Rabu, 21 April 2010

KERJA SAMA PENDIDIKAN RI DAN MAROKO

KERJA SAMA PENDIDIKAN RI DAN MAROKO

London, 21/4 (ANTARA) - Duta Besar RI di Maroko H. Tosari Widjaja berkunjung kepada Rektor Universitas Al-Akhawayn di Provinsi Meknes sekitar 250 km dari Rabat dalam rangka perluasan kerja sama dunia pendidikan antara Indonesia dan Maroko
Universitas Al-Akhawayn merupakan perguruan tinggi lokal di Maroko dengan pengantar bahasa Inggris dan mengadopsi sistem pendidikan Amerika Serikat, ujar Sekretaris III/Pelaksana Fungsi Pensosbud, Rahmat Azhari dalam keterangannya kepada koresponden ANTARA London, Rabu.

Perguruan Tinggi yang dibangun tahun 1993 atas kerja sama Raja Hassan II dan Raja Fahd dari Arab Saudi beroperasi Januari 1995 itu, terdapat 1.500 mahasiswa termasuk sekitar 200 mahasiswa asing dari 28 negara seperti Eropa, AS dan Timur Tengah.

Dalam kunjungannya, Dubes Tosari Widjaja meresmikan pembukaan Pameran dan Bursa Kerja ("Job Fair") 2010 bersama Gubernur Ifrane, Karim Lahlou Kassi, didampingi Rektor Universitas Al-Akhawayn Dr Driss Ouaouicha dan Ketua Asosiasi Alumni, Dr Khalid Baddou.

Acara dihadiri ratusan mahasiswa dan alumni Al-Akhawayn, serta diikuti sebanyak 65 perusahaan nasional maupun multinasional yang beroperasi di Maroko.

Dalam pembicaraan Dubes Tosari Widjaja dan Rektor Dr Driss Ouaouicha dibahas kerja sama pendidikan dan juga kemungkinan "sister-university" (kembaran) antara Universitas Al-Akhawayn dengan salah satu institusi pendidikan tinggi Indonesia.

Dubes Tosari berharap, Universitas Al-Akhawayn dapat menjalin kerja sama dengan Universitas Islam Sultan Agung, Semarang.

Disamping itu, Dubes menyampaikan sejumlah program kerja KBRI sepanjang 2010, merayakan 50 tahun hubungan diplomatik RI-Maroko, perkembangan hubungan bilateral, serta rencana pelaksanaan SKB RI-Maroko ke-2 dijadwalkan Juni mendatang di Indonesia.

Sementara itu Dr Ouaouicha yang didampingi sejumlah Dekan Fakultas, menyambut ajakan untuk berpartisipasi dan ikut mendukung program promosi KBRI dalam rangka meningkatkan hubungan kedua negara, khususnya melalui kerja sama dunia pendidikan dengan perguruan tinggi Indonesia.

Pihak Universitas berharapk, KBRI dapat menghadirkan tokoh-tokoh dunia pendidikan dan pemikir Indonesia untuk memberikan kuliah umum atau seminar ke-Indonesia-an bagi para mahasiswa.

Dalam rangka peringatan ke-50 tahun hubungan diplomatik kedua negara, Dr Ouaouicha mengharapkan promosi seni dan budaya Indonesia juga dapat ditampilkan di Universitas Al-Akhawayn.

Selain itu, dalam meningkatkan pengenalan mahasiswa dan staf pengajar mengenai Indonesia, Universitas berharapkan KBRI mengelar pameran produk perdagangan dan promosi budaya Indonesia di lingkungan kampus.

Ouaouicha mengharapkan, KBRI dapat melaksanakan "Morocco - Indonesian Cultural Day and Exhibition 2010" pada kesempatan "Graduation Day" tanggal 12 Juli mendatang.

