Rabu, 23 November 2016

RUSIA

TIM UII JUARAI KOMPETISI FOKLOR DI RUSIA
     Oleh Zeynita Gibbons

     London, 18/11 (Antara) - Tim tari International Program Dance Club (IPDC) dari Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta berhasil menjuarai kompetisi tahunan "the 9th International Folklore Festival (Interfolk)" di Kota Saint Petersburg, Rusia yang diadakan   11-15 November 2016.
            Menyambut kemenangan ini, Dubes RI untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus Mohamad Wahid Supriyadi menerima tim IPDC di Wisma Duta sebelum tim UII  kembali ke tanah air Jumat malam, demikian keterangan KBRI Moskow yang diterima Antara London, Jumat.
           "Saya mengucapkan selamat dan turut bangga atas keberhasilan tim UII Yogyakarta dalam kompetisi di kota Saint Petersburg, terlebih adik-adik saya lihat berasal dari berbagai etnis di tanah air dan telah menjadi duta bangsa yang mewakili Indonesia," ucapnya.
           Semoga prestasi ini dapat lebih memotivasi adik-adik di ajang internasional lain serta menjadi teladan bagi tim tari lain di Indonesia, ujar Dubes Wahid.
           Dikatakannya prestasi yang diraih mahasiswa UII di ajang kompetisi budaya dunia di Rusia  merupakan wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam melaksanakan diplomasi budaya Indonesia dan upaya membangun persahabatan dengan bangsa-bangsa lain di dunia.
          Ketua tim UII Rokhedi Priyo Santoso atas nama seluruh tim menyampaikan terima kasih dan penghargaan setingginya kepada Dubes Wahid, pejabat dan staf KBRI Moskow dan juga anggota Permira (Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Rusia) di Moskow dan Saint Petersburg yang telah memberi dukungan dan bantuan sepenuhnya kepada tim IPDC UII selama bertanding di Rusia.
          Sekali lagi kami ucapkan terima kasih sebesarnya dan kemenangan tim IPDC UII tidak lepas dari dukungan dan bantuan Dubes RI Moskow dan seluruh staf KBRI Moskow serta Permira, ujar Rokhedi. "Tadinya sempat kami khawatir akan kesehatan tim karena salju dan udara dingin yang menusuk saat tiba di Moskow dan juga di Saint Petersburg yang mencapai minus 17 derajat celcius. Namun semangat tim untuk mengharumkan nama bangsa dan negara terbukti mampu mengalahkan tantangan alam negara Beruang Merah ini," ujar dosen Fakultas Ekonomi UII ini.
          Sebagaimana info yang diterima dari IPDC UII dalam Interfolk ke-9 tim IPDC UII Yogyakarta berhasil memperoleh enam piala dan enam penghargaan untuk kategori First Prize for Folk Dance usia 18-45 tahun, Star of Interfolk 2016,  Jury Prize for Best Accompaniment Music, Jury Prize for Best Artistry, Jury Prize for Performance Mastery, dan Golden Diploma untuk kategori musik pengiring terbaik, penguasaan panggung terbaik, dan nilai seni yang tinggi. Dalam kategori Folk Dance usia 18 hingga 45 tahun, tim IPDC mengalahkan tim tari profesional asal RRT, Armenia, Iran, Mexico, Bulgaria, Estonia, Egypt, dan Rusia. Sedangkan penghargaan Star of Interfolk merupakan penghargaan tertinggi pilihan juri dan penonton yang menetapkan IPDC UII sebagai "bintang" Interfolk ke-9 mengungguli 23 tim tari negara lain.
           Herman Felani, dosen pendamping tim UII menambahkan bahwa tim penari IPDC berjumlah 19 orang, rata-rata mahasiswa tingkat 2 jurusan ekonomi. Peserta berlatih keras sekitar 7 bulan sebelum bertolak ke Rusia. Terdapat tiga tarian dari Aceh bernafaskan Islam yang ditampilkan, yakni tari Rapai Geleng, Tarek Pukat,  dan Ratoh Jaroe dengan pelatih tari TM. Rafsanjani.
            Kompetisi tahunan Interfolk diselenggarakan Center of International Cooperation «INTER ASPECT», European Choral Association «EUROPA CANTAT» dan European Association of Folklore Festivals (EAFF) serta didukung penuh pemerintah kota Saint Petersburg.
           Festival yang berlangsung di Concert Hall, Hotel Saint Petersburg di tepian Sungai Neva dan di Pusat Kebudayaan "Kaskad" di kota Peterhof sekitar dua jam dari St. Petersburg diikuti 53 kelompok tari dari 29 negara, di antaranya Polandia, Iran, German, China, Meksiko, Bulgaria, Israel dan sebagainya. Indonesia merupakan satu-satunya negara ASEAN yang mengirimkan tim. Setelah Festival dan Kompetisi Interfolk 2016 selesai, tim IPDC UII mendapatkan undangan mengikuti ajang kebudayaan internasional di Armenia tahun 2017. ***4***
(T.H-ZG/B/M. Yusuf/M. Yusuf) 18-11-2016 06:29:46

