Sabtu, 13 Januari 2018

KING FADH

Irwandi Jawsir raih Penghargaan Raja Faisal
Sabtu, 13 Januari 2018 03:13 WIB

Alhamdulillah, saya tidak menyangka diberi anugerah bergengsi ini."
London (ANTARA News) - Profesor muda asal Indonesia Irwandi Jawsir meraih Penghargaan Internasional Raja Faizal (King Faizal International Prize) dari Yayasan Raja Faisal (King Faisal Foundation), yang juga pernah diraih tokoh nasional Mohammad Natsir pada 1980.

Penghargaan diterima Irwandi atas jasanya mengembangkan riset dan pengembangan Ilmu Halal, dan sebagai pengakuan atas jasanya untuk Islam dan umat Muslim, demikian keterangan Panitia Penghargaan Internasional Raja Faisal dalam laman Internetnya.

"Alhamdulillah, saya tidak menyangka diberi anugerah bergengsi ini. Tapi, lebih dari itu, penghargaan ini merupakan kemenangan buat para saintis di negara-negara Islam, terutama di Asia," demikian keterangan Prof Irwandi Jawsir kepada ANTARA News, Sabtu.

Irwandi, pria kelahiran Medan, Sumatera Utara, 20 Desember 1970, meraih gelar sarjana di Departemen Teknologi Pangan dan Gizi, Fakultas Teknologi Pangan, Institut Pertanian Bogor (IPB) pada 1970, kemudian meraih gelar doktor di Universiti Putra Malaysia pada 2000.

Saat ini ia bekerja sebagai koordinator riset di Halal Industry Research Centre, Universitas Islam Internasional di Malaysia dan hasil risetnya banyak mengisi berbagai jurnal ilmiah dan artikel ilmiah internasional.

Menurut Irwandi, menelaah Al Quran dari kacamata ilmu pengetahuan ada tantangan tersendiri.

"Ketika orang menghargai karya Anda, itu tentu memberi kepuasan tersendiri. Semoga anugerah ini memberi kebaikan buat semua," ujarnya.

Irwandi, yang mengoleksi sebanyak 60 penghargaan internasional, termasuk Asia Pacific Young Scientist Award 2010 dari Scopus dan Habibie Award di bidang Kedokteran dan Bioteknologi 2013.

Ia adalah orang kedua yang mendapat penghargaan dari King Faisal International, setelah M. Natsir.

"Saya orang kedua dari Indonesia yang mendapat penghargaan. Orang Indonesia pertama yang mendapat penghargaan adalah Mohammad Natsir tahun 1980. Jadi, sudah 38 tahun," ujarnya.

Menurut Irwandi, kebanyakan penerima penghargaan di kategori Pelayanan untuk Islam (Service to Islam) itu adalah ulama, pakar agama atau politisi.

"Saya merupakan ilmuwan pertama yang menang kategori ini," ujarnya.

Dengan kemenangannya, Irwandi mendapatkan sertifikat kaligrafi bertuliskan tangan tentang prestasinya dan emas 24 karat seberat 200 gram, serta uang senilai 200.000 dolar Amerika Serikat (AS) atau sekira Rp 2,673 miliar.

Irwandi dinilai sukses menjadikan Universitas Islam Internasional di Malaysia menjadi pusat penelitian dan riset terkait makanan halal.

Penghargaan itu juga diberikan atas jasanya melakukan riset tentang makanan halal alternatif, dan produksi gelatin dari produk nonbabi, seperti unta dan ikan.

Ia juga dianggap berjasa mengembangkan teknik cepat untuk mengidentifikasi makanan, kosmetik dan produk-produk nonhalal, seperti metode Portable Electronic Nose yang mampu mendeteksi keberadaan alkohol dan lemak babi di makanan maupun minuman, sehingga akan memudahkan warga Muslim memilih makanan halal.

