Jumat, 15 November 2013

PENYAKIT

SEMUA PENYAKIT BISA DICEGAH ASAL TAHU PENYEBABNYA

London 13/11 (Antara) - Berbagai macam penyakit seharusnya tidak perlu terjadi dan bisa dicegah bila saja masyarakat mengetahui cara pencegahannya dari awal.

Hal itu diungkapkan dokter Terawan Agus Putranto, Sp.Rad kepada Antara London, usai memberikan ceramah diadakan Dharma Wanita Persatuan KBRI London, Selasa siang.
Kehadiran dokter Terawan di Inggris guna mengikuti konferensi The Future of Radiology and Surgery, Interventional Radiology, yang digelar BSIR Foundation Course yang diadakan di kota Manchester selama tiga hari hingga 15 November.

Menurut tim dokter kepresidenan, semua penyakit bisa dicegah bila saja kita tahu penyebabnya. Untuk itu perlu dilakukan sosialisasi dan pencegahan suatu penyakit.

Diakuinya perkembangan dunia kedokteran pun terus meningkat sejalan dengan perkembangan zaman. Berbagai inovasi terus berkembang.

Dikatakannya keikutsertaannya dalam konferensi intervensi kardialogi di Manchester, dalam upaya memberikan penyegaran dan juga tambahan ilmu.

Sebagai seorang dokter harus bisa meng upgrade diri, ujarnya agar tidak ketinggalan karena ilmi kedokteran terus berkembang.

Menurut dokter Terawan, perkembangan ilmu kedokteran di Inggris menunjukkan meningkat untuk itu sebagai dokter harus selalu mengupgrade diri. "Kita juga harus saling bekerjasama dengan negara manapun saling tukar keilmuan, karena ilmu pengetahuan kedokteran terus maju," katanya.***4***
(ZG)
(T.H-ZG/B/E.S. Syafei/E.S. Syafei) 13-11-2013 14:06:28

DEBAT

JOGJA DEBATING FORUM JUARA KOMPETISI DEMAT INTERNASIONAL

London, 12/11 (ANTARA) - Jogja Debating Forum menangkan Kompetisi Debat Internasional PPI UK yang diwakili Fajri Matahati dan Omi Ongge yang digelar di King's College London.

Kompetisi debat diadakan dalam rangkaian Indonesian Scholars International Convention (ISIC) 2013 yang berlangsung akhir pekan, ujar Ketua Umum PPI UK, Haikal Bekti Anggoro, kepada ANTARA London, Selasa.

Peserta dari kompetisi debat PPI UK ini merupakan pelajar-pelajar Indonesia di wilayah UK maupun Eropa daratan.

Sebanyak delapan tim yang lulus seleksi panitia berpartisipasi di babak final yang dilangsungkan bersamaan dengan Indonesian Scholars International Convention (ISIC) 2013.

Berbagai topik menjadi bahan perdebatan kompetisi diantaranya peran dan manfaat social media, pemerintahan berbasiskan sekularisme, dan menurunnya industri Indonesia karena ketidakcintaan atas produk lokal.

Fajri Matahati, pelajar di kota Edinburgh serta Omi Ongge asal London mendominasi kompetisi dan hanya memiliki sedikit pesaing sengit.

Pada grand final, pasangan tersebut dihadapkan dengan Willy Limiadi asal Oxford serta Santi Nuri Dharmawan asal London yang menggunakan nama Indonesia Mengglobal. Walaupun pasangan Indonesia Mengglobal kalah, namun Santi Nuri Dharmawan diangkat menjadi Debater terbaik dalam kompetisi yang baru pertama digelar .

Duta Besar Republik Indonesia untuk United Kingdom dan Republik Irlandia, TM Hamzah Thayeb, merasa bangga dengan para peserta Kompetisi Debat yang begitu bersemangat dan penuh pengetahuan dalam penyampaian mosi yang diajukan. "Luar biasa! Sangat seru sekali!" tutur Dubes RI tersebut.

Pada babak Grand Final Debating Competition tersebut, Duta Besar RI Hamzah Thayeb menjadi juri kehormatan.

