Sabtu, 14 Mei 2011

REFORMASI INDONESIA

AKADEMISI TUNISIA INGIN BELAJAR KEBERHASILAN REFORMASI INDONESIA

London, 14/5 (ANTARA) - Masyarakat dan akademisi Tunisia mempunyai minat yang tinggi untuk mempelajari proses demokratisasi dan reformasi di Indonesia, sejak terjadinya Revolusi Melati di negara itu.

Hal itu terungkap dalam seminar menampilkan Deputi Urusan Politik, Kantor Wakil Presiden RI, Prof Dr Dewi Fortuna Anwar, yang diadakan Bank Dunia bekerjasama dengan African Develoment Bank (ADB) dan African Development Fund (ADF) di Tunis.

Sekretaris Satu Politik KBRI Tunis, Dharmawan kepada Antara London, Sabtu, menyebutkan selain peluncuran buku World Development Report 2011: Conflict, Security, and Development juga digelar seminar yang diikuti pakar dari berbagai negara, khususnya negara yang pernah mengalami proses reformasi dan dianggap berhasil dalam melaksanakan proses tersebut.

Selain dari Indonesia dan Tunisia, terdapat pembicara dari negara lainnya antara lain Jenderal Juan Cheyre, mantan Panglima Militer Chile dan Direktur Centre for International Studies Chile, Vakhtang Lejava, penasehat Perdana Menteri Georgia, Pablo de Greiff, Direktur International Centre transitional Justice.

Seminar tersebut merupakan upaya untuk mempelajari permasalahan yang terjadi pada negara yang dilanda pergolakan politik dan keamanan akibat perubahan sistem politik dan sosial, dan sekaligus mencari alternatif solusi yang yang berpijak pada keamanan, keadilan dan penciptaan lapangan kerja.

Untuk memperoleh solusi itu diambil melalui pengalaman berbagai negara yang pernah dilanda krisis dan konflik.

Diperkirakan sekitar 1,5 milyar orang yang terkena dampak kekerasan politik dan kriminal yang seluruh belahan dunia yang berdampak buruk terhadap penderitaan manusia dan menghambat pembangunan.

Hasil seminar tersebut dijadikan masukan untuk laporan WDR 2011 yang mencakup laporan tentang perubahan bentuk kekerasan yang terjadi pada abad ke-21, dan menggambarkan dampak negatif dari lingkaran kekerasan pada prospek pembangunan di sebuah negara dan kawasan.

Mencegah terjadinya kekerasan dan membangun negara damai sesuai dengan aspirasi masyarakat dibutuhkan kepemimpinan kuat berdasarkan asas keseimbangan secara poltik, ekonomi dan sosial budaya, dengan melibatkan seluruh aspek dan upaya nasional dan internasional secara bersama dan berkesinambungan.

Laporan ini berdasarkan riset terbaru, studi kasus, dan konsultasi ekstensif dengan pemimpin dan praktisi di seluruh dunia.

Dipilihnya Tunisia sebagai tempat penyelenggaraan seminar, karena Tunisia merupakan negara yang menjadi pemicu revolusi di kawasan Arab, melalui Revolusi Melati yang melengserkan pemimpin otoriter, Zine El-Abidine Ben Ali, pada tanggal 14 Januari lalu.

Paparan Dr Dewi Fortuna Anwar menarik antusias dari berbagai kalangan di Tunisia yang ingin memperoleh pengalaman reformasi yang dialami Indonesia. Beberapa chanel TV dan Radio Tunisia terlihat antusias melakukan wawancara dengan Dr Dewi Fortuna Anwar di sela-sela seminar para pakar tersebut.

Dalam rangka meningkatkan hubungan bilateral RI-Tunisia, Sekretaris Satu Politik KBRI Tunis, Dharmawan mengatakan bahwa KBRI Tunis memanfaatkan momentum Revolusi Tunisia untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan sosialisasi guna meningkatkan posture Indonesia sebagai contoh negara berkembang yang berhasil dalam melakukan reformasi.

Berbagai acara yang digelar KBRI Tunis mendapat liputan luas dari kalangan akademisi dan masyarakat Tunisia.