Dubes Tosari Widjaja berharap, dapat menggabungkan kegiatan ini dalam rangkaian penampilan budaya Indonesia di "Vollubilis International Festival 2010" di Provinsi Meknes, Juli mendatang, sekaligus penyelenggaraan "Soiree Culturel Indonesie 2010" di KBRI Rabat. (U-ZG)
(T.H-ZG/B/C004/C004) 21-04-2010 08:41:11

Selasa, 20 April 2010

WNI YANG TERDAMPAR DAPAT MELAPOR KE PERWAKILAN

WNI YANG TERDAMPAR DAPAT MELAPOR KE PERWAKILAN

London, 20/4 (ANTARA)-Warga Indonesia yang mengalami kesulitan perjalanan di Eropa dengan adanya letusan gunung api Eyjafjallajokull, Islandia yang menganggu jalur penerbangan dan penutupan sebagian besar bandara di wilayah Eropa dapat melaporkan diri ke Perwakilan Indonesia di sana.

KBRI Italia mengeluarkan imbauan mengenai bantuan bagi warga negara Indonesia yang mengalami kesulitan karena penundaan penerbangan di Italia, Malta dan Siprus.

Hal itu disampaikan Penangung Jawab Fungsi Konsuler KBRI Roma, Sekretaris Pertama June Kuncoro Hadiningrat dalam keterangannya kepada koresponden Antara London, Selasa.

Menurut June Kuncoro Hadiningrat, bagi mereka yang membutuhkan informasi maupun bantuan dapat menghubungi KBRI Roma atau konsul kehormatan RI yang berada di Malta yaitu Mr Ernest Sullivan dan di Siprus Mrs Louisa Mavrommatir.

Selain itu June Kuncoro Hadinigrat mengharapkan kepada warga Indonesia yang ada di Italia, malta dan Siprus mengetahui adanya WNI yang mengalami kesulitan akibat penundaan penerbanagn dapat membantu menghubungi atau menginformasikan kepada KBRI Roma atau Konsul Kehormatan di Malta maupun di Siprus.(U-ZG)

(T.H-ZG/C/J006/C/J006) 20-04-2010 23:57:26

PESONA INDONESIA GONCANG ROTENBURG JERMAN

PESONA INDONESIA GONCANG ROTENBURG JERMAN

London, 20/4 (ANTARA) - Penampilan tari-tarian, gempita musik angklung, goyang dangdut dan poco-poco serta kuliner Indonesia membius warga dan pejabat pemerintah Rotenburg yang memenuhi Aula gedung Theodor Heuss Schule.

Untuk pertama kalinya penampilan seni budaya Indonesia berhasil menggocang kota Rotenburg pada acara "Groser Indonesicher Kulturabend", demikian keterangan pers KJRI Hamburg yang diterima koresponden Antara London, Selasa.

Malam Budaya Indonesia diselenggarakan kerjasama KJRI Hamburg dengan Volkshochschule Rotenburg bertujuan mempromosi Indonesia melalui potensi budaya dan pariwisata dihadiri walikota dan jajarannya, akademisi, media serta warga Rotenburg.

Acara dibuka dengan tari Merak dan tari Klono diikuti penampilan group Hamburg Angklung Orchestra yang membawakan medley lagu khas Jawa Barat, Betawi dan pop Indonesia yang berjudul manuk dadali, kopi dangdut, jali-jali dan pileuleuyan.

Belum habis kekaguman penonton atas penampilan tari dan permainan angklung, dalam acara rehat selama satu jam, penonton diajak untuk menikmati hidangan kuliner Indonesia yang lezat seperti sate ayam, rendang, ikan balado, bakso kuah dan mie goreng telah menjadi andalan sajian kuliner malam itu.

Usai makan malam, acara dilanjutkan penampilan tari jaipong dan permainan rampak kendang yang dilanjutkan dengan kelincahan angklung orchestra mempersembahkan lagu-lagu bernuansa internasional.

Lagu When You Believe yang diiringi suara merdu penyanyi Wydia dan Mayang, kemudian Besame Mucho, Do Re Mi, New York-New York dan Mission Impossible dengan diiringin musik angklung mendapat standing ovation.

