Rabu, 19 Desember 2018

OSLO


KBRI OSLO DI ISLANDIA PROMOSIKAN PELUANG KERJA SAMA EKONOMI INDONESIA 
Oleh Zeynita Gibbons

London,14/12 (Antara) - KBRI Oslo menyelenggarakan seminar di Kantor Orkustofnun, Reykjavik, Islandia, untuk mempromosikan peluang investasi dan kerja sama perdagangan dengan Indonesia.

Seminar tersebut berlangsung pada 13 Desember 2018 dengan dihadiri kalangan pengusaha National Energy Authority Islandia (Orkustofnun) dan Promote Iceland, kata pejabat Fungsi Pensosbud KBRI Oslo kepada Antara London, Jumat.

Ia mengatakan seminar bertema Indonesia's Update: Trade and Investment Opportunities merupakan bagian dari rangkaian roadshow yang digelar KBRI Oslo di penghujung tahun 2018.

Sebelumnya KBRI Oslo mengadakan kegiatan serupa di Oslo, Norwegia bekerja sama dengan Konfederasi Bisnis Norwegia (Næringslivets Hovedorganisasjon/NHO).

Wamenlu Islandia, Sturla Sihurjonsson, menyoroti kenaikan volume perdagangan bilateral RI-Islandia yang relatif konstan pada tahun-tahun terakhir, dan diharapkan semakin meningkat dengan rampungnya perundingan Indonesia-EFTA Comprehensive Economic Agreement (IE-CEPA) yang ditandatangani dalam waktu dekat.

Sementara itu Dirjen Orkustofnun GA Jóhannesson menyampaikan dukungannya pada pemanfaatan energi bersih terbarukan, geothermal, yang menjadi andalan Islandia.

Ia berharap keandalan iptek Islandia di sektor geothermal dapat diberdayakan secara optimal untuk pemanfaatan sumber-sumber geothermal di Indonesia secara berkelanjutan.

Sementara itu Kuasa Usaha Adinterim KBRI Oslo yang membacakan sambutan tertulis Dubes RI Oslo, Todung Mulya Lubis, menyampaikan potensi demografi, kekayaan sumber daya alam yang berlimpah di Indonesia, serta berbagai kemajuan pembangunan dan sektor industri yang sangat signifikan, termasuk terobosan dalam mewujudkan iklim investasi yang atraktif dan kemudahan berbisnis di Indonesia. 
KUAI Nilton mengundang investor Islandia meningkatkan investasinya di Indonesia, dan mendorong "engagement" yang lebih besar dari importir produk Indonesia di Islandia dengan mitra bisnisnya (eksportir) di Indonesia, khususnya dengan ditandatanganinya IE-CEPA yang akan bermanfaat bagi seluruh negara pihak.

Seminar menghadirkan tiga narasumber, yakni Dr Raden Pardede, Penasihat Senior Menko Perekonomian RI yang mengggarisbawahi kondisi makro ekonomi RI terkini, Atase Perdagangan pada PTRI Jenewa, Franciska Simanjuntak yang mendorong peningkatan volume ekspor produk-produk RI ke Islandia.

Pembicara lain pejabat EU-Indonesia Business Network, Sri Kumala Chandra. Ia memaparkan potensi investasi di Indonesia dan mengundang investor Islandia untuk meningkatkan investasi di Indonesia.

Pada sesi diskusi dibahas berbagai kendala yang seringkali ditemui pebisnis Islandia, seperti isu "double taxation", sektor/proyek prioritas di tanah air yang terbuka dan cocok untuk investasi dari Islandia, serta bagaimana memanfaatkan secara optimal IE-CEPA bagi perekonomian Indonesia dan negara-negara EFTA.

Pebisnis Islandia selain menerima informasi terkini, juga mendorong laju investasi, khususnya bidang geothermal Islandia di Indonesia yang sama-sama menguntungkan bagi kedua pihak, serta meningkatkan volume ekspor produk Indonesia yang dibutuhkan Islandia, kata Nina. ***3****
(T.H-ZG/C/A.J.S. Bie/A.J.S. Bie) 15-12-2018 16:25:23


PERANCIS


KONJEN AJAK DIASPORA PROMOSI INDONESIA DI PERANCIS

Oleh Zeynita Gibbon
London 14/12 (Antara) - Konsul Jenderal RI di Marseille, Asianto Sinambela mengajak masyarakat khususnya diaspora di Perancis ikut mempromosikan berbagai produk Indonesia khususnya dalam kegiatan bisnis.