Kamis, 17 November 2016

MEKSIKO

MAHASISWA MEKSIKO BELAJAR DEMOKRASI ALA INDONESIA
     Zeynita Gibbons

    London, 17/11 (Antara) -  Mahasiswa Universidad Nacional Autónoma de México belajar demokratisasi ala Indonesia yang diakui sangat maju di kawasan Asia dalam kuliah umum disampaikan Dubes RI untuk Meksiko Serikat, Yusra Khan di kampus universitas itu, Rabu.
         Hal itu disampaikan Lukas Czarnecki dari Pusat Kajian Asia- Universidad Nacional Autónoma de México (UNAM), demikian Pelaksana Fungsi Pensosbud KBRI Febby Fahrani kepada Antara London, Kamis.
         Di hadapan 40 civitas akademika Pusat Kajian Asia UNAM, Dubes Yusra Khan didampingi Pelaksana Fungsi Politik menyampaikan tentang proses demokratisasi yang terjadi menempatkan Indonesia sebagai negara demokratis ketiga di dunia.
         Dikatakannya sejak Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945, dalam UUD 1945 ditetapkan Negara Kesatuan Republik Indonesia menganut paham demokrasi, yakni kedaulatan berada di tangan rakyat.
         Dubes Yusra Khan menyampaikan perkembangan demokratisasi di Indonesia sejak awal kemerdekaan. Berbagai kemajuan demokrasi Indonesia yang dicapai antara lain pelaksanaan pemilihan presiden secara langsung, otonomi daerah, dan pendirian lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi.
         Dubes menyampaikan peran Indonesia dalam mengedepankan demokrasi di dunia melalui pelaksanaan Bali Democracy Forum (BDF) sejak tahun 2008. "Forum yang memberikan kesempatan untuk berdiskusi dan saling bertukar pengalaman dalam hal menjalankan demokrasi memperkuat kapasitas demokrasi di masing-masing negara," ujarnya.
         Kuliah umum Dubes Yusra Khan ditanggapi positif oleh civitas akademika yang hadir. Berbagai pertanyaan dilontarkan. Beberapa isu menarik yang ditanyakan mahasiswa UNAM antara lain upaya dalam memajukan demokratisasi di Indonesia, kerja sama dan hubungan Indonesia - Meksiko, serta potensi strategis Indonesia dalam kancah kerja sama internasional.
         Salah seorang mahasiswa secara khusus bertanya tentang  kebijakan pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk mengedepankan poros maritime Indonesia, utamanya terkait dengan upaya pencegahan bajak laut di kawasan perairan Indonesia dan peran penting dalam konflik Laut China Selatan.
         Kehadiran Dubes Yusra Khan memberikan kuliah umum merupakan upaya memperkenalkan Indonesia di kalangan akademisi mendapatkan apresiasi dari UNAM, disampaikan Vania de Vega Shiota Gonzalez dari Pusat Kajian Asia - UNAM yang mendampingi Dubes RI selama kuliah umum.
         Pusat Kajian Asia - UNAM yang baru berdiri tahun lalu, menawarkan akademisi UNAM akan kajian mendalam mengenai Asia, dengan mendatangkan pembicara termasuk kepala perwakilan dari negara di kawasan Asia di Mexico City.
         Menurut Alma Cervantes, Koordinator Kajian Asia Tenggara di Pusat Kajian Asia - UNAM, "Kuliah umum dari Perwakilan negara Asia diharapkan akan semakin memicu minat mahasiswa yang kebanyakan berasal dari jurusan Hubungan Internasional lebih mendalami mengenai Asia, termasuk Indonesia.¿" (ZG) ***2***
(T.H-ZG/B/T. Susilo/T. Susilo) 17-11-2016 06:53:07

