-ZG/B/H-KWR/H-KWR) 02-09-2009 23:21:53
London, 2/9 (ANTARA) - Tim kesenian Indonesia menjadi favorit pada penyelenggaraan "The 16th Dubnica International Folklore Festival" (IFF) di Dubnica Nad Vahom sekitar 150 km dari Bratislava), Slovakia, yang berlangsung selama empat dari 28 hingga 31 Agustus.
Berbeda dengan grup kesenian dari negara lain, tim kesenian Universitas Negeri Jakarta (UNJ) itu mendapatkan tempat istimewa karena diberikan kesempatan tampil empat kali di tempat berbeda di kota Dubnica dan Ilava selama festival berlangsung, ujar Sekretaris Pertama KBRI Bratislava, Wanton Saragih Sid, kepada korespoden Antara London, Rabu.
Dikatakannya, saat tampil di acara utama festival di Dutaf, Dubnica, tim kesenian UNJ membawakan Tari Piring Cupak dari Sumatra Barat, dengan gerakan tangan yang lincah mempesona para penonton.
Pesona tari Piring Cupak selanjutnya diikuti tari Giring-Giring dari Kalimantan, yang ditampilkan dengan unik, di mana seorang penari dengan gaya tubuh yang meliuk-liuk menari di atas gong sementara empat penari lainnya muncul mengejutkan dari arah penonton.
Penampilan tari lainnya seperti tari Yosim Pancar dari Papua, tari Lenggang Nyai dari Betawi dan Ketuk Tilu dari Jawa Barat, menambah bobot pergelaran Indonesia pada festival itu.
Beberapa tari dengan karakter dan gerak yang dinamik dari beberapa daerah mampu menghangatkan festival tersebut. Pergelaran tari semakin memukau karena diiringi oleh irama musik 'live' yang dimainkan oleh para mahasiswa dan dosen dari UNJ.
Irama dari kreasi musik yang merupakan paduan dari beberapa alat musik perkusi dengan kecapi, suling Sunda, talempong, serunai Minang, sampek, dan kong ahyan, turut memancing tepukan-tepukan tangan para penonton sepanjang pergelaran berlangsung.
Selain piawai memainkan alat-alat musik, para mahasiswa UNJ juga menampilkan paduan tari dan komedi dalam 'Reog Dok-Dok' dengan menggunakan bahasa Slovakia untuk mengundang tawa dan interaksi dengan para penonton.
Selain Indonesia, beberapa Negara lainnya seperti Georgia, Spanyol, Hungaria, Ceko, dan negara tuan rumah turut meramaikan festival tersebut.
Tim kesenian UNJ sebelumnya berpartisipasi pada foklor festival di Pisek dan Praha, Ceko, demikian Wanton Saragih Sid. (U-ZG) ***5***
(T.H-ZG/B/H-KWR/H-KWR) 02-09-2009 23:21:53
INDONESIA FAVORIT DI DUBNICA INTERNATIONAL FOLKLORE SLOVAKIA
London, 2/9 (ANTARA) - Tim kesenian Indonesia menjadi favorit pada penyelenggaraan "The 16th Dubnica International Folklore Festival" (IFF) di Dubnica Nad Vahom sekitar 150 km dari Bratislava), Slovakia, yang berlangsung selama empat dari 28 hingga 31 Agustus.
Berbeda dengan grup kesenian dari negara lain, tim kesenian Universitas Negeri Jakarta (UNJ) itu mendapatkan tempat istimewa karena diberikan kesempatan tampil empat kali di tempat berbeda di kota Dubnica dan Ilava selama festival berlangsung, ujar Sekretaris Pertama KBRI Bratislava, Wanton Saragih Sid, kepada korespoden Antara London, Rabu.
Dikatakannya, saat tampil di acara utama festival di Dutaf, Dubnica, tim kesenian UNJ membawakan Tari Piring Cupak dari Sumatra Barat, dengan gerakan tangan yang lincah mempesona para penonton.
