KABUPATEN BANJAR TAMPILKAN KESENIAN DI "TONG TONG FAIR"
Denhaag, 31/5 (ANTARA) - Kabupaten Banjar yang diwakili Sangar Kesultanan Banjar menampilkan misi kesenian di "Tong Tong Fair" yang diadakan di Melievel, Denhaag, mulai 25 Mei hingga 5 Juni 2011.
Dalam penampilannya di Bibit Theater, Tim Kesenian Kabupaten Banjar itu menampilkan musik Panting yang berhasil memukau penonton Pasar Malam Tong Tong Fair yang diadakan untuk ke 53 kalinya .
Noripansyah yang bertindak sebagai manajer rombongan kesenian dari Sultan Banjar itu kepada koresponden ANTARA London, Senin, mengatakan bahwa ia merasa puas dengan penampilan Tim Kesenian Banjar yang utuk pertama kalinya tampil di luar negeri.
Penampilan kesenian dari Sangar Kesultanan Banjar di bawah pimpinan Sultan Banjar sekaligus Bupati Banjar yaitu Raja Chairul Saleh dan Ratu Raudatuljanah itu sepenuhnya didukung oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.
"Kami senang bisa tampil berpartisipasi dalam mengikuti misi kebudayaan Indonesia di luar negeri," ujar lulusan Mastrict University yang bangga bisa membawa rekan rekannya mangung di Tong Tong Fair.
Dikatakannya, Sangar Kesultanan Banjar yang sering tampil dalam berbagai acara-acara di daerah dalam acara Tong Tong Fair juga menampilkan Titik Laran, Japin Rantauan, Semangat Ratu Zaleha dan Maranting Intan dan tarian Radap Rahayu.
Tarian yang menggambarkan bidadari yang datang untuk menyelamatkan kekalahan perang dari prajurit Kerajaan Banjar yang akhirnya tarian ini digunakan dalam upacara menyambut tamu kehormatan diiringin dengan musik khas Banjar dengan mengunakan alat musik panting, biola, gendang, babun dan tamborin serta sernai dan tarian Radap Rahayu.
Tarian para putri kraton dibawakan penari Lina Verbriani, Nela Lestari, Rika Ayu, Tri Purwosih dan Tiara Istiana dengan musik Lupia Andriani, Zulfi Hendra, Hendra Cipta dan Abdulrahman serta Supandri dengan gerakan yang dinamis yang berhasil memukau penonton.
Selain menampilkan kesenian, Kabupaten Banjar yang merupakan salah satu kabupaten yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan Indonesia dengan Ibu Kota Martapura itu juga dikenal sebagai Kota Intan juga ikut dalam pameran dan memperkenalkan berbagai jenis batu permata yang juga banyak diminati pengunjung Tong tong Fair. ***6***
(T.H-ZG/B/F002/F002) 31-05-2011 08:38:59
Blog ini berisi liputan dan berita serta artikel sekitar kejadian yang ada hubungannya diplomasi Indonesia di luar negeri khususnya wilayah Eropa yang saya kirim dan dimuat di LKBN Antara. Terima kasih untuk seluruh nara sumber diplomat yang memberikan kontribusi kepada saya sebagai koresponden LKBN Antara di Kerajaan Inggris dan juga mencakup wilayah Eropa
Kamis, 02 Juni 2011
MADE WIANTA
25 LUKISAN MADE WIANTA DIPAMERKAN DI WINA
London, 31/5 (ANTARA) - Sebanyak 25 karya pelukis Bali Made Wianta yang bertema "Transformation of Nature" dipamerkan di gedung "OPEC Fund for International Development" (OFID), Parkring Wina, selama dua minggu mulai 26 Mei hingga 10 Juni mendatang.
Sekretaris III KBRI Wina Luna Amanda Sidqi kepada ANTARA London, Selasa menyebutkan untuk pertama kalinya seorang pelukis Indonesia memamerkan hasil karyanya di Wina, Austria, kota yang kaya dengan pelukis besar dan dikenal di seluruh dunia, seperti Gustav Klimt, Oscar Kokoschka, Egon Schiele dan Hundertwasser.
"Karya Wianta merefleksikan hubungan pelukis dengan alamnya dan upaya memahami alam dalam perspektif seni yang memadukan bauran warna, filosi ruang dan waktu yang tertuang dalam karya kaligrafi yang bermutu tinggi," katanya.
Dirjen OFID Suleiman J Alherbish menyampaikan bahwa pameran ini dilaksanakan dalam rangka 35 tahun berdirinya OFID, dengan membuka kesempatan kepada negara-negara anggotanya untuk memajukan kebudayaan.
Ia juga menyampaikan apresiasinya kepada KBRI atas kerja sama dalam menampilkan lukisan pelukis Indonesia.
Duta Besar RI untuk Austria I Gusti Agung Wesaka Puja menyebutkan, kesenian merupakan ekspresi dari kebudayaan. Ia berharap masyarakat dapat menikmati penampilan kebudayaan Indonesia melalui karya Made Wianta dan pertunjukkan seni di pameran itu.
Penampilan tarian Bali dengan diiringi gamelan warga Altenberg serta sajian kuliner khas Indonesia yang membuat acara pembukaan menjadi memeriahkan.
Made Wianta, pelukis kontemporer kelahiran tahun 1949 di Desa Apuan, Kabupaten Tabanan, Bali, belajar seni di Institut Seni Indonesia di Denpasar dan Yogyakarta yang berkarya selama dua dekade menghasilkan lebih dari 14.000 karya seni.