Acara pemberian Penghargaan King Faisal International Prize itu dihadiri Pangeran Khaled Al-Faisal, merupakan emir Makkah dan Ketua Yayasan Raja Faisal digelar di Prince Sultan Grand Hall of Al-Faisaliah Center di Riyadh, Rabu lalu (10/1).

Setiap tahun King Faisal Foundation membuka nominasi untuk lima kategori, termasuk kedokteran dan ilmu pengetahuan.

"Saya dinominasikan dari kampus International Islamic University Malaysia, tempat saya menjadi professor dan peneliti," ujar suami Fitri Octavianti yang berkarier sebagai dokter gigi itu. Ia dan Fitri dikarunia empat anak.

Selama ini pula ada 120 publikasi ilmiah di jurnal internasional berkaitan pangan dan industri halal, dan banyak mengembangkan alternatif bahan halal untuk pangan, kosmetik dan obat-obatan, meneliti cara mendeteksi bahan tidak halal, melakukan pelatihan sertifikasi halal di dalam dan luar negeri, demikian Irwandi Jawsir.

Pewarta: Zeynita Gibbons

B RUSEL


Parlemen Eropa akan voting kelapa sawit Indonesia
Sabtu, 13 Januari 2018 05:12 WIB

Pekerja menyusun bibit kelapa sawit yang telah disertifikasi di salah satu lahan penangkar, di Pekanbaru, Riau, Selasa (23/5/2017). Sertifikasi benih kelapa sawit bertujuan untuk meningkatkan kualitas hasil produksi serta mencegah beredarnya bibit palsu yang meresahkan petani sawit. (ANTARA FOTO/Rony Muharrman)
London (ANTARA News) - Parlemen Eropa akan melakukan pemungutan suara (voting) terkait energi dari sumber terbarukan, termasuk kelapa sawit Indonesia, pada 17 Januari 2017 di Markas Besar Parlemen Eropa, Strasbourg, Prancis.

Laporan, yang disebut Proposal Petunjuk Parlemen dan Dewan Eropa untuk Promosi Penggunaan Energi dari Sumber Terbarukan, Parlemen Eropa itu berupaya menghapuskan penggunaan biodiesel dari minyak sayur pada 2030 dan berbahan kelapa sawit, termasuk dari Indonesia, pada 2021. 

Fungsi Ekonomi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Brussel, Belgia, Andi Sparringa kepada ANTARA News, Sabtu, mengemukakan bahwa usulan yang bersumber dari Komite Lingkungan Hidup (ENVI) Parlemen Eropa tersebut bertentangan dengan prinsip kebebasan dan keadilan niaga sekaligus menjurus kepada terjadinya pemisahan kebijakan tanaman terhadap produk sawit di Eropa.

Dikatakannya bahwa Indonesia telah mengadvokasi pentingnya kelapa sawit sebagai salah satu elemen utama dari kepentingan nasional karena menyangkut kesejahteraan 17 juta warga Indonesia, termasuk petani kecil dengan ketergantungan secara langsung maupun tidak langsung dari industri kelapa sawit.

Dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perhimpunan Bangsa Asia Tenggara dengan Uni Eropa (ASEAN-EU Summit) di Manila, Filipina, pada November 2017, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan agar praktik diskriminasi dan kampanye hitam terhadap kelapa sawit Indonesia dihentikan, terutama di Eropa.

Menteri Luar Negeri RI Retno L.P Marsudi juga menekankan adanya keterkaitan erat antara kelapa sawit dan upaya pengentasan kemiskinan di Indonesia, sesuai dengan aspirasi dalam komitmen Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) 2030.

Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita berpandangan bahwa kebijakan memilih keluar (singling out) terhadap produk kelapa sawit tidak dapat menjadi basis yang baik bagi masa depan hubungan Indonesia dengan Uni Eropa. 

Dikatakannya, dinamika itu dikhawatirkan dapat mengganggu hubungan kerja sama ekonomi antara kedua pihak, terutama di tengah guliran perundingan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (Indonesi-EU Comprehensive Economic Partnership Agreement/IEU CEPA).

