Senin, 17 Maret 2014

SERBIA


BOROBUDUR DAN TANAH LOT DI KOTA BEOGRAD

     Oleh Zeynita Gibbons

    Beograd, 2/3 (Antara) - Gambar Candi Borobudur dan orang utan serta berbagai objek wisata seperti Tanah Lot, air terjun Sipiso-piso di Sumatera Utara dan Toraja, Pantai Pink di Nusa Tenggara Timur terpampang di berbagai jalan di Kota Beograd, Serbia.

         "Indonesia melancarkan promosi media luar ruang dengan menempatkan beberapa papan iklan berbagai objek  wisata," kata Kepala Subdit Komunikasi Media Luar Ruang, Ditjen Pemasaran Pariwisata Paremkraf Jordi Paliama kepada Antara London, Minggu.

         Dia mengatakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menempatkan 13 papan iklan berukuran 4 x 3 meter di beberapa titik strategis sepanjang jalan Kota Beograd dalam mendukung rangkaian pameran pariwisata atau Internasional Fair of Tourism (IFT) ke-36.

         Menurut  Jordi Paliama, promosi media luar ruang sangat efektif sebagai sarana promosi dibanding media elektronik yang membutuhkan  biaya lebih besar dan hanya dalam hitungan detik.

         Papan iklan itu juga mengambarkan promosi objek wisata Raja Ampat, tari topeng, komodo, rumah Toraja, objek Gunung Lake, Pemuteran dan lainnya.

         Dikatakannya promosi media luar ruang  yang pertama di Eropa dengan jumlah papan iklan terbanyak dan dalam kurun waktu lebih lama serta biaya murah dan dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas.

         Hal ini dikatakannya tidak lepas dari dukungan KBRI Serbia, terutama Dubes Semuel Samson yang kreatif dalam mengalang kerja sama berbagai pihak, termasuk pariwisata.

         Dubes Semuel Samson mengatakan bahwa promosi media luar ruang di Kota Beograd tidak lepas dari peran Indonesia sebagai mitra penyelengaraan ITF ke-36 dan sekaligus menandai peringatan 60 hubungan bilateral Indonesia dengan Serbia.

         Jordi Paliama juga berharap dengan dipasangnya papan iklan itu akan membangkitkan rasa keingintahuan generasi muda Serbia kepada Indonesia yang di zaman Presiden Tito cukup akrab.

         Diharapkan juga promosi media luar ruang akan dapat terus berlanjut untuk dapat merajut kembali hubungan yang dulunya sangat harmonis diantara kedua pemimpin negara dan menambah pengetahuan generasi mudah terhadap pemahaman sejarah Gerakan Non Blok yang diprakasai oleh Presiden Tito dan Presiden Soekarno.

    ***2***
(T.H-ZG/B/M.M. Astro/M.M. Astro) 02-03-2014 06:16:27

SERBIA


MUSI BANYUASIN PELAJARI PENGELOLAAN WISATA SUNGAI SERBIA

               Beograd, 1/3  (Antara) - Pemerintah Kabupaten Musi  Banyuasin, Sumatera Selatan belajar keberhasilan Negara Serbia dalam  mengelola  wisata sungai dengan mengembangakan wisata  sungai Danube yang membentang dan membela  daratan Eropa tengah dan melintasi 10 negara.

             Dalam seminar Discover The Danube, yang diadakan di hotel, Crown Plaza Hotel, Beograd, Kamis(27/2), Managing Director Organisasi wisata nasional Serbia, Gordana Plamenac   menjelaskan pengembangan  wisata sungai Danube yang melintas dari Jerman  melintasi Austria,Slowakia, Hungaria, Kroasia, Serbia hingga ke Black Sea.

                 Seminar yang dihadiri Bupati Musi Banyuasin, Pahri Azhari,  Dirjen Pemasaran Pariwisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Esthy Reko Astuty dan  Dubes RI untuk Serbia Semuel Samson.

