Kamis, 20 April 2017

FASHION

TIARA SYAFRUDIN JAJAKI PASAR BUSANA MUSLIM LONDON
     Zeynita Gibbons

      London, 17/4 (Antara) - Merek busana Indonesia, Sabila Syar'i Fashion by Tiara Syafruddin, menjajaki pasar busana muslim Kerajaan Inggris, antara lain dengan mengikuti pameran Muslim Lifestyle Expo di gedung pameran Olympia, London,  pada akhir pekan.
           "Saya sangat senang bisa menampilkan rancangan busana muslim kami  yang bertema 'Tropical of Bali'," ujar Tiara Syafruddin kepada Antara London, Minggu.
           Rancangan busana muslim Tiara Syafrudin ditampilkan dua kali dan menarik perhatian muslim London. "Antusiasme masyarakat muslim London, terhadap fesyen muslim ternyata sangat luar biasa," ungkap Tiara.
           Desain busana muslim Tiara yang ditampilkan dalam pameran tersebut terbagi dalam dua tema yakni sederhana untuk sehari-hari yang dipamerkan di hari pertama, dan glamor di hari kedua. Seluruh rancangan Tiara dibawakan peragawati setempat.
          "Alhamdulillah, saya sangat senang ikut dalam acara pameran London muslim lifestyle  show untuk pertama kalinya di London. Keikutsertaan ini, untuk memperkenalkan 'brand' Sabila Syar'i Fashion. Ternyata busana Sabila Syar'i  bisa diterima umat Islam di Inggris,  tutur Tiara Syafruddin.
          Hal senada diungkapkan perancang busana Merry Pramono pemilik merek busana muslim  Si.Se.Sa. Merek Si.Se.Sa diambil dari awalan ketiga putrinya yakni Siriz, Senaz dan  Sansa
     Merry mengatakan, meski pada kegiatan tersebut pihaknya belum menampilkan rancangannya, namun dirinya mendapat pengetahuan tentang pasar busana muslim di London sekaligus membangun jaringan dengan perancang busana muslim dari negara lain, melalui seminar dan "talk show" yang digelar dalam pameran tersebut.
         Merry berharap pada waktu mendatang dapat menampilkan rancangannya di London Muslim Lifestyle Show, agar karyanya dapat merambah pasar busana muslim Kerajaan Inggris.
    ****4****
(T.H-ZG/C/R. Utami/B/R. Utami) 17-04-2017 06:04:52


MANADO

"I YAYAT U SANTI" MEMUKAU DI LONDON
     Zeynita Gibbons

     London, 16/4 (Antara) - Lagu Manado "I Yayat U Santi,"
yang artinya  Kami Gagah perkasa, maju terus pantang mundur yang  dibawakan  Kelompok Paduan Suara Universitas Negeri Manado (MSUC)  menggemparkan gedung pertunjukan bergengsi di kota London Royal Albert Hall,  Sabtu malam.
          Selain menampilkan I Yayat U Santi yang merupakan seruan orang  Minahasa sejak dulu juga dibawakan Yamko Rambe, menggambarkan kesan menyenangkan, namun sebenarnya syairnya berisikan kesedihan akibat peperangan, utamanya  perlawanan bangsa Indonesia.
       Kelompok Paduan Suara Universitas Negeri Manado (MSUC) juga membawakan tari Saman yang berhasil memecahkan keheningan gedung  Royal Albert Hall,  London.   Tim ini dipimpin Eduard Waturandang.
            Paduan suara mahasiswa yang beranggotakan 19 orang menampilkan lagu yang dipadukan dengan koreografi kebudayaan Indonesia berhasil mendapatkan sambutan penonton yang memenuhi gedung perunjukkan bergengsi.
         "Saya bangga paduan suara dari Manado bisa tampil di gedung yang bergengsi, ujar seorang warga  Manado yang merupakan diaspora ,Cathy Lelengboto kepada Antara London Minggu.
            Mantan ketua Diaspora Indonesia di UK yang disebut Periuk itu mengakui sebagai orang Manado yang lama tinggal di Inggris sangat bangga melihat paduan suara dari Manado bisa tampil di London.
           Sementara itu Eric Daniel Tenda Phd Student dari Imperial College yang juga Finalist Indonesian Idol, mengakui bangga Indonesia ada yang mewakili di Festival International seperti IYCF yang membuat penonton terpukau dari mulai lagu pembukaan sampai penutup dengan lagu Janger dan Kecak.    
        Semoga Paduan Suara UNIMA sukses selalu kedepannya dan mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah, ujarnya.
           Kehadiran paduan suara mahasiswa Universitas Negeri Manado yang dilatih Riffel Pakasi untuk memenuhi undangan National Youth Choir of Great Britain selaku penyelenggara International Youth Choir Festival (IYCF), demikian  ketua rombongan, MSUC Candra Pomantow kepada Antara London, Minggu.
   