Sebelumnya, dalam pertemuan dengan pelajar SMU Unggulan Tunis bulan April lalu, Dubes RI Tunis, Muhamad Ibnu Said juga telah memaparkan keberhasilan reformasi di Indonesia.

(ZG)

(T.H-ZG/B/B013/B013) 14-05-2011 22:35:07

INDONESIA PEDULI

INDONESIA PEDULI PERLINDUNGAN IKLIM DI JERMAN

London, 14/5 (ANTARA) - Indonesia sepakat perlindungan lingkungan merupakan tanggung jawab global dan sejalan dengan komitmen Indonesia dalam menanggulangi dampak perubahan iklim serta mendukung terbentuknya komitmen global pengurangan emisi sebagaimana dimandatkan dalam Kyoto Protokol.

Hal itu disampaikan Dubes RI-Berlin Dr Eddy Pratomo dihadapan Menteri Lingkungan Hidup Jerman Dr Norbert Rottgen, beberapa Duta Besar negara sahabat, politisi Jerman, para pelajar serta media massa pada acara penanaman pohon bersama di Landmark Kota Berlin, Gerbang Brandenburger, di area sepanjang jalan bersejarah Jalan 17 Juni , di Berlin.
Fungsi Penerangan, Sosial, Budaya,KBRI Berlin, Purno Widodo kepada Antara London, Sabtu mengatakan Dubes Eddy Pratomo dalam kesempatan tersebut mendapat kehormatan melakukan penanaman pohon secara simbolis bersama Menteri Lingkungan Hidup Jerman.

Dubes Pratomo yang juga merupakan penasehat senior Indonesia dalam Konferensi PBB untuk Perubahan Iklim UNFCCC menambahkan acara ini merupakan simbol dan bukti perlindungan lingkungan merupakan upaya dan tanggung jawab bersama masyarakat global yang juga dimandatkan dalam UNFCCC.

Sementara itu Menteri Lingkungan Hidup Jerman Dr Norbert Rottgen mengajakan untuk tidak pernah berhenti menanam pohon. Hal ini secara khusus bermanfaat untuk membuat kualitas hidup menjadi lebih baik serta lebih sehat.

Acara penanaman 17 pohon Linden di jalan 17 Juni yang berpautan dengan jalan bersejarah Unter den Linden ini merupakan acara penutup dari serangkaian penanaman 64 pohon linden di jalan tersebut yang dikelola yayasan lingkungan hidup GAIA.

Yayasan ini merupakan yayasan advokasi lingkungan, kualitas hidup, dan budaya di Jerman. KBRI Berlin dalam program tersebut bertindak sebagai salah satu sponsor.

Hal ini, menurut Dubes Pratomo, merupakan bukti konkret Indonesia dalam upaya penyelamatan lingkungan selalu dikedepankan dalam berbagai perundingan perubahan iklim global dalam kerangka UNFCCC.
Perundingan multilateral di UNFCCC, meskipun berlangsung dengan tidak mudah, namun Indonesia tetap optimis proses tersebut akan dapat menjembatani perbedaan negara-negara dalam menyiapkan Pertemuan di Durban.

Acara diakhiri dengan hiburan musik akustik yang menampilkan kelompok music etnik, termasuk D'Mbesi Band, homeband KBRI Berlin mempromosikan budaya Indonesia dengan menyanyikan lagu-lagu daerah serta poco-poco diikuti pengunjung.***6***
(ZG)

(T.H-ZG/B/B013/B013) 14-05-2011 23:48:52

SPRING FAIR

KERAJINAN INDONESIA DIMINATI DI BAZAR SPRING FAIR

London, 14/5 (ANTARA) - Kerajinan Indonesia diminati pengunjung
Bazar International Spring Fair ke-52 yang diikuti sekitar 80 kedutaan negara, di Kensington and Chelsea Town Hall, London, ujar Alina Puguh dari DWP London kepada Antara London, Sabtu.

Mereka membeli kerajinan berupa tas batik, anyaman, batik Bali, kerudung, kipas tangan serta perhiasan seperti kalung manik-manik, ikat rambut gaya Bali, gelang perak dan mutiara serta anting-anting.

Ny Risandrani Thamrin, istri Duta Besar Inggris Raya, mengatakan Indonesia selalu mengikuti bazar amal yang diadakan organisasi sosial yang bergerak dibidang kesejahteraan anak-anak dan orang dewasa yang rentan melintasi perbatasan internasional atau Children & Families Across Borders (CFAB).

