PPI INGGRIS RAYA PERTANYAKAN KUNJUNGAN KERJA DPR
London, 4/5 (ANTARA) - Perhimpunan Pelajar Indonesia United Kingdom (PPI UK) yang merupakan wadah perwakilan pelajar Indonesia di Inggris Raya mempertanyakan maksud dan tujuan serta urgensi kunjungan kerja delegasi Badan Urusan Rumah Tangga DPR RI ke Inggris.
Pertanyaan itu disampaikan Ketua Umum PPI UK, Tara Hardika dan Sekretaris Jendral PPI UK, Christa Sabathaly, dalam acara tatap muka yang digelar di KBRI London, Selasa (3/5) malam dengan delegasi Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI yang dipimpin Indrawati Sukadis.
Kunjungan kerja delegasi BURT DPR ke Inggris berlangsung pada 1-6 Mei 2011.
Pertemuan yang diselenggarakan KBRI London dan pelajar Indonesia di United Kingdom dengan anggota BURT DPR yang tengah mengadakan kunjungan kerja ke Inggris berlangsung sengit namun bersahabat itu dihadiri Dubes Yuri Thamrin.
Pertemuan dimulai dengan pembacaan surat pernyataan Ketua Umum PPI UK, Tara Hardika, yang menyatakan pelajar Indonesia "tidak mendukung" kunjungan BURT DPR ke Inggris apabila BURT DPR tidak memberikan penjelasan maksud, tujuan, urgensi kunjungan kerja BURT DPR/RI ke Inggris.
Mereka juga meminta BURT memberikan klarifikasi agenda kegiatan kunjungan kerja BURT DPR/RI di Inggris dan menerapkan transparansi serta menjelaskan rincian anggaran yang dipergunakan untuk kunjungan kerja BURT DPR/RI.
Selain itu, PPI UK juga meminta BURT DPR memberikan klarifikasi fungsi masing-masing fungsi delegasi yang tergabung dalam kunjungan kerja dan memberikan akses terhadap dokumentasi kegiatan kunjungan kerja selama di Inggris dalam bentuk laporan yang sedianya pun siap diterbitkan di media untuk diketahui masyarakat luas.
Ketua Delegasi Indrawati Sukadis mengakui bahwa memang komunikasi antara masyarakat dari DPR masih minim, sehingga terjadi berbagai opini publik yang "miring" terutama mengenai pembangunan gedung baru yang akan dilaksanakan oleh BURT.
Sementara itu Michael Wattimena, anggota delegasi dari Partai Demokrat pun menambahkan bahwa kadang-kadang ada "efek duri" dari masyarakat.
Menurut Djamal Aziz, salah anggota DPR dari Fraksi Hanura, apapun yang dilakukan oleh DPR, rasanya selalu salah.
Mengenai rencana pembangunan gedung baru DPR, Djamal Aziz mengatakan bahwa biaya gedung kurang dari 0,1 persen APBN yang berjumlah 1.000 triliun.
Padahal SEA Games, katanya, yang acara hura-hura saja bisa menghabiskan tiga Triliun. "Kalau gedung kan bisa jadi inventaris," kilahnya.
Di tengah pembahasan mengenai gedung baru DPR yang sedang panas, Ketua PPI UK meluruskan pembahasan kepada efektivitas kunjungan kerja.
"Kami sudah 'clear' mengenai gedung. Namun, pada kunjungan kerja, mengapa sampai 13 orang anggota DPR diterbangkan ke Inggris? Apa output yang diinginkan?," tanyanya.
Azis pun memberikan penjelasan panjang lebar mengenai sistem multi partai di parlemen Indonesia. Karena adanya sembilan fraksi dari sembilan partai yang berbeda, maka semua harus diterbangkan agar informasi kepada masing-masing ketua fraksi seimbang.
Dikatakannya, mengenai "budget" kunjungan kerja BURT selama enam hari sebesar Rp1,6 milyar, hal ini merupakan warisan dari badan eksekutif dibuat oleh Bappenas, dan disetujui oleh Menkeu.
Badan legislatif tidak memiliki hak untuk menentukan anggaran kunjungan kerja. "Kalau kami yang menyusun anggaran, kami tahu bahwa setiap kegiatan kami seharusnya membawa wartawan yang melaporkan apa yang kami lakukan," katanya.
PPI UK pun menantang para anggota DPR untuk memberikan kontak para anggota agar komunikasi lebih lancar yang disambut dengan anggukan para anggota delegasi.
Selain itu, para pelajar juga menganjurkan agar hasil kunjungan ini ditampilkan di "website" DPR yang dinilai para pelajar sekarang ini sangat tidak informatif.
Sekretaris Jenderal PPI UK, Christa Sabathaly, mengatakan, PPI UK juga minta penjelasan secara rinci mengenai anggaran yang dipergunakan untuk kunjungan kerja BURT/DPR RI dan klarifikasi fungsi masing-masing delegasi yang tergabung dalam kunjungan kerja BURT DPR/RI ke Inggris.
Selain itu, PPI UK mengharapkan mendapatkan akses terhadap dokumentasi kegiatan kunjungan kerja selama di Inggris dalam bentuk laporan yang sedianya pun siap diterbitkan di media untuk diketahui masyarakat luas, ujar Christa Sabathaly, mahasiswi Northumbria University jurusan Media Culture (MA).
Menurut Christa Sabathaly, atas dasar berbagai informasi yang telah didapatkan dari berbagai sumber termasuk dari PPI Dunia, PPI UK memiliki informasi mengenai Fungsi BURT dari "website" DPR dan menetapkan kebijakan kerumahtanggaan DPR.
Pertemuan ditutup dengan penegasan kembali Ketua PPI UK Tara Hardika mengenai pertanyaan agenda apa saja yang dilakukan BURT selama satu minggu di Inggris.
***3***
(H.ZG/B/A041)
(T.H-ZG/B/A041/A041) 04-05-2011 10:53:24
Blog ini berisi liputan dan berita serta artikel sekitar kejadian yang ada hubungannya diplomasi Indonesia di luar negeri khususnya wilayah Eropa yang saya kirim dan dimuat di LKBN Antara. Terima kasih untuk seluruh nara sumber diplomat yang memberikan kontribusi kepada saya sebagai koresponden LKBN Antara di Kerajaan Inggris dan juga mencakup wilayah Eropa
Rabu, 04 Mei 2011
"BESAKIH" BELGIA
MERAYAKAN SARASWATI DI "BESAKIH" BELGIA
Oleh Zeynita Gibbons
Perayaan Hari Raya Saraswati tahun ini menjadi hari istimewa bagi lebih 300 umat Hindu Bali yang bermukim seantero Eropa.
Pada akhir pekan lalu, mereka merayakan Saraswati di Pura Agung Shanti Bhuwana, Belgia, pura replika dari Pura Besakih, salah satu pura paling penting di Pulau Dewata. Pura Agung Santi Bhuwana terletak di kompleks wisata Pairi Daiza yang dulu bernama "Parc Paradisio", kota Bruggulete, sekitar satu jam dari Brusel.
Pura Santi Bhuwana merupakan daya tarik utama Taman Indonesia di Belgia, yang dibangun Eric Domb, warga Belgia yang sangat mencintai pulau Dewata, di lahan seluas enam hektar.
Komplek wisata itu dulunya kastil. Di taman itu masih tersisa bangunan menara dan kandang ternak serta danau dengan pepohonan yang rindang dan bangunan pintu masuk tinggi.
CEO Pairi Daiza, Eric Domb saat dijumpai koresponden ANTARA menyatakan Pura Agung Santi Bhuwana dipersembahkan untuk masyarakat Indonesia.
"Itu semua saya persembahkan untuk masyarakat Indonesia," ujar pria setengah baya yang terlihat energik itu.