Tepuk tangan yang sangat meriah dari seluruh penonton seakan-akan tidak akan berkesudahan. Masih dengan tepuk tangan yang gegap gempita lebih dari 200 pengunjung, kembali tarian Joko Tarub memukau hadirin.

Bagi wali kota Rotenburg dan penonton acara tersebut, penampilan musik angklung sangat kagum akan keunikan alat musik yang terbuat dari bambu dan kekompakan 40 orang pemain, yang memainkan lagu-lagu pop barat yang sangat familiar bagi mereka.

Malam semakin larut, selarut pengunjung yang berbaur bersama-sama saat biduanita Mey Saerang membawakan lagu Indonesia berirama dangdut serta memperkenalkan gerakan poco-poco.

Gerak langkah kaki tidak berirama, tidak mengurangi semangat hadirin bergabung mengikuti gerakan enerjik tari poco-poco tersebut.


Pertama kali
Walikota Rotenburg, Herr Detlef Eichinger dalam sambutannya menyampaikan penampilan budaya Indonesia merupakan penampilan pertama di Rotenburg. Banyak budaya bangsa lain telah tampil di Rotenburg, ujarnya.

Hal ini disebabkan masyarakat Rotenburg tertarik untuk mengenal budaya bangsa-bangsa lain. Penampilan budaya, tari dan kuliner Indonesia memiliki pesona tersendiri bagi masyarakat Rotenburg.

Sementara itu Konjen RI Hamburg, Teuku Darmawan dalam sambutannya menyampaikan bahwa terima kasih atas inisiatif Herr Burgwald dan isteri, Mey Saerang yang telah bekerjasama dengan KJRI Hamburg menyelenggarakan Malam Indonesia di Rotenburg.

Konjen menyampaikan Indonesia memiliki anekaragam budaya yang tidak cukup ditampilkan hanya dalam satu malam. Sebagai negara yang multikultural, bangsa Indonesia senantiasa menjunjung tinggi nilai kesatuan dan persatuan bangsa, ujarnya.

Seperti musik yang memilki lirik yang berbeda namun satu kesatuan, demikian juga keanekaragaman budaya berjalan dengan harmoni yang indah.

Diharapkan dimasa yang akan datang, hubungan antara pemerintah dan warga Rotenburg dengan Indonesia akan dapat ditingkatkan melalui kerjasama di bidang lainnya.

Beberapa warga Rotenburg menyatakan kesannya bahwa malam minggu kali ini, merupakan malam terindah dan penuh kenangan bagi mereka.

Di mata penonton Indonesia bukan hanya salah satu Negara yang dikenal padat penduduk dan memilki pulau terbesar di dunia, namun penyelenggaran malam Indonesia memberikan kesan yang mendalam tentang keragaman budaya Indonesia melalui musik, lagu, tari-tari tradisional dan kuliner Indonesia. (U-ZG)

(T.H-ZG/B/S006/S006) 20-04-2010 06:01:01

WALIKOTA PALU BELAJAR OLAH SAMPAH DI SWEDIA

WALIKOTA PALU BELAJAR OLAH SAMPAH DI SWEDIA

London, 20/4 (ANTARA) - Delegasi kota Palu, Sulawesi Tengah, yang dipimpin Walikota Palu, H. Rusdy Mastura melakukan kunjungan kerja ke Swedia guna mewujudkan kerjasama dengan kota Boras dalam pengolahan sampah di kota Palu untuk dijadikan biogas atau biofuel.

Walikota Palu didampingi pejabat Pemda terkait, akademisi dari Universitas Tadulako, anggota DPRD Sulawesi Tengah, Bappeda, ujar Sekretaris Satu KBRI Swedia, Dody Sembodo Kusumonegoro, MA kepada korespodnen ANTARA London, Selasa.

