Kamis, 04 September 2008

INTERFAITH DI JENEWA

MAKARIM WIBISONO PIMPIN KONPERENSI INTERFAITH DI JENEWA


London, 3/9 (ANTARA) - Mantan Duta Besar/Wakil Tetap RI untuk PBB di Jenewa, Dr. Makarim Wibisono, memimpin konperensi antaragama "Geneva Conference on Interfaith Cooperation and the Protection of Human Rights and Dignity" selama dua hari 1-2 September di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jenewa.


Konferensi bertujuan membangun jembatan perdamaian dan solidaritas antaragama dan meningkatkan perlindungan hak asasi dan martabat manusia, demikian Sekretaris I PTRI Jenewa Kamapradipta Isnomo dalam keterangannya kepada koresponden Antara London, Rabu.


Dikatakannya, Makarim Wibisono, memimpin sidang dalam kapasitasnya sebagai Presiden dan co-founder dari Geneva Interfaith Intercultural Alliance (GIIA) itu diharapkan akan dapat memberikan sumbangsih kepada PBB, khususnya Dewan HAM PBB, berupa pesan perdamaian dan solidaritas.


Menurut Kamapradipta Isnomo, konperensi diikuti 12 tokoh muda yang mewakili berbagai kelompok agama dihadiri sekitar 180 peserta dari kalangan diplomat di Jenewa, tokoh rohaniawan, akademisi, teolog dan masyarakat internasional yang berbasis di Jenewa.


Konperensi berhasil merumuskan deklarasi berjudul Deklarasi Antar-kepercayaan mengenai Perdamaian dan HAM "Interfaith Declaration on Peace and Human Rights" yang mengimbau pemimpin pemerintah dunia bekerjasama dengan pemimpin rohani dari seluruh agama dan kepercayaan guna menciptakan perdamaian dan toleransi antar-umat beragama.


Deklarasi juga mengimbau pemerintah memperkenalkan kurikulum pelajaran mengenai pentingnya menerapkan hubungan antar-agama dan kepercayaan berdasarkan perdamaian dan toleransi.


Deklarasi akan dikirim ke Dewan Keamanan PBB dan Dewan HAM PBB serta badan-badan PBB lainnya guna disahkan yang selanjutnya mengeluarkan Rencana Aksi atau plan of action.


Menurut Kamapradipta Isnomo, benang merah yang dapat ditarik dari Konferensi ini adalah perlunya menurunkan tembok yang memisahkan umat agama, kepercayaan dan kebudayaan serta mengupayakan untuk melibatkan pemimpin agama dalam proses perdamaian dengan perspektif baru.

Konferensi dibagi dalam enam sesi dengan pembahasan Dewan antar-Agama Perserikatan Bangsa-Bangsa, Perdamaian dan Agama, Perspektif Kepercayaan terhadap Kerjasama Perdamaian dan HAM dan Perspektif Kawasan terhadap Kerjasama Antar-Kepercayaan untuk Perdamaian dan HAM serta Peran Kerpercayaan dalam Perlindungan dan Martabat HAM.


Sebagian besar dari 23 panelis yang hadir terdiri dari tokoh rohaniawan, akademisi dan teolog antara lain Dr. William McComish rohaniawan Nasrani dan Dean of Geneva's St Pierre Cathedral, Dr. Bongkott Sitthipol, rohaniawan Budha dari Thailand, Mr. Hafid Ouardiri, tokoh dan rohaniawan Islam di Jenewa.


Panelis lainnya Dr. Charles Graves (Interfaith International), Dr. Thomas Walsh, Sekrtaris Jenderal Universal Peace Federation, Dr. Rabin Izhak Dayan, rohaniawan Yahudi di Jenewa, Dr. Satish Joshi dari Hindu Forum, Direktur Human Rights without Frontiers, Willy Fautre dan Peter Zohrer, Presiden Forum Religious Freedom Europe.