Ia melakukan pameran di berbagai kota di Indonesia dan melanglang buana memamerkan lukisannya di berbagai negara seperti di Bangladesh, Belgia, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Malaysia, Belanda, Rusia, Singapura dan Amerika Serikat.
Pameran yang diadakan KBRI Wina dan OFID yang didukung Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI. ***6***
(T.H-ZG/B/M026/M026) 31-05-2011 05:36:49
London, 31/5 (ANTARA) - Sebanyak 25 karya pelukis Bali Made Wianta yang bertema "Transformation of Nature" dipamerkan di gedung "OPEC Fund for International Development" (OFID), Parkring Wina, selama dua minggu mulai 26 Mei hingga 10 Juni mendatang.
Sekretaris III KBRI Wina Luna Amanda Sidqi kepada ANTARA London, Selasa menyebutkan untuk pertama kalinya seorang pelukis Indonesia memamerkan hasil karyanya di Wina, Austria, kota yang kaya dengan pelukis besar dan dikenal di seluruh dunia, seperti Gustav Klimt, Oscar Kokoschka, Egon Schiele dan Hundertwasser.
"Karya Wianta merefleksikan hubungan pelukis dengan alamnya dan upaya memahami alam dalam perspektif seni yang memadukan bauran warna, filosi ruang dan waktu yang tertuang dalam karya kaligrafi yang bermutu tinggi," katanya.
Dirjen OFID Suleiman J Alherbish menyampaikan bahwa pameran ini dilaksanakan dalam rangka 35 tahun berdirinya OFID, dengan membuka kesempatan kepada negara-negara anggotanya untuk memajukan kebudayaan.
Ia juga menyampaikan apresiasinya kepada KBRI atas kerja sama dalam menampilkan lukisan pelukis Indonesia.
Duta Besar RI untuk Austria I Gusti Agung Wesaka Puja menyebutkan, kesenian merupakan ekspresi dari kebudayaan. Ia berharap masyarakat dapat menikmati penampilan kebudayaan Indonesia melalui karya Made Wianta dan pertunjukkan seni di pameran itu.
Penampilan tarian Bali dengan diiringi gamelan warga Altenberg serta sajian kuliner khas Indonesia yang membuat acara pembukaan menjadi memeriahkan.
Made Wianta, pelukis kontemporer kelahiran tahun 1949 di Desa Apuan, Kabupaten Tabanan, Bali, belajar seni di Institut Seni Indonesia di Denpasar dan Yogyakarta yang berkarya selama dua dekade menghasilkan lebih dari 14.000 karya seni.
Ia melakukan pameran di berbagai kota di Indonesia dan melanglang buana memamerkan lukisannya di berbagai negara seperti di Bangladesh, Belgia, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Malaysia, Belanda, Rusia, Singapura dan Amerika Serikat.
Pameran yang diadakan KBRI Wina dan OFID yang didukung Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI. ***6***
(T.H-ZG/B/M026/M026) 31-05-2011 05:36:49
TARI SAMAN
TARI SAMAN DAN MERAK "SIHIR " PUBLIK SWEDIA
London, 30/5 (ANTARA) - Persatuan Pelajar Indonesia Swedia bekerja sama dengan Indonesiska Kultur Foreningen (IKF) Gothenburg berpartisipasi dalam Hammarkullekarnevalen yang merupakan ajang kebudayaan terbesar di kota terbesar ke dua di Swedia, Gothenburg baru-baru ini .
Festival kebudayaan ini diikuti oleh puluhan perkumpulan budaya dari berbagai belahan dunia dan berlangsung selama tiga hari diakhir pekan di Gothenburg, Swedia, demikian koordinator PPI Swedia wilayah Gothenburg, Muhammad Mufti Azis, kepada Antara London, Senin.
Hammarkullekarnevalen yang dimulai sejak tahun 1974 yang dikoordinasikan oleh masyarakat di sekitar kawasan Hammarkullen, Gothenburg, pada masa-masa awal, Hammarkullekarnevalen dipelopori pemuda yang tergabung dalam "Frisco Project" dan berkembang menjadi festival multikultural terbesar di Gothenburg melibatkan perkumpulan budaya dari berbagai negara, termasuk Indonesia.
Pada tahun ini, PPI Swedia menampilkan Tari Merak dari Provinsi Jawa Barat dan Tari Saman dari Provinsi Aceh.
Di bawah gerimis yang rintik-rintik, PPI Swedia berhasil memukau penonton di panggung utama pertunjukan Hammarkullekarnevalen. Tari Merak dari Jawa Barat dibawakan oleh sembilan mahasiswa Indonesia yang menggambarkan keanggunan, keindahan serta kelincahan seekor burung Merak.
Pada kesempatan yang sama pelajar Indonesia dari kota Bor's membawakan tari Saman dari Gayo Aceh. Tari Saman dikenal karena keindahan dan kekompakan para penarinya. Konon, tari Saman merupakan tarian adat yang berisi tentang nasehat-nasehat dan cerita kepahlawanan dari masyarakat Gayo.
Suara tepukan dipadu dengan gerakan tangan yang kompak menambah
Koordinator PPI Swedia wilayah Gothenburg, Muhammad Mufti Azis mengemukakan partisipasi mahasiswa Indonesia di ajang ini merupakan wujud nyata para mahasiswa untuk memperkenalkan kekayaan dan keindahan budaya Indonesia.
