Jumat, 18 September 2015

AUSTRIA

INDONESIA MENDUKUNG PENYELESAIAN DAMAI ISU NUKLIR IRAN
     Oleh Zeynita Gibbons

   London, 16/9 (Antara) - Indonesia menegaskan dukungan terhadap penyelesaian damai isu nuklir Iran dan menekankan kesiapan memperkuat kerja sama teknis Selatan-Selatan bagi pemanfaatan ilmu pengetahuan dan aplikasi teknologi nuklir.

        Pernyataan tersebut disampaikan  Ketua Delegasi RI/Dubes Rachmat Budiman pada Sidang General Conference International Atomic Energy Agency (IAEA) ke-59 di Wina, Austria,  demikian Minister Counsellor KBRI/PTRI Wina, Dody Kusumonegoro, Rabu.

        Rachmat Budiman menjelaskan, dukungan Indonesia terhadap  penyelesaian isu nuklir Iran secara damai melalui implementasi perjanjian Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) antara Iran dengan Amerika Serikat, China, Inggris, Perancis, Rusia dan Jerman (E3+3).

        Selain  Resolusi DK PBB Nomor 2231 dan perjanjian "Road-map for the clarification of past and present outstanding issues" antara Iran dan IAEA. Perkembangan positif tersebut merupakan wujud konret keberhasilan upaya diplomasi dan negosiasi mengupayakan penyelesaian secara damai isu nuklir Iran.

        Di pihak lain, Indonesia sangat menyesalkan kegagalan Sidang "Treaty on the Non-Proliferation of Nuclear Weapons (NPT) Review Conference" yang diselenggarakan April-Mei 2015 di New York yang tidak berhasil mengadopsi draf dokumen akhir.

        Kegagalan tersebut dipandang akan semakin memperlemah relevansi, integritas serta kredibilitas NPT. Indonesia juga menyayangkan tidak adanya kemajuan dalam upaya pembentukan Kawasan Bebas Senjata Nuklir di Timur Tengah.

   
Bantuan Teknis
   Sementara itu, terkait upaya memperkuat kerja sama Selatan-Selatan, Dubes Rachmat Budiman menyatakan,  dukungan Indonesia diwujudkan dalam bentuk komitmen untuk memberikan bantuan teknis bagi negara berkembang di bidang aplikasi sains dan teknologi nuklir.

        Bantuan tersebut akan diberikan dalam payung kerja sama Selatan-Selatan, antara lain melalui Program IAEA Peaceful Uses Initiative (PUI). Laboratorium BATAN yang telah ditetapkan sebagai IAEA Collaborating Center oleh Direktur Jenderal IAEA pada  Januari lalu  menyatakan kesiapannya  melaksanakan pemberian bantuan teknis tersebut.

        Kemampuan Indonesia memberikan bantuan teknis mendapatkan pengakuan Direktur Jenderal IAEA, Yukiya Amano, yang dalam pidato pembukaannya di General Conference IAEA ke-59  mengapresiasi bantuan Indonesia kepada Nepal berupa makanan siap saji yang telah  diawetkan menggunakan teknologi iradiasi yang telah dikuasai dengan sangat baik oleh Indonesia.

        Bantuan makanan tersebut diberikan dalam ketika Nepal mengalami bencana gempa bumi baru-baru ini. Iradiasi dengan teknologi nuklir memungkinkan bahan makanan menjadi lebih tahan lama namun tetap aman untuk dikonsumsi.

        Indonesia juga telah memiliki keunggulan di bidang aplikasi teknologi nuklir. Keunggulan aplikasi teknologi nuklir Indonesia tersebut antara lain di bidang pertanian, yaitu pemuliaan tanaman menggunakan teknologi irradiasi yang telah memperoleh penghargaan outstanding achievement dari IAEA dan FAO.

