Sabtu, 11 Februari 2017

ROTHERDAM

FILM INDONESIA MEMESONA PECINTA FILM DI ROTTERDAM
     Oleh Zeynita Gibbons

    London, 4/2 (Antara) - Sejumlah film karya sutradara Indonesia berhasil memesona pecinta film festival terbesar di dunia, International Film Festival Rotterdam (IFFR) 2017 di Rotterdam, Belanda.
         Karya-karya tersebut seperti film "On the Origin of Fear," karya Bayu Prihantoro Filemon, Nyai (A Woman from Java) karya Garin Nugroho, dan Istirahatlah Kata-kata (Solo Solitude) karya Yosep Anggi Prasetya, demikian Pensosbud KBRI Denhaag, Barbara Noira B. Solani kepada Antara London, Sabtu.
         Film karya sutradara Indonesia diputar atau screening dua sampai empat kali di studio tempat penyelenggaraan IFFR yang digelar sejak  25 Januari hingga Minggu (5/2).
         Barbara Noira B. Solani melaporkan, film-film Indonesia selain ikut ke ajang festival film bergengsi sekelas IFFR juga masuk nominasi penghargaan perfilman internasional. Karya yang mendapatkan nominasi adalah film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas (Vengeance is Mine, All Other Pay Cash) karya Muhammad Zaidy yang mendapatkan empat nominasi penghargaan yaitu Eurimages Co-Production Development Award, ARTE International, Wouter Barendrecht Award, dan Filmmore Post-Production Award.
         IFFR memiliki fokus untuk mempromosikan film dari pembuat film pendatang baru sekaligus tempat pertemuan antara pembuat film, pencinta film, distributor film maupun pengamat/kritikus film.
         Tahun ini IFFR merupakan festival yang ke-45. Film-film Indonesia diputar bersama film-film karya sutradara-sutradara terbaik lainnya dari berbagai negara pada ajang festival film sekelas IFFR. Selain Indonesia, beberapa negara ASEAN juga turut memeriahkan Festival seperti Filipina, Malaysia, Thailand, Vietnam dan Myanmar.
         Produser film Istirahatlah Kata-kata (Solo Solitude), Yulia Evina Bhara, menyampaikan screening film Istirahatlah Kata-kata yang hingga empat kali ini mendapatkan sambutan meriah dari publik Belanda. Pada setiap screening film, studio selalu dipenuhi penonton. Sesi tanya jawab yang dilakukan setelah screening juga mendapatkan reaksi positif dan menghasilkan diskusi yang menarik.
         Selain Yulia Evina Bhara, hadir pula dalam Festival Muhammad Zaidy (produser Vengeance is Mine, All Other Pay Cash), Bayu Prihantono Filemon (Sutradara On the Origin of Fear), dan Yosep Anggi Prasetyo (Sutradara Istirahatlah Kata-kata) l untuk mempromosikan film-film mereka. (ZG) ***4***
(T.H-ZG/B/T. Susilo/T. Susilo) 04-02-2017 05:01:31
end