Hasil Konferensi perdana ini yang terdiri dari Interfaith Declaration on Peace and Human Rights dan Program of Action diharapkan dapat memberikan nilai perdamaian dan toleransi dari perspektif interfaith dan keagamaan.


Konferensi difasilitasi PTRI di Jenewa bekerjasama dengan Perutap Filipina, Universal Peace Federation (UPF) dan Geneva Interfaith Intercultural Alliance (GIIA) diharapkan dapat dilanjutkan dengan memberikan penekanan pada "acceptance" atas perbedaan.


Kamapradipta Isnomo mengatakan sehari menjelang Konferensi, diadakan acara tatap muka dengan tokoh tokoh muda dan dilanjutkan dengan acara resepsi untuk seluruh peserta yang diselenggarakan oleh PTRI Jenewa.***8***(T.H-ZG/B/E001/E001) 03-09-2008 20:11:05


Rabu, 03 September 2008

INVESTOR JERMAN

INVESTOR JERMAN TANAM MODAL DI INDUSTRI BIO ENERGY


Frankfurt, 1/9 (ANTARA) - Pengusaha Jerman berminat menanamkan modalnya di Indonesia dalam usaha pengembangan bio energy yang lebih menekankan pada industry yang ramah lingkungan.

Hal itu terungkap dalam pertemuan bisnis Kepala BKPM M Lutfi dengan pengusaha Jerman di Frankfurt, akhir pekan lalu.


Bisnis meeting yang dihadiri sekitar 70 pengusaha Jerman merupakan rangkaian promosi terpadu KJRI Frankfurt dengan Kantor Perwakilan BI London.


Dalam pertemuan dengan lima pengusaha Jerman empat diantaranya berminat menanamkan modalnya dalam usaha pengembangan bio energy yang lebih menekankan pada Green Technology.


Kelima perusahaan yang menyatakan keinginannya untuk menanamkan modalnya di dalam negeri adalah perusahaan Siemens, Stroer Media Internasional, The Green Company serta e.terras AG dan Ecocap AG.


Sebelumnya Kepala BKPM menyampaikan presentasi mengenai peluang bisnis dan perkembangan terakhir di Indonesia.


M Lutfi mengatakan Indonesia tengah mengembangkan teknologi yang ramah lingkungan sebagai tanggung jawab pada pembangunan yang berkelanjutan.


Indonesia adalah yang ikut dalam menandatangani Tokyo Protokol dan menjadi otomotif dalam pertemuan Perubahan Cuaca di Bali belum lama ini, ujarnya.


Sementara itu berbicara mengenai investasi Jerman ke Indonesia, M Lutfi mengatakan investasi Jerman di Indonesia masih berada di urutan ke 11, sedangkan investor Jepang berada di posisi pertama disusul Singapura, Mauritius, Inggris dan AS.


Pernah jadi tiga besar

M Lutfi mengatakan tahun 90 an Jerman pernah berada di posisi ke tiga dengan jumlah investasi sebasar 1,3 miliar dollar.


Prospek investasi Jerman di Indonesia sangat baik karena Jerman memiliki teknologi tinggi yang dapat dimanfaatkan oleh Indonesia

Untuk itu diharapkannya industriawan Jerman yang pada tahun 1990 pernah masuk ke Indonesia dapat kembali melanjutkan usahanya khususnya di sektor telekomunikasi dan industri kimia.


Berbicara mengenai Foreign Direct Investment (FDI) Index posisi Indonesia pada tahun 2007 berada di peringkat 21 di atas Polandia, Asia Tengah, Korea Selatan dan Ceko.


Investasi asing di Indonesia naik 73,19 persen dari 5,97 miliar dollar AS pada tahun 2006 menjadi 10,34 miliar dollar AS tahun 2007.


Sementara investasi domestik naik 67,80 persen dari 2,31 miliar dollar AS menjadi 3,87 miliar dollar AS.


