Rabu, 11 Juli 2018

LONDON

MAHASISWA UGM PUN JUARA "IDE" DI LONDON Oleh Zeynita GibbonsLondon, 7/7 (Antara) - Tim mahasiswa Indonesia dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan gagasan 'Smart Car Microalgae Cultivation Support', berhasil menorehkan prestasi gemilang menjuarai kompetisi Shell Ideas360 yang diadakan di London, Inggris, pada 5-8 Juli 2018.
         Kegiatan tersebut diadakan dalam rangkaian Festival tahunan 'Shell Make the Future Live' yang diadakan di London sejak Kamis, 5 Juli, hingga 8 Juli 2018.
         Kemenangan tiga mahasiswa Indonesia dari UGM, yakni Herman Amrullah, Sholahuddin Alayyubi, dan Thya Laurencia Benedita Araujo menjadi juara kompetisi Shell Ideas360 2017/2018 mengusung gagasan  'Smart Car Microalgae Cultivation Support (MCS)' diumumkan oleh CEO of Royal Dutch Shell, Ben van Beurden, dalam rangkaian Shell Eco-marathon Drivers' World Championship 2018 di Queen Elizabeth Olympic Park, Stratford, London.
         Tim Smart Car MCS dari UGM berhasil mengalahkan empat tim finalis lainnya yang berasal dari empat negara berbeda yaitu tim mahasiswa dari American University of Sharjah (Uni Emirat Arab), University of Texas (Amerika Serikat), University of Bordeaux (Prancis) dan University of Melbourne (Australia).
         Shell Ideas360 adalah ajang kompetisi yang menantang bagi mahasiswa seluruh dunia untuk mengembangkan beragam ide dan gagasan dalam menghadapi tantangan global sektor energi, pangan dan air. Kompetisi yang telah dimulai sejak tahun 2013 ini menjadi bagian dari festival inovasi Shell Make the Future. "Kami sangat senang dapat mengambil bagian dalam ajang ini dan menjadi juara di kompetisi adu gagasan inovasi bergengsi dunia Shell Ideas360," ujar Herman, tim manajer Smart Car MCS kepada Antara London, Sabtu (7/7).
         Herman dan anggota timnya sangat bersyukur atas pencapaian yang luar biasa terkait gagasan Smart Car Microalgae Cultivation Support. "Keberhasilan kami ini tentunya tak lepas dari dukungan serta doa dari banyak pihak termasuk teman-teman, orang tua, dosen pembimbing kami di Universitas Gadjah Mada, Yano Surya Pradana dan Hanifrahmawan Sudibyo, serta masyarakat Indonesia," ujar Herman menambahkan bahwa mereka juga sangat berterimakasih kepada Shell yang memberikan kesempatan kepada generasi muda dengan memberikan wadah berupa kompetisi untuk mengeksplorasi gagasan-gagasan inovatif khususnya dalam menghadapi tantangan global.
         Keberhasilan Tim Smart Car MCS, ternyata tidak hanya sukses merebut hati para juri melalui gagasan Smart Car Microalgae Cultivation Support, tapi juga mendapatkan dukungan terbanyak dalam jajak pendapat dan menjadi gagasan terfavorit pilihan publik atau Audience Choice. Gagasan mobil pintar tim Smart Car MCS dinilai sebagai ide yang paling inovatif dalam membantu dunia di masa depan. Suara yang didapat dalam jajak pendapat ini menyumbang 20% skor/nilai dalam penentuan pemenang hadiah utama musim ini.
         Sementara itu President Director & Country Chairman PT Shell Indonesia, Darwin Silalahi, menyampaikan rasa bangga serta bahagia atas perjuangan dan pencapaian Tim Smart Car MCS dari Universitas Gadjah Mada. "Selamat kepada tim mahasiswa Smart Car MCS atas keberhasilan yang luar biasa menjadi juara kompetisi Shell Ideas360. Pencapaian tingkat dunia yang diraih Tim Smart Car MCS ini merupakan hal yang sangat membanggakan, tidak hanya untuk tim dan almamaternya tetapi juga untuk bangsa Indonesia. "Kami memberikan apresiasi tinggi atas kreativitas dan kerja keras tim dalam menemukan gagasan revolusioner yang bermanfaat untuk masyarakat dunia di masa depan," ujarnya.
