Rabu, 05 Mei 2010

DR SRI WORO TERPILIH JADI PRESIDEN WMO

DR SRI WORO TERPILIH JADI PRESIDEN WMO

London, 5/5 (ANTARA) - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dr. Sri Woro Budiati Harijono, terpilih menjadi Presiden World Meteorological Organization (WMO) wilayah Asia dan Pasifik Barat Daya periode 2010-2014.

"Pemilihan diadakan di sela-sela pertemuan 15th Session of WMO Regional Association V (RA-V) di Bali dari tanggal 30 April hingga 6 Mei," kata Sekretaris Pertama PTRI Jenewa, Muhsin Syihab, yang menghadiri pertemuan itu kepada ANTARA London, Rabu.

Sesaat setelah pemilihan Presiden RA-V, Dr. Sri Woro mengatakan kepercayaan masyarakat internasional itu merupakan salah satu bukti pengakuan terhadap keberhasilan Indonesia dalam kiprahnya di WMO melalui partisipasi aktif, khususnya dalam keanggotaannya pada Executive Council (EC) WMO periode 2007-2011.

"BMKG selama ini sangat aktif menjalin kerja sama internasional, bahkan saat ini sedang dijajaki proses pembentukan Pusat Pelatihan Regional bidang Hidrology (Regional Hydrological Training Center) di Bandung," katanya.

Secara terpisah, Wakil Tetap RI untuk PBB, World Trade Organization (WTO), dan Organisasi-organisasi Internasional lainnya di Jenewa, Duta Besar Dian Triansyah Djani, menjelaskan prestasi ini menjadi bukti keberhasilan diplomasi Indonesia di forum multilateral.

"Hal ini juga terkait dengan adanya koordinasi yang sangat baik antara BMKG, Kementerian Luar Negeri, dan PTRI Jenewa yang senantiasa menjaga hubungan baik dengan anggota WMO dan Sekretariat WMO yang berkedudukan di Jenewa," katanya.

Kepercayaan itu melengkapi keberhasilan Indonesia sebelumnya, karena Prof. Dr. Emil Salim terpilih menjadi anggota High Level Task Force of Global Framework for Climate Services (HLTF-GFCS) pada pertemuan Intergovernmental Meeting of WMO (IGM-WMO) di Jenewa, Januari lalu, ujar Dubes Djani.

Sebagai Presiden RA-V, Kepala BMKG secara ex-offico, Dr. Sri Woro Budiati Harijono, juga akan melanjutkan keanggotaannya pada EC WMO periode 2011-2015.

"Posisi itu sangat strategis, karena dalam badan dunia itulah seluruh rekomendasi Kongres WMO akan dijabarkan dalam bentuk kebijakan-kebijakan yang secara operasional akan diimplementasikan oleh Sekjen WMO," kata Duta Besar Dian Triansyah Djani.

Selain itu, Indonesia juga akan mengoordinasikan berbagai bentuk kegiatan yang terkait dengan isu meteorologi, klimatologi, dan hidrologi di kawasan V (Asia dan Pasifik Barat Daya).

Keanggotaan WMO terbagi dalam enam kawasan, sedangkan kawasan V yang dipimpin Indonesia mencakup 22 negara, yaitu Australia, Brunei Darussalam, Kepulauan Cook, Fiji, French Polynesia, Indonesia, Kiribati, Malaysia, Micronesia, Kaledonia Baru, Selandia Baru, Niue, Papua New Guinea, Filipina, Samoa, Singapura, Kepulauan Solomon, Timor-Leste, Tonga, Inggris, Amerika Serikat, dan Vanuatu. (U-ZG)
(T.H-ZG/B/E011/E011) 05-05-2010 11:30:26

PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA DIHARAPKAN TINGKATKAN INVESTASI SPANYOL

PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA DIHARAPKAN TINGKATKAN INVESTASI SPANYOL


Barcelona, 5/5 (ANTARA) - Dubes RI untuk Kerajaan Spanyol, Adiyatwidi Adiwoso Asmady, mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang menjanjikan diharapkan dapat meningkatkan investasi Spanyol ke Indonesia.

