BERBAGAI KEUNGGULAN DIMILIKI PULAU BATAM UNTUK BERINVESTASI
Denhaag, 5/4 (ANTARA) - Batam yang memiliki berbagai keunggulan, diantaranya dengan letak yang strategis, kesiapan infrastruktur, tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi, dan kemudahan perizinan investasi, memiliki potensi sangat besar untuk berinvestasi.
Hal itu diungkapkan Kepala Badan Pengusahaan Batam, Mustafa Widjaja, dalam "Forum Indonesia Today" dengan moderator mantan Dubes Jusuf Effendy Habibie, yang diadakan dihari ke-empat Pasar Malam Indonesia yang tengah berlangsung di alun-alun tengah kota Denhaag, Senin siang.
Dalam diskusi yang bertemakan "Investment Opportunities in Batam and Central Java and Empowerment Micro and Small Enterprises" dihadiri oleh lebih dari 65 pengusaha Belanda itu, Mustafa Widjaja, mengatakan, Batam selaku "free trade zone" memiliki potensi sangat besar untuk berinvestasi.
Dikatakannya, banyak kenggulan yang dimiliki Batam seperti letaknya tidak jauh dari Malaysia, Singapura, dan Thailand sangat memudahkan pengusaha untuk melihatlangsung kemajuan yang dicapai Pulau Batam.
Menurut Mustafa Widjaja, saat ini, banyak industri IT yang tertarik untuk memanfaatkan keunggulan yang dimiliki Pulau Batam dengan kedekatannya dengan negara lainnya.
Sementara itu, dalam forum diskusi sesi kedua dengan pembicara Ny Herawatie Wirajuda membawakan tema Empowerment of Micro and Small Enterprises dilanjutkan pembicara selanjutnya, Kepala Badan Koordinasi Penamanan Modal Daerah Jawa Tengah, Anung Sugihartono, membawakan tema Investment Opportunities in Central Java. Yang bertindak sebagai moderator pada sesi kedua adalah Sam Pormes, INFID Jakarta.
Istri mantan Menlu RI, Hasan WIrajuda, itu menjabarkan Usaha Mikro dan Kecil memiliki kekuatan sebagai fondasi perekonomian Indonesia. Berinvestasi pada Usaha Mikro dan Kecil bukan hanya mengejar keuntungan semata, namun turut serta mengentaskan masalah-masalah sosial di masyarakat melalui capacity building.
Sedangkan Anung Sugihartono menyampaikan potensi investasi di Jawa Tengah masih terbuka lebar, terutama untuk sektor pertanian, industri, dan energi.
Sama halnya dengan Batam, Provinsi Jawa Tengah memiliki infrastruktur yang sangat baik, antara lain bandara internasional di Semarang dan Solo, pelabuhan internasional di Semarang, fasilitas umum, industri dan sector jasa yang terus meningkat.
Di akhir acara, para pengusaha yang berminat berkesempatan berbicara secara langsung dengan para narasumber untuk membahas lebih mendalam mengenai peluang investasi dan perizinannya di Indonesia.
Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Denhaag, Umar Hadi, mengatakan, forum diskusi yang diadakan selama berlangsungnya Pasar Malam Indonesia yang digelar untuk kedua kalinya oleh KBRI Denhaag menjadi ajang bertemunya para pengusaha yang ingin berinvestasi di Indonesia. "KBRI berupaya menjadi fasilitas para pengusaha Belanda yang ingin berinvestasi di Indonesia," ujarnya.
Sementara itu, pada panggung hiburan Pasam Malam Indonesia yang berlangsung hingga tanggal 7 April mendatang, para pengunjung menikmati pagelaran seni budaya Minahasa bertemakan Kawanua Night didukung Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dengan mendatangkan para seniman dari Sulawesi Utara.
Seni budaya yang ditampilkan adalah nyanyian dan paduan suara yang membawakan lagu tradisional serta tari-tarian, termasuk yang sudah dikenal secara luas, Poco Poco.
(ZG)
(T.H-ZG/B/M012/M012) 05-04-2011 21:22:21
Blog ini berisi liputan dan berita serta artikel sekitar kejadian yang ada hubungannya diplomasi Indonesia di luar negeri khususnya wilayah Eropa yang saya kirim dan dimuat di LKBN Antara. Terima kasih untuk seluruh nara sumber diplomat yang memberikan kontribusi kepada saya sebagai koresponden LKBN Antara di Kerajaan Inggris dan juga mencakup wilayah Eropa
Kamis, 07 April 2011
DIPLOMASI KULINER
DIPLOMASI KULINER INDONESIA MENGOYANG LIDAH WARGA DUBAI
London, 3/ 4(ANTARA) - Kuliner Indonesia berhasil menggoyang lidah masyarakat Dubai dalam acara "Indonesian Culinary Show: Cooking Demo" yang digelar KJRI Dubai bekerja sama dengan Dharma Wanita Persatuan (DWP) KJRI Dubai.
Diplomasi kuliner bertujuan mempromosikan keberagaman budaya melalui aneka masakan khas Indonesia diadakan di "Toshi Restaurant", Grand Millennium Hotel Dubai, ujar Sekretaris Pertama Fungsi Pensosbud KJRI Dubai, Adiguna Wijaya kepada Antara London, Minggu.
Adiguna Wijaya menjelaskan acara yang dihadiri isteri kepala perwakilan iplomatik, isteri pengusaha asing dan lokal (Emirati) dan isteri Pejabat Pemerintahan Dubai dibuka Ketua DWP KJRI Dubai, Ny. Febie Mansyur.
Dalam sambutannya , Febie Mansyur menyampaikan harapannya agar melalui kegiatan demonstrasi mmasak makanan khas Indonesia itu maka masyarakat Dubai, dapat mengenal lebih dekat aneka macam bumbu khas Indonesia dan mengetahui tata masak sekaligus mencicipi aneka masakan yang dipersiapkan.
Diharapkannya peserta dapat mencoba memasak hidangan Indonesia di rumah masing-masing untuk diperkenalkan kepada keluarga dan teman-teman mereka.
Ketua DWP Febie Mansyur menjelaskan sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan lebih dari 17.000 pulau dan 365 suku bangsa, Indonesia memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam, termasuk kuliner.
Hidangan yang sangat bervariasi, baik cita rasa maupun tata cara pengolahan hidangan diantara berbagai suku bangsa dan kepulauan yang ada, ujarnya.
Febie Mansyur juga menyampaikan harapannya melalui demo memasak peserta tertarik mencari informasi lebih jauh tidak hanya mengenai masakan Indonesia tetapi mengenal Indonesia lebih mendalam dan diharapkan akan berkunjung ke Indonesia bersama keluarga.
Kegiatan demo memasak dipandu chef "Toshi Restaurant" yang berasal dari Indonesia dan Thailand. Selain chef, terdapat beberapa orang Indonesia lainnya yang juga bekerja di Toshi Restaurant, Grand Millennium Hotel Dubai.
Menu yang diperagakan penyajiannya dalam kegiatan ini terdiri atas hidangan pembuka berupa gado-gado, karedok dan urap. Sedangkan makanan utama tongseng kambing, ikan bumbu pesmol, nasi goreng dan mie goreng. Sementara sebagai penutup terdiri dari martabak asin, bubur sumsum dan es cendol.
Kegiatan demo memasak berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan sangat interaktif antara kedua chef dengan peserta.
Antusiasme peserta yang sangat tinggi untuk mengenal lebih jauh aneka bumbu khas Indonesia dan tata cara penyajian masakan yang diperagakan, bahkan ada peserta terlibat memasak bersama kedua chef.