"Memperkenalkan kebudayaan Indonesia ini dirasa penting karena banyak dari orang Swedia yang belum mengetahui tentang Indonesia meski banyak yang sudah mendengar keindahan Bali," kata Muhammad Mufti Azis.
Koordinator perkumpulan Kebudayaan Indonesia di Gothenburg, Siti Alwania menyatakan kebanggaannya dengan penampilan tim Indonesia pada tahun ini.
"Tahun ini penampilan adik-adik mahasiswa sangat menawan. Semoga di tahun mendatang semakin baik kerja sama antara PPI Swedia dan Perkumpulan Kebudayaan Indonesia," kata Siti Alwania.
Kemeriahan partisipasi Indonesia di Hammarkullekarnevalen 2011 dilanjutkan dengan acara ramah tamah antara warga Indonesia dan para mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Swedia serta perwakilan KBRI Swedia ikut memeriahkan dan memberikan layanan konsulernya dalam kesempatan silaturahmi warga kali ini. ***6***
(ZG)/C/A011)
(T.H-ZG/C/A011/A011) 30-05-2011 08:24:34
London, 30/5 (ANTARA) - Persatuan Pelajar Indonesia Swedia bekerja sama dengan Indonesiska Kultur Foreningen (IKF) Gothenburg berpartisipasi dalam Hammarkullekarnevalen yang merupakan ajang kebudayaan terbesar di kota terbesar ke dua di Swedia, Gothenburg baru-baru ini .
Festival kebudayaan ini diikuti oleh puluhan perkumpulan budaya dari berbagai belahan dunia dan berlangsung selama tiga hari diakhir pekan di Gothenburg, Swedia, demikian koordinator PPI Swedia wilayah Gothenburg, Muhammad Mufti Azis, kepada Antara London, Senin.
Hammarkullekarnevalen yang dimulai sejak tahun 1974 yang dikoordinasikan oleh masyarakat di sekitar kawasan Hammarkullen, Gothenburg, pada masa-masa awal, Hammarkullekarnevalen dipelopori pemuda yang tergabung dalam "Frisco Project" dan berkembang menjadi festival multikultural terbesar di Gothenburg melibatkan perkumpulan budaya dari berbagai negara, termasuk Indonesia.
Pada tahun ini, PPI Swedia menampilkan Tari Merak dari Provinsi Jawa Barat dan Tari Saman dari Provinsi Aceh.
Di bawah gerimis yang rintik-rintik, PPI Swedia berhasil memukau penonton di panggung utama pertunjukan Hammarkullekarnevalen. Tari Merak dari Jawa Barat dibawakan oleh sembilan mahasiswa Indonesia yang menggambarkan keanggunan, keindahan serta kelincahan seekor burung Merak.
Pada kesempatan yang sama pelajar Indonesia dari kota Bor's membawakan tari Saman dari Gayo Aceh. Tari Saman dikenal karena keindahan dan kekompakan para penarinya. Konon, tari Saman merupakan tarian adat yang berisi tentang nasehat-nasehat dan cerita kepahlawanan dari masyarakat Gayo.
Suara tepukan dipadu dengan gerakan tangan yang kompak menambah
Koordinator PPI Swedia wilayah Gothenburg, Muhammad Mufti Azis mengemukakan partisipasi mahasiswa Indonesia di ajang ini merupakan wujud nyata para mahasiswa untuk memperkenalkan kekayaan dan keindahan budaya Indonesia.
"Memperkenalkan kebudayaan Indonesia ini dirasa penting karena banyak dari orang Swedia yang belum mengetahui tentang Indonesia meski banyak yang sudah mendengar keindahan Bali," kata Muhammad Mufti Azis.
Koordinator perkumpulan Kebudayaan Indonesia di Gothenburg, Siti Alwania menyatakan kebanggaannya dengan penampilan tim Indonesia pada tahun ini.
"Tahun ini penampilan adik-adik mahasiswa sangat menawan. Semoga di tahun mendatang semakin baik kerja sama antara PPI Swedia dan Perkumpulan Kebudayaan Indonesia," kata Siti Alwania.
Kemeriahan partisipasi Indonesia di Hammarkullekarnevalen 2011 dilanjutkan dengan acara ramah tamah antara warga Indonesia dan para mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Swedia serta perwakilan KBRI Swedia ikut memeriahkan dan memberikan layanan konsulernya dalam kesempatan silaturahmi warga kali ini. ***6***
(ZG)/C/A011)
(T.H-ZG/C/A011/A011) 30-05-2011 08:24:34
SUNDARI SOEKOTJO
SUNDARI SOEKOTJO OBATI RASA RINDU MASYARAKAT BELANDA
Denhaag , 30/5 (ANTARA) - Penyanyi keroncong Sundari Soekotjo mengobati rasa rindu kampung halaman warga Indonesia yang menetap di Belanda saat ia tampil pada acara Tong Tong Fair di Maliveld Denhaag dari 25 Mei hingga 5 Juni mendatang.
"Saya merasa surprise dengan tanggapan penonton," ujar Sundari kepada ANTARA seusai penampilannya di panggung utama Tong Tong Fair yang digelar untuk ke-53 kalinya, Minggu (29/5).