Untuk memaksimalkan tekanan politik terhadap Parlemen Eropa, KBRI Brussel menggalang aliansi dengan kedubes negara-negara produsen sawit di Brussel, seperti Brazil, Ekuador, Guatemala, Honduras, Kolombia dan Malaysia.

Hal itu, bagi Indonesia sebagai langkah bersama, dan akan disusun surat bersama kepala perwakilan negara-negara produsen sawit kepada Parlemen Eropa sebagai bentuk protes. 

Selain itu, perwakilan negara produsen kelapa sawit juga melakukan kiprah bersama secara langsung kepada Presiden Parlemen Eropa Antonio Tajani menjelang dilaksanakannya dialog segitiga antara Parlemen Eropa, Komisi Eropa, dan Dewan Eropa pada Februari 2018 dengan agenda membahas kebijakan Uni Eropa pasca-pemungutan suara laporan  Proposal Petunjuk Parlemen dan Dewan Eropa untuk Promosi Penggunaan Energi dari Sumber Terbarukan.

Pesan utama yang ditekankan Pemerintah Indonesia kepada Uni Eropa adalah Indonesia siap bekerja sama dengan Uni Eropa untuk membangun pengertian yang lebih baik mengenai keberlangsungan kelapa sawit, termasuk penguatan sertifikasi Sistem Kelapa Sawit Indonesia yang Berkelanjutan (Indonesian Sustainable Palm Oil System/ISPO).

Indonesia juga menggarisbawahi pentingnya kebebasan berniaga dengan mematuhi prinsip-prinsip Organissi Pasar Bebas Dunia (World Trade Organization/WTO) agar Uni Eropa menghentikan tindakan diskriminasi yang mendiskreditkan kelapa sawit dari segi produktivitas, karena minyak kelapa sawit jauh lebih efektif dari sisi penggunaan lahan produktifnya daripada minyak sayur lainnya, seperti minyak lobak (rapeseed) dan kedelai (soybean) .
Pewarta: Zeynita Gibbons