  Wakili Asia
      Selain tampil di IYCF, Royal Albert Hall, paduan suara Unima merupakan salah satu dari delapan paduan suara dunia yang diundang dalam festival tahun 2017 mewakili paduan suara dari Benua Asia juga akan tampil di Royal Festival Hall Southbank dan bakal makan malam bareng pemain Chelsea Football Club. Paduan Suara Unima di bawah asuhan dirigen Prof Andre De Quadros, dari Boston University yang sudah memiliki reputasi internasional dalam dunia paduan suara.
       Selain itu, visi Paduan suara Unima- MSUC sangat tepat dengan IYCF yakni bagaimana music paduan suara membawa transformasi atau perubahan individu dan komunitas dunia yang lebih baik.
         Paduan Suara Unima berada di London selama dua minggu dari tanggal 9  hingga 23 April. Selain tampil dalam IYCF di The Royal Albert Hall, Paduan Suara Unima juga akan pentas di Royal Festival Hall Southbank dan  diundang tampil di Queens' Chapel Cambridge University serta secara khusus diundang konser dan makan bersama seluruh pemain sepakbola Chelsea di Stadion Stamford Bridge.
          Dalam rangkaian perayaan Paskah Kota London, Paduan Suara UNIMA akan tampil sebagai salah satu paduan suara yang akan menyanyikan Misa Paskah Minggu  di Gereja St. Luke's Chelsea kota London,
      Paduan Suara Unima  menampilkan lagu-lagu dari berbagai daerah yang  dipadukan dengan koreografi kebudayaan Indonesia dan busana warna warni berharap Paduan Suara Unima dapat menjadi duta budaya yang mempromosikan kebudayaan Indonesia di London.

        Setelah selesai, Paduan Suara UNIMA sempat membawakan lagu diluar panggung karena banyak penggemarnya**4**
b/a011
(T.H-ZG/B/A.F. Firman/A.F. Firman) 16-04-2017 07:26:54

