Selasa, 03 Mei 2016

QATAR

WONG KITO PROMOSIKAN PEMPEK DI QATAR
     Oleh Zeynita Gibbons
    London, 3/5 (Antara) - Duta Besar RI untuk Qatar, Muhamad Basri Sidehabi memuji peran dan kontribusi komunitas Wong Kito Qatar dalam berbagai kegiatan yang mendukung misi KBRI terutama diplomasi khususnya promosi makanan khas Palembang Pempek di Qatar.  
    Hal itu disampaikan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP), Andi Una Sidehabi kepada Antara di London, Selasa, saat menyampaikan sambutannya pada silaturahmi komunitas Masyarakat Sumatra Selatan di Qatar (KOMPAQ)  memperingati Hari Kartini. 
    Pelaksana Fungsi Politik KBRI Doha, Boy Dharmawan mengatakan acara dihadiri sekitar 100 warga Wong Kito diadakan di Museum Islamic Art (MIA) Park, salah satu ikon kota Doha di Corniche, kawasan reklamasi  memiliki taman kombinasi antara kawasan modern dan tradisional unik  menjadi tempat favorit dan selalu ramai dikunjungi warga asing di Qatar. 
    Andi Una Sidehabi menyambut baik acara promosi sekaligus ajang silaturahmi guna mempererat tali persaudaraan sebagai sesama anggota KOMPAQ. Organisasi warga Wong Kito ini merupakan salah satu dari 50 ormas Indonesia yang tergabung Persatuan Masyarakat Indonesia di Qatar (Permiqa) dipimpin Edwin Kurniawan.

         Pada acara ini turut dilombakan makanan khas Palembang, Pempek yang tampilkan Wakil-wakil KOMPAQ dari berbagai kota seperti Doha, Dhukan, Alkhor, Messaid dan Wakrah. Setiap daerah bersaing menunjukan kebolehannya memamerkan kuliner "wajib" Pempek. Beragam pempek dipamerkan seperti pempek kapal selam, model, kulit, lenggang, baik yang direbus atau digoreng menjadikan silaturahmi berlangsung meriah bagai ajang kompetisi yang memanjakan lidah.

         Cara makannya pun diperagakan khusus bagi warga non Wong Kito. Pempek dicocol ke kuah cuka dan jika kurang puas, maka kuahnya disruput atau diminum, mangkuk plastik kecil disediakan untuk menyeruput atau meminum kuah cuka tersebut. Bagi Wong Kito Pempek dianggap sebagai makanan wajib mengalahkan nasi. "Sarapan pun mereka makan pempek", ujar Hamid, tokoh Wong Kito di Qatar.

         Selain itu dipromosikan pula berbagai kuliner khas dari Palembang seperti mie celor, tekwan, pindang, martabak, sambal nanas, kue srikaya ketan, bolu kojol, kemplang,  tempoyak, gulai ikan khas ala Wong Kito.

        "Perut sepertinya rasanya pecah akibat melebihi kapasitas. Semuanya Maknyooos," ujar Andi Una ketika ditanya pendapatnya setelah mencicipi hidangan yang dipamerkan.***4***

      
(T.H-ZG/B/A. Lazuardi/A. Lazuardi) 03-05-2016 21:38:05




FILM

FILM INDONESIA MENANG DI "GLOBAL" NEW YORK

     Oleh Zeynita Gibbons

    London, 2/5 (Antara) - Dunia perfilman Indonesia berbangga dengan terpilihnya film pendek karya anak bangsa berjudul "05:55" sebagai salah satu pemenang dalam Global Short Film Awards yang diadakan di New York, akhir pekan.

         Film pendek berjudul 05:55 karya Komunitas Film Independen Yogyakarta "Montase" tampil sebagai pemenang dalam kategori GSF 2016 Awards Best Cinematography, demikian Acting Consul General Konjen New York, Benny YP Siahaan kepada Antara London, Senin.

         Karya Tiara Kristiningtyas dan Mohammad Azri ini bercerita tentang saat-saat sebelum terjadinya gempa Yogyakarta 2006 yang meluluhlantakkan hampir sebagian besar bangunan di Yogyakarta dan sekitarnya serta menelan ribuan korban jiwa.