Editor: Priyambodo RH

SIFA&ROBERT


PASANGAN INDONESIA BELANDA PROMOSI PARIWISATA INDONESIA DI BELANDA


Zeynita Gibbons
     London,13/1 (Antara) -  Pasangan suami istri asal Indonesia dan Belanda Sifa Silvana dan Robert Feddes mempromosikan berbagai obyek wisata Indonesia kepada masyarakat Belanda dan juga Eropa tidak pernah bosan-bosan nya meskipun banyak kendala yang dihadapi.
          Bahkan sejak dua tahun lalu tidak lagi bergabung dengan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dalam mempromosikan berbagai obyek wisata di pameran pariwisata terbesar di Belanda Vakantiebeurs 2018
tidak menjadi halangan untuk mempromosikan Indonesia," ujar Sifa Feddes kepada Antara London, Sabtu.
          Dengan berbendera "Dari Java travel" pasangan suami istri Belanda Indonesia ini mencoba keberuntungan dengan menjual obyek wisata yang dimiliki Indonesia di Belanda dengan membuka usaha biro perjalanan .
         Dalam pameran pariwisata Vakantiebeurs 2018, yang diadakan di Jaarbeurs, Utrecht, Belanda dari tanggal 9 hingga 14 Januari mendatang, Sifa dan Bob demikian Robert Faddes biasa disapa itu menawarkan paket tour yang berbeda dengan program  handalan dari Kemenpar, yaitu 10 Bali baru.
         "Kami pikir walaupun program Jawa-Bali dilihat sebagai program klasik justru masih banyak peminatnya," ujarnya menambahkan selain mempromosikan program klasik yang ditawarkan Dari Jawa juga mempormosikan   Program paket Maluku yang banyak ditanyakan para pelancong ditahun lalu. Promosi utama ini tidak melupakan program paket Flores Komodo, ujar Sifa Silvana.
         Menurut Sifa, program Pulau Seribu dan Banten seperti Krakatau, Peucang dan Tanjung Lesung di pulau Jawa juga banyak diminati sayangnya yang masih belum mendapat perhatian dari pemerintah.
         "Kami belum mendapat kejelasan dari paket yang dapat kami tawarkan karena akomodasi yang belum memadai, akses perahu, pulau yang dapat dikunjungi. Diakuinya untuk itu aggak sulit mengkombinasikan kedua tempat tersebut, ujar dia.
          Dalam mempromosikan obyek wisata yang ditawarkannya lebih banyak sifat nya dari mulut ke mulut," ujar dia.
          Diakuinya banyak peminat yang ingin berwisata ke pulau seribu hanya sayangnya masih banyak hambatannya, karena sulit nya info yang ingin mereka dapatkan.
         Diharapan  pada tahun 2018 ini Kemenpar tidak hanya mempromosikan secara besar-besaran dengan membawa industri dari tanah air ke travel fair seperti Vakantiebeurs untuk menarik wisatawan yang ada dari Belanda akan  tetapi Kemenpar juga dapat menyediakan atau menjembatani segala fasilitas yang dibutuhkan seperti kenyamanan akomodasi,  transport khusus untuk wisatawan yang akan mengakses daerah2 sepert Pulau Seribu, Banten, Wakatobi, Karimun, Maluku,  dan lainnya.
        Kesiapan di dalam negeri  seperti kenyamanan transport dan akomodasi Perhutani juga akan dapat meningkatkan jumlah wisatawan yang akan memasuki Indonesia.
          Menurut Sifa, wisatawan yang merasakan kenyamanan tersebut akan membawa berita baik kembali ke negaranya dan akan menarik lebih banyak lagi wisatawan untuk mengunjungi Indonesia.
         Sifa dan sang suami mengawali usahanya  sejak tahun 2005 dengan mempromosikan Indonesia. Awal tahun kami cuma mendapat beberapa bookingan. Baru pada tahun 2012 pihaknya berhasil menjual paket wisata. Pada saat Eropa mengalami krisis, sektor pariwisata belum kena dampaknya. Baru pada tahun 2015 - 2016, sektor pariwisata mengalami penurunan.

        Pada tahun  2012, berhasil mendapatkan bookingan sampai 150 yang terdiri dari grup hanya dua orang, dan ada yang 10 orang sampai 30 orang per grup, demikian Sifa dan Robert Feddes yang akan mempromosikan terus menerus berbagai obyek wisata yang ada di Indonesia kepada masyarakat Belanda.(ZG)
***3***