Kehadiran Sundari Soekotjo di Tong Tong Fair yang sepenuhnya didukung Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata berhasil menghipnotis lebih dari 1.000 pengujung dari berbagai kalangan.
Saat ia melantunkan Rayuan Pulau Kelapa, para penonton yang berada di bangku depan langsung ikut bergoyang. Bahkan saat melantunkan lagu Poco Poco, penonton dengan semangat pun terus bergoyang.
Menurut Sundari, masyarakat Belanda ternyata sangat menghargai musik keroncong. "Mereka sampai hapal lagu keroncong yang saya bawakan," ujar artis yang menerima penghargaan anugerah kebudayaan kategori seni tahun 2011 dari Kemenbudpar ini.
Apalagi saat lagu keroncong yang dibawakan Sundari Sukotjo yang mengunakan bahasa Belanda , ia merasa ada ikatan bathin yang kuat.
Dengan diiringi grup Keroncong Sakmunine dari Yogyakarta menampilkan sekitar delapan lagu. Di antaranya Bengawan Solo, Bunga Anggrek dengan versi Bahasa Belanda, Malam Bulan Purnama yang akrab di telingga penonton.
Menurut Sundari Sukotjo, banyak yang sudah mengenal lagunya karena seringnya lagu keroncong yang disiarkan di video klip dan juga pada penerbangan Garuda serta CD-nya yang sudah beredar luas di negeri Belanda.
Diakuinya, musik keroncong tidak hanya diminati di kalangan generasi tertentu seperti generasi tua tetapi juga mulai diminati generasi muda, bahkan ada satu rombongan warga Indonesia yang berdomisili di Prancis dengan rombongan menyaksikan penampilan music keroncong.
Dia berharap, dengan banyaknya minat masyarakat, musik keroncong akan mendunia, karena selama ini justru publik asing yang sangat menikmatimya.
Kasi Promosi Wilayah Eropa Barat Molly Prabawaty mengatakan, Kemenbupar juga akan mempertunjukan tarian tradisional Indonesia oleh kelompok Beksan Puro Pakualaman-Yogyakarta dan fashion show batik oleh desainer Batik Rosso dari Yogyakarta.
Dikatakannya, Kemenbudpar bekerja sama dengan PT Vista Express Tours & Travel akan berpartisipasi pada kegiatan Tong-Tong Fair yang dilaksanakan sejak 25 Mei berlangsung hingga 5 Juni 2011 di Den Haag, Belanda, bertema Yogyakarta.
"Kemebudpar mensponsori pengiriman tim kesenian dari Yogyakarta sesuai dengan tema Tong Tong Fair tahun 2011," ujar Molly Prabawaty.
Selama Tong Tong Fair, Kemenbupar menyediakan pelayanan informasi dan distribusi bahan promosi dan pertemuan dengan tour-operators Belanda yang diadakan bekerja sama dengan VITO Belanda bertempat di Paviliun Indonesia dan pameran destinasi pariwisata Indonesia.
Kemenbupar dalam memasarkan obyek wisata mendapat dukungan dari industri pariwisata VITO Belanda, Garuda Indonesia, Garuda Orient Holiday, Deva Travel, Dari Java dan Smaragd-Reizen dari Belanda.
Sementara itu industri pariwisata dari Indonesia di antaranya Iramasuka Tour & Travel, Incitour & Travel dan PT Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan & Ratu Boko.
Molly Prabawaty mengatakan bahwa misi Kemenbupar di Tong Tong Fair ini adalah promosi pariwisata untuk meningkatkan citra Indonesia dan menarik minat kunjungan wisatawan Belanda.
"Harapan Kemenbudpar pada penyelenggaraan PS Malam Tong Tong Fair ini agar dapat menarik wisatawan Belanda berkunjung ke Indonesia mengingat target yang ingin dicapai adalah sebesar 155.000 wisatawan," ujar Molly Prabawaty.
Dikatakannya, dengan adanya penerbangan langsung Garuda Indonesia dari Amsterdam ke Jakarta diharapkan target wisatawan Belanda akan dapat tercapai. Target wisman tahun 2011 adalah sebesar 7,7 juta dan diharapkan Belanda dapat menyumbang lebih dari 155 ribu wisatawan, demikian Molly Prabawaty. ***6***
(T.H-ZG/B/M026/M026) 30-05-2011 08:01:26
Denhaag , 30/5 (ANTARA) - Penyanyi keroncong Sundari Soekotjo mengobati rasa rindu kampung halaman warga Indonesia yang menetap di Belanda saat ia tampil pada acara Tong Tong Fair di Maliveld Denhaag dari 25 Mei hingga 5 Juni mendatang.
"Saya merasa surprise dengan tanggapan penonton," ujar Sundari kepada ANTARA seusai penampilannya di panggung utama Tong Tong Fair yang digelar untuk ke-53 kalinya, Minggu (29/5).
Kehadiran Sundari Soekotjo di Tong Tong Fair yang sepenuhnya didukung Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata berhasil menghipnotis lebih dari 1.000 pengujung dari berbagai kalangan.
Saat ia melantunkan Rayuan Pulau Kelapa, para penonton yang berada di bangku depan langsung ikut bergoyang. Bahkan saat melantunkan lagu Poco Poco, penonton dengan semangat pun terus bergoyang.
Menurut Sundari, masyarakat Belanda ternyata sangat menghargai musik keroncong. "Mereka sampai hapal lagu keroncong yang saya bawakan," ujar artis yang menerima penghargaan anugerah kebudayaan kategori seni tahun 2011 dari Kemenbudpar ini.