Acara dilanjutkan makan siang bersama dengan menu aneka hidangan khas Indonesia seperti gado-gado, karedok, urap, bakwan jagung, sate ayam, sate daging, tongseng kambing, ikan bumbu pesmol, nasi goreng, mie goreng, soto ayam, bubur sumsum, bubur kacang hijau, pisang goreng, es cendol, es campur dan potongan aneka buah tropis.
Para peserta sangat menikmati berbagai hidangan masakan Indonesia yang sangat beragam tersebut.
Acara ditutup dengan pemberian door prize, berupa hiasan perak miniatur becak, kepada peserta yang beruntung dan pembagian cinderamata kepada seluruh peserta.
Cinderamata terdiri atas buku promosi Indonesia yang diperoleh dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Direktorat Promosi Luar Negeri), yaitu mengenai masakan Indonesia "Indonesia Culinary Treasures" dan pamflet promosi wisata Indonesia.
Selain aneka kerajinan tangan khas Indonesia maka juga diberikan berbagai barang seperti ballpoint dan pinsil berornamen wayang, boneka kayu wayang, pembatas buku kulit, kipas batik, gantungan kunci miniatur angklung, serta aneka permen produksi Indonesia.
(ZG)/C/A011)
(T.H-ZG/C/A011/A011) 03-04-2011 08:24:35
London, 3/ 4(ANTARA) - Kuliner Indonesia berhasil menggoyang lidah masyarakat Dubai dalam acara "Indonesian Culinary Show: Cooking Demo" yang digelar KJRI Dubai bekerja sama dengan Dharma Wanita Persatuan (DWP) KJRI Dubai.
Diplomasi kuliner bertujuan mempromosikan keberagaman budaya melalui aneka masakan khas Indonesia diadakan di "Toshi Restaurant", Grand Millennium Hotel Dubai, ujar Sekretaris Pertama Fungsi Pensosbud KJRI Dubai, Adiguna Wijaya kepada Antara London, Minggu.
Adiguna Wijaya menjelaskan acara yang dihadiri isteri kepala perwakilan iplomatik, isteri pengusaha asing dan lokal (Emirati) dan isteri Pejabat Pemerintahan Dubai dibuka Ketua DWP KJRI Dubai, Ny. Febie Mansyur.
Dalam sambutannya , Febie Mansyur menyampaikan harapannya agar melalui kegiatan demonstrasi mmasak makanan khas Indonesia itu maka masyarakat Dubai, dapat mengenal lebih dekat aneka macam bumbu khas Indonesia dan mengetahui tata masak sekaligus mencicipi aneka masakan yang dipersiapkan.
Diharapkannya peserta dapat mencoba memasak hidangan Indonesia di rumah masing-masing untuk diperkenalkan kepada keluarga dan teman-teman mereka.
Ketua DWP Febie Mansyur menjelaskan sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan lebih dari 17.000 pulau dan 365 suku bangsa, Indonesia memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam, termasuk kuliner.
Hidangan yang sangat bervariasi, baik cita rasa maupun tata cara pengolahan hidangan diantara berbagai suku bangsa dan kepulauan yang ada, ujarnya.
Febie Mansyur juga menyampaikan harapannya melalui demo memasak peserta tertarik mencari informasi lebih jauh tidak hanya mengenai masakan Indonesia tetapi mengenal Indonesia lebih mendalam dan diharapkan akan berkunjung ke Indonesia bersama keluarga.
Kegiatan demo memasak dipandu chef "Toshi Restaurant" yang berasal dari Indonesia dan Thailand. Selain chef, terdapat beberapa orang Indonesia lainnya yang juga bekerja di Toshi Restaurant, Grand Millennium Hotel Dubai.
Menu yang diperagakan penyajiannya dalam kegiatan ini terdiri atas hidangan pembuka berupa gado-gado, karedok dan urap. Sedangkan makanan utama tongseng kambing, ikan bumbu pesmol, nasi goreng dan mie goreng. Sementara sebagai penutup terdiri dari martabak asin, bubur sumsum dan es cendol.
Kegiatan demo memasak berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan sangat interaktif antara kedua chef dengan peserta.
Antusiasme peserta yang sangat tinggi untuk mengenal lebih jauh aneka bumbu khas Indonesia dan tata cara penyajian masakan yang diperagakan, bahkan ada peserta terlibat memasak bersama kedua chef.
Acara dilanjutkan makan siang bersama dengan menu aneka hidangan khas Indonesia seperti gado-gado, karedok, urap, bakwan jagung, sate ayam, sate daging, tongseng kambing, ikan bumbu pesmol, nasi goreng, mie goreng, soto ayam, bubur sumsum, bubur kacang hijau, pisang goreng, es cendol, es campur dan potongan aneka buah tropis.
Para peserta sangat menikmati berbagai hidangan masakan Indonesia yang sangat beragam tersebut.
Acara ditutup dengan pemberian door prize, berupa hiasan perak miniatur becak, kepada peserta yang beruntung dan pembagian cinderamata kepada seluruh peserta.
Cinderamata terdiri atas buku promosi Indonesia yang diperoleh dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Direktorat Promosi Luar Negeri), yaitu mengenai masakan Indonesia "Indonesia Culinary Treasures" dan pamflet promosi wisata Indonesia.
Selain aneka kerajinan tangan khas Indonesia maka juga diberikan berbagai barang seperti ballpoint dan pinsil berornamen wayang, boneka kayu wayang, pembatas buku kulit, kipas batik, gantungan kunci miniatur angklung, serta aneka permen produksi Indonesia.
(ZG)/C/A011)
(T.H-ZG/C/A011/A011) 03-04-2011 08:24:35
KAIN TRADISIONAL
KAIN TRADISIONAL INDONESIA PIKAT MASYARAKAT JENEWA
London, 7/4 (ANTARA) - Gemuruh tepuk tangan dan pujian memenuhi markas besar International Labour Organization Jenewa seiring berakhirnya peragaan busana dan aksesoris batik, tenun ikat dan songket Indonesia dalam acara United Nations Women's Guild (UNWG) coffee morning, di Jenewa.
Sekretaris Tiga PTRI Jenewa, Indah Savitri, dalam keterangan persnya yang diterima Antara London, Kamis mengatakan, ratusan penonton bergabung dalam organisasi UNWG terkesima dan berdecak kagum menikmati beragam koleksi busana kain tradisional Indonesia.
Sebanyak enam orang istri diplomat dan dua diplomat perempuan Indonesia yang bertugas di PTRI Jenewa tampil elegan dan menawan saat memperagakan berbagai busana tersebut.
Berbagai kain batik Solo, Cirebon, Lasem, dan Pekalongan, maupun tenun ikat Flores, Bali, Ulos Batak, dan Songket Padang serta Palembang dipajang dalam acara tersebut menambah warna-warni kain tradisional Indonesia yang turut.
Dengan iringan lagu Pasir Berantai dan Ampar-ampar Pisang asal Kalimantan Selatan yang berhasil menciptakan suasana dinamis dan penuh kegembiraan.
Antusiasme penonton begitu terasa lewat tepuk tangan dan seruan bravo yang mengiringi acara peragaan busana dari awal hingga selesai.
"Amazing.simply amazing, the vibrant colors and their unique patterns are so beautiful, I want to wear one myself ", seru salah seorang penonton asing mengomentari koleksi pakaian dan tas yang ditampilkan.