(T.H-ZG/C/A. Lazuardi/A. Lazuardi) 13-01

JAZZ

KBRI DENHAAG ADAKAN KONSER JAZ DI RIJSWIJK


Oleh Zeynita Gibbons

    London, 12/1 (Antara) - Pemerintah Senegal akan memberikan insentif pembebasan pajak selama 12 tahun bagi investor Indonesia yang berminat menanamkan modalnya di Diembiring serta membebasan pajak selama 10 tahun untuk yang berinvestasi di bidang pariwisata.
         Hal itu disampaikan Wali Kota Diembiring, Tombon Gueye, yang melakukan kunjungan kerja dan bertemu Dubes Mansyur Pangeran di KBRI Dakar, belum lama ini.
         Pensosbud KBRI Dakar Dimas Prihadi kepada Antara, Jumat mengabarkan, Pemerintah Senegal memprioritaskan distribusi dukungan finansial ke daerah perdesaan ketimbang kota besar untuk mendorong pengembangan investasi di perdesaan. Investasi di Cap Skirring tidak akan rugi karena banyak turis dan merupakan lokasi konsumen," ujar Tombon.
         Dalam kunjungan ke KBRI Senagal, Tombon membawa sejumlah delegasi dan mempresentasikan berbagai peluang investasi yang dapat dimanfaatkan pengusaha Indonesia.  Sejumlah bidang kerja sama seperti budi daya kelapa sawit, padi dan mangga. Wali kota mengatakan pertanian di Diembiring masih dikelola secara tradisional dan sangat bergantung pada hujan sehingga memerlukan transfer pengetahuan dan teknologi dari Indonesia agar hasil pertanian tersebut dapat diproduksi secara massal dan diekspor.
         Dikatakannya pertanian di Diembiring belum dikelola secara profesional padahal wilayah ini memiliki tanah yang subur dan curah hujannya tinggi. Bidang lainnya yaitu peternakan dan aquakultur terbuka lebar bagi investasi dari Indonesia.
         Guna memenuhi kebutuhan hewan kurban khususnya pada waktu perayaan Idul Adha, Pemerintah Senegal memerlukan investasi besar-besaran di bidang peternakan. Selama ini Senegal mengimpor sapi dari Mali dan Guinea-Bissau untuk memenuhi permintaan hewan kurban.
         Diharapkan adanya kerja sama sister city dengan kota di Indonesia, pemberian beasiswa bagi pemuda setempat, dan renovasi masjid di Cap Skirring.
         Menanggapi peluang investasi yang disampaikan Wali Kota Tombon, Dubes Mansyur meminta kepada Wali Kota Diembiring itu memberikan informasi yang lebih detail mengenai berapa luas wilayah yang dimiliki wilayah Diembiring untuk investasi di bidang pertanian khususnya kelapa sawit.
         Dubes Mansyur mengatakan investasi di Diembiring cukup menjanjikan karena wilayahnya yang subur dan terkenal akan industri pariwisatanya, yaitu Cap Skirring yang merupakan kawasan wisata pantai dan resort terbaik di Senegal.
         "Peluang bagi para pengusaha Indonesia perlu dimanfaatkan karena insentif pajak yang diberikan Pemerintah Senegal sangat menarik. Kita akan upayakan juga kerja sama sister city antara Diembiring dengan Gorontalo yang memiliki konsep desa mandiri," ujar Dubes.

         Untuk menjajaki kerja sama ini, Dubes Mansyur mengatakan KBRI Dakar akan mengumpulkan data yang lebih detail karena informasi investasi ini sangat penting untuk diangkat dalam Rapat Kerja Seluruh Kepala Perwakilan RI yang diadakan bulan Februari mendatang di Jakarta. (ZG) ***3***
(T.H-ZG/C/T. Susilo/T. Susilo) 12-01-2018 05:59:09t