        Indonesia juga siap membantu negara-negara berkembang lainnya untuk mengembangkan aplikasi teknologi nuklir dalam pemuliaan tanaman tersebut, khususnya kepada negara-negara di kawasan Pasifik.(ZG) ***2***

(T.H-ZG/C/S. Muryono/S. Muryono) 16-09-2015 22:11:15

SYDNEY

OKKY: KESEHATAN DAN KETENAKERJAAN TAK BISA DIPISAHKAN

     Oleh Zeynita Gibbons

   London, 16/9 (Antara) - Kesehatan dan Ketenagakerjaan adalah dua sisi yang tidak dapat dipisahkan, kata anggota DPR RI Okky Asokawati di Sidney, Australia.

        Hal itu diungkapkan Okky Asokawati dalam diskusi dengan masyarakat Indonesia di KJRI Sydney, demikian Joannes E Tandjung, Diplomat Indonesia yang sedang menjalankan studi doktoral mengenai perlindungan hukum batik Indonesia kepada Antara London, Rabu.

        Okky Asokawati mengatakan, selaku warga negara Indonesia, patut  bangga dengan kenaikan anggaran kesehatan sebesar lima persen dari APBN, yaitu Rp75 triliun. Kenaikan anggaran kesehatan merupakan contoh kemitraan antara eksekutif dan legislatif yang mengeyampingkan perbedaan guna mengedepankan kepentingan rakyat Indonesia.

        Selain isu kesehatan dan ketenagakerjaan, diplomasi fesyen sebagai bagian integral dari diplomasi ekonomi yang digalakkan Kementerian Luar Negeri merupakan isu mengemuka yang menuai perhatian 100 anggota masyarakat Indonesia yang menghadiri acara diskusi.

        Kehadiran Okky Asokawati dalam konferensi TB Global Forum yang diikuti wakil Caucus Asia Pacific dan bertemu Menteri Luar Negeri Australia, Ms Julie Bishop.

        Partisipasi aktif Okky Asokawati dalam pertemuan "TB Global Forum" tidak hanya mewakili suara Indonesia, namun juga menggaungkan kepentingan negara-negara berkembang dalam pemberantasan penyakit tuberkulosis (TB).

        Menurut data Global TB Caucus, pada tahun 2013 terdapat 680.000 kasus TB dan Multi-drug resistant/MDR TB dan 68.000 kematian yang disebabkan TB di Indonesia.

        Salah satu hasil utama pertemuan tersebut adalah pembentukan Caucus Asia Pacific yang beranggotakan Australia, Indonesia, India, Filipina, Vietnam, Papua Niugini dan Selandia Baru.

        Konsul Jenderal RI di Sydney, Dr Yayan GH Mulyana mengatakan, diskusi ini sebagai forum interaksi  antara Okky Asokawati dengan masyarakat Indonesia guna mendengarkan perhatian dan harapan anggota masyarakat atas perkembangan isu kesehatan dan tenaga kerja serta isu hangat lainnya di Tanah Air.

        Mengawali karirnya sebagai model,  Okky Asokawati terpilih menjadi Anggota DPR Komisi IX sejak tahun 2009. Pada Pemilu tahun 2014, Okky terpilih kembali sebagai Anggota DPR mewakili Partai Persatuan Pembangunan (PPP) untuk masa tugas 2014-2019.

        Di sela-sela kesibukan utamanya dalam menghadiri sidang di DPR dan menjalankan agensi modelnya, Okky juga seorang penulis politik yang  menerbitkan beberapa buku bestseller termasuk yang berjudul "From Fashion to Politics".  ***4*** (ZG)

(T.H-ZG/B/S. Muryono/S. Muryono) 16-09-2015 21:15:47
SYS

SHAFIRA

SHAFIRA TAMPILKAN PAKAIAN KERJA DI NEW YORK

     Zeynita Gibbons
    London, 16/9 (Antara) - Tim perancang busana muslim Shafira dari Indonesia menampilkan pakaian kerja siap dikenakan atau "ready to wear" warna-warna cerah yang mudah dipadupadankan, baik untuk wanita berhijab atau tidak di gedung KJRI New York.