Ajakan tersebut disampaikan Konjen Asianto Sinambela dalam acara temu usaha KJRI Marseille yang meliat potensi pasar di Montpellier cukup besar, dan produk UKM Indonedia juga sudah masuk pasar setempat.

Konsul Ekonomi KJRI Marseille, Yonatri Rilmania kepada Antara London, Jumat mengatakan dalam pertemuan dengan Pemerintah Daerah dan perusahaan importir furnitur dan handycraft di Montoellier tanggal 13 Desember lalu, Konjen Asianto Sinambela memaparkan potensi produk unggulan ekspor Indonesia di kawasan Uni Eropa. Demikian pula dengan terobosan yang dilakukan untuk meningkatkan hubungan dan kerjasama bilateral Indonesia - Perancis.

Dalam acara temu usaha yang dihadiri Wakil Walikota bidang hubungan internasional dan turisme Montpellier yang menyambut baik upaya peningkatan kerjasama dengan KJRI. Di kota Montpellier, KJRI berpartisipasi aktif dalam berbagai even promosi dagang dan pariwisata. Dinyatakan pula bahwa di kota Montpellier KJRI membuka kesempatan kepada diaspora Indonesia berpartisipasi dalam aktivitas budaya maupun ambil bagian dalam dunia usaha.

Konjen Asianto Sinambela menekankan perlunya partisipasi masyarakat Indonesia dalam promosi produk Indonesia dan ikut dalam kegiatan bisnis. Potensi pasar di Montpellier cukup besar, dan produk UKM Indonedia telah masuk ke pasar setempat.

Beberapa pengusaha di Montpellier mengakui adanya penurunan volume impor furnitur dan kerajinan dari Indonesia. Sementara produk dari negara kompetitor Asia lainnya terjadi peningkatan. Untuk itu para pengusaha mengharapkan agar pasokan barang Indonesia tetap terjaga dan ditingkatkan lagi.

Group agen barang dekorasi dan alat rumah tangga, Quadro menyampaikan minatnya pada barang kerajinan dan furnitur kayu Indonesia yang lebih kompetitif.

Konjen Asianto Sinambela mengatakan akan mempelajari dan berupaya mengurai kendala impor furnitur dan kerajinan Indonesia berbahan baku kayu. Masih terdapat peluang bagi barang kerajinan berbahan baku kayu limbah didaur ulang.

Semua pihak dalam pertemuan berkomitmen untuk menjalin kerjasama berkelanjutan, dan mengharapkan respon positif dari kalangan mitra bisnis, baik yang di Indonesia maupun yang dari Montpellier.

Peluang pasar di wilayah kerja Montpellier cukup potensial, khususnya untuk produk barang rumah tangga, furnitur dan kerajinan yang ramah lingkungan. Produk UKM Indonesia masih memilki peluang yang menjanjikan, demikian Asianto Sinambela. ***3*** (ZG)
(T.H-ZG/B/G. Dirgantara/C/G. Dirgantara) 14-12-2018 06:58:21

FRANKFURT


KJRI FRANKFURT AJAK PENGUSAHA JERMAN BERINVESTASI DI INDONESIA
Zeynita Gibbons

London,14/12 (Antara) - Konjen RI Frankfurt, Toferry P. Soetikno, pada acara promosi perdagangan dan investasi bertema "Indonesian Network Gathering" mengajak pengusaha dan investor Jerman menanamkan modalnya di Indonesia dan meningkatkan perdagangan dengan Indonesia.

Konsul Muda KJRI Frankfurt, Dimas Wisudawan kepada Antara London, Jumat mengatakan acara yang diadakan di Wisma Konjen Frankfurt tersebut bertujuan untuk meningkatkan nilai perdagangan dan investasi antara Jerman dan Indonesia.

Promosi perdagangan dan investasi dihadiri kalangan pengusaha, di antaranya di bidang engineering, teknik, teknologi informasi, otomotif, konsultan bisnis dan beberapa perwakilan asosiasi pengusaha serta perwakilan divisi perdagangan dan investasi Pemerintah Frankfurt dan Negara bagian Hessen.