Apalagi saat lagu keroncong yang dibawakan Sundari Sukotjo yang mengunakan bahasa Belanda , ia merasa ada ikatan bathin yang kuat.
Dengan diiringi grup Keroncong Sakmunine dari Yogyakarta menampilkan sekitar delapan lagu. Di antaranya Bengawan Solo, Bunga Anggrek dengan versi Bahasa Belanda, Malam Bulan Purnama yang akrab di telingga penonton.
Menurut Sundari Sukotjo, banyak yang sudah mengenal lagunya karena seringnya lagu keroncong yang disiarkan di video klip dan juga pada penerbangan Garuda serta CD-nya yang sudah beredar luas di negeri Belanda.
Diakuinya, musik keroncong tidak hanya diminati di kalangan generasi tertentu seperti generasi tua tetapi juga mulai diminati generasi muda, bahkan ada satu rombongan warga Indonesia yang berdomisili di Prancis dengan rombongan menyaksikan penampilan music keroncong.
Dia berharap, dengan banyaknya minat masyarakat, musik keroncong akan mendunia, karena selama ini justru publik asing yang sangat menikmatimya.
Kasi Promosi Wilayah Eropa Barat Molly Prabawaty mengatakan, Kemenbupar juga akan mempertunjukan tarian tradisional Indonesia oleh kelompok Beksan Puro Pakualaman-Yogyakarta dan fashion show batik oleh desainer Batik Rosso dari Yogyakarta.
Dikatakannya, Kemenbudpar bekerja sama dengan PT Vista Express Tours & Travel akan berpartisipasi pada kegiatan Tong-Tong Fair yang dilaksanakan sejak 25 Mei berlangsung hingga 5 Juni 2011 di Den Haag, Belanda, bertema Yogyakarta.
"Kemebudpar mensponsori pengiriman tim kesenian dari Yogyakarta sesuai dengan tema Tong Tong Fair tahun 2011," ujar Molly Prabawaty.
Selama Tong Tong Fair, Kemenbupar menyediakan pelayanan informasi dan distribusi bahan promosi dan pertemuan dengan tour-operators Belanda yang diadakan bekerja sama dengan VITO Belanda bertempat di Paviliun Indonesia dan pameran destinasi pariwisata Indonesia.
Kemenbupar dalam memasarkan obyek wisata mendapat dukungan dari industri pariwisata VITO Belanda, Garuda Indonesia, Garuda Orient Holiday, Deva Travel, Dari Java dan Smaragd-Reizen dari Belanda.
Sementara itu industri pariwisata dari Indonesia di antaranya Iramasuka Tour & Travel, Incitour & Travel dan PT Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan & Ratu Boko.
Molly Prabawaty mengatakan bahwa misi Kemenbupar di Tong Tong Fair ini adalah promosi pariwisata untuk meningkatkan citra Indonesia dan menarik minat kunjungan wisatawan Belanda.
"Harapan Kemenbudpar pada penyelenggaraan PS Malam Tong Tong Fair ini agar dapat menarik wisatawan Belanda berkunjung ke Indonesia mengingat target yang ingin dicapai adalah sebesar 155.000 wisatawan," ujar Molly Prabawaty.
Dikatakannya, dengan adanya penerbangan langsung Garuda Indonesia dari Amsterdam ke Jakarta diharapkan target wisatawan Belanda akan dapat tercapai. Target wisman tahun 2011 adalah sebesar 7,7 juta dan diharapkan Belanda dapat menyumbang lebih dari 155 ribu wisatawan, demikian Molly Prabawaty. ***6***
(T.H-ZG/B/M026/M026) 30-05-2011 08:01:26
BUSANA MUSLIM
BUSANA MUSLIM SUTRA BUGIS MELAMBAI DI MOSKOW
London, 30/5 (ANTARA) - Sutra Bugis yang dikenal dengan warnanya yang cerah menutup pameran produk halal di Moskow yang berlangsung selama tiga hari baru-baru ini .
Counsellor KBRI Moskow, M. Aji Surya kepada Antara London, Senin menyebutkan dibandingkan dengan pakaian busana muslimah dari negara lain, maka rancangan Toto Supangat ini relatif lebih baik atau berada" di atas angin".
Aji Surya menyebutkan beberapa perancang busana muslim dari Iran, Kirgistan, Rusia dan Indonesia mengisi puncak acara Second Moscow International Halal Expo yang digelar Kantor Dewan Mufti Rusia.
Bertempat di Crocus Centre, tempat pameran paling bergengsi di ibukota Rusia itu, mereka memperagakan busana muslim paling anyar.
Meski banyak yang mengacungi jempol, Toto Supangat yang sudah beberapa kali datang ke Rusia ini kelihatannya belum mengoptimalkan potensinya.
Ia kelihatan hanya memadukan beberapa warna bunga di musim semi sebagai inspirasi hasil karyanya. Ungu, kuning, biru dan hitam seolah mewakili warna tulip yang memang sedang bermekaran di pinggir jalan.
"Jujur saja, greget dari tampilan gaun yang diolah dari sutra bugis ini terlihat cerah," ujar Toto Supangat. Walaupun begitu, apa yang ditampilkan kali ini sudah membuat para pesaingnya bisa dibilang" turun tahta".