BELANDA

UMAT HINDU RAYAKAN GALUNGAN-KUNINGAN DI BELANDA
     Zeynita Gibbons

   London,16/4 (Antara) - Perayaan Galungan dan Kuningan digelar di Belanda dalam festival "One day in Bali and Beyond Cultural Festival," menghadirkan suasana yang berbeda dalam  perayaan keagamaan yang diadakan di KBRI Den Haag, Belanda, akhir pekan.
         Perayaan Galungan dan Kuningan yang diadakan KBRI Den Haag bekerja sama dengan Banjar Suka Duka dari Belanda, Belgia, Jerman dan Inggris  dihadiri oleh lebih dari 600 orang terdiri atas umat Hindu di berbagai negara di Eropa, Friends of Indonesia, perwakilan Kementerian Luar Negeri Belanda dan para duta besar negara sahabat, demikian Pensosbud KBRI Den Haag, Ni Putu Widhia S. Asak kepada Antara London, Minggu.
          Kegiatan festival budaya bertemakan One Day in Bali and Beyond itu diawali dengan persembahyangan bersama dilakukan pada pagi hari, dengan prosesi penempatan Barong ke Padmasana diiringi oleh instrumen tektekan khas Bali, dan dilanjutkan dengan penampilan para penari rejang.
        Duta Besar RI Den Haag, I Gusti Agung Wesaka Puja, memimpin trisandhya dan panca sembah. Selanjutnya Dharma Wacana perayaan Galungan dan Kuningan tahun ini dibawakan oleh Prabu Dharmayasa yang menekankan pentingnya para umat untuk senantiasa memegang teguh dharma, sesuai semangat Galungan.
             Seusai persembahyangan, Dubes I Gusti Agung Wesaka Puja,membuka acara festival budaya One Day in Bali and Beyond. Kegiatan festival budaya ini merupakan pertama kalinya diselenggarakan sebagai rangkaian dari perayaan Galungan dan Kuningan.
          Festival budaya terdiri atas berbagai penampilan, hasil kerja sama kelompok-kelompok seniman Bali asal Indonesia yang bermukim di Eropa dan seniman asing di Eropa.
       Para seniman ini berhasil menampilkan variasi tari topeng, lagu-lagu dan tarian tradisional Bali.  Dalam kesempatan tersebut, Dubes I Gusti Agung Wesaka Puja, turut mementaskan tiga tari topeng, yaitu tari topeng Keras, topeng Bondres bersama seniman Belgia, dan topeng Sidakarya.

           Kegiatan yang dimeriahkan oleh sekitar 50 orang penari dan empat kelompok Sekaha Gong dengan total 60 pemain gamelan juga bertujuan untuk mempromosikan keterampilan dan kemampuan mereka dalam membawakan gamelan dan tari-tarian Bali. Ini merupakan bentuk soft diplomacy KBRI Den Haag dalam menyebarluaskan budaya Indonesia, guna mendukung pencapaian target pariwisata nasional.***4****

c/a011
(T.H-ZG/C/A.F. Firman/A.F. Firman) 16-04-2017 07:07:22

BRISTOL

PROMOSI WONDERFUL INDONESIA DI BRISTOL
     Zeynita Gibbons

      London, 15/4 (Antara) -  Masyarakat Indonesia di Bristol yang tergabung dalam Bristol Indonesian Society (BIS) mengelar acara bertemakan "Wonderful Indonesia: Top 10 Tourists Destinations" yang akan diadakan di gedung Trinity Centre, Bristol pada hari Sabtu, 29 April mendatang.
          "Harapan kami dengan dipilihnya tema tersebut, adalah membantu Kementrian Pariwisata dalam mempromosikan 10 tujuan wisata turis di Indonesia," kata  ketua pelaksana sekaligus ketua organisasi Bristol Indonesian Society, Netty Sri Rejeki kepada Antara London, Sabtu.
          Dikatakannya ke-10 tujuan wisata yang akan dipromosikan yaitu
Jakarta, Yogyakarta & Solo &Semarang, Lombok, Bali & Nusa Tenggara, Bandung, Banyuwagi, Riau, Makasar, Medan & lake Toba dan Bunaken, Wakatobi & Raja ampat.
         "Kami melihat Bristol adalah salah satu kota di Inggris yang memiliki potensi kuat untuk digali dan diperkenalkan kepada 10 destinasi tersebut," ujarnya.
           Bristol Indonesian Society (BIS) adalah organisasi perkumpulan perantau dari Indonesia yang berkediaman di Bristol,  berada di bawah naungan Indonesia Diaspora Network (IDN) UK yang lebih dikenal dengan nama PERIUK- ROI (Perantau Indonesia UK dan Republik Irlandia). Dan secara global sebagai bagian dari Indonesian Diaspora Network Global. 
      Menurut Netty Sri Rejeki, penyelenggaraan acara promosi pariwisata itu adalah tahun ke 3 BIS  acara pengenalan budaya Indonesia dan mereka telah berhasil menarik perhatian ratusan warga Bristol untuk mengenal Indonesia melalui Festival kebudayaan dan kuliner Indonesia.
          Hampir sama seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini kami akan menampilkan berbagai macam budaya Indonesia seperti tarian Papua, tarian Bali oleh pelajar-pelajar dari Perhimpunan Pelajar Indonesia di Bristol. Serta lagu daerah dari Perhimpunan Pelajar Indonesia di Bristol dan Wales.
          Selain itu kami juga mengundang para pemain Gamelan dari Bristol gamelan yang di Ketuai oleh Keith Ripley. Dan gamelan Bali oleh Candra Gita Swara dibawah pimpinan Saj Collyer. Kita juga akan kedatangan Bapak Ebed Litaay selaku ketua Indonesia Diaspora Network Global.
          Semangat mahasiswa dan masyarakat Indonesia yang berada di Inggris dalam memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat Inggris pun menjadi salah satu alasan kembalinya acara tahun ini.