Dikatakannya Dharma Wanita Persatuan KBRI London setiap tahunnya mengikuti Bazaar Spring Fair yang diadakan Yayasan CFAB yang dulu bernama International Social Service UK membantu keluarga yang terpisahkan selama Perang Dunia II.

Dengan slogan "Melindungi anak-anak dan menyatukan keluarga lintas batas", organisasi amal nirlaba ini terus membantu orang-orang yang terpisahkan dari anggota keluarga akibat dari perceraian, migrasi, mencari suaka, perdagangan dan penculikan serta melindungi orang yang rentan membutuhkan perlindungan.

Salah satu kegiatan menggalang dana dari CFAB yang rutin adalah acara bazar produk dari mancanegara yang lebih dikenal dengan nama International Spring Fair yang diikuti perwakilan berbagai Negara yang ada di Inggris.

Stan Indonesia juga menampilkan bermacam aksesoris rumah seperti sarung bantal tenun ikat, tudung saji, topeng, wadah makanan bercorak etnis dan tas bermotif batik dan anyaman yang banyak diminati pengunjung.

Bazar menampilkan dua macam stan yaitu stan kerajinan dan stan makanan yang setiap Negara menampilkan barang-barang kerajinan khas negara seperti tas, alas kaki, topi, tekstil, berbagai perhiasan wanita, aksesoris rumah, tangga hingga karpet untuk dijual.

Sementara di stan makanan dijual makanan, bahan makanan dan minuman khas negara masing-masing.

Selain itu juga ditampilkan kesenian berupa tari-tarian seperti Bengalia oleh anak-anak dari Bangladesh, musik dan lagu dari negara Mexico serta tarian dan musik dari Brazil dan pertunjukan musik dari negara Azerbaijan.

Pelindung organisasi dari anggota Kerajaan Inggris Princess Alexandra dan Walikota Royal Borough of Kensington and Chelsea, Councillor James Husband juga sangat berminat dengan kerajinan Indonesia.

Kedutaan Indonesia di Inggris menyerahkan tugas kepada DWP KBRI London untuk ikut berpartisipasi dalam bazar tahunan. Ibu-ibu DWP dengan pakaian Nusantara berbagi tugas mensukseskan bazar dalam dua stan.

Keikutsertaan Indonesia selain sebagai unjuk dukungan moral juga turut serta mendukung secara material dengan memberikan sumbangan kepada organisasi unik ini.

Ajang ini juga dijadikan ajang mempromosikan barang produk Indonesia dan pariwisata di tanah air. Ibu-ibu di stan kerajinan turut mempromosikan perhiasan nusantara. Selain stan makanan menjual mi goreng, sate, martabak, risoles, lemper, lupis, combro, nagasari, habis terjual .

Banyak juga masyarakat Indonesia di London mencari makanan yang jarang ditemui seperti combro sebagai obat rindu jajanan pasar, dan pengunjung lain yang ingin mencicipi makanan Indonesia. Pengunjung stan makanan menarik perhatian ibu-ibu keturunan Timur Tengah yang membeli banyak makanan untuk penjaga anak anak mereka yang berasal dari Indonesia .

Councillor James Husband sempat mengunjungi makanan Indonesia dan menyatakan kekagumannya kepada lemper yang berbentuk mirip sushi.

Pengunjung selain berbelanja, menikmati hiburan yang diadakan peserta bazar, melihat langsung peserta mengenakan baju tradisional atau baju nasional masing Negara juga berkesempatan memenangkan tombola dengan hadiah menarik dari sponsor.***6***
(ZG)

(T.H-ZG/B/B013/B013) 14-05-2011 23:48:49



London, 14/5 (ANTARA) - Kerajinan Indonesia diminati pengunjung
Bazar International Spring Fair ke-52 yang diikuti sekitar 80 kedutaan negara, di Kensington and Chelsea Town Hall, London, ujar Alina Puguh dari DWP London kepada Antara London, Sabtu.

Mereka membeli kerajinan berupa tas batik, anyaman, batik Bali, kerudung, kipas tangan serta perhiasan seperti kalung manik-manik, ikat rambut gaya Bali, gelang perak dan mutiara serta anting-anting.