MEKSIKO

MAHASISWA MEKSIKO BELAJAR DEMOKRASI ALA INDONESIA
     Zeynita Gibbons

    London, 17/11 (Antara) -  Mahasiswa Universidad Nacional Autónoma de México belajar demokratisasi ala Indonesia yang diakui sangat maju di kawasan Asia dalam kuliah umum disampaikan Dubes RI untuk Meksiko Serikat, Yusra Khan di kampus universitas itu, Rabu.
         Hal itu disampaikan Lukas Czarnecki dari Pusat Kajian Asia- Universidad Nacional Autónoma de México (UNAM), demikian Pelaksana Fungsi Pensosbud KBRI Febby Fahrani kepada Antara London, Kamis.
         Di hadapan 40 civitas akademika Pusat Kajian Asia UNAM, Dubes Yusra Khan didampingi Pelaksana Fungsi Politik menyampaikan tentang proses demokratisasi yang terjadi menempatkan Indonesia sebagai negara demokratis ketiga di dunia.
         Dikatakannya sejak Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945, dalam UUD 1945 ditetapkan Negara Kesatuan Republik Indonesia menganut paham demokrasi, yakni kedaulatan berada di tangan rakyat.
         Dubes Yusra Khan menyampaikan perkembangan demokratisasi di Indonesia sejak awal kemerdekaan. Berbagai kemajuan demokrasi Indonesia yang dicapai antara lain pelaksanaan pemilihan presiden secara langsung, otonomi daerah, dan pendirian lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi.
         Dubes menyampaikan peran Indonesia dalam mengedepankan demokrasi di dunia melalui pelaksanaan Bali Democracy Forum (BDF) sejak tahun 2008. "Forum yang memberikan kesempatan untuk berdiskusi dan saling bertukar pengalaman dalam hal menjalankan demokrasi memperkuat kapasitas demokrasi di masing-masing negara," ujarnya.
         Kuliah umum Dubes Yusra Khan ditanggapi positif oleh civitas akademika yang hadir. Berbagai pertanyaan dilontarkan. Beberapa isu menarik yang ditanyakan mahasiswa UNAM antara lain upaya dalam memajukan demokratisasi di Indonesia, kerja sama dan hubungan Indonesia - Meksiko, serta potensi strategis Indonesia dalam kancah kerja sama internasional.
         Salah seorang mahasiswa secara khusus bertanya tentang  kebijakan pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk mengedepankan poros maritime Indonesia, utamanya terkait dengan upaya pencegahan bajak laut di kawasan perairan Indonesia dan peran penting dalam konflik Laut China Selatan.
         Kehadiran Dubes Yusra Khan memberikan kuliah umum merupakan upaya memperkenalkan Indonesia di kalangan akademisi mendapatkan apresiasi dari UNAM, disampaikan Vania de Vega Shiota Gonzalez dari Pusat Kajian Asia - UNAM yang mendampingi Dubes RI selama kuliah umum.
         Pusat Kajian Asia - UNAM yang baru berdiri tahun lalu, menawarkan akademisi UNAM akan kajian mendalam mengenai Asia, dengan mendatangkan pembicara termasuk kepala perwakilan dari negara di kawasan Asia di Mexico City.
         Menurut Alma Cervantes, Koordinator Kajian Asia Tenggara di Pusat Kajian Asia - UNAM, "Kuliah umum dari Perwakilan negara Asia diharapkan akan semakin memicu minat mahasiswa yang kebanyakan berasal dari jurusan Hubungan Internasional lebih mendalami mengenai Asia, termasuk Indonesia.¿" (ZG) ***2***
(T.H-ZG/B/T. Susilo/T. Susilo) 17-11-2016 06:53:07