         Film yang sudah beberapa kali menang di berbagai festival film di tanah air ini, ditampilkan dengan format hitam putih dan tanpa dialog sama sekali. Namun, berbagai sudut pengambilan gambar mampu merekam kuat potret keseharian masyarakat Yogyakarta yang berubah 160 derajat ketika gempa memporakporandakan sendi-sendi kehidupan mereka. Kekuatan sinematografi film ini mampu mengalahkan finalis dari 56 negara lain.

         Global Short Film Awards 2016 yang dilaksanakan di Bow Tie Chelsea Cinemas - 260 West 23rd Street, New York, dihadiri  pengunjung warga lokal pecinta film, serta perwakilan KJRI New York sebagai bentuk dukungan terhadap Sineas Indonesia. Berbagai tanggapan positif datang dari para pengunjung.

         Para pemenang Global Short Film Awards 2016 New York dari berbagai kategori ini akan diundang dalam Cannes Film Festival 2016, 21 Mei 2016 di Cannes dan secara resmi akan dilakukan official awards presentation serta menghadiri berbagai gala dinner. (ZG) ***4***
(T.H-ZG/B/T. Susilo/T. Susilo) 02-05-2016 05:29:19


SILAT

PENCAK SILAT - WARGA AZERBAIJAN MINATI PENCAK SILAT
     Zeynita Gibbons

    London, 2/5 (Antara) - Seni bela diri pencak silat yang berasal dari Indonesia semakin diminati warga Azerbaijan dan saat ini di negara yang berada di wilayah Asia Tengah telah terdapat sebanyak 38 perguruan pencak silat.

         Salah satu alasan berkembangnya olahraga ini di Azerbaijan adalah karena pencak silat berasal dari Indonesia negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, sementara Azerbaijan juga mayoritas penduduknya beragama Islam, kata Fungsi Pensosbud KBRI Baku, Anggraeni Widiastuti kepada Antara di London, Senin.

         Dikatakannya, guna menunjukkan keberadaan pencak silat di Azerbaijan, setiap tahun diselenggarakan kejuaraan pencak silat se-Azerbaijan dan tahun ini memasuki tahun ke-10. Kegiatan itu digelar di Sarhadchi Olympic Sports Center, Baku, Azerbaijan, pada tanggal 30 April hingga 1 Mei lalu.

         Kegiatan diselenggarakan Federasi Pencak Silat Azerbaijan dengan didukung berbagai pihak termasuk KBRI di Baku. Selain pencak silat, juga dipertandingkan One Silat yang mendatangkan atlet dari Uzbekistan.

         Sekitar 420 peserta dari 38 perguruan ikut ambil bagian dalam kejuaraan ini. Mereka sangat lihai dan luwes menggunakan jurus-jurus silat dan berusaha menjatuhkan lawan.

         "Saya bangga masyarakat Azerbaijan tertarik dengan pencak silat. Saya berharap pencak silat dapat menjadi bagian dalam mempererat hubungan antara kedua negara," ujar  Dubes RI untuk Azerbaijan, Husnan Bey Fananie.

         Di bawah naungan Federasi Pencak Silat Azerbaijan, perguruan pencak silat di Azerbaijan didirikan tahun 2005 dengan murid sekitar 5.000 orang. Hingga saat ini, jumlah murid mencapai sekitar 10.000 orang.

         Pencak Silat Azerbaijan mengukir banyak prestasi. Diantaranya, peringkat dua pada London Open Championship tahun 2006, peringkat dua di Malaysia World Championship tahun 2007, dan meraih satu medali emas pada European Championship di Zurich tahun 2008, serta enam emas, dua perak, dan satu  perunggu di France European Championship tahun 2013.

         Untuk mendukung perkembangan pencak silat di Azerbaijan, KBRI  memberikan bantuan dan dorongan kepada Federasi Pencak Silat melalui pendekatan dengan pemerintah Azerbaijan, disetujui agar pencak silat ditampilkan pada pembukaan Islamic Solidarity Games ke-4 yang akan digelar di Baku  Mei 2017.

         Diharapkan pada tahun-tahun mendatang pencak silat bisa kembali menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan di Islamic Solidarity Games. Olahraga pencak silat di Azerbaijan diharapkan makin berkembang dan menarik banyak peserta sehingga budaya Indonesia akan semakin dikenal di Azerbaijan dan internasional.

