GARIN NUGROHO HADIRI FESTIVAL FILM INDONESIA DI DENMARK
London, 14/10 (ANTARA) - Film "Di Bawah Pohon" karya sutradara Garin Nugroho mengangkat tema perempuan dengan menggabungkan seni drama, tari serta keindahan panorama Bali menyedot perhatian penonton pada acara pembukaan Festival Film Indonesia di Danish Film Institute, Kopenhagen Denmark.
Garin Nugroho dan sembilan film Indonesia pilihan hadir pada Festival Film Indonesia yang digelar KBRI Kopenhagen bekerja sama dengan Konsultan Seni/Festival Director Torsten Hvas, Danish Film Institute, Danish Center for Cultural Development.
Fungsi Penerangan, Sosial dan Budaya KBRI Kopenhagen, Denmark, Novrizal Gani dalam keterangan persnya yang diterima Antara, Kamis, menyatakan antusiasme terhadap kehadiran Garin Nugroho dan penayangan film Indonesia ditunjukkan para undangan dan penonton melalui apresiasi dan tukar pikiran dengan Garin Nugroho.
Dalam acara pembukaan yang dihadiri Duta Besar negara sahabat dan kalangan diplomatik lainnya, sineas, pers, seniman, mahasiswa Institut Film Denmark, pengusaha travel dan friends of Indonesia juga diputar film Laskar Pelangi karya sutradara Riri Riza yang menceritakan perjuangan guru dan 10 siswa di Bangka Belitung.
Dubes RI untuk Kerajaan Denmark, Abdul Rahman Saleh dalam sambutannya mengatakan festival film indonesia yang digelar pertama kalinya bertujuan memperkenalkan perkembangan pesat perfilman Indonesia di Denmark.
Selain itu sekaligus memperlihatkan keanekaragaman budaya Indonesia yang tercermin dalam film-film pilihan yang ditayangkan, ujarnya.
Sementara itu Chairman dari Danish Film Academy Kim Magnusson, salah satu produser film terkemuka di Denmark yang berhasil mendapatkan tiga Oscar menyampaikan bahwa Indonesia dengan penduduk 240 juta orang dan keanekaragaman budayanya merupakan sumber cerita yang tidak ada habisnya bagi dunia film.
Melalui Festival Film ini publik Denmark diharapkan dapat lebih mengenal Indonesia dan diharapkannya kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan dimasa datang.
Festival Film Indonesia tersebut merupakan kerjasama KBRI Kopenhagen dan Konsultan Seni/Festival Director Torsten Hvas, Danish Film Institute, Danish Center for Cultural Development, Nordic Indonesia Studies Network, Singapore Airlines, biro perjalanan di Denmark dan sponsor lainnya.
Pada acara pembukaan festival juga menjadi sarana promosi bagi Indonesia melalui penyajian kue-kue tradisional, produk kopi dan teh serta goody bags informasi dan paket pariwisata Indonesia.
Selain kedua film di atas, film-film pilihan dari berbagai genre yang ditayangkan selama dua minggu sejak 6 Oktober diantaranya film Opera Jawa, Perempuan Punya Cerita, the Blue Generation, Pintu Terlarang, Arisan, Quicky Express dan Janji Joni.
***4***
(T.H-ZG/B/T010/T010) 14-10-2010 05:39:17
Blog ini berisi liputan dan berita serta artikel sekitar kejadian yang ada hubungannya diplomasi Indonesia di luar negeri khususnya wilayah Eropa yang saya kirim dan dimuat di LKBN Antara. Terima kasih untuk seluruh nara sumber diplomat yang memberikan kontribusi kepada saya sebagai koresponden LKBN Antara di Kerajaan Inggris dan juga mencakup wilayah Eropa
Rabu, 13 Oktober 2010
KJRI DUBAI PuLANGkAN TKW BERMASALAH
KJRI DUBAI BANTU PEMULANGAN 32 TENAGA KERJA BERMASALAH
London, 14/10 (ANTARA) - KJRI Dubai kembali membantu pemulangan sebanyak 32 orang tenaga kerja bermasalah, setelah berhasil menyelesaikan permasalahan yang mereka hadapi sepanjang periode 22 September hingga 12 Oktober.
