BANDUNG JADI TAMU KHUSUS FESTIVAL BRAUNSCHWEIG INTERNASIONAL
London, 9/6 (ANTARA) - Bandung menjadi tamu khusus pada Festival Braunschweig Internasional yang digelar di lapangan Kohlmarkt, Kota Braunschweig, mitra "sister city" Kota Bandung sejak 1960.
Festival kebudayaan internasional yang bertujuan meningkatkan persahabatan antara kaum imigran mancanegara dengan masyarakat setempat itu diikuti sanggar seni dari 30 negara antara lain Indonesia, Vietnam, Meksiko, Turki, Palestina, dan Kuba, demikian keterangan pers KJRI Hamburg yang diterima koresponden ANTARA London, Rabu.
Acara yang digelar di sekitar pusat kota itu merupakan festival rakyat tahunan yang diisi dengan berbagai gerai penjualan makanan, minuman, permainan, kerajinan tangan dan pertunjukan seni budaya. Acara itu dihadiri Wali Kota Braunschweig dan Act Konjen RI Hamburg Yayat Sugiatna, serta ribuan pengunjung yang datang dari Kota Braunschweig dan sekitarnya.
Penampilan kesenian Indonesia membuka acara setelah sambutan Wali Kota Braunschweig. Penampilan tari Jaipong dari grup Margi Budoyo binaan KJRI Hamburg mendapat sambutan meriah para pengunjung yang memadati halaman di pusat Kota Braunschweig.
Selain tari Jaipong, Indonesia juga menampilkan musik angklung serta tari bali yang dibawakan masyarakat Indonesia yang berdomisili di Kota Braunschweig dan sekitarnya. Hanya Indonesia yang diperbolehkan menampilkan pertunjukan seni lebih dari satu kali.
Busana daerah Bandung yang dikenakan penari dan alunan khas musik tradisional Jawa Barat serta gerakan yang mempesona menjadikan tari Jaipong tersebut menjadi kombinasi unik, dan menarik perhatian pengunjung festival.
Menurut Ketua Ikatan Persahabatan Indonesia-Jerman (DIG Niedersachsen) Wolfgang Sehrt, tari Jaipong menjadi pentas yang menonjol pada festival tersebut.
Pengunjung meramaikan stan Indonesia untuk mencicipi makanan khas Indonesia yang dijual seperti nasi goreng, sate ayam, bakwan dan es teler.
Pada kesempatan itu, KJRI Hamburg mempromosikan pariwisata Indonesia dengan menampilkan poster dan membagikan bahan informasi berbentuk brosur mengenai pariwisata Indonesia yang diterbitkan KJRI Hamburg dalam bahasa Jerman.
Panitia dari Pemerintah Kota Braunschweig yang menjadi penyelenggara menghargai partisipasi Indonesia dalam acara tersebut dan mengharapkan dapat ikut pada tahun mendatang.
Acting Konjen RI di Hamburg Yayat Sugiatna mengatakan acara itu merupakan salah satu kegiatan KJRI Hamburg dalam mengisi dan meningkatkan kerja sama "sister city" Bandung- Braunschweig yang genap 50 tahun pada akhir Mei 2010.
Partisipasi Indonesia dalam berbagai festival seni budaya semacam itu diharapkan dapat meningkatkan pengenalan budaya dan pariwisata Indonesia serta menarik minat masyarakat untuk berkunjung ke Tanah Air, ujarnya.
Yayat Sugiatna menerima delegasi Kota Bandung yang hadir untuk bersama pejabat kota Braunschweig merayakan peringatan 50 tahun hubungan sister city kedua kota yang akan digelar KJRI Hamburg dan Pemda Braunschweig 12 Juni.
Selain itu delegasi Bandung juga membicarakan peluang untuk meningkatkan kerja sama antara kedua kota.***4*** (U-ZG)
(T.H-ZG/B/N002/N002) 09-06-2010 11:51:59
Blog ini berisi liputan dan berita serta artikel sekitar kejadian yang ada hubungannya diplomasi Indonesia di luar negeri khususnya wilayah Eropa yang saya kirim dan dimuat di LKBN Antara. Terima kasih untuk seluruh nara sumber diplomat yang memberikan kontribusi kepada saya sebagai koresponden LKBN Antara di Kerajaan Inggris dan juga mencakup wilayah Eropa
Rabu, 09 Juni 2010
Senin, 07 Juni 2010
BERRY NATALEGAWA BERJALAN KAKI DEMI ANAK DUNIA
BERRY NATALEGAWA BERJALAN KAKI DEMI ANAK DUNIA
Oleh Zeynita Gibbons
Banyak orang yang tak menduga bahwa dengan berjalan kaki, seseorang dapat membuat perubahan besar dan menolong anak-anak terlantar yang membutuhkan bantuan di seluruh dunia.
Setelah melangkah lebih dari 900.000 langkah dari London ke Edinburg, Skotlandia, mimpi Berry Natalegawa, seorang warga negara Indonesia yang juga merupakan kakak dari Menteri Luar Negeri RI, R.M. Marty M. Natalegawa, terwujud.
Diiringi alunan azan, Berry Natalegawa (48) melaksanakan niatnya berjalan kaki dari London ke Edinburgh, Skotlandia guna mengumpulkan dana untuk membantu anak anak yang tidak mampu dan terlantar yang diorganisir oleh UNICEF. Program itu dinamakan Life's Walk.
Berry Natalegawa berjalan kaki dari London sampai Edinburgh dengan menempuh perjalanan sepanjang 430 mil atau sekitar 700 km dalam waktu 14 hari guna mengumpulkan dana untuk UNICEF
Hingga saat ini dana yang terkumpul mencapai empat ribu poundsterling dari target yang ingin dicapainya sebesar 250.000 Poundsterling atau sekitar Rp3,375 miliar, ujar Berry kepada koresponden Antara London.
