Selasa, 03 Agustus 2010

"KAMPOENG INDONESIA

"KAMPOENG INDONESIA "DISERBU PENGUNJUNG FETES DE GENEVE

London, 3/8 (ANTARA) - "Kampoeng Indonesia" menampilkan dekorasi bertema kekayaan agraris dan maritim yang menyajikan kopi dan teh serta sate, asi dan mie goreng diserbu pengunjung pesta rakyat yang dikenal dengan Fetes de Geneve 2010, di seputar Danau Jenewa.

Pesta Rakyat Jenewa, Fetes de Geneva itu berlangsung dari tanggal 29 Juli hingga 9 Agustus , ujar Sekretaris Tiga PTRI Jenewa, Indah Nuria Savitri, dalam keterangan persnya yang diterima ANTARA London, Selasa .

Indah Nuria Savitri menjelaskan Wakil Tetap Republik Indonesia di Jenewa, Duta Besar Dian Triansyah Djani, meresmikan anjungan promosi Indonesia, Kampoeng Indonesia , di Fetes de Geneve 2010 yang juga dihadiri Dubes RI untuk Konfederasi Switzerland dan Lichtenstein, Djoko Susilo.

Dalam sambutannya, Dubes Dian Triansyah Djani mengatakan Indonesia harus selalu mempromosikan keindahan dan keunikan budayanya , baik melalui promosi wisata bahari dan agraris maupun kuliner khas Indonesia yang juga telah terkenal di seluruh dunia.

Anjungan promosi Indonesia disemarakkan dengan pemutaran berbagai video promosi dan film Indonesia, yang menampilkan keindahan alam maupun keanekaragaman budaya Indonesia.

Para pengunjung dengan antusias melontarkan berbagai pertanyaan seputar Indonesia seperti kapal Phinisi yang disumbangkan Gubernur Kalimantan Tengah, Agustin Teras Narang, berbagai motif kain batik yang ditampilkan, caping, bakul dan tampah tradisional, maupun sangkar burung serta jala nelayan tradisional Indonesia yang turut dipamerkan.

Nikmatnya kopi dan teh tradisional Indonesia, beserta sate, nasi dan mie goreng yang lezat, menambah keramaian stand Kampoeng Indonesia. tersebut .

Tidak heran banyak pengunjung antri mencicipi makanan tradisional yang disajikan di anjungan promosi Indonesia yang letaknya sangat strategis di dekat Danau Jenewa dan air mancur Jet d'au yang menjadi lambang khas kota Jenewa.

Acara tahunan yang selalu ramai dikunjungi ribuan pengunjung, baik warga dan komunitas internasional di Jenewa serta turis dari berbagai negara dimeriahkan juga dengan pesta kembang api, yang akan berlangsung tanggal 7 Agustus mendatang.

***4***
(U-ZG) /C/A011)
(T.H-ZG/C/A011/A011) 03-08-2010 08:18:38

KJRI HAMBURG

KJRI HAMBURG GELAR HARI ANAK NASIONAL DAN HUT RI KE 65

London, 3/8 (ANTARA) - KJRI Hamburg dalam rangkaian peringatan HUT RI ke-65 dan Hari Anak Nasional 2010 mengelar berbagai lomba yang diikuti sekitar 200 orang dari kota Hamburg dan sekitarnya.

Dalam perayaan Hari Anak Nasional tersebut digelar beragam acara, di antaranya kesenian tari, lagu anak-anak serta berbagai lomba anak-anak, demikian keterangan pers KJRI Hamburg yang diterima Antara, Rabu.

Acting Konsul jenderal RI, Yayat Sugiatna, dalam sambutannya mengajak pengunjung untuk sejenak merenungkan bagaimana langkah menghadapi pertumbuhan anak-anak kita semua.

Dikatakannya anak-anak adalah titipan dan amanah Tuhan Yang Maha Kuasa itu untuk itu para orang tua perlu memperhatikan dengan sungguh-sungguh agar mereka dapat berkembang menjadi generasi penerus yang lebih baik di masa depan.