Banyak pula penonton yang menyampaikan minat mereka untuk mengoleksi kain, pakaian, dan aksesoris khas Indonesia tersebut.
"Promosi budaya Indonesia ini merupakan kontribusi nyata dan bentuk kecintaan kami kepada tanah air tercinta", ujar Ibu Lista Damayanti Djani, istri Wakil Tetap/Duta Besar RI untuk PBB, WTO dan Organisasi internasional lainnya di Jenewa, dalam sambutan pengantar di awal acara.
Menurut dia, kekayaan budaya Indonesia, termasuk beraneka kain tradisional yang begitu kaya, sangat layak untuk ditampilkan. Hal ini pula yang membuat banyak orang jatuh cinta pada budaya Indonesia.
Acara coffee morning semakin semarak dengan aneka hidangan lezat khas Indonesia seperti siomay bandung, bihun goreng Jawa, dan aneka kue tradisional seperti talam ubi, onde-onde dan lumpia.
Berbagai kerajinan tradisional Indonesia juga diberikan sebagai "door prize" bagi mereka yang beruntung. Kerjasama yang sangat baik dan harmonis dari ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan Jenewa juga menjadi kunci kesuksesan acara ini.
Tidak heran jika banyak penonton yang menanyakan kapan acara serupa akan digelar kembali dan menyampaikan penghargaannya Bravo perempuan Indonesia.(ZG) ***6***
(T.H-ZG/C/S025/C/S025) 07-04-2011 19:35:42
London, 7/4 (ANTARA) - Gemuruh tepuk tangan dan pujian memenuhi markas besar International Labour Organization Jenewa seiring berakhirnya peragaan busana dan aksesoris batik, tenun ikat dan songket Indonesia dalam acara United Nations Women's Guild (UNWG) coffee morning, di Jenewa.
Sekretaris Tiga PTRI Jenewa, Indah Savitri, dalam keterangan persnya yang diterima Antara London, Kamis mengatakan, ratusan penonton bergabung dalam organisasi UNWG terkesima dan berdecak kagum menikmati beragam koleksi busana kain tradisional Indonesia.
Sebanyak enam orang istri diplomat dan dua diplomat perempuan Indonesia yang bertugas di PTRI Jenewa tampil elegan dan menawan saat memperagakan berbagai busana tersebut.
Berbagai kain batik Solo, Cirebon, Lasem, dan Pekalongan, maupun tenun ikat Flores, Bali, Ulos Batak, dan Songket Padang serta Palembang dipajang dalam acara tersebut menambah warna-warni kain tradisional Indonesia yang turut.
Dengan iringan lagu Pasir Berantai dan Ampar-ampar Pisang asal Kalimantan Selatan yang berhasil menciptakan suasana dinamis dan penuh kegembiraan.
Antusiasme penonton begitu terasa lewat tepuk tangan dan seruan bravo yang mengiringi acara peragaan busana dari awal hingga selesai.
"Amazing.simply amazing, the vibrant colors and their unique patterns are so beautiful, I want to wear one myself ", seru salah seorang penonton asing mengomentari koleksi pakaian dan tas yang ditampilkan.
Banyak pula penonton yang menyampaikan minat mereka untuk mengoleksi kain, pakaian, dan aksesoris khas Indonesia tersebut.
"Promosi budaya Indonesia ini merupakan kontribusi nyata dan bentuk kecintaan kami kepada tanah air tercinta", ujar Ibu Lista Damayanti Djani, istri Wakil Tetap/Duta Besar RI untuk PBB, WTO dan Organisasi internasional lainnya di Jenewa, dalam sambutan pengantar di awal acara.
Menurut dia, kekayaan budaya Indonesia, termasuk beraneka kain tradisional yang begitu kaya, sangat layak untuk ditampilkan. Hal ini pula yang membuat banyak orang jatuh cinta pada budaya Indonesia.
Acara coffee morning semakin semarak dengan aneka hidangan lezat khas Indonesia seperti siomay bandung, bihun goreng Jawa, dan aneka kue tradisional seperti talam ubi, onde-onde dan lumpia.
Berbagai kerajinan tradisional Indonesia juga diberikan sebagai "door prize" bagi mereka yang beruntung. Kerjasama yang sangat baik dan harmonis dari ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan Jenewa juga menjadi kunci kesuksesan acara ini.
Tidak heran jika banyak penonton yang menanyakan kapan acara serupa akan digelar kembali dan menyampaikan penghargaannya Bravo perempuan Indonesia.(ZG) ***6***
(T.H-ZG/C/S025/C/S025) 07-04-2011 19:35:42
"RINDU KAMPUNG"
DRAMA MUSIKAL "RINDU KAMPUNG" OBATI RASA RINDU WARGA KETURUNAN BELANDA
Denhaag 7/4 (ANTARA) - Drama musikal "Rindu Kampung", yang dibawakan Indonesia Pencari Bakat TransTV berhasil mengobati rasa rindu akan kampung warga keturunan Indonesia yang sekarang menetap di Belanda.
Acara pertunjukan gala show "Rindu Kampung" yang dipandu penyanyi kawakan Bob Tutupoly, berlangsung di Theater Pasar Malam Indonesia, alun alun Malieveld, Den Haag, Rabu malam.
Lebih dari 500 penonton menyaksikan acara yang disiarkan langsung stasiun televisi Indonesia dengan menampilkan Indonesia Pencari Bakat Trans TV seperti Funky Papua yang membawakan Tarian Papua serta tarian Ambon, dan kelompok Inframe Rumingkan yang menampilkan kesenian Jawa Barat.
Di awal acara , Bob Tutupoli yang fasih berbahasa Belanda menyapa penonton dan menceritakan Indonesia sebagai negara yang sarat akan kerukunan bangsa, sehingga apabila terjadi pertikaian mak selalu ada cara untuk mendamaikan seperti halnya kebudayaan.
Putri Ayu, penyanyi yang dijuluki Charlotte Church nya dari Indonesia Mencari Bakat TransTV bersama Funky Papua dan Hudson yang berpenampilan bermuka dua setengah perempuan dan setengah lelaki itu dengan jenaka melantumkan lagu Medley Hitam Manis dan Ayo Mama.
Dalam drama musikal tersebut, Bob Tutupoly yang kini berusia 72 tahun menceritakan tentang banyaknya anak muda Indonesia yang pergi merantau ke negeri seberang untuk belajar atau bekerja.
Pelantun lagu Widuri itu bercerita bagaimana kesedihan mereka harus meninggalkan keluarga teman dan kekasih tercinta dan ia pun menyanyikan lagu Balada Sang Pelaut.
Acara pun Rindu Kampung itu berlanjut dengan penampilan Putri Ayu, gadis yang berusia 13 tahun itu dengan suara soprano nya melantunkan lagu Sio Mama serta diikuti dengan medley O tano Batak dan Alusiau.
Bob Tutupoli kepada koresponden Antara London mengakui bahwa ia diminta ikut membantu penampilan gala show drama musical Rindu Kampung ini.
"Sebagai putra Indonesia , saya diminta membantu acara yang diadakan KBRI Den Haag," ujar Bob.
Diakuinya tampil di luar negeri bukan sesuatu yang baru karena sering ke luar negeri, namun apa yang ditampilkan itu diharapkan dapat mengobati rasa rindu masyarakat Indonesia yang lama menetap di Belanda.
"Saya bersyukur kepada Tuhan dalam usia yang 72 tahun masih bisa menyumbangkan sesuatu bagi nusa dan bangsa dan masih bisa bernyanyi bersama anak anak mudah dan bisa menghibur penonton," ujarnya.