Pemerintah optimis pertumbuhan ekonomi meningkat 6-6,2 persen tahun ini dan diharapkan akan mencapai 6,9 persen di tahun 2011, kata Dubes pada acara promosi budaya dan produk Indonesia yang digelar KBRI Madid bersama PT Jarum Kudus dan PT Garuda Indonesia di Hotel Art, Barcelona, Selasa malam.

Diakuinya meskipun krisis melanda dunia, pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga dan bahkan meningkat sampai 5,7 persen. Pertumbuhan untuk 2012 diharapkan terus meningkat.

Kondisi tersebut merupakan saat yang tepat bagi Spanyol untuk berinvestasi karena dalam lima tahun mendatang pemerintah Indonesia fokus pada pengembangan berbagai infrastruktur transportasi, energi, pertambangan, dan pariwisata.

Kebijaksanaan investasi yang kondusif akan memberikan peluang yang sangat luas bagi investor asing, khususnya investor dari Spanyol, ujar Dubes yang yakin pengusaha Spanyol merupakan investor yang potensial.

Apalagi, Indonezsia sejak setahun lalu membuka kantor Pusat Promosi Perdagangan Indonesia di Barcelona yang dipimpinan Abu Umar yang menjadi pelaksanaan teknis perwakilan Indonesia di luar negeri yang menyediakan layanan untuk menfasilitasi peningkatan perdagangan dua arah.

Dubes Adiyatwidi Adiwoso Asmady mengatakan krisis yang melanda Yunani, Portugal, dan merambah ke Spanyol mengakibatkan Indonesia perlu mencari terobosan baru, terutama dalam menghadapi Spanyol yang mengalami kesulitan akibat dampak dari krisis yang melanda beberapa negara di Eropa.

"Bagaimana kita meliat peluang dalam keadaan seperti itu agar investor Spanyol bisa masuk ke Indonesia. Banyak sekali yang dapat digali, khurusnya dalam bidang pariwisata yang perlu dipelajari Indonesia," ujarnya.


Promosi Budaya
Sementara itu PT Jarum Kudus mempromosikan budaya dan produk Indonesia berupa kretek. Promosi ini akan digelar di empat kota di Spanyol, yaitu di Barcelona, Seville, Vigo, dan Coruna. Dalam setiap acara, undangan akan mendapat "lucky draw" berupa tiket pesawat dari penerbangan Garuda yang akan membuka jalur penerbangan ke Eropa mulai Juni mendatang.

Di setiap kota akan diundi hadiah berupa undangan untuk datang ke bazaar amal di KBRI Madrid diadakan 20 Juni mendatang dan dari keempat pemenang kembali diundi mendapatkan hadiah tiket penerbangan Garuda dari Amsterdam ke Indonesia PP.

Promosi budaya yang berupa tari-tarian dibawakan Endang Kadek, penari Bali yang berdomisili di Madrid. Dia membawakan tari Panyembrama, tari selamat datang, dan dilanjutkan dengan tari Cendrawasih dari Bali berhasil memukau sekitar 100 undangan.

Selain itu, kegiatan promosi ini juga memperkenalkan produk kretek dari Indonesia yang diproduksi PT Jarum Kudus yang telah masuk ke pasar Spanyol sejak lama, namun agak terhambat sejak adanya resesi.

(U-ZG/
(T.H-ZG/B/A027/A027) 05-05-2010 11:28:48

Selasa, 04 Mei 2010

RI MENEGOSIASIKAN PERLINDUNGAN PENGETAHUAN TRADISIONAL DI WIPO

RI MENEGOSIASIKAN PERLINDUNGAN PENGETAHUAN TRADISIONAL DI WIPO

London, 4/5 (ANTARA) - Indonesia siap melakukan negosiasi berbasis teks guna memberi perlindungan bagi sumber daya genetika, pengetahuan tradisional, dan budaya tradisional/folklor (genetic resources traditional knowledge, and folklore/GRTKF) di WIPO.

Kesiapan itu disampaikan Wakil Tetap RI untuk PBB, WTO, dan Organisasi Internasional Lainnya di Jenewa, Dubes Dian Triansyah Djani pada pembukaan pertemuan Komite Antar-Pemerintahan mengenai GRTKF di markas World Intellectual Property Organization (WIPO) di Jenewa.

Minister Counsellor PTRI Jenewa, Jose Tavares kepada koresponden ANTARA, Selasa, mengatakan WIPO adalah badan internasional di Jenewa, Swiss, yang memiliki mandat meningkatkan inovasi serta perlindungan atas hak kekayaan intelektual.