Pesona tari Piring Cupak selanjutnya diikuti tari Giring-Giring dari Kalimantan, yang ditampilkan dengan unik, di mana seorang penari dengan gaya tubuh yang meliuk-liuk menari di atas gong sementara empat penari lainnya muncul mengejutkan dari arah penonton.
Penampilan tari lainnya seperti tari Yosim Pancar dari Papua, tari Lenggang Nyai dari Betawi dan Ketuk Tilu dari Jawa Barat, menambah bobot pergelaran Indonesia pada festival itu.
Beberapa tari dengan karakter dan gerak yang dinamik dari beberapa daerah mampu menghangatkan festival tersebut. Pergelaran tari semakin memukau karena diiringi oleh irama musik 'live' yang dimainkan oleh para mahasiswa dan dosen dari UNJ.
Irama dari kreasi musik yang merupakan paduan dari beberapa alat musik perkusi dengan kecapi, suling Sunda, talempong, serunai Minang, sampek, dan kong ahyan, turut memancing tepukan-tepukan tangan para penonton sepanjang pergelaran berlangsung.
Selain piawai memainkan alat-alat musik, para mahasiswa UNJ juga menampilkan paduan tari dan komedi dalam 'Reog Dok-Dok' dengan menggunakan bahasa Slovakia untuk mengundang tawa dan interaksi dengan para penonton.
Selain Indonesia, beberapa Negara lainnya seperti Georgia, Spanyol, Hungaria, Ceko, dan negara tuan rumah turut meramaikan festival tersebut.
Tim kesenian UNJ sebelumnya berpartisipasi pada foklor festival di Pisek dan Praha, Ceko, demikian Wanton Saragih Sid. (U-ZG) ***5***
(T.H-ZG/B/H-KWR/H-KWR) 02-09-2009 23:21:53
SAMAN DAPAT PUJIAN DI IRLANDIA
TARI SAMAN DAPAT PUJIAN DI IRLANDIA
London, 2/9 (ANTARA) - Tari Saman dari Aceh mendapatkan sambutan hangat dari penonton Festival Kebudayaan Dunia yang diselenggarakan di Dublin, Irlandia, pada akhir pekan lalu.
Festival yang digelar selama dua hari itu juga menampilkan berbagai kesenian dan budaya dari berbagai suku bangsa yang berada di Irlandia, ujar jurubicara KBRI London, Novan Ivanhoe Saleh, kepada koresponden Antara London, Rabu.
Dikatakannya, persiapan penampilan para penari amatir Indonesia itu dilakukan jauh-jauh hari. Mereka dilatih oleh Meutia Verayanti yang berasal dari Aceh dan menetap di London.
Meutia, siswa Indonesia di London khusus didatangkan KBRI London dalam rangka mendukung kegiatan masyarakat Indonesia yang berada di Dublin, ujar Novan Ivanhoe Saleh.
Menurut Nova, KBRI London yang wilayah kerjanya juga mencakup Irlandia, mendukung kegiatan yang dikenal dengan Dublin's Laya Festival, DLR Festival Budaya Dunia itu, guna mempromosikan dan memperkenalkan Indonesia kepada warga Irlandia.
Dikatakannya, sebanyak 10 penari menyemarakkan pesta rakyat di Republik Irlandia itu pada acara World Culture Festival.
Menurut panitia, tarian dari Indonesia termasuk tari yang rumit.
Tari Saman merupakan tarian yang berkisah tentang epik kebaikan melawan kejahatan. "Saman" yang paling populer di Aceh dan menjadi terkenal di luar negeri yang disebut dengan "Seribu tangan".
Tahun lalu, salah satu tarian yang dipertunjukkan warga Indonesia pada festival ini adalah tari Kecak asal Bali. Acara ini, juga dijadikan ajang pertemuan dalam memperingati HUT RI bagi warga Indonesia di Irlandia, ujarnya.
Menurut Abdul Mudjib, salah satu siswa Indonesia yang tampil dalam grup tari Saman tersebut, saat ini sekitar 200-an warga Indonesia menetap di Irlandia. Sebagian besar mereka bekerja di sektor perhotelan.