           Di tambah lagi, daya ketertarikan warga Inggris yang memunculkan harapan untuk acara ini terus bertahan sebagai acara tahunan hasil kolaborasi antara Bristol Indonesian Society dan PPI Bristol serta tentu pula dukungan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Inggris dan Republik Irlandia dan juga elemen-elemen komunitas Masyarakat Indonesia maupun komunitas lokal di Inggris.***1***Budi Suyanto
(T.H-ZG/B/B. Suyanto/B. Suyanto) 15-04-2017 01:51:43

SENEGAL

DPR-RI: INDONESIA MINAT BANGUN INFRASTRUKTUR SENEGAL      
     Oleh Zeynita Gibbons
    London, 15/4 (Antara) - Delegasi Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR-RI yang dipimpin  Rofi Munawar, Wakil Ketua BKSAP, menyatakan minat Indonesia ikut partisipasi dalam pembangunan infrastruktur ekonomi di Senegal.
        Hal itu dikemukakan saat kunjungan kerja ke Dakar, Senegal, dalam rangka penguatan hubungan kerja sama bilateral khususnya antara DPR-RI dengan Parlemen Nasional Senegal, kata Pensosbud KBRI Senegal , Dimas Prihadi kepada Antara London, Sabtu.
         Dalam kunjungannya, delegasi BKSAP DPR-RI bertemuan dengan pejabat Senegal, antara lain Ketua Parlemen Senegal, Komisi Hubungan Luar Negeri Parlemen Senegal,  Direktur Kabinet Kementerian Infrastruktur, Transportasi dan Pembukaan Lahan Senegal.
        Dalam kesempatan ini Dubes menyampaikan rencana kerjasama pembangunan perkeretaapian Senegal mendapat tanggapan positif dari PT. INKA yang akan berkunjung ke Dakar dalam waktu dekat. 
    Dubes Mansyur menyampaikan rencana Pemerintah Senegal 
membangun 450 km jalan tol dan jalur kereta api sepanjang 750 km  itu kesempatan bagi Perusahaan BUMN Indonesia seperti PT WIKA dan PT Waskita Karya berinvestasi melalui mekanisme yang disepakati.
         Ia mempromosikan BUMN terkemuka lainnya seperti PT WIKA, PT Waskita Karya dan Pertamina yang  berpengalaman di kancah internasional dalam membangun lapangan udara, jalan tol, anjungan rig dan pelabuhan di berbagai negara seperti Emirat, Qatar, Aljazair, Tunis dan Oman.
         Pemerintah Senegal  juga membeli dua pesawat CN-235 dari PT. Dirgantara Indonesia (PT DI) dan merencanakan membeli dua pesawat lagi, merupakan bukti Pemerintah Senegal memiliki kemampuan membeli produk industri strategis dari negara lain.
         Dalam pertemuan dengan Ketua Parlemen Nasional Senegal, Moustapha Niasse, disepakati perlunya MoU persahabatan antara Parlemen Nasional Senegal dengan BKSAP DPR-RI.
    "Indonesia dan Senegal memiliki kesamaan yang dapat dijadikan sandaran untuk memperkuat hubungan persahabatan kedua negara yang  mayoritas berpenduduk muslim dan menjalankan demokrasi, memiliki banyak kesamaan sikap dan pandangan dalam menyikapi masalah domestik, regional dan internasional terutama saling dukung atas keutuhan dan kedaulatan kedua negara," kata Dimas.
         Kedua negara juga secara aktif memperjuangkan kemerdekaan negara Palestina di internasional. Untuk memperkuat hubungan antar Parlemen, Moustapha Niasse mengatakan akan   berkunjung ke Indonesia setelah pemilu legislatif Senegal Juli memdatang.
         Sementara itu, Komisi Hubungan Luar Negeri Parlemen Nasional Senegal, Maitre Djibril War, mengakui  Parlemen Senegal perlu belajar dari Indonesia. 
    "Selain  perlunya dibentuk MoU kerjasama di berbagai bidang, antara lain, pendidikan, agama dan kebudayaan, ekonomi, energi, kesehatan, insfrastruktur/transportasi, pertanian, peternakan dan pertambangan," kata Djibril War.

