Rabu, 04 Agustus 2010

Kampung Merdeka Praha,

Gegap Gempita di Kampung Merdeka Praha, Ceko

Rabu, 4 Agustus 2010 07:07 WIB | Hiburan | Seni/Teater/Budaya | Dibaca 447 kali
London (ANTARA News) - Gegap gempita mewarnai Kampung Merdeka warna merah putih menghiasi halaman bangunan kuno pintu gerbang KBRI Praha yang terletak di puncak bukit Smichov, Praha. Ceko.

Menjelang peringatan HUT RI ke-65, suasana KBRI Praha tanpak berbeda dengan biasanya dan disulap menjadi Kampung Merdeka, ujar KUAI/Counsellor Pensosbudpar KBRI Praha, Azis Nurwahyudi dalam keterangan persnya yang diterima Antara London, Rabu.

Dikatakannya acara Gempita Kampung Merdeka di KBRI Praha dimeriahkan oleh masyarakat dan sahabat Indonesia yang berada di Praha.

Mulai dari anak-anak balita hingga sesepuh yang telah puluhan tahun tinggal di Praha turut berbahagia menyambut HUT kemerdekaan RI yang dirayakan dengan kemeriahan seperti layaknya di kampung-kampung di tanah air.

Kemeriahan Gempita Kampung Merdeka yang diselenggarakan pada akhir pekan dimulai dengan pertandingan bulu tangkis, lomba karaoke KBRI Praha Idol 2010, tennis meja dan tarik tambang.

Sementara itu anak-anak turut bergembira dengan mengikuti aneka lomba seperti mewarnai gambar wayang dan binatang khas Indonesia, memasukkan pensil dalam botol, berebut kursi dengan musik, dan membawa bola.

Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Praha, Azis Nurwahyudi, pada acara pembuka mengatakan kegiatan yang diadakan di Kampung Merdeka ini tidak saja diikuti oleh warga Indonesia yang tinggal di Ceko, tetapi juga oleh masyarakat Ceko yang menjadi sahabat Indonesia.

Setiap kegiatan yang diselenggarakan, selalu diikuti oleh warga Ceko keturunan Indonesia ataupun yang mencintai Indonesia. Beberapa mahasiswa Ceko yang belajar tentang Indonesia juga hadir dan turut memeriahkan acara Gempita Kampung Merdeka. Bahkan sejumlah warga yang tinggal di sekitar kantor KBRI juga hadir dan menyatu bersama masyarakat Indonesia.

Bismo Gondokusumo, Siswartono, Suyono, Dahlan dan para sesepuh warga Indonesia lain yang sudah puluhan tahun tinggal di Praha juga menyambut dengan antusias kegiatan Gempita Kampung Merdeka tahun ini.

Bismo merasa bahagia setelah menyaksikan generasi kedua dari warga Indonesia yang tinggal di Ceko juga turut menyemarakkan peringatan HUT RI ini. Tampak kebahagiaan Suyono yang meski sudah berusia senja masih semangat mengabadikan kegiatan ini melalui foto.

Puncak acara peringatan HUT RI tanggal 17 Agustus 2010, selain diselenggarakan upacara pengibaran bendera, juga akan dilakukan penyematan Bintang Jasa Pratama dari Presiden RI kepada Professor Zorica Dubovska (84), warga negara Ceko yang lebih dari 50 tahun berjasa memperkenalkan bahasa dan budaya Indonesia di Ceko.

Selain itu juga akan diselenggarakan pementasan rombongan budaya Jawa Barat pimpinan Dr. Tetet Cahyati dengan menampilkan tari tradisional, wayang golek, pameran foto dan batik, serta pemutaran film dokumenter Jawa Barat. (ZG/K004)

Sahara Tunisia

Saung Angklung Udjo Duta Budaya Indonesia di Sahara Tunisia

Rabu, 4 Agustus 2010 07:00 WIB | Artikel | Pumpunan | Dibaca 473 kali
Zeynita Gibbons

London (ANTARA News) - Alunan suara musik orkestra rumpun bambu arumba Saung Angklung Udjo dari kota Bandung, Jawa Barat menembus di berbagai pelosok kota di Tunisia bahkan sampai ke Gurun Sahara, Tunisia.

Tampil dalam berbagai festival yang digelar di Tunisia selama musim panas, kelompok musik Saung Angklung Udjo di bawah pimpinan Taufik Hidayat Udjo, bagaikan duta budaya yang mendapat sambutan dimana-mana.

Taufik Hidayat Udjo kepada koresponden Antara London mengakui bahwa ia merasa bangga bisa membawa nama Indonesia di Tunisia hingga ke pelosok pelosok. "Bermain di setiap theatre terbuka yang berada di setiap kota di Tunisia membawa kenangan tersendiri," ujar putra Mang Udjo yang berhasil melestarikan dan memperkanalkan musik angklung diberbagai Negara.

