Minggu, 28 Januari 2018

MENDIKBUD

MENDIKBUD APRESIASI PEGIAT SENI INDONESIA DI INGGRIS

Oleh Zeynita Gibbons

   London, 24/1 (Antara) - Mendikbud Muhadjir Effendy menyampaikan penghargaan dan apresiasi kepada pegiat seni Indonesia khususnya dari kelompok gamelan yang berasal dari Inggris dalam temu masyarakat dan pegiat seni Indonesia di gedung KBRI London, Selasa waktu setempat.
        Dalam pertemuan yang dihadiri Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid dan Sekjen Didik Suhardi serta Dubes RI di London Dr Rizal Sukma, Mendikbud memberikan perhatian yang besar dengan banyak kelompok gamelan yang ada di Inggris.
        Dia menyatakan akan memfasilitasi keinginan  pegiat seni Indonesia untuk mendapatkan bimbingan yang lebih tinggi lagi dan bahkan mengirimkan gamelan bila
   Kehadiran Muhadjir Effendy di Inggris selain menghadiri "The Education World Forum" yang berlangsung di London juga mengadakan pertemuan dengan Departemen Perdagangan untuk Perdagangan Internasional dan Cambridge Internasional serta London College of Fashion dalam upaya  meningkatkan kualitas pendidikan kejuruan.
        Mendikbud yang sehari sebelumnya menutup Festival Europalia Indonesia di Brusel mengakui kehadiran Indonesia dalam festival budaya tersebut telah berhasil meningkatkan citra Indonesia di Eropa dan diharapkannya akan berlanjut di masa datang.
        "Mempromosikan budaya Indonesia tidak berhenti di situ saja," ujarnya.
        Kehadiran Indonesia di Europalia akan dapat mendorong masyarakat di Eropa  mengetahui lebih banyak tentang Indonesia dan tentunya dengan berkunjung ke Indonesia.
        Sebelumnya Dubes Dr Rizal Sukma menyampaikan keinginan untuk membentuk Rumah Budaya Indonesia dalam rangka memaksimalkan ruang yang ada di gedung KBRI yang baru untuk mempromosikan Indonesia di Inggris sebagai salah satu "soft diplomacy" Indonesia di Inggris.
        Dalam temu masyarakat dan pegiat seni Indonesia juga hadir Prof Matthew Isaac Cohen dari Royal Holloway University of London, yang dikenal sebagai dalang dan pesinden asal Inggris Cathy Easburn, penari topeng, MJ Coldiron serta pimpinan gamelan Candra Gita Suara dari Plymouth serta Peter Smith.
        Selain itu anggota kelompok gamelan Siswa Sukra yang melakukan tur ke Jawa tahun lalu dan juga Aris Daryono yang mengajar gamelan dikalangan anak-anak SD di Inggris.
        Peter Smith yang dikenal dengan Mas Parto pernah menerima beasiswa Dharma Siswa tahun 1993. Dia kini menjadi guru gamelan.
        Dia mengharapkan Mendikbud dapat mendatangkan guru gamelan yang bisa memberikan pelatihan dalam waktu lama. Ia juga menyampaikan apresiasinya dengan adanya dukungan dari KBRI London dalam memfasilitasi kegiatan yang dilakukannya.
        Atase Pendidikan KBRI London, Prof Endang Aminuddin Aziz menyampaikan agenda besar yang akan dilaksanakan Atase Pendidikan KBRI London pada tahun 2018 adalah mengelar forum para penerima beasiswa Dharma Siswa di Inggris yang jumlahnya cukup banyak.
        Dalam temu masyarakat dan pegiat seni juga ditampilkan  kesenian gamelan dari kelompok Siswa Sukra dan diakhiri dengan jamuan makan malam sajian dari Warung Windsor. ***4***
(T.H-ZG/B/S. Muryono/S. Muryono) 24-01-2018 20:45:02