          Djibril War menilai keseriusan Indonesia melakukan hubungan kerjasama dengan Senegal,  mengusulkan kepada Pemerintah Senegal untuk kembali membuka kantor perwakilan di Jakarta yang dulu pernah dibuka tahun 2013 namun ditutup alasan finansial. ***3***
(ZG)
    
   
(T.H-ZG/B/A. Lazuardi/A. Lazuardi) 15-04-2017 21:10:04

MANADO

PADUAN SUARA UNIVERSITAS MANADO TAMPIL DI LONDON
          Oleh Zeynita Gibbons

    London, 15/4 (Antara) - Kelompok Paduan Suara Universitas Negeri Manado  (UNIMA) pimpinan Eduard Waturandang, tampil pada festival International Youth Choir Festival (IYCF), di London Royal Albert Hall, Sabtu.
         Ketua rombongan Candra Pomantow mengatakan kehadiran paduan suara Universitas Negeri Manado tersebut atas undangan National Youth Choir of Great Britain, sebagai perwakilan Asia.
        Dirigen paduan suara UNIMA Andre De Quadros  mengatakan kelompok paduan suara arahannya memiliki visi yang sama dengan IFC yakni bagaimana paduan suara mampu membawa transformasi atau perubahan individu dan komunitas dunia yang lebih baik.
        Paduan suara UNIMA akan menampilkan beragam lagu tradisional Indonesia, dipadu koreografi tarian kebudayaan Indonesia. Pafduan suara UNIMA berharap pihaknya dapat menjadi duta budaya, mempromosikan kebudayaan Indonesia di London
    Dalam gelaran tersebut selain paduan suara UNIMA, tampil pula kelompok paduan suara dari Boston, Hong Kong, Israel, Afrika Selatan, Norwegia, Latvia dan National Youth Choir of Great Britain.
        Kelompok paduan suara UNIMA juga akan tampil di Royal Festival Hall Southbank dan makan malam bersama pemain klub sepak bola Chelsea.
        Paduan suara Unima akan pentas pula di Royal Festival Hall Southbank, Queens' Chapel Cambridge University serta secara khusus tampil mengisi konser dan makan bersama seluruh pemain klub sepak bola Chelsea di Stadion Stamford Bridge.
        Selain itu, dalam rangkaian perayaan Paskah Kota London, paduan suara UNIMA akan tampil sebagai salah satu paduan suara yang menyanyikan Misa Paskah Minggu  di Gereja St. Luke's Chelsea London.