Ny Risandrani Thamrin, istri Duta Besar Inggris Raya, mengatakan Indonesia selalu mengikuti bazar amal yang diadakan organisasi sosial yang bergerak dibidang kesejahteraan anak-anak dan orang dewasa yang rentan melintasi perbatasan internasional atau Children & Families Across Borders (CFAB).

Dikatakannya Dharma Wanita Persatuan KBRI London setiap tahunnya mengikuti Bazaar Spring Fair yang diadakan Yayasan CFAB yang dulu bernama International Social Service UK membantu keluarga yang terpisahkan selama Perang Dunia II.

Dengan slogan "Melindungi anak-anak dan menyatukan keluarga lintas batas", organisasi amal nirlaba ini terus membantu orang-orang yang terpisahkan dari anggota keluarga akibat dari perceraian, migrasi, mencari suaka, perdagangan dan penculikan serta melindungi orang yang rentan membutuhkan perlindungan.

Salah satu kegiatan menggalang dana dari CFAB yang rutin adalah acara bazar produk dari mancanegara yang lebih dikenal dengan nama International Spring Fair yang diikuti perwakilan berbagai Negara yang ada di Inggris.

Stan Indonesia juga menampilkan bermacam aksesoris rumah seperti sarung bantal tenun ikat, tudung saji, topeng, wadah makanan bercorak etnis dan tas bermotif batik dan anyaman yang banyak diminati pengunjung.

Bazar menampilkan dua macam stan yaitu stan kerajinan dan stan makanan yang setiap Negara menampilkan barang-barang kerajinan khas negara seperti tas, alas kaki, topi, tekstil, berbagai perhiasan wanita, aksesoris rumah, tangga hingga karpet untuk dijual.

Sementara di stan makanan dijual makanan, bahan makanan dan minuman khas negara masing-masing.

Selain itu juga ditampilkan kesenian berupa tari-tarian seperti Bengalia oleh anak-anak dari Bangladesh, musik dan lagu dari negara Mexico serta tarian dan musik dari Brazil dan pertunjukan musik dari negara Azerbaijan.

Pelindung organisasi dari anggota Kerajaan Inggris Princess Alexandra dan Walikota Royal Borough of Kensington and Chelsea, Councillor James Husband juga sangat berminat dengan kerajinan Indonesia.

Kedutaan Indonesia di Inggris menyerahkan tugas kepada DWP KBRI London untuk ikut berpartisipasi dalam bazar tahunan. Ibu-ibu DWP dengan pakaian Nusantara berbagi tugas mensukseskan bazar dalam dua stan.

Keikutsertaan Indonesia selain sebagai unjuk dukungan moral juga turut serta mendukung secara material dengan memberikan sumbangan kepada organisasi unik ini.

Ajang ini juga dijadikan ajang mempromosikan barang produk Indonesia dan pariwisata di tanah air. Ibu-ibu di stan kerajinan turut mempromosikan perhiasan nusantara. Selain stan makanan menjual mi goreng, sate, martabak, risoles, lemper, lupis, combro, nagasari, habis terjual .

Banyak juga masyarakat Indonesia di London mencari makanan yang jarang ditemui seperti combro sebagai obat rindu jajanan pasar, dan pengunjung lain yang ingin mencicipi makanan Indonesia. Pengunjung stan makanan menarik perhatian ibu-ibu keturunan Timur Tengah yang membeli banyak makanan untuk penjaga anak anak mereka yang berasal dari Indonesia .

Councillor James Husband sempat mengunjungi makanan Indonesia dan menyatakan kekagumannya kepada lemper yang berbentuk mirip sushi.

Pengunjung selain berbelanja, menikmati hiburan yang diadakan peserta bazar, melihat langsung peserta mengenakan baju tradisional atau baju nasional masing Negara juga berkesempatan memenangkan tombola dengan hadiah menarik dari sponsor.***6***
(ZG)

(T.H-ZG/B/B013/B013) 14-05-2011 23:48:49

GERBANG BRANDENBURGER

DUBES RI TANAM POHON DI GERBANG BRANDENBURGER

London, 14/5 (ANTARA) - Dubes RI di Berlin, Eddy Pratomo mendapat kehormatan melakukan penanaman pohon secara simbolis bersama Menteri Lingkungan Hidup Jerman Dr Norbert Rottgen, pada acara penanaman pohon bersama di Landmark Kota Berlin, Gerbang Brandenburger, Jerman.