Pembangunan Pura Agung Shanti Bhuwana merupakan impiannya ketika pertama kali belibur ke Bali saat ia berusia 17 tahun bersama keluarga dan baru setelah sekian puluh tahun impiannya dapat terwujud.
Pembangunan Taman Indonesia di Taman Pairi Daiza tersebut menjadi obsesi Eric Domb, yang pertama kali datang ke Indonesia pada 1978.
Untuk mewujudkan impiannya tersebut, Eric Domb mendatangkan tidak kurang dari 350 kontainer batu seberat 8.000 ribu ton dari Muntilan dan Gunung Agung Bali.
Proses pembangunan yang melibatkan pemahat batu asal Bali dan Muntilan tersebut memakan waktu hampir lima tahun, dan diresmikan oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik pada 2009.
"Saya sangat terharu dan bangga ada komplek Puri Agung Shanti Bhuwana di Belgia," ujar Made Agus Wardana yang sehari hari bekerja di bagian Pensosbud KBRI Brusel.
Pura Agung Shanti Bhuwana biasa digunakan sebagai tempat persembahyangan seluruh umat Hindu tidak saja yang berada di Belgia tetapi juga yang ada Eropa seperti Jerman, Belanda, Perancis, Italia, Swiss, dan Norwegia.
"Selain itu Pura itu juga menjadi sarana pendidikan bagi anak anak Bali yang lahir di luar negeri," ujarnya.
Saraswati adalah upacara untuk memperingati turunnya ilmu pengetahuan dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Prosesi perayaan Saraswati di pura tersebut dipimpin oleh Pedande I Made Sutiawijaya, warga Bali yang sudah lama bermukim di Belgia. Selain prosesi persembahyangan, perayaan Saraswati di Pairi Daiza juga diisi dengan penampilan kesenian khas Bali, termasuk tari Legong Keraton dan tari Barong.
Penampilan tersebut diiringi oleh kelompok Gamelan Saling Asah yang merupakan binaan KBRI Brussel, yang penabuhnya sebagian besar adalah warga negara Belgia. Menutup rangkaian acara, dilakukan prosesi arakan sesajian mengelilingi komplek Taman Pairi Daiza.
Perayaan Saraswati juga mendapat sambutan para pengunjung Taman Pairi Daiza. Beberapa pengunjung menyatakan mendapatkan kejutan yang menyenangkan dengan adanya perayaan Saraswati.
Salah seorang pengunjung asal Inggris bahkan menyatakan keinginannya yang semakin kuat untuk mengunjungi Indonesia.
"Acara keagaaman semacam ini juga menjadi bukti konkret kepada masyarakat Belgia bahwa Indonesia memang kaya ragam budaya dan keagamaan," ujar Dubes RI di Brussel, Arif Havas Oegroseno yang hadir para perayaan tersebut.
Eric Domb menambahkan Pura Shanti Bhuwana adalah milik warga Hindu, dan menurutnya perayaan Saraswati sebesar ini menjadi kehormatan baginya dan bagi taman yang dikelolanya.
Miniatur Indonesia
Selain Pura Agung, kawasan wisata yang dibangun Eric Domb juga terdapat miniatur berbagai bangunan Indonesia, seperti lumbung beras dari Tanah Toraja, kompleks rumah Timor dan bahkan Eric Domb membuat sawah yang ditanamin padi.
Nyoman Suyadni Mindhoff dari Group Bali Puspa Jerman mengakui sangat seneng bisa ikut merayakan Hari Raya Saraswati di Pura Agung Shanti Bhuwana dan bisa bergabung dengan group Saling Asah.
Menurut Made Agus Wardana, layaknya sistem kemasyarakatan Umat Hindu di Indonesia, di Eropa juga terdapat sistem adat yang sama dimana setiap negara memiliki satu klian banjar semacam kepala desa bertanggung jawab terhadap umat Hindu dinegaranya.
Selain persembahyangan Saaswati di pura agung Shanti Bhuwana, juga digelar pertunjukan kesenian, di Bale Gong dan makan siang di kampoeng Timor Village.
Rangkaian upacara Hari Raya Saraswati yang diadakan umat Hindu Bali diantaranya gebogan, umbul-umbul, layangan, tedung, sebagai pengganti festival ogoh-ogoh dengan diiringi gamelan Bleganjur.
Selain para penari-penari remaja Indonesia dari Jerman juga menampilkan tari pendet, janger, sekar jagat, genjek, legong keratin.
Nyoman Dharma, anggota komunitas Bali dari Norwegia, juga menilai perayaan Saraswati memberikan manfaat bagi promosi pariwisata Indonesia.
Bagi Umat Hindu Eropa, khususnya bagi keluarganya, acara tersebut bermanfaat karena dapat meningkatkan sadhana kita dalam menjalankan ajaran Dharma.
Pinandita di pura Agung Shanti Bhuwana, Sutiawidjaya merasa bangga bisa melakukan Piodalan dan Saraswati di Pura Agung Santi Bhuana, di Belgia
"Bangga rasanya melihat bahwa sebagian kecil masyarakat Indonesia yang berada di luar Indonesia, dengan penuh semangat dan tanpa pamrih mampu menunjukan identitas budayanya di mata orang asing," katanya.
Di taman Pairi Daizi juga terdapat dua pasang gajah dari Indonesia lengkap dengan dua pawang dari Taman Safari Indonesia yang menghibur para pengunjung.
(T.H-ZG/C/T010/T010) 04-05-2011 10:15:03
Oleh Zeynita Gibbons
Perayaan Hari Raya Saraswati tahun ini menjadi hari istimewa bagi lebih 300 umat Hindu Bali yang bermukim seantero Eropa.
Pada akhir pekan lalu, mereka merayakan Saraswati di Pura Agung Shanti Bhuwana, Belgia, pura replika dari Pura Besakih, salah satu pura paling penting di Pulau Dewata. Pura Agung Santi Bhuwana terletak di kompleks wisata Pairi Daiza yang dulu bernama "Parc Paradisio", kota Bruggulete, sekitar satu jam dari Brusel.
Pura Santi Bhuwana merupakan daya tarik utama Taman Indonesia di Belgia, yang dibangun Eric Domb, warga Belgia yang sangat mencintai pulau Dewata, di lahan seluas enam hektar.
Komplek wisata itu dulunya kastil. Di taman itu masih tersisa bangunan menara dan kandang ternak serta danau dengan pepohonan yang rindang dan bangunan pintu masuk tinggi.
CEO Pairi Daiza, Eric Domb saat dijumpai koresponden ANTARA menyatakan Pura Agung Santi Bhuwana dipersembahkan untuk masyarakat Indonesia.
"Itu semua saya persembahkan untuk masyarakat Indonesia," ujar pria setengah baya yang terlihat energik itu.
Pembangunan Pura Agung Shanti Bhuwana merupakan impiannya ketika pertama kali belibur ke Bali saat ia berusia 17 tahun bersama keluarga dan baru setelah sekian puluh tahun impiannya dapat terwujud.
Pembangunan Taman Indonesia di Taman Pairi Daiza tersebut menjadi obsesi Eric Domb, yang pertama kali datang ke Indonesia pada 1978.
Untuk mewujudkan impiannya tersebut, Eric Domb mendatangkan tidak kurang dari 350 kontainer batu seberat 8.000 ribu ton dari Muntilan dan Gunung Agung Bali.
Proses pembangunan yang melibatkan pemahat batu asal Bali dan Muntilan tersebut memakan waktu hampir lima tahun, dan diresmikan oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik pada 2009.
"Saya sangat terharu dan bangga ada komplek Puri Agung Shanti Bhuwana di Belgia," ujar Made Agus Wardana yang sehari hari bekerja di bagian Pensosbud KBRI Brusel.