Grup kesenian Indonesia di World Cultures festival tampil dalam dua kali pertunjukan, yaitu di panggung utama Mela Stage, People Park, Dun Laoghaire, dan di Royal Marine Garden, Dun Laoghaire.
Selain itu masyarakat Indonesia yang tergabung dalam IndoIrish di Dublin juga ambil bagian dalam acara festival dunia itu, melalui peragaan busana yang menampilkan baju adat dari Indonesia oleh Sarah Efendi, Yulinda Fitriana (Utie), Vicki dan Putu di Mela Stage, People Park. (U-ZG) ***5***
(T.H-ZG/B/H-KWR/H-KWR) 02-09-2009 23:33:34
London, 2/9 (ANTARA) - Tari Saman dari Aceh mendapatkan sambutan hangat dari penonton Festival Kebudayaan Dunia yang diselenggarakan di Dublin, Irlandia, pada akhir pekan lalu.
Festival yang digelar selama dua hari itu juga menampilkan berbagai kesenian dan budaya dari berbagai suku bangsa yang berada di Irlandia, ujar jurubicara KBRI London, Novan Ivanhoe Saleh, kepada koresponden Antara London, Rabu.
Dikatakannya, persiapan penampilan para penari amatir Indonesia itu dilakukan jauh-jauh hari. Mereka dilatih oleh Meutia Verayanti yang berasal dari Aceh dan menetap di London.
Meutia, siswa Indonesia di London khusus didatangkan KBRI London dalam rangka mendukung kegiatan masyarakat Indonesia yang berada di Dublin, ujar Novan Ivanhoe Saleh.
Menurut Nova, KBRI London yang wilayah kerjanya juga mencakup Irlandia, mendukung kegiatan yang dikenal dengan Dublin's Laya Festival, DLR Festival Budaya Dunia itu, guna mempromosikan dan memperkenalkan Indonesia kepada warga Irlandia.
Dikatakannya, sebanyak 10 penari menyemarakkan pesta rakyat di Republik Irlandia itu pada acara World Culture Festival.
Menurut panitia, tarian dari Indonesia termasuk tari yang rumit.
Tari Saman merupakan tarian yang berkisah tentang epik kebaikan melawan kejahatan. "Saman" yang paling populer di Aceh dan menjadi terkenal di luar negeri yang disebut dengan "Seribu tangan".
Tahun lalu, salah satu tarian yang dipertunjukkan warga Indonesia pada festival ini adalah tari Kecak asal Bali. Acara ini, juga dijadikan ajang pertemuan dalam memperingati HUT RI bagi warga Indonesia di Irlandia, ujarnya.
Menurut Abdul Mudjib, salah satu siswa Indonesia yang tampil dalam grup tari Saman tersebut, saat ini sekitar 200-an warga Indonesia menetap di Irlandia. Sebagian besar mereka bekerja di sektor perhotelan.
Grup kesenian Indonesia di World Cultures festival tampil dalam dua kali pertunjukan, yaitu di panggung utama Mela Stage, People Park, Dun Laoghaire, dan di Royal Marine Garden, Dun Laoghaire.
Selain itu masyarakat Indonesia yang tergabung dalam IndoIrish di Dublin juga ambil bagian dalam acara festival dunia itu, melalui peragaan busana yang menampilkan baju adat dari Indonesia oleh Sarah Efendi, Yulinda Fitriana (Utie), Vicki dan Putu di Mela Stage, People Park. (U-ZG) ***5***
(T.H-ZG/B/H-KWR/H-KWR) 02-09-2009 23:33:34
MENTERI KEUANGAN HADIRI PERTEMUAN G-20
MENTERI KEUANGAN HADIRI PERTEMUAN MENTERI KEUANGAN G-20
London, 2/9 (ANTARA) - Menteri Keuangan RI, Dr. Sri Mulyani Indrawati menurut rencana akan menghadiri pertemuan tingkat menteri G-20 Finance Ministers' and Central Bank Governors' Meeting yang digelar di London, 3-5 September.