Realisasi investasi Januari-Juni 2008 berjumlah 11,32 miliar dollar AS, naik sebesar 56,2 persen.


Meliwati krisis

Sementara itu Konsul Jenderal KJRI Frankfurt Eddy Setiabudhi mengatakan Bisnis meeting digelar KJRI Frankfurt bersama Kantor BKPM dan Kantor Perwakilan BI London serta Indover Bank Amsterdam.

Dikatakannya meskipun Indonesia mengalami dampak dengan adanya krisis ekonomi dari tahun 1997 dan 1998 Indonesia akhirnya berhasil meliwatinya dan Ekonomi Indonesia kembali pulih. Hal ini didukung situasi politik stabil satu dasawarsa terakhir.


Konjeng mengakui aAdanya regulasi UU No 25/2007, membuat Indonesia lebih atraktif dan kompetitif dalam menarik modal asing.


Dikatakannya Kinerja ekonomi keseluruhan pada semester pertama 2008 menunjukkan pertumbuhan 6,4 persen yang merupakan angka tertinggi sejak krisis.

Menurut Eddy Setiabudhi, inflasi berhasil dikendalikan pada angka 6,5 persen, sementara realisasi investasi asing mencapai 401 proyek dan domestik 66 proyek.


Sedangkan cadangan devisa sampai saat ini berada tingkat tertinggi sepanjang sejarah Indonesia, yakni mencapai 60 miliar dollar AS dan ini masih terus bertambah, ujarnya.


Sementara itu Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia di London Budiman Kostaman mengatakan pihaknya berusaha membantu perwakilan yang ada di luar negeri khususnya di Eropa dalam menjalankan diplomasi ekonomi.


Keberadaan Kantor Perwakilan BI London adalah untuk membantu program yang dijalankan perwakilan Indonesia di luar negeri khususnya di wilayah Eropa, demikian Budiman Kostaman.

(U-ZG/b/C001)(T.H-ZG/B/C001/C001) 01-09-2008 09:34:01


PENGELANA BERTEMU PENGELANA

PENGELANA BANDUNG BERTEMU PENGELANA CEKO


London, 3/9 (ANTARA) - Pengelana asal Bandung, Jeffry Polnaja, yang melakukan perjalanan mengelilingi dunia dengan mempromosikan pesan damai tiba Ceko, negara ke- 68 yang dikunjunginya berjumpa dengan Igor Bresovar, pengeliling dunia asal Ceko yang telah melanglang dunia di 123 negara.


Kedua pengelana itu saling bertukar cerita dan berbagi pengalaman, demikian Pensosbud KBRI Praha Azis Nurwahyudi kepada koresponden Antara di London, Rabu.


Dalam pertemuan itu Igor menceritakan pengalamanya ketika menjelajahi Sumatera yang dikatakan sangat indah terutama daerah Bonjol dan terkesan dengan keramahan bangsa Indonesia serta kelezatan nasi goreng.


Jeffry yang tiba di Praha Senin malam disambut masyarakat Indonesia dengan buka puasa bersama di Wisma Duta, Praha yang dihadiri rombongan tamu Duta Besar Salim Said, Harry Tjan Silalahi dan akademisi dari Fakultas Kedokteran Umum UGM yang sedang mengikuti konferensi kesehatan di Praha.


Meskipun baru datang dari Slovakia, Jeffry langsung "ditodong" untuk menceritakan pengalamannya selama menjelajahi dunia, ujar Azis Nurwahyudi.

Jeffry Polnaja, mengatakan penjelajahannya dimulai sejak tahun 2006 dan akan berakhir pada tahun 2011, tepat lima tahun.


Dikatakannya selama menempuh perjalanan panjang banyak pengalaman yang dialaminya dan bahkan beberapa kali nyawanya hampir melayang karena kecelakaan atau hampir dibunuh ketika di Afghanistan.