"Anak-anak diharapkan menggunakan waktunya untuk belajar, menuntut ilmu dan berkreasi agar mereka semua kelak memiliki kemampuan dan mendapat pekerjaan yang baik, sesuai dengan cita-cita mereka," ujarnya.

Dalam acara itu anak-anak memang menjadi perhatian utama pada hari tersebut, menikmati berbagai acara di halaman belakang KJRI Hamburg yang dihadiri anak dari umur balita hingga remaja.

Mereka menikmati lomba-lomba yang diadakan, mulai dengan lomba lompat karung, lomba makan kerupuk, lomba lari kelereng, lomba memasukan pensil ke dalam botol dan tarik tambang yang disambut dengan gembira oleh para orang tuanya.

Sambil melihat anak-anak bermain di halaman KJRI, para orang dewasa mengikuti pertandingan catur dan domino.

Sementara para mahasiswa dan masyarakat bermain gitar sambil bernyanyi lagu-lagu Indonesia.

Acara kegiatan Hari Anak Nasional dan rangkaian kegiatan HUT RI-ke 65 yang berjalan dengan meriah dan gembira itu sebelumnya juga digelar berbagai pertandingan seperti sepak bola, bulutangkis, bola voli, dan tenis meja. ***4***
(T.H-ZG/C/A027/A027) 03-08-2010 06:54:49

Senin, 02 Agustus 2010

TABARKA TUNISIA

AUNG ANGLUNG UDJO TAMPIL DI TABARKA TUNISIA

Tabarka, Tunisia, 2/8 (ANTARA) - Saung Angklung Udjo dan orkestra bambu arumba dari Bandung, Jawa Barat, pimpinan Taufik Hidayat Udjo tampil memukau di depan sekitar 700 penonton yang memadati La Basilique de Tabarka, di Kota Tabarka, Propinsi Jendouba, Tunisia, akhir pekan.

Pejabat Fungsi Pensosbud KBRI Tunis, Sugiri Suparwan, kepada koresponden Antara London, Senin menjelaskan, pementasan di Tabarka ini termasuk dalam rangkaian perayaan 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Tunisia, dan Festival International de Tabarka.

Hadir pada acara itu Duta Besar RI untuk Tunisia dan Ny Muhammad Ibnu Said, Sekjen Rassemblement Constitutionnel Democratique (RCD/partai pemerintah) Mohamed El Garyani.

"Pementasan Saung Angklung Udjo di berbagai festival rakyat di berbagai kota Tunisia bertujuan untuk lebih mendekatkan Indonesia secara langsung ke masyarakat Tunisia," katanya.

Pementasan dibuka dengan musik instrumental membawakan lagu Rintak Rebana karya Dwiki Dharmawan dan dilanjutnya, lagu medley nusantara mulai dari Aceh hingga Papua yang dipandu Lia Laila Sari, instruktur angklung interaktif yang beralih fungsi menjadi penyanyi.

Mengenakan kebaya dengan bawahan bermotif batik segera disambut meriah oleh penonton, Lia Laila Sari, berturut-turut menampilkan lagu-lagu Ya Mustafa, Peuyeum Bandung dan Ya Rayyah.

Penonton dengan antusias ikut menyanyikan Lagu Ya Mustafa dan Ya Rayyah yang memang akrab di telinga mereka. Lagu Ya Mustafa adalah lagu folklor Tunisia tahun 50-60an yang kepopulerannya bahkan sampai ke Indonesia.

Sedangkan lagu Ya Rayyah yang aslinya dinyanyikan oleh penyanyi Aljzair, Rachid Taha, juga sangat terkenal di negara-negara Arab dan Eropa. Lagu ini bahkan menjadi soundtrack film Bollywood, Mann, dengan syair yang dirubah ke dalam Bahasa India.

Diselingi musik instrumental yang tenang bertajuk Spirit of Peace karya Dwiki Dharmawan, penonton digoyang dengan alunan arumba. Mereka yang sebenarnya lebih akrab dengan repertoire jazz di samping mezoued (musik lokal) ternyata dapat dengan gampang berinteraksi dengan musik-musik yang dibawakan.

Dengan semangat mereka ikut berjoget di tribun saat orkestra membawakan lagu Sway, Kopi Dangdut, Sidi Mansour, Habibie Ya Nurul Ain, serta medley Poco-poco/Rindu/Ini Rindu, yang mengakhiri lebih dari satu jam pementasan tersebut.