Sementara itu mengenai penyelenggaraan Pasar Malam Indonesia, Bob mengakui perlu didukung, apalagi pengeluaran cukup besar, sehingga bila hasilnya dapat mendatangkan turis yang datang ke Indonesia lebih banyak lagi tentunya baik.
Namun bila dengan pengeluaran yang cukup besar dan tidak ada pertambahan akan jumlah wisatawan Belanda ke Indonesia tentunya sangat disayangkan, ujarnya menambahkan bahwa ia yakin kebudayaan dapat menjadi daya tarik tersendiri.
Diakuinya penampilan anak anak muda seperti Putri Ayu dan Hudson yang punya dua muka sangat luar biasa dan aggak lain dari yang lain itu diharapkannya generasi muda yang karirnya mulai menanjak bisa menjaga diri dan tidak menghambur- hamburkan uang atau lari ke narkoba sehingga akhirnya menderita sendiri.
Ia juga mengharapkan penyanyi muda berbakat dapat mengangkat dan memperbaiki mutu serta mendapat kesempatan untuk tampil di luar negeri.
Sementara Hudson yang dikenal dalam penampilannya bermuka dua itu, mengatakan bahwa ia sangat senang bisa tampil dalam Pasar Malam Indonesia .
Diakuinya penampilannya di luar Indoensia adalah untuk pertama kalinya bersama Putri Ayu dan Funky Papua.
"Saya senang sekali pengalaman yang sangat berhargai," ujar Hudson.
Apalagi banyak diantaranya yang telah menyaksikan penampilannya di Youtube.
"Senang banget kalau mereka sudah kenal saya sebelumnya di youtube," ujar Hudson yang menyebutkan penampilannya dengan muka dua, bukan berarti bermuka dua.
Jadi model
secara terpisah Wakil panitia penyelenggara Pasar Malam Indonesia, Lasro Simbolon mengakui keberhasilan penyelenggaraan Pasar Malam tahun ini setelah melihat keberhasilan dari Pasar Malam pertama tahun lalu yang merupakan sebagai eksperimen.
Diakuinya respon dan kehadiran masyarakat Belanda sangat luar biasa yang mendapat penghargaan dari Rekor Muri.
Sementara penyelenggaraam Pasar Malam kedua diadakan dengan semangat yang lebih tinggi dan dukungan dari Pemerintah Pusat khususnya Kementerian Luar Negeri yang memberikan dukungan tidak saja kebijakan tetapi juga anggaran dan diharapkannya Pasar Malam di Belanda dapat menjadi model .
Diakuinya , pasar cukup besar dan sudah ada selain warga Indonesia pemegang paspor hijau di belanda cukup besar sebesar 15.000 orang dan tertinggi di Eropa. Begitupun warga keturunan yang pemegang paspor Belanda dan selain itu sekitar 10 persen warga Belanda yang mempunyai ikatan yang cukup besar.
Menurut Larso Simbolon, hal ini merupakan suatu keunggulan yang luar biasa, tinggal kita harus mengolahnya.
Salah satu perbedaan Pasar Malam pertama dan kedua adalah dengan digelarnya Forum Indonesia Today yang diisi dengan berbagai tema yang berbeda baik yang menyangkut investasi di Indonesia tetapi juga masalah lainnya diantaranya Peranan Indonesia di dalam ASEAN serta kerukunan beragama, selain masalah investasi.
Diharapkannya dengan danya Forum Indonesia Today, warga Belanda tidak sekedar mencintai martabak, atau nasi goreng serta berbaju batik dan keris tetapi juga mengetahui Indonesia kekinian, dan memahami kompleksitas yang dihadapi dalam mengelola berbagai hal.
Pasar Malam Indonesia yang berlangsung sejak minggu lalu digelar untuk kedua kalinya oleh KBRI Den Haag dengan didukung oleh berbagai perwakilan dari Pemerintah Daerah dan instansi pemerintah dan swasta.
***6***
(ZG)/B/A011)
(T.H-ZG/B/A011/A011) 07-04-2011 08:12:42
Denhaag 7/4 (ANTARA) - Drama musikal "Rindu Kampung", yang dibawakan Indonesia Pencari Bakat TransTV berhasil mengobati rasa rindu akan kampung warga keturunan Indonesia yang sekarang menetap di Belanda.
Acara pertunjukan gala show "Rindu Kampung" yang dipandu penyanyi kawakan Bob Tutupoly, berlangsung di Theater Pasar Malam Indonesia, alun alun Malieveld, Den Haag, Rabu malam.
Lebih dari 500 penonton menyaksikan acara yang disiarkan langsung stasiun televisi Indonesia dengan menampilkan Indonesia Pencari Bakat Trans TV seperti Funky Papua yang membawakan Tarian Papua serta tarian Ambon, dan kelompok Inframe Rumingkan yang menampilkan kesenian Jawa Barat.
Di awal acara , Bob Tutupoli yang fasih berbahasa Belanda menyapa penonton dan menceritakan Indonesia sebagai negara yang sarat akan kerukunan bangsa, sehingga apabila terjadi pertikaian mak selalu ada cara untuk mendamaikan seperti halnya kebudayaan.
Putri Ayu, penyanyi yang dijuluki Charlotte Church nya dari Indonesia Mencari Bakat TransTV bersama Funky Papua dan Hudson yang berpenampilan bermuka dua setengah perempuan dan setengah lelaki itu dengan jenaka melantumkan lagu Medley Hitam Manis dan Ayo Mama.
Dalam drama musikal tersebut, Bob Tutupoly yang kini berusia 72 tahun menceritakan tentang banyaknya anak muda Indonesia yang pergi merantau ke negeri seberang untuk belajar atau bekerja.
Pelantun lagu Widuri itu bercerita bagaimana kesedihan mereka harus meninggalkan keluarga teman dan kekasih tercinta dan ia pun menyanyikan lagu Balada Sang Pelaut.
Acara pun Rindu Kampung itu berlanjut dengan penampilan Putri Ayu, gadis yang berusia 13 tahun itu dengan suara soprano nya melantunkan lagu Sio Mama serta diikuti dengan medley O tano Batak dan Alusiau.
Bob Tutupoli kepada koresponden Antara London mengakui bahwa ia diminta ikut membantu penampilan gala show drama musical Rindu Kampung ini.
"Sebagai putra Indonesia , saya diminta membantu acara yang diadakan KBRI Den Haag," ujar Bob.
Diakuinya tampil di luar negeri bukan sesuatu yang baru karena sering ke luar negeri, namun apa yang ditampilkan itu diharapkan dapat mengobati rasa rindu masyarakat Indonesia yang lama menetap di Belanda.
"Saya bersyukur kepada Tuhan dalam usia yang 72 tahun masih bisa menyumbangkan sesuatu bagi nusa dan bangsa dan masih bisa bernyanyi bersama anak anak mudah dan bisa menghibur penonton," ujarnya.
Sementara itu mengenai penyelenggaraan Pasar Malam Indonesia, Bob mengakui perlu didukung, apalagi pengeluaran cukup besar, sehingga bila hasilnya dapat mendatangkan turis yang datang ke Indonesia lebih banyak lagi tentunya baik.
Namun bila dengan pengeluaran yang cukup besar dan tidak ada pertambahan akan jumlah wisatawan Belanda ke Indonesia tentunya sangat disayangkan, ujarnya menambahkan bahwa ia yakin kebudayaan dapat menjadi daya tarik tersendiri.