Selain mengadakan konperensi pers dengan berbagai media di Ceko, Jeffry juga melakukan pertemuan dengan anggota BMW Club Ceko di kota Mirosovice dan melakukan presentasi yang dihadiri ratusan anggota klub motor tersebut.

Dalam presentasinya Jeffry berbagi pengalaman dan memperkenalkan Indonesia dengan mengajak mereka untuk melakukan penjelajahan di Indonesia yang diakuinya alamnya sangat menantang.***1***(U-ZG)/B/A011)(T.H-ZG/B/A011/A011) 03-09-2008 08:06:01

Senin, 01 September 2008

KONPERENSI DISASTER REDUCTION

RI IKUTI KONPERENSI INTERNASIONAL DISASTER REDUCTION


London, 30/8 (ANTARA) - Delegasi Indonesia berperan aktif dalam International Disaster Reduction Conference (IDRC) 2008 yang khusus ditujukan bagi pambahasan mengenai manajemen resiko, pengurangan dan penanggulangan bencana alam di Davos, Swiss.


Sekretaris Ketiga PTRI Jenewa Indah Nuria Safitri kepada ANTARA di London, Sabtu menjelaskan, konferensi dihadiri sekitar 1.100 peserta dari berbagai badan negara, perutusan tetap di Jenewa, LSM, universitas, perusahaan swasta dan institusi terkait lainnya.


Dalam konperensi dibahas masalah perubahan iklim dan upaya pengurangan resiko bencana alam, perlindungan dan pertahanan bagi infrastruktur utama, pandemik dan berbagai penyakit serta manajemen resiko integral dengan pembahasan khusus bencana gempa bumi yang terjadi di Wenchuan 12 Mei 2008.


Menurut Indah Nuria Safitri, delegasi RI terdiri dari unsur PTRI Jenewa, Departemen Pekerjaan Umum, Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-Nias, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi serta Universitas Gajah Mada (UGM).


Dalam konferensi yang diadakan selama lima hari, Astrid Kartika dari Badan Rekonstruktur dan Rehabilitasi (BRR) NAD-Nias menyampaikan presentasi berjudul "Building Resilience and Sustainability of Rural Hospital in Post-Disaster Area through Public Private Partnership, Case Study of Gunungsitoli General Hospital of Nias Islands".


Sedangkan Surono dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, mempresentasikan "Geological Hazard Mitigation System in Indonesia".


Pada Provention Consortium, workshop paralel yang diadakan bersamaan dengan konperensi, Amin Subekti dari BRR NAD-Nias mengangkat isu "Integral Risk Management in Post-Conflict Disaster Reconstruction Program serta Delivering and Monitoring Result in Post Disaster Recovery Program".


Dalam berbagai forum diskusi paralel maupun sesi plenary, penanggulangan bencana alam di Indonesia, khususnya bencana tsunami di NAD dan Nias serta gempa bumi di Yogyakarta, kerap menjadi referensi.


Begitupun dalam membuka berbagai dimensi maupun tantangan baru dalam pembahasan mengenai penanganan bencana alam dalam skala besar yang multidimensional.


Menurut Indah Nuria Safitri, pola kerjasama publik dan swasta dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana juga menjadi sorotan.


Konferensi dua-tahunan ini merupakan yang kedua kalinya setelah konferensi pertama diselenggarakan di Davos pada 2006.


IDRC sejak awal ditujukan untuk membangun kerjasama dan jejaring yang lebih erat antara komunitas dan sektor publik-swasta yang menangani isu manajemen resiko.


Selama itu, IDRC memberikan kontribusi bagi upaya dan terobosan baru dalam penanganan bencana alam serta memperkuat dan mempercepat proses transfer teknologi serta pembagian pengetahuan dari berbagai pemangku kepentingan yang berbeda.