Sekretaris I Pensosbud KBRI London, Novan Ivanhoe Saleh, kepada koresponden Antara London, Rabu, mengatakan, kunjungan Menkeu didampingi antara lain Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Depkeu, Anggito Abimanyu.
Dikatakan, Menteri juga didampingi Staf Khusus Menkeu, Chatib Basri, Direktur Eksekutif Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM), Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Menurut Novan, dalam kaitan pertemuan tingkat menteri negara-negara G20 tersebut, KBRI London melakukan berbagai persiapan.
Diantaranya pertemuan dengan pihak "treasury" di Inggris dan termasuk diantaranya mengatur jadwal permintaan wawancara dari media di Inggris,
Menteri keuangan direncanakan juga akan melakukan wawancara dengan Dow Jones - UK, Asahi Shimbun - UK dan diskusi live di acara Newsnight televisi BBC yang juga akan menghadirkan beberapa Menteri Keuangan negara-negara G-20 dan tokoh penting lainnya di Inggris.
Saat ini, tengah dijajagi pula pertemuan bilateral Menkeu RI dengan beberapa Menkeu dari negara-negara G20 lainnya.
Menkeu RI
Sri Mulyani Indrawati lahir di Bandar Lampung, Lampung adalah Menteri Keuangan Kabinet Indonesia Bersatu, sebelumnya menjabat sebagai Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas pada Kabinet Indonesia Bersatu. Sri Mulyani sebelumnya dikenal sebagai seorang pengamat ekonomi di Indonesia.
Sri Mulyani yang meraih Ph.D of Economics di University of lllinois Urbana-Champaign, U.S.A. Hingga saat ini menjabat Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LPEM FEUI).
Pada 5 Desember 2005, ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengumumkan perombakan kabinet, Sri Mulyani dipindahkan menjadi Menteri Keuangan menggantikan Jusuf Anwar.
Sejak tahun 2008, ia menjabat Pelaksana Tugas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, setelah Menko Perekonomian Dr. Boediono dilantik sebagai Gubernur Bank Indonesia.
Sarjana Ekonomi di Universitas Indonesia, itu dinobatkan sebagai Menteri Keuangan terbaik Asia untuk tahun 2006 oleh Emerging Markets pada 18 September 2006 di sela Sidang Tahunan Bank Dunia dan IMF di Singapura.
Sri Mulyani yang meraih Master of Science of Policy Economics di University of lllinois Urbana Champaign, AS terpilih sebagai wanita paling berpengaruh ke-23 di dunia versi majalah Forbes tahun 2008 dan wanita paling berpengaruh ke-2 di Indonesia versi majalah Globe Asia bulan Oktober 2007.
(U-ZG)
(T.H-ZG/B/M012/C/M012) 02-09-2009 18:34:16
London, 2/9 (ANTARA) - Menteri Keuangan RI, Dr. Sri Mulyani Indrawati menurut rencana akan menghadiri pertemuan tingkat menteri G-20 Finance Ministers' and Central Bank Governors' Meeting yang digelar di London, 3-5 September.
Sekretaris I Pensosbud KBRI London, Novan Ivanhoe Saleh, kepada koresponden Antara London, Rabu, mengatakan, kunjungan Menkeu didampingi antara lain Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Depkeu, Anggito Abimanyu.
Dikatakan, Menteri juga didampingi Staf Khusus Menkeu, Chatib Basri, Direktur Eksekutif Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM), Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Menurut Novan, dalam kaitan pertemuan tingkat menteri negara-negara G20 tersebut, KBRI London melakukan berbagai persiapan.
Diantaranya pertemuan dengan pihak "treasury" di Inggris dan termasuk diantaranya mengatur jadwal permintaan wawancara dari media di Inggris,
Menteri keuangan direncanakan juga akan melakukan wawancara dengan Dow Jones - UK, Asahi Shimbun - UK dan diskusi live di acara Newsnight televisi BBC yang juga akan menghadirkan beberapa Menteri Keuangan negara-negara G-20 dan tokoh penting lainnya di Inggris.
Saat ini, tengah dijajagi pula pertemuan bilateral Menkeu RI dengan beberapa Menkeu dari negara-negara G20 lainnya.