Delegasi RI pada pertemuan IGC-GRTKF sesi ke-16 ini terdiri atas Wakil Tetap RI untuk PBB, WTO, dan Organisasi Internasional Lainnya di Jenewa; Direktur Perjanjian Ekonomi, Sosial, dan Budaya; Kementerian Luar Negeri; pejabat dari Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Kemkumham, Kemlu, dan PTRI Jenewa.

Dubes menegaskan Indonesia memberikan perhatian yang tinggi bagi perlindungan GRTKF, terlebih dengan semakin meningkatnya misapropriasi dan penyalahgunaan GRTKF akibat ketiadaan perlindungan melalui rezim hukum internasional.

Dikatakannya, Indonesia menyadari besarnya nilai ekonomi dan kultural dari GRTKF sehingga kekayaan tersebut harus dimanfaatkan bagi pembangunan sosio-ekonomi negara-negara yang memilikinya.

Menurut Dubes, sejumlah studi mengindikasikan bahwa nilai perdagangan global dari GRTKF setiap tahunnya mencapai ratusan miliar dolar AS.

Terkait proses perundingan di WIPO, Dubes Djani menyatakan Komite Antar-Pemerintahan mengenai GRTKF sudah memiliki mandat dan kerangka waktu yang jelas bagi pencapaian rezim hukum internasional.

Oleh karena itu, kata dia, sudah menjadi tugas dan tanggungjawab IGC untuk mempercepat pelaksanaan tugasnya guna mencapai tujuan dari mandat tersebut.

Di hadapan negara-negara anggota WIPO dan masyarakat madani internasional yang hadir, Dubes menyatakan masa depan WIPO bergantung kepada bagaimana organisasi ini menciptakan keseimbangan.

Artinya, WIPO harus seimbang dalam mengakomodasi kepentingan negara-negara berkembang (terhadap perlindungan GRTKF), tidak hanya kecenderungan selama ini yang lebih berpihak kepada kepentingan negara maju, seperti di bidang paten, hak cipta, dan rezim HKI lainnya, ujarnya.

Komite Antar-Pemerintahan mengenai Sumber Daya Genetika, Pengetahuan Tradisional, dan Foklor (Intergovernmental Committee on Genetic Resources, Traditional Knowledge, and Folklore /IGC-GRTKF) didirikan pada tahun 2000 oleh Majelis Umum WIPO dan mulai melakukan pertemuan sejak 2001.

Pada tahun 2009, IGC mendapatkan mandat melakukan negosiasi berbasis teks untuk mencapai rezim hukum internasional. Pertemuan IGC kali ini adalah sesi ke-16 dan berlangsung hingga 7 Mei mendatang. (U-ZG/B/D007)

(T.H-ZG/B/D007/D007) 04-05-2010 02:54:05

DUBES HARAPKAN PERMIRA AKTIF LAKUKAN KAJIAN ILMIAH

DUBES HARAPKAN PERMIRA AKTIF LAKUKAN KAJIAN ILMIAH

London, 4/5 (ANTARA) - Duta Besar Republik Indonesia di Moskow, Hamid Awaludin, mengharapkan mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam Persatuan Mahasiswa Indonesia di Rusia (PERMIRA) aktif melakukan kajian ilmiah.

Hal itu disampaikan Dubes saat menyambut kongres yang digelar mahasiswa Indonesia di negeri beruang putih, demikian Counsellor, KBRI Moskow M. Aji Surya kepada koresponden ANTARA London, Selasa.
Lebih lanjut Dubes mengatakan sudah waktunya mahasiswa di Rusia mampu mendongakkan kepala dengan ilmu pengetahuan yang dimilikinya. "Dengan demikian, pasar bursa kerja di Indonesia akan memperhitungkan kalian semua," ujarnya.

Khoirul Rosyadi yang terpilih sebagai ketua untuk periode 2010-2011 mengatakan PERMIRA di Moskow menghasilkan beberapa butir kesepakatan, salah satunya program yang disebut "huru-hara ilmiah".

Program hura-hura ilmiah diisi dengan diskusi, menulis di media massa, dan membuat buku yang akan mengangkat jati diri alumnus, di samping meningkatkan percaya diri mahasiswa Indonesia di Moskow, ujar Khoirul Rosyadi.