Dalam pertemuan dengan Walikota Boras, Ulrik Nilsson dan dewan kota Boras, Rektor dan Dekan Departemen engineering Universitas Boras, pejabat perusahaan pengolahan sampah Sobacken dan pusat riset SP, delegasi Indonesia didampingi Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Stockholm, Elmar Lubis.

Menurut Dody Sembodo Kusumonegoro, MA, selain mengadakan pertemuan Walikota Boras, Walikota Palu juga mengelar business lunch dengan Menteri Perdagangan Swedia Ewa Bjorling.

Kunjungan di Swedia difokuskan pada perencanaan kerjasama pengolahan sampah antara kedua kota Palu dan Boras dan merupakan kelanjutan dari dua pertemuan sebelumnya di kota Palu, ujarnya.

Sebelumnya walikota kota Boras dan jajaran pejabatnya, seperti universitas Boras, perusahaan pengolahan sampah dan riset melakukan kunjungan dan peninjauan situasi penanganan sampah di kota Palu baru baru ini.

Dody Sembodo Kusumonegoro, MA mengatakan penandatangan Letter of Intent (LOI) sebelumnya akan dilanjutkan dengan MOU dan pembentukan komite bersama.

Diharapkan dalam waktu dekat dilakukan langkah awal dengan pengiriman beberapa mahasiswa program S2 dari Universitas Tadulako ke Universitas Boras serta pembentukan komite yang melibatkan berbagai instansi pemerintah pusat dan daerah, lembaga akademik, dan pihak terkait lainnya.

Dari hasil pertemuan disepakati salah satu langkah yang adalah menciptakan kesadaran masyarakat terhadap sampah dan mengubah mindset masyarakat terhadap sampah.

Sampah dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi dan dampaknya terhadap lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Faktor pendidikan sangat penting yang dimulai dari usia dini hingga beranjak dewasa.

Delegasi berkesempatan melakukan peninjauan ke tempat sarana pengolahan sampah mulai dari proses pemilahan hingga pembakaran dan supply hasil energi yang dihasilkan.

Peninjauan ke pabrik perusahaan besar di kota tersebut yang mendaur ulang hasil produksinya.

Selain itu juga mengadakan kunjungan ke pusat pendidikan terhadap lingkungan dimana terdapat berbagai fasilitas belajar untuk anak-anak mulai dari usia 5 tahun hingga 18 tahun.

Dalam peninjauan ini memberikan berbagai alternatif bagi delegasi untuk dapat diterapkan di Palu sesuai dengan kondisi setempat.

Kota Boras merupakan salah satu kota pelopor dalam pengolahan sampah menjadi sumber energi di Swedia. Kota yang dulunya pernah menjadi pusat tekstil di Swedia tersebut mulai 1985 mulai melakukan pendidikan masyarakat tentang arti pentingnya pengolahan sampah.

Pendidikan dimaksud terus berlangsung hingga sekarang. Saat ini hampir seluruh sarana transportasi publik di kota tersebut menggunakan bahan bakar biogas yang dihasilkan dari pengolahan sampah. (U-ZG)

(T.H-ZG/B/S006/S006) 20-04-2010 16:41:00

Indonesia Gelar Pameran Barang Seni Tradisional di Museum Ceko

Indonesia Gelar Pameran Barang Seni Tradisional di Museum Ceko

Selasa, 20 April 2010 06:27 WIB | Hiburan | Seni/Teater/Budaya | Dibaca 383 kali
London (ANTARA News) - Pameran berbagai barang tradisional Indonesia dibuka Walikota Frenstat pod Radhostem, Stanislav Hrabovsky, di Museum kota yang berjarak sekitar 400 km dari kota Praha, Ceko.

Pameran yang berlangsung selama sebulan hingga 16 Mei mendatang itu menampilkan Gamelan dan Angklung, aneka kain tradisional seperti Batik, Tenun, Tapis, dan Ulos, ujar Counsellor Pensosbudpar KBRI Praha, Azis Nurwahyudi, kepada koresponden Antara London, Senin.