"Pemulangan tersebut dilaksanakan melalui lima tahap, yaitu tahap pertama sebanyak empat orang, tahap kedua lima orang, tahap ketiga sebanyak 13 orang, tahap keempat tiga orang dan tahap kelima sebanyak tujuh orang," ujar Sekretaris Pertama PF Pensosbud, Yana Rudiyana dalam keterangan persnya yang diterima Antara London, Kamis.
Sebelumnya pada periode Mei hingga September, KJRI Dubai juga berhasil menyelesaikan permasalahan dan memulangkan sebanyak 160 orang tenaga kerja wanita bermasalah.
Dikatakannya sesuai dengan "Standard Operating Procedure" yang diterapkan, sebelum dipulangkan, seluruh tenaga kerja bermasalah selama di penampungan sementara KJRI Dubai menjalani proses penyelesaian hukum dan administrasi dengan otoritas terkait (Kantor Imigrasi, kepolisian, agen penyalur lokal dan majikan) di bawah bantuan dan mediasi KJRI Dubai.
Pemulangan para tenaga kerja Indonesia (TKI) bermasalah tersebut merupakan hasil kerjasama yang erat antara KJRI Dubai dengan Direktorat Perlindungan WNI dan BHI Kemlu, Ditjen Binapenta Kemnakertrans dan BNP2TKI.
Konsul Jenderal RI Dubai, Mansyur Pangeran, dalam pengarahan kepada para Nakerwan yang akan dipulangkan menjelaskan para TKI perlu memikir masak-masak sebelum memutuskan bila ingin bekerja lagi di luar negeri.
Diharapkannya sebelum berangkat mereka harus menguasai betul keterampilan yang dibutuhkan, selain pemahaman akan budaya dan kultur setempat.
"Selain itu, mereka juga harus mengerti hak dan kewajiban mereka selama bekerja di negara orang," ujar Mansyur Pangeran.
Berdasarkan data statistik dan estimasi KJRI Dubai, saat ini di wilayah kerja KJRI Dubai yang meliputi enam Emirat (Negara Bagian) wilayah utara Negara Persatuan Emirat Arab, diperkirakan terdapat kurang lebih 80.000 WNI dimana sebagian besar merupakan TKI yang berprofesi sebagai Pembantu Rumah Tangga.
KJRI Dubai berusaha meningkatkan Sistem Pelayanan Warga (Citizen Service) meskipun menghadapi berbagai kendala dan keterbatasan.
Pelayanan yang bertujuan untuk memberikan perlindungan kepada WNI dan BHI yang bermasalah secara terpadu yang bersifat cepat, tepat, ramah, terbuka dan bertanggung jawab, dengan melibatkan seluruh unsur di Perwakilan RI di luar negeri maupun Instansi terkait di dalam negeri.
***3***
(T.H-ZG/B/T010/T010) 14-10-2010 05:35:08
London, 14/10 (ANTARA) - KJRI Dubai kembali membantu pemulangan sebanyak 32 orang tenaga kerja bermasalah, setelah berhasil menyelesaikan permasalahan yang mereka hadapi sepanjang periode 22 September hingga 12 Oktober.
"Pemulangan tersebut dilaksanakan melalui lima tahap, yaitu tahap pertama sebanyak empat orang, tahap kedua lima orang, tahap ketiga sebanyak 13 orang, tahap keempat tiga orang dan tahap kelima sebanyak tujuh orang," ujar Sekretaris Pertama PF Pensosbud, Yana Rudiyana dalam keterangan persnya yang diterima Antara London, Kamis.
Sebelumnya pada periode Mei hingga September, KJRI Dubai juga berhasil menyelesaikan permasalahan dan memulangkan sebanyak 160 orang tenaga kerja wanita bermasalah.
Dikatakannya sesuai dengan "Standard Operating Procedure" yang diterapkan, sebelum dipulangkan, seluruh tenaga kerja bermasalah selama di penampungan sementara KJRI Dubai menjalani proses penyelesaian hukum dan administrasi dengan otoritas terkait (Kantor Imigrasi, kepolisian, agen penyalur lokal dan majikan) di bawah bantuan dan mediasi KJRI Dubai.