         Menurut Darwin, generasi muda memegang kunci untuk menghadapi beragam tantangan dalam bidang energi, pangan dan air di saat ini dan masa depan. Oleh karena itu, Shell sebagai perusahaan energi memiliki komitmen dalam turut mendorong generasi pemimpin dan inovator masa depan untuk memikirkan tantangan global akan ketersediaan energi, pangan dan air dalam beberapa dekade mendatang.
         Menurut penelitian yang dilakukan Jenna Jambeck, yang telah dipublikasikan pada Jurnal Science (www.sciencemag.org) pada Februari 2015, penduduk Indonesia yang tinggal di sekitar 50 kilometer dari garis pantai menghasilkan 5,4 juta ton sampah plastik.
         Angka ini menempatkan Indonesia sebagai penghasil sampah plastik nomor dua terbesar di dunia. Keprihatinan terhadap kondisi ini dan melihat tren konsumsi energi yang terus meningkat sementara ketersediaan bahan bakar fosil semakin menipis telah melahirkan ide tim Smart Car MCS dari Universitas Gadjah Mada untuk dapat mengkonversikan limbah plastik menjadi energi alternatif baru yang rendah emisi. Ide tersebut diwujudkan menjadi gagasan berjudul Smart Car Microalgae Cultivation Support, yaitu ide mobil pintar  menggunakan limbah plastik sebagai sumber energi alternatif.
    "Gagasan ini lahir dari kepedulian kami melihat lingkungan di sekitar kami. Berbagai uji coba, diskusi panjang dengan tim dan dosen  untuk melahirkan gagasan yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan dan  masa depan dunia," ujar Herman.
         Smart Car MCS didesain dengan reaktor pirolisis yang dapat menampung sebanyak 2 kg sampah plastik. Proses pirolisis plastik adalah proses degradasi  plastik menggunakan panas suhu tinggi tanpa adanya oksigen. Sumber panas datang dari gas buang knalpot mobil yang suhunya dapat mencapai diatas 400ºC. Mobil ini juga dilengkapi dengan teknologi Microalgae Cultivation Support (MCS) yang digunakan untuk mengurangi jumlah CO2 gas buang pada kendaraan.Pengembangan Smart Car ini tidak hanya dapat memproduksi bahan bakar dan biofuel namun juga mengurangi persoalan sampah dan menciptakan lingkungan.
         Perjalanan Tim Smart Car MCS dengan gagasan mobil pintarnya hingga mencapai final Shell Ideas360 melalui proses yang panjang dan seleksi ketat. Kompetisi Shell Ideas360 tahun ini diikuti sekitar 17.000 mahasiswa dari 140 negara dengan 3.363 ide/gagasan. Para peserta melalui tiga tahapan kompetisi Shell Ideas360. Tahap 1 merupakan seleksi formulasi gagasan. Di tahap ini sebanyak 3.363 gagasan/ide yang masuk diseleksi menjadi 1.100 ide terpilih dan berhak maju ke tahap kedua. Di tahap kedua, peserta yang lolos seleksi tahap 1 mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan ide dengan mentor Shell dan sebanyak 68 gagasan dinyatakan lolos seleksi di tahap ini. Pada tahap ketiga, hanya tersisa 5 gagasan yang berhasil melaju ke babak final, salah satunya adalah  Tim Smart Car MCS yang berhak mewakili Asia di ajang final Shell Ideas360 di London, Inggris.
         Tim Smart Car MCS menjadi satu-satunya tim mahasiswa Indonesia yang sukses mencapai tahap final dan menjadi juara sejak pertama kali kompetisi Shell Ideas360 diadakan di tahun 2013. Herman dan tim pun dapat berbangga hati karena kerja keras dan perjuangan panjang mereka menghasilkan pencapaian luar biasa dengan menjuarai final Shell Ideas360 2017/2018 dan berhak mendapatkan hadiah berupa perjalanan ekspedisi eksklusif.
         Shell Ideas360 adalah kompetisi global untuk menemukan gagasan-gagasan revolusioner dari generasi muda dalam upaya menghadapi tantangan dunia di sektor energi, pangan dan air.