             Seminar dalam rangkaian penyelenggaraan pameran pariwisata ke-36 International Fair of Tourism (IFT)  yang berlangsung hingga 2 Maret  dimana Indonesia menjadi mitra penyelengara.   
        Menurut Gordana Plamenac, wisata sungai tidak melulu menyusuri sungai tetapi banyak hal lain lagi yang bisa dilakukan wisatawan dalam menyusuri wisata sungai diantaranya olahraga hiking.

             Sungai Danube merupakan sungai terpanjang di Eropa yaitu mencapai 2.880dan lebih dari 80 juta orang yang memanfaatkan wilayah di sekitar sungai  yang menjadikannya sebagai river basin internasional yang terkenal di dunia.

            Danube tidak hanya melintasi 10 negara tetapi juga melintasi empat ibukota di Eropa Barat seperti Wina, Budapest, Bratislava dan Beograd. Awalnya sungai tersebut digunakan sebagai rute perdagangan untuk bahan metal, garam dan juga amber.

           Sejak tahun 70 , Danube menjadi jalur wisata bagi masyarakat sekitar mulai di hulu di Donauescningen , Jerman hingga sampai bermuara di Delta , Black Sea. "Suatu yang dapat kami banggakan," ujar Gordana Plamenac.

           Sementara itu  Dubes RI untuk Serbia Semuel Samson mengakui,  Danube merupakan prodak yang integral di Eropa Barat yang saling bahu membahu antara Jerman Austria dan negara Hungaria untuk mengembangkan wisata sungai. Apalagi  sebanyak  71 lembaga ikut mendukung wisata Danube.

           Sementara Bupati Musi Banyuasin , Pahri Azhari mengatakan bahwa pemaparan yang dilakukan Gordana Plamenac mengenai wisata sungai Danube  banyak yang bisa diambil dan menjadi masukan bagi pemerintah kabupaten Musi Banyuasin.

          "Cara pengelolaannya yang harus kita pelajari,  sungai Musi yang melintasi lima kabupaten berupaya melakukan kerjasama," ujarnya untuk itu ia minta dukungan pemerintah  bersama-sama untuk membangun.   
     Bupati Pahri Azhari mengatakan kabupaten Bumi Banyuasin merupakan salah satu kabupaten di Sumatera Selatan dengan luas wilayah dengan  penduduk sekitar 600 ribu.

          Menurut Bupati, Sungai Musi sama seperti halnya sumbai Danube juga dulu nya diperuntukan sebagai  transportasi dan juga budaya yang berkembang  untuk bisnis.

          "Sayangnya kini sudah ditinggalkan oleh masyarakat karena banyak yang sudah pindah dari sekitar pinggir sungai," ucap  Bupati
     Dia menambahka bahwa hal ini disebabkan kekayaan alam yang dimiliki Musi Banyuasin khusus nya sumber daya alam seperti minyak,  batubara yang ada di Kabupaten Banyuasin membuat kehidupan masyarakat sekitarnya menjadi makmur.

         Pada tahun 2012 Kementerian Pariwisata dan Industri Ekonomi Kreatif  mulai melirik sungai Bayuasin untuk kembali diaktifkan dengan  dihidupkannya berbagai event seperti Lomba Musi Triboatton.

         Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  telah mengagendakan 
Triboatton  yang mengkombinasikan tiga olahraga sekaligus yakni lomba rafting, canoeing dan traditional dragon boat, dan termasuk dalam jenis Sport Tourism, olahraga yang menyusuri Sungai Musi dari hulu ke hilir dengan total jarak 500 km.

         Tahun 2013 event Triboattan,  yang diiadaka disungai Musi  Banyuasim peserta terus bertambah yang  datang  dan menjadi ikon suatu  negara Selain itu Bupati Bayuasin juga  menyampaikan   Musi Banyuasin  mempunya berbagai kebijaksan seperti membebaskan pendidikan bagi seluruh anak anak dan juga pelayanan kesehatan .    
    Kerja sama berbagai sekolah khususnya olahraga seperti dengan Real Madrid dan juga sekolah khusus basket, tenis dan pencak silat.