Pemulangan para tenaga kerja Indonesia (TKI) bermasalah tersebut merupakan hasil kerjasama yang erat antara KJRI Dubai dengan Direktorat Perlindungan WNI dan BHI Kemlu, Ditjen Binapenta Kemnakertrans dan BNP2TKI.
Konsul Jenderal RI Dubai, Mansyur Pangeran, dalam pengarahan kepada para Nakerwan yang akan dipulangkan menjelaskan para TKI perlu memikir masak-masak sebelum memutuskan bila ingin bekerja lagi di luar negeri.
Diharapkannya sebelum berangkat mereka harus menguasai betul keterampilan yang dibutuhkan, selain pemahaman akan budaya dan kultur setempat.
"Selain itu, mereka juga harus mengerti hak dan kewajiban mereka selama bekerja di negara orang," ujar Mansyur Pangeran.
Berdasarkan data statistik dan estimasi KJRI Dubai, saat ini di wilayah kerja KJRI Dubai yang meliputi enam Emirat (Negara Bagian) wilayah utara Negara Persatuan Emirat Arab, diperkirakan terdapat kurang lebih 80.000 WNI dimana sebagian besar merupakan TKI yang berprofesi sebagai Pembantu Rumah Tangga.
KJRI Dubai berusaha meningkatkan Sistem Pelayanan Warga (Citizen Service) meskipun menghadapi berbagai kendala dan keterbatasan.
Pelayanan yang bertujuan untuk memberikan perlindungan kepada WNI dan BHI yang bermasalah secara terpadu yang bersifat cepat, tepat, ramah, terbuka dan bertanggung jawab, dengan melibatkan seluruh unsur di Perwakilan RI di luar negeri maupun Instansi terkait di dalam negeri.
***3***
(T.H-ZG/B/T010/T010) 14-10-2010 05:35:08
Selasa, 12 Oktober 2010
ENERGI TERBARUKAN
JERMAN INGIN JADI MITRA RI DALAM PENGEMBANGAN ENERGI TERBARUKAN
London, 13/10 (ANTARA) - Jerman Ingin meningkatkan kerja sama dengan Indonesia dalam rangka pengembangan energi terbarukan, khususnya Geothermal power.
Keinginan Jerman itu disampaikan Deputi Dirjen Kebijakan Ekonomi Eksternal, Kementerian Ekonomi dan Teknologi Jerman, Karl Wendling pada Konperensi Energi dengan tema "Toward The Sustainability of Energy in Indonesia : Hydrocarbon Outlooks and Trends of Renewable Energy" yang diadakan di Berlin.
Counsellor Pensosbud - KBRI Berlin, Agus Priono dalam keterangan persnya yang diterima ANTARA, London, Rabu mengatakan hal itu disampaikan Karl Wendling mewakili pemerintah Jerman dalam pembukaan konperensi.
Pembukaan konperensi yang dilakukan di City Hall Berlin, Gedung yang cukup bergengsi di Berlin, Jerman dihadiri lebih dari 190 peserta dari berbagai kalangan antara lain pemerintah, usahawan, industri, institut riset, universitas dan pengambil keputusan baik dari Indonesia maupun Jerman.
Menurut Karl Wendling, tantangan yang dihadapi dalam bidang perubahan iklim bersifat global, sehingga untuk mengatasinya diperlukan kerjasama global antar bangsa.
Peran kerjasama pemerintah maupun swasta di bidang energi, khususnya investasi swasta menjadi semakin penting.
Menyadari potensi Indonesia di bidang energi, khususnya Geothermal Jerman menyatakan keinginannya untuk menjadi mitra RI yang kompeten dalam kerjasama teknologi terkait energy, ujar Karl Wendling.
Lebih lanjut, Karl Wendling mengatakan selain merupakan mitra strategis bagi Jerman baik dalam lingkup regional (ASEAN) maupun global (G-20, UNFCCC), Indonesia tercatat sebagai negara yang membuat langkah maju karena perkembangan positif seperti demokrasi yang stabil dan perbaikan kebijakan di bidang investasi.
Kepala BPH Migas, mewakili Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI, Tubagus Haryono, menekankan pentingnya energi dalam mendukung pembangunan di Indonesia.
Oleh karena itu, Pemerintah RI mendorong pengembangan kerjasama di bidang energi, antara lain dengan memberikan insentif investasi di bidang tersebut.
