Minggu, 11 Mei 2014

SILAT


PESILAT EROPA IKUTI KEJUARAAN BELGIA TERBUKA

          London, 8/5 (Antara) - Sebanyak 123 pesilat dari 12 negara Eropa dan Asia mengikuti kejuaraan pencak silat Open Belgium Pencak Silat Championship (OBPSC) yang diselenggarakan Bond Pencak Silat Belgium (BPSB)/Federasi Pencak Silat Belgia di Sports Hall Center, Schoten, Belgia, belum lama ini.

         Kejuaraan ini diikuti pesilat dari Eropa seperti Austria, Belanda, Belgia, Inggris, Jerman, Perancis, Rusia, dan Swiss dan Asia diantaranya Malaysia, Singapura dan Vietnam, demikian Counsellor KBRI Brusel  Riaz J.P. Saehu kepada Antara London, Kamis.

         Pertandingan dibagi dalam berbagai kategori dan kelas yang dikelompokkan berdasarkan berat badan yaitu remaja putra 13 kelas, remaja putri 11 kelas, dewasa putra 11 kelas dan dewasa putri 7 kelas.

         Sayangnya Indonesia tidak dapat mengirimkan atletnya untuk bertanding di kejuaraan ini. Pada tahun 2013, tim Indonesia yang diperkuat oleh 15 orang atlet pencak silat berhasil menjadi juara umum OPBSC 2013 dengan meraih 9 medali emas, 2 medali perak dan 2 medali perunggu.

         OBPSC tahun ini merupakan yang ke-19 kalinya diselenggarakan, seiring dengan perkembangan pencak silat selama lebih dari 30 tahun di Belgia. Upaya BPSB untuk melestarikan bagian dari budaya Indonesia tersebut patut mendapat apresiasi.

         BPSB sendiri pada tahun 2014 ini memasuki usianya yang ke-32 tahun. Sebelumnya, BPSB telah sukses menyelenggarakan tiga kali European Pencak Silat Championship.

         Duta Besar RI di Belgia, Arif Havas Oegroseno menyampaikan penghargaan atas penyelenggaraan kejuaraan ini pada umumnya dan penghargaan pada President BPSB "Harimau Bongkot", Ludo Pieters, atas jasanya mengembangkan pencak silat di Belgia.

         Dubes Havas berharap para atlit pencak silat tersebut dapat menjadi duta bagi pencak silat Indonesia di negaranya masing-masing sehingga melalui pencak silat dapat terjalin persahabatan antar peserta dari berbagai negara tersebut.

         Banyaknya peserta muda dari berbagai negara di Eropa dan besarnya animo masyarakat menyaksikan kejuaraan ini menunjukkan bahwa pencak silat Indonesia, yang merupakan salah satu aset diplomasi budaya, berhasil menarik minat generasi muda di negara-negara tersebut, di tengah banyaknya pilihan olahraga bela diri lainnya. (ZG)
(T.H-ZG/C/J. Suswanto/J. Suswanto) 08-05-2014 22:22:36

BREMEN


PESONA BATIK INDONESIA DI BREMEN JERMAN

          London, 7/5 (Antara) - Pameran Batik Indonesia dengan tema "Batik Alte Tradition aus Indonesien" atau "Batik Tradisi Lama dari Indonesia" milik pribadi dari dua  kolektor berkebangsaan Jerman,  Annegret Haake dan Rudolf Smend dipamerkan di Musem Istana Schönebeck, Bremen, Jerman.

         Pameran yang diselenggarakan "Ikatan Heimat- und Museumsverein für Vegesack und Umgebung"  berlangsung selama enam minggu, hingga 15 Juni mendatang menampilkan berbagai jenis kain batik pilihan yang berasal dari  seluruh daerah di Indonesia,  demikian Konsul Penerangan, Sosial, dan Budaya Konsulat Jenderal RI Hamburg, Indri Rasad kepada Antara London, Rabu.

         Sekitar 70 jenis kain batik pilihan dari berbagai daerah di Indonesia seperti Yogyakarta, Solo, Pekalongan, Lasem, Semarang, Cirebon, yang  diproduksi antara tahun 1930 - 1960 dipajang secari apik di ruang pameran yang berlokasi di lantai pertama Gedung Musem Schloss Schönebeck, Bremen.  