         Kehadiran tim perancang bersama Feny Mustafa, pendiri Shafira di New York awal pekan ini dalam upaya memperkenalkan kekayaan kain songket Indonesia di New York Couture Fashion Week 2015, demikian keterangan Shafira Corporation yang diterima Antara London, Rabu.

         Pagelaran di KJRI ini juga menghadirkan koleksi desainer Indonesia lainnya seperti Anniesa Hasibuan dan Diana Putri, serta menampilkan penyanyi Vicky Shu.

         Feny Mustafa usai fashion show di KJRI New York menyebutkan busana "ready to wear" bisa dipakai untuk ke kantor dan juga keperluan acara lainnya.

         Busana tersebut bisa dikenakan sehari-hari untuk ke kantor atau pada acara lainnya baik dalam suasana santai maupun serius. Koleksi ready to wear dirancang bagi mereka yang selalu ingin tampil modis dan simpel. Tidak terlalu banyak detail tambahan seperti payet dan bordir. Shafira menampilkan koleksi blus yang dipadankan dengan rok panjang atau celana panjang, dipermanis dengan jaket pendek maupun yang panjang.

         Seperti jaket bisa dipakai oleh siapa saja dan cocok dipadankan dengan rok panjang atau celana panjang. Begitu juga dengan blus yang dominan berbahan polos, dipadu jaket polos, bermotif bunga, kotak-kotak, dan garis-garis.

         Konjen RI di New York Ghafur Darma Putra, memberikan karangan bunga kepada Feny Mustafa, disambut tepuk tangan meriah dari para tamu yang merupakan undangan khusus KJRI. Ghafur menuturkan pihaknya menyambut baik upaya desainer Indonesia dalam memperkenalkan karya dan produknya di luar negeri, seperti di New York itu.

         Sementara itu pengamat fashion Amerika Daniel James Cole yang hadir di KJRI dan juga menyaksikan NY Couture Fashion Week, menyebutkan koleksi Shafira bagus dan bisa menyasar wanita berhijab serta komunitas Yahudi yang banyak terdapat di New York.

         Mantan dosen di Fashion Institute of Technology, dan New York University ini baru saja meluncurkan bukunya berjudul History of Modern Fashion. Dia berencana melakukan riset tentang fashion dan kekayaan kain di Indonesia. (ZG) ***4***
(T.H-ZG/B/T. Susilo/T. Susilo) 16-09-2015 06:04:57

PCIM UK

DIN HARAPKAN PCIM UK KERJA SAMA UNIVERSITAS

     Zeynita Gibbons
    London, 16/9 (Antara) - Mahasiswa Indonesia di berbagai perguruan tinggi yang tergabung dalam Pengurus Cabang Istimewa Muhammadiyah Inggris Raya/United Kingdom (PCIM UK) diharapkan menjalin kerja sama pendidikan dengan berbagai universitas dan para profesor setempat.

         Hal itu diungkapkan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Din Syamsudin dalam pertemuan dengan Pengurus Cabang Istimewa Muhammadiyah Inggris Raya/United Kingdom, demikian Sekretaris PCIM UK, Salis Yuniardi, yang tengah menuntut ilmu di Newcastle kepada Antara London, Rabu.

         Prof Din Syamsudin berada di Inggris menghadiri undangan konferensi di Bristol UK yang diselenggarakan UNDP dan NGO UK berkaitan dengan sustainable development goals serta konferensi di Tirana Albania bertajuk "peace is always possible".

         Terkait dengan kerja sama Muhamadiyah dengan berbagai mitra luar negeri seperti di United Kingdom, Din Syamsudin mengatakan terdapat banyak peluang kerja sama, salah satunya adalah di bidang pendidikan, ujarnya.

         Dikatakannya salah satu peran yang dapat diambil mahasiswa yang saat ini berada di luar negeri adalah dengan menjalin kerja sama yang baik dengan para profesor di tempat mereka belajar.

         Hubungan baik diharapkan dapat menjadi jembatan dan menghubungkan para calon mahasiswa yang ingin menempuh pendidikan lanjutan yang masih berada di Indonesia.