Dikatakannya kegiatan pameran ini merupakan upaya mendekatkan Indonesia kepada masyarakat kota itu, seiring dengan rencana meluncurkan Tahun Persahabatan Indonesia - Frenstats 2010.

Selain itu juga dipamerkan berbagai senjata tradisional seperti Keris, Badik, dan Mandau, juga beberapa patung kayu serta lukisan khas Bali.

Sementara itu foto-foto kehidupan masyarakat Indonesia dipasang di salah satu bagian museum serta aneka produk kerajinan seperti tas, dompet, sandal, perhiasan, dan berbagai souvenir ikut dipamerkan.

Untuk melengkapi pengetahuan tentang Indonesia, dipamerkan berbagai bumbu, alat masak, dan resep makanan dari berbagai daerah di tanah air.

Khusus Batik, selain dipajang kain Batik dari Yogyakarta, Solo, Pekalongan dan Cirebon juga dipamerkan proses pembuatan Batik tulis dan batik cap dilengkapi dengan contoh tahapan mencapai 10 tingkat.

Para pengunjung dapat menikmati aneka peralatan yang diperlukan untuk membatik seperti malam, cantik, kompor kecil khas pembatik. Dipamerkan juga pakaian pengantin gaya Yogyakarta.


Hadirkan Indonesia

Walikota Frenstat pod Radhostem pada pidato pembukaannya menyatakan rasa gembira karena dapat menghadirkan Indonesia di kota yang jaraknya sekitar 400 kilometer dari Praha.

Pameran ini merupakan upaya pemerintah kota tersebut untuk menambah pengetahuan warganya mengenai negara yang letaknya jauh dari mereka.

Sementara itu Azis Nurwahyudi dalam sambutan singkatnya menyampaikan salam persahabatan dari seluruh rakyat Indonesia kepada masyarakat kota Frenstats pod Radhostem.

Ia mengajak masyarakat kota itu untuk datang langsung ke Indonesia guna mengenal budaya dan menikmati keindahan alam Indonesia.

Masyarakat yang hadir memenuhi museum menyatakan kegembiraannya dapat mengenal Indonesia, diantaranya Marian Zarsky mengatakan pameran ini menambah pengetahuannya tentang Indonesia dan menyatakan keinginannya mengunjungi Borobodur dan Pantai Kuta.

Sementara Alena Figarova menyatakan terima kasihnya karena dengan mengunjungi pameran ini, mendapat pengetahuan baru tentang Indonesia.

Selama pameran digelar pertunjukkan Tari Rantak dari Sumatra, Tari Kayau dari Kalimantan, tari Bajidor Kahot dari Sunda dan Tari Condong dari Bali oleh kelompok tari sekar Melati binaan KBRI Praha serta sajian makanan kecil seperti Lemper, Dadar Gulung dan Rempeyek Kacang. (ZG/K004)

COPYRIGHT © 2010

Tari Pendet Buka Malam Dana di Kota Lubeck

Tari Pendet Buka Malam Dana di Kota Lubeck

Selasa, 20 April 2010 06:51 WIB | Hiburan | Seni/Teater/Budaya | Dibaca 368 kali
Tari Pendet Buka Malam Dana di Kota Lubeck
Tari Pendet/ilustrasi. (ANTARA)
London (ANTARA News) - Persembahan tari pendet dibawakan lima remaja putri melalui gerakan dan pakaian yang indah, membuka acara gala dinner dalam rangka pencarian dana dan promosi seni budaya di Hotel Gutenberger, Lubeck, pada akhir pekan lalu.

Malam dana itu digelar merupakan hasil kerja sama KJRI Hamburg , Jerman dengan Christian Krumpeter, pemilik hotel Gutenberger dan Ketua Yayasan Patenschaft fur Waisenkinder in Aceh, demikian keterangan pers dari KJRI Hamburg yang diterima koresponden Antara London, Selasa.