    Selain kain batik, juga dipajang berbagai foto tentang kehidupan Keraton Jawa serta sejumlah ornamen berupa puluhan koleksi wayang kulit yang menggambarkan berbagai tokoh Mahabrata dalam budaya pewayangan Jawa, mulai dari Arjuna hingga Yudistira.  

     Annegret Haake pakar batik Indonesia berkebangsaan Jerman, tinggal di Kronberg (dekat Frankfurt), yang sejak tahun 1970 menekuni batik Indonesia dan telah menulis beberapa buku, di antaranya "Javanische Batik : Methode ¿ Symbolik - Geschichte".    

    Sedangkan Rudolf Smend adalah seorang kolektor khusus batik yang sejak tahun 1970 mengoleksi berbagai jenis batik Indonesia, terutama batik yang berasal dari Pulau Jawa dan Bali.    

    Pemilik "Galerie Smend" yang berlokasi kota Koeln, Jerman juga  menulis berbagai buku mengenai Batik Indonesia, salah satunya berjudul : "The Rudolf G. Smend Collection : BATIK  75 Selected Masterpieces."  

    Acara pembukaan dihadiri sekitar 70 tamu undangan, antara lain terdiri dari pelaku usaha di bidang industri tekstil, pencinta seni, Friends of Indonesia, dan masyarakat setempat yang menaruh minat terhadap seni batik Indonesia.   

    Dalam sambutannya, Annegret Haake dan Rudolf Smend menyampaikan mengenai riwayat pesiar (excursion) pertamanya menjelajahi Benua Australia dan Asia hingga akhirnya tiba di Indonesia tahun 1970-an, awal ketertarikan terhadap batik Indonesia yang memiliki nilai seni dan daya pikat yang luar biasa.  

    Ibu Haake menyampaikan bahwa kecintaannya terhadap batik berawal dari perkenalannya dengan keluarga Winotosastro di Yogyakarta.

         Sebagai pecinta tekstil dirinya jatuh cinta pada batik karena melihat begitu banyak terdapat motif simetris pada batik traditional tersebut, dan sejak saat itu dirinya mulai mendalami dan menekuni batik.    

    Menurut Annegret Haake, keindahan batik dapat diihat melalui jiwa atau filosofisnya, yaitu keindahan yang diperoleh karena bentuk motif dan susunan arti lambang ornamen-ornamennya.    

    Hal senada juga disampaikan  Rudolf Smend bahwa Batik Indonesia merupakan salah satu yang tertua di dunia dan memiliki ciri khas sangat khusus yang tidak dapat ditiru atau dibandingkan dengan negara lain.

         Batik Indonesia dengan aneka warna dan motifnya sarat dengan makna. Setiap garis dan gambar batik Indonesia memiliki arti dan falsafah, dan pemakainnya pun ada aturannya, ujar Smend.

         Sementara itu Konjen RI di Hamburg, M. Estella Anwar, menyampaikan penghargaan  kepada pihak penyelenggara, Ibu Annegret Haake, dan Rudolf Smend  berinisiatif menyelenggarakan pameran dengan tujuan untuk lebih memperkenalkan batik sebagai salah satu warisan budaya Indonesia kepada masyarakat Jerman, khususnya Bremen.    

    Konjen M. Estella Anwar, mengemukakan  sejak mendapatkan pengakuan sebagai Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity dari UNESCO Musem Schloss Schönebeck ¿ Bremen pada tanggal 2 Oktober 2009, Batik semakin bergaung di dalam maupun di luar negeri.    

    Berbagai upaya untuk lebih menduniakan batik terus dilakukan,  termasuk oleh KJRI Hamburg  yang  menyelenggarakan beberapa kali pameran Batik, baik dalam skala besar maupun kecil, dan salah satunya juga melibatkan peran aktif Ibu Annegrete Haake.

         Melalui pameran ini diharapkan pengetahuan dan kecintaan  masyarakat Jerman terhadap batik yang merupakan salah satu warisan budaya Indonesia semakin meningkat, ujar M. Estella Anwar Bey

    Walaupun usianya  menginjak 80 tahun, namun Ibu Haake nampak gesit menjawab seluruh pertanyaan yang diajukan pengunjung. Dengan penuh semangat Ia  menjelaskan mengenai sejarah, detail-detail pengelompokan pola batik, serta nama-nama daerah darimana koleksi batiknya berasal.  

    Para pengunjung nampak  tertarik dengan penjelasan yang disampaikan Ibu Haake dan menyatakan sangat terpesona atas keindahan corak, keeksotisan, dan kualitas batik Indonesia.