Berry merasa prihatin dengan banyaknya kesengsaraan yang dihadapi oleh anak-anak di dunia ini, khususnya akibat berbagai bencana alam yang terjadi akhir-akhir ini seperti di gempa bumi di Haiti dan Chile serta berbagai bencana alam di Indonesia.
Gempa bumi yang sering kali melanda Indonesia dan korban anak anak telah menggugah dirinya untuk mencoba melakukan sesuatu untuk menolong membantu meringankan beban yang dihadapi oleh anak-anak tersebut.
Pengumpulan dana yang seluruh hasilnya akan disumbangkan ke UNICEF, diharapkan dapat membantu kehidupan dan peningkatan kesejahteraan anak-anak di seluruh dunia.
Perjalanan ini juga diharapkan dapat menggugah hati masyarakat Inggris serta masyarakat Indonesia yang tinggal di Inggris untuk menyumbang.
Dutabesar RI untuk Inggris Yuri Thamrin mengatakan inisiatif Berry Natalegawa untuk mengumpulkan dana bagi organisasi PBB yang berkecimpung dalam dunia anak anak dengan cara berjalan kaki dari London ke Edinburgh sangat dihargainya.
Diharapkannya dengan iringan doa dan dukungan masyarakat di London, Berry Natalegawa akan dapat menyelesaikan niatnya tanpa rintangan apapun.
Dubes RI untuk Kerajaan Inggris dan Irlandia bersama Ny Sandra Thamrin, sesepuh masyarakat Indonesia juga menghadiri doa bersama yang diadakan Zulindatando Berry Natalegawa di Indonesian Islamic Centre (IIC) di daerah Colindale, London.
Berry Natalegawa, yang berprofesi sebagai arsitek dan building design consultant di London, mengatakan para penyumbang dapat langsung melalui situs www.justgiving.com/berry-natalegawa-putitright.
Hingga saat ini tercatat sumbangan yang masuk melalui internet mencapai lebih dari empat ribu poundsterling yang nantinya diserahkan kepada UNICEF.
"Sumbangan sebesar apapun akan sangat membantu bagi kesejahteraan anak anak yang ada di seluruh dunia yang masih banyak menderita dan kekurangan gizi serta kelaparan," ujarnya.
Sementara itu warga negara Inggris Gordon yang dijumpai di depan KBRI London mengatakan bahwa acara pengumpulan dana dengan melakukan berbagai cara seperti London Maraton atau berjalan kaki merupakan hal yang biasa dilakukan.
Mengenai persiapan yang dilakukan guna berjalan dari London ke Edinburgh yang sepanjang 430 mil sekitar 700 km, Berry mengaku telah melakukan latihan jalan selama dua sampai empat jam setiap harinya.
Latihan fisik, latihan mobilitas dan peregangan otot, diharapkan akan menambah stamina dan mempersingkat pemulihan setelah berjalan jauh. Ia juga melakukan latihan khusus untuk menanggulangi keluhan di bagian yang kritis seperti lutut, pergelanggan kaki atau kaki yang lecet atau kulit yang melepuh.
Perjalanan Berry sepanjang 687 km dari London ke Edinburgh, akan akan menyinggahi 14 kota di Inggris. Perjalanan itu akan dilakukan selama 14 hari. Pada hari pertama, Berry akan berjalan dari London ke Luton, dilanjutkan dari Luton ke Rushden, dekat Wellingborough.
Pada hari ketiga Berry akan berjalan dari Rushden menuju Wansford dekat Peterborough dan hari keempat Wandsford ke Barrowby.
Pada hari kelima perjalanan dimulai dari Barrowby ke West Drayton, selanjutnya West Drayton ke Skellow, terus ke Wetherby.
Selanjutnya Berry melanjutkan perjalanan ke Leeming, ke Newton Aycliffe, dan ke Newcastle Tyne.
"Dari Newcastle saya akan berjalan menuju Long Framlington dan ke Preston Village dan selanjutnya menuju Haddington sampai ke Edinburgh," ujar Arsitektur lulusan AA school of Architecture London.
Sebagai seorang arsitek profesional dan juga atlet karateka, Berry Natalegawa mengatakan ia tergugah melihat kebaikan hati masyarakat dunia dalam membantu bencana tsunami di Indonesia lima tahun yang lalu.
Hal itu membuat dirinya yakin bahwa setiap orang dapat membuat perubahan dari berbagai hal kecil yang dapat dilakukan.
Setiap langkah yang dijejakkannya dalam perjalanan ini didedikasikan untuk membuat perubahan itu, dan diharapkan agar hal ini dapat mendorong orang lain untuk mencoba membuat perubahan, terutama dengan memberikan sumbangan kepada UNICEF.
Di hari pertama perjalanan Berry dari London ke Luton sepanjang 50 km, dilalauinya tanpa banyak hambatan. Demikian juga saat hari kedua dari Luton ke Rushden dan hari ketiga Rushden ke Wandsford, dan dari Wandsford ke Barrowby dan selanjutnya ke Drayton Barat.
"hanya pernah sekali sarung tangan saya tertinggal, sehingga ia harus kembali pada hari keenam dari West Drayton ke Skellow," ujarnya.
Pada hari kesembilan Berry berjalanan dari Leeming ke Aycliffe Newton dan bertemu dengan masyarakat Indonesia di Newcastle upon Tyne yang dilanjutkannya perjalanan ke Framlington Long dan ke desa Preston.
Berry berharap dapat menempuh jarak 49km tiap hari, sehingga pada hari ke-14, ia bisa tiba di Edinburgh.
"Hanya dengan berjalan, saya jadi tahu kekuatan saya untuk membantu anak-anak. Ini adalah alasan mengapa ia melakukan ini," ujar Berry Natalegawa.
(T.H-ZG/B/T010/T010) 07-06-2010 16:32:58
Oleh Zeynita Gibbons
Banyak orang yang tak menduga bahwa dengan berjalan kaki, seseorang dapat membuat perubahan besar dan menolong anak-anak terlantar yang membutuhkan bantuan di seluruh dunia.