Pura Agung Shanti Bhuwana biasa digunakan sebagai tempat persembahyangan seluruh umat Hindu tidak saja yang berada di Belgia tetapi juga yang ada Eropa seperti Jerman, Belanda, Perancis, Italia, Swiss, dan Norwegia.
"Selain itu Pura itu juga menjadi sarana pendidikan bagi anak anak Bali yang lahir di luar negeri," ujarnya.
Saraswati adalah upacara untuk memperingati turunnya ilmu pengetahuan dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Prosesi perayaan Saraswati di pura tersebut dipimpin oleh Pedande I Made Sutiawijaya, warga Bali yang sudah lama bermukim di Belgia. Selain prosesi persembahyangan, perayaan Saraswati di Pairi Daiza juga diisi dengan penampilan kesenian khas Bali, termasuk tari Legong Keraton dan tari Barong.
Penampilan tersebut diiringi oleh kelompok Gamelan Saling Asah yang merupakan binaan KBRI Brussel, yang penabuhnya sebagian besar adalah warga negara Belgia. Menutup rangkaian acara, dilakukan prosesi arakan sesajian mengelilingi komplek Taman Pairi Daiza.
Perayaan Saraswati juga mendapat sambutan para pengunjung Taman Pairi Daiza. Beberapa pengunjung menyatakan mendapatkan kejutan yang menyenangkan dengan adanya perayaan Saraswati.
Salah seorang pengunjung asal Inggris bahkan menyatakan keinginannya yang semakin kuat untuk mengunjungi Indonesia.
"Acara keagaaman semacam ini juga menjadi bukti konkret kepada masyarakat Belgia bahwa Indonesia memang kaya ragam budaya dan keagamaan," ujar Dubes RI di Brussel, Arif Havas Oegroseno yang hadir para perayaan tersebut.
Eric Domb menambahkan Pura Shanti Bhuwana adalah milik warga Hindu, dan menurutnya perayaan Saraswati sebesar ini menjadi kehormatan baginya dan bagi taman yang dikelolanya.
Miniatur Indonesia
Selain Pura Agung, kawasan wisata yang dibangun Eric Domb juga terdapat miniatur berbagai bangunan Indonesia, seperti lumbung beras dari Tanah Toraja, kompleks rumah Timor dan bahkan Eric Domb membuat sawah yang ditanamin padi.
Nyoman Suyadni Mindhoff dari Group Bali Puspa Jerman mengakui sangat seneng bisa ikut merayakan Hari Raya Saraswati di Pura Agung Shanti Bhuwana dan bisa bergabung dengan group Saling Asah.
Menurut Made Agus Wardana, layaknya sistem kemasyarakatan Umat Hindu di Indonesia, di Eropa juga terdapat sistem adat yang sama dimana setiap negara memiliki satu klian banjar semacam kepala desa bertanggung jawab terhadap umat Hindu dinegaranya.
Selain persembahyangan Saaswati di pura agung Shanti Bhuwana, juga digelar pertunjukan kesenian, di Bale Gong dan makan siang di kampoeng Timor Village.
Rangkaian upacara Hari Raya Saraswati yang diadakan umat Hindu Bali diantaranya gebogan, umbul-umbul, layangan, tedung, sebagai pengganti festival ogoh-ogoh dengan diiringi gamelan Bleganjur.
Selain para penari-penari remaja Indonesia dari Jerman juga menampilkan tari pendet, janger, sekar jagat, genjek, legong keratin.
Nyoman Dharma, anggota komunitas Bali dari Norwegia, juga menilai perayaan Saraswati memberikan manfaat bagi promosi pariwisata Indonesia.
Bagi Umat Hindu Eropa, khususnya bagi keluarganya, acara tersebut bermanfaat karena dapat meningkatkan sadhana kita dalam menjalankan ajaran Dharma.
Pinandita di pura Agung Shanti Bhuwana, Sutiawidjaya merasa bangga bisa melakukan Piodalan dan Saraswati di Pura Agung Santi Bhuana, di Belgia
"Bangga rasanya melihat bahwa sebagian kecil masyarakat Indonesia yang berada di luar Indonesia, dengan penuh semangat dan tanpa pamrih mampu menunjukan identitas budayanya di mata orang asing," katanya.
Di taman Pairi Daizi juga terdapat dua pasang gajah dari Indonesia lengkap dengan dua pawang dari Taman Safari Indonesia yang menghibur para pengunjung.
(T.H-ZG/C/T010/T010) 04-05-2011 10:15:03
DELEGASI DPR
ANGGOTA PARLEMEN INGGRIS SAMBUT KUNJUNGAN DELEGASI DPR
London, 4/5 (ANTARA) - Anggota Parlemen Inggris yang diwakili Chairman of British-Indonesian All Party Group, Khalid Mahmood, menyambut baik kunjungan delegasi Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI di Westminster, London.
"British-Indonesian All Party Group merupakan kelompok di Parlemen Inggris yang anggotanya berasal dari berbagai partai bertujuan mempromosikan minat dan pengertian tentang Indonesia di antara anggota Parlemen Inggris," ujar Sekretaris Tiga KBRI London Novan Ivanhoe Saleh kepada koresponden ANTARA London, Rabu.
Kunjungan delegasi BURT DPR RI yang dipimpin dr Indrawati Sukadis, Wakil Ketua BURT DPR RI.
Indrawati mengatakan kunjungannya memiliki arti penting guna mempererat jaringan antara anggota Parlemen Indonesia dan anggota Parlemen Inggris.
Ia berharap, pertemuan itu dapat meningkatkan kontak hubungan antaranggota parlemen kedua negara, selain meningkatkan kerja sama parliament-to-parliament antara anggota parlemen Indonesia dan parlemen Inggris.
Menurut dia, kunjungan kerja BURT ke Parlemen Inggris dilandasi atas pertimbangan bahwa Parlemen Inggris memiliki kemapanan dalam membangun sistem dan mekanisme pelaksanaan tugas dan fungsi parlemen, baik dalam penetapan undang-undang, perumusan anggaran maupun pengawasan pelaksanaan kebijakan eksekutif.
Dari diskusi dan "sharing of best practices" dengan anggota Parlemen Inggris yang dilaksanakan pada hari pertama, anggota BURT DPR RI mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai sistem yang diterapkan di Parlemen Inggris yang mampu memberikan dukungan keahlian kepada anggota parlemen.
Selain keberhasilan dalam mengelola kehumasan parlemen serta sistem pengelolaan pertanggungjawaban anggaran parlemen yang transparan dan akuntabel yang sejalan dengan upaya DPR RI untuk meningkatkan kinerja dari anggota DPR RI.
Dari berbagai pembahasan dengan anggota parlemen Inggris dipahami bahwa sistem dan mekanisme yang telah dijalankan di DPR RI sudah mengarah (on the right track) pada negara-negara demokrasi yang mapan seperti Inggris.
Dari diskusi tersebut juga diperoleh berbagai masukan bermanfaat bagi upaya memperbaiki dan meningkatkan kinerja DPR RI baik yang telah dijalankan selama ini maupun ke depan.
Kunjungan delegasi BURT DPR RI juga disambut baik oleh anggota parlemen Inggris dengan kesediaan Ketua APPGI, Khalid Mahmood MP dan anggotanya, John Speller MP. Keduanya dari Partai Buruh Inggris untuk menerima delegasi.
APPGI adalah kelompok di parlemen Inggris di mana anggotanya berasal dari berbagai partai yang bertujuan untuk mempromosikan minat dan pengertian tentang Indonesia di antara anggota Parlemen Inggris.
Delegasi BURT DPR RI, dijadwalkan bertemu dengan Greg Knight MP, Chairman of Procedure Committee dan beberapa anggota House of Lords.