Sementara itu Dubes RI untuk Republik Federal Jerman, Eddy Pratomo dalam sambutan selamat datang dan keynote address-nya, antara lain mengemukakan pentingnya kesinambungan pasokan energi bagi masa depan bangsa-bangsa di dunia.
Dalam kaitan itu, pemerintah RI menyadari pentingnya untuk mengambil langkah-langkah dalam pengembangan efisiensi energi dan energi terbarukan. Indonesia selalu berusaha meningkatkan kerjasama dengan berbagai negara, termasuk dengan Jerman, ujarnya.
Pada kesempatan kunjungan Presiden RI ke Jerman, Menteri Lingkungan Hidup RI Gusti Muhammad Hatta dan State Secretary Kementerian Lingkungan Hidup Jerman, Ms. Ursula Heinnes-Esser menandatangani MOU mengenai proyek CDM.
Dubes juga mengemukakan pentingnya konperensi khususnya bagi usahawan dalam rangka meningkatkan kerjasama konkrit di bidang energi. Potensi Indonesia yang sangat besar baik di bidang hydrocarbon maupun energy terbarukan, merupakan peluang yang baik bagi para pemangku kepentingan dan pengusaha di bidang energi di Jerman, demikian Dubes.
Penyelenggaraan konperensi juga ditandai dengan kerjasama konkrit dua perusahaan yaitu GE Energy, LLC dan Ephindo Energy Private Limited yang telah melakukan penandatanganan MOU dalam rangka kerjasama pengembangan proyek Coal Bed Methane (CBM) ke listrik (CBM to power) di Indonesia.
Proyek tersebut akan memanfaatkan gas dari Sangatta, Kalimantan Timur. Kedua perusahaan tersebut telah dilakukan langkah persiapan untuk memungkinkan gas Sangatta dikomersialkan melalui CBM-to-Power.
Konperensi yang diinisiasi PPI Jerman, bekerjasama dengan Kementerian ESDM, KBRI Berlin dan Ikatan Ilmuwan Internasional Indonesia, berlangsung dua hari, dengan memanfaatkan momentum tahun 2010 sebagai tahun ilmu pengetahuan (Wissentschaftsjahr) di Jerman.
Pembahasan pada hari pertama ditekankan pada kerjasama energy terbarukan RI-Jerman, aspek migas hulu dan hilir, dan prospek energi terbarukan, dengan pembicara antara lain Dr. Luluk Sumiarso, Dirjen Energi Terbarukan dan Konservasi Energi, Kementerian ESDM, Heri Purnomo, Direktur Program Migas, Kementerian ESDM.
Selain itu tampil sebagai pembicara , Dr. Karsten Hess, Head of Division of Earth System, Marine Polar Research and Geosciences, Federal Ministry for Education and Research (BMBF) Germany dan Mr. Franz Marre, Head of Division for Water, Energy and Urban Development, Federal Ministry for Economic Cooperation and Development (BMZ) Germany.
Hari Kedua Konperensi menekankan pembahasan pada pengembangan energy di Indonesia, aplikasi dan implementasi energy terbarukan, dengan pembicara antara lain Dr. Ernst Huenges, Head of Center for Geothermal Research, GFZ German Research Center for Geosciences, Germany.
Selain itu juga tampil sebagai pembicara German Research Center for Biomass, Germany, Janet Witt, dan Project Manager of Renewable Energy Project Development Programme, GTZ, Regina Dietz, serta Wawan Gunawan, Pembantu Rektor ITB Bandung untuk masalah Riset dan Inovasi.
Dalam rangka konperensi disajikan kontes 120 karya tulis ilmiah dari mahasiswa Indonesia di seluruh dunia, dimana 30 diantaranya telah terpilih untuk dipresentasikan secara pararel dengan penyelenggaraan konperensi dimaksud.
Presentasi ilmiah itu diharapkan dapat memicu kreativitas dan inovasi para mahasiswa di berbagai bidang penemuan, pengembangan dan pemanfaatan berbagai sumber energi untuk dapat diaplikasikan secara tepat guna di Indonesia.
Paper kontes menarik perhatian tidak hanya para mahasiswa, tapi juga para pemangku kepentingan terkait energi baik di Jerman maupun Indonesia. Ruangan yang tersediapun dipenuhi oleh para peserta konperensi.