Setelah melangkah lebih dari 900.000 langkah dari London ke Edinburg, Skotlandia, mimpi Berry Natalegawa, seorang warga negara Indonesia yang juga merupakan kakak dari Menteri Luar Negeri RI, R.M. Marty M. Natalegawa, terwujud.
Diiringi alunan azan, Berry Natalegawa (48) melaksanakan niatnya berjalan kaki dari London ke Edinburgh, Skotlandia guna mengumpulkan dana untuk membantu anak anak yang tidak mampu dan terlantar yang diorganisir oleh UNICEF. Program itu dinamakan Life's Walk.
Berry Natalegawa berjalan kaki dari London sampai Edinburgh dengan menempuh perjalanan sepanjang 430 mil atau sekitar 700 km dalam waktu 14 hari guna mengumpulkan dana untuk UNICEF
Hingga saat ini dana yang terkumpul mencapai empat ribu poundsterling dari target yang ingin dicapainya sebesar 250.000 Poundsterling atau sekitar Rp3,375 miliar, ujar Berry kepada koresponden Antara London.
Berry merasa prihatin dengan banyaknya kesengsaraan yang dihadapi oleh anak-anak di dunia ini, khususnya akibat berbagai bencana alam yang terjadi akhir-akhir ini seperti di gempa bumi di Haiti dan Chile serta berbagai bencana alam di Indonesia.
Gempa bumi yang sering kali melanda Indonesia dan korban anak anak telah menggugah dirinya untuk mencoba melakukan sesuatu untuk menolong membantu meringankan beban yang dihadapi oleh anak-anak tersebut.
Pengumpulan dana yang seluruh hasilnya akan disumbangkan ke UNICEF, diharapkan dapat membantu kehidupan dan peningkatan kesejahteraan anak-anak di seluruh dunia.
Perjalanan ini juga diharapkan dapat menggugah hati masyarakat Inggris serta masyarakat Indonesia yang tinggal di Inggris untuk menyumbang.
Dutabesar RI untuk Inggris Yuri Thamrin mengatakan inisiatif Berry Natalegawa untuk mengumpulkan dana bagi organisasi PBB yang berkecimpung dalam dunia anak anak dengan cara berjalan kaki dari London ke Edinburgh sangat dihargainya.
Diharapkannya dengan iringan doa dan dukungan masyarakat di London, Berry Natalegawa akan dapat menyelesaikan niatnya tanpa rintangan apapun.
Dubes RI untuk Kerajaan Inggris dan Irlandia bersama Ny Sandra Thamrin, sesepuh masyarakat Indonesia juga menghadiri doa bersama yang diadakan Zulindatando Berry Natalegawa di Indonesian Islamic Centre (IIC) di daerah Colindale, London.
Berry Natalegawa, yang berprofesi sebagai arsitek dan building design consultant di London, mengatakan para penyumbang dapat langsung melalui situs www.justgiving.com/berry-natalegawa-putitright.
Hingga saat ini tercatat sumbangan yang masuk melalui internet mencapai lebih dari empat ribu poundsterling yang nantinya diserahkan kepada UNICEF.
"Sumbangan sebesar apapun akan sangat membantu bagi kesejahteraan anak anak yang ada di seluruh dunia yang masih banyak menderita dan kekurangan gizi serta kelaparan," ujarnya.
Sementara itu warga negara Inggris Gordon yang dijumpai di depan KBRI London mengatakan bahwa acara pengumpulan dana dengan melakukan berbagai cara seperti London Maraton atau berjalan kaki merupakan hal yang biasa dilakukan.
Mengenai persiapan yang dilakukan guna berjalan dari London ke Edinburgh yang sepanjang 430 mil sekitar 700 km, Berry mengaku telah melakukan latihan jalan selama dua sampai empat jam setiap harinya.
Latihan fisik, latihan mobilitas dan peregangan otot, diharapkan akan menambah stamina dan mempersingkat pemulihan setelah berjalan jauh. Ia juga melakukan latihan khusus untuk menanggulangi keluhan di bagian yang kritis seperti lutut, pergelanggan kaki atau kaki yang lecet atau kulit yang melepuh.
Perjalanan Berry sepanjang 687 km dari London ke Edinburgh, akan akan menyinggahi 14 kota di Inggris. Perjalanan itu akan dilakukan selama 14 hari. Pada hari pertama, Berry akan berjalan dari London ke Luton, dilanjutkan dari Luton ke Rushden, dekat Wellingborough.
Pada hari ketiga Berry akan berjalan dari Rushden menuju Wansford dekat Peterborough dan hari keempat Wandsford ke Barrowby.
Pada hari kelima perjalanan dimulai dari Barrowby ke West Drayton, selanjutnya West Drayton ke Skellow, terus ke Wetherby.
Selanjutnya Berry melanjutkan perjalanan ke Leeming, ke Newton Aycliffe, dan ke Newcastle Tyne.
"Dari Newcastle saya akan berjalan menuju Long Framlington dan ke Preston Village dan selanjutnya menuju Haddington sampai ke Edinburgh," ujar Arsitektur lulusan AA school of Architecture London.
Sebagai seorang arsitek profesional dan juga atlet karateka, Berry Natalegawa mengatakan ia tergugah melihat kebaikan hati masyarakat dunia dalam membantu bencana tsunami di Indonesia lima tahun yang lalu.
Hal itu membuat dirinya yakin bahwa setiap orang dapat membuat perubahan dari berbagai hal kecil yang dapat dilakukan.
Setiap langkah yang dijejakkannya dalam perjalanan ini didedikasikan untuk membuat perubahan itu, dan diharapkan agar hal ini dapat mendorong orang lain untuk mencoba membuat perubahan, terutama dengan memberikan sumbangan kepada UNICEF.