         Konjen RI menyampaikan kekagumannya bukan hanya terhadap koleksi kain batik yang dipamerkan, namun terlebih pada keahlian kedua kolektor berkebangsaan Jerman yang  mencintai dan tekun mendalami. ***3***(ZG
(T.H-ZG/B/Z. Abdullah/Z. Abdullah) 07-05-2014 18:03:

KUTAI


KUTAI JALIN KERJASAMA DENGAN CAMBRIDGE TINGKATKAN SDM
     Zeynita Gibbons

    Cambridge, 7/5 (Antara) - Pemerintah daerah Kutai Kartanegera menjalin kerjasama dengan Cambridge Univrsity dalam upaya meningkatkan sumber daya manusia (SDM) di daerah agar dapat bersaing dengan dunia luar.

         Hal itu diungkapkan Bupati Kutai Rita Widyasari kepada Antara London, Selasa siang sehubungan dengan ditandatanganinya nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kutai dengan salah satu lembaga pendidikan di Cambridge, Inggris.

         Penandatangan Mou yang disaksikan Wakil Dubes RI di London, Harry Kandau dan Atase Pendidikan KBRI London, Fauzi Soelaiman merupakan yang pertama kali dilakukan Pemerintah Daerah dengan Lembaga sekelas Cambridge di Indonesia.

         Secara terpisah Atase Pendidikan KBRI London, Fauzi Soelaiman mengatakan KBRI menyambut gembira dengan adanya kerjasama Pemerintah daerah Kutai Kartanegara dengan Lembaga pendidikan di Cambridge.

         Diakuinya jalinan kerjasama antara pemerintah RI dan UK sudah cukup banyak dan bertambah dengan  adanya kerjasama pertama kalinya antara pemerintah daerah di Indonesia khususnya Kutai Kartanegara dengan Cambridge.

         "Kami harapkan akan lebih banyak kerjasama Pemerintah Kutai Kartanegara dengan institusi di Inggris dan juga Cambridge dengan pemerintah lokal dan institusi di Indonesia," ujarnya.

          Sementara itu Bupati Rita Widyasari mengakui ingin membuat perubahan dalam dunia pendidikan di Kutai Kartanegara dengan menjalin kerjasama dengan lembaga pendidikan terbaik di dunia yang ada di Cambridge.

         Dikatakannya kerjasama yang akan berlangsung selama lima tahun pihak Cambridge University Press akan membantu membuat modul pengajaran bahasa Inggris selain untuk murid tetapi juga guru yang disesuaikan dengan lokal kontain.

         Menurut Rita Widyasari, pihaknya tidak sekedar membeli buku tetapi dengan adanya kerjasama dengan Cambridge University Press, pemerintah daerah Kutai Kartanegara akan dapat meningkatkan sumber daya manusia.

        Selain itu dengan adanya kerjasama ini diharapkan akan dapat  mempengaruhi masyarakat di Kutai khususnya generasi untuk meningkatkan pengetahuan dan juga mengubah cara pikir mereka, ujarnya.

         Rita Widyasari mengatakan Pemerintah daerah Kutai Kartanegara akan mengirimkan sebanyak lima lulusan SMA untuk belajar di Cambridge setiap tahunnya dan juga guru serta dosen, sebaliknya pihak Cambridge akan datang untuk membantu pengajaran di Kutai.

         Dikatakannya dengan investasi di bidang sumber daya manusia, maka Kutai Kartanegara diharapkan mampu bersaing dan tidak akan lagi bergantung dengan kekayaan alam yang dimiliki Kutai Kartanegara yang kaya akan sumber alamnya.

        "Kami ingin memberikan yang terbaik untuk generasi penerus dengan memperbaiki infrastruktur yang ada menyiapkan laboratorium bahasa dan informasi teknologi serta  menyediakan jurnal," ujarnya menambahkan Universitas Kutai Kartanegara dapat  mengakses koleksi jurnal Universitas Cambridge.

        Selama di Cambridge, Rita Widyasari beserta rombongan juga mengunjungi Judge Business School, Cambridge University dan mendapat penjelasan tentang small business and entrepreneurialism dari Peter Hiscocks.

        Rita Widyasari mengaku ingin mengembangkan jiwa "interpreneship" di kalangan generasi muda di Kutai Kartanegara dengan mendapatkan informasi langsung dari sekolah bisnis terbaik di Inggris.