Apalagi bila alat musik angklung berhasil diakui oleh UNESCO sebagai warisan bukan benda menjadi salah satu warisan budaya Indonesia tentunya Mang Udjo merasa bangga dengan jerih payanya itu .

Dutabesar RI untuk Tunisia Muhamad Ibnu Said mengakui kehadiran Saung Angklung Udjo di Tunisa menjadi duta budaya Indonesia dalam rangkaian perayaan 50 tahun Hubungan diplomatik Indonesia dan Tunisia.

Dubes juga merasa kagum dengan bertebarannya theatre terbuka di seluruh pelosok kota di Tunisia. "Senangnya bila di tanah air juga ada panggung terbuka seperti ini yang bisa memberikan hiburan kepada rakyat," ujar diplomat karir.

Theater terbuka yang ada di setiap kota meskipun hanya berupa lapangan terbuka dengan panggung dan tempat duduk dari batu dengan dikelilingi tembok sering kali menampilkan kelompok musik dari berbagai Negara.

Saat tampil di theatre terbuka di Theatre de plain air di kompleks Musee d?el-Ksour, Medenine, ibukota Propinsi Medenine, terletak sekitar 482km selatan kota Tunis adalah kota kecil yang merupakan starting point dari berbagai jalur wisata Sahara di kawasan Le Sud Tunisia Selatan.

Di kota ini terdapat beberapa ksour (istana) dan kompleks pemukiman serta gudang stock hasil pertanian suku bangsa Berber yang oleh penduduk setempat dikenal dengan sebutan ghorfa.

Ksour dan ghorfa dapat ditemui di beberapa daerah kawasan selatan Tunisia. Ksour di kota Medenine ini adalah peninggalan abad XVII telah beralih fungsi menjadi museum menjadi saksi berhasilnya diplomasi yang dilancarkan Saung Angklung Udjo.

Direktur Festival du Medenine, Mohsen Abdelkadir,dan Kepala Dinas Kebudayaan Propinsi Medenine, Fethi Boukouba serta Asisten Walikota dan Delegue Kota Medenine sangat kagum akan penampilan musik yang berasal dari bamboo.


Kuis Indonesia

Minister Counsellor pada KBRI Tunis, Chandra Hasan mengatakan pementasan musik angklung di kota Medenine merupakan rangkaian perayaan 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Tunisia.

KBRI Tunisia tidak menyia nyiakan kesempatan untuk juga mempromosikan Indonesia kepada masyarakat Tunisia disela sela pementasan dengan diselingi Kuis Indonesia yang dibawakan pembawa acara dari KBRI Tunis, Hidayat Antemas.

Bagi penonton yang berhasil menjawab pertanyaan mendapat hadiah berupa kaos yang bertuliskan Visitez L`Indonesie dengan gambar wayang kulit dan bendera merah putih. "Kami memesan khusus dari Indonesia untuk promosi yang mudah dikenang," ujar Dubes Ibnu Said.

Setiap penampilannya Saung Angklung Udji selalu membawakan Medley Nusantara yang berisi lagu-lagu rakyat dari Aceh hingga Papua, dan bahkan lagu dangdut, dan musik pop barat, serta lagu-lagu Arab berhasil menarik para pengunjung.

Dibuka dengan musik-musik instrumental, dengan irama berbeat cepat berhasil menarik antusiasme penonton yang bertepuk tangan mengikuti irama.

Dan sebagaimana pada penampilan sebelumnya, orkes arumba Saung Angklung Udjo juga membawakan lagu-lagu lokal Tunisia dan lagu-lagu populer Arab dan berhasil memancing reaksi mereka untuk ikut menyanyi dan bergoyang dan memberikan standing ovation di akhir pertunjukan.

Pada penampilan di kota Gabes, bertempat di Le theatre de plain air (teater terbuka) Kota Gabes yang dihadiri Direktur Festival kota Gabes, Lasaad Boukhcina, dan Kepala Dinas kebudayaan Propinsi Gabes, Hedi Amri , Saung Angklung Udjo juga berhasil memikat masyarakat kota Gabes.

Sekretaris I dan Pejabat Fungsi Ekonomi KBRI Tunis, Boy Dharmawan, yang ikut menyaksikan antusiasme penonton mengakui bahwa mereka benar benar terhibur oleh kehadiran seniman musisi Indonesia.

Setiap pementasan kelompok musik Saung Angklung Udjo dibawa pimpinan Taufik Hidayat Udjo selalu menampilkan Medley Nusantara, lagu-lagu Indonesia dan juga lagu-lagu Arab.

Lia Laila Sari (20) , penyanyi dari Saung Anglung Udjo merasa senang dan puas setiap kali pementasan. "Rasanya puas dan senang sekali. Penontonnya tidak begitu banyak, namun kali ini adalah yang terbaik selama kita pentas di Tunisia," komentarnya.