Menkeu RI
Sri Mulyani Indrawati lahir di Bandar Lampung, Lampung adalah Menteri Keuangan Kabinet Indonesia Bersatu, sebelumnya menjabat sebagai Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas pada Kabinet Indonesia Bersatu. Sri Mulyani sebelumnya dikenal sebagai seorang pengamat ekonomi di Indonesia.
Sri Mulyani yang meraih Ph.D of Economics di University of lllinois Urbana-Champaign, U.S.A. Hingga saat ini menjabat Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LPEM FEUI).
Pada 5 Desember 2005, ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengumumkan perombakan kabinet, Sri Mulyani dipindahkan menjadi Menteri Keuangan menggantikan Jusuf Anwar.
Sejak tahun 2008, ia menjabat Pelaksana Tugas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, setelah Menko Perekonomian Dr. Boediono dilantik sebagai Gubernur Bank Indonesia.
Sarjana Ekonomi di Universitas Indonesia, itu dinobatkan sebagai Menteri Keuangan terbaik Asia untuk tahun 2006 oleh Emerging Markets pada 18 September 2006 di sela Sidang Tahunan Bank Dunia dan IMF di Singapura.
Sri Mulyani yang meraih Master of Science of Policy Economics di University of lllinois Urbana Champaign, AS terpilih sebagai wanita paling berpengaruh ke-23 di dunia versi majalah Forbes tahun 2008 dan wanita paling berpengaruh ke-2 di Indonesia versi majalah Globe Asia bulan Oktober 2007.
(U-ZG)
(T.H-ZG/B/M012/C/M012) 02-09-2009 18:34:16
TARI CENDRAWASIH TAMPIL DI CEKO
TARI CENDRAWASIH TAMPIL DI CEKO
London, 1/9 (ANTARA) - Tari Cendrawasih dan tari Merak yang ditampilkan penari Indonesia di Festival Folklore Internasional ke-10 mendapat sambutan penonton yang memenuhi lapangan di depan Balaikota di Kota Frenstat Pod Rodhestem, Ceko, pada akhir pekan lalu.
Selain menampilkan kesenian rakyat dari berbagai wilayah di Ceko, festival tersebut juga menghadirkan peserta dari Indonesia, Polandia, Slovakia dan Israel, ujar Sekretaris I Pensosbudpar KBRI Praha, Azis Nurwahyudi, kepada koresponden Antara London, Selasa.
Dikatakannya, Indonesia merupakan satu-satunya rombongan dari Asia. Penampilan tari Cendrawasih dan Merak mendapat sambutan dari penonton. Mereka dengan antusiasme berfoto bersama penari termasuk masyarakat Indonesia yang tinggal di seputar wilayah tersebut.
Para peserta folklore juga dijamu Walikota Frenstat dan Deputi Menteri Pertahanan serta beberapa pejabat Ceko dengan suguhan aneka makanan dan minuman khas dari kota tersebut.
Para peserta folklore sebelumnya mengikuti parade yang mengenakan busana tradisional mengelilingi Balaikota Freenstat.
Secara khusus delegasi Indonesia dijamu Walikota Frenstats, Stanislav Hrabovsky. Kala itu juga dibicarakan rencana pameran produk dan budaya Indonesia yang akan dilakukan di kota tersebut sepanjang musim panas tahun depan. (U-ZG) ***5***
(T.H-ZG/B/H-KWR/H-KWR) 01-09-2009 23:11:42
London, 1/9 (ANTARA) - Tari Cendrawasih dan tari Merak yang ditampilkan penari Indonesia di Festival Folklore Internasional ke-10 mendapat sambutan penonton yang memenuhi lapangan di depan Balaikota di Kota Frenstat Pod Rodhestem, Ceko, pada akhir pekan lalu.
Selain menampilkan kesenian rakyat dari berbagai wilayah di Ceko, festival tersebut juga menghadirkan peserta dari Indonesia, Polandia, Slovakia dan Israel, ujar Sekretaris I Pensosbudpar KBRI Praha, Azis Nurwahyudi, kepada koresponden Antara London, Selasa.