Dalam kesempatan tersebut, Konjen Toferry P. Soetikno, memaparkan potensi dan informasi makro ekonomi Indonesia merupakan ekonomi terbesar di Asia Tenggara dengan middle class yang besar, sehingga upaya mempererat hubungan ekonomi RI ¿ Jerman dipandang perlu, termasuk peningkatan kerjasama investasi dan perdagangan dimasa datang. ¿Perkembangan hubungan perdagangan dan investasi RI ¿ Jerman masih perlu ditingkatkan. Terdapat banyak peluang bisnis di Indonesia yang bisa dimanfaatkan pelaku usaha Jerman¿, ujarnya.

Konjen Toferry P. Soetikno, menyampaikan beberapa kemudahan melakukan bisnis dan investasi di Indonesia, di antaranya fasilitas Online Single Submission (OSS), yaitu sistem online terintegrasi yang dapat digunakan investor asing untuk keperluan investasi di Indonesia.

Kemudahan lain dari Pemerintah Indonesia adalah diberikannya tax holiday kepada investor asing di Indonesia sesuai ketentuan Peraturan Menteri Keuangan nomor 35 tahun 2018 tentang Pemberian Fasilitasi Pengurangan Pajak Penghasilan Badan.

Beberapa pengusaha merencanakan untuk melakukan kerjasama bisnis di Indonesia dalam bidang kesehatan, suplemen makanan hingga teknologi efisiensi energi dan pengurangan emisi gas buang kendaraan. Asosiasi pengusaha kecil dan menengah Jerman juga menyatakan kesediaannya membantu promosi perdagangan dan investasi Indonesia.

Kalangan pengusaha Jerman menyambut positif acara promosi tersebut yang dipandang efektif dan memberikan informasi mengenai potensi bisnis di Indonesia. Banyak dari kalangan pengusaha Jerman, terutama usaha kecil dan menengah (Mittelstand), yang belum mendapatkan informasi mengenai potensi ekonomi Indonesia. ***3***
(T.H-ZG/B/G. Dirgantara/C/G. Dirgantara) 14-

OSLO

KBRI OSLO JARING INVESTOR NORWEGIA
Oleh Zeynita Gibbons

London,13/12 (Antara) - KBRI Oslo bekerja sama dengan Konfederasi Perusahaan Norwegia(NHO) menggelar seminar bisnis bertema "Indonesia's Update: Trade and Investment Opportunities" dalam upaya menjaring investor Norwegia, yang diadakan di Kantor NHO, Oslo, Norwegia.

"Seminar diadakan guna memberikan gambaran dan perkembangan terkini terkait kemudahan berbisnis di Indonesia dan keunggulan berdagang dengan Indonesia," demikian Fungsi Pensosbud KBRI Oslo, Nina Evayanti kepada Antara London, Kamis.

Seminar merupakan salah satu bentuk upaya berkesinambungan yang dilakukan KBRI Oslo guna meningkatkan investasi dari Norwegia dan nilai perdagangan Indonesia dengan Norwegia.

Seminar yang dihadiri 60 peserta di tengah suasana menyambut liburan panjang Natal dan Tahun Baru di Norwegia itu mendapat apresiasi dari kalangan parlemen dan pemerintahan Norwegia.

Wakil Menteri Perdagangan dan Industri Norwegia, Daniel Bjarmann-Simonsen, dan Anggota Komite Keuangan dan Ekonomi sekaligus Ketua Delegasi Asia-Europe Parliamentary Partneership (ASEP) Parlemen Norwegia, Elin R Agdestein, dengan antusias menyampaikan pidato dan sambutannya untuk mengawali acara.

Dubes Indonesia untuk Norwegia, Todung Mulya Lubis, dan Direktur Eksekutif NHO, Christian Chramer menyampaikan sambutannya pada sesi pembukaan seminar.

Dubes Mulya Lubis dalam sambutannya mengatakan Indonesia dan Norwegia telah mengambil banyak manfaat dari hubungan bilateral kedua negara yang baik di sektor kehutanan, minyak dan gas, perikanan dan lainnya.

"Kedua negara juga berbicara dengan konsep yang sama seperti 'blue economy', 'green economy' dan 'sustainability'," ujar Dubes Mulya Lubis.