"Yang paling seru, mereka ikut naik ke panggung untuk menyanyi dan bergoyang bersama," ujar gadis belia yang belajar anglung sejak usia dini.

Untuk menarik penonton Saung Angklung Udjo juga menyelipkan lagu lagu lagu berbahasa Arab, Lia tampil berduet dengan M. Yazid dari KBRI Tunis.

Namun di kota Gabes, paduan ini menjadi trio karena setiap kali sebuah lagu Arab dimainkan, selalu ada dari penonton yang meminta microphone dan ikut menyanyi, ujar M Yazid.

Lia, yang menjadi pembawa acara dan instruktor angklung interaktif di Saung Angklung Udjo . Dalam beberapa pementasan terakhir di Tunisia, seperti halnya di kota Gabes tadi malam, dia beralih fungsi menyanyi.


Budaya Arab yang akrab

Budaya dan musik Arab yang ditampilkan oleh kelompok musik Saung Angklung Udjo sangat dikagumi oleh para penonton yang mengakui bahwa ternyata budaya dari Arab juga sangat dekat dengan music Indonesia.

Belgacem Abbes, mahasiswa tahun kedua Institut Superieur des Arts et Metiers de Gabes jurusan Ilmu Musik mengungkapkan rasa kagumnya terhadapa permainan Saung Anglung Udjo dan alat-alat musik mereka yang terbuat dari bambu itu. "Luar biasa. Sangat menarik melihat kecerdasan dan ketelitian pembuatnya yang dapat menggubah potongan-potongan kayu ini menjadi alat-alat musik yang indah."

Hadir bersama beberapa temannya dari kalangan mahasiswa musik, Belgacem Abbes mengakui musik tradisional Indonesia memiliki repertoire lebih banyak. "Kami tahu Indonesia begitu kaya akan budaya dan budaya musik, dan kami menunggu hal itu malam ini," katanya.

Dia juga merasa kagum dengan kebhinekaan Indonesia dengan pulau, suku dan bahasanya yang melahirkan genre dan bahkan notasi musik yang berbeda dari satu daerah ke daerah lainnya. Bahkan lagu Arab yang sudah dikenal penonton memiliki kemiripan dengan lagu-lagu Indonesia.

Repertoire yang terasa sangat arabesque ini antara lain karena nomor-nomor instrumental yang dibawakan, seperti Rintak Rebana dan Spirit of Peace, juga memiliki penggalan-penggalan bernuansa arabesque, yang menjadi gambaran bahwa Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia juga menerima budaya Arab-Islam dan mengakulturasikannya ke dalam budaya lokal hingga makin memperkaya budaya Indonesia.

Hal ini menggambarkan sejarah hubungan yang sangat dekat yang sudah terjalin sejak zaman dahulu antara Nusantara dengan Dunia Arab.

"Terasa sekali memang nuansa arabesque dalam lagu Rintak Rebana, notasinya sesuai dengan Maqam Hijazi," ujarnya.

Maqam Hijazi adalah salah satu dari maqamat musik Arab yang melodinya bernada sedih. Musik Arab mengenal maqamat atau tata melodi, di antaranya Bayati, Rast, Nahawand, Jaharka, Sabaa, yang menjadi dasar melagukan Al-Quran.

Kamel Bouchmaoui, salah seorang organizer, mengungkapkan rasa kagumnya. "Mumtaaz," katanya. Dia memuji penampilan Sang Anglung Udjo yang dapat berinteraksi dengan publik secara baik. "Pementasan ini jadinya hidup sekali. Penonton ikut menyanyi dan naik ke panggung untuk bergoyang."

Sementara Hannen el-Nouri, salah seorang gadis yang ikut naik bergoyang di panggung, saat ditanya satu kata saja untuk menggambarkan perasaannya tentang acara malam ini, dia mencetus "Sangat mengesankan. Oh no, no.. tidak terlupakan!?" (ZG/K004)

Selasa, 03 Agustus 2010

HUB RI DAN TUNISIA

HUBUNGAN RI DAN TUNISIA MAKIN ERAT

Oleh Zeynita Gibbons

London, 3/8 (ANTARA) - Indonesia dan Tunisa bagaikan saudara jauh yang lama tidak jumpa, dan setelah lima puluh tahun menjalin kerjasama diplomatik, nama Indonesia kembali bergema sampai ke sudut sudut kampung pemerintahan kota di Tunisia.

Bagaimana tidak? Setiap penampilan tim kesenian Indonesia yang khusus didatangkan KBRI Tunis untuk merayakan peringatan 50 tahun sekaligus mengikuti berbagai festival yang digelar di berbagai kota di Tunisia, nama Indonesia bagaikan magnet yang kembali bergema.

"Indonesie, Indonesie, its good," ujar seorang pemuda saat dijumpai penulis, dan bahkan saat para penari dari Liga Tari Krida Budaya Universitas Indonesia (UI) yang membawa misi kesenian Indonesia yang terdiri dari enam penari dan empat pemain musik setiap tampil dalam berbagai festival, selalu mendapat sambutan meriah.