Tepukan meriah dan standing ovation diberikan oleh semua yang hadir untuk penampilan malam itu.

Direktur Festival International de Tabarka, Jamel Nasri, sangat terkesan dengan penampilan Saung Angklung Udjo dan berharap Indonesia akan kembali berpartisipasi dalam festival tersebut di edisi-edisi mendatang.

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan propinsi Jendouba Ahmed Syubbani, yang ikut hadir malam itu sangat kagum akan keapikan para musisi dalam mengaransir ulang lagu-lagu Arab untuk dimainkan dengan orkestra arumba. "Excellent," katanya.

Hanya saja dia menyayangkan waktu tampil yang hanya satu jam. "Penonton malam ini sangat antusias. Arumba adalah hal yang sangat unik bagi kami, dan kami ingin dapat lebih mengenal dan menikmatinya.

Pentas satu jam ini terasa sebentar sekali," ungkapnya.

Sementara Amel Yahyaoui yang mejadi MC malam itu menyatakan sangat terkesan dengan alat-alat dari bambu tersebut. "Otentique," katanya.

Festival International de Tabarka adalah festival tertua di Tunisia, tahun ini memasuki edisi yang ke-48 merupakan event kultural yang cukup bergengsi, karena selalu digabungkan dengan Tabarka Jazz Festival yang sudah punya sudah reputasi mendunia.

Banyak musisi dunia yang pernah pentas di festival ini, seperti Michel Jonasz, Yuri Buenaventura dari Buena Vista Social Club, Keziah Jones, Alpha Blondie, Al Di Meola, Joan Baez, Claude Nougaro, Miles Davis, Keith Jarrett, Charlie Mingus, Dizzy Gillespie, Randy Weston, Liz McComb, Gnaoua Jazz Experience, Captain Mercier, dan masih banyak lagi.

Namun, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Tabarka Festival Jazz tahun ini hanya akan menampilkan empat hari edisi spesial Jazz yang akan dihost oleh Roy Ayers dan Stefano di Batista. Di tahun-tahun sebelumnya, Tabarka Jazz Festival selalu berlangsung selama tak kurang dari 10 hari.

Menurut Olfa Hermi, salah seorang organizer Festival, hal ini mengingat masuknya bulan Ramadhan yang bersamaan dengan regular Jazz season yang selalu jatuh di awal bulan Agustus. Pemusik jazz Indonesia seperti Gilang Ramadhan dan Grup Musik Krakatau juga sebenarnya telah pernah diundang untuk tampil di kota ini, namun belum dapat hadir.

Tabarka adalah kota kecil berpenduduk sekitar 100,000, di kaki pegunungan yang terentang hingga ke pantai Mediterania, terletak di wilayah Barat Laut Tunisia, sekitar 175km dari kota Tunis dan 22km dari perbatasan Aljazair.

Kota yang aslinya bernama Thrabaca ini dahulunya adalah tempat pemukiman bangsa Punic (Phoenician) beberapa ratus tahun yang lalu.

Di kota ini terdapat sebuah kastel bergaya Genoa, Italia, peninggalan abad ke16 yang terletak di tempat yang lebih dikenal dengan sebutan l'ile de Tabarka (Pulau Tabarka) yang di sekitarnya terbentang pantai-pantai pasir putih dan dengan jejeran hotel-hotel berbitang empat dan lima.

Tidak seperti kebanyakan Tunisia lainnya, di sini temperatur sangat jarang melewati batas 30 derajat celsius. Disamping jazz, setiap tahunnya antara Juli-September, Tabarka juga menjadi ajang festival musik genre lainnya seperti Latin, Rai and World.

Sore harinya, KBRI Tunis juga telah mengadakan cocktail party yang dihadiri oleh sekitar 150 orang pejabat propinsi dan nasional serta pelaku usaha Tunisia. Beberapa tokoh di antaranya Wakil Sekjen RCD dan Walikota Tabarka ikut hadir dalam jamuan tersebut.