Gala dinner itu antara lain diisi dengan penampilan gamelan dan tari-tarian daerah Indonesia serta penampilan piano memukau sekitar 100 undangan, termasuk Wakil Walikota Lubeck Lienhard Bohning, pejabat pemerintah, pengusaha dan tokoh masyarakat setempat.

Penampilan Tari Klono Topeng dan Tari Jaipongan dengan gerakan dinamis dan atraktif dibawakan penari kelompok seni Margi Budoyo KJRI Hamburg memikat undangan yang antusias menyaksikan penampilan tersebut.

Sementara pianist Alfred Young Sugiri, anggota PPI kota Lubeck, melalui dentingan pianonya membawakan lagu-lagu karya komponis Indonesia sehingga acara semakin lengkap.


Kegiatan mulia

Konjen RI Hamburg, Teuku Darmawan menyambut baik dan memberikan apresiasi kepada Christian Krumpeter, atas penyelenggaraan malam dana dan promosi seni budaya Indonesia yang hasilnya akan disumbangkan kepada masyarakat kurang mampu di Pulau Nias.

Konjen Teuku Darmawan menjelaskan n itu penyelenggaraan malam dana ini merupakan kegiatan mulia dengan tujuan untuk membantu anak-anak kurang mampu di Indonesia, khususnya di Pulau Nias.

Untuk itu Konjen menyampaikan terima kasih atas kehadirin dermawan yang membuktikan kepedulian masyarakat Jerman terhadap Indonesia sangat besar, khususnya di bidang kemanusiaan.

Pada kesempatan tersebut, suster Ingeborg menuturkan pengalamannya dalam membantu anak-anak kurang mampu di pedesaan Pulau Nias.

Suster Ingeborg mengimbau dermawan untuk meningkatkan bantuannya agar anak-anak di kawasan tersebut dapat menikmati pendidikan yang layak, mendapat pelayanan kesehatan yang memadai serta meningkatkan kualitas hidupnya.

Selain penampilan kesenian, maka gala dinner juga diisi dengan acara lelang berbagai koleksi pribadi milik Christian Krumpeter.

Hasil dari lelang dan penjualan tiket acara tersebut terkumpul sekitar ? 10.000 Deutsche Mark akan disumbangkan seluruhnya untuk membantu anak-anak kurang mampu di Pulau Nias.

Untuk keperluan tersebut , "Yayasan Patenschaf fur Weisend Kinder in Aceh" aktif melakukan kegiatannya sejak empat tahun lalu dengan menyumbang dana sebesar 4000 dolar AS setiap bulannya ke Pulau Nias.

Dana tersebut digunakan terutama untuk pelayanan kesehatan dan pendidikan yang dilakukan oleh biarawati warganegara Jerman yang bertugas di Pulau Nias dan sekitarnya. (ZG/K004)

COPYRIGHT © 2010

Senin, 19 April 2010

PESONA INDONESIA GONCANG ROTENBURG JERMAN

PESONA INDONESIA GONCANG ROTENBURG JERMAN

London, 20/4 (ANTARA) - Penampilan tari-tarian, gempita musik angklung, goyang dangdut dan poco-poco serta kuliner Indonesia membius warga dan pejabat pemerintah Rotenburg yang memenuhi Aula gedung Theodor Heuss Schule.

Untuk pertama kalinya penampilan seni budaya Indonesia berhasil menggocang kota Rotenburg pada acara "Groser Indonesicher Kulturabend", demikian keterangan pers KJRI Hamburg yang diterima koresponden Antara London, Selasa.

Malam Budaya Indonesia diselenggarakan kerjasama KJRI Hamburg dengan Volkshochschule Rotenburg bertujuan mempromosi Indonesia melalui potensi budaya dan pariwisata dihadiri walikota dan jajarannya, akademisi, media serta warga Rotenburg.