Begitu pun saat mereka mengikuti karnaval di kota Sousse, sekitar 140 km selatan Tunisia, tim kesenian dari UI dengan busana berbagai daerah dan gerakan tari yang didampingi tiga staf dari KBRI Tunis dengan membawa Bendera Merah Putih bertuliskan "Indonesie", memukau ribuan warga dan wisatawan mancanegara yang memadati jalan utama tepi pantai.

"Di Tunisia, Karnaval Aoussou adalah 'event' kultural tahunan yang menyedot paling banyak pengunjung secara bersamaan dalam satu waktu," ujar Dubes RI untuk Tunisia, Muhammad Ibnu Said.

Saat berbincang bincang di kantornya KBRI Tunis, Ibnu Said mengatakan, pelaksanaan kehidupan di bidang politik, ekonomi dan sosial di Tunisia relatif berjalan mantap dan stabil, bahkan dapat dikatakan makin mesra di bawah kepemimpinan Presiden Zine El Abidine Ben Ali yang berkuasa sejak 7 Nopember 1987.

Kondisi kondusif tersebut berpengaruh positif pada peningkatan kinerja ekonomi Tunisia, yang pada gilirannya semakin memperkokoh stabilitas politik dan keamanan Tunisia, ujarnya.

Didampingi fungsi Ekonomi Boy Dharmawan dan Fungsi Pensosbud Sugiri Suparwan, Ibnu Said mengatakan, kondisi dalam negeri yang aman dan stabil tersebut, memungkinkan Tunisia aktif menjalankan kebijakan luar negerinya di tingkat subregional bersama negara-negara Arab Magribi.

Kondisi serupa terjadi pada tingkat regional dengan negara-negara Arab di sekitar Laut Tengah/Mediterania serta di tingkat internasional, terutama dalam kerangka PBB, serta dalam kerangka Gerakan Non-Blok dan Organisasi Konperensi Islam.

Menurut dia, dalam setiap kesempatan Tunisia berupaya untuk memperkokoh hubungan dan kerjasama bilateral, khususnya bagi kepentingan integrasi ekonomi Tunisia di mana Tunisia telah memberlakukan perjanjian perdagangan bebas dengan Uni Eropa sejak 1 Januari 2008.

Hal ini sangat menguntungkan bagi Indonesia, ujar M Ibdu Said, pria kelahiran Sampang, Madura, Jatim, pada Juni 1955 itu.

Mantan Minister Counsellor KBRI Otawa, Kanada itu menyebutkan, keberhasilan Tunisia dalam mengelola ekonominya disampaikan pakar ekonomi dunia dan sekaligus pemenang dua hadiah Nobel dari AS, Joseph Stiglitz.

Pernyataan itu penting bagi Tunisia yang melaksanakan demokrasi dengan menitikberatkan kebijakan pada pembangunan ekonomi. Pujian tersebut merupakan barometer bagi pemerintah tentang bagaimana berhasilnya Presiden Ben Ali dalam menangani ekonomi.

Sebelumnya, beberapa pengamat ekonomi juga telah menyampaikan pendapatnya bahwa pemerintah relatif berhasil dalam mengendalikan ekonomi, sehingga dampak buruk krisis ekonomi global dapat diminimalkan.

Stabilnya ekonomi Tunisia juga karena keberhasilan proses integrasi ekonomi yang dilakukan Tunisia, khususnya sejak diberlakukannya perjanjian perdagangan bebas Tunisia dan Uni Eropa (UE) tanggal 1 Januari 2008, sehingga hubungan ekonomi Tunisia dan UE menunjukkan peningkatan.

Dengan diberlakukannya perjanjian tersebut, Tunisia merupakan negara pertama bagian selatan Mediterania dan negara Afrika pertama yang menandatangani perjanjian perdagangan bebas dengan Uni Eropa.

Hal ini harusnya dapat dimanfaatkan oleh Indonesia untuk bisa masuk ke Uni Eropa, ujar Ibnu Said yang pernah bertugas di Thailand.

Kecilnya dampak krisis terhadap kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) tidak terlepas dari faktor kedekatan letak geografis dengan negara-negara Eropa. Kedekatan geografis tersebut membuat biaya wisata ke Tunisia relatif masih terjangkau, meski dalam kondisi krisis ekonomi.

Letak Tunisia sangat menguntungkan ditinjau dari jalur lalu lintas distribusi barang dan jasa serta lalu lintas manusia. Transportasi udara dari Tunisia ke kota terdekat di Eropa seperti Roma dapat ditempuh dalam waktu satu jam perjalanan udara.

Staf ahli Menlu itu mengatakan, kondisi sosial politik yang relatif stabil juga menjadikan Tunisia merupakan target utama wisatawan Eropa di mana saat ini komposisi wisatawan Eropa tetap yang tertinggi mencapai 80 persen.