JERMAN

PESONA INDONESIA HANGATKAN PUBLIK CLAUSTHAL JERMAN
     Oleh Zeynita Gibbons

      London, 16/11 (Antara) - Malam Seni Budaya Indonesia atau "Indonesischer Abend 2016" yang digelar Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) mampu menghangatkan publik di Clausthal, Jerman.
           Kegiatan tahunan yang rutin digelar sejak 2014 dihadiri sekitar 300 pengunjung memadati Aula Serbaguna Universitas Teknik Clausthal di kota Clausthal yang dijuluki kota pelajar sekitar 250 km dari kota Hamburg, kata Pensosbud KJRI Hamburg  Singgih Yuwono, Rabu
       Malam kesenian Indonesia dibuka Konjen RI, Perwakilan dari Kantor Walikota Clausthal-Zellerefeld, Mr. Martin Ksink yang juga anggota Parlemen setempat, mendapat dukungan dari KBRI Berlin, KJRI Hamburg dan pihak universitas.
           Warga Jerman tidak saja menikmati sajian kuliner Nusantara tapi juga parade budaya Indonesia. Bahana musik dan rancaknya penari yang menampilkan berbagai gerak dan lagu dari Aceh hingga Papua dan penampilan angklung mempesona pengunjung yang 90 persen warga Jerman.
           Konjen RI Hamburg, Ibu Sylvia Arifin menyampaikan potensi Indonesia baik dari aspek geografi, keindahan dan kekayaaan alam, makro ekonomi, maupun dari aspek hubungan bilateral Indonesia-Jerman.
           Ia juga  berpesan kepada  mahasiswa agar dapat menjadi duta Indonesia untuk mempromosikan keberagaman khasanah seni budaya Indonesia melalui motto ¿Bhinneka Tunggal Ika¿ sehingga Indonesia semakin dikenal masyarakat Clausthal-Zellerfeld.
            Pada kesempatan tersebut, Mr. Martin Ksink menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa Technische Universität Clausthal-Zellerfeld,  berhasil memperkenalkan seni budaya Indonesia kepada masyarakat Clausthal-Zellerfeld. Mr. Martin Ksink turut mengharapkan promosi seni budaya Indonesia  terus dilaksanakan dimasa mendatang.
           Pertunjukkan seni budaya Indonesia ini didukung berbagai diaspora Indonesia di wilayah Jerman Utara antara lain Bremen, Göttingen, dan Hannover yang menampilkan aneka tarian seperti tari Cendrawasih dari Bali, tari Sagu dari Papua, tari Jaipongan dari Jawa Barat, tari Dayak dari Kalimantan, tari Saman dari Aceh, Pencak Silat dari Sumatera Barat, pertunjukkan angklung, dan lagu-lagu daerah Indonesia.
           Populasi penduduk kota Clausthal-Zellerfeld sekitar 16.000 sedangkan 5.000 diantaranya pelajar. Jumlah mahasiswa asing tercatat sekitar 1.400 dan 600 diantaranya dari RRT dan 100 dari Kamerun. Jumlah mahasiswa Indonesia sekitar 40 orang.
            Bersamaan dengan penyelenggaraan Indonesischer Abend 2016, KJRI Hamburg melaksanakan kegiatan ¿¿Warung Konsuler¿¿ untuk memberikan pelayanan kekonsuleran mahasisiwa dan masyarakat Indonesia di Clausthal dan sekitarnya dalam hal lapor diri, pindah alamat dan memberikan konsultasi kekonsuleran.
    ***4***
(T.H-ZG/B/M. Yusuf/M. Yusuf) 16-11-2016 05:05:27