Diakuinya penampilan anak anak muda seperti Putri Ayu dan Hudson yang punya dua muka sangat luar biasa dan aggak lain dari yang lain itu diharapkannya generasi muda yang karirnya mulai menanjak bisa menjaga diri dan tidak menghambur- hamburkan uang atau lari ke narkoba sehingga akhirnya menderita sendiri.
Ia juga mengharapkan penyanyi muda berbakat dapat mengangkat dan memperbaiki mutu serta mendapat kesempatan untuk tampil di luar negeri.
Sementara Hudson yang dikenal dalam penampilannya bermuka dua itu, mengatakan bahwa ia sangat senang bisa tampil dalam Pasar Malam Indonesia .
Diakuinya penampilannya di luar Indoensia adalah untuk pertama kalinya bersama Putri Ayu dan Funky Papua.
"Saya senang sekali pengalaman yang sangat berhargai," ujar Hudson.
Apalagi banyak diantaranya yang telah menyaksikan penampilannya di Youtube.
"Senang banget kalau mereka sudah kenal saya sebelumnya di youtube," ujar Hudson yang menyebutkan penampilannya dengan muka dua, bukan berarti bermuka dua.
Jadi model
secara terpisah Wakil panitia penyelenggara Pasar Malam Indonesia, Lasro Simbolon mengakui keberhasilan penyelenggaraan Pasar Malam tahun ini setelah melihat keberhasilan dari Pasar Malam pertama tahun lalu yang merupakan sebagai eksperimen.
Diakuinya respon dan kehadiran masyarakat Belanda sangat luar biasa yang mendapat penghargaan dari Rekor Muri.
Sementara penyelenggaraam Pasar Malam kedua diadakan dengan semangat yang lebih tinggi dan dukungan dari Pemerintah Pusat khususnya Kementerian Luar Negeri yang memberikan dukungan tidak saja kebijakan tetapi juga anggaran dan diharapkannya Pasar Malam di Belanda dapat menjadi model .
Diakuinya , pasar cukup besar dan sudah ada selain warga Indonesia pemegang paspor hijau di belanda cukup besar sebesar 15.000 orang dan tertinggi di Eropa. Begitupun warga keturunan yang pemegang paspor Belanda dan selain itu sekitar 10 persen warga Belanda yang mempunyai ikatan yang cukup besar.
Menurut Larso Simbolon, hal ini merupakan suatu keunggulan yang luar biasa, tinggal kita harus mengolahnya.
Salah satu perbedaan Pasar Malam pertama dan kedua adalah dengan digelarnya Forum Indonesia Today yang diisi dengan berbagai tema yang berbeda baik yang menyangkut investasi di Indonesia tetapi juga masalah lainnya diantaranya Peranan Indonesia di dalam ASEAN serta kerukunan beragama, selain masalah investasi.
Diharapkannya dengan danya Forum Indonesia Today, warga Belanda tidak sekedar mencintai martabak, atau nasi goreng serta berbaju batik dan keris tetapi juga mengetahui Indonesia kekinian, dan memahami kompleksitas yang dihadapi dalam mengelola berbagai hal.
Pasar Malam Indonesia yang berlangsung sejak minggu lalu digelar untuk kedua kalinya oleh KBRI Den Haag dengan didukung oleh berbagai perwakilan dari Pemerintah Daerah dan instansi pemerintah dan swasta.
***6***
(ZG)/B/A011)
(T.H-ZG/B/A011/A011) 07-04-2011 08:12:42
ISTRI DUBES
PULUHAN ISTRI DUBES PRAKTIK MEMBATIK DI ATHENA
London, 7/4 (ANTARA) - Sebanyak 75 undangan terdiri atas para istri duta besar dan warga asing di Yunani yang tergabung dalam Women International Club (WIC), tercatat mengikuti praktik membatik yang diadakan di Wisma Duta di Athena.
Praktik membatik tersebut dipandu perajin dan desainer batik terkemuka Indonesia, Afif Syakur. "Kegiatan ini sebagai upaya mempromosikan batik yang telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia nonbenda dari Indonesia," ujar Sekretaris Pertama KBRI Athena Jani Mediawati Sasanti kepada ANTARA London, Kamis.
Acara bertema "Meet my Country" itu diadakan dalam rangkaian kegiatan "Batik dan Angklung Diplomacy" oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia bekerja sama dengan Kedutaan Besar RI di Athena.
Pada kesempatan itu Dubes Ahmad Rusdi menyampaikan keanekaragaman budaya Indonesia yang tersebar di 17.500 pulau, 480 etnis, 583 bahasa dan dialek. "Indonesia berhasil melestarikan batik, yakni warisan tradisional yang diturunkan dari generasi ke generasi," ujarnya.
Upaya KBRI melakukan promosi pariwisata dan budaya melalui pelatihan membatik agar warga asing dapat lebih mengapresiasi batik sebagai salah satu koleksi wajib dimiliki/must-have-item, ujarnya.
Sementara itu Presiden Women International Club, Loukia Nikola, menyampaikan penghargaan kepada KBRI Athena yang telah memberikan kesempatan untuk lebih mengenal kekayaan dan budaya Indonesia.
Disampaikan bahwa program "Meet my Country" ini secara khusus ditujukan untuk memperluas wawasan setiap anggota WIC yang berasal dari berbagai negara dan latar belakang.
Sebelum acara pelatihan dimulai, peserta menerima bingkisan peralatan membatik, terdiri dari tiga canting, malam dan selembar kain putih untuk membatik.
Acara pelatihan berlangsung dalam suasana santai, dipandu Afif Syakur bersama anggota timnya, yang khusus datang dari Tanah Air untuk memberikan pelatihan secara nyata.
Untuk memperjelas pemahaman peserta mengenai batik, Afif Syakur memberikan informasi singkat mengenai sejarah, filosofi membatik dan motif-motifnya serta makna yang terkandung di dalamnya.
Selanjutnya dipaparkan mengenai detail teknik membatik yang terdiri dari beberapa tahap, yaitu membatik, pewarnaan, pencelupan dan pelepasan lilin yang menempel di kain untuk mendapatkan hasil akhir yang diinginkan.
Anggota WIC mempraktikkan cara menggunakan canting dan malam sebagai media melukis berekspresi di atas selembar kain yang disiapkan dengan dukungan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI.
Sebelum pewarnaan dan pencelupan serta pelepasan lilin, peserta dihibur musik angklung dan arumba yang dibawakan musisi asal Bandung di bawah naungan Ikakresindo dengan mengalunkan lagu Bengawan Solo dan daerah lain, selain juga alunan musik internasional dan Yunani.
Para peserta menyatakan kepuasannya dapat mempelajari seni membatik secara langsung dari pakar dan penrajin Batik yang didatangkan dari Pekalongan dan Jogyakarta.
Unik
Salah satu anggota WIC terkesan dengan pelatihan yang dinilai sangat unik dan belum pernah dilakukan negara manapun dalam kegiatan WIC yang berada di Kota Athena yang penuh dengan peninggalan arkeolog dan objek wisata.
KBRI juga memamerkan kerajinan dari pelosok Tanah Air berupa kain tenun, burung garuda jatayu, wayang golek, ukiran Bali dan Jepara, payung Bali, keris dan lukisan pemandangan Nusantara serta kain batik dari beberapa daerah.
Dharma Wanita Persatuan (DWP) KBRI Athena menyajikan kuliner khas Indonesia berupa nasi goreng, ikan asin, sate ayam dan sate kambing bumbu kecap dan kacang, mie goreng, onde-onde, risoles, kua lapis dan jajanan pasar, buah segar serta minuman khas Indonesia yang dibawa tim batik dan angklung dari Indonesia.