         Kompetisi yang digelar sejak 2013, ditujukan bagi mahasiswa di seluruh dunia, berusia 18 tahun atau lebih. Pada 2018, Shell Ideas360 diikuti sekitar 17.000 mahasiswa dari 140 negara dengan 3.363 ide yang masuk. Juara Kompetisi Shell Ideas360 berhak mendapatkan hadiah berupa Perjalanan Eksklusif. (ZG) ***4***
(T.H-ZG/B/T. Susilo/T. Susilo) 07-07-2018 20:36:17

LONDON

SAMPAH ANTARKAN MAHASISWA UGM JUARA DI LONDON Oleh Zeynita GibbonsLondon, 6/7 (Antara) - Sampah plastik yang menjadi masalah di tanah air berhasil mengantarkan mahasiswa Indonesia yang menuntut ilmu di Universitas Gajah Mada Yogyakarta, tergabung dalam Tim Smart Car MCS (Microalgae Cultivation Support) menjadi juara Shell Ideas360.
         Kegiatan tersebut diadakan dalam rangkaian Make the Future Live 2018 di Queen Elizabeth Olympic Park, Stratford, London, Kamis (5/7).
         "Kami merasa senang dan bangga bisa menang dan membawa nama Indonesia dalam ajang bergengsi ini," ujar Team Manager Herman Amrullah, usai diumumkannya juara Shell Ideas360 oleh CEO of Royal Dutch Shell, Ben van Beurden, kepada Antara London, Kamis sore waktu Inggris.
         Anggota tim Smart Car MCS yang terdiri dari Herman Amrullah,
Sholahudin Allayubi dan Thya Laurencia Benedita Araujo berhasil mengalahkan tim yang berasal dari empat negara lainnya yaitu UAE, USA, Prancis dan Australia setelah mengikuti penjurian secara tertutup.
         Country Chairman & President Director, Shell Indonesia, Darwin Silalahi, kepada Antara London, Kamis malam mengungkapkan rasa bangga atas keberhasilan mahasiswa dari Tanah Air dalam ajang Shell Ideas360 tersebut.
         "Keberhasilan ini membuktikan anak muda atau mahasiswa Indonesia mampu bersaing dengan rekan-rekannya dari negara lain," ujar Darwin Silalahi, menambahkan bahwa manakala ada kesempatan untuk berkompetisi mahasiswa Indonesia mempunyai daya juang yang tinggi.
         Ketiga mahasiswa Indonesia yang menuntut ilmu di UGM itu mengakui keberhasilannya dalam berkompetisi tidak lain adanya dukungan dari berbagai pihak termasuk para netizen yang ada di tanah air. Keberhasilan tim UGM mengalahkan tim-tim dari negara lain berkat ide mereka dalam merancang ide teknologi yang mampu mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar dengan memanfaatkan gas buang mobil.
         Menurut Thya Laurencia Benedita, ide brilian yang ingin mereka sampaikan ke dalam Bahasa Inggris agar sampai pesannya merupakan tantangan. Apalagi dalam diskusi bersama tim muncul ide-ide baru yang lebih baik lagi.
         Ide ini berawal dari keprihatinan mereka terhadap banyaknya sampah plastik di lingkungan. Jumlah limbah plastik terus meningkat dari waktu ke waktu dan telah menjadi persoalan dunia. Setiap orang bisa memproduksi sampah plastik hingga 2,5 kg setiap harinya dan sekitar 90% sampah itu banyak berakhir di tempat sampah dan mencemari lingkungan," ujar Sholahudin Allayubi.