Kegiatan hari pertama delegasi BURT DPR RI di London ditutup dengan acara ramah tamah dengan Dubes Yuri Thamrin, kalangan masyarakat, pelajar dan media Indonesia yang berada di Inggris bertempat di KBRI London, Selasa (3/5) malam.
Dalam acara tersebut, dr Indrawati Sukadis menyampaikan hasil-hasil pertemuan delegasi BURT dengan anggota Parlemen Inggris juga menyosialisasikan program kerja BURT yang akan dilaksanakan dalam kurun waktu lima tahun ke depan.
Selain itu, menggali masukan dan tanggapan dari masyarakat Indonesia yang hadir pada pertemuan tersebut. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan diskusi dan tanya jawab antara para undangan dengan delegasi BURT DPR RI.
Anggota DPR RI yang mengadakan kunjungan kerja ke Inggris dipimpin Dr (Med.) Indrawati Sukadir terdiri atas Michael Wattimena, Ir Bambang Sutrisno, Dra HJ Hernani Hurustiati, Mangara Siahaan, Dr Surya Chandra MPH, Ir Abdul Hakim MM, Rahman Amin, Primus Yustisio, M Syaifullah Tamliha, Muhammad Toha, Agus Sulistyono, Djamal Aziz.
Mereka juga disertai Kepala Sekretariat, Dra Rini Koentarti MSi, Ariesy Mauleny SSi, ME dan staf ahli Boy Ervandi SE MAkt. ***6***
(H-ZG/B/A041)
(T.H-ZG/B/A041/A041) 04-05-2011 10:19:02
London, 4/5 (ANTARA) - Anggota Parlemen Inggris yang diwakili Chairman of British-Indonesian All Party Group, Khalid Mahmood, menyambut baik kunjungan delegasi Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI di Westminster, London.
"British-Indonesian All Party Group merupakan kelompok di Parlemen Inggris yang anggotanya berasal dari berbagai partai bertujuan mempromosikan minat dan pengertian tentang Indonesia di antara anggota Parlemen Inggris," ujar Sekretaris Tiga KBRI London Novan Ivanhoe Saleh kepada koresponden ANTARA London, Rabu.
Kunjungan delegasi BURT DPR RI yang dipimpin dr Indrawati Sukadis, Wakil Ketua BURT DPR RI.
Indrawati mengatakan kunjungannya memiliki arti penting guna mempererat jaringan antara anggota Parlemen Indonesia dan anggota Parlemen Inggris.
Ia berharap, pertemuan itu dapat meningkatkan kontak hubungan antaranggota parlemen kedua negara, selain meningkatkan kerja sama parliament-to-parliament antara anggota parlemen Indonesia dan parlemen Inggris.
Menurut dia, kunjungan kerja BURT ke Parlemen Inggris dilandasi atas pertimbangan bahwa Parlemen Inggris memiliki kemapanan dalam membangun sistem dan mekanisme pelaksanaan tugas dan fungsi parlemen, baik dalam penetapan undang-undang, perumusan anggaran maupun pengawasan pelaksanaan kebijakan eksekutif.
Dari diskusi dan "sharing of best practices" dengan anggota Parlemen Inggris yang dilaksanakan pada hari pertama, anggota BURT DPR RI mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai sistem yang diterapkan di Parlemen Inggris yang mampu memberikan dukungan keahlian kepada anggota parlemen.
Selain keberhasilan dalam mengelola kehumasan parlemen serta sistem pengelolaan pertanggungjawaban anggaran parlemen yang transparan dan akuntabel yang sejalan dengan upaya DPR RI untuk meningkatkan kinerja dari anggota DPR RI.
Dari berbagai pembahasan dengan anggota parlemen Inggris dipahami bahwa sistem dan mekanisme yang telah dijalankan di DPR RI sudah mengarah (on the right track) pada negara-negara demokrasi yang mapan seperti Inggris.
Dari diskusi tersebut juga diperoleh berbagai masukan bermanfaat bagi upaya memperbaiki dan meningkatkan kinerja DPR RI baik yang telah dijalankan selama ini maupun ke depan.
Kunjungan delegasi BURT DPR RI juga disambut baik oleh anggota parlemen Inggris dengan kesediaan Ketua APPGI, Khalid Mahmood MP dan anggotanya, John Speller MP. Keduanya dari Partai Buruh Inggris untuk menerima delegasi.
APPGI adalah kelompok di parlemen Inggris di mana anggotanya berasal dari berbagai partai yang bertujuan untuk mempromosikan minat dan pengertian tentang Indonesia di antara anggota Parlemen Inggris.
Delegasi BURT DPR RI, dijadwalkan bertemu dengan Greg Knight MP, Chairman of Procedure Committee dan beberapa anggota House of Lords.
Kegiatan hari pertama delegasi BURT DPR RI di London ditutup dengan acara ramah tamah dengan Dubes Yuri Thamrin, kalangan masyarakat, pelajar dan media Indonesia yang berada di Inggris bertempat di KBRI London, Selasa (3/5) malam.
Dalam acara tersebut, dr Indrawati Sukadis menyampaikan hasil-hasil pertemuan delegasi BURT dengan anggota Parlemen Inggris juga menyosialisasikan program kerja BURT yang akan dilaksanakan dalam kurun waktu lima tahun ke depan.
Selain itu, menggali masukan dan tanggapan dari masyarakat Indonesia yang hadir pada pertemuan tersebut. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan diskusi dan tanya jawab antara para undangan dengan delegasi BURT DPR RI.
Anggota DPR RI yang mengadakan kunjungan kerja ke Inggris dipimpin Dr (Med.) Indrawati Sukadir terdiri atas Michael Wattimena, Ir Bambang Sutrisno, Dra HJ Hernani Hurustiati, Mangara Siahaan, Dr Surya Chandra MPH, Ir Abdul Hakim MM, Rahman Amin, Primus Yustisio, M Syaifullah Tamliha, Muhammad Toha, Agus Sulistyono, Djamal Aziz.
Mereka juga disertai Kepala Sekretariat, Dra Rini Koentarti MSi, Ariesy Mauleny SSi, ME dan staf ahli Boy Ervandi SE MAkt. ***6***
(H-ZG/B/A041)
(T.H-ZG/B/A041/A041) 04-05-2011 10:19:02
KJRI DUBAI
KJRI DUBAI BANTU BIAYA PEMULANGAN WNI
London, 4/5 (ANTARA)- KJRI Dubai membantu membebaskan biaya operasi dan pemulangkan Syahminan Ruslan Aran (52) yang didampingi istrinya Ny Mahriati dan staf KJRI Dubai Irfan Maulana dari Dubai ke Indonesia dengan menggunakan maskapai penerbangan Emirates, akhir pekan lalu.
Sekretaris Pertama Fungsi Pensosbud KJRI Dubai Adiguna Wijaya dalam keterangannya kepada ANTARA London, Rabu menyebutkan, Syahminan Ruslan Aran sempat menjalani operasi otak dan perawatan secara intensif di Rumah Sakit "Rashid Hospital" Dubai.
KJRI Dubai kemudian membantu Syahminan hingga Rumah Sakit Rashid Hospital membebaskan seluruh biaya operasi, obat-obatan dan perawatan selama dua pekan di rumah sakit milik pemerintah setempat itu.
Syahminan, yang warga asal Sampit, Kalimantan Tengah, mengalami koma saat transit di Dubai dalam perjalanan menuju Indonesia bersama istrinya Ny Mahriati Mukri Muhammad dan rombongan jemaah umroh lain yang dikoordinasikan Biro Penyelenggara Haji&Umroh "Arronuna Tour" Sampit.