Menurut fungsi ekonomi KBRI Tunisia Boy Dharmawan, melalui partisipasi dalam berbagai acara populer di Tunisia seperti di musim panas tahun ini, KBRI Tunis menargetkan peningkatan hubungan kedua negara di berbagai bidang, bukan saja di bidang kebudayaan, namun juga kerjasama ekonomi dan peningkatan volume perdagangan antarnegara.

Menurutnya, Tunisia memiliki potensi yang cukup baik untuk dimanfaatkan oleh pelaku usaha Indonesia terutama karena Tunisia telah menandatangani FTA dengan Uni Eropa sejak 1 Januari 2008. (U-ZG)
(T.H-ZG/B/B013/B013) 02-08-2010 06:56:28

AMING DI WINA

DELON-AMING MERIAHKAN PESTA RAKYAT DI WINA

London, 2/8 (ANTARA) - Kehadiran Aming yang bertindak selaku pembawa acara bersama warga Indonesia di Wina, Hanum Rais dan Delon, juara Indonesian Idol 2004 membuat suasana Pesta Rakyat yang digelar di Wina, Austria, semakin meriah.

Kedua artis ibu kota ini diundangan khusus KBRI Wina untuk memeriahkan Pesta Rakyat yang merupakan pertama kalinya dihadiri oleh artis Ibu kota, ujar Koordinator Pensosbud KBRI Wina, Djati Ismojo dalam keterangan persnya yang diterima ANTARA London, Senin.

Delon, juara Indonesian Idol 2004 yang menjadi bintang utama dalam Pesta Rakyat ini, tampil memukau membawakan beberapa lagu, antara lain "You Raise Me Up", "Your Love" dan "The Prayer" berduet dengan Isabel dan Asti, anggota masyarakat Indonesia di Wina.

Masyarakat Indonesia di Austria dan Slovenia, Slovakia, "friends of Indonesia" serta beberapa diplomat Perwakilan Negara Asia di Wina membanjiri Pesta Rakyat yang digelar oleh KBRI/PTRI Wina pada akhir pekan.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Pesta Rakyat tahun ini diselenggarakan di sebuah "sport center" terbuka seluas 7.000 m2 diikuti berbagai organisasi masyarakat Indonesia yang berada di Austria, turut berpartisipasi memeriahkan Pesta Rakyat yang diselenggarakan tiap tahun ini.

Pertandingan sepak bola antara Tim KBRI melawan Tim masyarakat Indonesia, permainan anak-anak, bazar, panggung hiburan, dan penarikan "door prize" mewarnai Pesta yang selalu dinanti-nantikan oleh masyarakat Indonesia di Austria menjelang HUT Kemerdekaan RI.

Selain artis Ibu kota, kelompok Tari Gema Puspa Nusantara (GPN), dan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI), turut ambil bagian dengan membawakan berbagai macam tari dan lagu Nusantara.

Acara juga dimeriahkan dengan pertunjukkan Tari Topeng dari Bali, sementara Ibu-ibu Dharma Wanita berlenggang lenggok menari diiringi lagu Lenggang Jakarta, dan anak-anak yang tergabung dalam GPN membawakan Tari Saman, Rapa'i Geleng, dan juga beberapa lagu dengan penampilan gamelannya.

Bazar makanan yang diikuti berbagai kelompok masyarakat Indonesia maupun perseorangan, menambah semaraknya suasana Pesta Rakyat. Beragam masakan Indonesia yang tersedia dalam sejumlah stan diminati oleh masyarakat Austria "friends of Indonesia" yang memang sudah sangat merindukan masakan Indonesia.

Pesta Rakyat merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang dilselenggarakan KBRI Wina dalam rangka memperingati HUT ke-65 RI.

Berbagai perlombaan dan pertandingan olahraga telah dilakukan bulan Juni lalu, kegiatan berikutnya di bulan Agustus ini adalah Upacara Penaikan Bendera dan Penurunan Bendera, dilanjutkan dengan Resepsi Diplomatik pada 19 Agustus mendatang.

Djati Ismojo mengatakan Pesta Rakyat bertujuan mempererat tali silaturahmi di kalangan masyarakat Indonesia di Austria dan sekitarnya.