         Diharapkannya sungai Musi menjadi salah study obyek wisata yang dapat dikembangkan dengan melakukan kerjasama dengan Kementerian Pariwisata dan Industri Kreatif
    Bupati juga menyampaikan keinginannya bisa bekerjasama dengan Serbia dalam  mengembangkan wisata sungai seperti yang dikembangkan di Danube yang disebut Discover The Danube.

         Sementara itu  Dirjen Pemasaran Pariwisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Esthy Reko Astuty mengakui secara menyeluruh  pemaparan mengenai  Discover the Danube sangat  menarik  dan bermanfaat terutama bagi daerah Sumatera yang akan mengembangkan wisata sungai.

         Esthy Reko Astuty mengakui bahwa wisata sungai yang dikembangkan pengelola Discover The Danube  menjadi inspirasi dalam mengembangkan wisata sungai khususnya di Musi Banyuasin.

         Dikatakannya Kementerian Pariwisatan dan Ekonomi Kreatif dapat membantu dan mengembangkan wisata sungai di  Musi Banyuasin. "Suatu  produk yang  mempunyai  daya  tarik   tersendiri.

         Menurut Esthy Reko Astuty, dalam mengembangkan wisata sungai membutuhkan waktu dan juga koordinasi diantara Pemerintah daerah untuk mengembangkan secara bersama sama. Pariwisata tidak bisa instant perlu waktu.

         Usai acara seminar mengenai Discover The Danube, delegasi Indonesia yang dipimpin Wakil Menteri   Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Dr Sapta Nirwandar bersama Guruh Soekarno Putra dan rombongan dari Musi Banyuasin mengikuti wisata sungai selama dua jam yang membela kota Beograd.

    ***2***  (ZG)

(T.H-ZG/B/M. Yusuf/M. Yusuf) 01-03-2014 09:29:47

UNI EROPA


PE RATIFIKASI PERJANJIAN PERDAGANGAN PRODUK HUTAN INDONESIA

         London, 1/3 (Antara)  - Parlemen Eropa (PE) dalam sidang paripurna di Strasbourg secara aklamasi meratifikasi Perjanjian Kemitraan Indonesia - Uni Eropa tentang Penegakan Hukum, Tata Kelola dan Perdagangan Sektor Kehutanan (FLEGT-VPA).

        Ratifikasi Parlemen Eropa terhadap FLEGT VPA merupakan tindak lanjut dari penandatanganan Perjanjian Menteri Kehutanan RI, Menteri Lingkungan Lithuania (Presidensi UE) dan Komisioner Lingkungan UE di Brussel September tahun lalu, demikian Dutabesar RI di Brusel Arif Havas Oegroseno mengatakan kepada Antara London, Sabtu.

        Dalam sambutan pengantarnya, Komisioner Lingkungan Uni Eropa, Janez Potocnik menyampaikan penghargaan atas keputusan PE untuk meratifikasi FLEGT VPA Indonesia-UE.

        UE menggarisbawahi peran masyarakat madani Indonesia yang selama ini telah berpartisipasi dalam pembentukan sistem verifikasi legalitas kayu (SVLK).

        Terhadap usulan agar terjadi pengkaitan antara pengeluaran sertifikat FLEGT dengan beberapa masalah di luar Perjanjian yang tampaknya dipaksakan oleh beberapa LSM Eropa dan Indonesia, Uni Eropa berpandangan bahwa hal ini tidak dapat dilakukan karena berada di luar ruang lingkup Perjanjian dan juga berada dalam kedaulatan penuh suatu Negara.