MENRISTEKDIKTI

MENRISTEKDIKTI AJAK UNIVERSITAS DI INGGRIS BANTU INDONESIA

Oleh Zeynita Gibbons

   London, 24/1 (Antara) - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir mengajak perguruan tinggi di Inggris untuk membantu mengembangkan dan menyiapkan perguruan tinggi di Indonesia dalam rangka menyongsong era revolusi industri keempat berdimensi digital.
        "Tadi siang saya sudah bertemu dengan 20 wakil dari berbagai perguruan tinggi di Inggris," ujar Menristekdikti Muhammad Nasir kepada Antara London, Selasa malam, dalam temu masyarakat yang juga dihadiri Mendikbud Muhadjir Effendy dan para pegiat seni Indonesia dari Inggris.
         Dalam pertemuan dengan wakil perguruan tinggi di Inggris yang diadakan di KBRI London, Menristekdikti sangat antusias dalam memahami agar institusi Inggris dapat mendukung tujuan strategis Indonesia untuk memperbaiki institusi pendidikan dan sains dan teknologi yang lebih tinggi dalam hal kapasitas inovasi, produktivitas, kualitas dan pengalaman siswa.
         Kehadiran Menristekdikti di London adalah dalam rangka menghadiri acara Forum pendidikan dunia (education world forum yang diadakan Kemenlu Inggris Foreign and Commonwealth Office (FCO), Department for Education (DfE), Departemen Perdagangan Internasional (DIT), Departemen Pembangunan Internasional (DfID), British Council dan mitra industri EWF.
         Menristekdikti mengatakan dalam forum pendidikan dibahas bagaimana cara kita mengembangkan pendidikan dalam era  digital ke depan nya. Dikatakannya bersama menteri dari Argentina, Cambridge Press dan UNESCO dibahas kesiapan pendidikan secara keseluruhan dalam kaitannya revolusi keempat ini yang berbasis cyber learning.
         "Bagaimana sistem pengajaran dengan cyber learning ini dapat diterapkan," katanya.
         Diakuinya dalam pertemuan dengan para Rektor seluruh perguruan tinggi di Indonesia, juga sudah disampaikan pendidikan yang berbasis cyber  yang disebut dengan  e-learning dan diharapkan kita sudah siap, demikian Menristekdikti Muhammad Nasir.
         Dalam Forum Dunia Pendidikan berlangsung setiap bulan Januari diikuti para menteri dari berbagai negara dan penasihat senior  yang mewakili lebih dari dua pertiga populasi dunia berkumpul untuk memperdebatkan kebijakan pendidikan di masa depan
    Forum yang berlangsung pada 21-24 Februari itu membahas wawasan dan inspirasi dari pelopor pendidikan terkemuka, pembuat kebijakan dan pakar pendidikan, dengan banyak sesi yang diberikan oleh para pakar pendidikan mengenai isu dan tantangan umum negara. ***4***

(T.H-ZG/B/S. Muryono/S. Muryono) 24-01-2018 20:54:27


EUROPALIA

Mendikbud tutup Festival Europalia Indonesia di Brusel

Mendikbud tutup Festival Europalia Indonesia di Brusel
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy (ANTARA /Puspa Perwitasari)
London (ANTARA News) - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, menghadiri penutupan Festival Europalia Indonesia di Brussel, Belgia,yang berlangsung sejak Oktober tahun lalu sekaligus menutup pameran "Power and other Things" yang digelar di Galeri Bozar, pada Minggu (21/1).

Acara tersebut menandai berakhirnya Festival Seni Budaya Europalia Indonesia yang telah berlangsung selama tiga bulan sejak Oktober tahun lalu, demikian kepala penerangan KBRI Brussel Ignatius Priambodo kepada Antara London, Senin.

Menteri Muhadjir juga menghadiri penutupan pameran "Archipel" di kota Li?ge, bertemakan sejarah kemaritiman Indonesia dan pameran komik Indonesia di kota Brussel. Selain itu Mendikbud juga sempat menyaksikan penutupan Pusat Festival Europalia yang dikemas dalam "pesta rakyat". Warga Belgia dan Indonesia dengan menggelar berbagai lomba seperti makan krupuk dan duren, serta menikmati penampilan musik dan kuliner Indonesia.

Mendikbud bertemu dengan 200 lebih warga masyarakat dan diaspora Indonesia di Belgia untuk menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia yang telah mendukung kesuksesan Festival Europalia Indonesia di Belgia.

Ia berharap Festival Europalia dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat Belgia dan Eropa mengenai Indonesia dan agar Europalia berperan dalam peningkatan jumlah wisatawan asing.

Sementara itu Dubes RI untuk Belgia, Yuri Thamrin, menyampaikan pentingnya peran masyarakat dan diaspora Indonesia, termasuk peran komunitas seni-budaya Indonesia dan sukarelawan yang giat membantu kelancaran setiap acara .