Fungsi Penerangan, Sosial, Budaya,KBRI Berlin, Purno Widodo kepada Antara London, Sabtu mengatakan acara penanaman 17 pohon Linden di jalan 17 Juni yang berpautan dengan jalan bersejarah Unter den Linden ini merupakan acara penutup dari serangkaian penanaman 64 pohon linden di jalan tersebut yang dikelola yayasan lingkungan hidup GAIA.

Yayasan ini merupakan yayasan advokasi lingkungan, kualitas hidup, dan budaya di Jerman. KBRI Berlin dalam program tersebut bertindak sebagai salah satu sponsor.

Dubes RI-Berlin Dr Eddy Pratomo dihadapan Menteri Lingkungan Hidup Jerman Dr Norbert Rottgen, beberapa Duta Besar negara sahabat, politisi Jerman, para pelajar serta media massa menyampaikan tekad Indonesia mendukung terbentuknya komitmen global pengurangan emisi sebagaimana dimandatkan dalam Kyoto Protokol
"Perlindungan lingkungan merupakan tanggung jawab global dan sejalan dengan komitmen Indonesia dalam menanggulangi dampak perubahan iklim," ujar Dubes Pratomo yang juga merupakan penasehat senior Indonesia dalam Konferensi PBB untuk Perubahan Iklim UNFCCC.

Dikatakannya acara ini merupakan simbol dan bukti perlindungan lingkungan merupakan upaya dan tanggung jawab bersama masyarakat global yang juga dimandatkan dalam UNFCCC.

Sementara itu Menteri Lingkungan Hidup Jerman Dr Norbert Rottgen mengajakan untuk tidak pernah berhenti menanam pohon. Hal ini secara khusus bermanfaat untuk membuat kualitas hidup menjadi lebih baik serta lebih sehat . Hal inilah yang dapat diwariskan untuk generasi mendatang, ujarnya.

Hal ini, menurut Dubes Pratomo, merupakan bukti konkret Indonesia dalam upaya penyelamatan lingkungan selalu dikedepankan dalam berbagai perundingan perubahan iklim global dalam kerangka UNFCCC.
Perundingan multilateral di UNFCCC, meskipun berlangsung dengan tidak mudah, namun Indonesia tetap optimis proses tersebut akan dapat menjembatani perbedaan negara-negara dalam menyiapkan Pertemuan di Durban.

Acara diakhiri dengan hiburan musik akustik yang menampilkan kelompok music etnik, termasuk D'Mbesi Band, homeband KBRI Berlin mempromosikan budaya Indonesia dengan menyanyikan lagu-lagu daerah serta poco-poco diikuti pengunjung.***6***
(ZG)

(T.H-ZG/C/B013/B013) 14-05-2011 23:52:48

PESANAN "SEAFOOD"

INDONESIA DAPAT PESANAN "SEAFOOD" SENILAI RP274,8 MILIAR

London, 14/5 (ANTARA) - Indonesia menerima pesanan "seafood" senilai Rp274,8 miliar atau 32,1 juta dolar AS ketika berpartisipasi dalam tiga hari pameran hasil perikanan terbesar di dunia "European Seafood Expo (ESE) 2011" di Brussel.

Nilai transaksi itu diraih perusahaan yang ikut serta dalam ESE atas fasilitasi Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, ujar Sekretaris III Pensosbud KBRI Brussel Punjul Nugraha kepada koresponden ANTARA di London, Sabtu.

Dikatakannya, transaksi itu mencakup pembelian langsung maupun kontrak jangka menengah untuk pengadaan hasil perikanan ke beberapa pelanggan di Eropa.

Menurut catatan KBRI Brussel, angka ini merupakan peningkatan tajam jika dibandingkan dengan angka transaksi sebesar Rp89,9 miliar pada partisipasi Indonesia di ESE 2010.

Pameran seafood yang diselenggarakan secara rutin setiap tahun tersebut diikuti 1.600 pelaku usaha, baik pembeli maupun penjual produk perikanan, dari 140 negara.