Walaupun berdebat dengan sangat panas, Kompetisi Debat tersebut ditutup dengan sportifitas yang ditunjukkan para peserta yang saling bersalaman dan memberikan selamat, dilanjutkan dengan pembagian hadiah yang diserahkan langsung Dubes RI Hamzah Thayeb.***4***
(ZG)
(T.H-ZG/B/E.S. Syafei/E.S. Syafei) 12-11-2013 11:52:52

PPI UK

SUMBANGSIH PPI UK BAGI PENGEMBANGAN SDM

London, 12/11 (Antara) - Ratusan mahasiswa Indonesia yang tengah menuntut ilmu baik di luar negeri maupun di tanah air ambil bagian pada Konferensi Indonesian Scholars International Convention (ISIC) 2013 yang digelar PPI UK di London, akhir pekan lalu.

Ketua Umum PPI UK, Haikal Bekti Anggoro, kepada ANTARA London, Selasa menyebutkan dalam konferensi yang dibuka Dubes RI untuk Kerajaan Inggris dan Republik Irlandia Hamzah Thayeb dibahas topik mengenai sumber daya manusia Indonesia.

Terungkap pula pada acara itu bahwa 100 peneliti di Inggris, terutama London dan sekitarnya, menjadikan Indonesia sebagai subjek penelitiannya.
Pada konferensi yang berlangsung di King's College London ini, Board of Reviewers yang diketuai Dr Dessy Irawati-Rutten, Ketua Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional, memilih 30 paper dari 875 abstrak yang diterima panitia.

Pada dua hari konferensi, terdapat 19 presentasi dari mahasiswa terbaik Indonesia.

Dikatakannya cukup banyak presentasi yang membahas mengenai pendidikan, kebudayaan, pemberdayaan ekonomi lokal melalui tourism dan creative industry, yang sangat menarik perhatian khalayak ramai.

Konferensi ISIC merupakan konferensi akademik terbesar dan tertua yang diselenggarakan PPI di seluruh dunia.

Konferensi dari PPI United Kingdom ini sendiri pada tahun 2013 dilaksanakan sebanyak 13 kali.

Konferensi yang disambut baik Pemerintah Inggris melalui Menteri Universitas dan IPTEK, David Willetts, yang memberikan sambutan melalui video.

Dari seluruh paper yang masuk, Board of Reviewers memutuskan presenter terbaik diraih Muhammad Farid asal National University of Singapore.

Di dalam paper yang dipresentasikannya, Muhammad Farid merumuskan sebuah model baru untuk menyusun kebijakan peningkatan sumber daya manusia.

Menurutnya, peningkatan sumber daya manusia tidaklah cukup hanya melalui perbaikan kurikulum pendidikan dan sarana dan prasarana sekolah, tetapi harus melibatkan lebih banyak pihak terutama pemerintah.

Sedangkan untuk karya tulis ilmiah (paper) terbaik, Board of Reviewers memilih paper ditulis Agus Surachman dan Hartoyo asal Institut Pertanian Bogor.

Kedua penulis tertebut melakukan penelitian mengenai kemiskinan, dan penelitiannya dilaksanakan di daerah Cicurug, Sukabumi.

Pada kesimpulan papernya, Agus Surachman dan Hartoyo menekankan pentingnya pendidikan dan peranan positif dari orangtua kepada anaknya mulai usia dini agar menghentikan rantai kemiskinan.

Selain presentasi dari 19 paper, juga hadir keynote speakers diantaranya Professor David Charles asal University of Stratchlyde Skotlandia, Wilbur Ramirez dari BBC, Dr. Indra Uno dari Indonesia, serta Steve Buckle dari British Council.

Mengingat hari kedua dari acara konferensi ISIC 2013 jatuh pada 10 November yang bertepatan pada hari Pahlawan, hari kedua dimulai dengan menyanyikan lagu Bagimu Negeri.