         Sementara itu Herman mengatakan sampah plastik dapat diubah menjadi bahan bakar. Hanya saja, untuk mengkonversi menjadi bahan bakar membutuhkan energi yang tidak sedikit.
         "Kami terpikir gagasan untuk memanfaatkan panas dari gas buang kendaraan untuk mengkonversi limbah plastik menjadi bahan bakar," ujarnya. Panas gas buang kendaraan bisa digunakan dalam proses tersebut.
         Smart Car ini memiliki reaktor pirolisis yang dapat menampung sebanyak 2 kg sampah plastik. Tidak hanya itu, mobil ini juga dilengkapi dengan teknologi Microalgae Cultivation Support (MCS) yang digunakan untuk mengurangi jumlah CO2 gas buang pada kendaraan. Pengembangan Smart Car ini tidak hanya bisa memproduksi bahan bakar dan biofuel untuk energi bersih dari limbah plastik. Namun, dengan pengolahan limbah plastik menjadi bahan bakar juga mengurangi persoalan sampah di lingkungan dan menciptakan lingkungan yang lebih baik.
         Darwin Silalahi mengaku Shell bangga dapat berperan dalam upaya mencari solusi atas tantangan energi, air, dan pangan di masa depan, dan Shell juga harus mampu memberikan inspirasi kepada generasi masa depan yaitu para inovator, ilmuwan, pemimpin pemikiran, dan wirausahawan muda.
         Shell Ideas360 merupakan gagasan revolusioner dari generasi muda yang pada tahun 2013 digelar Shell untuk pertama kalinya.
         Menurut panitia penyelenggara tujuan utama ajang Shell Ideas360 adalah untuk mengembangkan inovasi dalam menghadapi tantangan global di sektor energi, pangan dan air. Selain untuk meningkatkan kesadaran manusia tentang dampak pertumbuhan penduduk, perubahan iklim serta peningkatan konsumsi sumber daya terhadap pasokan energi, pangan dan air.
         Ajang kompetisi Shell Ideas360 ditujukan bagi mahasiswa di seluruh dunia berusia diatas 18 tahun, yakni mereka harus melewati penjurian dalam beberapa tahapan mulai pendaftaran memasukkan ide awal kemudian dievaluasi dan tim yang terpilih akan lolos ke tahap 2. Pada tahap 2, tim-tim akan mengembangkan ide-ide mereka bersama dengan para mentor dan ahli bidang studi. Pada tahap 3, lima finalis yang terpilih menjabarkan idea-ide mereka di hadapan panel juri terdiri dari para ahli di bidang  Energi, Pangan dan Air.
         Tahun ini, ajang kompetisi Shell Ideas360 memasuki edisi kelima diikuti lebih dari 17.000 mahasiswa berasal dari 140 negara dengan 3.363 ide yang masuk Tahap Final Shell Ideas360.
         Kegiatan ini diadakan bersamaan dengan pagelaran festival ide & inovasi tahunan Make the Future Live yang diadakan tanggal 5-8 Juli 2018.