Dari Indonesia terdapat enam eksportir seafood yang turut serta atas fasilitasi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan dan enam lainnya berpartisipasi atas fasilitas "Centre for Promotion of Imports from Developing Countries (CBI)".

Paviliun Indonesia dibuka Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Fadel Muhammad dan Direktur Centre for Promotion of Imports from Developing Countries, Hans Klunder.

Dalam sambutannya, Menteri Fadel Muhammad menyampaikan bahwa partisipasi Indonesia pada ESE ini adalah penting bagi para pelaku bisnis seafood untuk melakukan transaksi, baik dengan global retailer, food services, maupun wholesale market.

Selama tiga hari penyelenggaraan Pameran, pavilion Indonesia menampilkan demo memasak seafood. Aktivitas ini memperoleh tanggapan positif dari pengunjung pameran yang berkesempatan langsung untuk mencicipi seafood asal Indonesia.

Selama di Brussel, Menteri Fadel Muhammad juga mengadakan pertemuan dengan berbagai pihak, utamanya yang bergerak di sektor perikanan dan hasil kelautan dari Eropa.

Dalam berbagai pertemuan tersebut, disepakati untuk meningkatkan kerjasama yang telah terjalin dengan tujuan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas ekpor produk perikanan asal Indonesia ke Eropa.

Menurut Dubes RI di Brussel Arif Havas Oegroseno, memperhatikan standar kualitas Eropa atas produk perikanan adalah hal penting agar produk asal Indonesia dapat diterima dengan baik oleh pasar Eropa.

"Pengembangan ekspor produk perikanan asal Indonesia juga perlu ditunjang oleh peningkatan kualitasnya," ujarnya.

Dikatakannya kendala di bidang akses pasar karena persoalan kualitas dapat ditanggulangi melalui kerjasama dengan sejumlah pihak di Uni Eropa yang dapat membantu di bidang peningkatan kapasitas dan perbaikan kualitas produksi.

Pada kesempatan terpisah, Menteri Kelautan dan Perikanan didampingi oleh Dubes RI di Brussel, Arif Havas Oegroseno juga mengadakan peninjauan ke Pusat Penelitian dan Pendidikan Akuakultur (CEFRA), milik Univesitas Liege, Belgia.

CEFRA adalah lembaga riset terkemuka di Eropa dalam bidang budi daya perikanan perairan tropis, memanfaatkan aliran air pendingin reaktor nuklir untuk mensimulasikan perairan tropis. Meskipun berdekatan dengan reaktor nuklir, pihak CEFRA memastikan bahwa tidak ada radiasi pada ikan hasil budidayanya.

Temuan CEFRA yang dapat bermanfaat bagi Indonesia adalah vaksin yang dapat menangkal virus herpes pada ikan koi. Adanya vaksin ini akan sangat membantu para peternak ikan koi yang sering menghadapi masalah virus ikan koi.

Di antara hasil kunjungan ke CEFRA adalah kesepakatan kerja sama bilateral Indonesia - Belgia untuk peningkatan kapasitas akuakultur di Indonesia. ***5***




(T.H-ZG/B/F002/F002) 14-05-2011 08:27:46

SELAT MALAKA

INDONESIA CIPTAKAN KEAMANAN DI SELAT MALAKA

London, 14/5 (ANTARA) - Indonesia berhasil menciptakan dan memelihara keamanan laut di kawasan Selat Malaka yang menjadi jalur vital lalu lintas perdagangan global.

Hal itu merupakan kesimpulan dari acara debat yang diadakan para ahli dalam sebuah diskusi bertemakan keamanan di laut atau
"Roundtable Debate on Maritime Security" yang diadakan di Brussel, Belgia, ujar Sekretaris III Pensosbud KBRI Brussel,Belgia, Punjul Nugraha kepada koresponden Antara London, Sabtu.

Punjul Nugraha menjelaskan acara yang diselenggarakann KBRI Brussel dan Egmont Institute, sebuah tim pemikir atau "think tank "terkemuka dari Belgia, menghadirkan pakar hukum laut Prof. Dr. Hasyim Djalal, sebagai pembicara utama.