Di hari pertama perjalanan Berry dari London ke Luton sepanjang 50 km, dilalauinya tanpa banyak hambatan. Demikian juga saat hari kedua dari Luton ke Rushden dan hari ketiga Rushden ke Wandsford, dan dari Wandsford ke Barrowby dan selanjutnya ke Drayton Barat.
"hanya pernah sekali sarung tangan saya tertinggal, sehingga ia harus kembali pada hari keenam dari West Drayton ke Skellow," ujarnya.
Pada hari kesembilan Berry berjalanan dari Leeming ke Aycliffe Newton dan bertemu dengan masyarakat Indonesia di Newcastle upon Tyne yang dilanjutkannya perjalanan ke Framlington Long dan ke desa Preston.
Berry berharap dapat menempuh jarak 49km tiap hari, sehingga pada hari ke-14, ia bisa tiba di Edinburgh.
"Hanya dengan berjalan, saya jadi tahu kekuatan saya untuk membantu anak-anak. Ini adalah alasan mengapa ia melakukan ini," ujar Berry Natalegawa.
(T.H-ZG/B/T010/T010) 07-06-2010 16:32:58
Nan Achnas, Nia Dinata Hadiri FFI Ke-4 di Praha, Ceko
Nan Achnas, Nia Dinata Hadiri FFI Ke-4 di Praha, Ceko
Selasa, 8 Juni 2010 00:28 WIB | Hiburan | Film/TV | Dibaca 301 kali
London (ANTARA News) - Festival Film Indonesia (FFI) ke-4 Tahun 2010 mengusung tema "Film Karya Sutradara Perempuan Indonesia", mendapat dukungan sejumlah tokoh perfilman Ceko dan tanah air seperti Nia Dinata dan Nan Achnas yang dipatroni Vera Chytilova, sutradara perempuan senior di Praha, Ceko.
Counsellor Pensosbudpar, KBRI Praha, Azis Nurwahyudi kepada koresponden Antara London, Senin mengatakan FFI ke-4 tahun diselenggarakan dari tanggal 8 hingga 10 Juni bertempat di City Library Hall Praha, Semo.
Dalam FFI memutar film karya Nan Achnas yakni "Pasir Berbisik" dan "Bendera", serta karya Nia Dinata seperti "Perempuan Punya Cerita", "Biola Tak Berdawai" dan "Arisan".
Acara FFI ini dibuka Sekretaris Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kemlu RI, Elias Ginting, bersama Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Praha, Azis Nurwahyudi pada Selasa, 8 Juni mendatang.
Tokoh-tokoh perfilman Indonesia yang akan hadir adalah Nan Achnas dan Nia Dinata.
Sementara itu dari Ceko akan hadir Vera Chytilova, patron FFI ke-4 tahun 2010 yang juga salah satu tokoh perfilman Ceko serta Jiri Menzel, patron FFI ke-3 tahun 2009 dan penerima Oscar untuk film "Strictly Guided Train".
Nama Nan Achnas sudah dikenal di masyarakat perfilman Ceko karena kemenangannya pada Karlovy Vary International Film Festival tahun 2008 dengan filmnya The Photograph.
Nan Achnas dan Nia Dinata juga diundang Fakutas Film Akademi Seni Ceko pada 9 Juni untuk diskusi tentang perkembangan perfilman di Indonesia dengan mahasiswa mereka, termasuk para mahasiswa perfilman Universitas Yale, Amerika Serikat yang sedang mengadakan kursus singkat di akademi itu.
FFI merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh KBRI Praha yang dimulai tahun 2007. Tema FFI berturut-turut adalah Panorama Film Indonesia (2007), Film Indonesia Baru (2008), Retrospeksi Film Riri Riza (2009) dan Film Karya Sutradara Perempuan Indonesia (2010).
Tahun ini FFI di Praha didukung oleh Fakultas Film - Akademi Seni Ceko, Idnes, Radio Impuls, Radio Kiss, Radio Jedna, Radio Cesko dan Cezka Televize.
Secara khusus Turkish Airlines mendukung acara tersebut dengan memberikan tiket kepada para sutradara dari Indonesia dan penonton yang beruntung untuk berkunjung ke Indonesia dengan penerbangan tersebut. (ZG/K004)
COPYRIGHT © 2010
Selasa, 8 Juni 2010 00:28 WIB | Hiburan | Film/TV | Dibaca 301 kali
London (ANTARA News) - Festival Film Indonesia (FFI) ke-4 Tahun 2010 mengusung tema "Film Karya Sutradara Perempuan Indonesia", mendapat dukungan sejumlah tokoh perfilman Ceko dan tanah air seperti Nia Dinata dan Nan Achnas yang dipatroni Vera Chytilova, sutradara perempuan senior di Praha, Ceko.
Counsellor Pensosbudpar, KBRI Praha, Azis Nurwahyudi kepada koresponden Antara London, Senin mengatakan FFI ke-4 tahun diselenggarakan dari tanggal 8 hingga 10 Juni bertempat di City Library Hall Praha, Semo.
Dalam FFI memutar film karya Nan Achnas yakni "Pasir Berbisik" dan "Bendera", serta karya Nia Dinata seperti "Perempuan Punya Cerita", "Biola Tak Berdawai" dan "Arisan".
Acara FFI ini dibuka Sekretaris Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kemlu RI, Elias Ginting, bersama Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Praha, Azis Nurwahyudi pada Selasa, 8 Juni mendatang.
Tokoh-tokoh perfilman Indonesia yang akan hadir adalah Nan Achnas dan Nia Dinata.
Sementara itu dari Ceko akan hadir Vera Chytilova, patron FFI ke-4 tahun 2010 yang juga salah satu tokoh perfilman Ceko serta Jiri Menzel, patron FFI ke-3 tahun 2009 dan penerima Oscar untuk film "Strictly Guided Train".
Nama Nan Achnas sudah dikenal di masyarakat perfilman Ceko karena kemenangannya pada Karlovy Vary International Film Festival tahun 2008 dengan filmnya The Photograph.