Jumlah wisatawan yang berkunjung ke Tunisia diproyeksikan pada tahun 2012 akan sama dengan jumlah penduduknya.

Saling mendukung
Lulusan Fakultas Hukum Universitas Airlangga Surabaya itu mengatakan hubungan dan kerjasama RI-Tunisia dimulai sejak kunjungan Habib Bourguiba selaku pejuang kemerdekaan Tunisia ke Indonesia pada tahun 1951, dan diikuti dengan didirikannya kantor perjuangan kemerdekaan Tunisia di Jakarta tahun 1952, jauh sebelum kemerdekaan Tunisia tahun 1956.

Jasa dan dukungan yang diberikan Indonesia terhadap perjuangan kemerdekaan Tunisia merupakan investasi politik RI yang tidak pernah dilupakan pemerintah dan rakyat Tunisia pada saat ini, terutama bagi kalangan tua (generasi pertama) dan menjadi modal penting bagi peningkatan hubungan dan kerjasama RI-Tunisia.

Menurut Ibnu Said, hubungan diplomatik Indonesia-Tunisia pada tahun 2010 ini memasuki tahun ke-50. Hubungan ini perlu dioptimalkan bagi peningkatan hubungan dan kerjasama yang lebih erat dan intensif di segala bidang.

Dikatakannya, Tunisia senantiasa mendukung keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sebagaimana tercermin berbagai pernyataan yang disampaikan kalangan Pemerintah, parlemen, pengusaha, masyarakat dan jurnalis.

Keberhasilan Pemerintah Indonesia dalam menjaga integritas NKRI, terdiri dari kepulauan, dengan penduduk muslim terbesar di dunia, kekayaan sumber daya alam, keanekaragaman hayati, potensi ekonomi dan pasar yang besar dikagumi berbagai kalangan di Tunisia, terutama kemajuan dalam demokratisasi dan hak asasi manusia.

Tunisia menyadari tidak mudah bagi pemimpin di Indonesia mengelola Pemerintahan dengan wilayah yang luas, masyarakat berjumlah besar dan multi etnis dan budaya, jika dibandingkan dengan Tunisia yang populasinya hanya 10,4 juta jiwa dan terdiri dari etnis yang relatif homogeny yaitu suku Arab dan Berber.

Untuk itu, Tunisia kerap menyampaikan apresiasinya atas kemajuan yang dicapai Indonesia di berbagai bidang, terutama penerapan demokratisasi dan hak asasi manusia dan modernisasi, yang dapat dijadikan model atau rujukan bahwa Islam, demokrasi dan modernisasi yang berjalan seiring.

Tunisia konsisten dalam menegaskan bahwa kedaulatan dan integrasi suatu negara merupakan suatu hak mutlak yang tidak dapat ditawar dan dintervensi oleh pihak luar.

Dubes mengatakan Indonesia dan Tunisia hingga saat ini menandatangani 47 Perjanjian Kerjasama di berbagai bidang meliputi kerjasama politik, ekonomi, sosial dan budaya, sayangnya tingkat implementasi terhadap berbagai perjanjian kerjasama tersebut masih cukup lemah.

Untuk lebih mendorong implementasi perjanjian yang telah disepakati, KBRI Tunis dan Kementerian Luar Negeri Tunisia membentuk forum konsultasi secara rutin, setiap tiga bulan pada tingkat Duta Besar, dua bulan tingkat staf.

Forum tersebut digunakan sarana koordinasi dan evaluasi kegiatan bertujuan meningkatkan hubungan dan kerjasama bilateral serta implementasi berbagai perjanjian kerjasama yang ditandatangani kedua negara, sekaligus mencari solusi bagi kendala dalam pelaksanaan di lapangan.

Mantan Kepala Biro Perencanaan Deplu itu mengakui kerjasama saling dukung antara Indonesia dan Tunisia di fora internasional, sebagai perwujudan dari kedekatan hubungan bilateral, hingga saat ini berjalan dengan baik.

Dalam pertemuan berkala antara Dubes dan Dirjen Organisasi Internasional, Kemlu Tunisia, terkait saling dukung kedua negara dalam pencalonan di berbagai organisasi internasional, Tunisia senantiasa memberikan pertimbangan positif terhadap permintaan dukungan dari Pemerintah Indonesia.

Tunisia mendukung pencalonan Indonesia RI di Development Industrial Council PBB (UNIDO) dan International Maritime Organization Council Kategori C, ujar Dubes Said yang juga pernah menjabat pada Direktorat kerjasama multilateral ekonomi Deplu.

Sementara Indonesia memberikan dukungan terhadap pencalonan Tunisia pada UN Council of FAO periode 2011-2013, IBE Council MOST, Inter-governmental Committee for Physical Education and Sport (IGCPES) dan Council UN Food and Agriculture Organization (FAO) periode 2011-2013.