Ketua Umum PPI UK, Haikal Bekti Anggoro, menilai peserta konferensi ISIC 2013 dapat menjadi sosok-sosok pahlawan baru untuk Indonesia, tidak melalui berjuang di peperangan, namun melalui pengetahuan yang bermanfaat bagi peningkatan kualitas hidup orang di sekitarnya.
Ketua Panitia ISIC 2013, Syahidah Rilyadi pada pidato penutupannya berharap berbagai informasi dan ilmu yang diraih pada konferensi ini dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan Indonesia dimasa datang.***4***
(ZG)
(T.H-ZG/B/E.S. Syafei/E.S. Syafei) 12-11-2013 11:52:54

MINAT SISWA

MINAT MAHASISWA INDONESIA KE UK TINGGI

Oleh Zeynita Gibbons

London, 11/11 (ANTARA) - Menteri Universitas dan IPTEK UK David Willetts MP mengakui tren mahasiswa Indonesia yang ingin menuntut ilmu di Inggris semakin banyak, yakni tercatat lebih dari 1.000 mahasiswa Indonesia belajar di berbagai universitas di Inggris.

Menteri David Willetts MP dalam Konferensi Indonesian Scholars International Convention (ISIC) 2013 yang diadakan PPI UK di King's College, London, selama dua hari, Sabtu dan Minggu (9-10/11), mengatakan bahwa meningkatnya minat mahasiswa belajar di Inggris itu tidak lain karena adanya kerja sama pendidikan yang dilakukan kedua negara.

Bahkan telah dilakukan dua kali pertemuan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh dengan Menteri Universitas dan IPTEK UK David Willetts MP di UK, kata Ketua PPI UK Haikal Bekti Anggoro kepada Antara London, Senin.

Dalam konferensi yang bertema "Emerging Indonesia: Unraveling the Nation's Human Potential to Pursue the Dynamic and Innovative Development Regionally and Globally" David Willetts menyampaikan apresiasinya melalui video karena tidak dapat hadir secara fisik di lokasi ISIC 2013.

Haikal Bekti Anggoro mengatakan konferensi yang diadakan di salah satu universitas paling terkenal di dunia, King's College London, itu mengangkat tema di bidang "human resources" karena PPI UK merasa bahwa kunci pertumbuhan Indonesia di masa depan bukanlah berpaku kepada sumber daya alam, akan tetapi pemanfaatan sumber daya manusia.

Sementara itu, Duta Besar RI untuk Kerajaan Inggris Ri dan Republik Irlandia Hamzah Thayeb menyampaikan harapan dan apresiasinya yah tinggi menginggat konferensi ini menghasilkan berbagai masukan untuk membangun Indonesia yang lebih baik.

Pada hari pertama konferensi ISIC 2013 yang menyajikan 30 karya tulis ilmiah yang terpilih dari 875 abstrak yang masuk dari mahasiswa Indonesia di 26 negara, menghadirkan beberapa pembicara dari UK maupun Indonesia diantaranya Prof. David Charles merupakan salah satu pembicara utama yang menyampaikan mengenai University Engagement.

"Universitas-universitas harus bergabung dengan dan berkontribusi untuk komunitas-komunitas di sekitarnya," ujar Prof. David Charles. Dengan adanya university engagement, komunitas di sekitar lokasi universitas dapat semakin maju, dan dampak baiknya sendiri akan kembali ke universitas tersebut, ujarnya.

Selain itu, juga terdapat dua pembicara lainnya yaitu Dr Indra Cahya Uno yang menyampaikan bagaimana faktor-faktor yang menyebabkan pekerja tidak siap menghadapi perubahan dapat berimbas pada perilaku tidak produktif dari pekerja dan Wilbur Ramirez merupakan presenter dari BBC The Thoughest Place to be a Binman.

Para penulis paper mempresentasikan hasil penelitiannya dihadapan para dosen Indonesia yang berkiprah di dunia Internasional. Pada tahun ini, Board of Reviewers diketuai Dr Dessy Irawati-Rutten, Ketua Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional . Selan itu, bersamaan dengan konferensi akademik, juga diadakan Debating Competition yang membahas berbagai topik ISIC 2013.

Sementara itu, dua mahasisa dri UGM Yogjakarta yang hasil penelitihannya ditampilkan dalam konferensi yang disampaikan Ayudha Ghora Dhira dan Dwi Annisa Putri menyampikan presentasi berjudul "Membangun pendidikan kebencanaan keberlanjutan kepada generasi muda khususnya persiapan dalam menghadapi bencana .