LONDON

DUBES: SAATNYA INGGRIS BAHAS KERJA SAMA ASEAN
     Zeynita Gibbons

   London, 3/2 (Antara) - Dubes RI di London Dr. Rizal Sukma mengatakan merupakan waktu yang tepat saat ini untuk Inggris membahas dan mengeksplorasi peluang kerja sama secara bilateral dengan negara-negara ASEAN maupun secara regional.
          Hal itu disampaikan Dubes saat memimpin pertemuan ASEAN London Committee atau Komite Negara-Negara ASEAN di London dengan Menteri Perdagangan Inggris, Dr. Liam Fox MP di London didampingi Sekretaris Kedua Fungsi Ekonomi,  Atu Yudhistira Indarto, kata Pensosbud KBRI London, Dethi Silvidah Gani kepada Antara London, Jumat.
           Dubes Rizal Sukma mengharapkannya Brexit akan membuka peluang baru bagi Inggris untuk mengembangkan hubungan dengan negara-negara ASEAN di bidang perdagangan dan bisnis. Saat ini merupakan waktu yang tepat  mengeksplorasi peluang kerja sama baik secara bilateral dengan negara-negara ASEAN maupun secara regional.
          Dubes Rizal Sukma bersama dengan seluruh kepala perwakilan negara ASEAN di Inggris  membahas usulan pembentukan mekanisme informal antara ASEAN dan Inggris guna membahas kerjasama perdagangan.     
     Setelah Brexit, ASEAN dan Inggris dapat membentuk mekanisme informal untuk mengeksplorasi bentuk-bentuk kerja sama perdagangan, ujarnya.  
      Pertemuan antara ASEAN London Committee dengan Menteri Perdagangan Inggris ditujukan untuk membahas peningkatan kerja sama perdagangan antara ASEAN dan Inggris setelah Inggris meninggalkan Uni Eropa.     
      Dubes RI London memimpin pertemuan sebagai ketua ASEAN London Committee periode Juli 2016 - Januari 2017. Pertemuan dihadiri seluruh kepala perwakilan negara-negara ASEAN di London.
          Menteri Perdagangan Inggris  didampingi  Utusan Perdana Menteri Inggris untuk Komunitas Ekonomi ASEAN, Mr. Richard Graham MP, dan sejumlah pejabat Kementerian Perdagangan Inggris.
            Sementara itu Menteri Perdagangan Liam Fox menyampaikan pentingnya negara-negara ASEAN menjadi bagian dalam upaya Inggris untuk mendorong perdagangan bebas. "ASEAN merupakan bagian penting dalam upaya global engagement Inggris dalam mendorong perdagangan bebas. Pihak Inggris dapat menyetujui pembentukan mekanisme informal dengan ASEAN untuk pembahasan kerja sama perdagangan," ujar Menteri Liam Fox.
             Selain isu perdagangan, pertemuan juga mendiskusikan sejumlah sektor lainnya yang dapat difokuskan dalam kerja sama antara ASEAN dan Inggris seperti diantaranya sektor jasa, pendidikan, dan pelayanan kesehatan.
           ASEAN London Committee dibentuk sejak tahun 1978 dan beranggotakan seluruh perwakilan negara-negara ASEAN di London. Komite ini merupakan bagian dari ASEAN Committee in Third Countries and International Organizations (ACTCs) yang tersebar di 50 negara. Ketua komite diduduki secara bergilir setiap enak bulan oleh kepala perwakilan negara-negara ASEAN.
    ***2****
(T.H-ZG/B/M. Yusuf/M. Yusuf) 03-02-2017 05:57:51

LONDON

MAHASISWA INDONESIA DI UK IKUT DEMO TRUMP
     Oleh Zeynita Gibbons

     London,1/2 (Antara) - Demo pengunjuk rasa yang digelar di Inggris dengan berbagai latar belakang, bersatu untuk mengungkapkan kemarahan kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga dilakukan kalangan intelektual termasuk masyarakat dan mahasiswa asal Indonesia.
          Demo di berbagai kota di Kerajaan Ratu Elizabeth itu digelar seperti London, Manchester, Glasgow, Cardiff, Newcastle, Sheffield, dan Oxford pada Senin(30/1) siang.
          "Saya mengikuti demo di Manchester terkait kebijakan Trump yang melarang tujuh negara muslim untuk masuk Amerika karena dianggap teroris dan ada beberapa pelajaran hidup yang tidak bisa dilupakan, ujar salah satu pelajar yang tengah menuntut ilmu di Inggris, Media Wahyudi Askar kepada Antara London, Rabu.
            "Saya lihat banyak mahasiswa master maupun doktoral berbagai negara yang ikut demo bahkan unjuk rasa juga diikuti oleh dosen-dosen saya di kampus," ujar mantan PPI UK yang tengah studied Intenational Development Public Policy and Management di University of Manchester.
           Pengunjuk rasa dari berbagai latar belakang bersatu mengungkapkan kemarahan kepada Presiden Donald Trump.   Di London demonstrasi digelar di depan kediaman resmi Perdana Menteri Inggris, 10 Downing Street, yang tidak jauh dari ikon obyek wisata seperti Big Ben dan juga di Alun-alun Trafalgar kota London.
           Perdana Menteri Inggris, Theresa May -merupakan pemimpin dunia pertama yang melakukan pertemuan dengan Presiden Trump juga menjadi sasaran kecaman para pengunjuk rasa.
          Ribuan orang turun ke jalan dengan agenda demo yang tersusun rapi, lengkap dengan poster dan spanduk yang dibuat apa adanya. Tetapi dibalik itu, ada yang membuat saya merinding, peserta demo sebagian besar adalah kalangan non-muslim, ujar Mediaa yang pernah menjadi asisten riset di UGM.
          Menurut pria dari Batusangkar tuntutan yang diajukan para pendemo jelas. ¿Hentikan segala diskiriminasi." Para migran datang ke Eropa dan Amerika karena rumah mereka dihancurkan. Sekolah mereka ditutup karena perang. Perang yang bahkan dilakukan oleh rezim Amerika itu sendiri¿.
          Ironisnya, suara-suara pembela umat Islam justru terdengar di negara yang berpenduduk muslim tak lebih dari lima persen. Sebagian besar para pendemo adalah Christian, Agnostic, Atheis dan lain. Bandingkan dengan Indonesia yang dihuni 250 juta orang dan hampir 90 persen penduduk Indonesia adalah muslim, tetapi seakan diam seribu bahasa, ujar Mediaa lagi.
          Media pun bertanya tidak adanya suara yang menuntut Jokowi untuk memprotes kebijakan Trump. Dimanakah Fadli Zon, Setya Novanto, ormas muslim Indonesia, FPI, NU, Muhammadiyah, HMI, KAMMI, HTI, dan semua organisasi muslim lainnya disaat saudara sesama muslim didiskriminasi secara massif. Dibom di Suriah, disingkirkan di Myanmar.
           Ormas Islam di Indonesia ada yang terjebak pada retorika politik, yang sayangnya malah merusak persatuan umat Islam itu sendiri. Ormas Islam lainnya memang masih terus berjuang meyakinkan masyarakat. Tapi sayangnya harus melawan penggembosan sana sini, yang berakibat banyaknya orang Islam yang tidak lagi percaya dengan ulama, demikian Mediaa Wahyudi Askar.
    ***2****