        Menurut Dubes, disadari bahwa atas tekanan beberapa LSM Eropa dan Indonesia, dalam proses ratifikasi di PE ini terdapat perdebatan yang mengkritisi Indonesia secara tidak obyektif.  
   Namun hal ini tidak berpengaruh terhadap perdebatan substansi dan bahkan PE akhirnya meratifikasinya, ujarnya menambah kan bahwa  berbagai pernyataan kritis itu hanya lah pandangan politik biasa yang tidak memiliki kekuatan hukum apa pun terhadap Perjanjian FLEGT ¿ VPA yang telah disepakati.

        Dubes RI Brussels dalam pembicaraannya dengan 12 anggota PE secara terpisah mendapatkan jaminan bahwa Perjanjian yang mengikat Indonesia dan Uni Eropa hanyalah Perjanjian FLEGT VPA yang telah diratifikasi.

        Professor Moreira, Ketua Komisi Perdagangan Internasional Parlemen Eropa, secara khusus menyatakan kepada Dubes bahwa PE tidak memiliki niat sama sekali untuk menambahkan kondisionalitas baru di luar hal-hal yang sudah disepakati dalam Perjanjian FLEGT VPA.

        Yannick Jadot, selaku pelapor khusus ratifikasi Parlemen Eropa yang berasal dari Partai Hijau Perancis dan juga mantan Direktur GreenPeace, menyampaikan penghargaan atas upaya-upaya yang telah dilakukan Pemerintah Indonesia dan menekankan bahwa Parlemen Eropa tidak bermaksud menciptakan "new legal condition".

        Para wakil kelompok politik Parlemen Eropa yakni Elisabeth Kostinger (European People Party-EPP), David Martin (Social & Democrats), Catherine Bearder (ALDE), Paul Murphy (GUE), dan Adam Bielan (ECR) memberikan penghargaan terhadap upaya yang dilakukan Indonesia dalam memerangi pembalakan liar serta partisipasi para pemangku kepentingan khususnya masyarakat madani dan LSM dalam proses pembuatan SVLK.

        Ratifikasi oleh PE ini juga merupakan suatu bukti gagalnya kampanye beberapa LSM Eropa dan Indonesia yang menilai SVLK tidak memiliki kredibilitas dan  mendesak masyarakat Eropa untuk  menihilkan kemajuan langkah-langkah yang  telah dicapai bangsa Indonesia dalam melawan pembalakan liar.

        PE juga menggarisbawahi bahwa dalam rangka menjaga integritas FLEGT-VPA, maka dalam perundingan VPA UE-Malaysia harus memasukkan Serawak.***2***
(ZG)
(T.H-ZG/C/S. Suryatie/S. Suryatie) 01-03-2014 09:45:16

SERBIA


TARI LENGGER BANYUMAS PIKAT PENGUNJUNG DI SERBI
     Oleh Zeynita Gibbons

    Beograd, 1/3 (Antara) - Tari pergaulan Lengger Banyumas yang dibawakan oleh kelompok "Coconut Mind" memikat pengunjung pameran pariwisata internasional (IFT) ke-36 yang digelar di paviliun Indonesia di Serbia, Jumat (28/2) sore.

         Para penari mengajak para pengunjung yang memenuhi pavilun yang mengusung tema Phinisi dan diikuti 11 industri pariwisata dari Tanah Air itu untuk ikut menari bersama.

         "Kami  sangat bangga bisa ikut memeriahkan pameran pariwisata dengan menampilkan tari pergaulan dari Banyumas, Jawa Tengah," ujar salah satu penari asal Solo yang tergabung dalam kelompok Coconut Mind, Wirastuti Susilaningtyas (31) kepada Antara London.

         Suatu kebanggaan bisa tampil menyemarakan Paviliun Indonesia, ujar Tuti yang pernah ikut dengan Garin Nugroho pada acara pementasan Opera Jawa, Tusuk Konde, di Paris.