Nan Achnas dan Nia Dinata juga diundang Fakutas Film Akademi Seni Ceko pada 9 Juni untuk diskusi tentang perkembangan perfilman di Indonesia dengan mahasiswa mereka, termasuk para mahasiswa perfilman Universitas Yale, Amerika Serikat yang sedang mengadakan kursus singkat di akademi itu.
FFI merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh KBRI Praha yang dimulai tahun 2007. Tema FFI berturut-turut adalah Panorama Film Indonesia (2007), Film Indonesia Baru (2008), Retrospeksi Film Riri Riza (2009) dan Film Karya Sutradara Perempuan Indonesia (2010).
Tahun ini FFI di Praha didukung oleh Fakultas Film - Akademi Seni Ceko, Idnes, Radio Impuls, Radio Kiss, Radio Jedna, Radio Cesko dan Cezka Televize.
Secara khusus Turkish Airlines mendukung acara tersebut dengan memberikan tiket kepada para sutradara dari Indonesia dan penonton yang beruntung untuk berkunjung ke Indonesia dengan penerbangan tersebut. (ZG/K004)
COPYRIGHT © 2010
PPI GELAR DISKUSI REFORMASI TNI DI BERLIN
PPI GELAR DISKUSI REFORMASI TNI DI BERLIN
London, 7/6 (ANTARA) - Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Berlin bekerja sama dengan KBRI Berlin menggelar temu wicara dan diskusi bertema "Reformasi Tentara Nasional Indonesia" di Aula KBRI Berlin.
Acara yang digelar dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional dan 12 Tahun Reformasi itu menghadirkan narasumber Atase Pertahanan KBRI Berlin, Kolonel (PNB) Fachri Adamy, ujar Counsellor Pensosbud KBRI Berlin, Agus Priono kepada koresponden Antara London, Senin.
Duta Besar RI Berlin, Eddy Pratomo mengemukakan TNI telah mengalami kemajuan yang luar biasa karena dalam mengembangkan profesionalismenya mempertimbangkan prinsip-prinsip demokrasi, HAM, dan supremasi sipil, serta hukum nasional dan hukum internasional yang telah diratifikasi Indonesia.
Dubes memandang penting acara semacam ini dalam rangka mengetahui secara lebih jauh mengenai pertahanan Indonesia dan menciptakan pemahaman bersama mengenai TNI yang sudah berubah.
Dubes juga menyampaikan apresiasi kepada PPI Berlin yang aktif menjalankan kegiatan-kegiatan diskusi seperti yang sedang dilaksanakan.
Sementara itu, Kolonel (PNB) Fachri Adamy dalam kesempatan tersebut menjelaskan berbagai aspek mengenai reformasi TNI dan implementasi Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI. Tugas, Peran, Fungsi dan hal-hal lain yang tertuang dalam UU tersebut diuraikan secara detail yang mempertegas reformasi TNI.
Setelah pemaparan, acara dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab yang menarik perhatian sekitar 35 peserta dari berbagai kalangan di Jerman, seperti Watch Indonesia, Perkumpulan Indonesia Jerman, Indonesia Forum, masyarakat Indonesia di Berlin, serta anggota PPI Berlin.
Banyak pertanyaan yang diajukan peserta pada acara dimaksud, antara lain mengenai pelanggaran perairan di Indonesia, wajib bela negara, antisipasi TNI terhadap ancaman perkiraan jumlah penduduk Indonesia beberapa puluh tahun ke depan.
Pertanyaan-pertanyaan tersebut ditanggapi dengan penjelasan yang lengkap dan jelas oleh narasumber, demikian Agus Priono. ***4***
(U-ZG/C/D007)
(T.H-ZG/C/D007/D007) 07-06-2010 23:01:45
London, 7/6 (ANTARA) - Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Berlin bekerja sama dengan KBRI Berlin menggelar temu wicara dan diskusi bertema "Reformasi Tentara Nasional Indonesia" di Aula KBRI Berlin.
Acara yang digelar dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional dan 12 Tahun Reformasi itu menghadirkan narasumber Atase Pertahanan KBRI Berlin, Kolonel (PNB) Fachri Adamy, ujar Counsellor Pensosbud KBRI Berlin, Agus Priono kepada koresponden Antara London, Senin.
Duta Besar RI Berlin, Eddy Pratomo mengemukakan TNI telah mengalami kemajuan yang luar biasa karena dalam mengembangkan profesionalismenya mempertimbangkan prinsip-prinsip demokrasi, HAM, dan supremasi sipil, serta hukum nasional dan hukum internasional yang telah diratifikasi Indonesia.
Dubes memandang penting acara semacam ini dalam rangka mengetahui secara lebih jauh mengenai pertahanan Indonesia dan menciptakan pemahaman bersama mengenai TNI yang sudah berubah.
Dubes juga menyampaikan apresiasi kepada PPI Berlin yang aktif menjalankan kegiatan-kegiatan diskusi seperti yang sedang dilaksanakan.
Sementara itu, Kolonel (PNB) Fachri Adamy dalam kesempatan tersebut menjelaskan berbagai aspek mengenai reformasi TNI dan implementasi Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI. Tugas, Peran, Fungsi dan hal-hal lain yang tertuang dalam UU tersebut diuraikan secara detail yang mempertegas reformasi TNI.
Setelah pemaparan, acara dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab yang menarik perhatian sekitar 35 peserta dari berbagai kalangan di Jerman, seperti Watch Indonesia, Perkumpulan Indonesia Jerman, Indonesia Forum, masyarakat Indonesia di Berlin, serta anggota PPI Berlin.
Banyak pertanyaan yang diajukan peserta pada acara dimaksud, antara lain mengenai pelanggaran perairan di Indonesia, wajib bela negara, antisipasi TNI terhadap ancaman perkiraan jumlah penduduk Indonesia beberapa puluh tahun ke depan.