Selain meningkatkan minat masyarakat Indonesia di Wina dalam mengembangkan budaya Indonesia, sekaligus memperkenalkannya kepada masyarakat Austria yang berada di Wina guna menunjang diplomasi budaya Indonesia, demikian Djati Ismojo. ***4*** (U-ZG)

(T.H-ZG/B/C004/C004) 02-08-2010 09:27:04

KBRI MYANMAR

KBRI MYANMAR GELAR DIPLOMASI UPACARA ADAT "PENGANTIN"

London, 2/8 (ANTARA - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yangon menampilkan nuansa lain kepada masyarakat dan kalangan diplomatik asing di Myanmar dengan mengetengahkan pergelaran seni budaya pengantin Makassar, Sulawesi Selatan.

Acara bertajuk "Amazing South Sulawesi: the Traditional Wedding Ceremony" itu, berhasil memikat lebih dari 400 undangan yang memenuhi "Grand Ballroom" di Chatrium Hotel, Yangon, Myanmar.

Sekretaris Tiga KBRI Yangon, Djumara Supriyadi dalam keterangan persnya yang diterima ANTARA, Senin menyebutkan, KBRI ingin menyajikan suatu hal yang berbeda.

Kegiatan tersebut merupakan salah satu pendekatan komprehensif KBRI Yangon dalam menjalankan misi diplomasinya di Myanmar yang tidak hanya terfokus di bidang politik, tetapi juga bidang lainnya termasuk sosial budaya.

Duta Besar RI Sebastianus Sumarsono mengatakan seni budaya merupakan suatu "entry point" kerja sama yang paling mudah diterima dan dipahami oleh masyarakat di suatu negara, oleh karenanya bidang tersebut menjadi salah satu prioritas bidang yang selalu dikedepankan, ujarnya menyelaskan latar belakang penyelenggaraan acara tersebut.

Salah satu seni budaya yang dikembangkan KBRI Yangon adalah menampilkan kebudayaan berupa upacara adat "pengantin", setelah sukses mengadakan pergelaran yang sama tahun lalu dengan menampilkan "Pengantin Sunda", tahun ini KBRI Yangon menampilkan kemeriahan dan keceriaan seni budaya "Pengantin Makassar".

Seni budaya "pengantin" di Indonesia yang beraneka ragam serta penuh dengan nilai-nilai luhur budaya bangsa, adalah salah satu pertimbangan utama untuk menjadikan pergelaran pengantinan sebagai suatu agenda seni budaya pada KBRI Yangon.

"Dalam dua tahun ini telah ada dua pengantin yang kita nikahkan, tahun depan mungkin pengantin Batak. Jadi harapan kita adalah satu pasang setiap tahunnya," canda Dubes Sumarsono menjelaskan mengenai diplomasi "pengantin" yang dijalankannya.

Menjalin kerja sama dengan salah satu tokoh asal Sulawesi Selatan yaitu Ibu Andi Erna Witoelar, yang turut serta membawa anggota tim kesenian dari Indonesia sebanyak 22 orang, pergelaran atau prosesi seni budaya pengantin Makassar tersebut dapat dilakukan secara lengkap.

Dimulai dari tari Marellau Pamase Dewata, Prosesi Simorong, tari Sere Lolosu, prosesi Riampori Benno - ripassesu ri'menrawe - ri tettongeng awo ulaweng, tari pakarena, prosesi mapalettu nikah - mappasikarawa - jai kamma - marellau a'dampeng, hinga tari Bosara dan tari Balenteng Tomenpare.

"Kita berupaya untuk menampilkan seluruh prosesi acara layaknya prosesi pengantin sebenarnya, agar terlihat jelas keluhuran nilai dan budaya kita," ujar pimpinan produksi Ny Andi Tenrisau Sapada.

KBRI Yangon melibatkan hampir seluruh sumber daya yang ada dimulai dari personel di jajaran KBRI Yangon serta guru dan siswa-siswi "Indonesia International School Yangon" (IISY) serta Ibu-ibu Darma Wanita Persatuan (DWP), guna mensuksesan kelengkapan prosesi pengantin.