        Program kerjasama yang akan berlangsung selama lima tahun Pemerintah daerah Kutai Kartanegara menyiapkan dana sebesar 25 miliar selama lima tahun. Rita Widyasari menjamin program akan terus berlangsung meskipun tidak lagi menjadi bupati. ***3***
(ZG)

(T.H-ZG/B/E.S. Syafei/E.S. Syafei) 07-05-2014 10:46:14

KAYU


EKSPOR KAYU RI KE EROPA NAIK

     Oleh Zeynita Gibbons     
   London, 6/5 (Antara) - Ekspor kayu dan produk kayu Indonesia ke Uni Eropa dalam enam bulan paska penandatanganan Tata Kelola dan Perdagangan Sektor Kehutanan (FLEGT-VPA) mengalami kenaikan.

        Dubes RI untuk Kerajaan Belgia, Luksemburg dan Uni Eropa, Arif Havas Oegroseno kepada Antara London, Selasa mengatakan, ekspor kayu dan produk kayu Indonesia ke Uni Eropa dalam enam bulan paska penandatanganan FLEGT-VPA pada September 2013 hingga Maret 2014 naik sebesar 17,6 juta dolar AS  atau 7,2 persen menjadi 260,3 juta dolar AS dibandingkan periode yang sama tahun  lalu sebesar 242,8 juta dolar AS.

        "Diharapkan dengan  Perjanjian Kemitraan Indonesia - Uni Eropa tentang Penegakan Hukum, Tata Kelola dan Perdagangan Sektor Kehutanan (FLEGT-VPA) yang mulai berlaku pada 1 Mei 2014  akan meningkat di atas 10 sampai 25 persen," katanya.

         FLEGT-VPA bertujuan untuk menghentikan perdagangan kayu illegal dan memastikan hanya kayu dan produk kayu yang telah diverifikasi legalitasnya yang boleh diimpor UE dari Indonesia.

        Indonesia merupakan negara Asia pertama yang memiliki VPA dengan UE dan hal ini memberikan  keunggulan komparatif kayu dan produk kayu Indonesia termasuk kerajinan kayu dari sektor UKM  untuk bersaing dengan produk negara lain di pasar UE.

        Keberhasilan implementasi FLEGT VPA dapat dijadikan salah satu barometer bagi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA) Indonesia-Uni Eropa yang saat ini sedang dalam tahap scoping exercise. ***2***


(T.H-ZG/B/Subagyo/C/Subagyo) 06-05-2014 05:09:04

BRUSEL


HUBUNGAN KEMITRAAN RI-UNI EROPA MASUKI ERA BARU 

 London, 6/5 (Antara) - Indonesia harus memanfaatkan semaksimal mungkin era baru hubungannya dengan Uni Eropa saat berlakunya Perjanjian Kemitraan dan Kerja sama atau Partnership Cooperation Agreement (PCA) Indonesia-Uni Eropa mulai 1 Mei 2014. 

 Perjanjian yang ditandatangani di Jakarta 9 November 2009 merupakan kerangka PCA negara-negara anggota Uni Eropa di satu pihak dengan dan Pemerintah Indonesia di pihak lain, demikian Counsellor KBRI Brusel Riaz J.P. Saehu kepada Antara London, Selasa.

 Pemberlakukan perjanjian itu disampaikan secara resmi oleh Dewan Uni Eropa pada 25 April lalu setelah menyelesaikan prosedur internalnya untuk pemberlakukan perjanjian tersebut. 

 Dubes RI untuk Kerajaan Belgia, Keharyapatihan Luksemburg dan Uni Eropa, Arif Havas Oegroseno mengatakan, dengan diberlakukannya PCA, Indonesia dan Uni Eropa dan negara anggotanya kini memiliki kewajiban hukum untuk mendukung kedaulatan dan integritas wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 Menurut Dubes Havas, Uni Eropa tetap merupakan salah satu pusat teknologi dunia yang dapat dimanfaatkan oleh Indonesia. 

Pada saat yang sama Uni Eropa juga merupakan salah satu blok ekonomi yang menghormati produk-produk bertradisi indikasi geografis yang banyak dimiliki Indonesia. Uni Eropa dan negara anggotanya, termasuk Parlemen Eropa dan parlemen Negara anggota Uni Eropa, terikat secara hukum untuk menghormati keutuhan wilayah Indonesia dan integritas teritorial Indonesia. 