Perancang busana Afif Syakur mengumumkan peserta dengan karya batik yang paling menarik.
Dubes memberikan hadiah syal koleksi Afif Syakur kepada peserta dan undangan yang bangga dengan hasil karya atau goresannya, termasuk peralatan untuk membatik yang diberikan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI untuk menjadi kenangan.
Workshop yang baru pertama kali diselenggarakan di Wisma Duta ini, juga diharapkan dapat menjadi ajang promosi pariwisata melalui membatik yang telah mendapat pengakuan dari UNESCO sebagai warisan dunia nonbenda dari Indonesia. ***6*** (ZG)
(T.H-ZG/B/P004/P004) 07-04-2011 07:27:48
London, 7/4 (ANTARA) - Sebanyak 75 undangan terdiri atas para istri duta besar dan warga asing di Yunani yang tergabung dalam Women International Club (WIC), tercatat mengikuti praktik membatik yang diadakan di Wisma Duta di Athena.
Praktik membatik tersebut dipandu perajin dan desainer batik terkemuka Indonesia, Afif Syakur. "Kegiatan ini sebagai upaya mempromosikan batik yang telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia nonbenda dari Indonesia," ujar Sekretaris Pertama KBRI Athena Jani Mediawati Sasanti kepada ANTARA London, Kamis.
Acara bertema "Meet my Country" itu diadakan dalam rangkaian kegiatan "Batik dan Angklung Diplomacy" oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia bekerja sama dengan Kedutaan Besar RI di Athena.
Pada kesempatan itu Dubes Ahmad Rusdi menyampaikan keanekaragaman budaya Indonesia yang tersebar di 17.500 pulau, 480 etnis, 583 bahasa dan dialek. "Indonesia berhasil melestarikan batik, yakni warisan tradisional yang diturunkan dari generasi ke generasi," ujarnya.
Upaya KBRI melakukan promosi pariwisata dan budaya melalui pelatihan membatik agar warga asing dapat lebih mengapresiasi batik sebagai salah satu koleksi wajib dimiliki/must-have-item, ujarnya.
Sementara itu Presiden Women International Club, Loukia Nikola, menyampaikan penghargaan kepada KBRI Athena yang telah memberikan kesempatan untuk lebih mengenal kekayaan dan budaya Indonesia.
Disampaikan bahwa program "Meet my Country" ini secara khusus ditujukan untuk memperluas wawasan setiap anggota WIC yang berasal dari berbagai negara dan latar belakang.
Sebelum acara pelatihan dimulai, peserta menerima bingkisan peralatan membatik, terdiri dari tiga canting, malam dan selembar kain putih untuk membatik.
Acara pelatihan berlangsung dalam suasana santai, dipandu Afif Syakur bersama anggota timnya, yang khusus datang dari Tanah Air untuk memberikan pelatihan secara nyata.
Untuk memperjelas pemahaman peserta mengenai batik, Afif Syakur memberikan informasi singkat mengenai sejarah, filosofi membatik dan motif-motifnya serta makna yang terkandung di dalamnya.
Selanjutnya dipaparkan mengenai detail teknik membatik yang terdiri dari beberapa tahap, yaitu membatik, pewarnaan, pencelupan dan pelepasan lilin yang menempel di kain untuk mendapatkan hasil akhir yang diinginkan.
Anggota WIC mempraktikkan cara menggunakan canting dan malam sebagai media melukis berekspresi di atas selembar kain yang disiapkan dengan dukungan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI.
Sebelum pewarnaan dan pencelupan serta pelepasan lilin, peserta dihibur musik angklung dan arumba yang dibawakan musisi asal Bandung di bawah naungan Ikakresindo dengan mengalunkan lagu Bengawan Solo dan daerah lain, selain juga alunan musik internasional dan Yunani.
Para peserta menyatakan kepuasannya dapat mempelajari seni membatik secara langsung dari pakar dan penrajin Batik yang didatangkan dari Pekalongan dan Jogyakarta.
Unik
Salah satu anggota WIC terkesan dengan pelatihan yang dinilai sangat unik dan belum pernah dilakukan negara manapun dalam kegiatan WIC yang berada di Kota Athena yang penuh dengan peninggalan arkeolog dan objek wisata.
KBRI juga memamerkan kerajinan dari pelosok Tanah Air berupa kain tenun, burung garuda jatayu, wayang golek, ukiran Bali dan Jepara, payung Bali, keris dan lukisan pemandangan Nusantara serta kain batik dari beberapa daerah.
Dharma Wanita Persatuan (DWP) KBRI Athena menyajikan kuliner khas Indonesia berupa nasi goreng, ikan asin, sate ayam dan sate kambing bumbu kecap dan kacang, mie goreng, onde-onde, risoles, kua lapis dan jajanan pasar, buah segar serta minuman khas Indonesia yang dibawa tim batik dan angklung dari Indonesia.
Perancang busana Afif Syakur mengumumkan peserta dengan karya batik yang paling menarik.
Dubes memberikan hadiah syal koleksi Afif Syakur kepada peserta dan undangan yang bangga dengan hasil karya atau goresannya, termasuk peralatan untuk membatik yang diberikan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI untuk menjadi kenangan.
Workshop yang baru pertama kali diselenggarakan di Wisma Duta ini, juga diharapkan dapat menjadi ajang promosi pariwisata melalui membatik yang telah mendapat pengakuan dari UNESCO sebagai warisan dunia nonbenda dari Indonesia. ***6*** (ZG)
(T.H-ZG/B/P004/P004) 07-04-2011 07:27:48
KAMPUS ATHENA
BATIK INDONESIA MASUK KAMPUS SENI ATHENA
London, 6/4 (ANTARA) - KBRI Athena bekerja sama dengan Sekolah Seni terkemuka di Yunani "Athens School of Fine Art" menggelar pelatihan membatik yang diikuti 75 mahasiswa di perguruan tinggi terkemuka itu.
Para mahasiswa Athena itu dengan asyiknya belajar melukis motif batik dengan mengunakan canting di atas selembar kain, demikian keterangan pers dari Sekretaris Pertama KBRI Athena Jani Mediawati Sasanti kepada ANTARA London, Rabu.
Pelatihan yang dilakukan merupakan acara pembuka dari rangkaian kegiatan "Batik Diplomacy", terselenggara dengan dukungan dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia.
Batik Diplomacy selain pelatihan membatik untuk mahasiswa juga workshop membatik untuk kalangan Women International Club di Athena yang akan diakhiri dengan peragaan busana batik dan angklung interaktif di hotel Divani Caravel, Athena, Kamis (7/4).
Duta Besar RI untuk Yunani Ahmad Rusdi menyampaikan bahwa KBRI Athena memandang penting pelaksanaan pelatihan batik mengingat Batik Indonesia, yang ditetapkan masuk dalam Daftar Representatif Budaya Tak Benda Warisan Manusia Oktober 2009 oleh UNESCO, yang mendapatkan tempat di hati masyarakat Yunani.
Dubes Rusdi menyampaikan Athens School of Fine Art dipilih sebagai pelaksanaan pelatihan karena di universitas ini terdapat banyak jurusan, termasuk menerapkan teknik membatik dalam kurikulumnya seperti jurusan melukis, mosaic, melukis fresco dan icon, disain grafis, dan jurusan lainnya.
Diharapkan teknik membatik akan banyak diterapkan dalam karya-karya para pelaku seni muda dari negara lain terutama Yunani.