         Silaturahmi PCIM UK dengan Profesor Din Syamsudin, mantan ketua umum PP Muhammadiyah berlangsung santai sebelum mengisi kajian di KBRI London.

         Dalam perbincangan santai dengan PCIM UK juga dibicarakan   masalah kebangsaan dan peran peran strategis yang dapat diambil PCIM UK. Dikatakannya saat ini dalam tataran global muncul kesadaran dunia dalam kepedulian terhadap lingkungan termasuk permasalahan perubahan iklim.

         Kesadaran inipun sudah terjadi di kalangan muslim di dunia dengan deklarasi Internation declaration of Islamic climate change yang dihadirinya di Turki Agustus lalu. Akan tetapi dalam konteks lokal keindonesiaan kesadaran tersebut belum secara kentara muncul ke permukaan.

         Kemungkinan hal ini disebabkan oleh nyamannya iklim di Indonesia yang relatif stabil sepanjang tahun. Untuk itu perlu adanya gerakan masif untuk menggugah kesadaran terhadap permasalahan lingkungan di Indonesia.

         Sementara masalah kebangsaan yang dihadapi saat ini cukup beragam. Kemajemukan bangsa merupakan salah satu anugerah namun menyimpan potensi permasalahan yang cukup besar, ujarnya.

         Menurut Din Syamsudin, hadirnya media sosial di satu sisi dapat mencairkan hubungan antar-etnis, namun di sisi lain pengaruh global yang mendera seluruh dunia mendorong berbagai bentuk pemajemukan baru yang dapat menghadirkan konflik baru. Namun keyakinan akan keindonesiaan akan tetap dapat dirajut dengan baik jika sebagian besar kalangan yang selama ini diam dapat mulai mengambil peran aktif sebagai perekat bangsa.(ZG) ***2***
(T.H-ZG/B/T. Susilo/T. Susilo) 16-09-2015 06:27:40

MOSKOW

INDONESIA MENJARING WISATAWAN DI PAMERAN "OTDYKH" MOSKOW
     Zeynita Gibbons
    London, 16/9 (Antara) - Indonesia menjaring wisatawan dalam pameran terbesar di Rusia yang dikunjungi sekitar 65 ribu orang pada The 21st International Trade Fair for Travel and Tourism "Otdykh Leisure" di Moskow tanggal 15-18 September 2015.

         Dubes RI untuk Rusia, Djauhari Oratmangun, mengatakan partisipasi Indonesia dalam pameran "Otdykh Leisure 2015" ini merupakan bagian dari strategi kreatif untuk memasarkan berbagai destinasi wisata daerah sekitar atau beyond Bali.

         Pensosbud KBRI Moskow dalam keterangannya kepada Antara London, Rabu mengatakan, pameran Otdykh Leisure 2015 diikuti 700 peserta dari Rusia dan 70 negara kawasan Uni Eropa, Amerika Latin, Amerika Serikat, Tiongkok, beberapa negara eks Uni Soviet, serta ASEAN seperti Singapura, Vietnam, Thailand, termasuk Indonesia yang menghadirkan dua stan.

         Partisipasi Indonesia dalam ajang wisata tahunan dengan menampilkan stan "Enjoy Jakarta" dari tim Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta serta stan "Wonderful Indonesia" Kementerian Pariwisata RI. Stan itu diisi 13 pelaku bisnis pariwisata dan perhotelan di Indonesia serta tim kesenian yang mendapat dukung KBRI Moskow.

         Stan "Enjoy Jakarta" didominasi warnah hijau dalam Nuansa Betawi terasa kental dengan kehadiran Kalya dan Rizky, runner up Abang dan None Jakarte 2015 sebagai penerima tamu yang ramai dikunjungi kalangan pelaku bisnis pariwisata dan media masa.

         Selain itu juga ada hidangan jajanan pasar dan minuman khas Betawi bir pletok yang membuat pengunjung antre. "Enak, rasanya hangat di perut," ujar Sergey yang menjajal bir pletok Betawi.