Dikatakannya, mahasiswa Indonesia di Rusia yang direkrut secara lebih profesional melalui "joint selection" harus dapat bersaing dengan rekan mereka di Amerika, Eropa Barat, maupun Australia.

Rasa minderwarder complex sudah harus ditinggalkan bersamaan dengan hilangnya sekat-sekat ideologis dan politis dalam hubungan Indonesia dan Rusia, ujarnya.

Selain itu, ilmu pengetahuan yang dipelajari di Rusia diyakini tidak kalah dengan negara lain.

Khusus mengenai ilmu-ilmu dasar dan terapan, seperti nano teknologi, nuklir, dan tambang, Rusia adalah sumber yang sangat diperhitungkan dalam kancah global.

Bahkan, untuk ilmu persenjataan, negeri beruang putih masih tetap berada di garda depan.

Karena itulah, pengurus PERMIRA yang baru berniat untuk melakukan kajian ilmiah yang akan disebarluaskan kepada publik Indonesia serta menjadikannya hal yang penting dalam kurun waktu setahun ke depan.

Semua masalah yang ada di Indonesia akan ditelaah melalui konsep yang dipelajari di Rusia sebagai suatu alternatif bagi pembangunan nasional. Bahkan, dalam setahun setidaknya akan dihasilkan satu buku yang bisa dijadikan rujukan bangsa Indonesia.

PERMIRA melakukan kongres selama dua hari dengan agenda pertanggungjawaban pengurus, perubahan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART), pemilihan pengurus, dan mendiskusikan visi dan program.
Kongres yang berlangsung sangat dinamis dengan diskusi yang mendalam terpilih sebagai ketua baru adalah mahasiswa strata 3 (S-3) Jurusan Sosiologi Universitas Persahabatan Bangsa-Bangsa Moskow, Khoirul Rosyadi terpilih sebagai ketua untuk periode 2010-2011. (U-ZG/B/D007)
(T.H-ZG/B/D007/D007) 04-05-2010 02:28:50

PELAJAR SPANYOL BELAJAR GAMELAN JAWA

PELAJAR SPANYOL BELAJAR GAMELAN JAWA

London, 5/5 (ANTARA) - Para pelajar Sekolah Menengah Instituto Enseanza Segundaria (IES) Madrid dan Sekolah Dasar The British Council School (BCS) Madrid berlajar Gamelan Jawa selama empat hari di KBRI Madrid.

Para pelajar mengadakan kunjungan ke KBRI Madrid dalam rangka program pengenalan budaya dan musik Indonesia, ujar Pejabat Pensosbud KBRI Madrid, Krisnawati Desi, kepada koresponden ANTARA London, Rabu.
Para pelajar mulai dari tingkat empat sekolah menengah IES yang setara dengan pelajar kelas I SMU dengan antusias mengikuti acara pengenalan budaya Indonesia yang menjadi salah satu kurikulum di sekolah sekolah.

Para siswa dengan dipandu staf KBRI memainkan instrumen kendang, bonang barung, bonang penerus, slenthem, demung, saron, peking, kenong, kempul, dan gong itu berhasil memainkan tembang Gangsaran dan Sluku-Sluku Bathok dengan sangat baik.

Krisnawati Desi mengatakan, secara bergantian sebanyak 135 pelajar kelas 6 BCS mengikuti acara pengenalan budaya di KBRI Madrid dan belajar gamelan yang menjadi bagian kurikulum pelajaran musik mereka di sekolah.

Para pelajar yang rata-rata berusia 11-12 tahun ini sangat aktif bertanya, baik tentang gamelan maupun tentang Indonesia. Dalam kesempatan itu mereka juga berhasil memainkan tembang Sluku-Sluku Bathok dengan sangat baik.


Antusiasme para pelajar terhadap instrumen gamelan terlihat besar dari kesungguhan mereka memainkannya, ujar Krisnawati Desi.


Sementara itu Duta Besar RI di Madrid, Adiyatwidi Adiwoso Asmady turut menyaksikan antusiasme para pelajar memainkan gamelan.


Kepada guru musik IES, Ms. Nazaret Gomez Roca, Dubes Adiyatwidi menyampaikan penghargaannya atas ketertarikan sekolah Spanyol terhadap budaya Indonesia khususnya gamelan.