Dalam kerjasama sosial dan budaya, berbagai upaya dilakukan KBRI Tunis untuk mengimplementasikan 4 perjanjian kerjasama yang telah ditandatangani oleh Menteri Luar Negeri kedua negara pada tahun 2008, di bidang pendidikan tinggi, riset dan teknologi, pemuda dan olahraga serta kerjasama keagamaan.
(U-ZG)
(T.H-ZG/B/H-KWR/H-KWR) 03-08-2010 22:47:31

BINTANG FOLKLORE

INDONESIA BINTANG FESTIVAL FOLKLORE VARNA BULGARIA

London, 3/8 (ANTARA) - Tim kesenian Indonesia menjadi bintang pada International Folklore Festival di Varna, Bulgaria, belum lama ini, menyusul kesuksesan mereka sebelumnya pada acara Indonesian Cultural Evening di gedung Sredetz Municipal House of Culture Sofia.

Tim Kesenian Universitas Pelita Harapan (UPH) memesona warga kota Varna yang hampir memenuhi gedung Summer Theatre yang berkapasitas 2.000 orang, pada pembukaan International Folklore Festival (IFF) di Varna, Bulgaria.

Sekretaris tiga KBRI Bulgaria, Aditya Timoranto, kepada koresponden Antara London, Rabu, mengatakan, Dubes RI Immanuel Robert Inkiriwang serta Ibu Fely Rose Inkiriwang juga turut hadir bersama tokoh masyarakat dan warga kota Varna.

Wakil Wali Kota Varna, Kosta Bezhitov, dalam sambutan singkat menyampaikan bahwa kota Varna sangat berbangga untuk kembali menyelenggarakan IFF Varna yang telah menjadi tradisi tahunan kotanya.

Secara khusus disebutkan bahwa kali ini Indonesia, negara yang sangat jauh dan eksotik, turut berpartisipasi pada festival tersebut. Wakil Wali kota Bezhitov juga menyampaikan penghargaan atas kehadiran Dubes RI dalam acara tersebut.

Tim Kesenian UPH tampil memukau dengan membawakan Tari Saman yang tak pelak menuai aplus meriah berulang kali sepanjang tarian dibawakan.

Sebagian penonton tanpa segan-segan meneriakkan 'Bravo' memuji keharmonisan gerak Tim Kesenian UPH yang cepat dan sangat dinamis ketika membawakan Tari Saman.

Dalam acara pembukaan tersebut tiap tim kesenian membawakan sebuah tarian. Tim Kesenian UPH yang berkolaborasi dengan partisipan lainnya, juga tampil membawakan koreografi tarian Dance of Love.

Sebelum tampil di Summer Theatre, Tim Kesenian UPH bersama partisipan lainnya melakukan parade dengan kostum tari masing-masing dari Katedral kota Varna hingga Summer Theatre.

Sepanjang parade tersebut, Tim Kesenian UPH yang mengenakan kostum tarian dari berbagai propinsi di Indonesia mencuri perhatian media massa dan juga warga setempat serta turis yang sedang berada di lokasi parade.

Banyak warga setempat dan turis yang meminta untuk berfoto bersama dengan anggota Tim Kesenian UPH.

IFF Varna 2010 diikuti oleh peserta dari Indonesia, Bulgaria, Georgia, Meksiko, Montenegro, Polandia, Ukraina dan Yunani.

Selanjutnya Tim Kesenian UPH akan tampil setiap hari hingga berakhirnya festival tersebut pada 5 Agustus mendatang.

Tim Kesenian tersebut juga akan tampil pada pertunjukan terpisah khusus bagi Indonesia, diselenggarakan atas kerjasama KBRI dengan Varna Municipality tanggal 4 Agustus di Rakovina Stage di kota Varna.

Varna merupakan kota terbesar ketiga di Bulgaria dan terletak di tepi Laut Hitam. Kota ini memiliki kerjasama kota kembar dengan Surabaya, sejak Nopember 2009. ***5*** (U-ZG)
(T.H-ZG/B/H-KWR/H-KWR) 03-08-2010 23:34:10

KRI DEWA RUCI

KRI DEWA RUCI RAIH EMPAT PENGHARGAAN DI KRISTIANSAND

London, 3/8 (ANTARA) - KRI Dewa Ruci memperoleh penghargaan sebagai kapal layar dengan formasi terbaik saat berlabuh (the most spectacular entrance) serta tiga penghargaan lain untuk pertandingan olah raga cabang tenis meja dan voli pantai, serta lomba susun peti.

Kemenangan itu melengkapi tradisi juara kapal latih taruna Angkatan Laut Republik Indonesia, pada Tall Ships Races 2010 yang berlangsung di kota Kristiansand-Norwegia, pekan silam, ujar Sekretaris Tiga KBRI Oslo Febby Fahrani dalam keterangan persnya yang diterima, Rabu.