Tercatat sekitar 100 orang terlibat dalam pergelaran seni budaya pengantin Makassar tersebut. "Hampir seluruh staf mendapatkan peran dalam prosesi ini, dari mulai menjadi orang tua mempelai sampai dengan pemain musik," papar Dubes Sumarsono.

Pergelaran seni budaya upacara adat pengantin Makassar yang lengkap serta didukung jajaran KBRI Yangon dan Tim Kesenian dari Jakarta, diplomasi "pengantin" tersebut berjalan lancar dan memukau seluruh undangan yang hadir. "Amazing South Sulawesi, Amazing Indonesia", decak para penonton. ***4*** (U-ZG)
(T.H-ZG/B/C004/C004) 02-08-2010 09:27:06

Minggu, 01 Agustus 2010

BULGARIA

TIM KESENIAN INDONESIA PUKAU WARGA BULGARIA

London, 1/8 (ANTARA) - Tim kesenian Indonesia dari Universitas Pelita Harapan Jakarta yang menampilkan lagu "Kicir-Kicir" dan "Yamko Rambe Yamko" dengan iringan musik tradisional serta berbagai tarian,
memukau lebih dari 200 warga Kota Sofia, Bulgaria.

"Gerak tari dan lantunan musik tradisional ditampilkan mahasiswa dari Jakarta dalam acara Indonesian Cultural Evening yang diadakan KBRI Sofia bekerja sama dengan Sofia Municipality di Gedung Sredetz Municipal House of Culture," ujar Sekretaris Tiga KBRI Sofia Aditya Timoranto dalam keterangan persnya kepada ANTARA London, Minggu.

Tim kesenian mahasiswa itu menampilkan tarian dari berbagai propinsi di Indonesia seperti Nandak Ganjen, Jaipongan, Panyembrama, Pakarena, Kancet Lasan dan Saman serta lagu daerah bwerjudul Kicir-Kicir dan Yamko Rambe Yamko.

Selain itu grup tari binaan KBRI, Pesona Mawar Nusantara, turut menyemarakkan acara dengan membawakan Tari Piring dan Tari Lenggang Nyai.

Acara itu dihadiri Minister Counselor KBRI Sofia, Adi Hartomo, istri Dubes RI Ibu Fely Rose Inkiriwang, Wakil Wali Kota Sofia bidang Kebudayaan, Pendidikan dan Kepemudaan, Hristo Angelichin, Direktur Kebudayaan Sofia Municipality, Galina Bezhanska; beberapa Duta Besar seperti Belanda, Georgia, Korea Utara, Pakistan dan Palestina .

Selain itu juga hadir wakil dari kedutaan besar negara asing di Sofia, media massa, tokoh, pelajar dan mahasiswa, warga masyarakat serta pemerhati budaya di kota Sofia, anggota Klub Nusantara (perkumpulan warga Bulgaria pencinta Indonesia) serta friends of Indonesia lainnya.

Mewakili Dubes RI, Adi Hartomo menyampaikan terselenggaranya Indonesian Cultural Evening merupakan kerjasama KBRI dan Sofia Municipality sebagai hasil dari pertemuan Dubes RI dengan Walikota Sofia, Yordanka Fandakova beberapa bulan sebelumnya.

Disampaikan pula penghargaan atas dukungan Sofia Municipality terhadap promosi budaya Indonesia yang dilakukan KBRI yang diharapkan akan lebih mendekatkan rakyat di kedua negara.

Selama satu jam lebih pertunjukan, hadirin tidak beranjak dari kursinya dan memberikan aplus meriah pada akhir setiap tarian, terutama pada saat Tari Saman dibawakan Tim Kesenian UPH.

Wakil Wali Kota Angelichin, begitu terkesan dan menyatakan bahwa acara malam tersebut menginspirasikan dirinya untuk memprogramkan acara serupa setiap tahun bekerjasama dengan kedutaan-kedutaan besar negara asing di Sofia.

Tim Kesenian UPH berada di Bulgaria hingga 7 Agustus akan berpartisipasi pada "19th International Folklore Festival Varna" di kota Varna dari tanggal 1 hingga 5 Agustus mendatang atas undangan Walikota Varna.