Namun disayangkan, masih banyak perusahaan Norwegia yang belum menggarap peluang bisnis dengan Indonesia. Oleh karena itu, diharapkannya pelaku usaha Norwegia untuk berinvestasi di Indonesia.

Dubes Mulya Lubis menyampaikan Pemerintah Indonesia menyederhanakan perizinan dan birokrasi yang dinilai dapat menghambat investasi dan ekspor.

Hal senada juga disampaikan Wakil Menteri Perdagangan dan Industri serta Anggota Parlemen Norwegia dalam pidatonya mengingatkan Indonesia merupakan salah satu mitra ekonomi utama Norwegia. Indonesia juga masih menyimpan potensi bisnis yang belum dimanfaatkan dengan baik oleh perusahaan, maupun masyarakat Norwegia.

Keduanya berharap Indonesia-EFTA Comprehensive Economic Partnership Agreement (IE-CEPA) yang siap ditandatangani menjadi sebuah "win-win solution" bagi perekonomian Indonesia dan negara-negara European Free Trade Association (EFTA), khususnya Norwegia, dan dapat mendorong peningkatan hubungan dan kerja sama ekonomi Indonesia-Norwegia.

Pelaksana Fungsi Ekonomi KBRI Oslo, Eftariyadi Badri mengatakan pada sesi presentasi, seminar menghadirkan tiga pembicara yaitu Dr Raden Pardede, Penasihat Senior Tim Asistensi Menko Perekonomian, Franciska Simanjutak, Atase Perdagangan pada Perwakilan Tetap Republik Indonesia di Jenewa, Swiss, dan Sri Kumala Chandra, EU-Indonesia Business Network.

Dalam paparannya, Dr Raden Pardede menyampaikan kondisi perekonomian Indonesia secara makro yang terus mengalami kemajuan selama dua dekade terakhir dan akan terus tumbuh sekitar lima persen antara lain berkat bonus demografi, reformasi kebijakan, dan pemanfaatan teknologi.

Sementara Franciska Simanjutak memaparkan arti penting IE-CEPA yang diharapkan dapat membuka banyak peluang bisnis bagi kedua belah pihak, serta menciptakan iklim bisnis yang terbuka, stabil, dapat diprediksi dengan baik dan berpihak kepada pelaku usaha. Sedangkan Sri Kumala Chandra menyampaikan keunggulan dan peluang serta strategi berinvestasi di Indonesia.

Para pelaku usaha Norwegia yang hadir menyambut positif penyelenggaraan seminar bisnis kali ini yang tercermin dari banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada para pembicara untuk mengetahui dan menjajaki peluang-peluang berinvestasi dan berdagang dengan Indonesia.

Beberapa peserta juga memanfaatkan kesempatan ini untuk menyampaikan masukan kepada Pemerintah Indonesia terkait hal-hal yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan guna meningkatkan kemudahan dalam hal melakukan kerja sama bisnis di Indonesia.***3****
(T.H-ZG/B/R. Fardaniah/C/R. Fardaniah) 13-

VATIKAN

MENTERI SUSI AUDIENSI DENGAN PAUS FRANSISKUS
Oleh Zeynita Gibbons

London, 14/12 (Antara) - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menghadiri audiensi dengan Paus Fransiskus di Aula Paolo Sesto Vatikan, Rabu (12/12), pukul 09.00-11.00 waktu setempat.

"Bersama ribuan umat Katolik dan wisatawan non-Katolik," demikian Pensosbud KBRI Vatikan Wanry Wabang kepada Antara London, Kamis (13/12).

Pada kesempatan itu, Paus Fransiskus kepada Menteri Susi menyatakan akan terus memberikan doa dan dukungan bagi kemajuan Indonesia.

Menteri KKP Susi Pudjiastuti hadir dalam audiensi itu dalam rangka memenuhi undangan Nuncio (Kepala Perwakilan) Tahta Suci Vatikan di Jakarta, Monsinyur Piero Pioppo yang disampaikan pada acara Our Ocean Conference di Bali, 29-30 Oktober lalu.

Dalam kesempatan itu, Menteri KKP berkesempatan bersalaman dengan Paus Fransiskus dan menyampaikan ucapan terima kasih atas surat Paus yang dikirimkan pada acara Our Ocean Conference 2018, serta mengundang Paus ke Indonesia.