Diharapkan dimasa datang akan makin banyak pelajar Spanyol yang tertarik mengenal budaya dan musik tradisional Indonesia. Ms. Roca juga menyampaikan apresiasinya terhadap sambutan KBRI yang sangat baik dan terorganisir dalam menerima kunjungan mereka.


Apresiasi yang sama juga disampaikan guru musik BCS, Eric Peters yang menyampaikan bahwa musik gamelan diakui sebagai instrumen yang memberi warna dalam musik dunia. Untuk itu sangat penting bagi anak-anak untuk mempelajarinya, serta untuk mengetahui filosofi gamelan yang melambangkan harmoni dan kebersamaan.


Menurut Krisnawati Desi, pengenalan budaya melalui anak-anak terbukti sangat efektif, karena mereka memiliki memori yang kuat dan rasa apresiasi yang lebih besar terhadap hal-hal baru.


Diharapkan dengan kegiatan ini keingintahuan mereka terhadap Indonesia dengan segenap aspek budayanya dapat semakin meningkat dan banyak masyarakat Spanyol yang menjadi friends of Indonesia, demikian Krisnawati Desi. (U-ZG)

(T.H-ZG/C/F002/F002) 05-05-2010 08:34:55

GAMELAN WARNAI PERINGATAN ORDO SALIB SUCI VATIKAN

GAMELAN WARNAI PERINGATAN ORDO SALIB SUCI VATIKAN

London, 4/5 (ANTARA) - Kelompok musik tradisional Indonesia, Gamelan Wisnuwara, asuhan KBRI Vatikan tampil di hadapan komunitas internasional dalam acara jamuan resepsi Jubilee 800 tahun berdirinya Ordo Salib Suci (Santa Croce) di Markas besar mereka di Via del Velabro 19 Roma.

Musik gamelan dimainkan anggota Dharma Wanita KBRI Vatikan pimpinan Widodo Kusnantyo, ujar Sekretaris III/Fungsi Pensosbud, Bonifacius Riwi Wijayanto kepada koresponden ANTARA London, Selasa.

Di tengah rintik hujan mengiringi acara resepsi Jubilee 800 tahun Ordo Salib Suci, penonton tetap tidak beranjak dan menikmati iringan gamelan hingga acara berakhir yang digelar dengan konsep "outdoor" tersebut.

Di hadapan undangan yang terdiri atas kalangan rohaniwan, diplomatik, dan tokoh masyarakat Italia itu, anggota Dharma Wanita menampilkan beragam komposisi, di antaranya gending Pambuko, Gugur Gunung, dan Bunga Melati.

Selain itu, mereka juga memainkan Singiran 1, Lagu Kidung Ulun, Singiran 2, Serayu, Gembira, dan Praon dan mengiringi para rohaniwan menyanyikan lagu Magnificat.
Menurut Bonifacius Riwi Wijayanto, penonton menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi dengan penampilan Gamelan Wisnuwara.

Antusiasme juga ditunjukkan dengan adanya keinginan beberapa tamu yang hadir untuk mengundang gamelan dalam acara yang akan mereka selenggarakan di Italia.

Dubes RI untuk Takhta Suci Vatikan, Suprapto Martosetomo, yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan apresiasinya atas jerih payah ibu-ibu Dharma Wanita dalam membantu melestarikan gamelan di Italia.

Apresiasi masyarakat merupakan bukti penghargaan terhadap keseriusan upaya pelestarian tradisional, khususnya gamelan, yang dilakukan secara bersama-sama, baik KBRI Vatikan, masyarakat Indonesia di Italia, maupun masyarakat setempat, ujarnya.

Dubes mengatakan KBRI Vatikan segera merespons keinginan dari masyarakat Italia yang ingin mengundang musisi gamelan untuk tampil dalam acara yang mereka selenggarakan.

Kesempatan tersebut akan berdampak positif bagi promosi kebudayaan Indonesia di wilayah Italia, demikian Dubes. (U-ZG/B/D007)
(T.H-ZG/B/D007/D007) 04-05-2010 03:10:33

Senin, 03 Mei 2010

"SANG PEMIMPI" SABET "AUDIENCE AWARD" DI ITALIA

"SANG PEMIMPI" SABET "AUDIENCE AWARD" DI ITALIA

London, 3/5 (ANTARA) - Film "Sang Pemimpi" sekuel "Laskar Pelangi" karya Sutradara Riri Riza merebut juara ketiga "Audience Awards" pada Udine Far East Film Festival, Italia.