Dikatakannya, Indonesia merupakan satu-satunya rombongan dari Asia. Penampilan tari Cendrawasih dan Merak mendapat sambutan dari penonton. Mereka dengan antusiasme berfoto bersama penari termasuk masyarakat Indonesia yang tinggal di seputar wilayah tersebut.
Para peserta folklore juga dijamu Walikota Frenstat dan Deputi Menteri Pertahanan serta beberapa pejabat Ceko dengan suguhan aneka makanan dan minuman khas dari kota tersebut.
Para peserta folklore sebelumnya mengikuti parade yang mengenakan busana tradisional mengelilingi Balaikota Freenstat.
Secara khusus delegasi Indonesia dijamu Walikota Frenstats, Stanislav Hrabovsky. Kala itu juga dibicarakan rencana pameran produk dan budaya Indonesia yang akan dilakukan di kota tersebut sepanjang musim panas tahun depan. (U-ZG) ***5***
(T.H-ZG/B/H-KWR/H-KWR) 01-09-2009 23:11:42
Selasa, 01 September 2009
ANAK INDONESIA IKUT FESTIVAL UNICEF BREMEN
ANAK INDONESIA IKUT FESTIVAL BUDAYA UNICEF BREMEN
London, 1/9 (ANTARA) - Lagu 'Dondong opo Salak' yang dibawakan Anak-anak Indonesia di Bremen disambut meriah penonton yang menyaksikan kebudayaan anak Kinder-Kulturfest menyemarakkan Festival Budaya UNICEF di Neustadt, Kota Bremen, Jerman.
Walaupun cuaca mendung, namun anak anak di Kota Bremen tetap antusias berkumpul merayakan hari Kinder-Kulturfest di lapangan terbuka di wilayah Neustadt, Kota Bremen, demikian keterangan KJRI Hamburg yang diterima koresponden ANTARA London, Selasa.
UNICEF cabang Bremen bekerja sama dengan Gereja Arche Neustadt menjadi inisiator acara festival budaya yang dilaksanakan di daerah permukiman imigran itu guna meningkatkan pengetahuan tentang permasalahan anak-anak dan integrasi imigran.
Dalam acara pembukaan, anak anak Indonesia menampilkan tarian dari Sumatra yang dipersembahkan oleh grup anak-anak dari kota Braunschweig.
Selain itu juga ditampilkan tari Pemburu Kijang, tari Merak dibawakan grup penari Margi Budoyo KJRI Hamburg dan lagu 'Dondong opo Salak' yang disambut tepuk tangan yang meriah penonton.
Selain itu anak dari beberapa negara yang mengikuti acara festival grup anak-anak dari sekolah Jerman di Bremen, Angola, Peru, Thailand dan Turki. Kinder-Kulturfest ini juga hadir sekitar 300 orang, yaitu anak-anak beserta orang tuanya, baik warga negara Jerman maupun keluarga imigran.
Para penonton terkesan oleh penampilan Indonesia, karena satu-satunya yang tampil dengan pakaian tradisional yang lengkap.
Di stand makanan internasional, pengunjung tertarik mencicipi berbagai jenis makanan dari Asia, Afrika, Amerika dan Eropa termasuk makanan Indonesia seperti mie goreng, bakwan dan pisang goreng yang laris dibeli pengunjung.
Kepala Wilayah (Ortsamtleiter) Bremen-Neustadt, Klaus-Peter Fischer menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas kehadiran Konsul Jenderal RI Teuku Darmawan dan ikut mendukung acara Kinder-Kulturfest dengan menampilkan tari-tarian dan lagu daerah Indonesia.
Sementara itu Konjen RI di Hamburg menyampaikan dukungan penuh KJRI Hamburg terhadap acara yang menyambut proses integrasi bagi anak-anak imigran dengan anak-anak setempat agar dapat hidup berdampingan secara damai dan toleran.