Hasil diagnosis dokter, Syahminan mengalami infeksi otak (cryptococcus) akibat virus yang dibawa burung merpati. Pihak Arronuna Tour menolak bertanggung jawab atas musibah yang menimpa Syahminan, dengan alasan tidak ada asuransi dan perjanjian sebelumnya. Biaya rumah sudah mencapai AED 107.830, atau sekitar 29.542 dolar AS.
Menanggapi permasalahan tersebut, KJRI Dubai secara aktif membantu proses perawatan Syahminan dengan pendampingan penuh staf KJRI Dubai dan fasilitasi akomodasi bagi Ny Mahriati di shelter KJRI Dubai.
Sementara itu, berkaitan dengan kesulitan pembiayaan rumah sakit, KJRI Dubai berupaya menghubungi Bupati Kota Waringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah, serta instansi terkait lain di Indonesia.
Pada akhirnya, Bupati Kota Waringin Timur berkenan mengirimkan hasil penggalangan dana sebesar AED 39.606,39, atau sekitar 10.851,06 dolar AS.
KJRI Dubai juga secara aktif terus melakukan pendekatan dengan pihak Rashid Hospital dan mengirimkan surat untuk meminta keringanan biaya operasi dan perawatan Syahminan yang jumlahnya cukup besar dan terus bertambah.
Konsul Jenderal RI, Mansyur Pangeran didampingi Kepala Fungsi Konsuler dan Kepala Fungsi Penerangan KJRI Dubai bertemu dengan Direktur Rumah Sakit Rashid Hospital, Dr Younis Kazim yang didampingi Kepala Case Management Department, Dr Ayesha Saeed Al Kindi dan asistennya yang menangani kasus Syahminan, Dr Nibras Mohammed Al Tayeb.
Konjen Mansyur menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada pihak Rashid Hospital. Seluruh tim dokter dan staf menaruh perhatian pada Syahminan.
Dr Younis Kazim menyatakan sangat menghargai kunjungan pihak KJRI Dubai yang begitu perhatian atas warga negara Indonesia di Dubai. Ia menyatakan keprihatinan serta bersimpati atas kasus Syahminan.
Dr Younis menyampaikan perkembangan seputar kondisi Syahminan dan menyatakan akan mencoba membantu penyelesaian pembayaran biaya perawatan Syahminan dengan pihak manajemen Rashid Hospital.
Ia juga menginformasikan pihak rumah sakit telah menyelesaikan seluruh dokumen yang diperlukan untuk proses pemulangan Syahminan ke Indonesia, seperti surat Medical Report dan surat Medical Information for Fitness to Travel (MEDIF).
Konjen Mansyur dan staf KJRI didampingi Dr Ayesha dan Dr Nibras, sempat menjenguk Syahminan yang kondisinya semakin membaik.
Dua minggu sebelumnya dilakukan operasi yang ketiga guna memasang saluran khusus secara permanen antara kepala dan tubuh, sehingga apabila terdapat cairan berlebih di dalam kepala/otak, dapat dialirkan langsung ke tubuh selanjutnya keluar melalui urine. Sejak itu, kondisi Syahminan semakin stabil dan membaik.
Dalam kesempatan tersebut, Ny Mahriati menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaannya kepada pihak KJRI Dubai yang sangat membantu suaminya.
Tak terbayangkan baginya apabila tidak ada yang membantu, terlebih pengetahuan dan kendala bahasa juga menjadi
hambatan utamanya. Ia juga menyampaikan apresiasinya atas perhatian tim dokter dan staf Rashid Hospital.
Konjen Mansyur menyatakan apa yang dilakukan KJRI Dubai merupakan bagian dari tanggung jawab memberikan bantuan dan perlindungan kepada warga Indonesia yang mengalami masalah dan musibah di wilayah akreditasinya.
Konjen Mansyur atas nama pribadi dan seluruh staf KJRI Dubai, menyampaikan simpati mendalam dan harapan bagi kesembuhan Syahminan serta kelancaran proses kepulangan ke Tanah Air.
Berbagai pendekatan yang dilakukan KJRI Dubai, akhirnya pihak Rashid Hospital membebaskan seluruh pembayaran biaya operasi, obat-obatan dan perawatan Syahminan sebesar AED 106.145, atau sekitar 29.081 dolar AS.
Konjen Mansyur menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kebaikan pihak rumah sakit Rashid Hospital yang membebaskan biaya operasi dan perawatan oleh manajemen rumah sakit dan tim dokter yang telah terlibat dalam penanganan Syahminan ini.
Pihak KJRI Dubai akan mengembalikan sejumlah dana bantuan yang diterima dari bupati dan jajaran Pemkab Kota Waringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah, setelah dikurangi biaya pembelian kursi roda untuk Syahminan.
Proses penanganan kasus dan pemulangan Syahminan ke Indonesia terlaksana atas kerja sama KJRI Dubai dengan pihak maskapai penerbangan Emirates serta bupati dan segenap jajaran Pemkab Kota Waringin Timur, yang secara khusus menaruh perhatian dan memberikan bantuannya dalam kasus ini.
Proses kepulangan Syahminan juga turut difasilitasi oleh Direktorat Perlindungan WNI dan BHI-Kemlu RI.
Rashid Hospital merupakan rumah sakit milik Pemerintah Dubai (Department of Health and Medical Services) dan salah satu rumah sakit tertua di Dubai yang didirikan tahun 1973.
Rumah sakit yang luasnya sekitar 30.000 meter persegi dengan kapasitas sekitar 700 tempat tidur, secara khusus merupakan pusat penanganan kecelakaan, trauma dan gawat darurat (Accident, Emergency and Trauma Center), dengan fasilitas dan sarana yang lengkap dan modern. (ZG)
(T.H-ZG/B/P004/P004) 04-05-2011 08:17:17
London, 4/5 (ANTARA)- KJRI Dubai membantu membebaskan biaya operasi dan pemulangkan Syahminan Ruslan Aran (52) yang didampingi istrinya Ny Mahriati dan staf KJRI Dubai Irfan Maulana dari Dubai ke Indonesia dengan menggunakan maskapai penerbangan Emirates, akhir pekan lalu.
Sekretaris Pertama Fungsi Pensosbud KJRI Dubai Adiguna Wijaya dalam keterangannya kepada ANTARA London, Rabu menyebutkan, Syahminan Ruslan Aran sempat menjalani operasi otak dan perawatan secara intensif di Rumah Sakit "Rashid Hospital" Dubai.
KJRI Dubai kemudian membantu Syahminan hingga Rumah Sakit Rashid Hospital membebaskan seluruh biaya operasi, obat-obatan dan perawatan selama dua pekan di rumah sakit milik pemerintah setempat itu.
Syahminan, yang warga asal Sampit, Kalimantan Tengah, mengalami koma saat transit di Dubai dalam perjalanan menuju Indonesia bersama istrinya Ny Mahriati Mukri Muhammad dan rombongan jemaah umroh lain yang dikoordinasikan Biro Penyelenggara Haji&Umroh "Arronuna Tour" Sampit.
Hasil diagnosis dokter, Syahminan mengalami infeksi otak (cryptococcus) akibat virus yang dibawa burung merpati. Pihak Arronuna Tour menolak bertanggung jawab atas musibah yang menimpa Syahminan, dengan alasan tidak ada asuransi dan perjanjian sebelumnya. Biaya rumah sudah mencapai AED 107.830, atau sekitar 29.542 dolar AS.
Menanggapi permasalahan tersebut, KJRI Dubai secara aktif membantu proses perawatan Syahminan dengan pendampingan penuh staf KJRI Dubai dan fasilitasi akomodasi bagi Ny Mahriati di shelter KJRI Dubai.
Sementara itu, berkaitan dengan kesulitan pembiayaan rumah sakit, KJRI Dubai berupaya menghubungi Bupati Kota Waringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah, serta instansi terkait lain di Indonesia.