BELANDA

PCI NU BELANDA SESALKAN AKSI INTOLERAN
     Zeynita Gibbons

   London, 1/2 (Antara) - PCI NU Belanda  menyesalkan aksi intoleran dan kekerasan yang bermotif sentimen primordialisme di berbagai belahan dunia, ideologi populisme berbasis sentimen primordial kian menguat di berbagai penjuru dunia, termasuk di negara-negara dengan tradisi demokrasi dan hak-hak sipil yang kuat.
         Hal itu terungkap dalam acara tasyakuran peringatan Harlah Nahdlatul Ulama ke-91 sebagai refleksi yang diadakan Pengurus Cabang Istimewa NU (PCI NU) Belanda, Selasa.
           Acara berlangsung di kediaman KH Ade Syihabuddin, Syuriah PCI NU Belanda di Den Haag, Belanda dihadiri jajaran PCI NU Belanda, warga Nahdliyin maupun para pelajar Indonesia yang sedang menempuh studi lanjut di Belanda.
          Katib Syuriyah PCI NU Belanda, M. Shohibuddin, mengatakan PCI NU Belanda  menyesalkan aksi intoleran dan kekerasan yang bermotif sentimen primordialisme di berbagai belahan dunia. PCI NU Belanda menyikapi serius kejadian semacam ini. Untuk itu, PCI UN Belanda akan   mempromosikan Islam Nusantara sebagai Islam yang moderat di Indonesia, ujarnya 
   Pada saat yang sama, PCI NU Belanda menyadari gejala yang sama sekarang juga merebak di tanah air. Hal ini tentu harus menjadi bahan refleksi dan pemikiran-ulang bagi umat Islam di Indonesia, khususnya kalangan Nahdliyyin, ujarnya.
        Dalam kesempatan yang sama, Ketua Tanfidziyah PCI NU Belanda, Fachrizal Afandi menyatakan tugas PCI NU sebagai duta NU di luar negeri semakin berat dan menantang. Untuk itu, pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) PCI NU Belanda yang kedua pada Maret 2017 mendatang akan dijadikan momentum untuk mempromosikan Islam Nusantara ke publik Barat.
        "Islam Nusantara harus dipromosikan sebagai sumbangan Muslim Indonesia kepada tatanan dunia yang lebih damai dan harmonis. Islam Nusantara harus menjadi bagian dari diplomasi budaya Indonesia dalam rangka menghilangkan Islamphobia di Dunia Barat," kata kandidat Doktor di Leiden University .
        Dalam rangka mematangkan konsep Islam Nusantara sebagai salah satu bentuk diplomasi budaya Indonesia di ajang internasional, beberapa rangkaian kegiatan akan diadakan PCI NU Belanda selama tiga hari dari tanggal 27 sampai 29 Maret sebagai bagian dari pelaksanaan Konfercabnya yang kedua.
        Ketua Panitia Konferensi Internasional, Ibnu Fikri, mengatakan serangkaian kegiatan ini diadakan dibuka dengan Pameran Foto bertema 'Rethinking Indonesia's `Islam Nusantara':  From Local Relevance to Global Significance. Acara ilmiah ini diadakan bekerja sama Kementerian Agama RI dan Vrije Universiteit Amsterdam. Sebagai kelanjutannya, diadakan  Konfercab PCI NU Belanda bertempat di Masjid Al-Hikmah, Den Haag.
        Dalam forum Konfercab ini juga akan dilakukan Bahtsul Masail untuk menjawab masalah keagamaan di kalangan muslim Belanda. Selain itu akan  adakan pemutaran dan diskusi film berjudul Jalan Dakwah Pesantren di Universitas Leiden, Belanda.
        Sebagai penutup rangkaian Konfercab ini adalah Gala Dinner dan Malam Kebudayaan yang akan diselenggarakan di KBRI Den Haag dengan menghadirkan enam dubes Indonesia berlatar belakang santri yang bertugas di berbagai negara.
        Para duta besar ini akan menyampaikan pidato kebudayaan dengan penekanan pada bagaimana mempromosikan Islam Nusantara sebagai bagian dari diplomasi budaya Indonesia di negara mereka bertugas. "Bagi yang ingin mengetahui lebih lanjut rangkaian kegiatan ini, silahkan lihat di website kami," demikian Ibnu Fikri. ***4*** 
(T.H-ZG/B/Yuniardi/Yuniardi) 01-02-2017 00:07:35