Tim kesenian tersebut direncanakan juga akan tampil pada pertunjukan terpisah yang khusus bagi Indonesia, diselenggarakan atas kerjasama KBRI dengan Varna Municipality tanggal 4 Agustus mendatang. ***4***
(U.H-ZG/C/A041)

(T.H-ZG/C/A041/A041) 01-08-2010 13:36:20

MATHEMATICS

MAHASISWA RI JUARAI INTERNATIONAL MATHEMATICS COMPETITION BULGARIA

London, 31/7 (ANTARA) - Albert Gunawan, mahasiswa Universitas Gajah Mada Yogyakarta berhasil meraih First Prize pada 17th International Mathematics Competition (IMC) yang digelar di American University in Bulgaria di Kota Blagoevgrad, Bulgaria, 24-30 Juli 2010.

Selain Albert, Tim Indonesia juga berhasil mendapatkan Second Prize yang diraih Made Tantrawan dari UGM dan tiga Third Prize diraih Lois Mutiara, Satria Stanza, Harun Immanuel , serta dua Certificate untuk Yosafat Pangalela dan Ahmad Agung.

"Kompetisi matematika terbesar ini diikuti oleh 392 mahasiswa dari 40 negara," kata Sekretaris Tiga KBRI Sofia Aditya Timoranto, dalam keterangan pers yang diterima ANTARA London, Sabtu.

Indonesia kali ini mengirimkan tujuh mahasiswa yakni Albert Gunawan dan Made Tantrawan dari UGM, Ahmad Agung Ahkam dan Yosafat Eka P. Pangalela (ITB), Harun Immanuel (Unair), Lois Mutiara (UI), Satria Stanza Pramayoga (ITS) yang ketujuhnya memperoleh penghargaan.

Ketujuh mahasiswa tersebut didampingi Dr. Siti Fatimah dari UPI Bandung, Dr. Hanni Garminia dari ITB serta Iskandar, Kepala Seksi Prestasi Akademik Mahasiswa Ditjen Dikti Kemdiknas RI.

Sebelumnya di tahun 2008 di tempat yang sama, Tim IMC Indonesia meraih sebuah Third Prize (juga diperoleh Albert), dua Honorable Mention dan satu Certificate.

Koordinator IMC, Prof. John E. Jayne dari University College London pada pidato acara penutupan menyampaikan penghargaan kepada negara-negara yang berpartisipasi dalam IMC selama ini, termasuk Indonesia yang disebutkan secara khusus.

Dalam kompetisi ini, Grand First Prize diraih oleh seorang mahasiswa dari Polandia.

Sebelum kembali ke tanah air, Tim Indonesia diterima Dubes RI, Immanuel Robert Inkiriwang, di KBRI Sofia yang dilanjutkan dengan jamuan makan siang bersama Staf KBRI, ibu-ibu Darma Wanita Persatuan KBRI dan Tim Kesenian Universitas Pelita Harapan.


Tingkatkan citra
Dubes RI menyampaikan terima kasih dan ucapan selamat serta rasa bangga atas partisipasi dan keberhasilan Tim IMC Indonesia , sebagai duta bangsa, membantu upaya KBRI meningkatkan citra Indonesia melalui kompetisi tersebut, terlebih Tim IMC Indonesia kali ini berhasil meningkatkan prestasinya dibandingkan IMC 2008.

Dikatakan keberhasilan Tim IMC Indonesia di Bulgaria melengkapi beberapa raihan mahasiswa dan pelajar Indonesia di berbagai kompetisi ilmu pengetahuan internasional baru-baru ini seperti International Physics Olympiad di Zagreb dan International Chemistry Olympiad di Tokyo.

Diharapkan Tim IMC Indonesia dapat lebih meningkatkan lagi prestasinya di masa mendatang, bahkan semua pesertanya meraih penghargaan kategori First Prize.

Dubes RI juga menyambut baik kebijakan Pemerintah Indonesia untuk memberikan beasiswa kepada mahasiswa/pelajar Indonesia yang meraih penghargaan di berbagai kompetisi ilmu pengetahuan internasional. ***4*** (U-ZG).


(T.H-ZG/C/S025/C/S025) 31-07-2010 21:38:50