    (ZG)

(T.H-ZG/C/J. Suswanto/J. Suswanto) 02-05-2016 23:17:12

DAKAR

PROMOSI INDONESIA DI "WORLD CULTURAL DAKAR"
     Oleh Zeynita Gibbons

    London, 1/5 (Antara) - KBRI Dakar berpartisipasi dalam acara "World Cultural Month" (WCM) yang diselenggarakan International School of Dakar (ISD), Senegal dihadiri ribuan pengunjung dari kota Dakar dengan antusias melihat beragam budaya yang ditampilkan dari berbagai negara, termasuk Indonesia.

         Dubes RI di Dakar, Manasyur Pangeran kepada Antara London, Minggu menyebutkan acara World Cultural Month tersebut adalah ajang untuk memamerkan dan mempromosikan keunikan budaya masing-masing negara kepada masyarakat Senegal dan warga ekspatriat di Dakar
    Dikatakannya partisipasi KBRI Dakar, kali ini merupakan yang keempat kalinya secara berturut-turut sejak tahun 2013 yang khusus diundangan pimpinan ISD untuk berpartisipasi pada acara World Cultural Month yang prestisius di Dakar.

         ISD merupakan sekolah swasta internasional di Dakar, Senegal, yang didasarkan pada kurikulum Amerika, dengan jenjang sekolah mulai dari tingkat pra-sekolah sampai dengan tingkat 12. Komposisi murid yang belajar di ISD pun sangat beragam yaitu terdiri dari 55 kewarganegaraan dari seluruh dunia.

         Dalam Booth KBRI Dakar di World Cultural Month 2016, KBRI Dakar menampilkan video dan poster berbagai pariwisata, membagikan flyer pariwisata, memamerkan berbagai seni kerajinan tangan seperti kain tenun dan Batik. Selain itu, KBRI juga menampilkan alat musik gamelan.

         Pertunjukkan Gamelan yang ditampilkan di stand Indonesia  menyedot antusiasme pengunjung yang mendapar kesempatan untuk mencoba memainkan gamelan dan di antaranya tertarik akan keunikan bentuk dan suara yang dihasilkan.

         KBRI juga memanfaatkan event prestisius tersebut untuk memperkenalkan kuliner unggulan Indonesia seperti nasi goreng, mi goreng, sate dan es teler.

         Dalam even tersebut, KBRI Dakar juga melibatkan peran aktif WNI di Dakar dengan mengikuti parade pakaian khas tradisional masing-masing negara.

         Hal yang sangat menarik adalah bendera Indonesia berkibar di lapangan terutama pada saat defile Indonesia tampil dengan berbagai pakaian Nusantara dengan berbagai corak dan warna warni yang diperagakan oleh keluarga besar KBRI dan masyarakat Indonesia di Dakar.

         Bendera merah putih juga berkibar di tengah lapangan di depan panggung utama pada saat seluruh peserta festival bernyanyi dan berjoget gembira bersama dengan iringan musik zuk tarian Afrika.

         Dubes Manasyur Pangeran menyebutkan partisipasi KBRI Dakar dalam acara World Cultural Month sangat penting guna memperkenalkan Indonesia secara lebih luas terutama dari aspek budaya.

         Ajang promosi tersebut diharapkan dapat memberikan daya tarik bagi warga Senegal dan warga asing untuk datang ke Indonesia, baik untuk mengunjungi tempat-tempat wisata maupun membeli produk kerajinan tangan khas Indonesia. Pada acara tersebut Indonesia mendapat penghargaan sebagai stan terbaik dan terfavorit.

    ***3*** (T.ZG)

(T.H-ZG/B/C. Hamdani/C. Hamdani) 01-05-2016 08:18:25

IRLANDIA

KOMUNITAS INDONESIA PROMOSIKAN BUDAYA DI IRLANDIA
     Oleh Zeynita G
   London, 1/5 (Antara) - Perhimpunan Pelajar Indonesia di Belfast (PPI Belfast) dan Indonesian Association in Northern Ireland (IANI) mempromosikan budaya Indonesia dalam acara Mosaik Indonesia yang secara resmi dibuka oleh Dubes RI untuk Inggris Dr Rizal Sukma.