SENEGAL

SENEGAL BERIKAN INSENTIF PAJAK BAGI INVESTOR INDONESIA

Oleh Zeynita Gibbons

    London, 12/1 (Antara) - Pemerintah Senegal akan memberikan insentif pembebasan pajak selama 12 tahun bagi investor Indonesia yang berminat menanamkan modalnya di Diembiring serta membebasan pajak selama 10 tahun untuk yang berinvestasi di bidang pariwisata.
         Hal itu disampaikan Wali Kota Diembiring, Tombon Gueye, yang melakukan kunjungan kerja dan bertemu Dubes Mansyur Pangeran di KBRI Dakar, belum lama ini.
         Pensosbud KBRI Dakar Dimas Prihadi kepada Antara, Jumat mengabarkan, Pemerintah Senegal memprioritaskan distribusi dukungan finansial ke daerah perdesaan ketimbang kota besar untuk mendorong pengembangan investasi di perdesaan. Investasi di Cap Skirring tidak akan rugi karena banyak turis dan merupakan lokasi konsumen," ujar Tombon.
         Dalam kunjungan ke KBRI Senagal, Tombon membawa sejumlah delegasi dan mempresentasikan berbagai peluang investasi yang dapat dimanfaatkan pengusaha Indonesia.  Sejumlah bidang kerja sama seperti budi daya kelapa sawit, padi dan mangga. Wali kota mengatakan pertanian di Diembiring masih dikelola secara tradisional dan sangat bergantung pada hujan sehingga memerlukan transfer pengetahuan dan teknologi dari Indonesia agar hasil pertanian tersebut dapat diproduksi secara massal dan diekspor.
         Dikatakannya pertanian di Diembiring belum dikelola secara profesional padahal wilayah ini memiliki tanah yang subur dan curah hujannya tinggi. Bidang lainnya yaitu peternakan dan aquakultur terbuka lebar bagi investasi dari Indonesia.
         Guna memenuhi kebutuhan hewan kurban khususnya pada waktu perayaan Idul Adha, Pemerintah Senegal memerlukan investasi besar-besaran di bidang peternakan. Selama ini Senegal mengimpor sapi dari Mali dan Guinea-Bissau untuk memenuhi permintaan hewan kurban.
         Diharapkan adanya kerja sama sister city dengan kota di Indonesia, pemberian beasiswa bagi pemuda setempat, dan renovasi masjid di Cap Skirring.
         Menanggapi peluang investasi yang disampaikan Wali Kota Tombon, Dubes Mansyur meminta kepada Wali Kota Diembiring itu memberikan informasi yang lebih detail mengenai berapa luas wilayah yang dimiliki wilayah Diembiring untuk investasi di bidang pertanian khususnya kelapa sawit.
         Dubes Mansyur mengatakan investasi di Diembiring cukup menjanjikan karena wilayahnya yang subur dan terkenal akan industri pariwisatanya, yaitu Cap Skirring yang merupakan kawasan wisata pantai dan resort terbaik di Senegal.
         "Peluang bagi para pengusaha Indonesia perlu dimanfaatkan karena insentif pajak yang diberikan Pemerintah Senegal sangat menarik. Kita akan upayakan juga kerja sama sister city antara Diembiring dengan Gorontalo yang memiliki konsep desa mandiri," ujar Dubes.
         Untuk menjajaki kerja sama ini, Dubes Mansyur mengatakan KBRI Dakar akan mengumpulkan data yang lebih detail karena informasi investasi ini sangat penting untuk diangkat dalam Rapat Kerja Seluruh Kepala Perwakilan RI yang diadakan bulan Februari mendatang di Jakarta. (ZG) ***3***
(T.H-ZG/C/T. Susilo/T. Susilo) 12-01-2018 05:59:09t