    ***4***

(T.H-ZG/C/R. Utami/B/R. Utami) 15-04-2017 07:47:25

MAROKO

INDONESIA DAY PROMOSIKAN BUDAYA INDONESIA DI MAROKO  
     Zeynita Gibbons

    London, 14/4 (Antara) - KBRI di Rabat mengelar acara Indonesia Day di Universitas Al Akhawayn Ifran, Maroko dengan menampilkan musik Rebana dan Tari Yapong oleh pelajar dan mahasiswa Indonesia di panggung terbuka bertema Bali dan menarik bagi sekitar 500 penonton.
         Pelaksana Fungsi Pensosbud KBRI Rabat Hanung Nugraha kepada Antara London, Jumat mengatakan acara Indonesia Day diadakan KBRI Rabat bekerjasama dengan AUI dan juga digelar pameran warisan budaya dan wisata, workshop membatik, festival kuliner, dan pameran foto sejarah hubungan bilateral RI-Maroko.
         Pada agenda itu, kata Hanung, Tari Merak dan alunan Musik Gamelan melengkapi penampilan seni budaya Indonesia Day dan ditutup dengan penampilan Tari Saman asal Aceh dan ini menarik perhatian mahasiswa dan dosen Universitas Al Akhawayn di Ifran, Maroko
    Rangkaian kegiatan Indonesia Day ditutup dengan presidential lecture Dubes RI,  Syarief Syamsuri mengenai hubungan bilateral RI-Maroko di hadapan pelajar dan dosen Universitas Al Akhawayn.
         Selain itu juga hadir Gubernur Ifran yang diundang khusus  Dubes RI Rabat.
         Selain kehebohan di panggung pentas seni budaya, keramaian pengunjung di ruang pameran budaya menunjukan antusiasme pengunjung pada acara Indonesia Day.
         Pameran budaya dan pariwisata menyediakan  brosur dan foto-foto keindahan Indonesia serta  foto kunjungan Presiden Soekarno ke Maroko  tahun 1960, sebagai kunjungan resmi pertama kepala negara dunia ke Maroko setelah kemerdekaanya pada 1956.
         Pameran aneka jenis kain batik dan workshop membatik mengundang keingintahuan  penonton untuk membatik sesuai sketsa dan gambar kreasi masing-masing.
         Festival kuliner Indonesia Day juga menjadi magnet bagi pengunjung yang ingin mencicipi aneka masakan dan kudapan khas Indonesia, seperti lumpia, martabak, sarang semut, bolu kukus dan gorengan.
         Sementara demo memasak nasi goreng  dipandu Ibu Ella Syamsuri,  menambah meriahnya suasana festival kuliner Indonesia Day itu.
         Acara Indonesia Day  menjadi komitmen KBRI Rabat untuk mendorong pemahaman masyarakat di Maroko akan Indonesia dan  akhirnya dapat meningkatkan tingkat kunjungan wisatawan asal Maroko ke Indonesia.
         Universitas Al Akhawayn Ifran berdiri sejak tahun 1995 atas prakarsa Raja Hassan II Maroko dan Raja Fahd Bin Abdul Aziz Saudi Arabia dengan tujuan membangun lembaga pendidikan internasional yang bisa menjadi tonggak penyebar kedamaian dan budaya lintas negara.
         Saat ini mahasiswa Universitas Al Akhawayn sekitar 2200 orang yang berasal dari 18 negara dan dari berbagai pemeluk agama serta suku bangsa yang berbeda dan semuanya tinggal di asrama yang sangat asri dan mewah.
         Bahasa pengantar di Universitas Al Akhawayn Ifran adalah bahasa Inggris.

    (ZG)
***4****


(T.H-ZG/B/E. Sujatmiko/E. Sujatmiko) 14-04-2017 00:27:47