Pertanyaan-pertanyaan tersebut ditanggapi dengan penjelasan yang lengkap dan jelas oleh narasumber, demikian Agus Priono. ***4***
(U-ZG/C/D007)
(T.H-ZG/C/D007/D007) 07-06-2010 23:01:45
Dubes RI Buka Moscow Halal Expo 2010
Dubes RI Buka Moscow Halal Expo 2010
London (ANTARA) - Dubes RI Moskow, Hamid Awaludin, bersama pimpinan agama Islam membuka pameran produk-produk bersertifikat halal untuk pertama kali dalam sejarah umat Islam Rusia di Crocus Expo, Moskow, mulai 7 hingga 9 Juni mendatang.
"International Moscow Halal Expo 2010" ini diikuti 60 perusahaan berasal dari Rusia, Belarusia, Jerman, Turki, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Indonesia sebagai tanggapan maraknya semangat beragama, ujar Counsellor KBRI Moskow, Penanggung Jawab Pendidikan, Penerangan, dan Sosial Budaya, Aji Surya kepada koresponden ANTARA London, Senin.
Menurut Aji Surya, beberapa negara sedang berpikir-pikir tentang kemungkinan membuat pameran produk halal, umat Islam di Rusia yang sering diasosiasikan sebagai masyarakat komunis, ternyata melangkah lebih maju.
Pameran ini merupakan jawaban dari kebutuhan di lapangan karena hampir 25 juta umat Islam Rusia terus mendesak perlunya produk halal untuk dikonsumsi dan dipergunakan.
Pameran menggelar tidak hanya aneka makanan dan minuman, namun berbagai barang mulai dari alat kecantikan, keperluan rumah tangga hingga wisata yang berlabel halal.
Sebanyak lima perusahaan Indonesia mengirimkan produknya dan dipamerkan pada stand KBRI Moskow.
Wakil Mufti Rusia, Rushan Abbasyov mengatakan pameran layaknya seperti Idulfitri. "Kami bahagia dapat melaksanakannya. Dan, kami memilih Dubes Hamid Awaludin untuk membuka karena dia sangat aktif dalam mempromosikan kerja sama dengan Dewan Mufti Rusia," ujarnya.
Sementara itu, Dubes Hamid Awaludin menyatakan bahwa produk halal bukan hanya dibutuhkan oleh jasmani, melainkan juga rohani semua umat Islam. "Dalam konsep Islam, produk yang halal akan memberikan implikasi secara rohani," katanya menegaskan.
Ia menegaskan, "Tidak semua komunitas muslim dapat mengadakan halal expo. Karena itu, kita memberikan apresiasi tinggi kepada Dewan Muifti Rusia."
Dalam rangkaian ekspojuga digelar konferensi tentang kemungkinan pengembangan sistem finansial Islam di Rusia, temu bisnis dan juga "fashion show".
Halal Ekspo kali ini mendapat dukungan, antara lain dari Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Industri dan Perdagangan Rusia.
Dalam kerangka kerja sama bilateral, tiga bulan lalu, tim Bank Muamalat Indonesia datang ke Rusia untuk memberikan pelatihan manajemen bank syariah di kota Moskow dan Kazan.
Akhir bulan Juni ini rencananya tim dari Kementerian Agama juga akan memberikan pembekalan tentang manajemen haji di Kazan dan Dagestan, Rusia.
London (ANTARA) - Dubes RI Moskow, Hamid Awaludin, bersama pimpinan agama Islam membuka pameran produk-produk bersertifikat halal untuk pertama kali dalam sejarah umat Islam Rusia di Crocus Expo, Moskow, mulai 7 hingga 9 Juni mendatang.
"International Moscow Halal Expo 2010" ini diikuti 60 perusahaan berasal dari Rusia, Belarusia, Jerman, Turki, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Indonesia sebagai tanggapan maraknya semangat beragama, ujar Counsellor KBRI Moskow, Penanggung Jawab Pendidikan, Penerangan, dan Sosial Budaya, Aji Surya kepada koresponden ANTARA London, Senin.
Menurut Aji Surya, beberapa negara sedang berpikir-pikir tentang kemungkinan membuat pameran produk halal, umat Islam di Rusia yang sering diasosiasikan sebagai masyarakat komunis, ternyata melangkah lebih maju.
Pameran ini merupakan jawaban dari kebutuhan di lapangan karena hampir 25 juta umat Islam Rusia terus mendesak perlunya produk halal untuk dikonsumsi dan dipergunakan.
Pameran menggelar tidak hanya aneka makanan dan minuman, namun berbagai barang mulai dari alat kecantikan, keperluan rumah tangga hingga wisata yang berlabel halal.
Sebanyak lima perusahaan Indonesia mengirimkan produknya dan dipamerkan pada stand KBRI Moskow.
Wakil Mufti Rusia, Rushan Abbasyov mengatakan pameran layaknya seperti Idulfitri. "Kami bahagia dapat melaksanakannya. Dan, kami memilih Dubes Hamid Awaludin untuk membuka karena dia sangat aktif dalam mempromosikan kerja sama dengan Dewan Mufti Rusia," ujarnya.
Sementara itu, Dubes Hamid Awaludin menyatakan bahwa produk halal bukan hanya dibutuhkan oleh jasmani, melainkan juga rohani semua umat Islam. "Dalam konsep Islam, produk yang halal akan memberikan implikasi secara rohani," katanya menegaskan.
Ia menegaskan, "Tidak semua komunitas muslim dapat mengadakan halal expo. Karena itu, kita memberikan apresiasi tinggi kepada Dewan Muifti Rusia."
Dalam rangkaian ekspojuga digelar konferensi tentang kemungkinan pengembangan sistem finansial Islam di Rusia, temu bisnis dan juga "fashion show".
Halal Ekspo kali ini mendapat dukungan, antara lain dari Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Industri dan Perdagangan Rusia.