Bagaimana tidak, bagi kebanyakan perancang busana muslim yang datang di pameran tersebut, usungan Toto memberikan kesan sesuatu yang baru sama sekali. Apalagi alunan musik pengiringnya berupa tautan gendang dan tetabuhan lain yang bernuasa etnis, bukan sekedar selawatan yang sudah banya didengar.
Bandingkan dengan perancang dari Rusia yang mengusung warna-warna gelap dan motif datar. Atau dari Kirgistan yang cenderung memamerkan pakaian yang tidak ada bedanya dengan pakaian harian wanita muslimah
di Rusia. Yang lumayan, designer dari Iran yang cukup cantik memainkan unsur etnis walau kurang tanggap terhadap kemeriahan musim panas yang segera datang.
Disamping memamerkan bahan dasar sutra Bugis, Toto juga mengusung paduan batik pesisiran yang dipadu dengan kain polos.
"Saya yakin unsur etnis Indonesia mampu menjawab tantangan perubahan musim di Rusia," ujarnya.
Di tempat lain, pentas seni bernuansa Bugis dan Makasar dihelat di salah satu mall terbesar di Moskow, Vegas. Pada 29 Mei 2011 sebanyak 13 anak SD dari Sekolah Indonesia Moskow menampilkan tarian rancak Gandrang Bulo.
Bahkan 10 penari dibawah asuhan Abdi Basith yang didatangkan KBRI Moskow memperagakan beberapa tarian khas daerah Sulsel dengan iringan tabuhan gendang yang bertalu-talu.
Dubes RI di Moskow Hamid Awaludin, mengakui bahwa ia tidak banyak berkomentar. Yang penting setiap kali penampilan, semua penonton dan hadirin memberikan tepuk tangan yang meriah.
Itulah yang saya maknai sebagai sebuah apresiasi dan kesepakatan batin mereka atas tingginya seni bangsa Indonesia, Hamid Awaludin.
***6***
(ZG)/C/A011)
(T.H-ZG/C/A011/A011) 30-05-2011 07:35:43
London, 30/5 (ANTARA) - Sutra Bugis yang dikenal dengan warnanya yang cerah menutup pameran produk halal di Moskow yang berlangsung selama tiga hari baru-baru ini .
Counsellor KBRI Moskow, M. Aji Surya kepada Antara London, Senin menyebutkan dibandingkan dengan pakaian busana muslimah dari negara lain, maka rancangan Toto Supangat ini relatif lebih baik atau berada" di atas angin".
Aji Surya menyebutkan beberapa perancang busana muslim dari Iran, Kirgistan, Rusia dan Indonesia mengisi puncak acara Second Moscow International Halal Expo yang digelar Kantor Dewan Mufti Rusia.
Bertempat di Crocus Centre, tempat pameran paling bergengsi di ibukota Rusia itu, mereka memperagakan busana muslim paling anyar.
Meski banyak yang mengacungi jempol, Toto Supangat yang sudah beberapa kali datang ke Rusia ini kelihatannya belum mengoptimalkan potensinya.
Ia kelihatan hanya memadukan beberapa warna bunga di musim semi sebagai inspirasi hasil karyanya. Ungu, kuning, biru dan hitam seolah mewakili warna tulip yang memang sedang bermekaran di pinggir jalan.
"Jujur saja, greget dari tampilan gaun yang diolah dari sutra bugis ini terlihat cerah," ujar Toto Supangat. Walaupun begitu, apa yang ditampilkan kali ini sudah membuat para pesaingnya bisa dibilang" turun tahta".
Bagaimana tidak, bagi kebanyakan perancang busana muslim yang datang di pameran tersebut, usungan Toto memberikan kesan sesuatu yang baru sama sekali. Apalagi alunan musik pengiringnya berupa tautan gendang dan tetabuhan lain yang bernuasa etnis, bukan sekedar selawatan yang sudah banya didengar.
Bandingkan dengan perancang dari Rusia yang mengusung warna-warna gelap dan motif datar. Atau dari Kirgistan yang cenderung memamerkan pakaian yang tidak ada bedanya dengan pakaian harian wanita muslimah
di Rusia. Yang lumayan, designer dari Iran yang cukup cantik memainkan unsur etnis walau kurang tanggap terhadap kemeriahan musim panas yang segera datang.
Disamping memamerkan bahan dasar sutra Bugis, Toto juga mengusung paduan batik pesisiran yang dipadu dengan kain polos.
"Saya yakin unsur etnis Indonesia mampu menjawab tantangan perubahan musim di Rusia," ujarnya.
Di tempat lain, pentas seni bernuansa Bugis dan Makasar dihelat di salah satu mall terbesar di Moskow, Vegas. Pada 29 Mei 2011 sebanyak 13 anak SD dari Sekolah Indonesia Moskow menampilkan tarian rancak Gandrang Bulo.
Bahkan 10 penari dibawah asuhan Abdi Basith yang didatangkan KBRI Moskow memperagakan beberapa tarian khas daerah Sulsel dengan iringan tabuhan gendang yang bertalu-talu.
Dubes RI di Moskow Hamid Awaludin, mengakui bahwa ia tidak banyak berkomentar. Yang penting setiap kali penampilan, semua penonton dan hadirin memberikan tepuk tangan yang meriah.
Itulah yang saya maknai sebagai sebuah apresiasi dan kesepakatan batin mereka atas tingginya seni bangsa Indonesia, Hamid Awaludin.