Acara dibuka dengan tari Merak dan tari Klono diikuti penampilan group Hamburg Angklung Orchestra yang membawakan medley lagu khas Jawa Barat, Betawi dan pop Indonesia yang berjudul manuk dadali, kopi dangdut, jali-jali dan pileuleuyan.

Belum habis kekaguman penonton atas penampilan tari dan permainan angklung, dalam acara rehat selama satu jam, penonton diajak untuk menikmati hidangan kuliner Indonesia yang lezat seperti sate ayam, rendang, ikan balado, bakso kuah dan mie goreng telah menjadi andalan sajian kuliner malam itu.

Usai makan malam, acara dilanjutkan penampilan tari jaipong dan permainan rampak kendang yang dilanjutkan dengan kelincahan angklung orchestra mempersembahkan lagu-lagu bernuansa internasional.

Lagu When You Believe yang diiringi suara merdu penyanyi Wydia dan Mayang, kemudian Besame Mucho, Do Re Mi, New York-New York dan Mission Impossible dengan diiringin musik angklung mendapat standing ovation.

Tepuk tangan yang sangat meriah dari seluruh penonton seakan-akan tidak akan berkesudahan. Masih dengan tepuk tangan yang gegap gempita lebih dari 200 pengunjung, kembali tarian Joko Tarub memukau hadirin.

Bagi wali kota Rotenburg dan penonton acara tersebut, penampilan musik angklung sangat kagum akan keunikan alat musik yang terbuat dari bambu dan kekompakan 40 orang pemain, yang memainkan lagu-lagu pop barat yang sangat familiar bagi mereka.

Malam semakin larut, selarut pengunjung yang berbaur bersama-sama saat biduanita Mey Saerang membawakan lagu Indonesia berirama dangdut serta memperkenalkan gerakan poco-poco.

Gerak langkah kaki tidak berirama, tidak mengurangi semangat hadirin bergabung mengikuti gerakan enerjik tari poco-poco tersebut.


Pertama kali
Walikota Rotenburg, Herr Detlef Eichinger dalam sambutannya menyampaikan penampilan budaya Indonesia merupakan penampilan pertama di Rotenburg. Banyak budaya bangsa lain telah tampil di Rotenburg, ujarnya.

Hal ini disebabkan masyarakat Rotenburg tertarik untuk mengenal budaya bangsa-bangsa lain. Penampilan budaya, tari dan kuliner Indonesia memiliki pesona tersendiri bagi masyarakat Rotenburg.

Sementara itu Konjen RI Hamburg, Teuku Darmawan dalam sambutannya menyampaikan bahwa terima kasih atas inisiatif Herr Burgwald dan isteri, Mey Saerang yang telah bekerjasama dengan KJRI Hamburg menyelenggarakan Malam Indonesia di Rotenburg.

Konjen menyampaikan Indonesia memiliki anekaragam budaya yang tidak cukup ditampilkan hanya dalam satu malam. Sebagai negara yang multikultural, bangsa Indonesia senantiasa menjunjung tinggi nilai kesatuan dan persatuan bangsa, ujarnya.

Seperti musik yang memilki lirik yang berbeda namun satu kesatuan, demikian juga keanekaragaman budaya berjalan dengan harmoni yang indah.

Diharapkan dimasa yang akan datang, hubungan antara pemerintah dan warga Rotenburg dengan Indonesia akan dapat ditingkatkan melalui kerjasama di bidang lainnya.

Beberapa warga Rotenburg menyatakan kesannya bahwa malam minggu kali ini, merupakan malam terindah dan penuh kenangan bagi mereka.

Di mata penonton Indonesia bukan hanya salah satu Negara yang dikenal padat penduduk dan memilki pulau terbesar di dunia, namun penyelenggaran malam Indonesia memberikan kesan yang mendalam tentang keragaman budaya Indonesia melalui musik, lagu, tari-tari tradisional dan kuliner Indonesia. (U-ZG)

(T.H-ZG/B/S006/S006) 20-04-2010 06:01:01