Pada akhirnya, Bupati Kota Waringin Timur berkenan mengirimkan hasil penggalangan dana sebesar AED 39.606,39, atau sekitar 10.851,06 dolar AS.
KJRI Dubai juga secara aktif terus melakukan pendekatan dengan pihak Rashid Hospital dan mengirimkan surat untuk meminta keringanan biaya operasi dan perawatan Syahminan yang jumlahnya cukup besar dan terus bertambah.
Konsul Jenderal RI, Mansyur Pangeran didampingi Kepala Fungsi Konsuler dan Kepala Fungsi Penerangan KJRI Dubai bertemu dengan Direktur Rumah Sakit Rashid Hospital, Dr Younis Kazim yang didampingi Kepala Case Management Department, Dr Ayesha Saeed Al Kindi dan asistennya yang menangani kasus Syahminan, Dr Nibras Mohammed Al Tayeb.
Konjen Mansyur menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada pihak Rashid Hospital. Seluruh tim dokter dan staf menaruh perhatian pada Syahminan.
Dr Younis Kazim menyatakan sangat menghargai kunjungan pihak KJRI Dubai yang begitu perhatian atas warga negara Indonesia di Dubai. Ia menyatakan keprihatinan serta bersimpati atas kasus Syahminan.
Dr Younis menyampaikan perkembangan seputar kondisi Syahminan dan menyatakan akan mencoba membantu penyelesaian pembayaran biaya perawatan Syahminan dengan pihak manajemen Rashid Hospital.
Ia juga menginformasikan pihak rumah sakit telah menyelesaikan seluruh dokumen yang diperlukan untuk proses pemulangan Syahminan ke Indonesia, seperti surat Medical Report dan surat Medical Information for Fitness to Travel (MEDIF).
Konjen Mansyur dan staf KJRI didampingi Dr Ayesha dan Dr Nibras, sempat menjenguk Syahminan yang kondisinya semakin membaik.
Dua minggu sebelumnya dilakukan operasi yang ketiga guna memasang saluran khusus secara permanen antara kepala dan tubuh, sehingga apabila terdapat cairan berlebih di dalam kepala/otak, dapat dialirkan langsung ke tubuh selanjutnya keluar melalui urine. Sejak itu, kondisi Syahminan semakin stabil dan membaik.
Dalam kesempatan tersebut, Ny Mahriati menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaannya kepada pihak KJRI Dubai yang sangat membantu suaminya.
Tak terbayangkan baginya apabila tidak ada yang membantu, terlebih pengetahuan dan kendala bahasa juga menjadi
hambatan utamanya. Ia juga menyampaikan apresiasinya atas perhatian tim dokter dan staf Rashid Hospital.
Konjen Mansyur menyatakan apa yang dilakukan KJRI Dubai merupakan bagian dari tanggung jawab memberikan bantuan dan perlindungan kepada warga Indonesia yang mengalami masalah dan musibah di wilayah akreditasinya.
Konjen Mansyur atas nama pribadi dan seluruh staf KJRI Dubai, menyampaikan simpati mendalam dan harapan bagi kesembuhan Syahminan serta kelancaran proses kepulangan ke Tanah Air.
Berbagai pendekatan yang dilakukan KJRI Dubai, akhirnya pihak Rashid Hospital membebaskan seluruh pembayaran biaya operasi, obat-obatan dan perawatan Syahminan sebesar AED 106.145, atau sekitar 29.081 dolar AS.
Konjen Mansyur menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kebaikan pihak rumah sakit Rashid Hospital yang membebaskan biaya operasi dan perawatan oleh manajemen rumah sakit dan tim dokter yang telah terlibat dalam penanganan Syahminan ini.
Pihak KJRI Dubai akan mengembalikan sejumlah dana bantuan yang diterima dari bupati dan jajaran Pemkab Kota Waringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah, setelah dikurangi biaya pembelian kursi roda untuk Syahminan.
Proses penanganan kasus dan pemulangan Syahminan ke Indonesia terlaksana atas kerja sama KJRI Dubai dengan pihak maskapai penerbangan Emirates serta bupati dan segenap jajaran Pemkab Kota Waringin Timur, yang secara khusus menaruh perhatian dan memberikan bantuannya dalam kasus ini.
Proses kepulangan Syahminan juga turut difasilitasi oleh Direktorat Perlindungan WNI dan BHI-Kemlu RI.
Rashid Hospital merupakan rumah sakit milik Pemerintah Dubai (Department of Health and Medical Services) dan salah satu rumah sakit tertua di Dubai yang didirikan tahun 1973.
Rumah sakit yang luasnya sekitar 30.000 meter persegi dengan kapasitas sekitar 700 tempat tidur, secara khusus merupakan pusat penanganan kecelakaan, trauma dan gawat darurat (Accident, Emergency and Trauma Center), dengan fasilitas dan sarana yang lengkap dan modern. (ZG)
(T.H-ZG/B/P004/P004) 04-05-2011 08:17:17
Selasa, 03 Mei 2011
TOPENG WINA
KBRI WINA GELAR LOKAKARYA SENI TOPENG
London, 4/5 (ANTARA) - KBRI Wina bekerja sama dengan Museum fur Volkerkunde menyelenggarakan "Community Day" mengakhiri pameran budaya Indonesia di museum tersebut dengan menampilkan lokakarya seni topeng dan seni memahat buah (fruit carving).
Acara yang digelar di Museum fur Volkerkunde (Museum Etnologi) di Wina itu dihadiri Friends of the Museum, warga masyarakat Indonesia dan warga setempat, ujar Sekretaris III KBRI Wina Luna Amanda Sidqi kepada ANTARA London, Rabu.
Dikatakannya, dua seniman Austria, Markus Kupferblum dan Renald Deppe yang berkarya dalam bidang seni topeng, memperkenalkan karya seni bertopeng asal Bali. Topeng-topeng yang diperkenalkan tersebut merupakan hasil karya seni Wayan Tanggu yang berasal dari daerah Singapadu, Bali.
Berbagai macam ekspresi wajah topeng yang awal digunakan untuk upacara keagamaan, dipergunakan Markus Kupferblum sebagai karya seninya dengan para seniman dan penyanyi untuk lebih memberikan penekanan ekspresi postur dan suara.
Menurut seniman tersebut, topeng-topeng diibaratkan sebagai kaca pembesar yang efeknya menggambarkan lebih jelas watak kehidupan manusia, berikut ekspresi emosinya sehingga hal ini sangat mempengaruhi penampilan di panggung.
Dengan dasar alasan tersebut karya seni bertopeng menjadi bagian yang paling penting dari proses pendidikan sekolah seni.
Dalam sesi interaktif, beberapa pengunjung memakai topeng-topeng dan menampilkan karakter sesuai dengan topeng, dibimbing oleh Markus Kupferblum.
Pada kesempatan yang sama juga diperkenalkan seni pahat buah untuk hiasan meja oleh I Made Suharta yang di Bali terkenal dengan karya-karya kreatifitas seni pahatnya.
Dengan menggunakan buah semangka, lobak labu kuning dan wortel, pengunjung mengikuti berbagai teknik yang diajarkan untuk membentuk hiasan bunga, daun dan burung.
Salah satu karya I Made Suharta yang ditampilkan adalah wajah barong dengan menggunakan buah semangka.
Anneliese Gattringer, salah seorang pengunjung mengakui acara ini sangat menarik dan untuk pertama kali melihat topeng-topeng Bali. Ia mengatakan bahwa topeng-topeng tersebut terlihat menakutkan.
Namun ia mendapat penjelasan bahwa topeng-topeng tersebut dapat digunakan untuk menampilkan karakter baik maupun jahat bahkan lucu.