         Juara Kompetisi Shell Ideas360 tahun ini berhak mendapatkan hadiah berupa perjalanan/petualangan eksklusif. (ZG) ***4***
(T.H-ZG/B/T. Susilo/T. Susilo) 06-07-2018 07:22:56

SWEDIA

GAMELAN SALUKAT TAMPIL DI SWEDIAOleh Zeynita Gibbons

    London, 5/7 (Antara) - Penampilan grup Gamelan Salukat memikat warga Swedia yang memadati teater terbuka Pildammsteater di Kota Malmö untuk menyaksikan permainan grup seniman dengan 24 pemusik asal Ubud, Bali, dipimpin Dewa Alit itu.
         "Gamelan Salukat merupakan salah satu pengisi acara Sommarscen 2018 atau Panggung Musim Panas yang merupakan acara tahunan Kota Malmö," demikian Koordinator Program Organisasi Svensk-Indonesiska Bagusföreningen Nina Mussolini-Hansson kepada Antara London, Kamis.
         Sekitar 1.000 orang hadir dalam pertunjukkan di teater terbuka tersebut.
         Sebelum pertunjukan, kata dia, diaspora Indonesia di Swedia yang tergabung dalam Organisasi Swedia-Indonesia Bagus (Svensk-Indonesiska Bagusföreningen), menjamu para seniman dan pengunjung dengan kuliner tradisional Indonesia, seperti urap, telur balado, teri kacang, lumpia, asinan jakarta, dan ayam kalio.
         "Enak sekali," kata Jonas Stampe, sang promotor asal Denmark, yang terkesan dengan kehangatan diaspora Indonesia.
    Menurut dia, selama berkunjung ke beberapa tempat, Gamelan Salukat mendapat animo yang cukup besar dari penonton Eropa.
         Kehadiran Gamelan Salukat di Swedia, bukan rangkaian tur ke luar negeri pertama kali grup musik tersebut. Pada 2009 dan 2010,  mereka tur ke Amerika Serikat dengan grup eksperimental Bang on a Can All Stars, dalam produksi opera baru Evan Ziporyn "A House in Bali".
         Komposisi Kebyar Ding yang mengawali pertunjukan berhasil membuat suasana magis Bali pindah ke panggung terbuka di taman paling besar di kota ketiga di Swedia itu.
         Penonton makin terpukau ketika tiga gadis penari membawakan Tari Geringsing dengan menawan.  Ide tarian itu diambil dari Palegongan, jauh sebelum bernama Legong Kraton yang diolah kembali oleh koreografer Ida Ayu Arya Satyani, Ida Ayu Wayan Prihandari, dan Dewa Ayu Swandewi.
         Total empat komposisi dan dua tarian dimainkan oleh Gamelan Salukat dalam pertunjukan yang berlangsung hampir 1,5 jam itu.
         "'Mycket fint' musik, bagus sekali musiknya, amat berbeda," ujar Andreas Matis, pria Swedia yang beristri perempuan Bali. Hal yang sama juga dikemukakan Emeric Adolfsson yang terkagum dengan pertunjukan.
         Menurut Adolfsson yang bekerja di IKEA Swedia itu, Gamelan Salukat merupakan grup tari dan musik Bali yang paling indah yang pernah dilihatnya.
         Jason, seorang warga asal Selandia Baru, mengatakan keinginannya untuk kembali berwisata ke Bali setelah melihat pertunjukan Gamelan Salukat.
         Kota Malmö adalah salah satu kota yang dikunjungi Gamelan Salukat dalam rangkaian turnya yang disponsori Munich Stadtmuseum.   
    Gamelan Salukat juga diberi kesempatan untuk menggunakan alat musik gamelan koleksi museum.  Rangkaian tur yang dimulai sejak pertengahan Juni lalu diawali dengan konser dua hari plus simposium mengenai gamelan di Munich International Gamelan Festival, setelah pertunjukan  Haus der Indonesischen Kulturen di Kota Berlin.
         Dari Malmö, Gamelan Salukat melanjutkan perjalanan ke Denmark mengikuti Roskilde Festival yang terkenal itu. Rangkaian tur ditutup dengan mengikuti The Rudolstadt Festival di Jerman.
         "Terima kasih atas sambutannya yang hangat dari masyarakat Indonesia di Malmö," kata Dewa Alit, lulusan STSI Denpasar yang tidak menduga grupnya disambut meriah diaspora Indonesia dan masyarakat Swedia.
         Ketua Organisasi Svensk-Indonesia Bagusföreningen, Hans Hanson, menyatakan kekagumannya atas permainan dan musik kontemporer Bali komposisi Dewa Alit.

         Ia menyebut penampilan musik mereka sebagai modern dan enak didengar.
    "Semoga kita bisa bekerja sama di masa depan," katanya. ***4*** (ZG)