OSLO

KBRI OSLO PROMOSIKAN SEMANGAT MULTIKALTUR
     Oleh Zeynita Gibbons

    London, 16/11 (Antara) - Indonesia berpartisipasi dalam Festival Anak-anak Sedunia Barnas Verdensdager (BVD) yang merupakan  bagian dari Oslo World Music Festival yang mempromosikan semangat multikultur, diadakan di Grønland Kulturstasjon, Oslo, Norwegia.
           Festival anak tahunan ternama di Norwegia diadakan Lembaga Seni Budaya Norwegia Rikskonsertene bertujuan untuk mengajarkan multikulturalisme dan integrasi seni budaya mancanegara kepada anak-anak di Norwegia, kata Sekretaris Dua Fungsi Pensosbud KBRI Oslo, Dilla Trianti Ramadhani, Rabu.
           Empat anak keturunan Indonesia-Norwegia bersama kelompok Krama Bali Norwegia, organisasi masyarakat Hindu Indonesia berdomisili di Norwegia menampilkan tari Puspanjali yang menyedot perhatian  penonton.  
      Krama Bali Norwegia, merupakan organisasi masyarakat Hindu Indonesia berdomisili di Norwegia aktif mempromosikan seni dan budaya Indonesia di berbagai tempat di Norwegia.
           Selain itu juga ditampilkan tari tarian khas Melayu diiringi alunan musik "Laksmana Raja di Laut"  dibawakan masyarakat Indonesia di bawah bimbingan penari Safrini Malahayati.
           Safrini, mahasiswi Indonesia lulus S2 jurusan Museology, Universitas Oslo selain itu juga digelar workshop interaktif yang diikuti  anak-anak dibimbing Ossy R. Ivarson, diaspora Indonesia, pelatih tim tari Anak Indonesia di Oslo.  
      Selain mengajarkan tarian, Anjungan Indonesia juga menawarkan aktivitas permainan tradisional Indonesia seperti Dakon dan Gasing, serta memperkenalkan alat musik gamelan serta stand kuliner menjajakan Sate Ayam, Bakmi Goreng, Siomay, serta Lumpia.
            Dubes RI untuk Kerajaan Norwegia, Yuwono A. Putranto menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksana Festival. Dengan semakin bertambah majemuknya masyarakat, Pemerintah Norwegia terus menerus memperkuat kesadaran multikutural warganya.
            Dikatakan partisipasi KBRI Oslo dalam festival ini merupakan bentuk dukungan Indonesia pada upaya Pemerintah Norwegia dan bagian dari diplomasi budaya Indonesia di Norwegia.
            Festival diikuti 25 negara dari berbagai belahan dunia diantaranya Afghanistan, Australia, Brazil, Burkina Faso, Eritrea, India, Irak, Libanon, Meksiko, Mesir, Moroko, Palestina, Turki Thailand, Tunisia, dan Uganda dan dikunjungi sekitar 4000 pengunjung.
    ***4***