Salah seorang sukarelawan, Nadira Zhafirani, mahasiswi S-2 di Brussel, menceritakan pengalamannya dalam mendampingi seniman selama Europalia. Dikatakannya merupakan kesempatan langka dan kaya, karena dapat belajar banyak mengenai seni Indonesia dan menambah teman.

Festival Europalia merupakan festival seni budaya terbesar di daratan Eropa yang berpusat di Belgia dan tersebar di negara-negara Eropa lainnya termasuk Belanda, Jerman, Prancis, Inggris, Austria dan Polandia.

Di London, Festival Europalia Indonesia ditutup dengan penampilan musik dari komposer, pembuat alat musik dan pakar gamelan Aloysius Suwardi bersama tim Planet Harmonik yang terinspirasi dari Pythagoras itu berhasil menggoncang gedung Milton Court Concert Hall Barbican, London.

Sejak pembukaan secara resmi pada 10 Oktober lalu oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Raja Philippe dari Belgia, digelar lebih dari 230 kegiatan termasuk pameran, pertunjukan musik dan tari, film dan sastra.


Pewarta: 
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

BRAWIJAYA

KAMPUS AFRIKA BARAT KERJA SAMA DENGAN BRAWIJAYA

Zeynita Gibbons

     London,22/1 (Antara) - Universitas Brawijaya (UB),Malang, Jawa Timur  menjalin kerja sama dengan berbagai kampus di Afrika Barat, sehingga setidaknya dua kampus telah menandatangani nota kesepahaman atau MoU engan UB yang kini dalam tahap pelaksanaan.
          Delegasi UB diwakili Kepala Kantor Internasional UB Profesor Ifar Subagiyo, dan Liaison Officer Kantor Internasional UB, Profesor Marjono  melakukan kunjungan ke Gambia dan Senegal dalam rangka memperkuat kerja sama dan menindaklanjuti MoU kerja sama yang ditandatangani  tahun lalu, demikian Pensosbud KBRI Dakar, Dimas Prihadi kepada Antara London, Senin.
        Di Senegal, delegasi UB bertemu dengan salah satu kampus swasta terbesar di Senegal Institut superiwur de management (ISM) Dakar  dalam pertemuan dibahas sejumlah bidang kerja sama  diantaranya  program sandwich atau exchange program dalam program studi bisnis, manajemen, ekonomi dan hubungan internasional.
          Selain itu, kedua kampus  membahas kerja sama program  doktor atau PhD. Melalui kemitraan ini, UB diminta untuk membantu menghidupkan kembali program doktor atau Ph.D yang dulu sempat ada di ISM.
       "Permintaan/demand untuk program Ph.D sangat tinggi di ISM, banyak profesor dari mancanegara yang datang, biayanya juga cukup tinggi, namun Pemerintah belum memberikan otorisasi kepada ISM untuk buka program Ph.D," ujar Dr. Daniel Bitty yang pernah menerima tiga beasiswa dari Indonesia.
           Dr. Daniel Bitty  menjabat sebagai Direktur Kerja Sama Internasional ISM dan Institut Afrika-Asia berharap kerja sama di program Ph.D akan menjadi projek jangka panjang kedua  pihak. Saat ini ISM sedang fokus mendatangkan pengajar dari Indonesia untuk mengajar kelas Bahasa Indonesia di ISM pesertanya tiap tahun semakin meningkat.
           Dubes RI Dakar, Mansyur Pangeran, yang hadir dalam pertemuan mengatakan KBRI Dakar  membantu suksesnya kerja sama antarkampus atau university-to-university  dengan menjembatani komunikasi antara kedua kampus dan  menyambut baik MoU yang ditandatangani kedua rektor dan berharap akan banyak lagi mahasiswa  Senegal khususnya dari ISM yang belajar ke Indonesia baik melalui skema UB-ISM maupun beasiswa Darmasiswa dan KNB.
   