 Dalam konteks PCA RI-UE, kedua belah pihak sejauh ini telah melakukan kerja sama dialog politik, dialog HAM, Senior Officials Meeting RI-UE, kesepakatan pembentukan Working Group on Mobility dalam rangka fasilitasi bebas visa Schengen untuk WNI, implementasi Horizontal Air Service Agreement dan rencana pembuatan pengaturan perlindungan Geographical Indication. 

 Saat ini tengah dijajaki pertemuan pertama dialog strategis antara Menlu RI dan High Representative of the Union for Foreign Affairs and Security Policy/Vice-President of the European Commission yang diharapkan dapat berlangsung di Indonesia pada pertengahan 2014. Indonesia adalah negara Asia dan ASEAN yang pertama yang telah memiliki perjanjian PCA dengan UE. 

Sementara ini, PCA UE dengan Vietnam, Filipina, Singapura, Thailand, Brunei Darussalam dan Malaysia tengah dalam proses perundingan. ***1*** (ZG) (T.H-ZG/B/Z. Abdullah/Z. Abdullah) 06-05-2014 18:22:10

YORK


KBRI LONDON HADIRKAN SUASANA INDONESIA DI YORK

          London, 5/5 (Antara) -  Pagelaran fashion show dan pementasan tarian tradisional Indonesia berhasil memukau ratusan penonton warga York dan sekitarnya  pada acara Festival tahunan "York International Festival, a Celebration of Faith and Culture" di Parliament Street, York, akhir pekan.  

    Acara tersebut merupakan acara tahunan yang digelar untuk kedua kalinya yang diselenggarakan pemerintah setempat (City of York Council bekerjasama dengan York St John Univeristy) dengan mengikutsertakan komunitas internasional di York dan sekitarnya.

         Sekretaris Tiga KBRI London, Yudho Priambudi Asruchin kepada Antara London, Minggu mengatakan  KBRI London untuk pertama kalinya berpartisipasi untuk menjadi salah satu peserta utama dalam Festival  yang diisi dengan bazaar, workshop, pameran dan pertunjukan berbagai seni budaya dari komunitas internasional yang menjadi peserta.

         Indonesia  mengisi lima  booth yang diisi dengan bazaar kuliner (sate, mie goreng dan nasi goreng), workshop batik, pusat informasi pariwisata, seni budaya, pendidikan  dan peluang ekonomi Indonesia serta bazaar kain batik dan souvenir khas Indonesia.

         Walikota York, Councillor Julie Gunnell dalam sambutannya peresmian festival menyampaikan tujuan utama penyelenggaraan York International Festival, a Celebration of Faith and Culture adalah untuk meningkatkan pemahaman dan jalinan persahabatan di antara komunitas internasional di Yorkshire dan sekitarnya.

         Secara khusus Walikota York menyampaikan apresiasinya atas partisipasi Indonesia dalam kegiatan Festival yang mendapat  dukung   KBRI London, York St. John University, City of York Council, Joseph Rowntree Foundation, York Racial Equality Network, City of Sanctuary, Heart for the City, Diaspora Communities Support Services,  York Minster, Higher York, The University of York, serta York College.

         Sementara itu Duta Besar T. M Hamzah Thayeb menyampaikan  motto yang diusung penyelenggara Festival - Unity in diversity sangat cocok dengan Indonesia mengingat motto tersebut juga merupaka motto bangsa Indonesia untuk senantiasa bersatu dalam keanekaragaman.

         Lebih dari 20 anggota masyarakat Indonesia yang tampil dalam pagelaran fashion show dan pementasan tarian-tarian asal Indonesia berhasil memukau penonton warga Inggris dalam Festival tahunan York International Festival, a Celebration of Faith and Culture itu.

         York International Festival, yang diadakan untuk kedua kalinya, diresmikan Dubes RI untuk Kerajaan Inggris, T.M. Hamzah Thayeb, dan berhasil menarik perhatian warga Inggris yang berada di York.

         Dubes Thayeb menyampaikan penghargaannya dan terima kasih kepada para pengunjung. "Unity in diversity adalah motto Indonesia, dan di sini kita semua bersatu untuk merayakan keragaman dari setiap pengunjung dan peserta yang hadir," ujarnya.

         Walikota York bersama  Dubes dan Ibu Lastry Thayeb berbaur dengan para pengunjung yang tidak saja warga Inggris yang berada di York dan sekitarnya tapi juga komunitas internasional sambil menikmati hidangan sate ayam  menyaksikan fashion show  menampilkan rancangan kontemporer Leny McDonnell yang berbasis corak tekstil tradisional Indonesia.