ROMA

SIPRUS AKUI INDONESIA BERPENGALAMAN SEBAGAI NEGARA MARITIM
     Zeynita Gibbons

   London, 31/1 (Antara) -  Menteri Luar Negeri Siprus Ioannis Kasoulides,  menyampaikan  Indonesia adalah negara kepulauan besar dan memiliki pengalaman sebagai negara maritim, upaya kerja sama ekonomi maritim dapat menjadi salah satu alternatif yang dapat dijajaki lebih jauh oleh kedua negara.
        Hal itu disampaikan  Menteri Ioannis Kasoulides kepada Dubes RI untuk Republik Siprus, August Parengkuan yang  melakukan 'farewell call' dengan Presiden Siprus, Nicos Anastasiades dan Menteri Luar Negeri Siprus Ioannis Kasoulides, demikian Counsellor Pensosbud  KBRI Roma, Charles F Hutapea kepada Antara London, Selasa.
        Pada pertemuan dengan Presiden Anastasiades, Dubes August Parengkuan menyampaikan apresiasi atas hubungan bilateral kedua negara yang terjalin dengan baik antar kedua negara dan berharap agar penerimaan yang baik yang diterima sebagai Dubes Indonesia untuk Republik Siprus juga dapat diberikan kepada Dubes  penggantinya.
        August Parengkuan  menegaskan kembali dukungan Indonesia terhadap penyelesaian secara damai terhadap permasalahan wilayah Siprus serta dukungan penuh Indonesia terhadap kedaulatan wilayah Siprus.
        Presiden Anastasiades memberikan apresiasi atas hubungan baik dan persahabatan yang terjalin antara kedua negara. Selain itu, Presiden juga memberikan apresiasinya atas dukungan Indonesia dalam berbagai forum Internasional terutama pada Organisasi Kerja sama Islam (OKI) terkait permasalahan teritori Siprus.  
   Pada kesempatan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Siprus di kantor Kementerian Luar Negeri, Menteri Ioannis Kasoulides menyampaikan apresiasi atas hubungan baik dan kerja sama yang selama ini terjalin serta dukungan Indonesia di berbagai fora internasional terhadap Siprus.
        Menteri Kasoulides menyampaikan  Indonesia adalah negara kepulauan besar dan memiliki pengalaman sebagai negara maritim. Upaya kerja sama ekonomi maritim dapat menjadi salah satu alternatif kerja sama yang dapat dijajaki lebih jauh oleh kedua negara.
        Berdasarkan sejarah, hubungan Indonesia dan Siprus telah terjalin sejak lama. Siprus adalah salah satu negara yang turut hadir dalam Bandung Conference tahun 1955 dan memberikan dukungannya terhadap Gerakan Non-Blok(GNB).
        Presiden Pertama Siprus, Makarious III yang menjabat sebagai pemimpin Siprus tahun 1960-1977 turut berpartisipasi dalam pertemuan pendirian GNB pada tahun 1961. Hubungan diplomatik Indonesia dan Siprus resmi dibuka tanggal 15 Desember 1987. ***3***
(T.H-ZG/B/Yuniardi/Yuniardi) 31-01-2017 23:21:10