         Menurut Tuti, panggilan akrab Wirastuti Susilaningtyas, yang sudah sering mengikuti misi budaya Indonesia di luar negeri, senang bisa ikut menyemarakan pameran yang dibuka oleh Menteri Ekonomi Serbia Igor Mirovic.

         Ia mengatakan pengalaman yang menarik grup asal Solo itu bekerja sama dengan Coconut Mind untuk memperkenalkan kebudayaan Indonesia dalam pameran, dimana Indonesia menjadi mitra penyelenggara pameran yang digelar untuk ke-36 kalinya.

         Perempuan yang pernah tampil dalam opera "Coronation of Popea" di gedung Opera London, dan menari dalam karya Atila Soeryajaya di Chiang Mai, Thailand, ini mengharapkan dengan kehadiran penari dari Solo dapat memberikan dampak positif bagi pariwisata dan kebudayaan Indonesia.

         Selain Wirastuti Susilaningtyas, penari lainnya adalah Cahwati, Fitria Trisha Murti, Agustina Kristianti, Siska Hariyati, Danang Pamungkas, Havid Ponk Zaharia Koestoto. Mereka didukung empat pemusik, yaitu Sigit Pratama, Misbahhudin, Yulianto Dwi Nugroho dan Dwi Harjanto. Mereka juga tampil dalam acara Malam Budaya Indonesia yang dihadiri ibu negara Serbia.

         Sementara itu penari lainnya, Danang Pamungkas mengatakan kesan yang menarik baginya saat tampil dalam acara itu adalah bisa  mengekspresikan diri untuk memperkenalkan budaya Indonesia ke dunia Luar.

         Selain itu, katanya, ajang ini merupakan kesempatan bagi generasi muda untuk mempelajari kebudayaan luar. Ia kerja sama semacam ini akan terus terjalin sehingga Indonesia akan semakin maju dan negara lain akan lebih terbuka lagi untuk bekerja sama, baik lewat budaya maupun yang lain.

         Sementara tim kesenian dari Bayuasin menampilkan seni tradisional dari Musi Banyuasin yang ditarikan secara bersama yang disebut tari Missal Dana.

         Tari ini dibawakan oleh remaja yang sedang bergembira berjumpa dengan sahabat-sahabat mereka lalu berpasang-pasangan dengan gerakan yang sederhana dan kompak. Selain itu juga terlihat lemah gemulai diiringi musik yang bernuansa irama Melayu.

         Tim Musi Banyuasin juga menampilkan Tari Ginde Menindai yang merupakan gambaran dari anak seorang pemuka masyarakat pada zaman dahulu, kehidupan kesehariannya dipingit.

         Tari Ginde Menindai dibawakan dengan gerak dinamis, diiringi musik rampak, gendang, gitar gambus, gong, gitar tunggal yang diangkat dari ciri khas musik daerah Kabupaten Musi Banyuasin dan bernuansakan Islam.

    ***3***
(T.H-ZG/B/M.M. Astro/M.M. Astro) 01-03-2014 05:13:44


TENUN


IBU NEGARA SERBIA TERTARIK TENUN MUSI BANYUASIN

     Oleh Zeynita Gibbons

    Beograd, Serbia, 1/3 (Antara) - Ibu Negara Serbia tertarik cara membuat dan produk Tenun Songket khas Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, yang diperagakan dalam pameran "Beograd Internasional Fair of Tourism" (IFT) di gedung pameran setempat hingga Minggu (2/3).

         "Ibu negara Serbia dengan penuh perhatian meliat cara menenun kain Songket yang mengunakan benang emas," ujar Ny Ernawati, pengelola kelompok pengrajin  Tenun songket dari Kecamatan Keluang, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), kepada Antara London, Sabtu.

         Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar pun menghadiahkan kain tenun khas Muba itu kepada ibu negara Serbia.

         Dikatakannya selama pameran ITF di mana Indonesia menjadi mitra penyelengara, berlangsung demo menenun kain Songket yang dilakukan Wana Amir (42) di paviliun Indonesia dan mendapat perhatian dari pengunjung pameran pariwisata IFT Serbia.