***6***(U-ZG)

(T.H-ZG/B/S023/S023) 30-08-2008 16:16:40

TNI AL DAPAT KORVET


TNI AL TERIMA KAPAL PERANG JENIS KORVET DARI BELANDA


London, 30/8 (ANTARA) - TNI AL telah menerima kapal perang ketiga jenis korvet dari galangan kapal Royal Schelde Naval Shipbuilding di Vlissingen , Belanda.


Konsul Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Denhaag, Firdaus Dahlan dalam keterangannya kepada koresponden Antara, London, Sabtu mengatakan kapal perang tersebut langsung diserahkan kepada Panglima Koarmatim Laksama Muda Lilik Supramono.


Dikatakannya , penyerahan kapal perang yang diberi nama "KRI Iskandar Muda" itu juga dihadiri anggota DPR Aceh yang sedang melakukan kunjungan kerja ke Belanda.


Menurut Firdaus Dahlan, terlihat kebanggaan dan kebahagiaan masyarakat Aceh yang terpancar pada saat mengikuti prosesi upacara penyerahan kapal yang berlangsung di Geladak Kapal KRI Iskandar Muda.


Prosesi serah terima kapal perang canggih itu disaksikan Dubes RI Den Haag JE Habibie yang secara resmi memberikan Bendera Merah Putih kepada Panglima Koarmatim untuk dikibarkan di atas kapal sebagai pertanda kapal perang tersebut secara resmi telah diterima dan menjadi milik TNI AL Republik Indonesia.


Menurut Firdaus , upacara serah terima yang dilakukan di geladak kapal tersebut berlangsung khidmat, dan kapal perang tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Aceh karena nama tokoh salah satu pahlawan nasional yang berasal dari Aceh diabadaikan , tetapi juga menjadi kebanggaan rakyat Indonesia.


Kapal perang ini nantinya akan dioperasikan di kawasan Armada Timur dan dalam waktu dekat akan segera dibawa ke tanah air oleh para awak kapal TNI- AL yang semenjak beberapa waktu yang lalu telah berada di Belanda untuk mendapat berbagai pelatihan dan keterampilan.


Kapal perang jenis korvet tersebut dirancang bangun sesuai dengan kebutuhan Indonesia sebagai negara kepulauan yang dalam pembangunannya senantiasa mendapat pengawasan dari perwira TNI-AL, demikian Firdaus Dahlan. ***1***

(U-ZG)/C/A011)(T.H-ZG/C/A011/A011) 30-08-2008 14:50:51

REFORMASI MERUPAKAN KENISCAYAAN

PENGAMAT: REFORMASI MERUPAKAN KENISCAYAAN


London,30/8 (ANTARA) - Pengamat politik dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) Harry Tjan berpendapat, sekalipun Indonesia berada dalam situasi yang penuh tantangan, reformasi merupakan keniscayaan masa transisi selama sepuluh tahun terakhir.


Demikian pernyataan Harry Tjan Silalahi dalam diskusi yang digelar di Perutusan Tetap Republik Indonesia (PTRI) di Jenewa.


Sekretaris Kedua PTRI Jenewa, Yasmi Adriansyah kepada ANTARA di London, Sabtu mengatakan diskusi yang berlangsung hangat dan meriah dihadiri masyarakat Indonesia di Jenewa.


Menurut mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) itu, jika Indonesia bisa melewati masa penuh tantangan diharapkan Indonesia akan menuju tatanan kenegaraan yang lebih baik.


Harry Tjan mengemukakakn, reformasi dan demokratisasi di Indonesia merupakan hal esensial yang harus dihadapi dan akan membawa Indonesia bergerak menuju perbaikan. "Melalui keterbukaan, rakyat dapat melakukan fungsi kontrol terhadap pelaksanaan tugas eksekutif, legislatif maupun yudikatif," katanya..


Salah satu indikator positif reformasi adalah dengan makin intensifnya pemberantasan korupsi.