(T.H-ZG/B/M. Yusuf/M. Yusuf) 16-11-2016 05:15:38

UNESCO

INDONESIA BERKONTRIBUSI DI BADAN PBB UNESCO
     Oleh Zeynita Gibbons

      London,16/11 (Antara) - Banyak kemajuan dan kontribusi Indonesia dalam organisasi PBB yang menangani masalah Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan diantaranya menjadi anggota "World Heritage Committee".
           Bersama 20 negara lainnya Indonesia merupakan  Komite yang paling bergengsi di Unesco menjadi prestasi tersendiri.
           Hal itu disampaikan Dubes/Deputi Wakil Tetap Indonesia di UNESCO, T. A. Fauzi Soelaiman dalam pertemuan Anglo Indonesia Society - perkumpulan masyarakat Inggris yang mempunyai minat akan Indonesia di gedung KBRI London, Selasa malam.
           Dalam presentasi Dubes Fauzi Soelaiman menyampaikan kontribusi Indonesia untuk warisan budaya dan alam dunia dan juga capaian Indonesia dalam organisasi pendidikan dan kebudayaan.
           Delapan properties Indonesia tercatat dalam World Heritage List dan Intangible Cultural Heritage selain itu ada lima dokumen Indonesia yang masuk dalam Memories of the world serta 11 biosphere tercatat dalam Man and the Biosphere (MAB) program.
            Dua geoparks Indonesia juga sudah masuk dalam list UNESCO Global Geopark (UGG) serta dua kota yaitu Pekalongan dan Bandung menjadi UNESCO Creative Cities, ujar Dubes Fauzi Soelaiman.
            Dalam acara pertemuan Anglo Indonesia Society yang dibuka Dubes RI di London, Dr Rizal Sukma dan istri Hana A Satriyo, mantan Atase Pendidikan KBRI London  memperkenalkan aktivitas delegasi tetap Indonesia yang ada di UNESCO.
            Disebutkan misi delegasi tetap Indonesia di badan PBB serta keanggotaan Indonesia di badan-badan UNESCO lainnya serta konvensi UNESCO yang sudah diterima Indonesia, dan prestasi yang dicapai Indonesia dalam UNESCO seperti situs-situs warisan dunia (World Heritage) dari Indonesia yang tercatat di UNESCO.
            Warisan budaya tak benda (Intangible Cultural Heritage), dokumen Indonesia yang tercatat di Ingatan Dunia (Memory of the World), dan lain-lain. Dikatakannya selama tahun 2015 Indonesia mendapatkan tujuh sertifikat sedangkan di tahun 2016 hingga saat ini telah mendapatkan tiga sertifikat tambahan.
             Dubes Fauzi Soelaima menyampaikan prosedur memasukan nominasi untuk Warisan Dunia ke UNESCO yang paling cepat dibutuhkan waktu tiga tahun dari pendaftaran situs di Daftar Tentatif hingga keputusan Komisi Warisan Dunia UNESCO dapat menentukan suatu siklus terdaftar di UNESCO.
             Saat ini, Indonesia telah memasukkan situs Kota Tua Tambang Sawahlunto dan Kota Tua Jakarta beserta 4 pulau di sekitarnya ke Pusat Warisan Dunia untuk direview kelengkapannya dan tanggal 1 Februari tahun depan, Indonesia perlu memilih salah satu dari kedua calon Warisan Dunia ini agar dapat tercatat di UNESCO.
             Di akhir presentasi, dalam acara Anglo Indonesia Society yang dipimpin ketua Charles Humfrey, Dubes Fauzi Soelaiman mengajak anggota Anglo yang sebagian besar masyarakat Inggris untuk datang ke Indonesia mengunjungi kedelapan situs Warisan Dunia UNESCO di Indonesia seperti Candi Borobudur yang merupakan candi terbesar di dunia tempat ibadah umat Budha.
    ***4***
(T.H-ZG/B/M. Yusuf/M. Yusuf) 16-11-2016 04:5