***6***
(ZG)/C/A011)
(T.H-ZG/C/A011/A011) 30-05-2011 07:35:43
KETUA KN
SEPAK BOLA - KETUA KN BERKUNJUNG KE MARKAS FIFA
London, 30/5 (ANTARA) - Ketua Komite Normalisasi (KN) PSSI, Agum Gumelar, Senin kembali berada di Zurich, Swiss, untuk mengikuti Kongres FIFA dan menemui Presiden FIFA Joseph S. Blatter di markas FIFA.
Pertemuan tersebut direncanakan menyusul penutupan Kongres PSSI dengan agenda tunggal yakni pemilihan Ketua Umum, Wakil Ketua Umum, dan sembilan anggota Komite Eksekutif PSSI periode 2011-2015 di Hotel Sultan pada 20 Mei lalu yang berakhir dengan ricuh.
Juru bicara PSSI Budiman Wiriakusumah dalam keterangan yang diterima Antara London, Senin, menyebutkan pada kesempatan itu Agum yang didampingi Surya Dharma Tahir dan Djoko Driyono berusaha melobi FIFA untuk tidak memberikan hukuman terhadap Indonesia.
Dikatakannya pada pertemuan itu telah pula diserahkan laporan lengkap hasil penyelenggaraan kongres.
Di bawah laporan tersebut dicantumkan harapan masyarakat Indonesia, agar Indonesia tidak sampai kena sanksi FIFA, walaupun sangat kecil kemungkinan hal itu terjadi.
Kongres FIFA, yang dilaksanakan pada tanggal 29 Mei Sampai 3 Juni di Halenstadion Zurich, akan memilih Presiden yang baru.
Joseph Blatter (75) menjadi kandidat tunggal yang mencalonkan diri untuk masa periode yang ke-4. Sedangkan kandidat lainnya Mohamed bin Hammam yang berasal dari Qatar yang juga Presiden Asian Football Confederation (AFC) secara mengejutkan mengundurkan diri sebagai kandidat Presiden FIFA pada hari Minggu.
***6***
(T.H-ZG/B/T009/T009) 30-05-2011 17:19:31
London, 30/5 (ANTARA) - Ketua Komite Normalisasi (KN) PSSI, Agum Gumelar, Senin kembali berada di Zurich, Swiss, untuk mengikuti Kongres FIFA dan menemui Presiden FIFA Joseph S. Blatter di markas FIFA.
Pertemuan tersebut direncanakan menyusul penutupan Kongres PSSI dengan agenda tunggal yakni pemilihan Ketua Umum, Wakil Ketua Umum, dan sembilan anggota Komite Eksekutif PSSI periode 2011-2015 di Hotel Sultan pada 20 Mei lalu yang berakhir dengan ricuh.
Juru bicara PSSI Budiman Wiriakusumah dalam keterangan yang diterima Antara London, Senin, menyebutkan pada kesempatan itu Agum yang didampingi Surya Dharma Tahir dan Djoko Driyono berusaha melobi FIFA untuk tidak memberikan hukuman terhadap Indonesia.
Dikatakannya pada pertemuan itu telah pula diserahkan laporan lengkap hasil penyelenggaraan kongres.
Di bawah laporan tersebut dicantumkan harapan masyarakat Indonesia, agar Indonesia tidak sampai kena sanksi FIFA, walaupun sangat kecil kemungkinan hal itu terjadi.
Kongres FIFA, yang dilaksanakan pada tanggal 29 Mei Sampai 3 Juni di Halenstadion Zurich, akan memilih Presiden yang baru.
Joseph Blatter (75) menjadi kandidat tunggal yang mencalonkan diri untuk masa periode yang ke-4. Sedangkan kandidat lainnya Mohamed bin Hammam yang berasal dari Qatar yang juga Presiden Asian Football Confederation (AFC) secara mengejutkan mengundurkan diri sebagai kandidat Presiden FIFA pada hari Minggu.
***6***
(T.H-ZG/B/T009/T009) 30-05-2011 17:19:31
PERMAINAN ANAK
PERMAINAN ANAK INDONESIA TARIK PERHATIAN WARGA HUNGARIA
London, 1/6 (ANTARA) - Permainan anak-anak Indonesia seperti congklak dan bola bekel serta pertandingan tradisional saat perayaan Hari Kemerdekaan RI seperti makan kerupuk dan memasukkan pensil ke dalam botol, menarik perhatian anak-anak di Hungaria.
Sekretaris II, Pelaksana Fungsi Pensosbud KBRI Budapest, Annie Puspa Rosita, kepada Antara London, Rabu, mengatakan KBRI Budapest membuka stan Indonesia di acara Children's Day Hungaria dengan menampilkan alat-alat musik tradisional Angklung dan boneka pakaian adat.
Wali Kota Budapest, Istvan Tarlos dan Ketua Parlemen Hungaria, Laszlo Kover, sebagai pelaksana dan patron Children's Day, mengunjungi stan Indonesia yang disambut Dubes Maruli Tua Sagala.
Wali Kota Budapest dan Ketua Parlemen berkesempatan menikmati kue pukis, dadar gulung dan rempeyek kacang serta minuman air kelapa dalam kemasan kotak buatan Indonesia. Kover pun telah mencoba memainkan alat musik tersebut bersama dengan anak-anak setempat yang ingin mencoba memainkan dan ingin tahu suara angklung.