(T.H-ZG/B/M.H. Atmoko/M.H. Atmoko) 05-07-2018 07:29:25

MALUKU

INDONESIA UNDANG BELANDA BERINVESTASI DI MALUKUOleh Zeynita Gibbons
   London, 4/7 (Antara) - Indonesia melalui Forum Bisnis "Gelderland Meets Maluku" yang diadakan di Huis der Gelderland, Arnhem, Belanda, mengundang pengusaha negeri itu berinvestasi di Tanah Air khususnya di Maluku.
        Forum Bisnis "Gelderland Meets Maluku" merupakan forum untuk mempromosikan potensi-potensi investasi Indonesia, khususnya di Provinsi Maluku.
        "Mengawali forum bisnis ini, Wakil Kepala Perwakilan RI di Den Haag, Fikry Cassidy mengundang pengusaha Belanda berinvestasi di berbagai bidang di Indonesia, khususnya Maluku, dan untuk menjadi bagian dari kesuksesan Indonesia," kata Counsellor Fungsi Ekonomi KBRI Denhaag, Noorman Effendi kepada Antara London, Rabu.
        Wakil Gubernur Gelderland, Michiel Scheffer, yang turut hadir dan membuka forum, menyambut baik terjalinnya kerja sama antara berbagai provinsi di Indonesia dengan Provinsi Gelderland.
        Ia menyampaikan forum bisnis itu menunjukkan adanya sinergi yang baik antara KBRI Den Haag, Gelre Association International dan OostNL yang menampilkan potensi Kota Ambon yang dipimpin Wali Kota Ambon dan Kabupaten Maluku Tenggara Barat dipimpin Bupati MTB untuk dipertemukan dengan potensi dan peluang Provinsi Gelderland.    
   Michiel Scheffer juga mengapresiasi kehadiran perwakilan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) yang turut mempromosikan produk-produk UKM Indonesia.
        Peluang kerja sama antarkedua negara juga dipaparkan Susan van Boxtel, Investment Manager dari Oost NL, yang menjelaskan mengenai potensi yang dimiliki kawasan Belanda di wilayah timur, antara lain lokasi yang strategis berbatasan dengan Jerman dan memiliki akses transportasi yang bagus, serta didukung universitas berkualitas.       
   Selain itu, Belanda juga didukung dengan statusnya sebagai salah satu negara paling inovatif di dunia yang menjadikannya sebagai negara yang terus berupaya menjadi yang terdepan di berbagai bidang, khususnya di bidang pertanian, pengelolaan air dan logistik.
        Untuk itu, OostNL mendorong  pelaku bisnis Belanda berinovasi dan berekspansi, termasuk melalui upaya berinvestasi di negara-negara yang potensial, seperti Indonesia.
        Mewakili delegasi Maluku, Ketua Kadin Indonesia Kompartemen Investasi Dalam Negeri, Reza Maspaitella menyampaikan peluang-peluang kerja sama untuk mendukung pembangunan di Maluku, terutama pembangunan infrastruktur, serta memajukan industri, termasuk industri perikanan dan pariwisata yang sangat potensial di Maluku.
        Sementara itu Theopita Tampubolon dari Indonesia Investment Promotion Center di London (IIPC London) memaparkan mengenai iklim investasi di Indonesia serta menjelaskan mengenai regulasi serta kemudahan berinvestasi di Indonesia, terutama di kawasan Indonesia Timur.
        Perwakilan Iwapi menutup paparan dari delegasi Indonesia melalui informasi komprehensif terkait peran pengusaha wanita Indonesia yang mendukung berbagai industri kreatif serta memajukan UKM di berbagai kawasan di Indonesia.
        Forum Bisnis "Gelderland Meets Maluku, Indonesia" ditutup dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) antara Kota Ambon dengan Engeldot-Water untuk kerja sama di bidang air bersih dan dengan Nextra Energy Solutions untuk kerja sama bidang pengelolaan sampah untuk energi.
        Seusai forum bisnis, delegasi Provinsi Maluku diundang ke perusahaan terkemuka Belanda Witteveen+Bos di Deventer untuk menjajaki peluang kerja sama bidang perencanaan pembangunan infrastruktur serta pariwisata dengan Maluku.
        Sementara itu, delegasi Iwapi melanjutkan kunjungan ke Fair Plaza di Culemborg untuk melihat lebih lanjut peluang kerja sama produk UKM yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

        Kunjungan itu diharapkan akan memaksimalkan peluang kerja sama kedua negara serta meningkatkan jaringan "business to business" antara pengusaha Indonesia dan pengusaha Belanda.***3***
(ZG)
(T.H-ZG/B/A. Salim/A. Salim) 04-07-2018 13:38:38r