Dubes yang juga berasal dari keluarga pembatik ini, menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada jajaran Universitas yang telah berkolaborasi dengan KBRI Athena dalam penyelenggaraan pelatihan yang sangat langka ini.
Sementara itu, dalam sambutannya, Rektor dari Athens School of Fine Art, Profesor Panagiotis Xaralambos, menyampaikan penghargaan kepada KBRI Athena yang telah memilih sekolah Fine Art Athens sebagai tempat pelaksnaan Workshop.
Menurutnya universitas ini merupakan tempat yang tepat bagi pelatihan batik untuk para siswanya.
Kehadiran peserta melebihi kapasitas, bahkan sebagian harus rela membatik sambil berdiri, menyiratkan antusiasme yang tinggi dari kalangan mahasiswa universitas seni untuk mempelajari batik, seni tradisional dari Indonesia.
Acara pelatihan berlangsung dalam suasana santai dipandu Afif Syakur, perancang busana Indonesia terkemuka dengan enam anggota tim batik yang khusus datang dari tanah air .
Berlokasi di studio lukis universitas, Afif Syakur menerangkan secara singkat filosofi membatik.
Menurutnya, membatik seperti memberikan nyawa pada selembar kain. "Dengan detail teknik membatik yang terdiri dari beberapa tahap, yaitu membatik, pewarnaan dan pencelupan untuk mendapatkan hasil akhir yang diinginkan".
Memasuki tahap praktek, peserta sangat antusias menggunakan canthing dan malam sebagai media melukis. Berbagai ide dan ekspresi dituangkan di atas sehelai kain putih.
Dengan berbekal bakat seni mahasiswa beragam motif batik kontemporer berhasil dihasilkan dalam waktu yang sangat singkat.
Ketika praktek memasuki tahap pewarnaan dan pencelupan, banyak pertanyaan yang muncul dari para peserta karena sangat tertarik dengan proses tersebut, terutama karena ternyata kedua proses harus diulang-ulang untuk mendapatkan warna yang diinginkan.
Para peserta yang sebagian besar berasal dari jurusan melukis dan grafis menyatakan kepuasannya dapat mempelajari seni membatik secara langsung dari pakar batik Indonesia.
Seorang mahasiswa, Andreas Kokaliaris menyatakan, pelatihan ini sangat menarik dan bermanfaat bagi dirinya sebagai mahasiswa seni rupa. Menurutnya di Yunani terdapat seni yang mempunyai nilai filososfi yang sama dengan batik yaitu seni mosaic.
Di samping pelatihan, KBRI juga menyelenggarakan pameran kain batik yang berasal dari berbagai daerah dengan beragam motif dan warna.
Pameran ini sangat dihargai oleh para peserta, karena dengan demikian mereka dapat melihat dan membandingkan secara langsung hasil karyanya dengan produksi batik tradisional Indonesia.
Pada penutupan acara pelatihan, peserta dengan berfoto bersama hasil karyanya dan menyampaikan secara langsung kepada Dubes, diplomat karir anak juragan batik asal Pekalongan, yang ikut mendampingi jalannya pelatihan ini, apresiasi dan keinginan mereka untuk menerapkan teknik membatik ini dalam perjalanan seni mereka selanjutnya.
Worksop yang baru pertama kasil diselenggarakan di Athena ini, diharapkan dapat diselenggarakan secara berkesinambungan atas kerja sama Universitas dengan KBRI dan pemerintah Indonesia sebagai ajang promosi negara melalui membatik yang telah mendapat pengakuan dari UNESCO. ***6***
(T.H-ZG/B/F002/F002) 06-04-2011 09:09:43
London, 6/4 (ANTARA) - KBRI Athena bekerja sama dengan Sekolah Seni terkemuka di Yunani "Athens School of Fine Art" menggelar pelatihan membatik yang diikuti 75 mahasiswa di perguruan tinggi terkemuka itu.
Para mahasiswa Athena itu dengan asyiknya belajar melukis motif batik dengan mengunakan canting di atas selembar kain, demikian keterangan pers dari Sekretaris Pertama KBRI Athena Jani Mediawati Sasanti kepada ANTARA London, Rabu.
Pelatihan yang dilakukan merupakan acara pembuka dari rangkaian kegiatan "Batik Diplomacy", terselenggara dengan dukungan dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia.
Batik Diplomacy selain pelatihan membatik untuk mahasiswa juga workshop membatik untuk kalangan Women International Club di Athena yang akan diakhiri dengan peragaan busana batik dan angklung interaktif di hotel Divani Caravel, Athena, Kamis (7/4).
Duta Besar RI untuk Yunani Ahmad Rusdi menyampaikan bahwa KBRI Athena memandang penting pelaksanaan pelatihan batik mengingat Batik Indonesia, yang ditetapkan masuk dalam Daftar Representatif Budaya Tak Benda Warisan Manusia Oktober 2009 oleh UNESCO, yang mendapatkan tempat di hati masyarakat Yunani.
Dubes Rusdi menyampaikan Athens School of Fine Art dipilih sebagai pelaksanaan pelatihan karena di universitas ini terdapat banyak jurusan, termasuk menerapkan teknik membatik dalam kurikulumnya seperti jurusan melukis, mosaic, melukis fresco dan icon, disain grafis, dan jurusan lainnya.
Diharapkan teknik membatik akan banyak diterapkan dalam karya-karya para pelaku seni muda dari negara lain terutama Yunani.
Dubes yang juga berasal dari keluarga pembatik ini, menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada jajaran Universitas yang telah berkolaborasi dengan KBRI Athena dalam penyelenggaraan pelatihan yang sangat langka ini.
Sementara itu, dalam sambutannya, Rektor dari Athens School of Fine Art, Profesor Panagiotis Xaralambos, menyampaikan penghargaan kepada KBRI Athena yang telah memilih sekolah Fine Art Athens sebagai tempat pelaksnaan Workshop.
Menurutnya universitas ini merupakan tempat yang tepat bagi pelatihan batik untuk para siswanya.
Kehadiran peserta melebihi kapasitas, bahkan sebagian harus rela membatik sambil berdiri, menyiratkan antusiasme yang tinggi dari kalangan mahasiswa universitas seni untuk mempelajari batik, seni tradisional dari Indonesia.
Acara pelatihan berlangsung dalam suasana santai dipandu Afif Syakur, perancang busana Indonesia terkemuka dengan enam anggota tim batik yang khusus datang dari tanah air .
Berlokasi di studio lukis universitas, Afif Syakur menerangkan secara singkat filosofi membatik.
Menurutnya, membatik seperti memberikan nyawa pada selembar kain. "Dengan detail teknik membatik yang terdiri dari beberapa tahap, yaitu membatik, pewarnaan dan pencelupan untuk mendapatkan hasil akhir yang diinginkan".
Memasuki tahap praktek, peserta sangat antusias menggunakan canthing dan malam sebagai media melukis. Berbagai ide dan ekspresi dituangkan di atas sehelai kain putih.
Dengan berbekal bakat seni mahasiswa beragam motif batik kontemporer berhasil dihasilkan dalam waktu yang sangat singkat.
Ketika praktek memasuki tahap pewarnaan dan pencelupan, banyak pertanyaan yang muncul dari para peserta karena sangat tertarik dengan proses tersebut, terutama karena ternyata kedua proses harus diulang-ulang untuk mendapatkan warna yang diinginkan.