Pengusaha dari kedua negara juga disediakan forum one on one meeting yang diselenggarakan setelah pembukaan konperensi dalam rangka memberikan kesempatan mereka untuk mengetahui lebih detail mengenai berbagai peluang kerjasama, bahkan menjalin kerjasama konkrit.***2***
(T.H-ZG/B/S006/S006) 13-10-2010 05:23:17
London, 13/10 (ANTARA) - Jerman Ingin meningkatkan kerja sama dengan Indonesia dalam rangka pengembangan energi terbarukan, khususnya Geothermal power.
Keinginan Jerman itu disampaikan Deputi Dirjen Kebijakan Ekonomi Eksternal, Kementerian Ekonomi dan Teknologi Jerman, Karl Wendling pada Konperensi Energi dengan tema "Toward The Sustainability of Energy in Indonesia : Hydrocarbon Outlooks and Trends of Renewable Energy" yang diadakan di Berlin.
Counsellor Pensosbud - KBRI Berlin, Agus Priono dalam keterangan persnya yang diterima ANTARA, London, Rabu mengatakan hal itu disampaikan Karl Wendling mewakili pemerintah Jerman dalam pembukaan konperensi.
Pembukaan konperensi yang dilakukan di City Hall Berlin, Gedung yang cukup bergengsi di Berlin, Jerman dihadiri lebih dari 190 peserta dari berbagai kalangan antara lain pemerintah, usahawan, industri, institut riset, universitas dan pengambil keputusan baik dari Indonesia maupun Jerman.
Menurut Karl Wendling, tantangan yang dihadapi dalam bidang perubahan iklim bersifat global, sehingga untuk mengatasinya diperlukan kerjasama global antar bangsa.
Peran kerjasama pemerintah maupun swasta di bidang energi, khususnya investasi swasta menjadi semakin penting.
Menyadari potensi Indonesia di bidang energi, khususnya Geothermal Jerman menyatakan keinginannya untuk menjadi mitra RI yang kompeten dalam kerjasama teknologi terkait energy, ujar Karl Wendling.
Lebih lanjut, Karl Wendling mengatakan selain merupakan mitra strategis bagi Jerman baik dalam lingkup regional (ASEAN) maupun global (G-20, UNFCCC), Indonesia tercatat sebagai negara yang membuat langkah maju karena perkembangan positif seperti demokrasi yang stabil dan perbaikan kebijakan di bidang investasi.
Kepala BPH Migas, mewakili Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI, Tubagus Haryono, menekankan pentingnya energi dalam mendukung pembangunan di Indonesia.
Oleh karena itu, Pemerintah RI mendorong pengembangan kerjasama di bidang energi, antara lain dengan memberikan insentif investasi di bidang tersebut.
Sementara itu Dubes RI untuk Republik Federal Jerman, Eddy Pratomo dalam sambutan selamat datang dan keynote address-nya, antara lain mengemukakan pentingnya kesinambungan pasokan energi bagi masa depan bangsa-bangsa di dunia.
Dalam kaitan itu, pemerintah RI menyadari pentingnya untuk mengambil langkah-langkah dalam pengembangan efisiensi energi dan energi terbarukan. Indonesia selalu berusaha meningkatkan kerjasama dengan berbagai negara, termasuk dengan Jerman, ujarnya.
Pada kesempatan kunjungan Presiden RI ke Jerman, Menteri Lingkungan Hidup RI Gusti Muhammad Hatta dan State Secretary Kementerian Lingkungan Hidup Jerman, Ms. Ursula Heinnes-Esser menandatangani MOU mengenai proyek CDM.
Dubes juga mengemukakan pentingnya konperensi khususnya bagi usahawan dalam rangka meningkatkan kerjasama konkrit di bidang energi. Potensi Indonesia yang sangat besar baik di bidang hydrocarbon maupun energy terbarukan, merupakan peluang yang baik bagi para pemangku kepentingan dan pengusaha di bidang energi di Jerman, demikian Dubes.
Penyelenggaraan konperensi juga ditandai dengan kerjasama konkrit dua perusahaan yaitu GE Energy, LLC dan Ephindo Energy Private Limited yang telah melakukan penandatanganan MOU dalam rangka kerjasama pengembangan proyek Coal Bed Methane (CBM) ke listrik (CBM to power) di Indonesia.
Proyek tersebut akan memanfaatkan gas dari Sangatta, Kalimantan Timur. Kedua perusahaan tersebut telah dilakukan langkah persiapan untuk memungkinkan gas Sangatta dikomersialkan melalui CBM-to-Power.
Konperensi yang diinisiasi PPI Jerman, bekerjasama dengan Kementerian ESDM, KBRI Berlin dan Ikatan Ilmuwan Internasional Indonesia, berlangsung dua hari, dengan memanfaatkan momentum tahun 2010 sebagai tahun ilmu pengetahuan (Wissentschaftsjahr) di Jerman.
Pembahasan pada hari pertama ditekankan pada kerjasama energy terbarukan RI-Jerman, aspek migas hulu dan hilir, dan prospek energi terbarukan, dengan pembicara antara lain Dr. Luluk Sumiarso, Dirjen Energi Terbarukan dan Konservasi Energi, Kementerian ESDM, Heri Purnomo, Direktur Program Migas, Kementerian ESDM.
Selain itu tampil sebagai pembicara , Dr. Karsten Hess, Head of Division of Earth System, Marine Polar Research and Geosciences, Federal Ministry for Education and Research (BMBF) Germany dan Mr. Franz Marre, Head of Division for Water, Energy and Urban Development, Federal Ministry for Economic Cooperation and Development (BMZ) Germany.
Hari Kedua Konperensi menekankan pembahasan pada pengembangan energy di Indonesia, aplikasi dan implementasi energy terbarukan, dengan pembicara antara lain Dr. Ernst Huenges, Head of Center for Geothermal Research, GFZ German Research Center for Geosciences, Germany.
Selain itu juga tampil sebagai pembicara German Research Center for Biomass, Germany, Janet Witt, dan Project Manager of Renewable Energy Project Development Programme, GTZ, Regina Dietz, serta Wawan Gunawan, Pembantu Rektor ITB Bandung untuk masalah Riset dan Inovasi.
Dalam rangka konperensi disajikan kontes 120 karya tulis ilmiah dari mahasiswa Indonesia di seluruh dunia, dimana 30 diantaranya telah terpilih untuk dipresentasikan secara pararel dengan penyelenggaraan konperensi dimaksud.
Presentasi ilmiah itu diharapkan dapat memicu kreativitas dan inovasi para mahasiswa di berbagai bidang penemuan, pengembangan dan pemanfaatan berbagai sumber energi untuk dapat diaplikasikan secara tepat guna di Indonesia.
Paper kontes menarik perhatian tidak hanya para mahasiswa, tapi juga para pemangku kepentingan terkait energi baik di Jerman maupun Indonesia. Ruangan yang tersediapun dipenuhi oleh para peserta konperensi.
Pengusaha dari kedua negara juga disediakan forum one on one meeting yang diselenggarakan setelah pembukaan konperensi dalam rangka memberikan kesempatan mereka untuk mengetahui lebih detail mengenai berbagai peluang kerjasama, bahkan menjalin kerjasama konkrit.***2***
(T.H-ZG/B/S006/S006) 13-10-2010 05:23:17
ANGGOTA DEWAN ITU
INDONESIA TERPILIH JADI ANGGOTA DEWAN ITU
London, 13/10 (ANTARA) - Duta Besar / Wakil Tetap RI untuk PBB, WTO dan Organisasi Internasional Lainnya di Jenewa, Dian Triansyah Djani, mengatakan Indonesia terpilih kembali menjadi anggota Dewan ITU dengan suara terbanyak.
Diplomasi Indonesia memperoleh pengakuan masyarakat internasional, dengan terpilihnya kembali menjadi anggota Dewan Badan Telekomunikasi Dunia/International Telecommunication Union (ITU) pada pemilihan yang dilakukan di sela-sela Pertemuan Plenipotentiary Meeting ke-10 (ITU-PP 10), di Guadalajara, Meksiko.
Dubes Dian Triansyah Djani dalam keterangan persnya yang diterima ANTARA London, Rabu mengatakan dalam pemilihan ITU Indonesia mendapatkan suara terbanyak untuk Region E (Asia & Australasia) yaitu sejumlah 135 suara.