UNESCO

INDONESIA BERKOMITMEN RESTORASI KAWASAN TROPICALOleh Zeynita Gibbons

    London, 4/7 (Antara) - Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk merestorasi kawasan yang terdegradasi Tropical Rainforest Heritage of Sumatra (TRHS) melalui kerja sama dengan masyarakat lokal, pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait lainnya.
         Hal itu disampaikan Delegasi Indonesia pada Sidang ke-42 Komite Warisan Dunia (World Heritage Committee) yang diketuai Dubes Indonesia untuk Prancis, merangkap Andorra dan Monako & Delegasi Tetap RI di UNESCO, Hotmangaradja M P Pandjaitan yang diadakan selama dua pekan di Manama, Bahrain, tanggal 24 Juni hingga 4 Juli 2018.
         Wakil Delegasi Tetap RI untuk UNESCO, Bambang Hari Wibisono kepada Antara London, Senin (2/7) mengatakan, meskipun Komite memutuskan untuk tetap mempertahankan TRHS di dalam List of World Heritage in Danger, Komite dan Badan Penasehat (Advisory Bodies) mengapresiasi komitmen dan berbagai upaya Indonesia dalam mengimplementasikan rekomendasi Komite dan Badan Penasehat.
         Menurut Bambang Hari Wibisono, TRHS berada di dalam daftar sejak delapan tahun lalu dan Pemerintah Indonesia bersama dengan Komite dan Badan Penasehat bekerja sama dalam rangka mengeluarkan TRHS dari dalam daftar list of in danger salah satunya dengan mengundang Reactive Monitoring Mission yang baru saja dilakukan pada bulan April lalu guna membantu pemantauan dan penyusunan strategi restorasi kawasan terdegradasi di TRHS. Berbagai hasil positif upaya Indonesia terefleksikan di dalam keputusan Komite.
         Pada Sidang kali ini, Komite juga memberikan rekomendasi hal yang perlu ditindaklanjuti Indonesia termasuk melanjutkan pelaksanaan indikator Desired State of Conservation for the Removal (DSOCR), tata batas kawasan TRHS dan pengawasan satwa kunci.
         Selain membahas konservasi situs yang telah terdaftar sebagai Warisan Dunia, Komite juga membahas nominasi 28 situs untuk menjadi Warisan Dunia dan penggunaan Dana Warisan Dunia, baik untuk membantu proses nominasi Negara-negara Pihak maupun dalam bentuk bantuan konservasi dan pengelolaan situs Warisan Dunia. Komite juga membahas upaya Negara-Negara Pihak dan  Sekretariat WHC dalam mengimplementasikan Konvensi Warisan Dunia (World Heritage Convention).

         Indonesia telah menjadi anggota Komite sejak tahun 2015 untuk empat tahun masa keanggotaan. Pada tahun ke-3 keanggotaan di Komite, Indonesia berpartisipasi dalam membahas status konservasi situs-situs Warisan Dunia dan juga nominasi baru untuk dimasukkan ke dalam Daftar Warisan Dunia. (ZG) ***4***
(T.H-ZG/C/T. Susilo/T. Susilo) 04-07-2018 06:35:09

OXFORD

KAMPUNG INDONESIA DI OXFORD JADI PERHATIANOleh Zeynita Gibbons

    London, 3/7 (Antara) - Kampung Indonesia yang digelar di Oxford oleh pelajar dan komunitas Indonesia di kota pendidikan tertua di Eropa itu, diserbu pengunjung karnaval tahunan "Cowley Road Carnival"  yang sudah berlangsung sejak tahun 2013.
         Kampung Indonesia di area  karnaval  yang berlangsung di sepanjang jalan Cowley, Oxford, akhir tadi  menampilkan "Oxford Gamelan Society" pimpinan Peter Smith alias Mas Parto yang memberikan  pelatihan singkat gamelan serta kursus Bahasa Indonesia dan berfoto dengan pakaian daerah Indonesia berhasil menarik perhatian pengunjung.
         Ketua PPI Oxford Jonathan Philip, kepada Antara London, Selasa mengungkapkan bahwa partisipasi Indonesia pada kegiatan tahunan Cowley Road Carnival tidak terlepas dari dukungan penuh yang diberikan KBRI London dan masyarakat Indonesia yang tinggal di sekitar Kota Oxford.
          Wakil Duta Besar RI London, Adam M. Tugio beserta Ibu Irina Tugio yang secara khusus datang dari London menyatakan rasa bahagia melihat banyaknya pengunjung yang mendatangi stand-stand kuliner dan budaya Indonesia.
         Tidak kurang dari 2000 orang mengunjungi Kampung Indonesia dan Adam Tugio mengharapkan agar Indonesia dapat lebih meningkatkan partisipasinya pada Cowley Road Carnival pada tahun mendatang.
          Selain menampilkan musik gamelan dan tari-tarian yang dibawakan grup tari Induk yang anggota nya terdiri dari domestic worker di London juga tampil kesenian pencak silat dan bazar kuliner Indonesia yang diserbu pengunjung.
          Beberapa stand makanan diantaranya nasi Padang Dapur Teh Ina dimana pembeli rela antri untuk bisa menikmati Rendang Padang yang cukup dikenal.
         Cowley Road Carnival 2018  dikunjungi kurang lebih oleh 50.000 orang dari berbagai kota di sekitar Kota Oxford dibuka secara resmi oleh Wakil Wali kota Oxford, Sajjad Malik.
        Wakil wali kota Sajjad Malik  menyatakan Cowley Road Carnival menjadi agenda tahunan komunitas budaya masyarakat Kota Oxford dan sekitarnya dalam mengekspresikan kekayaan budaya dari berbagai belahan dunia dalam bentuk pesta jalanan.
        Pihaknya akan terus mendukung penyelenggaraan gelaran seni budaya ini yang mempersatukan masyarakat dari berbagai latar belakang budaya dan status sosial yang berbeda.
    Minister Counselor KBRI London, Thomas Siregar mengatakan KBRI London mengapresiasi upaya PPI Oxford bersama masyarakat Indonesia di Oxford yang dengan berbagai kreatifitas menampilkan keindahan dan kekayaan Budaya Indonesia di Inggris.
        Diharapkan kerja sama yang baik dapat terus dijalin untuk dapat bersama-sama mempromosikan seni dan budaya Indonesia di Kota Oxford dan di kota-kota lainnya di Inggris.