Juru runding Indonesia pada pembahasan Konvensi PBB mengenai hukum laut (United Nations Convention on the Law of the Sea) 1982, menekankan peran Indonesia dalam melakukan pengamanan Selat Malaka baik secara nasional maupun melalui kerja sama bilateral dan regional mendapatkan pengakuan dari berbagai pihak di dunia.

Peningkatan keselamatan navigasi laut di kawasan Asia Tenggara perlu terus dikembangkan berdasar atas kepentingan bersama, ujar pakar hukum laut Indonesia yang kini menjabat sebagai Staf Ahli Kepala Staf TNI-AL itu.

Hasyim Djalal mengatakan Indonesia dan para mitra memiliki kepentingan yang sama dalam menjaga keamanan kawasan.

Selain Dr. Djalal, tampil pula Prof. Robert Beckman, dari National University of Singapore serta pembicara lain dari European External Action Service (EEAS), kalangan dipomatik dan eksekutif perusahaan multinasional.

Direktur Egmont Institute, Marc Trenteseau menyatakan Selat Malaka adalah salah satu jalur utama yang dilalui untuk perdagangan antara UE dengan China, Jepang dan Korea Selatan.

Selat Malaka, oleh karena itu, memiliki nilai strategis bagi Uni Eropa baik dari aspek geostrategis maupun geopolitis.

Indonesia, bersama dengan Malaysia dan Singapura, berhasil melakukan kerja sama dalam menangani masalah keamanan dan keselamatan navigasi di Selat Malaka, termasuk masalah perampokan di laut, ujar Marc Trenteseau yang pernah menjabat sebagai Dubes Belgia di Jakarta ini.

"Keberhasilan tersebut dapat menjadi contoh bagi negara lain," ujarnya.


Sumbangan Eropa
Sementara itu, Direktur Asia di EEAS , James Moran menyatakan Uni Eropa sangat berkeinginan untuk dapat memberikan sumbangannya bagi pemeliharaan keamanan laut di wilayah Asia Tenggara.

"Indonesia dan Uni Eropa telah memiliki suatu perjanjian payung komprehensif (Partnership and Cooperation Agreement -PCA) yang dapat menjadi dasar bagi kerja sama konkret di bidang ini," ujar James Moran, pejabat Uni Eropa yang dekat dengan Indonesia ini.

Sementara itu Dubes RI di Brussel, Arif Havas Oegroseno, mengatakan menjaga keamanan laut merupakan kepentingan semua pihak, utamanya keamanan di perairan yang memegang aspek strategis bagi perdagangan dunia.

"Presiden Dewan Uni Eropa, Herman Van Rompuy mengatakan menjaga keamanan jalur perdagangan di antara Eropa dan Asia memiliki nilai strategis," kutip Dubes Havas.

Keamanan laut antara Eropa dan Asia adalah hal yang konkret, keuntungannya dapat dirasakan langsung oleh oleh masyarakat, dan keamanan laut mutlak diperlukan oleh kalangan bisnis,tegasnya.

Atas dasar itu, menurut Dubes Havas, digelar pertemuan para pakar di bidang keamanan maritim ini.

"Ini adalah bagian dari upaya terus menerus untuk meningkatkan pemahaman di para pemangku kepentingan di Eropa mengenai peran strategis Indonesia di kawasan Asia Tenggara dan di dunia internasional," tegasnya.

Selain membahas Selat Malaka, pertemuan para pakar juga membahas mengenai perkembangan dan situasi terkini di perairan Somalia dan Teluk Aden, utamanya semakin meningkatnya aksi perompakan dan pembajakan kapal, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas.

Dalam diskusi mengemuka tidak adanya keamanan di perairan Somalia telah memunculkan rasa frustasi di kalangan pengusaha, utamanya yang usahanya melewati perairan tersebut. ***6***
(ZG/C/A011)
(T.H-ZG/C/A011/A011) 14-05-2011 08:39:32

BEBAS NUKLIR

NAJIB: INDONESIA DUKUNG DUNIA BEBAS SENJATA NUKLIR

London, 14/5 (ANTARA) - Anggota DPR RI Muhhamad Najib mengatakan, Indonesia komitmen untuk mendukung dunia bebas senjata nuklir dan tengah memproses ratifikasi Traktat Pelarangan Uji Coba Senjata Nuklir (CTBT).