    Kendala bahasa
      Dubes Mansyur juga menyampaikan kendala bahasa yang seringkali dialami mahasiswa Senegal dalam mengisi aplikasi online Beasiswa Darmasiswa dan KNB. Diharapkan dengan adanya skema UB-ISM akan memudahkan KBRI dalam menjaring mahasiswa unggulan dari Senegal dengan komunikasi Bahasa Inggris yang memadai.
            Sementara itu, Prof. Ifar Subagiyo mengatakan UB telah menyiapkan pengajar Bahasa untuk ISM.
       "Kedatangan kami ke ISM, salah satunya adalah  mendapatkan konfirmasi dari ISM mengenai waktu pengajaran dan perihal administrasi,"ujarnya.
          Selain berkunjung ke Senegal, UB juga melawat ke Gambia bertemu Rektor University of The Gambia (UTG) sekaligus memenuhi undangan the 10th Convocation Ceremony of University of The Gambia  dalam acara Convocation yang dihadiri Presiden Gambia, Adama Barrow, Rektor UTG (Vice-Chancellor), Prof. Faqir Muhammed Anjum, dalam pidatonya menyebutkan peranan dan komitmen  UB bagi Gambia.
         Dalam pertemuan dengan Rektor UTG,  dibahas mengenai perluasan kerja sama di bidang pertanian, salah satunya pengelolaan air dan budidaya tanaman. Rektor UTG optimistis kedua pihak dapat menggali lebih jauh bidang kerja sama lainnya terutama di pertanian karena Pemerintah Gambia sedang membangun kompleks kampus baru untuk UTG di Faraba.
          Kerja sama antara kedua kampus terbilang cukup cepat, meski baru bertemu April tahun lalu, UB sudah menerima lima mahasiswa dari UTG, tiga melalui skema kerja sama UB-UTG dan dua lainnya melalui beasiswa Islamic Development Bank (IDB).
       Tidak hanya itu, ada dua mahasiswa lainnya yang mendaftar ke UB dengan biaya sendiri. Dampak kerja sama ini sangat terasa di Gambia, ujar Dubes Mansyur. Pada bulan April mendatang Rektor UTG berencana berkunjung ke UB  mempersiapkan rencana pelatihan untuk staf UTG pada bulan Juni-Juli di Malang.   ***4***
(ZG/c/a011)
(T.H-ZG/C/A.F. Firman/A.F. Firman) 22-01-2018 06:37:13


HARMONIK

BAWA MUSIK PLANET KE KIBLAT MUSIK DUNIA 

Zeynita Gibbons

Hadirkan "musik planet" ke kiblat musik dunia

London (ANTARA News)- Bagi komposer dan juga pakar gamelan, Aloysius Suwardi, menampilkan komposisi unik dari alat musik yang dia ciptakan dari lonceng yang biasa diikatkan di kepala kerbau yang dirangkaikan dan bekas pipa air serta kawat menghasilkan bunyi, tidak kalah indahnya dengan gamelan Jawa maupun lentingan piano di gereja.

Konser musik Pak Al (67) --demikian seniman asal Surakarta yang menamatkan pendidikan di Akademi Seni Karawitan Surakarta dan meraih gelar master dalam bidang etnomusikologi dari Westleyan University di Connecticut, Amerika Serikat-- biasa disapa menampilkan komposisi konser berjudul Planet Harmonik yang digelar sebagai puncak acara Festival Europalia Indonesia di London, mengundang pujian.

Kehadiran Pak Al di Inggris bukan yang pertama kali namun bagi sebagian masyarakat menyebutkan Inggris sebagai kiblat musik barat melahirkan The Beatles dan Bee Gees dengan mudah dapat menerima konser musik dengan alat musik yang tidak biasa itu.

Dalam bincang-bincang santai dengan Antara London sebelum pementasan Planet Harmonik di Milton Court Concert Hall Barbican, London, Kamis malam lalu, Pak Al menyebutkan musik yang diusungnya ini memang berbeda dengan musik gamelan bagaimana tidak alat musik yang menyerupai piano terpasang didinding di sebilah kayu suaranya menyerupai denting piano dipukul dengan alat pukul pada gamelan.

Begitu pun lonceng yang biasa dipasang di kepala kerbau dengan berbagai ukuran mulai dari yang kecil hingga besar disusun melingkar menyerupai gamelan dan ada juga yang di gantung berderet yang diberi nama sesuai dengan bunyinya seperti klonthong, klunthung, glendhang, klinthing, klenthar ya sesuai dengan suara yang keluar.

Pak Al juga membuat alat musik dari pipa air dan balok yang disebutnya dengan alat musik balok besi, batang besi dan jalenthir.