Paus Fransiskus menyatakan akan terus membantu dengan doa dan dukungan bagi rakyat dan bangsa Indonesia.

Setelah bertemu dengan Paus Fransiskus, Menteri KKP melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Vatikan Monsinyur Paul Richard Gallagher di Istana Apostolik Vatikan, pukul 12.30-13.00 waktu setempat.

Pokok pembahasan penting dari pertemuan tersebut, antara lain adanya saling pengertian Vatikan dan Indonesia terkait dengan upaya penanggulangan penangkapan ikan secara ilegal dan "slavery" di bidang perikanan.

Adanya saling pengertian terkait isu-isu illegal, unreported and unregulated (IUU) di sektor perikanan yang dapat dikategorikan sebagai kejahatan transnasional, sedangkan Vatikan setuju untuk membantu upaya Indonesia mengangkat isu hak-hak kelautan di forum PBB.

Pada kunjungan ke Vatikan, Menteri KKP juga berkesempatan mengunjungi Biara Santa Ursula di Roma dan melakukan interaksi informal dengan sejumlah biarawati dan biarawan. ***4***
(T.H-ZG/B/M.H. Atmoko/M.H. Atmoko) 14-12-2018 01:37:55




Sent from Yahoo Mail for iPhone

YUNANI


RI DAN YUNANI TINDAK LANJUTI PENANDATANGAN BEBAS VISA 
Zeynita Gibbons

London, 15/12 (Antara) - Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri Muhammad Anshor memimpin delegasi Indonesia dalam Forum Konsultasi Bilateral dengan Yunani untuk tindaklanjuti hasil pertemuan Menteri Luar Negeri RI dan Menteri Luar Negeri Yunani di New York September lalu yang diadakan di Athena.

Forum Konsultasi Bilateral kedua negara diadakan di Athena 13 Desember lalu menjadi bukti kepercayaan Yunani terhadap Indonesia dengan telah diimplementasikannya bebas visa bagi delegasi Indonesia masuk ke negara Yunani.

Pelaksana Fungsi Penerangan KBRI Athena, Kristina Natalia kepada Antara London, Sabtu mengatakan kedua Menlu dalam pertemuannya di New York lalu juga telah ditandatangani Perjanjian Bebas Visa Indonesia-Yunani bagi pemegang paspor Diplomatik dan Dinas.

Forum Konsultasi Bilateral (FKB) Indonesia-Yunani yang sempat vakum selama satu dekade membangkitkan kembali hubungan harmonis yang terjalin sebelumnya. FKB terakhir dilaksanakan 2009 setelah dibentuk 2008.

Pertemuan menjadi investasi politik bagi kedua negara, terutama setelah Yunani bangkit saat menghadapi krisis. Pertemuan menjadi pijakan bagi kerja sama yang lebih konkret ke depannya, ujarnya.

Memiliki karakteristik yang sama sebagai negara kepulauan, pembahasan pertemuan mengulas lebih banyak mengenai kerja sama di bidang kemaritiman, di mana negara tempat asal Aristotle Onassis tersebut menguasai 23-24 persen perkapalan dunia.

Hal ini didukung dengan beroperasinya jalur kereta api dari Pelabuhan Piraeus Yunani ke kawasan Eropa Tenggara (Balkan) dan Mediterania, beberapa tahun ke depan.

Pertemuan dilanjutkan dengan pertemuan Komisi Bersama kementerian terkait masing-masing negara untuk merealisasikan hasil pertemuan secara teknis.

Selain membahas kerja sama Maritim, juga isu regional dan global yang menjadi perhatian kedua negara seperti penanganan arus imigrasi, penanggulangan terorisme, perkembangan kawasan ASEAN, peningkatan "people-to-people contact" dan kerja sama kebudayaan seperti pelestarian warisan budaya dan peninggalan bersejarah.

Yunani memiliki pandangan yang sama mengenai pentingnya stabilitas kawasan dan mengakui peran aktif Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dunia.

Usai pertemuan kedua Direktur Jenderal membubuhkan paraf pada naskah final "MoU on Bilateral Consultations" yang akan ditandatangani Menlu masing-masing negara.

Direktur Jenderal Politik Kementerian Luar Negeri Yunani, Theodoros Georgakelos, memandang penting finalisasi Kesepakatan Kerja Sama Ekonomi sebagai payung kerja sama maksimalkan potensi ekonomi kedua negara termasuk komunitas bisnis.