Sementara dalam mencoba seni pahat buah untuk hiasan, ia mencoba membuat hiasan bunga yang sederhana dan berpendapat tidak semudah yang terlihat.
Dubes RI untuk Austria, I Gusti Agung Wesaka Puja, didampingi Sumantri Widagdo, kurator Museum Puri Lukisan Bali dan Dr Jani Kuhnt Saptodewo, kurator pameran di Museum fur Volkerkunde, menjelaskan lukisan karya I Nyoman Lempad dan Walter Spies yang dipamerkan sejak Februari lalu di museum itu. (ZG)
(T.H-ZG/B/P004/P004) 04-05-2011 05:53:15
London, 4/5 (ANTARA) - KBRI Wina bekerja sama dengan Museum fur Volkerkunde menyelenggarakan "Community Day" mengakhiri pameran budaya Indonesia di museum tersebut dengan menampilkan lokakarya seni topeng dan seni memahat buah (fruit carving).
Acara yang digelar di Museum fur Volkerkunde (Museum Etnologi) di Wina itu dihadiri Friends of the Museum, warga masyarakat Indonesia dan warga setempat, ujar Sekretaris III KBRI Wina Luna Amanda Sidqi kepada ANTARA London, Rabu.
Dikatakannya, dua seniman Austria, Markus Kupferblum dan Renald Deppe yang berkarya dalam bidang seni topeng, memperkenalkan karya seni bertopeng asal Bali. Topeng-topeng yang diperkenalkan tersebut merupakan hasil karya seni Wayan Tanggu yang berasal dari daerah Singapadu, Bali.
Berbagai macam ekspresi wajah topeng yang awal digunakan untuk upacara keagamaan, dipergunakan Markus Kupferblum sebagai karya seninya dengan para seniman dan penyanyi untuk lebih memberikan penekanan ekspresi postur dan suara.
Menurut seniman tersebut, topeng-topeng diibaratkan sebagai kaca pembesar yang efeknya menggambarkan lebih jelas watak kehidupan manusia, berikut ekspresi emosinya sehingga hal ini sangat mempengaruhi penampilan di panggung.
Dengan dasar alasan tersebut karya seni bertopeng menjadi bagian yang paling penting dari proses pendidikan sekolah seni.
Dalam sesi interaktif, beberapa pengunjung memakai topeng-topeng dan menampilkan karakter sesuai dengan topeng, dibimbing oleh Markus Kupferblum.
Pada kesempatan yang sama juga diperkenalkan seni pahat buah untuk hiasan meja oleh I Made Suharta yang di Bali terkenal dengan karya-karya kreatifitas seni pahatnya.
Dengan menggunakan buah semangka, lobak labu kuning dan wortel, pengunjung mengikuti berbagai teknik yang diajarkan untuk membentuk hiasan bunga, daun dan burung.
Salah satu karya I Made Suharta yang ditampilkan adalah wajah barong dengan menggunakan buah semangka.
Anneliese Gattringer, salah seorang pengunjung mengakui acara ini sangat menarik dan untuk pertama kali melihat topeng-topeng Bali. Ia mengatakan bahwa topeng-topeng tersebut terlihat menakutkan.
Namun ia mendapat penjelasan bahwa topeng-topeng tersebut dapat digunakan untuk menampilkan karakter baik maupun jahat bahkan lucu.
Sementara dalam mencoba seni pahat buah untuk hiasan, ia mencoba membuat hiasan bunga yang sederhana dan berpendapat tidak semudah yang terlihat.
Dubes RI untuk Austria, I Gusti Agung Wesaka Puja, didampingi Sumantri Widagdo, kurator Museum Puri Lukisan Bali dan Dr Jani Kuhnt Saptodewo, kurator pameran di Museum fur Volkerkunde, menjelaskan lukisan karya I Nyoman Lempad dan Walter Spies yang dipamerkan sejak Februari lalu di museum itu. (ZG)
(T.H-ZG/B/P004/P004) 04-05-2011 05:53:15
ANGGAR YUNANI
ANGGAR - TIMNAS INDONESIA BERLAGA DI KEJUARAAN ANGGAR DUNIA
London, 30/4 (ANTARA) - Tim Nasional Anggar Indonesia mengikuti kejuaraan anggar internasional "FIE Fencing World Cup" - The 22nd Coupe Acropolis 2011- yang diikut 194 atlet dari 32 negara di Kompleks Olympic Stadium (OAKA) Athena, Yunani.
Pelatih Timnas Lucky Ramdhani dari Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) menyebutkan bahwa tim anggar Indonesia bertanding pada kategori Men's Saber atau Sabel Individu yang dikhususkan untuk atlet pria, ujar Sekretaris pertama KBRI Athena Jani Sasanti dalam keterangannya kepada ANTARA London, Sabtu.
Kejuaraan anggar dunia itu merupakan arena pertandingan anggar di bawah naungan Federasi Anggar Internasional (Federation Internationale d'Escrime/FIE). Kegiatan itu diadakan selama tiga hari dengan mempertandingkan dua kategori, Men's Saber dan Men's Team Saber.
Dubes RI untuk Yunani Ahmad Rusdi menilai, keikutsertaan Indonesia dalam pertandingan ini merupakan langkah maju bagi atlet Indonesia untuk mempersiapkan pertandingan anggar dalam SEA Games 2011 mendatang, dengan harapan dapat merebut juara sesuai dengan kelasnya.
Kehadiran Timnas membawa nama bangsa dan negara yang semakin tangguh bukan saja keberhasilan Indonesia dalam pembangunan ekonomi dan stabilitas sosial, politik dan kerukunan hidup umat agama, namun juga berpartisipasi dalam berbagai kancah sosial budaya termasuk olah raga.
Menurut Dubes, keikutsertaan Timnas Indonesia merupakan wujud nyata dalam membawa nama bangsa dan negara, serta dapat meningkatkan pembinaan dan prestasi melalui partisipasi Tim Nasional dalam berbagai lomba di tingkat internasional.
Kehadiran atlet Indonesia disambut sangat panitia penyelenggara di Athena yang sering menjadi tuan rumah dalam berbagai kejuaraan internasional antara lain 4th European Cadet Championship untuk atlit di bawah 17 tahun yang diikuti oleh 38 negara.
Tim Anggar Indonesia terdiri atas Ruli Mauliadhani, Idon Jaya Wiguna, Hendri Eko Budianto, Ade Indra Ansori, Widi Dwi Anggoro, dan Jamaluddin, beserta dua orang pelatih yaitu Lucky Ramdhani dan Vasyl Kalinskky, pelatih asal Ukraina yang pernah menyabet gelar juara dunia kategori junior.
Keikutsertaan atlet Indonesia pada Acropolis Coupe ke-22 di Athena, merupakan uji coba bagi atlet anggar Indonesia yang kini tengah mengikuti Training Camp di Kyiv, Ukraina, merupakan kerja sama Federasi Anggar Ukraina (Ukranian Fencing Federation) dan Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI).
Sebelum mengikuti training Camp di Kyiv, Tim Anggar Indonesia mengikuti Pemusatan Latihan Nasional (PELATNAS) yang diadakan KONI dan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia selama enam bulan untuk persiapan Kontingen Indonesia yang akan menjadi Tuan Rumah South East Asian Games (SEA Games) XXVI 2011 di Palembang dan Jakarta, November 2011.
Selain mengikuti kejuaraan Anggar di Athena, Tim Anggar Indonesia juga akan bertanding pada Men's Grand Prix Fencing World Cup Villa de Madrid di Madrid pada tanggal 11-15 Mei dan Fencing Training Camp di Jerman dalam waktu dekat ini.***6***
(T.H-ZG/B/F002/F002) 30-04-2011 06:23:04
London, 30/4 (ANTARA) - Tim Nasional Anggar Indonesia mengikuti kejuaraan anggar internasional "FIE Fencing World Cup" - The 22nd Coupe Acropolis 2011- yang diikut 194 atlet dari 32 negara di Kompleks Olympic Stadium (OAKA) Athena, Yunani.