Demikian Najib dalam pertemuannya dengan Sekretaris Ekskutif Comprehensive Nuclear-Test Ban Treaty Organization/CTBTO, Dubes Tibor Toth, seperti dikutip Sekretaris tiga KBRI Wina Luna Amanda Sidqi dalam keterangan persnya yang diterima ANTARA London, Sabtu.

Dalam pertemuannya dengan Sekretaris Ekskutif CTBTO dan Dubes Tibor Toth, Muhammad Najib dari PAN, didampingi Yahya Sacawiria (PD), Muchamad Ruslan (Golkar), Theodorus Yacob (PDI-P), dan Syahfan Badri (PKS).

Najib menambahkan,meskipun Indonesia berpandangan bahwa negara-negara pemilik senjata nuklir adalah pihak yang paling berkewajiban menunjukkan komitmennya untuk menghentikan semua jenis uji coba senjata nuklir.

Lebih dari itu negara-negara pemilik senjata nuklir juga harus mengurangi secara terus-menurus jumlah senjata nuklir yang dimilikinya sehingga sampai suatu saat bisa hidup di dunia tanpa senjata nuklir, katanya.

Najib mengemukakan, DPR RI tidak hanya mempertimbangkan kapan Parlemen Indonesia akan meratifikasi Traktat Pelarangan Uji Coba Senjata Nuklir (CTBT), tapi bagaimana Indonesia bisa mengajak negara-negara lain, khususnya yang termasuk dalam Annex 2 juga bisa segera meratifikasi CTBT.

Menanggapi itu, Sekretaris Eksekutif CTBTO Tibor Toth, menyampaikan apa yang disampaikan Menlu RI di New York pada Mei lalu mengenai keputusan Indonesia untuk memulai proses ratifikasi menimbulkan gaung sangat luas dan secara nyata telah memperkuat kepemimpinan Indonesia didalam isu perlucutan senjata nuklir.

Keputusan Indonesia tersebut mendapatkan perhatian serius dari negara-negara yang memiliki senjata nuklir dan diyakini akan memberikan dorongan positif kepada negara-negara tersebut untuk mengikuti apa yang telah dilakukan Indonesia.
Tibor Toth juga meminta bantuan Indonesia untuk menggunakan kepemimpinannya, khususnya di kalangan negara-negara Gerakan Non-Blok, untuk ikut mendorong negara-negara yang belum meratifikasi CTBT agar segera meratifikasi.

Sepanjang pertemuan, rombongan Komisi I melakukan dialog secara interaktif mengenai berbagai aspek teknis dan politis dari ratifikasi CTBT. ES CTBTO menganggap pertemuan tersebut sangat produktif dan mengharapkan hal tersebut dapat menjadi model bagi parlemen dari negara-negara anggota CTBTO lainnya.

Memanfaatkan kunjungannya ke Wina, rombongan Komisi I juga mengadakan pertemuan terpisah dengan tiga warga Indonesia yang bekerja sebagai pakar di CTBTO untuk memperoleh masukan mengenai CTBT.

Rombongan juga menyempatkan diri berkunjung ke Markas Besar Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) yang terletak di kawasan yang sama dengan CTBTO (Vienna International Center).

Dalam kunjungannya ke Markas Besar IAEA, rombongan Komisi I melakukan diskusi dengan tujuh warga Indonesia yang menjadi pakar di IAEA, mengenai pengembangan teknologi nuklir untuk tujuan-tujuan damai.

CTBT adalah sebuah traktat yang terbentuk pada tahun 1996 dan bertujuan untuk menghentikan semua jenis uji coba senjata nuklir.

Hingga saat ini 153 negara telah meratifikasi CTBT. Namun demikian CTBT belum dapat berlaku secara hukum (entry into force) karena masih terdapat semibilan negara Annex II yang belum meratifikasi traktat tersebut.

Negara Annex II adalah negara-negara yang dianggap memiliki kemampuan nuklir yang cukup menonjol dan diperkirakan memiliki peluang untuk melakukan uji coba senjata nuklir.

Indonesia termasuk satu dari sembilan negara Annex II yang belum meratifikasi CTBT bersama Amerika Serikat, Cina, Israel, Iran, Mesir, Korea Utara, Pakistan dan India.

***6***
(T.H-ZG/C/R018/R018) 14-05-2011 14:42:55