        "Kegiatan ini disaksikan Professor James Mc Elnay selaku Pro-Vice Chancellor dari Queen's University Belfast, dan dihadiri sekitar 200 undangan," kata Sekretaris II KBRI London, Yudho P Asruchin kepada Antara London, Minggu.

        Dubes RI di London, Rizal Sukma mengatakan Indonesia memiliki tingkat keragaman budaya yang sangat tinggi, contohnya adalah jumlah bahasa lokalnya yang mencapai 600, dan keragaman inilah yang secara umum ditampilkan pelajar dan komunitas Indonesia pada Mosaik Indonesia.

        "Terima kasih kepada Queen's University Belfast yang telah mendukung acara ini sekaligus menjadi tuan rumah, dan semoga kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang," ujar Rizal Sukma.

        Mosaik Indonesia merupakan festival budaya nusantara yang pertama kali diselenggarakan di Irlandia Utara oleh mahasiswa asal Indonesia, yang saat ini berjumlah 25 orang. Sebagian besar dari mereka terdaftar sebagai mahasiswa Queen's University Belfast, yang merupakan universitas ke-9 tertua di Inggris Raya.

        Pada acara yang berlangsung akhir pekan itu, pengunjung The Great Hall Queen's University Belfast, disuguhi atmosfir dan cita rasa khas Indonesia berupa pameran kerajinan tangan, musik, video, serta tarian tradisional dari Provinsi Aceh hingga Papua. Sebagian besar dari mereka merupakan pelajar asal Irlandia Utara dan wilayah Inggris lainnya, Eropa, Amerika Serikat dan Malaysia.

        Dengan keberhasilan penyelenggaraan Mosaik Indonesia, masyarakat Indonesia yang menetap di Irlandia Utara mengharapkan wakil KBRI London dapat lebih sering berkunjung ke Belfast untuk  memberikan dukungan moral terkait upaya promosi Indonesia di wilayah tersebut.(ZG)***4***
(T.H-ZG/B/A. Salim/A. Salim) 01-05-2016 21:08:25


SITI

PECINTA FILM INDONESIA DI LONDON TERPAKU "SITI"

     Oleh Zeynita Gibbons

    London, 1/5 (Antara) - Beban yang selama ini menghimpit Siti akhirnya lepas setelah Sekar Sari sebagai pemeran utama film "Siti" mengungkapkan betapa tertekannya ia dalam memerankan film  disutradarai Eddie Cahyono.

         Ia mengemukakan itu, usai acara pemutaran primier film Siti yang digagas Dr Ben Murtagh dari SOAS, University of London di London, Sabtu malam.

         Pecinta film Indonesia di Inggris temasuk istri Dubes RI di London Rizal Sukma, Hana Satryo terpaku dengan sosok Siti digambarkan sebagai seorang wanita Jawa yang mengabdi kepada keluarga dan suami  mengalami lumpuh dan tidak mau berbicara dan harus menghidupi keluarga serta mengurus buah hati mereka yang dibantu sang mertua.

         Pada kesempatan itu Ibu Hana Satryo menyampaikan penghargaan dan selamat kepada Sekar Sari dengan film Siti-nya yang menarik dan juga berhasil meraih berbagai penghargaan.

         Namun, dilihat dari segi gender presfektif, Ibu Hana yang juga seorang aktivis sangat tidak setuju dengan sikap yang diambil Siti karena diperlakukan tidak adil oleh sang suami.

         Ibu Hana Satryo menyebutkan bahwa rasanya tidak "fair" seorang istri yang berjuang untuk menghidupi keluarga mendapat perlakuan yang tidak wajar dari sang suami, karena tidak setuju dengan istri yang bekerja menjadi pemandu karaoke."Film yang sangat indah," ujar Hana Satryo.

         Sementara itu Sekar Sari mengakui awalnya ia tidak merasa kuatir dengan film Siti yang diperankannya karena film itu khusus dibuat untuk festival, tetapi pada saat film Siti diputar di bioskop, Sekar pun sempat merasa kuatir karena takut kalau sampai kedua orang tuanya menonton film Siti yang ada adengan berjumbu dan buka baju.

         Dikatakannya pada saat menerima skrip film Siti merasa rada tercegang karena dialog banyak mengunakan Bahasa Jawa, ujar Sekar Sari yang tengah mengambil master di University of Roehampton.