         Banyak yang bertanya berapa lama membuat sehelai kain tenun songket, ujar Wana Amir, anggota Kelompok pengrajin Jaya Abadi yang dipimpin Camat Keluang, Firman Irawan.

         Dikatakannya stasiun televisi Serbia juga tertaik melakukan liputan cara menenun yang mengunakan alat yang khusus dibawa dari Tanah Air.

         Dibutuhkan waktu sekitar sebulan untuk menyelesaikan satu set kain panjang dan selendang tenun Cantik Manis, ujar Wana Amir (42).

         Kelompok ibu-ibu PKK binaan Ny Ernawati itu juga pernah melakukan pameran dan demo ke Singapura, Jakarta serta ke Lombok, sementara ke Eropa baru pertama kali, ujar Ernawati.

         Ibu empat anak itu saat menyampaikan kesan kesannya mengikuti pameran menyebutkan hal tersebut sangat menyenangkan selain udara di Eropa yang memasuki musim semi tidak terlalu dingin.

         Selain itu keikutsertaan kelompok pengrajin sangat membanggakan karena mendapat perhatian dari Ibu Negara Serbia yang menaruh perhatian pada seni tenun Indonesia.

         Dikatakannya banyak jenis motif tenunan seperti tenun bintang mawar, cantik manis, nampan perak dan banyak lagi.

         Menurut Ernawati, kelompok pengrajin baru dibentuk agar tradisi menenun tidak punah karena generasi penerus kurang berminat untuk mendalami seni tradisional menenun.

         Mungkin mereka tidak tertarik karena selain rumit juga sulit untuk membuat dan merampung satu helai kain tenun songket, ujar Ernawati.

         Dengan dibentuk kelompok diharapkan akan banyak lagi masyarakat yang berminat untuk melanjutkan tradisi menenun.

         Program Permata Muba salah satunya penguatan ekonomi kerakyatan melalui usaha peningkatan pendapatan masyarakat.

         Bupati Fahri Azari sejak setahun lalu meluncurkan program Permata Muda dan Program Satu Miliar Satu Desa dalam meningkatkan ekonomi kerakyatan yang bertujuan mensejahterakan masyarakat Musi Banyuasin dan terwujudnya Permata Muba 2017.

         Program Permata Muba mewujudkan penguatan ekonomi kerakyatan, religius dan terdepan maju bersama 2017. Dalam program religius setiap tahun Bupati memberangkatkan masyarakat untuk umroh yang berjumlah 100 orang dari 14 kecamatan. ***3***
(T.H-ZG/B/T. Susilo/T. Susilo) 01-03-2014 10:28:40



SERBIA


MENTERI EKONOMI SERBIA RESMIKAN PAMERAN PARIWISATA

     Oleh Zeynita Gibbons

   Beograd, Serbia  28/2 (Antara) - Menteri Ekonomi Serbia Igor Mirovic mengatakan pariwisata memberikan dampak ekonomi meskipun dalam keadaan krisis sektor pariwisata tetap bertahan.

        Hal itu disampaikan Igor Mirovic pada acara pembukaan pameran pariwisata terbesar di Balkan. Dalam hal ini Indonesia menjadi mitra penyelenggaraan Belgrade International Fair of Tourism (ITF) ke-36 yang berlangsung di Gedung Sejam, Beograd, Serbia, Kamis (27/2) waktu setempat.

        Pameran yang berlangsung hingga tanggal 2 Maret mendatang, Indonesia mengusung kapal Phinisi dan membawa sebanyak 11 industri pariwisata.

        Lebih lanjut Menteri Ekonomi Igor Mirovic mengatakan bahwa pariwisata Serbia siapa membantu Indonesia dalam mempromosikan objek wisata.