QATAR

TARI SAMAN WARNAI RESEPSI DIPLOMATIK DI QATAR
     Oleh Zeynita Gibbons

       London, 16/11 (Antara) - Promosi Wonderful Indonesia (WI) ikut mewarnai resepsi diplomatik di Qatar dengan diadakannya pentas seni budaya tari saman sekaligus dalam Peringatan HUT ke-40 Tahun Hubungan Diplomatik RI-Qatar.
            Promosi pariwisata yang menampilkan pentas seni budaya menjadi magnet dan mengundang decak kagum, demikian Minister Counsellor KBRI Doha, Boy Dharmawan kepada Antara London, Rabu.
            Resepsi dihadiri sekitar 350 undangan terdiri dari Pejabat Tinggi Qatar, kalangan diplomatik, pelaku usaha, warga Qatar dan komunitas diapora, Menteri  Kotapraja dan Lingkungan, Muhammed bin Abdullah Al Rumaihi dan  Menteri Negara Luar Negeri, Sultan bin Ibrahim Murakhi sebagai tamu kehormatan.
           Seusai menyanyikan lagu Nasional Qatar dan Indonesia Raya acara resepsi dilanjutkan dengan pemotongan kue bersama Menteri Al Rumaihi, Menteri Murakhi dan Dubes Basri diikuti pentas seni dan budaya dengan penampilan Tari pembuka Gending Sriwijaya yang dibawakan putera-puteri komunitas Diaspora Indonesia dari Sanggar Tari Alkhor.  
       Dubes RI untuk Qatar, Muhammad Basri Sidehabi menyampaikan sejak kemerdekaan 71 tahun silam Indoneaia berkembang pesat.
           Dalam hubungan bilateral dengan Qatar, menurut Dubes  Basri, kedua negara memiliki kesamaan pada politik luar negeri yang tidak memihak dan aktif dalam menciptakan perdamaian dunia.  
       Acara resepsi dilanjutkan dengan alunan angklung dari Qatar Indonesia Angklungers (QIA) yang tampil dalam berbagai Festival Wonderful Indonesia di Qatar sejak awal 2016, QIA dibawah asuhan Aya Virly, yang menjadi duta budaya.
          Penampilan mendapat sambutan masyarakat manca negara. Aya, mengaku bangga bisa membawa harum nama Indonesia dihadapan ratusan tamu resepsi.
          "Tampil pada acara resepsi diplomatik di Qatar membawa kenangan tersendiri," ujar wanita Aceh yang juga pelatih tari saman dan giat mendukung promosi seni budaya di Qatar dan saat  membawakan lagu "I have a dream" mendapatkan standing ovation dari pengunjung.
           Soraya Alyahya, anggota QIA puas dengan pementasan. "Rasanya puas dan senang sekali. Penontonnya sangat antusias, bahkan banyak penonton ikut menyanyikan lagu I have a dream, ujar dokter gigi yang sudah bermukim di Qatar selama dua tahun .   
       Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) KBRI Doha, Andi Una, menyediakan berbagai kudapan yang disajikan seperti sate, rendang, gado gado,  nasi goreng,  berbagai kerupuk,  dan asinan, sop kimlo, sambal udang dan kue tradisional Indonesia lainnya.  
      Menurut Boy Dharmawan, acara resepsi dibalut dengan promosi pariwisata bertujuan untuk menarik kalangan diplomatik, warga Qatar dan ekpatriat asing berkunjung ke Indonesia.
            Warga Inggris keturunan Indonesia, Lili Howard, yang menetap lama di Qatar mengatakan resepsi Diplomatik Indonesia membuatnya terpukau. "Saya begitu kagum menyaksikan atraksi meriah Tari Saman dan Tari AngKung," ujar Lili yang mendidik anaknya untuk tetap mencintai budaya Indonesia.
           Dalam acara resepsi yang mendapat liputan dari media Qatar, seperti Gulf Times, Gulf Tribune dan The Peninsula juga dipamerkan kain tradisional Indonesia seperti songket, batik, tenun Sulawasi milik kolektor kain tradisional Indonesia di Qatar, Pauline  dan berbagai kerajinan tangan.
    ***4***
(T.H-ZG/B/M. Yusuf/M. Yusuf) 16-11-2016 07:28: