RI DUKUNG RESOLUSI KUTUK KERAS PELANGGARAN HAM ISRAEL
London, 13/1 (ANTARA) - Indonesia mendukung resolusi Dewan HAM PBB yang disahkan Sidang Khusus ke-9, Senin, yang mengutuk keras serangan militer dan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang dilakukan Israel di Jalur Gaza.
Resolusi tersebut disahkan melalui "voting" (pemungutan suara) dengan 33 mendukung (termasuk Indonesia), satu menolak dan 13 abstain, kata Sekretaris Satyu PTRI Jenewa Benny Y.P Siahaan kepada koresponden Antara London, Selasa.
Satu-satunya delegasi yang menolak resolusi adalah Kanada.
Benny Y.P Siahaan yang khusus menangani masalah Human Rights Council, CERD, ICCPR, CMW, Convention on Enforced Disappearance, UNHCR dalam sidang PBB itu menyampaikan bahwa selain mendukung resolusi, Indonesia juga menjadi sponsor utama rancangan resolusi yang diajukan pada hari Jumat yang lalu.
Selain mengutuk keras Israel, resolusi juga mendesak Israel untuk segera menghentikan serangan militernya di seluruh wilayah pendudukan Palestina yang mengakibatkan terjadinya berbagai pelanggaran berat HAM terhadap rakyat Palestina.
Sampai saat ini tercatat 900 korban jiwa lebih dan lebih dari 4.000 luka-luka termasuk anak-anak dan wanita.
Oleh karenanya rancangan resolusi mendesak agar rakyat Palestina diberikan perlindungan internasional sesuai dengan hukum HAM internasional dan hukum humaniter internasional.
Resolusi juga mendesak agar Israel tidak lagi menjadikan penduduk sipil dan fasilitas medis sebagai sasaran serangan militer, membuka akses terhadap bantuan kemanusiaan serta memberi akses bebas terhadap media ke daerah-daerah konflik melalui koridor media.
Dalam resolusi itu disebutkan Israel didesak untuk menarik mundur pasukannya dari Jalur Gaza dan menghentikan pendudukan Israel di wilayah Palestina serta menghormati komitmennya terhadap proses perdamaian terutama terhadap upaya pembentukan negara Palestina yang berdaulat dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya.
Putusan penting lain dalam resolusi adalah mendesak agar segera dibentuk Misi Pencari Fakta Independen Internasional untuk menginvestigasi pelanggaran HAM dan kemanusiaan yang dilakukan oleh Israel terhadap rakyat Palestina. Dan susunan anggota Tim Pencari Fakta tersebut akan ditunjuk Presiden Dewan HAM.
Resolusi juga meminta agar Komisaris Tinggi HAM melaporkan lebih lanjut pelanggaran HAM yang dilakukan oleh Israel melalui monitoring di lapangan dan melaporkan secara berkala implementasi resolusi tersebut.
Resolusi memutuskan sejumlah Pelapor Khusus/"Special Rapporteur" (SR) Dewan HAM terkait berkunjung ke Jalur Gaza untuk mengumpulkan informasi pelanggaran HAM yang dialami rakyat Palestina dan melaporkannya pada sidang Dewan HAM berikutnya pada bulan Maret 2009.
Pelapor khusus adalah "SR on Palestine", "SR on the right to Mental and Physical Health", "Special Repesentative of Secretary General (SRSG) on Internally Displaced Persons", "SRSG on Children in Armed Conflict", "SR on Violence Against Women", "SR on Adequate Housing", "SR on Right to Food", "SR on Extrajudicial", "Summary and Arbitrary Executions", "SR on Right to Education" dan "SR on Extreme Poverty".
Resolusi meminta agar Israel tidak menghalangi proses investigasi dan bekerjasama secara penuh dengan para SR dan Misi Pencari Fakta Independen tersebut.
Resolusi juga meminta Sekjen PBB untuk memberikan bantuan administratif, teknis dan logistik yang diperlukan agar para SR dan Misi Pencari Fakta Independen tersebut dapat segera menjalankan mandatnya secara efektif.
Pada bagian akhir, resolusi meminta secara khusus kepada Sekjen PBB untuk melakukan investigasi terhadap serangan yang dilakukan terhadap fasilitas UNRWA termasuk sekolah yang telah mengakibatkan korban sipil termasuk anak-anak dan wanita serta melaporkannya kepada SMU PBB.
Dikeluarkannya resolusi Dewan HAM yang tegas dan keras sebagai tanggapan atas serangan militer Israel ke Jalur Gaza ini merupakan sikap atas kurang berdayanya Dewan Keamanan PBB untuk bersikap tegas terhadap agresi militer Israel ke Jalur Gaza.
Menurut Benny, pertemuan dan konsultasi membahas rancangan resolusi Dewan HAM yang diskoponsori oleh OKI, Kelompok Arab dan Kelompok Afrika ini berlangsung alot sejak Jumat lalu.
Delegasi Indonesia senantiasa mendesak agar resolusi bersikap tegas dan keras dalam menanggapi pelanggaran HAM dan kebrutalan Israel di Jalur Gaza, demikian Benny Y.P Siahaan.***5***
(U-ZG)(T.H-ZG/B/U002/U002) 13-01-2009 19:25:34
Blog ini berisi liputan dan berita serta artikel sekitar kejadian yang ada hubungannya diplomasi Indonesia di luar negeri khususnya wilayah Eropa yang saya kirim dan dimuat di LKBN Antara. Terima kasih untuk seluruh nara sumber diplomat yang memberikan kontribusi kepada saya sebagai koresponden LKBN Antara di Kerajaan Inggris dan juga mencakup wilayah Eropa
Selasa, 13 Januari 2009
Senin, 12 Januari 2009
SOLIDARITAS PALESTINA
KBRI QATAR GELAR SOLIDARITAS UNTUK PALESTINA
London, 11/1 (ANTARA) - Sebagai rasa solidaritas, masyarakat Indonesia di Qatar mengadakan acara penggalangan dana bertempat di gedung serba guna milik Qatar Charity.
Jurubicara KBRI Qatar Achmad Sudradjat dalam keterangannya kepada koresponden ANTARA di London, Minggu mengatakan acara ini diadakan kerjasama antara IMSQA (Indonesian Muslim Society in Qatar) dan PERMIQA (Persatuan Masyarakat Indonesia di Qatar) dengan Qatar Charity.
Ratusan Masyarakat Indonesia dengan antusias mengikuti acara yang dihadiri Duta Besar RI untuk Qatar, Rozy Munir beserta Ny Rozy Munir dan staf kedutaan Besar di Doha.
Acara dipandu Susilo dengan membaca bismilah dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al Qur'an oleh Ustad Saharuddin dan dilanjutkan dengan sambutan ketua IMSQA, Farid.
Dalam sambutannya ia menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh komponen masyarakat yang telah mendukung acara tersebut serta kepada Qatar Charity yang memfasilitasi tempat.
Duta Besar RI, HM. Rozy Munir menyampaikan bahwa Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono atas nama rakyat dan pemerintah mengutuk keras serangan yang dilakukan Israel terhadap hak-hak warga Palestina dan meminta PBB untuk segera melakukan tindakan kongkrit untuk menghentikan invasi Israel tersebut melalui sidang khusus.
Lebih dari dua minggu kekuatan militer Israel menggempur jalur Gaza di Palestina, baik melalui serangan darat, laut maupun udara, yang mengakibatkan tewasnya 800 warga yang sebagian besar perempuan dan anak-anak yang tak berdosa serta ribuan lain terluka.
Acara solidaritas Palestina dilanjutkan dengan pengumpulan dana yang terkumpul sebesar 75.000 Riyal Qatar (Rp. 225.000.000) yang selanjutnya diserahkan Khalid Fakhru dari Qatar Charity dan kemudian akan diserahkan kepada rakyat Palestina.
Khalid Fakhru menyampaikan rasa terima kasihnya kepada masyarakat Indonesia dan menyebutkan Qatar Charity telah mengirimkan obat-obatan, dana serta sembilan kendaraan ambulan ke jalur Gaza.
(U-ZG)
(T.H-ZG/B/S005/S005) 11-01-2009 22:18:20
London, 11/1 (ANTARA) - Sebagai rasa solidaritas, masyarakat Indonesia di Qatar mengadakan acara penggalangan dana bertempat di gedung serba guna milik Qatar Charity.
Jurubicara KBRI Qatar Achmad Sudradjat dalam keterangannya kepada koresponden ANTARA di London, Minggu mengatakan acara ini diadakan kerjasama antara IMSQA (Indonesian Muslim Society in Qatar) dan PERMIQA (Persatuan Masyarakat Indonesia di Qatar) dengan Qatar Charity.
Ratusan Masyarakat Indonesia dengan antusias mengikuti acara yang dihadiri Duta Besar RI untuk Qatar, Rozy Munir beserta Ny Rozy Munir dan staf kedutaan Besar di Doha.
Acara dipandu Susilo dengan membaca bismilah dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al Qur'an oleh Ustad Saharuddin dan dilanjutkan dengan sambutan ketua IMSQA, Farid.
Dalam sambutannya ia menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh komponen masyarakat yang telah mendukung acara tersebut serta kepada Qatar Charity yang memfasilitasi tempat.
Duta Besar RI, HM. Rozy Munir menyampaikan bahwa Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono atas nama rakyat dan pemerintah mengutuk keras serangan yang dilakukan Israel terhadap hak-hak warga Palestina dan meminta PBB untuk segera melakukan tindakan kongkrit untuk menghentikan invasi Israel tersebut melalui sidang khusus.
Lebih dari dua minggu kekuatan militer Israel menggempur jalur Gaza di Palestina, baik melalui serangan darat, laut maupun udara, yang mengakibatkan tewasnya 800 warga yang sebagian besar perempuan dan anak-anak yang tak berdosa serta ribuan lain terluka.
Acara solidaritas Palestina dilanjutkan dengan pengumpulan dana yang terkumpul sebesar 75.000 Riyal Qatar (Rp. 225.000.000) yang selanjutnya diserahkan Khalid Fakhru dari Qatar Charity dan kemudian akan diserahkan kepada rakyat Palestina.
Khalid Fakhru menyampaikan rasa terima kasihnya kepada masyarakat Indonesia dan menyebutkan Qatar Charity telah mengirimkan obat-obatan, dana serta sembilan kendaraan ambulan ke jalur Gaza.
(U-ZG)
(T.H-ZG/B/S005/S005) 11-01-2009 22:18:20
DELRI KUTUK ISRAEL
DELEGASI INDONESIA KUTUK PELANGGARAN HAM DI JALUR GAZA OLEH ISRAEL
London, 10/1 (ANTARA) - Delegasi Indonesia mengutuk pelanggaran HAM yang dilakukan Israel di Jalur Gaza dan meminta agar masyarakat internasional mendesak Israel menghormati hukum internasional, hukum HAM dan kemanusiaan internasional.
Pernyataan itu disampaikan Delegasi Indonesia di Sidang Khusus Dewan HAM ke-9, Jumat, di Palais des Nations, Jenewa, Swiss yang membahas pelanggaran HAM di wilayah pendudukan Palestina termasuk serangan Israel di Jalur Gaza, ujar Kamapradipta Isnomo, Sekretaris Pertama PTRI Jenewa kepada koresponden Antara London, Sabtu.
Untuk itu, Delegasi Indonesia mendukung usulan agar Dewan HAM membentuk Rapid Response Team guna memantau pelanggaran HAM di Palestina yang dilakukan Israel sebagai occupying power, ujarnya.
Selain itu, mengusulkan dihapuskannya blokade ekonomi dan dibukanya akses bagi bantuan kemanusian yang dibutuhkan oleh penduduk sipil, dan meminta Komisaris Tinggi Dewan HAM dan Pelapor Khusus Tematis untuk segera mengunjungi Jalur Gaza untuk membuat kajian dan segera menyampaikan laporannya kepada Dewan HAM.
Dalam Sidang Khusus Dewan HAM, Delegasi RI menegaskan, masyarakat internasional tidak bisa lagi tinggal diam dan menunggu eskalasi pelanggaran HAM dan krisis kemanusiaan yang dialami rakyat Palestina di Jalur Gaza yang mencapai lebih dari 700 meninggal dan 2500 luka termasuk wanita dan anak-anak.
Untuk itu, Delegasi RI mendesak agar Dewan HAM sebagai badan PBB yang berkompeten untuk menangani isu HAM, segera mensahkan resolusi keras terhadap Israel.
Menurut Kamapradipta Isnomo, delegasi Indonesia menyambut baik resolusi Dewan Keamanan PBB 1860 yang mendesak gencatan yang segera, langgeng dan dipatuhi dengan tujuan penarikan penuh pasukan Israel dari Jalur Gaza.
Namun demikian, Delegasi RI menyampaikan masyarakat internasional tidak bisa menerima jika Dewan HAM tidak mengambil tindakan nyata untuk mencegah jatuhnya korban yang tidak berdosa sebagai akibat dari hukuman kolektif (collective punishment) yang dilakukan Israel sejak 27 Desember 2008.
Menyikapi krisis kemanusiaan yang terjadi, Delelagi Indonesia menyampaikan Pemerintah RI telah memberikan bantuan kemanusiaan berjumlah satu juta dolar AS untuk membantu mengurangi penderitaan penduduk sipil di Jalur Gaza.
Memburuknya situasi di Jalur Gaza membutuhkan perhatian khusus Dewan HAM. Untuk itu, Delegesai RI tekankan pula bahwa penggunaan kekerasan bukan merupakan solusi untuk mengakhiri konflik di kawasan.
Delegasi RI mendesak anggota Dewan HAM untuk mendukung resolusi guna menyampaikan pesan yang kuat kepada masyarakat internasional atas segala tindakan pelanggaran HAM oleh Israel di Jalur Gaza.
Penyelenggaraan Sidang Khusus Dewan HAM PBB merupakan prakarsa kelompok Gerakan Non-Blok, Organisasi Konperensi Islam, Liga Arab dan Kelompok Afrika yang telah membentuk koalisi yang kuat dalam Dewan HAM untuk mengangkat pelanggaran HAM di Jalur Gaza oleh Israel sejak 27 Desember 2008.
(U-ZG)
(T.H-ZG/B/M012/M012) 10-01-2009 21:07:04
London, 10/1 (ANTARA) - Delegasi Indonesia mengutuk pelanggaran HAM yang dilakukan Israel di Jalur Gaza dan meminta agar masyarakat internasional mendesak Israel menghormati hukum internasional, hukum HAM dan kemanusiaan internasional.
Pernyataan itu disampaikan Delegasi Indonesia di Sidang Khusus Dewan HAM ke-9, Jumat, di Palais des Nations, Jenewa, Swiss yang membahas pelanggaran HAM di wilayah pendudukan Palestina termasuk serangan Israel di Jalur Gaza, ujar Kamapradipta Isnomo, Sekretaris Pertama PTRI Jenewa kepada koresponden Antara London, Sabtu.
Untuk itu, Delegasi Indonesia mendukung usulan agar Dewan HAM membentuk Rapid Response Team guna memantau pelanggaran HAM di Palestina yang dilakukan Israel sebagai occupying power, ujarnya.
Selain itu, mengusulkan dihapuskannya blokade ekonomi dan dibukanya akses bagi bantuan kemanusian yang dibutuhkan oleh penduduk sipil, dan meminta Komisaris Tinggi Dewan HAM dan Pelapor Khusus Tematis untuk segera mengunjungi Jalur Gaza untuk membuat kajian dan segera menyampaikan laporannya kepada Dewan HAM.
Dalam Sidang Khusus Dewan HAM, Delegasi RI menegaskan, masyarakat internasional tidak bisa lagi tinggal diam dan menunggu eskalasi pelanggaran HAM dan krisis kemanusiaan yang dialami rakyat Palestina di Jalur Gaza yang mencapai lebih dari 700 meninggal dan 2500 luka termasuk wanita dan anak-anak.
Untuk itu, Delegasi RI mendesak agar Dewan HAM sebagai badan PBB yang berkompeten untuk menangani isu HAM, segera mensahkan resolusi keras terhadap Israel.
Menurut Kamapradipta Isnomo, delegasi Indonesia menyambut baik resolusi Dewan Keamanan PBB 1860 yang mendesak gencatan yang segera, langgeng dan dipatuhi dengan tujuan penarikan penuh pasukan Israel dari Jalur Gaza.
Namun demikian, Delegasi RI menyampaikan masyarakat internasional tidak bisa menerima jika Dewan HAM tidak mengambil tindakan nyata untuk mencegah jatuhnya korban yang tidak berdosa sebagai akibat dari hukuman kolektif (collective punishment) yang dilakukan Israel sejak 27 Desember 2008.
Menyikapi krisis kemanusiaan yang terjadi, Delelagi Indonesia menyampaikan Pemerintah RI telah memberikan bantuan kemanusiaan berjumlah satu juta dolar AS untuk membantu mengurangi penderitaan penduduk sipil di Jalur Gaza.
Memburuknya situasi di Jalur Gaza membutuhkan perhatian khusus Dewan HAM. Untuk itu, Delegesai RI tekankan pula bahwa penggunaan kekerasan bukan merupakan solusi untuk mengakhiri konflik di kawasan.
Delegasi RI mendesak anggota Dewan HAM untuk mendukung resolusi guna menyampaikan pesan yang kuat kepada masyarakat internasional atas segala tindakan pelanggaran HAM oleh Israel di Jalur Gaza.
Penyelenggaraan Sidang Khusus Dewan HAM PBB merupakan prakarsa kelompok Gerakan Non-Blok, Organisasi Konperensi Islam, Liga Arab dan Kelompok Afrika yang telah membentuk koalisi yang kuat dalam Dewan HAM untuk mengangkat pelanggaran HAM di Jalur Gaza oleh Israel sejak 27 Desember 2008.
(U-ZG)
(T.H-ZG/B/M012/M012) 10-01-2009 21:07:04
DELRI KUTUK ISRAEL
DELEGASI INDONESIA KUTUK PELANGGARAN HAM DI JALUR GAZA OLEH ISRAEL
London, 10/1 (ANTARA) - Delegasi Indonesia mengutuk pelanggaran HAM yang dilakukan Israel di Jalur Gaza dan meminta agar masyarakat internasional mendesak Israel menghormati hukum internasional, hukum HAM dan kemanusiaan internasional.
Pernyataan itu disampaikan Delegasi Indonesia di Sidang Khusus Dewan HAM ke-9, Jumat, di Palais des Nations, Jenewa, Swiss yang membahas pelanggaran HAM di wilayah pendudukan Palestina termasuk serangan Israel di Jalur Gaza, ujar Kamapradipta Isnomo, Sekretaris Pertama PTRI Jenewa kepada koresponden Antara London, Sabtu.
Untuk itu, Delegasi Indonesia mendukung usulan agar Dewan HAM membentuk Rapid Response Team guna memantau pelanggaran HAM di Palestina yang dilakukan Israel sebagai occupying power, ujarnya.
Selain itu, mengusulkan dihapuskannya blokade ekonomi dan dibukanya akses bagi bantuan kemanusian yang dibutuhkan oleh penduduk sipil, dan meminta Komisaris Tinggi Dewan HAM dan Pelapor Khusus Tematis untuk segera mengunjungi Jalur Gaza untuk membuat kajian dan segera menyampaikan laporannya kepada Dewan HAM.
Dalam Sidang Khusus Dewan HAM, Delegasi RI menegaskan, masyarakat internasional tidak bisa lagi tinggal diam dan menunggu eskalasi pelanggaran HAM dan krisis kemanusiaan yang dialami rakyat Palestina di Jalur Gaza yang mencapai lebih dari 700 meninggal dan 2500 luka termasuk wanita dan anak-anak.
Untuk itu, Delegasi RI mendesak agar Dewan HAM sebagai badan PBB yang berkompeten untuk menangani isu HAM, segera mensahkan resolusi keras terhadap Israel.
Menurut Kamapradipta Isnomo, delegasi Indonesia menyambut baik resolusi Dewan Keamanan PBB 1860 yang mendesak gencatan yang segera, langgeng dan dipatuhi dengan tujuan penarikan penuh pasukan Israel dari Jalur Gaza.
Namun demikian, Delegasi RI menyampaikan masyarakat internasional tidak bisa menerima jika Dewan HAM tidak mengambil tindakan nyata untuk mencegah jatuhnya korban yang tidak berdosa sebagai akibat dari hukuman kolektif (collective punishment) yang dilakukan Israel sejak 27 Desember 2008.
Menyikapi krisis kemanusiaan yang terjadi, Delelagi Indonesia menyampaikan Pemerintah RI telah memberikan bantuan kemanusiaan berjumlah satu juta dolar AS untuk membantu mengurangi penderitaan penduduk sipil di Jalur Gaza.
Memburuknya situasi di Jalur Gaza membutuhkan perhatian khusus Dewan HAM. Untuk itu, Delegesai RI tekankan pula bahwa penggunaan kekerasan bukan merupakan solusi untuk mengakhiri konflik di kawasan.
Delegasi RI mendesak anggota Dewan HAM untuk mendukung resolusi guna menyampaikan pesan yang kuat kepada masyarakat internasional atas segala tindakan pelanggaran HAM oleh Israel di Jalur Gaza.
Penyelenggaraan Sidang Khusus Dewan HAM PBB merupakan prakarsa kelompok Gerakan Non-Blok, Organisasi Konperensi Islam, Liga Arab dan Kelompok Afrika yang telah membentuk koalisi yang kuat dalam Dewan HAM untuk mengangkat pelanggaran HAM di Jalur Gaza oleh Israel sejak 27 Desember 2008.
(U-ZG)
(T.H-ZG/B/M012/M012) 10-01-2009 21:07:04
London, 10/1 (ANTARA) - Delegasi Indonesia mengutuk pelanggaran HAM yang dilakukan Israel di Jalur Gaza dan meminta agar masyarakat internasional mendesak Israel menghormati hukum internasional, hukum HAM dan kemanusiaan internasional.
Pernyataan itu disampaikan Delegasi Indonesia di Sidang Khusus Dewan HAM ke-9, Jumat, di Palais des Nations, Jenewa, Swiss yang membahas pelanggaran HAM di wilayah pendudukan Palestina termasuk serangan Israel di Jalur Gaza, ujar Kamapradipta Isnomo, Sekretaris Pertama PTRI Jenewa kepada koresponden Antara London, Sabtu.
Untuk itu, Delegasi Indonesia mendukung usulan agar Dewan HAM membentuk Rapid Response Team guna memantau pelanggaran HAM di Palestina yang dilakukan Israel sebagai occupying power, ujarnya.
Selain itu, mengusulkan dihapuskannya blokade ekonomi dan dibukanya akses bagi bantuan kemanusian yang dibutuhkan oleh penduduk sipil, dan meminta Komisaris Tinggi Dewan HAM dan Pelapor Khusus Tematis untuk segera mengunjungi Jalur Gaza untuk membuat kajian dan segera menyampaikan laporannya kepada Dewan HAM.
Dalam Sidang Khusus Dewan HAM, Delegasi RI menegaskan, masyarakat internasional tidak bisa lagi tinggal diam dan menunggu eskalasi pelanggaran HAM dan krisis kemanusiaan yang dialami rakyat Palestina di Jalur Gaza yang mencapai lebih dari 700 meninggal dan 2500 luka termasuk wanita dan anak-anak.
Untuk itu, Delegasi RI mendesak agar Dewan HAM sebagai badan PBB yang berkompeten untuk menangani isu HAM, segera mensahkan resolusi keras terhadap Israel.
Menurut Kamapradipta Isnomo, delegasi Indonesia menyambut baik resolusi Dewan Keamanan PBB 1860 yang mendesak gencatan yang segera, langgeng dan dipatuhi dengan tujuan penarikan penuh pasukan Israel dari Jalur Gaza.
Namun demikian, Delegasi RI menyampaikan masyarakat internasional tidak bisa menerima jika Dewan HAM tidak mengambil tindakan nyata untuk mencegah jatuhnya korban yang tidak berdosa sebagai akibat dari hukuman kolektif (collective punishment) yang dilakukan Israel sejak 27 Desember 2008.
Menyikapi krisis kemanusiaan yang terjadi, Delelagi Indonesia menyampaikan Pemerintah RI telah memberikan bantuan kemanusiaan berjumlah satu juta dolar AS untuk membantu mengurangi penderitaan penduduk sipil di Jalur Gaza.
Memburuknya situasi di Jalur Gaza membutuhkan perhatian khusus Dewan HAM. Untuk itu, Delegesai RI tekankan pula bahwa penggunaan kekerasan bukan merupakan solusi untuk mengakhiri konflik di kawasan.
Delegasi RI mendesak anggota Dewan HAM untuk mendukung resolusi guna menyampaikan pesan yang kuat kepada masyarakat internasional atas segala tindakan pelanggaran HAM oleh Israel di Jalur Gaza.
Penyelenggaraan Sidang Khusus Dewan HAM PBB merupakan prakarsa kelompok Gerakan Non-Blok, Organisasi Konperensi Islam, Liga Arab dan Kelompok Afrika yang telah membentuk koalisi yang kuat dalam Dewan HAM untuk mengangkat pelanggaran HAM di Jalur Gaza oleh Israel sejak 27 Desember 2008.
(U-ZG)
(T.H-ZG/B/M012/M012) 10-01-2009 21:07:04
WISATA KE ANGKASA
VIRGIN GALACTIC TAWARKAN WISATA KE RUANG ANGKASA
Oslo, 10/1 (ANTARA) - Virgin Galactic menawarkan wisata ke luar angkasa dalam pameran wisata Reiseliv 2009 yang dibuka Ratu Norwegia Sonya, di gedung pameran Norges Varemesse, Norwegia yang berlangsung 8-11 Januari.
Pembukaan pameran pariwisata terbesar di Norwegia dan Skandinavia dimeriahkan dengan penampilan Tari Piring yang dibawakan penari yang khusus didatangkan dari Indonesia, ujar Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Oslo, Mansyur Pangeran, Sabtu.
Usai acara pembukaan Ratu Sonya melakukan peninjauan ke stan Afrika Selatan sehubungan dengan rencana kunjungannya ke Negara tersebut.
Ratu Sonya juga meninjau anjungan Virgin Galactic yang tidak jauh dari paviliun Indonesia yang menawarkan wisata ke ruang angkasa.
Penjaga stan Virgin Galactic, Tonye Anderson dari Gyvo AS mengatakan hingga saat ini tercatat 300 orang yang berminat berwisata ke ruang angkasa yang sudah membayar 200 ribu dolar AS per orang.
Perjalanan yang hanya memakan waktu dua jam itu akan dimulai pada tahun 2010 dari yang akan diluncurkan dari New Mexico, ujar Tonye Anderson.
Anjungan Virgin Galactic yang sangat sederhana dengan latar belakang warna hitam dipamerkan replika dari pesawat yang akan membawa wisatawan ke luar angkasa, selain itu juga ditayangkan simulasi proses perjalanan tersebut.
Kehadiran stan Virgin Galactic milik Sir Richard Bronson yang menawarkan perjalanan ke luar angkasa merupakan promosi wisata keluar angkasa yang diperkenalkan untuk pertama kali kepada masyarakat umum.
Sementara itu Mansyur mengatakan, dalam acara pembukaan Ratu Sonya dan para undangan terpukau saat menyaksikan penampilan Tari Piring yang dibawakan Dessy, Reza dan Maying yang merupakan satu satunya hiburan dalam acara pembukaan itu.
(U-ZG)
(T.H-ZG/C/Z004/Z004) 10-01-2009 23:05:22
Oslo, 10/1 (ANTARA) - Virgin Galactic menawarkan wisata ke luar angkasa dalam pameran wisata Reiseliv 2009 yang dibuka Ratu Norwegia Sonya, di gedung pameran Norges Varemesse, Norwegia yang berlangsung 8-11 Januari.
Pembukaan pameran pariwisata terbesar di Norwegia dan Skandinavia dimeriahkan dengan penampilan Tari Piring yang dibawakan penari yang khusus didatangkan dari Indonesia, ujar Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Oslo, Mansyur Pangeran, Sabtu.
Usai acara pembukaan Ratu Sonya melakukan peninjauan ke stan Afrika Selatan sehubungan dengan rencana kunjungannya ke Negara tersebut.
Ratu Sonya juga meninjau anjungan Virgin Galactic yang tidak jauh dari paviliun Indonesia yang menawarkan wisata ke ruang angkasa.
Penjaga stan Virgin Galactic, Tonye Anderson dari Gyvo AS mengatakan hingga saat ini tercatat 300 orang yang berminat berwisata ke ruang angkasa yang sudah membayar 200 ribu dolar AS per orang.
Perjalanan yang hanya memakan waktu dua jam itu akan dimulai pada tahun 2010 dari yang akan diluncurkan dari New Mexico, ujar Tonye Anderson.
Anjungan Virgin Galactic yang sangat sederhana dengan latar belakang warna hitam dipamerkan replika dari pesawat yang akan membawa wisatawan ke luar angkasa, selain itu juga ditayangkan simulasi proses perjalanan tersebut.
Kehadiran stan Virgin Galactic milik Sir Richard Bronson yang menawarkan perjalanan ke luar angkasa merupakan promosi wisata keluar angkasa yang diperkenalkan untuk pertama kali kepada masyarakat umum.
Sementara itu Mansyur mengatakan, dalam acara pembukaan Ratu Sonya dan para undangan terpukau saat menyaksikan penampilan Tari Piring yang dibawakan Dessy, Reza dan Maying yang merupakan satu satunya hiburan dalam acara pembukaan itu.
(U-ZG)
(T.H-ZG/C/Z004/Z004) 10-01-2009 23:05:22
INDONESIA PUKAU REISELIV
MISI KESENIAN INDONESIA PUKAU PENGUNJUNG PAMERAN REISELIV
Oslo, 10/1 (ANTARA) - Misi kesenian Indonesia yang menjadi satu satunya penampilan kesenian di pameran pariwisata Reiseliv Oslo yang dibuka Ratu Sonya memukau pengunjung pameran yang berlangsung dari tanggal 8 hingga 11 Januari.
Tim kesenian Indonesia yang terdiri atas para penari Ratri Andini, Dessy Hardya Puspitasari, Reza Arifianto dan Wilbrodus Wolo Mayng membawakan tari Piring dari Sumatera Barat dan Legong dari Bali dan Rengong Manis dari Jakarta.
Pada penampilan Sabtu, tim kesenian yang didukung Departemen Kebudayaan dan Pariwisata dan pertunjukan musik Gamelan yang dimainkan Staf dan Dharma Wanita KBRI Oslo, Norwegia. serta Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Oslo Mansyur Pangeran mendapat sambutan dari para pengunjung pameran pariwisata terbesar di Nordik.
Para penari dari Yayasan Seni Tirthasari mencoba menampilkan tarian tradisional Indonesia yang sangat diminati oleh masyarakat Norwegia khususnya Bali yang sangat dikenal.
Tim kesenian yang dipimpin Ratri Andini sudah sering tampil di luar negeri seperti di Kanada, Taiwan, Praha, Brazil dan bahkan hampir diseluruh negeri di benua Eropa dan Asia bahkan di Amerika.
"Merupakan suatu kebanggaan bagi kami dapat tampil di luar negeri membawa nama Negara Indonesia," ujar Ratri Andini yang mewakili rekan rekannya.
Menurut Ratri, dirinya merasa terharu dengan sambutan dan antusiasnya para penonton yang diantara para pengunjung pernah dan mengenal Indonesia khususnya Bali .
Masyarakat Eropa merasa antusias menyaksikan penampilan para penari dan bahkan ikut menari bersama para penari.
"Kami merasa bangga bisa tampil di depan Ratu Sonya," ujar Reza Arifianto yang mewakili rekan rekannya.
Reza yang sudah melanglang buana membawa nama Indonesia merasa sangat bangga bisa tampil untuk menghibur masyarakat Negara dan sekaligus mempromosikan kebudayaan Indonesia.
"Sungguh kenangan yang tidak bisa dilupakan seumur hidup saya,", ujar Reza yang lulusan dari Universitas Negeri Jakarta jurusan seni tari.
Menurut Amelia Achmad dari Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, misi kesenian kali ini merupakan yang pertama kali tampil di depan Ratu Sonya.
Merupakan suatu kebanggan bagi kami bisa mempersembahkan dan membawa misi kebudayaan di Negara Skandinavia, ujar Amelia Achmad, Kasi Promosi Luar Negeri Departemen Kebudayaan dan Pariwisata.
Dalam pameran pariwisata itu anjungan Indonesia juga menyajikan minuman Kopi Singa yang sangat diminati serta Kacang Garuda dan permen jaeh serta rempeyek.
Minister Councellor Ekonomi KBRI Oslo Wening Esthyprobo mengatakan bahwa produk makanan dan kopi Indonesia sangat disukai pengunjung karena rasanya yang berbeda dengan yang ada di Norwegia.***5*** (U-ZG)
(T.H-ZG/B/Z002/Z002) 10-01-2009 23:12:25
Oslo, 10/1 (ANTARA) - Misi kesenian Indonesia yang menjadi satu satunya penampilan kesenian di pameran pariwisata Reiseliv Oslo yang dibuka Ratu Sonya memukau pengunjung pameran yang berlangsung dari tanggal 8 hingga 11 Januari.
Tim kesenian Indonesia yang terdiri atas para penari Ratri Andini, Dessy Hardya Puspitasari, Reza Arifianto dan Wilbrodus Wolo Mayng membawakan tari Piring dari Sumatera Barat dan Legong dari Bali dan Rengong Manis dari Jakarta.
Pada penampilan Sabtu, tim kesenian yang didukung Departemen Kebudayaan dan Pariwisata dan pertunjukan musik Gamelan yang dimainkan Staf dan Dharma Wanita KBRI Oslo, Norwegia. serta Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Oslo Mansyur Pangeran mendapat sambutan dari para pengunjung pameran pariwisata terbesar di Nordik.
Para penari dari Yayasan Seni Tirthasari mencoba menampilkan tarian tradisional Indonesia yang sangat diminati oleh masyarakat Norwegia khususnya Bali yang sangat dikenal.
Tim kesenian yang dipimpin Ratri Andini sudah sering tampil di luar negeri seperti di Kanada, Taiwan, Praha, Brazil dan bahkan hampir diseluruh negeri di benua Eropa dan Asia bahkan di Amerika.
"Merupakan suatu kebanggaan bagi kami dapat tampil di luar negeri membawa nama Negara Indonesia," ujar Ratri Andini yang mewakili rekan rekannya.
Menurut Ratri, dirinya merasa terharu dengan sambutan dan antusiasnya para penonton yang diantara para pengunjung pernah dan mengenal Indonesia khususnya Bali .
Masyarakat Eropa merasa antusias menyaksikan penampilan para penari dan bahkan ikut menari bersama para penari.
"Kami merasa bangga bisa tampil di depan Ratu Sonya," ujar Reza Arifianto yang mewakili rekan rekannya.
Reza yang sudah melanglang buana membawa nama Indonesia merasa sangat bangga bisa tampil untuk menghibur masyarakat Negara dan sekaligus mempromosikan kebudayaan Indonesia.
"Sungguh kenangan yang tidak bisa dilupakan seumur hidup saya,", ujar Reza yang lulusan dari Universitas Negeri Jakarta jurusan seni tari.
Menurut Amelia Achmad dari Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, misi kesenian kali ini merupakan yang pertama kali tampil di depan Ratu Sonya.
Merupakan suatu kebanggan bagi kami bisa mempersembahkan dan membawa misi kebudayaan di Negara Skandinavia, ujar Amelia Achmad, Kasi Promosi Luar Negeri Departemen Kebudayaan dan Pariwisata.
Dalam pameran pariwisata itu anjungan Indonesia juga menyajikan minuman Kopi Singa yang sangat diminati serta Kacang Garuda dan permen jaeh serta rempeyek.
Minister Councellor Ekonomi KBRI Oslo Wening Esthyprobo mengatakan bahwa produk makanan dan kopi Indonesia sangat disukai pengunjung karena rasanya yang berbeda dengan yang ada di Norwegia.***5*** (U-ZG)
(T.H-ZG/B/Z002/Z002) 10-01-2009 23:12:25
KESENIAN INDONESIA PUKAU REISELIV
MISI KESENIAN INDONESIA PUKAU PENGUNJUNG PAMERAN REISELIV
Oslo, 10/1 (ANTARA) - Misi kesenian Indonesia yang menjadi satu satunya penampilan kesenian di pameran pariwisata Reiseliv Oslo yang dibuka Ratu Sonya memukau pengunjung pameran yang berlangsung dari tanggal 8 hingga 11 Januari.
Tim kesenian Indonesia yang terdiri atas para penari Ratri Andini, Dessy Hardya Puspitasari, Reza Arifianto dan Wilbrodus Wolo Mayng membawakan tari Piring dari Sumatera Barat dan Legong dari Bali dan Rengong Manis dari Jakarta.
Pada penampilan Sabtu, tim kesenian yang didukung Departemen Kebudayaan dan Pariwisata dan pertunjukan musik Gamelan yang dimainkan Staf dan Dharma Wanita KBRI Oslo, Norwegia. serta Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Oslo Mansyur Pangeran mendapat sambutan dari para pengunjung pameran pariwisata terbesar di Nordik.
Para penari dari Yayasan Seni Tirthasari mencoba menampilkan tarian tradisional Indonesia yang sangat diminati oleh masyarakat Norwegia khususnya Bali yang sangat dikenal.
Tim kesenian yang dipimpin Ratri Andini sudah sering tampil di luar negeri seperti di Kanada, Taiwan, Praha, Brazil dan bahkan hampir diseluruh negeri di benua Eropa dan Asia bahkan di Amerika.
"Merupakan suatu kebanggaan bagi kami dapat tampil di luar negeri membawa nama Negara Indonesia," ujar Ratri Andini yang mewakili rekan rekannya.
Menurut Ratri, dirinya merasa terharu dengan sambutan dan antusiasnya para penonton yang diantara para pengunjung pernah dan mengenal Indonesia khususnya Bali .
Masyarakat Eropa merasa antusias menyaksikan penampilan para penari dan bahkan ikut menari bersama para penari.
"Kami merasa bangga bisa tampil di depan Ratu Sonya," ujar Reza Arifianto yang mewakili rekan rekannya.
Reza yang sudah melanglang buana membawa nama Indonesia merasa sangat bangga bisa tampil untuk menghibur masyarakat Negara dan sekaligus mempromosikan kebudayaan Indonesia.
"Sungguh kenangan yang tidak bisa dilupakan seumur hidup saya,", ujar Reza yang lulusan dari Universitas Negeri Jakarta jurusan seni tari.
Menurut Amelia Achmad dari Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, misi kesenian kali ini merupakan yang pertama kali tampil di depan Ratu Sonya.
Merupakan suatu kebanggan bagi kami bisa mempersembahkan dan membawa misi kebudayaan di Negara Skandinavia, ujar Amelia Achmad, Kasi Promosi Luar Negeri Departemen Kebudayaan dan Pariwisata.
Dalam pameran pariwisata itu anjungan Indonesia juga menyajikan minuman Kopi Singa yang sangat diminati serta Kacang Garuda dan permen jaeh serta rempeyek.
Minister Councellor Ekonomi KBRI Oslo Wening Esthyprobo mengatakan bahwa produk makanan dan kopi Indonesia sangat disukai pengunjung karena rasanya yang berbeda dengan yang ada di Norwegia.***5*** (U-ZG)
(T.H-ZG/B/Z002/Z002) 10-01-2009 23:12:25
Oslo, 10/1 (ANTARA) - Misi kesenian Indonesia yang menjadi satu satunya penampilan kesenian di pameran pariwisata Reiseliv Oslo yang dibuka Ratu Sonya memukau pengunjung pameran yang berlangsung dari tanggal 8 hingga 11 Januari.
Tim kesenian Indonesia yang terdiri atas para penari Ratri Andini, Dessy Hardya Puspitasari, Reza Arifianto dan Wilbrodus Wolo Mayng membawakan tari Piring dari Sumatera Barat dan Legong dari Bali dan Rengong Manis dari Jakarta.
Pada penampilan Sabtu, tim kesenian yang didukung Departemen Kebudayaan dan Pariwisata dan pertunjukan musik Gamelan yang dimainkan Staf dan Dharma Wanita KBRI Oslo, Norwegia. serta Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Oslo Mansyur Pangeran mendapat sambutan dari para pengunjung pameran pariwisata terbesar di Nordik.
Para penari dari Yayasan Seni Tirthasari mencoba menampilkan tarian tradisional Indonesia yang sangat diminati oleh masyarakat Norwegia khususnya Bali yang sangat dikenal.
Tim kesenian yang dipimpin Ratri Andini sudah sering tampil di luar negeri seperti di Kanada, Taiwan, Praha, Brazil dan bahkan hampir diseluruh negeri di benua Eropa dan Asia bahkan di Amerika.
"Merupakan suatu kebanggaan bagi kami dapat tampil di luar negeri membawa nama Negara Indonesia," ujar Ratri Andini yang mewakili rekan rekannya.
Menurut Ratri, dirinya merasa terharu dengan sambutan dan antusiasnya para penonton yang diantara para pengunjung pernah dan mengenal Indonesia khususnya Bali .
Masyarakat Eropa merasa antusias menyaksikan penampilan para penari dan bahkan ikut menari bersama para penari.
"Kami merasa bangga bisa tampil di depan Ratu Sonya," ujar Reza Arifianto yang mewakili rekan rekannya.
Reza yang sudah melanglang buana membawa nama Indonesia merasa sangat bangga bisa tampil untuk menghibur masyarakat Negara dan sekaligus mempromosikan kebudayaan Indonesia.
"Sungguh kenangan yang tidak bisa dilupakan seumur hidup saya,", ujar Reza yang lulusan dari Universitas Negeri Jakarta jurusan seni tari.
Menurut Amelia Achmad dari Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, misi kesenian kali ini merupakan yang pertama kali tampil di depan Ratu Sonya.
Merupakan suatu kebanggan bagi kami bisa mempersembahkan dan membawa misi kebudayaan di Negara Skandinavia, ujar Amelia Achmad, Kasi Promosi Luar Negeri Departemen Kebudayaan dan Pariwisata.
Dalam pameran pariwisata itu anjungan Indonesia juga menyajikan minuman Kopi Singa yang sangat diminati serta Kacang Garuda dan permen jaeh serta rempeyek.
Minister Councellor Ekonomi KBRI Oslo Wening Esthyprobo mengatakan bahwa produk makanan dan kopi Indonesia sangat disukai pengunjung karena rasanya yang berbeda dengan yang ada di Norwegia.***5*** (U-ZG)
(T.H-ZG/B/Z002/Z002) 10-01-2009 23:12:25
Langganan:
Postingan (Atom)