"Audience Awards" didasarkan pada jumlah perolehan suara penonton (voting) seusai penayangan film, ujar Counsellor Pensosbud KBRI Roma, Musurifun Lajawa kepada koresponden ANTARA London, Senin.

Musurifun Lajawa mengatakan, gemuruh tepuk tangan dari sedikitnya 1.000 penonton yang memenuhi gedung Teatro Nuova berlantai tiga menjadi pemandangan mengharukan pada hari terakhir festival film di Udine.

Dikatakannya, jepretan kamera para wartawan serta kerumunan penggemar yang meminta tandatangan Riri Riza yang duduk di barisan tengah gedung pertunjukan juga mewarnai penayangan film tersebut.

Sementara itu, Mira Lesmana, sang produser yang mendampingi Riri, mengaku terharu dengan sambutan hangat penonton film "Sang Pemimpi" di Udine.

Udine Far East Film Festival merupakan ajang tahunan film Asia bergengsi di Italia dan tahun ini diikuti sebanyak 72 film pilihan dari Asia, yaitu China, Jepang, Korea, Hong Kong, Indonesia, Philipina, Taiwan, dan Vietnam.

Dua film Indonesia lainnya yang ikut menyedot perhatian penonton pada festival Udine adalah "Srigala Terakhir" karya Upi dan "Identitas" karya Aria Kesumadewa.

Ketika ditanya mengenai perkembangan film Indonesia, Riri mengatakan, sejumlah film Indonesia sudah dapat menyamai film-film Asia lain, termasuk Jepang dan China seperti terbukti dengan unggulnya film-film Indonesia di berbagai festival film Asia dan bahkan festival film internasional.

Film "Sang Pemimpi" tahun ini mengulangi keberhasilan "Laskar Pelangi" yang bertengger pada posisi ketiga Udine Far East Film tahun 2009.

"Sang Pemimpi" juga berhasil memperoleh penghargaan Network for the Promotion of Asia Cinema (NETPAC) Critic Award pada Singapore International Film Festival, ujar Riri.

Menurut Konsultan Far East Film Festival, Paolo Bertolini, film-film yang paling banyak diminati penggemar film di Italia dan juga umumnya di negara lain di Eropa adalah film percintaan (romantik) dan horor.

Namun film "Laskar Pelangi" dan "Sang Pemimpi" serta film drama Indonesia yang berkisah tentang semangat tinggi anak-anak sekolah di daerah terbelakang dalam mengejar mimpi untuk kemajuan juga sangat menarik perhatian penonton.

Riri dan Mira merencanakan akan terus membuat film-film serius dengan memotret budaya dan realitas dalam masyarakat Indonesia yang makin terbuka dalam menghadapi tantangan dunia modern.

Untuk itu, keduannya akan mulai menggarap seri ketiga dari "Laskar Pelangi" berjudul "Edensor" pada paruh kedua tahun 2012.
Menurut rencana, kedua sineas papan atas Indonesia tersebut juga akan menggarap film berjudul "Bumi Manusia" yang dingkat dari Novel terkenal Pramoedya Ananta Tur.

"Bumi Manusia" telah diterbitkan dalam bahasa Italia dengan judul "Questa Terra Delli Uomini" sekitar 10 tahun lalu.

Riri mengharapkan jika filmya selesai dan tampil di Udine Film Festival, maka akan diadakan seminar dan peluncuran kembali novel dalam bahasa Italia.
"Sang Pemimpi" akan mengikuti Stichting Cinema Asia di Amsterdam pada 24-30 Mei 2010 dan mendapat kehormatan untuk ditayangkan sebagai film penutup pada festival film itu.

Kehadiran pada festival film membawa banyak manfaat untuk berbagi pengalaman dalam dunia perfilman sambil memperluas hubungan persahabatan dan kerja sama dengan sesama sineas.

Untuk itu, Riri mengajak sineas Indonesia untuk memanfaatkan peluang berpartisipasi pada berbagai festival film internasional. (U-ZG)
(T.H-ZG/B/R014/R014) 03-05-2010 11:51:54