Dubes Maruli Tua Sagala yang diwawancarai secara langsung oleh Magyar Televizio (MTV) Hungary menjelaskan mengenai alat musik angklung yang berasal dari Jawa Barat dan diakui UNESCO sebagai salah satu World Heritage, demikian pula kain batik yang menjadi kebanggaan bangsa Indonesia.
Bersamaan dengan itu dilakukan pula permainan anak-anak seperti congklak dan bola bekel serta pertandingan khas Indonesia saat perayaan tujuh belas Agustusan (HUT RI)seperti makan kerupuk dan memasukkan pensil ke dalam botol.
Dalam pentas budaya KBRI Budapest menampilkan permainan Arumba Angklung yang dimainkan diplomat wanita KBRI dan anggota Dharma Wanita yang memainkan lagu-lagu Indonesia dan Hungaria. selain itu juga dipentaskan tari Badindin dan tari Kuda Lumping oleh anak-anak Indonesia di Budapest.
Dengan iringan musik musik angklung digelar pula gerak dan lagu Pelangi, Balonku, Ular Naga, Soleram, Gelang Sipatu Gelang serta satu lagu berbahasa Hungaria.
Kegiatan yang menarik banyak pengunjung tidak saja anak-anak Hungaria tetapi juga remaja dan orang tua yang ingin mencoba berbagai permainan dan menikmati makanan khas Indonesia.
Untuk menarik perhatian pengunjung, Dharma Wanita KBRI Budapest melakukan demo masak membuat kue pukis dan dadar gulung yang langsung dinikmati pengunjung.
Diharapkan dengan partisipasi tersebut pemahaman mengenai Indonesia semakin meluas termasuk di kalangan anak-anak sekolah, remaja dan orang tua.
KBRI Budapest mempromosikan Indonesia dengan menyediakan informasi brosur/leaflet, "Wonderful Indonesia", blocknote bunga Anggrek Indonesia dan tas batik bertuliskan Indonesia kepada pengunjung. ***6***
(ZG/B/A041)
(T.H-ZG/B/A041/A041) 02-06-2011 00:02:15
London, 1/6 (ANTARA) - Permainan anak-anak Indonesia seperti congklak dan bola bekel serta pertandingan tradisional saat perayaan Hari Kemerdekaan RI seperti makan kerupuk dan memasukkan pensil ke dalam botol, menarik perhatian anak-anak di Hungaria.
Sekretaris II, Pelaksana Fungsi Pensosbud KBRI Budapest, Annie Puspa Rosita, kepada Antara London, Rabu, mengatakan KBRI Budapest membuka stan Indonesia di acara Children's Day Hungaria dengan menampilkan alat-alat musik tradisional Angklung dan boneka pakaian adat.
Wali Kota Budapest, Istvan Tarlos dan Ketua Parlemen Hungaria, Laszlo Kover, sebagai pelaksana dan patron Children's Day, mengunjungi stan Indonesia yang disambut Dubes Maruli Tua Sagala.
Wali Kota Budapest dan Ketua Parlemen berkesempatan menikmati kue pukis, dadar gulung dan rempeyek kacang serta minuman air kelapa dalam kemasan kotak buatan Indonesia. Kover pun telah mencoba memainkan alat musik tersebut bersama dengan anak-anak setempat yang ingin mencoba memainkan dan ingin tahu suara angklung.
Dubes Maruli Tua Sagala yang diwawancarai secara langsung oleh Magyar Televizio (MTV) Hungary menjelaskan mengenai alat musik angklung yang berasal dari Jawa Barat dan diakui UNESCO sebagai salah satu World Heritage, demikian pula kain batik yang menjadi kebanggaan bangsa Indonesia.
Bersamaan dengan itu dilakukan pula permainan anak-anak seperti congklak dan bola bekel serta pertandingan khas Indonesia saat perayaan tujuh belas Agustusan (HUT RI)seperti makan kerupuk dan memasukkan pensil ke dalam botol.
Dalam pentas budaya KBRI Budapest menampilkan permainan Arumba Angklung yang dimainkan diplomat wanita KBRI dan anggota Dharma Wanita yang memainkan lagu-lagu Indonesia dan Hungaria. selain itu juga dipentaskan tari Badindin dan tari Kuda Lumping oleh anak-anak Indonesia di Budapest.
Dengan iringan musik musik angklung digelar pula gerak dan lagu Pelangi, Balonku, Ular Naga, Soleram, Gelang Sipatu Gelang serta satu lagu berbahasa Hungaria.
Kegiatan yang menarik banyak pengunjung tidak saja anak-anak Hungaria tetapi juga remaja dan orang tua yang ingin mencoba berbagai permainan dan menikmati makanan khas Indonesia.
Untuk menarik perhatian pengunjung, Dharma Wanita KBRI Budapest melakukan demo masak membuat kue pukis dan dadar gulung yang langsung dinikmati pengunjung.
Diharapkan dengan partisipasi tersebut pemahaman mengenai Indonesia semakin meluas termasuk di kalangan anak-anak sekolah, remaja dan orang tua.
KBRI Budapest mempromosikan Indonesia dengan menyediakan informasi brosur/leaflet, "Wonderful Indonesia", blocknote bunga Anggrek Indonesia dan tas batik bertuliskan Indonesia kepada pengunjung. ***6***
(ZG/B/A041)
(T.H-ZG/B/A041/A041) 02-06-2011 00:02:15
Langganan:
Postingan (Atom)