        Sehari sebelumnya Menteri Igor Mirovic menerima delegasi Indonesia yang dipimpin Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar dan Dubes RI untuk Serbia Semuel Samson dan Bupati Musi Banyuasin Pahra Azhari Mugiro.

        Dubes RI untuk Serbia Semuel Samson mengatakan bahwa menjadi mitra penyelenggaraan pameran pariwisata IFT ke-36 menandai 60 tahun hubungan kerja sama bilateral Indonesia Serbia yang telah terjalin sejak 1954.

        Merupakan event bersejarah mengingat pada tahun ini Indonesia dan Serbia memperingati 60 tahun hubungan bilateral antara Jakarta dan Beograd, ujarnya.

        Hadir alam acara pembukaan pameran pariwisata yang diikuti lebih dari 900 peserta dari 42 negara dan dikunjungi lebih dari 60.000 itu, Guruh Soekarno Putra, dimeriahkan dengan penampilan kesenian yang dibawakan tim seni Musi Banyuasin.

        Sementara itu, Wakil Menteri Sapta Nirwandar mengatakan Indonesia merupakan negara Asia pertama yang menjadi mitra dalam penyelenggaraan pameran pariwisata yang terbesar di wilayah Balkan.

        Menurut Sapta Nirwandar Serbia merupakan negara yang baru maju setelah bertahan dalam konflik dan mulai dikenal akan lebih mudah bagi Indonesia untuk mempromosikan objek wisata.

        Apalagi, Indonesia dan Beograd dalam masa Presiden Broz Josef Tito sangat akrab. "Pijakan sejarahnya sudah ada," ujar Sapta Nirwandar.

        Selama pameran berlangsung Paviliun Indonesia selain dimeriahkan dengan penampilan kesenian dari Musi Banyuasin juga ditampilkan demo cara menenun kain songket Palembang.

        Paviliun Indonesia juga dijadikan tempat shooting jalannya ITF 2014 oleh televisi nasional Serbia RTS yang menampilkan artis dari berbagai negara, termasuk kelompok tari Coconut Mind dari Solo.

        Paviliun Indonesia juga menampilkan Kupek Cania Marsha A. (24) dan Kuyung Muba Banyuasin Meigi Rahman (22) kepada Antara London menyampaikan kesan-kesannya penyelenggaraan ITF merupakan moment yang sangat baik untuk memperkenalkan Musi Banyuasin dan Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi.

        Ia mengatakan bahwa Indonesia memiliki kekayaan alam dan objek wisata yang luar biasa serta merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Akan tetapi, banyak masyarakat dari luar negeri yang belum mengetahui kekayaan yang dimiliki Indonesia.

        "Tugas kami di sini untuk mempromosikan dan mengajak banyak orang untuk datang dan berwisata ke Indonesia," demikian Kupek Cania Marsha yang suka musik dan traveling.   
D.Dj. Kliwantoro
(T.H-ZG/B/D. Kliwantoro/D. Kliwantoro) 28-02-2014 07:23:01

Minggu, 23 Februari 2014

RUSIA


40 PENGUSAHA RUSIA AKAN KUNJUNGI INDONESIA
     Oleh Zeynita G
   London, 24/2 (Antara) - Sekitar 40 pengusaha dan calon investor serta media Rusia akan menyertai kunjungan Deputi Perdana Menteri Dmitry O Rogozin ke Indonesia untuk menggali lebih dalam potensi kerjasama perdagangan dan investasi kedua negara.

        Dmitry O Rogozin bersama Menko Perekonomian Hatta Rajasa, akan memimpin langsung Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-9 RI--Rusia Bidang Kerjasama Perdagangan, Ekonomi dan Teknik, yang akan diselenggarakan di Jakarta pada 25 Februari 2014.

        Sekretaris I Pensosbud KBRI Moskow, Lailal K Yuniarti kepada Antara London, Senin, mengatakan pertemuan SKB itu juga akan diikuti dengan Forum Bisnis yang dikoordinasikan oleh Rusia-Indonesia Business Council dan Kadin Indonesia.