Setiap alat musik yang diciptakan membutuhkan perenungan hingga dapat menghasilkan bunyi seperti yang diharapkannya. Pak Al

pun mengajak seniman muda dari Solo untuk membantu mewujudkan cita-cita nya membuat okestra yang tidak biasa.

Pengumpulan berbagai suara yang beredar di planet bumi ini seakan-akan menjadi dalam satu harmoni di tangan Pak Al, apalagi dengan kehadiran seniwati pesinden yang mengiringi musik Planet Harmoni nya. Dengan suara melengking Deni Wulandari yang menjadi vokal malam itu membuat orkestra Planet Harmoni semakin lengkap.

Planet Suwardi Harmonik mendapat inspirasi dari teori Musik Langit Pythagoras. Ini adalah gagasan bahwa hubungan proporsional antara planet setara dengan hubungan antara catatan musik - bahwa Matahari, Bulan dan Bumi semua memancarkan nada mereka sendiri. Dan seperti planet, itu adalah bagian yang bergerak dengan rahmat meski kompleksitasnya, berakar pada sejarah gamelan yang kaya sambil juga melihat ke masa depan, ujarnya.

Konsep Pythagoras dari kosmos sebagai terdiri atas bidang yang terpisah, masing-masing untuk planet, bulan, dan matahari, bergerak mengelilingi bumi dengan kecepatan yang berbeda, menghasilkan suara yang berbeda.

Membawa bersama-sama sejumlah instrumen buatannya sendiri - dari gambang, hingga seruling bambu hidrolik -pertunjukan Planet Harmoni dipresentasikan bersamaan dengan berakhirnya Festival Europalia Indonesia yang berlangsung sejak bulan Oktober lalu.

Aloysius Suwardi belajar musik gamelan di konservatori SMA (Kokar) lalu di Akademi Seni Karawitan Indonesia (ASKI, konservatori perguruan tinggi) di Surakarta menyelesaikan gelar MA dalam bidang etnomusikologi di Universitas Wesleyan, Amerika Serikat mengajar musik di berbagai negara.

Pria kelahiran di Sukoharjo, Jawa Tengah, menggeluti bidang etnomusikologi, utamanya karawitan banyak menciptakan musik-musik tradisi dan bersama kelompok Dapur Kreatif Planet Harmonik, Pak Al pun berhasil mendapat pujian dari pecinta seni musik di Inggris Raya yang menjadi kiblat musik dunia. 
Pewarta: 
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2018

BRUSEL

MENDIKBUD TUTUP FESTIVAL EUROPALIA INDONESIA DI BRUSEL


Zeynita Gibbons

     London,22/1 (Antara) - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, menghadiri  penutupan Festival Europalia Indonesia di Brussel,Belgia,yang berlangsung sejak Oktober tahun lalu sekaligus menutup pameran "Power and other Things" yang digelar di Galeri Bozar,pada Minggu (21/1).
        Acara tersebut menandai berakhirnya Festival Seni Budaya Europalia Indonesia yang telah berlangsung selama tiga bulan sejak Oktober tahun lalu, demikian kepala penerangan KBRI Brussel
Ignatius Priambodo kepada Antara London, Senin.
           Menteri Muhadjir juga menghadiri penutupan pameran "Archipel" di kota Liège,  bertemakan sejarah kemaritiman Indonesia dan pameran komik Indonesia di kota Brussel. Selain itu Mendikbud juga sempat menyaksikan penutupan Pusat Festival Europalia yang dikemas dalam   "pesta rakyat". Warga Belgia dan Indonesia dengan menggelar berbagai lomba seperti makan krupuk dan duren, serta menikmati penampilan musik dan kuliner Indonesia.
           Mendikbud bertemu dengan 200 lebih warga masyarakat dan diaspora Indonesia di Belgia untuk  menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia yang telah mendukung kesuksesan Festival Europalia Indonesia di Belgia.
         Ia berharap Festival Europalia dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat Belgia dan Eropa mengenai Indonesia dan agar Europalia berperan dalam peningkatan jumlah wisatawan asing.
          Sementara itu Dubes RI untuk Belgia, Yuri Thamrin, menyampaikan pentingnya peran masyarakat dan diaspora Indonesia, termasuk peran komunitas seni-budaya Indonesia dan sukarelawan yang giat membantu kelancaran setiap acara .
         Salah seorang sukarelawan, Nadira Zhafirani, mahasiswi S-2 di Brussel, menceritakan pengalamannya dalam mendampingi seniman selama Europalia. Dikatakannya  merupakan kesempatan langka dan kaya, karena dapat belajar banyak mengenai seni Indonesia dan menambah teman.
          Festival Europalia merupakan festival seni budaya terbesar di daratan Eropa yang berpusat di Belgia dan tersebar di negara-negara Eropa lainnya termasuk Belanda, Jerman, Prancis, Inggris, Austria dan Polandia.
         Di London, Festival Europalia Indonesia ditutup dengan penampilan musik dari komposer, pembuat alat musik dan pakar gamelan Aloysius Suwardi bersama tim Planet Harmonik yang terinspirasi dari Pythagoras itu berhasil menggoncang gedung Milton Court Concert Hall Barbican, London.
            Sejak pembukaan secara resmi pada 10 Oktober lalu oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Raja Philippe dari Belgia, digelar lebih dari 230 kegiatan termasuk pameran, pertunjukan musik dan tari, film dan sastra.
       Berbagai penampilan kelas dunia dengan konsep "Rampai Indonesia" dibawa ke Belgia dan  enam negara lainnya, dari yang tradisional seperti Saman Gayo Lues dan Nani Topeng Losari Cirebon hingga penampilan kontemporer seperti I Wayan Gde Yudane dan Eko Supriyanto. Festival Europalia  menjadi ajang pertukaran seniman antara Eropa dan Indonesia   menghasilkan karya-karya baru dan orisinil seperti Senyawa, Meg Stuart dan Jompet Kuswidananto, dan lainnya. ***4***