Para peserta yang sebagian besar berasal dari jurusan melukis dan grafis menyatakan kepuasannya dapat mempelajari seni membatik secara langsung dari pakar batik Indonesia.
Seorang mahasiswa, Andreas Kokaliaris menyatakan, pelatihan ini sangat menarik dan bermanfaat bagi dirinya sebagai mahasiswa seni rupa. Menurutnya di Yunani terdapat seni yang mempunyai nilai filososfi yang sama dengan batik yaitu seni mosaic.
Di samping pelatihan, KBRI juga menyelenggarakan pameran kain batik yang berasal dari berbagai daerah dengan beragam motif dan warna.
Pameran ini sangat dihargai oleh para peserta, karena dengan demikian mereka dapat melihat dan membandingkan secara langsung hasil karyanya dengan produksi batik tradisional Indonesia.
Pada penutupan acara pelatihan, peserta dengan berfoto bersama hasil karyanya dan menyampaikan secara langsung kepada Dubes, diplomat karir anak juragan batik asal Pekalongan, yang ikut mendampingi jalannya pelatihan ini, apresiasi dan keinginan mereka untuk menerapkan teknik membatik ini dalam perjalanan seni mereka selanjutnya.
Worksop yang baru pertama kasil diselenggarakan di Athena ini, diharapkan dapat diselenggarakan secara berkesinambungan atas kerja sama Universitas dengan KBRI dan pemerintah Indonesia sebagai ajang promosi negara melalui membatik yang telah mendapat pengakuan dari UNESCO. ***6***
(T.H-ZG/B/F002/F002) 06-04-2011 09:09:43
UNIV SHEFFIELD
EDELWEISS DIIRINGI ANGKLUNG PUKAU UNIVERSITY OF SHEFFIELD
London, 5/4 (ANTARA) - Lagu Edelweiss dan Waltzing Mathilda dengan iringan musik angklung yang dimainkan mahasiswa yang tergabung dalam Indonesian Society tampil memukau dalam acara International Cultural Evening, Sheffield, Inggris.
Ketua Indonesian Society (Indosoc) Sheffield Monika Lestari Paramita kepada Antara London, Selasa mengatakan, International Cultural Evening sebagai bagian dari acara tahunan World Week di University of Sheffield merupakan ajang unjuk kesenian mahasiswa internasional di University of Sheffield.
Anggota Indonesian Society (Indosoc) Sheffield yang diketuai Monika Lestari Paramita dengan 17 anggota menampilkan kesenian Indonesia berupa pertunjukan alat musik tradisional Jawa Barat, Angklung dan peragaan busana berbagai daerah Indonesia.
Acara yang berlangsung selama empat jam itu dibuka dengan alunan angklung yang memukau dengan sambutan yang luar biasa dari penonton dan juga panitia.
Dita Sardjono, pemimpin pertunjukan angklung, berhasil mengemas alunan nada musik dari bambu menjadi notasi indah lagu Edelweiss dan Waltzing Mathilda.
SekJen Indosoc Sheffield, Therene Roteno, mengatakan seluruh pelajar yang terdiri dari mahasiswa Master dan PhD dan para keluarga berupaya tampil dengan kekompakan yang membuat hubungan kekeluargaan semakin kuat.
Tiga mahasiswi di University of Sheffield, Nyssa Sylvania Hasan, Therene Roteno, dan Shelly Greta Manurung tampil memukau pengunjung dengan langkah anggun dan pakaian kebaya modern dan tradisional Jawa Tengah yang dikenakan mereka.
Mereka mengakui merasa bangga dapat memperkenalkan busana khas Indonesia. Banyak peserta fashion show lainnya menyanjung busana yang dikenakan, bahkan ada yang kaget ketika tahu masih banyak pakaian khas Indonesia lain dengan keunikannya.
Atase Pendidikan KBRI London, Tubagus Ahmad Fauzi Soelaiman, merasa bangga dengan anggota pertunjukkan warga Indosoc yang walaupun jumlahnya sedikit, namun mampu menunjukkan kebudaya seni Indonesia.
Sayangnya, sedikitnya jumlah mahasiswa Indonesia di Sheffield University, tidak memungkinkan untuk berkompetisi dengan partisipan dari himpunan mahasiswa negara lain, seperti dari Cina, Malaysia dan Singapora, Sri Lanka, Pakistan, India, Romania, Kazakhstan, dan Mediterania.
Seandainya jumlah mahasiswa Indonesia cukup untuk bisa berkompetisi, maka akan ada peluang Indosoc untuk bisa menang dalam acara yang dikompetisikan ini. ***6***(ZG)
(T.H-ZG/B/S025/C/S025) 05-04-2011 10:19:33
London, 5/4 (ANTARA) - Lagu Edelweiss dan Waltzing Mathilda dengan iringan musik angklung yang dimainkan mahasiswa yang tergabung dalam Indonesian Society tampil memukau dalam acara International Cultural Evening, Sheffield, Inggris.
Ketua Indonesian Society (Indosoc) Sheffield Monika Lestari Paramita kepada Antara London, Selasa mengatakan, International Cultural Evening sebagai bagian dari acara tahunan World Week di University of Sheffield merupakan ajang unjuk kesenian mahasiswa internasional di University of Sheffield.
Anggota Indonesian Society (Indosoc) Sheffield yang diketuai Monika Lestari Paramita dengan 17 anggota menampilkan kesenian Indonesia berupa pertunjukan alat musik tradisional Jawa Barat, Angklung dan peragaan busana berbagai daerah Indonesia.
Acara yang berlangsung selama empat jam itu dibuka dengan alunan angklung yang memukau dengan sambutan yang luar biasa dari penonton dan juga panitia.
Dita Sardjono, pemimpin pertunjukan angklung, berhasil mengemas alunan nada musik dari bambu menjadi notasi indah lagu Edelweiss dan Waltzing Mathilda.
SekJen Indosoc Sheffield, Therene Roteno, mengatakan seluruh pelajar yang terdiri dari mahasiswa Master dan PhD dan para keluarga berupaya tampil dengan kekompakan yang membuat hubungan kekeluargaan semakin kuat.
Tiga mahasiswi di University of Sheffield, Nyssa Sylvania Hasan, Therene Roteno, dan Shelly Greta Manurung tampil memukau pengunjung dengan langkah anggun dan pakaian kebaya modern dan tradisional Jawa Tengah yang dikenakan mereka.
Mereka mengakui merasa bangga dapat memperkenalkan busana khas Indonesia. Banyak peserta fashion show lainnya menyanjung busana yang dikenakan, bahkan ada yang kaget ketika tahu masih banyak pakaian khas Indonesia lain dengan keunikannya.
Atase Pendidikan KBRI London, Tubagus Ahmad Fauzi Soelaiman, merasa bangga dengan anggota pertunjukkan warga Indosoc yang walaupun jumlahnya sedikit, namun mampu menunjukkan kebudaya seni Indonesia.
Sayangnya, sedikitnya jumlah mahasiswa Indonesia di Sheffield University, tidak memungkinkan untuk berkompetisi dengan partisipan dari himpunan mahasiswa negara lain, seperti dari Cina, Malaysia dan Singapora, Sri Lanka, Pakistan, India, Romania, Kazakhstan, dan Mediterania.
Seandainya jumlah mahasiswa Indonesia cukup untuk bisa berkompetisi, maka akan ada peluang Indosoc untuk bisa menang dalam acara yang dikompetisikan ini. ***6***(ZG)
(T.H-ZG/B/S025/C/S025) 05-04-2011 10:19:33
Langganan:
Postingan (Atom)