Untuk itu, Yunani mendukung penyelenggaraan Bisnis Forum pada tahun 2019 di Yunani.

Georgakelous juga menyatakan Yunani sebagai bagian dari Uni Eropa siap mendukung posisi Indonesia dalam kerja sama Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).

Pertemuan terakhir tingkat Kepala Negara antara Wakil Presiden Jusuf Kalla dengan Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras dilakukan Oktober lalu di sela-sela Pertemuan Asia-Europe Meeting (ASEM) ke-12 di Brussel.

Dengan memiliki posisi strategis berada di antara dua kawasan, Eropa dan Timur Tengah serta sebagai pintu masuk ke Eropa, Yunani memiliki potensi menjadi penghubung bagi produk Indonesia untuk masuk ke kawasan Eropa, demikian Duta Besar RI untuk Yunani, Ferry Adamhar. ***2*** (ZG)
(T.H-ZG/B/C. Hamdani/C. Hamdani) 15-12-2018 21:27:17


FRANKFURT


KJRI FRANKFURT AJAK PENGUSAHA JERMAN BERINVESTASI DI INDONESIA
Zeynita Gibbons

London,14/12 (Antara) - Konjen RI Frankfurt, Toferry P. Soetikno, pada acara promosi perdagangan dan investasi bertema "Indonesian Network Gathering" mengajak pengusaha dan investor Jerman menanamkan modalnya di Indonesia dan meningkatkan perdagangan dengan Indonesia.

Konsul Muda KJRI Frankfurt, Dimas Wisudawan kepada Antara London, Jumat mengatakan acara yang diadakan di Wisma Konjen Frankfurt tersebut bertujuan untuk meningkatkan nilai perdagangan dan investasi antara Jerman dan Indonesia.

Promosi perdagangan dan investasi dihadiri kalangan pengusaha, di antaranya di bidang engineering, teknik, teknologi informasi, otomotif, konsultan bisnis dan beberapa perwakilan asosiasi pengusaha serta perwakilan divisi perdagangan dan investasi Pemerintah Frankfurt dan Negara bagian Hessen.

Dalam kesempatan tersebut, Konjen Toferry P. Soetikno, memaparkan potensi dan informasi makro ekonomi Indonesia merupakan ekonomi terbesar di Asia Tenggara dengan middle class yang besar, sehingga upaya mempererat hubungan ekonomi RI ¿ Jerman dipandang perlu, termasuk peningkatan kerjasama investasi dan perdagangan dimasa datang. ¿Perkembangan hubungan perdagangan dan investasi RI ¿ Jerman masih perlu ditingkatkan. Terdapat banyak peluang bisnis di Indonesia yang bisa dimanfaatkan pelaku usaha Jerman¿, ujarnya.

Konjen Toferry P. Soetikno, menyampaikan beberapa kemudahan melakukan bisnis dan investasi di Indonesia, di antaranya fasilitas Online Single Submission (OSS), yaitu sistem online terintegrasi yang dapat digunakan investor asing untuk keperluan investasi di Indonesia.

Kemudahan lain dari Pemerintah Indonesia adalah diberikannya tax holiday kepada investor asing di Indonesia sesuai ketentuan Peraturan Menteri Keuangan nomor 35 tahun 2018 tentang Pemberian Fasilitasi Pengurangan Pajak Penghasilan Badan.

Beberapa pengusaha merencanakan untuk melakukan kerjasama bisnis di Indonesia dalam bidang kesehatan, suplemen makanan hingga teknologi efisiensi energi dan pengurangan emisi gas buang kendaraan. Asosiasi pengusaha kecil dan menengah Jerman juga menyatakan kesediaannya membantu promosi perdagangan dan investasi Indonesia.

Kalangan pengusaha Jerman menyambut positif acara promosi tersebut yang dipandang efektif dan memberikan informasi mengenai potensi bisnis di Indonesia. Banyak dari kalangan pengusaha Jerman, terutama usaha kecil dan menengah (Mittelstand), yang belum mendapatkan informasi mengenai potensi ekonomi Indonesia. ***3**
(T.H-ZG/B/G. Dirgantara/C/G. Dirgantara) 14-12-2018 06:23:12