         Suasana stan DKI Jakarta semakin meriah dengan suguhan kesenian Betawi tari kipas dan tari piring yang dibawakan lincah dinamis oleh kelompok tari bawaan Dinas Pariwisata dan Budaya DKI Jakarta.

         Stan dengan desain mirip bentuk kapal phinisi merah diikuti 13 pelaku industri travel, tur, dan hotel yang menawarkan berbagai paket wisata Bali, pesona Borobudur, Prambanan dan Candi Ratu Boko, tempat-tempat pariwisata di Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara, dan wisata Eco-tourism.

         Kemudian stan Wonderful Indonesia dimeriahkan dengan beberapa tarian dari Jakarta serta kehadiran Everarda Belay, penenun kain tenun Tanimbar dan Jitron, pemain musik sasando dari NTT.

         Kemeriahan warna-warni pakaian ala karnaval yang dikenakan penari di kedua stan DKI Jakarta dan Kementerian Pariwisata membangkitkan minat masyarakat umum Rusia, profesional, ataupun media setempat untuk berfoto bersama.

         Berlibur ke luar negeri merupakan kebutuhan masyarakat Rusia. Meskipun Rusia dikenai sanksi Barat dan nilai mata uang rubel merosot akibat turunnya harga minyak, namun dengan strategi pemasaran yang kreatif dan tepat minat masyarakat Rusia berlibur ke Indonesia masih tetap tinggi. Terlebih lagi sejak tahun 2015 warga Rusia dibebaskan dari visa masuk ke Indonesia, demikian Dubes Djauhari. (ZG) ***1****
(T.H-ZG/B/T. Susilo/T. Susilo) 16-09-2015 06:53:05

UTHREA

GUNDUL PACUL MERIAHKAN INDONESIA DAY DI UTREACH

     Zeynita Gibbons    
     London, 15/9 (Antara) - Lagu Gundul-gundul pacul dan  Cublak-Cublak Suweng yang dibawakan kelompok paduan suara pelajar SD-SMP-SMA Nasional I Bekasi, memeriahkan acara "Utrecht Indonesian Day" (UID)  diadakan pelajar Indonesia di Belanda yang tergabung dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Utrecht, akhir pekan.

          Kelompok paduan suara yang pernah meraih medali emas di ajang festival paduan suara di Cina juga membawakan lagu klasik seperti Edelweis menghibur sekitar 600 pengunjung acara Utreacht Indonesia Day 2015.

         Ketua panitia  UID 2015, Sarah Ervinda, kepada Antara London, Selasa menyebutkan acara "Utrecht Indonesian Day" (UID)  bertujuan memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional yang berada di Provinsi Utrecht, Belanda.

         Acara "Utrecht Indonesian Day" (UID)   dikemas secara kreatif dengan mengangkat tema natural beauty of Indonesia,  Indonesian traditional culture,  Indonesian contemporary culture dan  acculturation between Indonesian and Dutch (western) culture dihadiri Kuasa Usaha Ad-Interim dari KBRI Den Haag, Ibnu Wahyutomo,  dan Dubes  Perwakilan  Indonesia untuk UNESCO Prof. Dr. T.A. Fauzi Soelaiman.

       Dalam sambutannya  Prof. T.A. Fauzi Soelaiman menekankan mengenai posisi Indonesia sebagai  negara yang kaya akan budaya dalam konteks internasional (UNESCO). Ia juga menjelaskan  mengenai peranan penting mahasiswa Indonesia di luar negeri sebagai duta budaya Indonesia.

          Acara Utrecht Indonesian Day, juga menampilkan  Nusantara Student Ensemble (NSE) yang membawakan lagu Rayuan Pulau Kelapa dengan dua vokalis bersuara tinggi yang merupakan mahasiswa konservatorium Utrecht: Ardelia dan Deasy.