Keempat penghargaan tersebut secara bergantian diserahkan Menteri Kebudayaan Norwegia, Anniken Huitfeldt dan Walikota Kristiansand Per Sigurd Sorensen, kepada perwakilan awak kapal dan Taruna TNI-AL di hadapan puluhan ribu pengunjung.

Selain itu juga disaksikan sekitar 5.000 awak kapal layar peserta Tall Ships Races 2010 dari 18 negara usai parade awak kapal berkeliling kota Kristiansand.
Kemenangan awak kapal KRI Dewa Ruci dirayakan dengan tarian poco-poco di atas geladak kapal bagi pengunjung yang malam itu datang ke kapal yang dibuka untuk umum setiap harinya selama lebih dari 12 jam.

Ribuan pengunjung tidak pernah berhenti untuk menyaksikan dan mengagumi kapal layar bertiang tinggi yang meski tua namun tetap tampak gagah dan artistik dengan ornamen ukiran kayu khas Jepara.

Para pengunjung tampak terhibur dengan hiburan musik band yang tidak hanya membawakan lagu-lagu Indonesia namun juga lagu-lagu populer mancanegara, termasuk lagu popular Norwegia berjudul Fairy Tale.

Para pengunjung juga tertarik menyaksikan penampilan tarian tradisional Indonesia seperti Tari Rampak Gendang (Jabar), Tari Saman (Aceh), Tari Perang (Papua), dan kesenian Reog (Ponorogo).

Mengawali upacara pembukaan Tall Ships Races 2010 di Kristiansand yang dibuka Putri Mahkota Norwegia, Mette-Marit, beberapa tarian nusantara tersebut telah disuguhkan KRI Dewa Ruci.

Penampilan yang kaya akan unsur budaya tersebut memperoleh sambutan meriah dari para pengunjung. Penampilan budaya KRI Dewa Ruci tersebut juga dipercantik dengan gemulai tarian Bajidor Kahot yang dibawakan Anak Indonesia asuhan KBRI Oslo.

Ketua Penyelenggara Tall Ship Races 2010 Bjarne Ugland, pada kesempatan cocktail reception di geladak KRI Dewa Ruci menyampaikan kekagumannya atas penampilan KRI Dewa Ruci selama sandar di Pelabuhan Kristiansand.

Menurut Ugland, terik matahari dan hujan yang datang silih berganti tampak tidak menghentikan semangat Dewa Ruci dalam upaya melaksanakan tugasnya sebagai "goodwill ambassador Indonesia" selama kegiatan di Kristiansand.

Kekaguman dan rasa bangga yang sama juga disampaikan Dubes RI untuk Kerajaan Norwegia, Esti Andayani, pada kesempatan apel kesiapan layar menjelang keberangkatan Dewa Ruci menuju pelabuhan berikutnya di Hartlepool-Inggris.

Di hadapan 169 anak buah kapal dan Taruna TNI-AL, Esti Adayani mengatakan promosi yang dilakukan Dewa Ruci selama sandar di Kristiansand telah meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat setempat, membuat Indonesia makin dikenal oleh Norwegia.

Ia menyampaikan penghargaan atas kerja keras dan semangat juang Dewa Ruci dan mengharapkan agar Dewa Ruci terus maju dan membawa nama harum bangsa dan negara Indonesia.

Keberangkatan KRI Dewa Ruci menuju pelabuhan berikutnya di Hartlepool-Inggris dilepas secara khusus oleh Dubes RI dan jajaran staf KBRI serta masyarakat Indonesia dan masyarakat setempat.

***4***
(U-ZG)
(T.H-ZG/C/S004/S004) 03-08-2010 08:00:28

ANGKLUNG DI SPANYOL

KELOMPOK ANGKLUNG BANDUNG DISAMBUT MERIAH DI SPANYOL

London, 3/8 (ANTARA) -Lagu Besame Mucho dan New York New York yang dibawakan Kelompok Paduan Angklung SMA Negeri 3 Bandung (KPA3) berhasil mengundang decak kagum sekitar 100 undangan yang memenuhi ruang pertemuan KBRI Madrid, Spanyol.

Kebolehan para pelajar siswa menengah atas Bandung itu memainkan alat musik yang terbuat dari bambu menarik perhatian masyarakat Spanyol, ujar Sekretaris Tiga KBRI Madrid Krisnawati Desi Purnawestri dalam keterangannya kepada Antara London, Rabu.

Krisnawati Desi Purnawestri menjelaskan kelompok Paduan Angklung SMA Negeri 3 Bandung (KPA3) sebelumnya mengikuti berbagai kegiatan festival di tiga Negara yaitu di Slovenia, Austria dan Spanyol selama 35 hari .