BELANDA



INDONESIA JARING WISATAWAN BELANDA DI VAKANTIEBEURSy

Oleh Zeynita Gibbons

     London, 11/1 (Antara) - Kementerian Pariwisata RI menggandeng 11 tour operator, hotel, Garuda Indonesia, perwakilan Pemerintah Provinsi Maluku, dalam upaya menjaring wisatawan Belanda di Vakantiebeurs 2018 di Jaarbeurs, Utrecht, pada 9-14 Januari.
         Paviliun Indonesia menempati lahan seluas 140 meter persegi menampilkan berbagai kegiatan, antara lain media workshop, business meeting (travel exchange), B to C, pelayanan informasi pariwisata, coffee dan mixologist corner, pertunjukan kesenian serta awareness campaign, demikian Minister Counsellor Pensosbud KBRI Denhaag, Renata Siagian kepada Antara London, Kamis.
         Dikatakannya untuk bisa 'all out', Indonesia menampilkan objek pariwisata baru dari berbagai provinsi di Indonesia menjadi destinasi wisata favorit baru bagi publik Belanda maupun Eropa.
         Selain Kementerian Pariwisata, perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Provinsi Maluku, mempromosikan destinasi pariwisata baru juga dilakukan oleh banyak travel agent/tour operator Belanda di antaranya dari Java yang memandang Indonesia sebagai tujuan wisata yang tidak hanya unik dan menarik, tapi juga memiliki pangsa pasar menjanjikan.
         Vakantiebeurs 2018 diawali dengan breakfast session oleh Walikota Utrecht, Jan van Zanen, dengan mengundang Dubes dari negara peserta menghadirkan pembicara Adjiedj Bakas, memaparkan tantangan global dan pengaruhnya pada industri pariwisata.
         Dalam jamuan makan pagi tersebut, yang juga dihadiri Dubes RI untuk Kerajaan Belanda, I Gusti Agung Wesaka Puja, dan melakukan peninjauan ke Paviliun Indonesia yang berlokasi di Hall 4.
         Vakantiebeurs merupakan ajang promosi dan pameran pariwisata tahunan yang diadakan Jaarbeurs, Vakantiebeurs, bekerja sama dengan VIV Europe dan City of Utrecht yang menampilkan berbagai produk dan objek wisata dari berbagai negara.
         Pameran ini merupakan salah satu pameran pariwisata paling bergengsi di dunia dan terbesar di kawasan Benelux dimana para pengunjung dapat memperoleh informasi terbaru mengenai travel trends, destinasi liburan terbaru, dan tips-tips saat mengunjungi destinasi favorit. Vakantiebuers 2018  diliput sekitar 100 media dari berbagai negara dan travel bloggers.

         Partisipasi Indonesia diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman), termasuk wisatawan dari Belanda, agar target 20 juta wisman  pada tahun 2019 dapat tercapai. Penyelenggaraan Vakantiebeurs tahun ini diharapkan  mengulang kesuksesan pameran tahun 2017 yang dihadiri sekitar 110 ribu pengunjung. (ZG) ***3***
(T.H-ZG/C/T. Susilo/T. Susilo) 11-01-2018 06:12:

LONDON


KBRI LONDON IMBAU WNI UNTUK SELALU HATI-HATIt


Zeynita Gibbons

    London, 11/1 (Antara) - KBRI London minta warga Indonesia yang menetap maupun mereka  yang tengah berkunjung ke Inggris selalu hati-hati dan waspada untuk mencegah kehilangan dokumen perjalanan RI atau paspor maupun  "British Residence Permit" yang dikeluarkan oleh Pemerintah Inggris.
         Hal itu disampaikan Minister Counsellor KBRI London, Gulfan Afero kepada Antara London, Kamis, sehubungan dengan adanya WNI yang kehilangan paspor karena lengah di tengah keramaian kota London yang banyak dikunjungi wisatawan.
         Untuk itu KBRI London mengimbau kepada seluruh WNI di Inggris dan Irlandia untuk menyimpan paspor/BRP asli di tempat yang aman. Jika tidak akan dipergunakan secara khusus, cukup membawa salinan  paspor/BRP untuk keperluan sehari-hari.
         "Jika terjadi kehilangan paspor/BRP, segera membuat laporan pada polisi setempat," ujarnya.
        Selanjutnya dan segera mengontak KBRI London untuk pengajuan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) yang bisa dilakukan secara "online" melalui https://consular.indonesianembassy.org.uk/splp/.
        Menurut Gulfan Afero, sebaiknya disiapkan nomor laporan pengaduan polisi dan foto terbaru ukuran paspor dengan latar belakang putih sebelum memulai pengajuan SPLP. Bagi warga negara Indonesia yang berwisata di Inggris sebaiknya memiliki asuransi perjalanan saat  berkunjung ke Inggris dan Irlandia.
        KBRI London dapat dihubungi via nomor darurat KBRI London +44 788 1221 235/+44 7795105477 di luar jam kerja atau pada hari libur.

          KBRI London juga menyampaikan pengumuman di berbagai media dan minta  bantuan kepada WNI untuk menyebarluaskan informasi ini kepada seluruh masyarakat Indonesia di Inggris dan Irlandia. ***2****
(T.H-ZG/B/S. Muryono/S. Muryono) 11-01-2018 20:3