         Syafri Bahar membacakan puisi mengenai perjuangan  kemerdekaan dan keindahan Kota Makassar. Seusai Puisi, penonton disuguhi dengan tari topeng yang dibawakan penari asal Utrecht, Kania Soeradjibdja.

          Alunan musik angklung dibawakan  warga Indonesia yang tergabung dalam Angklung Eindhoven membawakan lagu-lagu daerah Indonesia diantaranya Yamko Rambe Yamko dan Manuk Dadali.

           Acara Utreacht Indonesia Day juga diisi dengan presentasi Dr. Jan van Dullemen, alumni dari Universitas Utrecht yang menceritakan mengenai karya  arsitektur Belanda  di Indonesia dibangun selama masa Hindia-Belanda. (ZG)*****4******
(T.H-ZG/B/T. Subagyo/T. Subagyo) 15-09-2015 06:34:00

NEW YORK

SONGKET SILUNGKANG PUKAU NEW YORK FASHION WEEK

     Oleh Zeynita Gibbons
    London, 14/9 (Antara) - Pakaian muslim koleksi perancang busana Shafira yang mengusung kain songket Silungkang bertema "Silungkang's Songket goes to New York Couture Fashion Week," berhasil memukau masyarakat kota yang disebut Big Apple itu, Minggu (13/9).

         Ratusan penonton New York Couture Fashion Week 2015 memberi applouse cukup meriah dengan tepuk tangan panjang, seusai peragawati membawakan koleksi Shafira di Broadway Ballroom, Crowne Plaza Time Square, Manhattan, New York.

         Feny Mustafa, pendiri Shafira Corporation, kepada Antara London, Senin, mengatakan, sambutan penonton cukup antusias. Shafira, brand busana muslim yang dikenal di Indonesia dan mancanegara, pada acara New York Couture Fashion Week 2015 memamerkan sebanyak 20 koleksi couture extravaganza-nya yang didominasi warna hitam dari bahan songket asal Silungkang.

         Tema yang diusung Shafira adalah "When West Meet West" dengan sentuhan kain tradisional songket Silungkang dari Sawahlunto, Sumatera Barat.

         Kain songket dengan aplikasi bahan yang dominan bernuansa hitam dan silver tersebut, tampak mewah dan elegan dengan taburan kristal swarovski karya dari Tim desainer Shafira yang menampilkan songket dalam bentuk jaket panjang, jaket pendek, tunik, celana palazzo, dan gaun panjang.

         Feny Mustafa, pendiri Shafira Corporation, menuturkan warna hitam dan silver itu dipilih timnya agar koleksinya mudah diterima oleh masyarakat Amerika Serikat.

         Para peragawati bule yang tinggi semampai dalam balutan koleksi Shafira, melangkah gontai mengeliling panggung model berbentuk U dan para tamu tampak antusias memotret setiap busana yang ditampilkan pragawati.

         Feny mengatakan  dia dan Shafira ingin mengangkat nama Indonesia di luar negeri, melalui produk yang dihadirkannya. Songket Silungkang merupakan salah satu karya cipta seni tenun tradisional Indonesia, ujarnya.

         "Kami ingin mengangkat kekayaan budaya Indonesia ke mata dunia, antara lain melalui fashion show di New York ini," ungkapnya usai pagelaran di Crowne Plaza Times Square Manhattan.

         Ajang New York Couture Fashion Week ini berlangsung dari tanggal 11 hingga 13 September diikuti sekitar 22 perancang busana dan perhiasan dari sejumlah negara diantaranya Indonesia, India, Amerika Serikat, Rusia, China, Puerto Rico, Rumania, Georgia,dan Peru.

         Dari Indonesia ada tiga perancang yang ikut dalam Koleksi Spring 2016  selain Shafira, juga ada  Diana Putri, dan Anniesa Hasibuan serta penampilan khusus dari violis Tengku Ryo dari Sumatera, serta penyanyi Vicky Shu yang memperkenalkan sepatu rancangannya. (ZG) ***4***
(T.H-ZG/B/T. Susilo/T. Susilo) 14-09-2015 08:08:05