Sekalipun berbagai kasus korupsi adalah kenyataan suram dalam reformasi, upaya pemberantasan korupsi merupakan proses yang kelak diharapkan mampu mewujudkan good governance di Indonesia.


Figur muda

Menurut Harry Tjan Silalahi, dimensi lain dari tanda-tanda perbaikan Indonesia adalah makin banyaknya figur muda dalam percaturan politik nasional.


Mereka tidak hanya mempunyai kualitas pribadi yang hebat dan beberapa diantaranya cukup matang, baik dalam organisasi kemasyarakatan, sosial-politik, maupun pemerintahan meskipun banyak dari mereka belum memiliki kendaraan politik.


Sekalipun dalam waktu dekat figur muda belum tentu akan muncul sebagai pucuk pimimpinan nasional, diperkirakan mereka akan semakin memainkan peranan penting dalam praksis politik di masa depan dalam berbagai tingkatan.


Harry Tjan Silalahi juga mengatakan, Profesionalisme TNI juga merupakan salah satu indikator positif perbaikan Indonesia. TNI sangat bagus dalam menjaga jarak untuk tidak terlibat dalam politik praktis sehingga memberikan ruang gerak yang semakin demokratis.


Indikator lainnya adalah pengalokasian anggaran negara sebesar 20 persen bagi sektor pendidikan. Hal ini merupakan aset penting bagi peningkatan kapasitas bangsa, khususnya dalam penguatan sumber daya manusia.


Berkaitan dengan wacana penyatuan sejumlah partai politik yang berbasis ideologi nasionalis-sekuler, Harry Tjan Silalahi mengkhawatirkan fenomena ini akan mengulangi sejarah tahun 1955 dimana Parpol nasionalis-sekuler berhadapan dengan Parpol Islam.


***3***(U-ZG)(T.H-ZG/B/S023/S023) 30-08-2008 16:16:39

KJRI HAMBURG GELAR RESEPSI

KJRI HAMBURG GELAR RESEPSI KEMERDEKAAN SETELAH 12 TAHUN ABSEN


Hamburg, 29/8 (ANTARA) - KJRI Hamburg ,Jerman menggelar resepsi peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-63 untuk pertama kalinya setelah selama 12 tahun absen yang diadakan di gedung KJRI Hamburg, Kamis malam.


Resepsi yang dihadiri sekitar 300 undangan hadir Ketua Parlemen Hamburg, Berndt Roder, pejabat konsuler berbagai negara, instansi pemerintah Jerman termasuk pengusaha di Hamburg serta sahabat Indonesia yang tergabung dalam "Friends of Indonesia.".


Pensosbud KJRI Yayat Sugiatna menyebutkan Ketua perhimpunan Indonesia Jerman , Keren Stadtlander mengatakan acara semacam ini sangat penting dan membawa kesan yang mendalam bagi masyarakat Jerman yang mempunyai hubungan dengan Indonesia.


Indonesia sejak dulu dikenal sebagai bangsa yang ramah dan senang menerima tamu, ujarnya hanya sayangnya acara resepsi sangat jarang dilakukan lagi.


Padahal, ujar Keren Stadtlander, kegiatan ini merupakan promosi yang baik meskipun tidak langsung membawa efek di bidang ekonomi tetapi paling tidak memberikan dampak bagi hubungan kedua negara.


Sementara itu Wolfgang G. Koehne dari Deutsch-Indonesische Tabak-Handelsgesellschaft mbH & Co. KG, Bermen yang mempunyai bisnis tembakau dengan Indonesia mengakui dulu ia sering menhadiri acara resepsi yang digelar KJRI Hamburg.


"Saya ingat dulu sering datang, " ujarnya.


Hanya saja beberapa tahun belakangan ini tidak pernah lagi,

"I miss that( saya meras kehilangan karena acara ini tidak ada lagi, red) ," ujar Wolfgang yang khusus datang dari Bremen untuk memenuhi undangan Konjen Teuku Darmawan.