Dalam acara yang berlangsung di KBRI Madrid yang juga dihadiri Dubes RI untuk Kerajaan Spanyol, Adiyatwidi Adiwoso Asmady itu,KLPA3 Bandung juga menampilkan tari tarian daerah seperti Jali-jali, Tari piring, dan Tari Saman dengan diiringi dengan angklung.

Sementara itu, selain menampilkan lagu New York New York dan Basame Mucho, mereka juga menampilkan lagu can can, Kopi Dangdut, serta Lagu Indonesia Pusaka, yang membius para penonton.

Krisnawati Desi Purnawestri mengatakan selama mengikuti festival di dua kota di Spanyol, yaitu di Ciudad Real dan Badajoz, kelompok musik angklung KPA3 Bandung itu memperoleh penghargaan khusus sebagai kelompok musik yang memainkan musik klasik dengan alat musik tradisional, yang membuat angklung diakui sebagai alat musik dunia.

Menurut Desi, festival yang mereka ikuti adalah festival folklore yang diadakan CIOFF Spanyol itu juga diikuti kelompok kesenian dari berbagai Negara lainnya.

***4***

(U-ZG) /C/A011)
(T.H-ZG/C/A011/A011) 03-08-2010 08:05:09

BI LONDON

DUBES HARAPKAN KANTOR PERWAKILAN BI LONDON BANTU KEGIATAN ITT

London, 3/8 (ANTARA) - Dutabesar RI untuk Kerajaan Inggris Raya dan Republik Irlandia, Yuri Thamrin, mengharapkan dukungan kantor perwakilan Bank Indonesia dan BUMN dalam membantu KBRI London melakukan kegiatan promosi perdagangan, pariwisata dan investasi (Trade, Tourism, and Investment/TTI).

Kondisi ekonomi Inggris masih belum begitu positif menjadi tantangan dalam mencari peluang yang dapat dimanfaatkan bagi kepentingan Indonesia, ujarnya pada acara serah terima jabatan Kepala Perwakilan BI London dari pejabat yang lama Budiman Kostaman kepada pejabat baru, DR. Dian Ediana Rae.

Sekretaris Tiga KBRI London Billy Wibisono dalam keterangan persnya yang diterima Antara, Rabu, mengatakan acara serah terima jabatan Kepala Perwakilan BI London itu juga dihadiri Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Budi Mulya dan pejabat dari Bank lndonesia lainnya.

Dalam sambutannya, Dubes menyampaikan penghargaannya atas kerjasama dan dukungan Budiman Kostaman selaku Kepala Perwakilan BI selama ini dan menyambut kedatangan pejabat baru Dian Ediana Rae.

Dikatakannya setiap perwakilan Indonesia di luar khsusnya di Inggris memiliki misi utama sebagai opportunity seeker terutama dalam melakukan promosi di bidang trade, tourism, dan investment (TTI).

Sementara itu, Deputi Gubernur BI menegaskan perwakilan BI senantiasa mendukung pelaksanaan tugas KBRI London terutama di bidang ekonomi.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan secara singkat berbagai perkembangan positif kondisi perekonomian Indonesia.


Fitch
Usai acara serah terima, Deputi Gubernur Bank Indonesia dan Dubes Yuri Thamrin didampingi pejabat fungsi ekonomi KBRI London serta pejabat BI mengunjungi kantor lembaga rating kredit terkemuka Fitch guna melakukan dialog mengenai perekonomian Indonesia.

Dalam pertemuan dengan Senior Director dari Fitch Ratings, Paul Rawkins, Deputi Gubernur BI menyampaikan perkembangan positif dari perekonomian Indonesia seperti pertumbuhan ekonomi tahun ini yang diperkirakan akan mencapai kisaran 5,9-6 persen.

Pertumbuhan ini diharapkan akan terus meningkat mencapai kisaran 6-6,5 persen pada tahun 2011, dengan tingkat inflasi mencapai target yang ditentukan sebesar 5 persen, kondisi nilai tukar rupiah yang stabil serta nilai investasi yang mengalami kenaikan pesat yang mencapai nilai 10,6 milyar dollar AS pada tahun 2010.

Paul Rawkins menyambut berbagai perkembangan positif yang dicapai Indonesia, meski masih terdapat kelemahan seperti potensi pendapatan negara yang belum pasti dan kepastian pada prosedur bisnis, Indonesia dinilai memiliki kelebihan pada aspek-aspek struktural seperti kondisi politik dan sumber daya yang beragam.

Dalam kesempatan itu, Deputi Gubernur BI secara informal menyampaikan undangan kepada pihak Fitch untuk berkunjung ke Indonesia dan melihat secara langsung kondisi ekonomi Indonesia yang disambut baik oleh pihak Fitch.

Pada bulan Januari 2010, Fitch Ratings telah meningkatkan rating kredit Indonesia menjadi BB+ dari BB. ***2***
(U-ZG/
(T.H-ZG/C/A027/A027) 03-08-2010 06:54:51