Dalam kerangka kerja sama bilateral, tiga bulan lalu, tim Bank Muamalat Indonesia datang ke Rusia untuk memberikan pelatihan manajemen bank syariah di kota Moskow dan Kazan.
Akhir bulan Juni ini rencananya tim dari Kementerian Agama juga akan memberikan pembekalan tentang manajemen haji di Kazan dan Dagestan, Rusia.
Minggu, 06 Juni 2010
PROMOSI BUDAYA INDONESIA DI WINDSOR INGGRIS
PROMOSI BUDAYA INDONESIA DI WINDSOR INGGRIS
London, 6/6 (ANTARA) - Tari Pendet,Tari Sekar Jagat dan Tari Cendrawasih yang diperagakan tiga penari profesional Indonesia di Inggris Juli Widjajanti Gusler, Titis Anggraito Smith dan Yuni Hardwicke menarik perhatian masyarakat Inggris yang berada disekitar Windsor, istana Ratu Elizabeth.
Ungkapan pujian seperti Very enjoyable day, Wonderful, Very special day, Great Overall, Entertaining beautiful dancing, Lovely food, Excelent for organizing, Feel like in Indonesia, Great Atmosphere, Great event to looking forward again, So well organizied, Great success, Fantastic dilontarkan sekitar 100 undangan, ujar Lenny Stoddart kepada koresponden Antara London, Minggu.
Pesta kebun bernuansa Indonesia digelar Lenny Stoddart, ibu rumah tangga, empat putra bersama rekan rekannya dalam rangka mempromosikan Indonesia di kalangan masyarakat Inggris di daerah Windsor yang mendapat dukung istri Dutabesar RI untuk Kerajaan Inggris Ny Sandra Thamrin.
Lenny Stoddart mengatakan promosi Indonesia di kediamannya di Windsor selain menampilkan tari tarian juga dijual kerajinan, perhiasan, tas anyaman, keranjang dari anyaman, kerajinan mirror, baju batik,kain batik sutra dan berbagai produk kerajinan dari Indonesia.
Dikatakannya selain itu dijual berbagai macam makanan Indonesia seperti kue serabi, martabak manis, tahu gejrot, bakwan udang, mie Tek-tek, tempe mendoan, dadar gulung hijau, tempe Orek, siomay Bandung, sate ayam, mie ayam, nasi Kapau, lontong Cap Gomeh, Es Teler,Rujak dan makanan Indonesia lainnya.
Menurut Lenny Stoddart, sekitar pukul 11 pagi tamu mulai berdatangan dari berbagai kebangsaan seperti Inggris, Afrika Selatan, Australia, Italia, Irlandia, Jepang, Jamaika, Venezuela, Portugis, dan Iran.
"Mereka semua mengisi tamu dan menuliskan Nationality nya," ujar ibu empat anak tiga laki-laki dan satu perempuan yang masih kecil kecil buah perkawinannya dengan Chris Stoddart.
Lenny Stoddart mengakui acara promosi Indonesia makin bernilai dengan kehadiran Ny Sandra Thamrin , Istri Dubes RI di Inggris Yuri Thamrin yang memberikan dukungan sejak awal.
"Kami bangga sekali dengan niat dan usaha Lenny mempromosikan negara kita tercinta, Indonesia," ujar Ny Sandra Thamrin.
Dukungan KBRI London khususnya yang diberikan Pensosbud Herry Sudradjat sangat berarti dalam membantu mempromosikan Indonesia dan juga usahanya mengundang para tamu lokal untuk mengenalkan Indonesia lebih jauh.
***3***
ZG/B/O001
(T.H-ZG/B/O001/O001) 06-06-2010 17:50:25
London, 6/6 (ANTARA) - Tari Pendet,Tari Sekar Jagat dan Tari Cendrawasih yang diperagakan tiga penari profesional Indonesia di Inggris Juli Widjajanti Gusler, Titis Anggraito Smith dan Yuni Hardwicke menarik perhatian masyarakat Inggris yang berada disekitar Windsor, istana Ratu Elizabeth.
Ungkapan pujian seperti Very enjoyable day, Wonderful, Very special day, Great Overall, Entertaining beautiful dancing, Lovely food, Excelent for organizing, Feel like in Indonesia, Great Atmosphere, Great event to looking forward again, So well organizied, Great success, Fantastic dilontarkan sekitar 100 undangan, ujar Lenny Stoddart kepada koresponden Antara London, Minggu.
Pesta kebun bernuansa Indonesia digelar Lenny Stoddart, ibu rumah tangga, empat putra bersama rekan rekannya dalam rangka mempromosikan Indonesia di kalangan masyarakat Inggris di daerah Windsor yang mendapat dukung istri Dutabesar RI untuk Kerajaan Inggris Ny Sandra Thamrin.
Lenny Stoddart mengatakan promosi Indonesia di kediamannya di Windsor selain menampilkan tari tarian juga dijual kerajinan, perhiasan, tas anyaman, keranjang dari anyaman, kerajinan mirror, baju batik,kain batik sutra dan berbagai produk kerajinan dari Indonesia.
Dikatakannya selain itu dijual berbagai macam makanan Indonesia seperti kue serabi, martabak manis, tahu gejrot, bakwan udang, mie Tek-tek, tempe mendoan, dadar gulung hijau, tempe Orek, siomay Bandung, sate ayam, mie ayam, nasi Kapau, lontong Cap Gomeh, Es Teler,Rujak dan makanan Indonesia lainnya.
Menurut Lenny Stoddart, sekitar pukul 11 pagi tamu mulai berdatangan dari berbagai kebangsaan seperti Inggris, Afrika Selatan, Australia, Italia, Irlandia, Jepang, Jamaika, Venezuela, Portugis, dan Iran.
"Mereka semua mengisi tamu dan menuliskan Nationality nya," ujar ibu empat anak tiga laki-laki dan satu perempuan yang masih kecil kecil buah perkawinannya dengan Chris Stoddart.