MUSKAT

SEJARAWAN: ISLAM BERKEMBANG GLOBAL SERTA BERBAGAI BIDANG
     Oleh Zeynita Gibbons

     London 31/1 (Antara) -  Pengamat sejarah Islam yang juga dosen Universitas Negeri Jakarta Ustadz Agung A.W.S. Waspodo,  mengatakan penyebaran Islam tidak hanya berhasil menjangkau Tanah Andalus di Semenanjung Iberia Spanyol dan Portugal tetapi juga berkembang di berbagai bidang.
          Islam berkembang di berbagai bidang  seperti matematika, ilmu pengetahuan alam, kedokteran, teknologi pertanian dan pendidikan, ujar   alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan Humphrey School of Public Policy dalam kajian sejarah Islam diadakan di Oman, kata  Pensosbud KBRI Muscat Virgino Rikaryanto kepada Antara London, Selasa.
          Perkembangan sejarah berhasil disampaikan Agung A.W.S. Waspodo dengan cara yang dinamis dan interaktif, banyak hikmah yang bisa dipetik dari peristiwa di masa lalu tersebut.
           Dengan pengetahuan sejarahnya yang begitu detail, Ustadz Agung mengajak hadirin menelusuri masa-masa kegemilangan Islam, dimulai dari zaman Nabi Muhammad SAW, era Khulafaur Rasyidin, Kekhalifan Umayyat, Abassid, Fatimid hingga Utsmani Turki. Setiap sesi menjadi semakin menarik dengan diselingi kuis berhadiah buku, membuat pendengar semakin menajamkan konsentrasinya. Cerita sejarah yang disampaikan juga lebih mudah diikuti dengan ditampilkannya peta interaktif yang menggambarkan peristiwa penting dalam tonggak sejarah.
           Kajian yang digelar di KBRI Muscat mampu mengingatkan kembali peserta tentang prestasi yang pernah diukir umat Islam di masa lampau.
           Dubes RI untuk Oman, Musthofa Taufik Abdul Latif, mengatakan belajar sejarah  menyadarkan umat Islam bahwa kemajuan dapat dicapai dengan terus belajar dan tidak berpuas diri, sedangkan kemunduran terjadi ketika muncul rasa mudah puas dan lemahnya semangat untuk membuka diri terhadap perbaikan.
    ***4****


(T.H-ZG/B/M. Yusuf/M. Yusuf) 31-01-2017 05:14:33

OMAN

DIASPORA GELAR SANGGAR LUKIS DI OMAN
     Oleh Zeynita Gibbons

      London,31/1 (Antara) - Sekitar 50 anak mengikuti kegiatan workshop atau lokakarya menggambar yang digelar Sanggar Seni Diaspora Oman (SSDO) yang diresmikan Dubes RI untuk Oman, Musthofa Taufik Abdul Latif, di KBRI Muscat.
           Lokakarya ini merupakan kolaborasi SSDO yang berada di bawan naungan Diaspora Indonesia Chapter Oman dengan KBRI Muscat, kata Pensosbud KBRI Muscat Virgino Rikaryanto kepada Antara London, Selasa.
            Dubes Musthofa Taufik Abdul Latif, mengatakan lokakarnya menggambar untuk anak-anak merupakan sarana yang tepat untuk membuka bakat-bakat tersebut. Bisa jadi kelak salah satu dari anak-anak Indonesia di Oman menjalani hidup sebagai seniman dan akan mengenang lokakarnya ini sebagai tempat pertama kalinya dia belajar menggambar.
            Sementara itu Ketua Diaspora Indonesia Chapter Oman, Yoyon Hidayat mengatakan  anak-anak perlu didorong untuk berani dalam mengekspresikan dirinya melalui karya seni.  Dikatakannya kegiatan seperti ini sangat bermanfaat untuk mempererat tali persaudaraan di antara warga Indonesia di Oman.
          Hasil karya anak-anak pada sesi perdana tersebut menurut rencana akan dipamerkan dan dilelang pada kegiatan Warung Diaspora yang akan diadakan di KBRI pada 4 Februari mendatang.
             SSDO merupakan wadah bagi masyarakat Indonesia di Oman, dalam kegiatan kesenian baik seni tari, musik maupun seni lukis atau menggambar. SSDO beberapa kali unjuk kebolehan melalui seni tari dan musik dalam berbagai kegiatan KBRI, antara lain pada Resepsi Diplomatik serta promosi kebudayaan lainnya.
    ***4***

(T.H-ZG/B/M. Yusuf/M. Yusuf) 31-01-2017 05:14:44