Menurut Wolfgang, memang ada perayaan 17 Agustus tapi itu hanya untuk masyarakat Indonesia yang tinggal di Hamburg.Dikatakannya , penyelenggaraan resepsi ini justru sangat bagus dalam upaya meningkatkan hubungan Indonesia Jerman.


Harus agresif promosi

Hal yang sama juga diakui Karlheinz Heidemeyer, yang pernah bertugas di Jakarta selama delapan tahun yang kini bekerja di Kamar Dagang Bremen ,Handelskammer Bremen.


Dikatakannya harusnya Indonesia lebih banyak melakukan promosi semacam ini agar pengusaha di Jerman bisa saling mengenal dan mendapatkan informasi.


"Indonesia harusnya menjadi alternatif bagi kerja sama ekonomi dan perdagangan Jerman selain dengan India dan China," katanya.


Punya perhatian besar


Dalam pidato ucapan selamat datangnya, Kepala Perwakilan Indonesia KJRI Hamburg, Teuku Darmawan menyampaikan penghargaan atas kehadiran undangan untuk ikut berbagi kegembiraan dalam merayakannya HUT RI ke 63.


Menurut Darmawan, hubungan kerja sama Indonesia dengan Republik Federal Jerman, terutama dengan Hamburg dan Jerman Utara berlangsung lama, khususnya sejak berdirinya KJRI di Hamburg pada 1956.


Dikatakannya, Jerman menaruh perhatian besar terhadap Indonesia dan hubungan kerja sama Indonesia-Jerman terlihat membawa hasil yang positif.


Kerja sama yang terjalin di bidang ekonomi, perdagangan dan sosial budaya menguntungkan kedua belah pihak. Bahkan pada tahun-tahun terakhir ini, volume dan kualitas kerjasama Jerman-Indonesia meningkat dengan jelas.


Sementara itu, Ketua Parlemen Hamburg, Berndt Roder,menyampaikan selamat atas hari Kemerdekaan Indonesia.


Diakuinya, hubungan Indonesia dan Jerman di wilayah Hamburg semakin erat.


"Indoneaia melihat Jerman sebagai patner yang semakin penting," ujarnya apalagi Menlu Jerman Steinmeier berkunjung ke Indonesia Feburuari lalu.


Diakuinya, hubungan ekonomi Hamburg Indonesia pada tahun terakhir ini semakin meningkat terlihat dengan ekspor Hamburg ke Indonesia naik sampai 75 persen dibandingkan 2004. Sebaliknya import dari Indonesia ke Hamburg naik sebesar 43 persen pada periode yang sama.


Dikatakannya , selain di bidang ekonomi , Hamburg juga bekerja sama dengan negara di Asia dan Indonesia dalam proyek "Hamburger Stiftung Asien-Brucke," yang dibentuk pemerintah daerah dan Parlemen Hamburg untuk membantu berbagai proyek seperti pelatihan, perlestarian lingkungan dan pendidikan.


Pensosbud KJRI Hamburg Yayat Sugiatna mengatakan acara resepsi merupakan sarana promosi budaya dan pariwisata Indonesia dengan ditampilkannya musik tradisional gamelan serta suasana Indonesia yang sangat kental dengan ornamen Bali yang memenuhi gedung dan taman belakang KJRI.


Resepsi HUT RI juga dihadiri Direktur Perjanjian Politik Keamanan dan Kewilayahan Deplu Arif Havaa Oegroseno yang sedang melakukan kunjungan kerja ke Hamburg dimeriahkan penampilan Ika, Waskito yang menarikan tari Bali dan Sari Djaman dan Widya Syafril, yang menarikan tari Jaipongan berlangsung hingga pukul sembilan malam .***5***

(U-ZG)/C/A011)

(T.H-ZG/C/A011/A011) 29-08-2008 09:51:43