zg/c/a011
(T.H-ZG/C/A.F. Firman/A.F. Firman) 22-01-2018 21:35:56

LURIK

BUSANA LURIK LINA MAKIN DIKENAL DI BERLIN

Oleh Zeynita Gibbons

     London,21/1 (Antara) - Karya busana berbahan lurik desainer Indonesia Lina Berlina Reichi, makin dikagumi pengamat mode dan masyarakat Berlin, Jerman.
          Lina yang menetap di Berlin sejak 1993, telah sepuluh tahun memperkenalkan karyanya yang berbahan lurik yang disebutnya sebagai "the magic stripes".
          "Tentunya saya bangga bisa membawa kain lurik, bahan kain tradisional yang oleh sebagian pihak sering dinomorduakan" ujarnya, saat peragaan busana merayakan 10 tahun karyanya di Berlin, seperti keterangan tertulis yang diterima Antara London, Minggu. 
     Lina memproduksi karya busananya berlabel "Jubilaum" dan tas berlabel "LB". 
     Dirinya mengaku bahagia atas sukses yang diraihnya sejauh ini. "Namun saya harus terus berjuang, sebagai desainer di Berlin saya mempunyai identitas dengan garis-garis lurik," ujarnya.
          Peragaan busana karya Lina kali ini berbeda dari biasanya sebanyak enam peragawati profesional asal Jerman memperagakan busana karya ibu dua putri, diiringi empat pemain musik yaitu
Saxophonis, pianis, dan flute.
          Peragaan busana yang digelar di hotel bergengsi di tengah kota Berlin itu, dihadiri sekitar 200 undangan termasuk pejabat KBRI Berlin.
          "Tamu-tamu yang saya undang merasa bahagia dan memberikan pujian karena peragaan diiringi dengan dengan  musik  dan juga ada tari Indonesia," Lina.
          Ia menambahkan,"Saya juga memperkenalkan orkestra musik angklung Berlin KBRI Berlin dan tari Bali Belibis.Pemain angklungnya mengenakan selendang lurik,".
         Sebanyak 12 karya busana berbahan Lurik Lina Berlina dan tas LB disain terbaru mendapat sambutan hangat penonton termasuk wakil Duta Besar RI di Berlin.
           Menurut perempuan yang mengenal lurik pada 2005 itu, selama lebih dari 10 tahun menetap di Berlin, memperkenalkan lurik dengan menggelar peragaan busana di perwakilan RI Belin, Frankfurt, Hamburg,  dan hingga Paris.
           Diakuinya tanggapan yang didapatnya sangat positif bahkan karya desain tas luriknya dipakai masyarakat kalangan atas Berlin dan kota lain, hingga ke Amerika Serikat.***4****

(T.H-ZG/C/R. Utami/R. Utami) 21-01-2018 20:08:52