         Apalagi film yang dibuat dengan dana terbatas dan hanya dikerjakan dalam waktu seminggu dengan persiapan selama 10 hari, berhasil meraih banyak penghargaan.

         Ia pun merasa tertantang dengan karakter Siti dan akhirnya bisa menyatu dengan perempuan yang diperankannya, Sekar yang tidak tahu kalau filmnya itu adalah film hitam putih. "Saya tidak tahu kalau jadinya filmya hitam putih," ucapnya.

         Banyak hal menarik yang dijumpainya dalam proses pengampilan gambar yang juga karakter Siti sendiri, namun dengan melakukan berbagai diskusi akhirnya film Siti bisa berhasil meraih "Best Performance for Silver Screen Award" di Singapore International Film Festival.

         Menurut Sekar pemutaran film Siti yang awalnya dibuat untuk film festival serta meraih berbagai penghargaan dan akhirnya diputar juga di biaskop, dan bahkan terpilih sebagai film terbaik Indonesia, di mana Sekar Sari terpilih sebagai artis

    Pada akhirnya sang sutradara menyerahkan kepada penonton apakah Siti akan bahagia dengan kekasihnya sang polisi atau tetap mempertahankan perkawinannya, setelah utang sang suami lunas atau kisah hidup Siti harus berakhir di Pantai Parangtritis.

         Pelaksana Fungsi Ekonomi Kedubes RI di London, Hastin Dumadi kepada Antara mengatakan setelah Siti diputar di London, sineas Indonesia juga dapat menembus pangsa film Eropa dengan berpartisipasi di London Film Festival yang tahun ini diselenggarakan untuk ke-60 kalinya.

         Dikatakannya setiap awal bulan Oktober British Film Institute menyelenggarakan London Film Festival. Saat ini pendaftaran untuk mengikuti LFI tersebut sudah dibuka dan dapat diikuti oleh film-film dari luar Inggris. Para peserta dapat mendaftar secara daring pada laman www.bfi.org.uk. Pendaftaran untuk film internasional paling lambat adalah tangal 17 Juni 2016.

         Dua kategori utama LFI adalah film yang berdurasi dibawah 40 menit dan film berdurasi lebih dari 40 menit. Syarat utamanya adalah film tersebut belum pernah diputar di Inggris.

         Uang pendaftarannya berkisar 30 pound. Hastin mendorong ajang LFI dapat dimanfaatkan oleh sineas Indonesia untuk menembus dunia perfilman Inggris dan Eropa pada umumnya.

    ***4*** (T.ZG)




(T.H-ZG/B/C. Hamdani/C. Hamdani) 01-05-2016 08:18:29

RIO


OTOMOTIF - DUBES RI DI RUSIA KUNJUNGI RIO

          London, 1/5 (Antara) - Duta Besar RI untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus Wahid Supriyadi mengunjungi pebalap Indonesia Rio Haryanto di paddock Manor Racing Team sirkuit Sochi Autodrom usai laga babak kualifikasi Formula 1, Sabtu waktu setempat.

         Dubes Wahid didampingi istri dan staf KBRI, disambut Rio dan manajernya, Piers HunniseTt. Rio nampak bersemangat dikunjungi Dubes Wahid yang ternyata bukan orang asing bagi Rio, karena Rio pernah menginap di Wisma Duta saat balapan GP2 di Abu Dhabi tahun 2010, demikiam keterangan KBRI Moskow yang diterima Antara, Minggu.

         "Top speed saya tadi 333 km per jam. Mohon doa Bapak Dubes dan ibu serta seluruh masyarakat Indonesia di Rusia agar saya bisa lebih baik lagi di final," ujar Rio.

          Dubes Wahid yang juga mantan Dubes RI di Abu Dhabi berharap Rio dalam lomba di Rusia ini. Hanya sayangnya, tidak banyak masyarakat Indonesia yang dapat mendukung Rio langsung di Sochi karena dari 700-an warga Indonesia di Rusia lebih terkonsentrir di kota Moskow dan St. Petersburg.

      Sochi terletak 1.300 kilometer sebelah selatan Moskow. ***4***
(ZG)



(T.H-ZG/C/T. Handoko/T. Handoko) 01-05-2016 18:29:49