KJRI Hamburg ikut serta dalam acara tersebut karena Indonesia adalah negara terbuka yang memiliki lebih dari 300 suku bangsa dengan agama serta budaya yang berbeda-beda, namun hidup damai berdasarkan atas prinsip 'Bhineka Tunggal Ika'.
Acara Kinder-Kulturtag yang pertama kali diadakan di Kota Bremen berlangsung dengan sukses yang diakhiri dengan menyanyi bersama seluruh peserta.
Pengunjung dewasa menyatakan sangat tertarik atas penampilan seni budaya dari berbagai negara demikian pula anak-anak sangat gembira sehingga suasana acara menjadi meriah. ***5***
(U-ZG)
(T.H-ZG/B/R007/R007) 01-09-2009 06:59:24
London, 1/9 (ANTARA) - Lagu 'Dondong opo Salak' yang dibawakan Anak-anak Indonesia di Bremen disambut meriah penonton yang menyaksikan kebudayaan anak Kinder-Kulturfest menyemarakkan Festival Budaya UNICEF di Neustadt, Kota Bremen, Jerman.
Walaupun cuaca mendung, namun anak anak di Kota Bremen tetap antusias berkumpul merayakan hari Kinder-Kulturfest di lapangan terbuka di wilayah Neustadt, Kota Bremen, demikian keterangan KJRI Hamburg yang diterima koresponden ANTARA London, Selasa.
UNICEF cabang Bremen bekerja sama dengan Gereja Arche Neustadt menjadi inisiator acara festival budaya yang dilaksanakan di daerah permukiman imigran itu guna meningkatkan pengetahuan tentang permasalahan anak-anak dan integrasi imigran.
Dalam acara pembukaan, anak anak Indonesia menampilkan tarian dari Sumatra yang dipersembahkan oleh grup anak-anak dari kota Braunschweig.
Selain itu juga ditampilkan tari Pemburu Kijang, tari Merak dibawakan grup penari Margi Budoyo KJRI Hamburg dan lagu 'Dondong opo Salak' yang disambut tepuk tangan yang meriah penonton.
Selain itu anak dari beberapa negara yang mengikuti acara festival grup anak-anak dari sekolah Jerman di Bremen, Angola, Peru, Thailand dan Turki. Kinder-Kulturfest ini juga hadir sekitar 300 orang, yaitu anak-anak beserta orang tuanya, baik warga negara Jerman maupun keluarga imigran.
Para penonton terkesan oleh penampilan Indonesia, karena satu-satunya yang tampil dengan pakaian tradisional yang lengkap.
Di stand makanan internasional, pengunjung tertarik mencicipi berbagai jenis makanan dari Asia, Afrika, Amerika dan Eropa termasuk makanan Indonesia seperti mie goreng, bakwan dan pisang goreng yang laris dibeli pengunjung.
Kepala Wilayah (Ortsamtleiter) Bremen-Neustadt, Klaus-Peter Fischer menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas kehadiran Konsul Jenderal RI Teuku Darmawan dan ikut mendukung acara Kinder-Kulturfest dengan menampilkan tari-tarian dan lagu daerah Indonesia.
Sementara itu Konjen RI di Hamburg menyampaikan dukungan penuh KJRI Hamburg terhadap acara yang menyambut proses integrasi bagi anak-anak imigran dengan anak-anak setempat agar dapat hidup berdampingan secara damai dan toleran.
KJRI Hamburg ikut serta dalam acara tersebut karena Indonesia adalah negara terbuka yang memiliki lebih dari 300 suku bangsa dengan agama serta budaya yang berbeda-beda, namun hidup damai berdasarkan atas prinsip 'Bhineka Tunggal Ika'.
Acara Kinder-Kulturtag yang pertama kali diadakan di Kota Bremen berlangsung dengan sukses yang diakhiri dengan menyanyi bersama seluruh peserta.
Pengunjung dewasa menyatakan sangat tertarik atas penampilan seni budaya dari berbagai negara demikian pula anak-anak sangat gembira sehingga suasana acara menjadi meriah. ***5***
(U-ZG)
(T.H-ZG/B/R007/R007) 01-09-2009 06:59:24
Langganan:
Postingan (Atom)