Menurut Annisa, penelitihan yang mereka lakukan melihat kenyataan di Indonesia merupakan daerah rawan bencana. "Kami melihat, tingginya korban bencana tidak hanya karena kurangnya infrastruktur, namun juga kurangnya persiapan dan pemahaman masyarakat terhadap bencana itu sendiri," ujar Annisa.
Dikatakannya bahwa pendidikan dini tentang kebencanaan adalah hal yang krusial sehingga ketika bencana terjadi, masyarakat tahu secara pasti hal yang harus dilakukan.

Sementara itu, Bangun Indra Pratama dan David Yitzack Pattiruhu dari Universitas Negeri Jakarta, mempresentasikan papernya berjudul menciptakan Sumber Daya Manusia dalam suku Talang Mamak di Riau yang Kreatif dan Inovatif melalui Peningkatan Kualitas Pendidikan yang Berhubungan dengan Standar Kehidupan dan Angka Harapan Hidup.

Menyampaikan kesan-kesanya mengikut konferensi ISIC 2013, Bangun dan David mengakui sangat senang dan turut bangga dapat mengambil bagian berkontribusi positif untuk kemajuan Indonesia melalui penelitian yang mereka lakukan.

Dikatakannya, Talang Mamak adalah salah satu suku terasing yang menetap tersebar di Kabupaten Indragiri Hulu, Propinsi Riau. Mereka memiliki keunggulan dalam meracik obat tradisional.

Sayangnya, kehidupan mereka seakan-akan ditinggalkan dalam pembangunan perekonomian, ujar Idra yang menyebutkan bahwa penelitihan dilakukan mereka bekerja sama dengan Trans7, stasiun TV lokal, melalui program acara "Indonesiaku" dalam memberikan solusi terbaik. ***4***

(T.H-ZG/B/Farochah/Farochah) 11-11-2013 09:09:35

PPI UK

PELAJAR INDONESIA TAMPILKAN KESENIN ACEH-PAPUA DI LONDON

London, 10/11 (Antara) - Malam kesenian tahunan Indonesia Gala Cultural Night: Symphony in Diversity mempromosikan kebudayaan Indonesia digelar dalam rangkaian pertemuan ilmiah para pelajar Indonesia di Inggris yang tergabung Perhimpunan Pelajar Indonesia.

Acara ini menampilkan kesenian Indonesia mulai dari Aceh hingga Papua, Sabtu malam.

Ketua PPI UK Haikal Bekti Anggoro kepada Antara London , Minggu mengatakan acara yang digelar di Greenwood Theatre di London, di bilangan London Bridge yang terkenal dihadiri sekitar 300 undangan termasuk Dut Baesar RI untuk Kerajaan Inggris Raya dan Republik Irlandia Hamzah Thayeb.

Dubes TM Hamzah Thayeb yang berasal dari Aceh mengaku sangat terpukau dengan tari Saman yng dibawakan oleh para pelajar Indonesia yang ditengah tengah kesibukan belajar masih sempat ikut mempromosikan Indonesia di Inggris.

"Memang semakin hebat pelajar Indonesia di UK dengan tarian yang semakin memukau," ujar Dubes.

Haikal mengatakan Gala Cultural Night merupakan bagian dari Indonesian Scholars International Convention berbagai kesenian tradisional dipentaskan di Greenwood Theatre tersebut.

Para pengunjung yang berjumlah lebih dari 300 orang yang memenuhi Greenwood Theatre mengenakan Udeng (Ikat Kepala) Bali sebagai tanda masuk ke theatre yang membuat ruang penuh dengan udeng berwarna merah dan kuning yang membuat acara semakin semarak.

Ngibing
Acara dibuka dengan tarian Ngibing asal DKI Jakarta, yang dipentaskan oleh pelajar-pelajar Indonesia yang sedang mengenyam pendidikan di kota Manchester.

Penampilan selanjutnya adalah Tari Yospan dari Papua yang dipentaskan langsung oleh mahasiswa Papua di London. Ke delapan pelajar Papua tersebut menggunakan hiasan sederhana namun sangat unik di mata para pengunjung Gala Cultural Night.