        Forum Bisnis itu diharapkan akan diikuti sekitar 100 pelaku bisnis kedua negara, yang sekitar 40 diantaranya dari Rusia yang berasal dari berbagai perusahaan besar di Rusia.

        Perusahaan Rusia yang akan turut berpartisipasi dalam Forum Bisnis tersebut antara lain Sukhoi Civil Aircraft, Rusal, Rosatom, Kalimantan Railway,  NIIDAR yang bergerak di bidang pengembangan radar dan sistem monitoring, Korporasi Irkut dan Rostech.

        Selain menindaklanjuti sejumlah investasi Rusia yang ada di Indonesia, para pengusaha tersebut juga akan menjajaki kemungkinan kerjasama dan investasi baru di Indonesia.

        Terdapat juga rencana penandatanganan kerjasama antara pihak swasta yaitu PT Teknika Ika dari Indonesia dengan Perusahaan "KAMAZ" dari Rusia yang akan melakukan kerjasama di bidang "heavy machine" atau alat angkut berat.

        Menurut Duta Besar RI untuk Federasi Rusia, Djauhari Oratmangun, saat ini merupakan saat yang tepat untuk meningkatkan kerjasama perdagangan dan investasi kedua negara.

        Menurut dia, Indonesia hendaknya benar-benar memanfaatkan masa-masa emas ini untuk menjalin kerjasama saling menguntungkan antara kedua negara.

        "Rusia tengah menaruh perhatian besar terhadap potensi yang dimiliki oleh Indonesia untuk dikembangkan dengan Rusia. Indonesia hendaknya juga memanfaatkan hal ini untuk kepentingan ekonomi dan perdagangan Indonesia di Rusia", ujar Dubes Djauhari Oratmangun.

        Dubes Djauhari Oratmangun menyampaikan upaya mempertemukan pengusaha kedua negara untuk saling menjajaki kemungkinan kerjasama perdagangan dan investasi merupakan mewujudkan cita-cita kedua pihak untuk meningkatkan volume perdagangan kedua negara menjadi lima miliar dolar AS pada 2015.

        Menurut Dubes, itu merupakan hasil kesepakatan kedua pihak pada Sidang Komisi Bersama RI--Rusia ke-8 pada 25 Juni 2012.

        Pada 2012 nilai perdagangan kedua negara tercatat sebesar 3,37 miliar dolar AS. Untuk 2013 hingga bulan Agustus 2013 tercatat sebesar 2,44 miliar dolar AS.  
   Sementara nilai investasi Rusia di Indonesia pada 2012 tercatat 2,31 juta dolar AS (urutan ke-27 PMA di Indonesia) sedangkan hingga September 2013 tercatat investasi sebesar 1,2 juta dolar AS.

        Investasi Rusia di Indonesia saat ini mencakup bidang hotel dan bisnis restoran. Ke depan diharapkan investasi Rusia di Indonesia dapat berkembang di bidang transportasi, infrastruktur smelter bahan tambang.

        Selain pembahasan mengenai kerjasama ekonomi perdagangan, dalam SKB ke-9 RI--Rusia ini juga akan dibahas sejumlah perkembangan hubungan sosial budaya dan pendidikan serta berbagai kerjasama teknis lainnya.

         Dalam bidang sosial budaya dan pendidikan, kedua negara juga mencatat perkembangan yang cukup signifikan, diantara kesepakatan untuk lebih meningkatkan pemberian beasiswa Pemerintah Rusia untuk para calon mahasiswa Indonesia.

        Kerjasama bidang keagamaan juga terus meningkat diantaranya pengiriman mahasiswa muslim Rusia untuk menempuh studi di Indonesia atas beasiswa Kementerian Agama RI. ***2***(ZG)

(T.H-ZG/B/A. Salim/A. Salim) 24-02-2014 07:43:47