         Festival   bertujuan memperkenalkan keragaman budaya kota York kepada masyarakat awam dan sekaligus mendukung warga kota tersebut yang terinspirasi oleh seni budaya dari berbagai belahan dunia.

         Sementara itu Councillor Julie Gunnell, Wali Kota York, mengungkapkan penghargaannya dan merasa senang bertemu dengan Dubes RI. 

"Kamimmelakukan pembicaraan yang sangat baik mengenai bagaimana Kota York dan Indonesia dapat bekerja sama mempererat hubungan antar anggota masyarakat, apapun latar belakang mereka, demikian Julie Gunnell.

    ***2**(T.H-ZG/B/M. Yusuf/M. Yusuf) 05-05-2014 06:13:3

SOFIA


ALBANIA PINTU MASUK PRODUK INDONESIA KE BALKAN

          London, 4/5 (Antara) - Albania dinilai bisa jadi pintu masuk produk Indonesia ke beberapa negara Balkan, meskipun jarak kedua negara cukup jauh.

         "Hubungan ekonomi kedua negara juga terus berkembang, terbukti nilai perdagangan yang meningkat dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya," kata Deputy Minister of Economic Development, Trade and Entrepreneurship Albania, Brunilda Paskali, dalam seminar mengenai Indonesia-Albania Economic Relations, di Beder University Tirana, Albania, melalui Minister counselor KBRI Sofia, Pranowo kepada Antara London, Sabtu.

          Seminar ini diadakan oleh KBRI Sofia bekerjasama dengan Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Kewirausahaan (EPK) Albania dan Beder University dalam rangka memperingati 20 tahun hubungan diplomatik kedua negara.

          Sementara Dubes RI untuk Bulgaria merangkap Albania, Bunyan Saptomo, dalam Keynote menyampaikan bahwa pebisnis kedua negara belum dapat memaksimalkan potensi yang ada di masing-masing negara.

          Hal ini antara lain dikarenakan para pebisnis kedua negara belum mempunyai pengetahuan yang cukup terkait potensi Indonesia dan Albania.

          Oleh karena itu, KBRI Sofia berinisiatif untuk mengadakan seminar ini. Dubes mengundang pengusaha Albania untuk  mengunjungi Trade Expo Indonesia (TEI) 2014 di Jakarta.

          Rektor Beder University, Mr. Ferdinand Gjana, menyampaikan dukungannya dengan memfasilitasi seminar ini adalah dalam rangka menjembatani peningkatan hubungan kerjasama kedua negara.

          Ditambahkan bahwa saat ini Universitas Beder telah memberikan beasiswa kepada dua orang mahasiswa Indonesia untuk menimba ilmu di Universitas tersebut.

          Mr. Gjana juga mengharapkan Pemerintah Indonesia juga dapat memberikan beasiswa kepada pelajar Albania.

         The Albanian Investment Development Agency (AIDA) menyebut besarnya peluang dan potensi kerjasama ekonomi dan perdagangan kedua negara, terumata di sektor energi, pertanian, sumber daya alam (pertambangan) dan pariwisata.

          Demikian juga dengan letak Albania yang memiliki garis pantai yang panjang (berhadapan dengan Laut Adriatik) telah menjadikan Albania sangat strategis sebagai pintuk masuk ke beberapa negara Balkan lainnya.

          Sejumlah produk yang bisa dikerjasamakan oleh kedua negara adalah komponen otomotif, coklat, kopi, CPO, elektronik, footwear dan furniture, produk potensial Indonesia seperti essential oil, ikan dan produk ikan, handicraft dan herbal serta sektor lainnya.     
     Institut Statistik Albania (INSTAT) mencatat, perdagangan kedua negara pada 2013 meningkat 178,35 persen  disbanding tahun sebelumnya.

          Total perdagangan di tahun 2012 sebesar 7,15 juta, dolar AS telah meningkat menjadi 19,91 juta dolar AS di tahun 2013.

          Komoditi ekspor Indonesia ke negara itu banyak disumbangkan oleh produk kimia, kertas dan karton, berbagai peralatan listrik dan mesin, serta produk ikan.(T.H-ZG/B/E. Sujatmiko/E. Sujatmiko) 04-05-2014 06:03:42