Dari ujung timur, acara beralih ke ujung barat Indonesia, yaitu Aceh. Dipersembahkan tarian Ratoh Duek yang khas dari Aceh.

Tarian ini dipersembahkan oleh pelajar Indonesia yang sedang berkuliah di kota Newcastle. Tari Topeng asal pulau wisata Bali juga ditampilkan. Tarian yang bercerita tentang orang tua yang mencoba menggoda gadis muda ini sangat mencuri perhatian penonton.

Agung Bagus Pratiksa Linggih, pelajar S1 di University of Manchester ini sengaja membawa peralatan lengkap Tari Topeng dari Indonesia demi mempromosikan Indonesia di UK.

Selain tarian, musik angklung juga dipromosikan di acara Gala Cultural Night. Musik angkung ini memainkan berbagi medley lagu daerah Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Penonton nampak sangat tertarik dengan alat musik yang terbuat dari bambu tersebut.

Acara ditutup dengan mengajak seluruh penonton untuk berjoget dangdut. Para penonton yang diajarkan cara berjoget oleh MC pun ikut bergoyang mengikuti penyanyi asal London, Irina Monarizki.

Acara pun ditutup sangat meriah. Andon yang merupakan dosen dari King's College London menyatakan seusai acara mengatkan sangat menikmati penampilan budaya Indonesia.

"I really enjoyed the event. I hope I can attend this event again next year," ujarnya. ***4***
(ZG/b/a011)
arnaz
(T.H-ZG/B/A.F. Firman/A.F. Firman) 10-11-2013 17:27:00


PUTRI PARIWISATA

PUTRI PARIWISATA PROMOSIKAN INDONESIA DI WTM LONDON

London, 7/11 (ANTARA) - Putri Pariwisata, Retno Ambar Arum (20), dengan mengunakan busana tradisional Indonesia yang gemerlap menjadi perhatian banyak pengunjung paviliun Indonesia di pameran pariwisata WTM London di gedung Excel London.

Keunikan busana kebaya modern rancangan Joko Sasongko Ayok dari Parang Kencana Batik yang dikenakan Putri Pariwisata membuat banyak pengunjung paviliun Indonesia minta photo bersama Retno Ambar Arum.

Kehadiran Putri Pariwisata Indonesia di WTM London yang berlangsung 4 hingga 7 November itu turut mempromosikan berbagai obyek wisata kepada pengunjung , ujar Wakil Direktur promosi pariwisata luar negeri khusus wilayah Eropa-Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Agustini Rahayu di London, Kamis.

Menurut Agustini Rahayu, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengikutsertakan Putri Pariwisata dalam berbagai pameran dalam rangka memperkenalkan berbagai obyek wisata Indonesia kepada para pengunjung paviliun Indonesia.

Sementara itu Retno Ambar Arum mengatakan bahwa ia sangat terkesan dengan event international exhibition, seperti World Travel Market dan bangga bisa mempromosikan kekayaan berbagai obyek wisata Indonesia.

"Saya bangga bisa ikut mempromosikan berbagai obyek wisata dan juga memperkenalkan berbagai macam tarian khas Indonesia yang unik dan mengesankan selama pameran berlangsung," ujar Retno, yang menyandang gelat "Mbakyu Kota Malang 2012."
Menurut gadis kelahiran Malang, 15 Agustus 1993 itu bertugas sebagai duta wisata Indonesia di luar negeri merupakan pengalaman pertama dalam mempromosikan pariwisata Indonesia. Selain mempromosikan berbagai obyek wisata ia juga memberikan penjelasan mengenai kuliner Indonesia serta wellness and spa.

Banyak pengunjung di sini sudah mengenal betul tentang Bali tapi kebanyakan belum kenal betul tentang tempat wisata lainnya. Hal ini merupakan tantangan bagi Arum untuk mengenalkan destinasi lainnya di Indonesia.

Selama pameran pariwisata berlangsung Arum yang menjadi ikon paviliun Indonesia di WTM London tidak saja memberikan penjelasan tentang berbagai obyek wisata tetapi juga menjadi pembawa acara pada pentas kesenian dan budaya Indonesia.