Lenny Stoddart mengakui acara promosi Indonesia makin bernilai dengan kehadiran Ny Sandra Thamrin , Istri Dubes RI di Inggris Yuri Thamrin yang memberikan dukungan sejak awal.
"Kami bangga sekali dengan niat dan usaha Lenny mempromosikan negara kita tercinta, Indonesia," ujar Ny Sandra Thamrin.
Dukungan KBRI London khususnya yang diberikan Pensosbud Herry Sudradjat sangat berarti dalam membantu mempromosikan Indonesia dan juga usahanya mengundang para tamu lokal untuk mengenalkan Indonesia lebih jauh.
***3***
ZG/B/O001
(T.H-ZG/B/O001/O001) 06-06-2010 17:50:25
Jumat, 04 Juni 2010
UNGARIA DUKUNG KREATIVITAS LUKISAN ANAK INDONESIA
UNGARIA DUKUNG KREATIVITAS LUKISAN ANAK INDONESIA
London, 5/6 (ANTARA) - Puluhan lukisan anak-anak mancanegara termasuk dari Indonesia dipamerkan di lobby kantor Ombudsman Nasional Hungaria untuk meningkatkan perhatian umum terhadap keamanan dan kesejahteraan yang mendapat ancaman kekerasan, di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
"Hadir dalam acara pembukaan puluhan anak-anak Hungaria pecinta seni dan sejumlah seniman Hungaria, baik pelukis, penyanyi dan sastrawan serta pakar pendidikan," ujar Sekretaris II, Pelaksana Fungsi Pensosbud, KBRI Budapest, Annie Puspa Rosita, kepada kresponden ANTARA London, Sabtu.
Lukisan-lukisan yang dipamerkan adalah pilihan terbaik dari ribuan lukisan anak-anak mancanegara yang pernah mendapatkan penghargaan oleh Panitia Kompetisi Internasional anak yang diselenggarakan oleh "Hungaria Youth Center" sekali dalam dua tahun.
menurutnya, lukisan tersebut disimpan di Museum Youth Center di Zanka dan dimanfaatkan untuk pameran di berbagai tempat secara berkesinambungan.
Duta Besar Indonesia untuk Hongaria Mangasi Sihombing saat menghadiri kegiatan itu mengatakan pentingnya menambahkan kreatifitas anak-anak dan menanamkan rasa percaya diri bahwa mereka dihargai sebagai bagian integral masyarakat luas.
Prof. dr. Mate Szabo yang bertanggung jawab kepada parlemen Hungaria mencatat perlindungan bagi anak-anak dan ibu tidaklah terbatas pada perlindungan hukum atas kasus-kasus yang terjadi, tetapi lebih penting adalah pencegahan terjadinya tindak kekerasan dan perlakuan tak wajar melalui kampanye dan pendidikan umum.
Dalam sejumlah kompetisi Internasional yang dilaksanakan di Youth Center Zanka, karya anak-anak Indonesia berhasil meraih medali-medali, emas, perak dan perunggu.
Direktur Museum Youth Center Zanka, Dr. Kinga Bene mengatakan untuk kompetisi tahun ini pihak Indonesia mengirimkan lukisan anak-anak dari Sanggar Seni Anak-Anak Surabaya.
"Dengan pihak Hungaria telah dicapai kesepakatan untuk membawa pameran karya anak-anak ini ke Indonesia," demikian Annie Puspa.
***4***
(T.H-ZG/B/A025/A025) 05-06-2010 08:24:25
London, 5/6 (ANTARA) - Puluhan lukisan anak-anak mancanegara termasuk dari Indonesia dipamerkan di lobby kantor Ombudsman Nasional Hungaria untuk meningkatkan perhatian umum terhadap keamanan dan kesejahteraan yang mendapat ancaman kekerasan, di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
"Hadir dalam acara pembukaan puluhan anak-anak Hungaria pecinta seni dan sejumlah seniman Hungaria, baik pelukis, penyanyi dan sastrawan serta pakar pendidikan," ujar Sekretaris II, Pelaksana Fungsi Pensosbud, KBRI Budapest, Annie Puspa Rosita, kepada kresponden ANTARA London, Sabtu.
Lukisan-lukisan yang dipamerkan adalah pilihan terbaik dari ribuan lukisan anak-anak mancanegara yang pernah mendapatkan penghargaan oleh Panitia Kompetisi Internasional anak yang diselenggarakan oleh "Hungaria Youth Center" sekali dalam dua tahun.
menurutnya, lukisan tersebut disimpan di Museum Youth Center di Zanka dan dimanfaatkan untuk pameran di berbagai tempat secara berkesinambungan.
Duta Besar Indonesia untuk Hongaria Mangasi Sihombing saat menghadiri kegiatan itu mengatakan pentingnya menambahkan kreatifitas anak-anak dan menanamkan rasa percaya diri bahwa mereka dihargai sebagai bagian integral masyarakat luas.
Prof. dr. Mate Szabo yang bertanggung jawab kepada parlemen Hungaria mencatat perlindungan bagi anak-anak dan ibu tidaklah terbatas pada perlindungan hukum atas kasus-kasus yang terjadi, tetapi lebih penting adalah pencegahan terjadinya tindak kekerasan dan perlakuan tak wajar melalui kampanye dan pendidikan umum.
Dalam sejumlah kompetisi Internasional yang dilaksanakan di Youth Center Zanka, karya anak-anak Indonesia berhasil meraih medali-medali, emas, perak dan perunggu.
Direktur Museum Youth Center Zanka, Dr. Kinga Bene mengatakan untuk kompetisi tahun ini pihak Indonesia mengirimkan lukisan anak-anak dari Sanggar Seni Anak-Anak Surabaya.
"Dengan pihak Hungaria telah dicapai kesepakatan untuk membawa pameran karya anak-anak ini ke Indonesia," demikian Annie Puspa.
***4***
(T.H-ZG/B/A025/A025) 05-06-2010 08:24:25
Langganan:
Postingan (Atom)