    ***1***
(T.H-ZG/B/M. Yusuf/M. Yusuf) 03-07-2018 13:36:54

PARIS

INDONESIA IKUTI CARNAVAL TROPICAL PARISZeynita Gibbons

     London,2/7 (Antara) - Anggota Indonesian Diaspora Network France didukung KBRI di Paris dan Asosiasi Indonesia yang ada di Perancis seperti IKFI, Bona Pasogit, Puspa Warna, Sekar Jagat,  berpartisipasi dalam Carnaval Tropical de Paris.
          Delegasi Indonesia dengan berbusana tradisional dari berbagai daerah tampil pada karnaval yang mengambil tempat sepanjang jalan paling bergengsi di Paris Avenue Champs-Elysées, Minggu(1/7).
          Ketua Indonesian Diaspora Network France, Nina Hanafi kepada Antara London, Senin mengatakan Indonesia menjadi satu-satu nya negara Asia yang ikut dalam carnaval bertemakan  ¿Paris, ibukota Seni,¿ yang diikuti 36 grup, atau tidak kurang dari 2500 peserta, yang datang dari Paris dan sekitarnya,  serta negara-negara Latin, dan Karibia.
          Nina Hanafi mengatakan dengan bangga Indonesian Diaspora Network France kembali berpartisipasi dalam Carnaval Tropical de Paris yang digelar  untuk ke-17 kali nya. Grup Indonesia yang berjumlah total 120 orang  dengan mengenakan berbagai kostume juga ikut sebanyak 36 penari dari Universitas UDINUS Semarang dengan tema batik.
          Diakuinya keikutsertaan Indonesia dalam carnaval terbesar di Paris ini sepenuhnya mendapat dukungan dark KBRI Paris  dan beberapa Asosiasi dimana Indonesia menjadi satu-satu nya negara Asia di acara tersebut.
          Karnaval yang sarat akan kostum-kostum khas dari tempat asal peserta, disertai musik live yang ber asal dari gamelan Indonesia, tambur dan alat musik tabuh latin lainnya.
          Kegiatan yang berlangsung  dalam udara panas 35 derajat tidak menyurutkan niat 200 000 wisatawan mancanegara yang memadati Avenue Champs-Elysées yang dikatakan sebagai jalan paling Indah se dunia.
          Karnaval diprakarsai Walikota Paris, bekerja sama dengan Fédération Carnaval Tropical bertujuan untuk memperkenalkan budaya dunia, terutama dari grup-grup yang ada di Paris dan sekitarnya.
          Promosi budaya Indonesia di Paris dalam beberapa bulan ini adalah yang kedua setelah sukses dengan event "Indonesia: A Fascinating Journey," di Museum Louvre, Mei lalu, demikian Nina Hanafi  pemilik Restauran Indonesia Djakarta-Bali.

    ***1***






(T.H-ZG/B/M. Yusuf/M. Yusuf) 02-07-2018 07:52:36