Retno Ambar Arum, merupakan finalis Jawa Timur dan menjadi juara Runner Up 3 atau Putri Pariwisata Olahraga (Miss Sport Tourism) dalam malam penobatan Putri Pariwisata Indonesia 2013 di Sasana Kriya, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, September lalu.***3***
(ZG)
(T.H-ZG/B/S. Suryatie/S. Suryatie) 07-11-2013 06:52:34


FAO

FAO: INDONESIA BISA JADI CONTOH

Oleh Zeynita Gibbons

London, 7/11 (Antara) - Badan Pangan Dunia (FAO) menilai Indonesia dapat menjadi contoh dan perhatian negara-negara di dunia karena berhasil meletakkan dasar pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di daerah terpencil, agar tercipta masa depan yang bebas dari kelaparan.

Hal ini disampaikan Deputi Dirjen FAO bagian Ilmu Pengetahuan, Maria Helena Semedo, ketika menerima kunjungan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Helmi Faishal Zaini di Markas FAO di Roma, demikian keterangan Pensosbud KBRI Roma yang diterima ANTARA London, Kamis.

"Kepemimpinan negeri Anda dalam memformulasi dan menyelenggarakan program pengurangan kemiskinan dan meniadakan kelaparan, menunjukkan komitmen yang kuat dan dedikasi tinggi dalam melaksanakan program-program mengeliminasi kelaparan," ucap Semedo mewakili Dirjen FAO Graziano da Silva yang sedang melakukan kunjungan kerja ke Afrika.

Semedo menyatakan FAO dan Organisasi Buruh Internasional (ILO) merasa bangga menjadi mitra dari Kementerian PDT dalam usaha mengurangi kemiskinan dan meniadakan kelaparan penduduk di Indonesia, secara khusus membantu penduduk di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

FAO siap memobilisasi para ahlinya dan berbagi pengalaman untuk secara efektif mendukung program PDT melalui kemitraan.

FAO akan mempelajari masalah yang dihadapi untuk mendapatkan cara terbaik agar masyarakat bisa meningkatkan kemampuan untuk berkarya dan berkesempatan berwiraswasta.

Pada saat yang sama memberdayakannya dan membekali mereka akan pengetahuan di bidang kesehatan dan pendidikan. Namun ia menyatakan pula semua itu perlu dukungan pemerintah provinsi dan kabupaten.

Kementerian PDT melakukan koordinasi dan kerja sama dengan FAO dan ILO dalam rangka percepatan pembangunan daerah tertinggal pada satu provinsi di Indonesia, yaitu Nusa Tenggara Timur (NTT). Seluruh kabupaten di provinsi itu dikategorikan tertinggal.

Usaha mengurangi kemiskinan dan menghilangkan kelaparan di empat kabupaten sebagai "pilot location" yakni Kupang, Belu, Timor Tengah Utara dan Sumba Timur. Pengembangan di empat kabupaten itu akan difokuskan pada tiga komoditas unggulan, yakni jagung, ternak sapi dan rumput laut.

Program yang merupakan hasil kerja sama antara kementerian PDT, FAO dan ILO ditargetkan terlaksana dalam tiga tahun mulai tahun 2014 hingga 2016.

Kegiatan ini akan membutuhkan dana sebesar 14,4 juta dolar AS, namun Kementerian PDT hanya mampu mengalokasikan anggaran berkisar 7,2 juta dolar AS.

Pada kesempatan itu, Menteri Helmi Faishal Zaini menyumbangkan beberapa karya fotonya di daerah tertinggal di Indonesia serta sejumlah kain tenun untuk dipajang di Ruang Indonesia di Markas FAO di Roma.

Ruang Indonesia sendiri mendapat perhatian besar karena dindingnya terbuat dari kayu dengan ukiran hasil kerja pengrajin di Jepara, demikian keterangan dari Bagian Penerangan KBRI Roma. ***1*** (ZG)
(T.H-ZG/B/E.M. Yacub/E.M. Yacub) 07-11-2013 05:21:32