Pelatih Timnas Lucky Ramdhani dari Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) menyebutkan bahwa tim anggar Indonesia bertanding pada kategori Men's Saber atau Sabel Individu yang dikhususkan untuk atlet pria, ujar Sekretaris pertama KBRI Athena Jani Sasanti dalam keterangannya kepada ANTARA London, Sabtu.
Kejuaraan anggar dunia itu merupakan arena pertandingan anggar di bawah naungan Federasi Anggar Internasional (Federation Internationale d'Escrime/FIE). Kegiatan itu diadakan selama tiga hari dengan mempertandingkan dua kategori, Men's Saber dan Men's Team Saber.
Dubes RI untuk Yunani Ahmad Rusdi menilai, keikutsertaan Indonesia dalam pertandingan ini merupakan langkah maju bagi atlet Indonesia untuk mempersiapkan pertandingan anggar dalam SEA Games 2011 mendatang, dengan harapan dapat merebut juara sesuai dengan kelasnya.
Kehadiran Timnas membawa nama bangsa dan negara yang semakin tangguh bukan saja keberhasilan Indonesia dalam pembangunan ekonomi dan stabilitas sosial, politik dan kerukunan hidup umat agama, namun juga berpartisipasi dalam berbagai kancah sosial budaya termasuk olah raga.
Menurut Dubes, keikutsertaan Timnas Indonesia merupakan wujud nyata dalam membawa nama bangsa dan negara, serta dapat meningkatkan pembinaan dan prestasi melalui partisipasi Tim Nasional dalam berbagai lomba di tingkat internasional.
Kehadiran atlet Indonesia disambut sangat panitia penyelenggara di Athena yang sering menjadi tuan rumah dalam berbagai kejuaraan internasional antara lain 4th European Cadet Championship untuk atlit di bawah 17 tahun yang diikuti oleh 38 negara.
Tim Anggar Indonesia terdiri atas Ruli Mauliadhani, Idon Jaya Wiguna, Hendri Eko Budianto, Ade Indra Ansori, Widi Dwi Anggoro, dan Jamaluddin, beserta dua orang pelatih yaitu Lucky Ramdhani dan Vasyl Kalinskky, pelatih asal Ukraina yang pernah menyabet gelar juara dunia kategori junior.
Keikutsertaan atlet Indonesia pada Acropolis Coupe ke-22 di Athena, merupakan uji coba bagi atlet anggar Indonesia yang kini tengah mengikuti Training Camp di Kyiv, Ukraina, merupakan kerja sama Federasi Anggar Ukraina (Ukranian Fencing Federation) dan Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI).
Sebelum mengikuti training Camp di Kyiv, Tim Anggar Indonesia mengikuti Pemusatan Latihan Nasional (PELATNAS) yang diadakan KONI dan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia selama enam bulan untuk persiapan Kontingen Indonesia yang akan menjadi Tuan Rumah South East Asian Games (SEA Games) XXVI 2011 di Palembang dan Jakarta, November 2011.
Selain mengikuti kejuaraan Anggar di Athena, Tim Anggar Indonesia juga akan bertanding pada Men's Grand Prix Fencing World Cup Villa de Madrid di Madrid pada tanggal 11-15 Mei dan Fencing Training Camp di Jerman dalam waktu dekat ini.***6***
(T.H-ZG/B/F002/F002) 30-04-2011 06:23:04
KBRI BATIK
KEDUBES RI BERN LUNCURKAN GERAKAN KBRI BATIK
London, 3/5 (ANTARA) - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bern, Swiss, meluncurkan Gerakan KBRI Batik dalam upaya memopulerkan batik dari berbagai daerah di Tanah Air sebagai salah satu warisan budaya dunia.
Gerakan tersebut dicanangkan Dubes RI Bern, Djoko Susilo, di hadapan delegasi dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata yang berkunjung ke KBRI Bern, demikian keterangan pers KBRI Bern yang diterima Antara London, Selasa.
Delegasi yang dipimpin Direktur Konvensi, Insentif, dan Pameran (MICE) Kembudpar Ibu Nia Niscaya, berkesempatan menyaksikan pencanangan dan sekaligus bertukar pikiran dengan Dubes mengenai berbagai strategi menjual potensi turisme Indonesia di pasar pariwisata Swiss.
Pencanangan ini, menurut Dubes, adalah salah satu upaya untuk turut serta mendukung keputusan UNESCO pada 2009 yang menetapkan batik sebagai warisan budaya dunia dari Indonesia.
Sejak penetapannya sebagai warisan UNESCO, kata Dubes Djoko Susilo, batik kini menjadi salah satu pilihan pakaian favorit masyarakat Indonesia.
Tidak hanya pada kesempatan formal, kini batik pun dipakai di kantor, di sekolah, maupun dalam berbagai kegiatan harian lainnya.
Dengan semakin populernya batik di berbagai kalangan muda hingga tua, pekerja kantor hingga ibu rumah tangga, para penghasil batik pun kini berlomba-lomba untuk berkreasi dengan berbagai motif yang unik nan modern, meskipun tidak menghilangkan pakem-pakem tradisional Batik.
Berbagai promosi batik yang dilakukan di luar negeri melalui "workshop" membatik, peragaan busana batik, hingga penggunaan batik di kantor perwakilan Indonesia di luar negeri, yang diharapkan dapat semakin mengharumkan nama batik dan Indonesia di dunia internasional. ***6***
(ZG/C/A041)
(T.H-ZG/C/A041/A041) 03-05-2011 08:31:45
London, 3/5 (ANTARA) - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bern, Swiss, meluncurkan Gerakan KBRI Batik dalam upaya memopulerkan batik dari berbagai daerah di Tanah Air sebagai salah satu warisan budaya dunia.
Gerakan tersebut dicanangkan Dubes RI Bern, Djoko Susilo, di hadapan delegasi dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata yang berkunjung ke KBRI Bern, demikian keterangan pers KBRI Bern yang diterima Antara London, Selasa.
Delegasi yang dipimpin Direktur Konvensi, Insentif, dan Pameran (MICE) Kembudpar Ibu Nia Niscaya, berkesempatan menyaksikan pencanangan dan sekaligus bertukar pikiran dengan Dubes mengenai berbagai strategi menjual potensi turisme Indonesia di pasar pariwisata Swiss.
Pencanangan ini, menurut Dubes, adalah salah satu upaya untuk turut serta mendukung keputusan UNESCO pada 2009 yang menetapkan batik sebagai warisan budaya dunia dari Indonesia.
Sejak penetapannya sebagai warisan UNESCO, kata Dubes Djoko Susilo, batik kini menjadi salah satu pilihan pakaian favorit masyarakat Indonesia.
Tidak hanya pada kesempatan formal, kini batik pun dipakai di kantor, di sekolah, maupun dalam berbagai kegiatan harian lainnya.
Dengan semakin populernya batik di berbagai kalangan muda hingga tua, pekerja kantor hingga ibu rumah tangga, para penghasil batik pun kini berlomba-lomba untuk berkreasi dengan berbagai motif yang unik nan modern, meskipun tidak menghilangkan pakem-pakem tradisional Batik.
Berbagai promosi batik yang dilakukan di luar negeri melalui "workshop" membatik, peragaan busana batik, hingga penggunaan batik di kantor perwakilan Indonesia di luar negeri, yang diharapkan dapat semakin mengharumkan nama batik dan Indonesia di dunia internasional. ***6***
(ZG/C/A041)
(T.H-ZG/C/A041/A041) 03-05-2011 08:31:45
Langganan:
Postingan (Atom)