Sementara 12 kursi lainnya direbut China (134), Jepang (133), Malaysia (127), Republik Korea (125), Bangladesh (123), Thailand (121), Australia (119), India (119), UAE (114), Kuwait (108), Arab Saudi (105), Filipina (97).
Sementara itu, Pakistan, Srilanka, Lebanon dan Syria tersungkur dalam pemungutan suara untuk menjadi anggota Dewan ITU.
"Sukses ini berkat koordinasi yang sangat solid dari seluruh delegasi dan instansi terkait," ujar Dubes Djani.
Pertemuan ITU-PP 10 berlangsung sejak tanggal 4 Oktober dan akan berakhir pada tanggal 22 Oktober mendatang.
Lebih lanjut, Dubes Djani menjelaskan keberhasilan Indonesia ini merupakan hasil sinergis kerja keras seluruh pihak terkait melalui serangkaian pendekatan yang dilaksanakan di semua tingkatan baik oleh Menkominfo Indonesia, Tifatul Sembiring.
Delegasi pemerintah lainnya dari Kemlu, Kominfo, PTRI Jenewa, dan KBRI Meksiko maupun para operator telekomunikasi Indonesia, yang turut hadir dalam konferensi ini.
Sementara itu, Duta Besar RI untuk Meksiko, Hamdani Djafar yang dihubungi secara terpisah menjelaskan terpilihnya Indonesia dengan suara terbanyak untuk Region E merupakan bukti apresiasi dunia terhadap kiprah Indonesia selama ini di bidang telekomunikasi.
Selain hasil dari pendekatan yang dilakukan sejak lama dan secara intensif, baik kepada perutusan tetap negara anggota ITU di Jenewa, maupun pendekatan yang dilakukan Kedutaan-Kedutaan Besar Republik Indonesia di negara-negara anggota ITU.
PTRI Jenewa menjalin komunikasi dan hubungan yang baik dengan Sekretariat ITU yang bermarkas di Jenewa.
"Upaya lobi intensif yang dilakukan melalui seluruh perwakilan RI sejak setahun yang lalu, serta pengaturan strategi kampanye yang jitu terbayar dengan hasil yang sangat membanggakan," ujar Dubes Djani.
Sesuai konstitusi ITU, Dewan ITU adalah lembaga tertinggi di organisasi ini yang memiliki kewenangan mengevaluasi program kerja dan anggaran yang berjalan serta merancang dan menyetujui rencana kerja dan rencana keuangan ITU di masa depan.
Keanggotaan Indonesia di ITU memberikan kesempatan bagi Indonesia untuk berperan aktif dan langsung dalam menentukan arah pembangunan telekomunikasi internasional, sekaligus merancang program kerja ITU untuk kepentingan seluruh negara anggota dan industri telekomunikasi dan informasi.
Indonesian Reception
Sebelum pemilihan berlangsung, Indonesia menyelenggarakan "Indonesian Reception" dengan menampilkan tarian tradisional Ngarojeng Betawi dan Topeng Rahwana Kelana dari Jawa Barat.
Dalam acara tersebut juga digelar Angklung Interaktif dimana semua peserta resepsi bekerja sama memainkan lagu menggunakan angklung yang dibagikan sebagai cindera mata.
Acara yang dikemas dengan nuansa budaya dan musik tradisional Indonesia telah menciptakan kesan yg sangat mendalam bagi para undangan.
Pada kesempatan tersebut, Menkominfo Indonesia yang menjadi tuan rumah, menegaskan komitmen Indonesia untuk membantu meningkatkan kinerja ITU mewujudnya sarana telekomunikasi yang dapat diakses masyarakat luas dengan biaya terjangkau.
ITU merupakan badan PBB yang memiliki mandat menerapkan regulasi terhadap teknologi informasi dan komunikasi pada tingkat global seperti penggunaan spektrum radio, orbit satelit komunikasi diluar angkasa.
Selain peningkatan prasarana telekomunikasi di negara berkembang serta penerapan standar telekomunikasi internasional. ITU berpusat di Jenewa, Swiss dan memiliki 191 negara anggota termasuk Indonesia.***2*** (ZG)
(T.H-ZG/B/S006/S006) 13-10-2010 05:23:15
London, 13/10 (ANTARA) - Duta Besar / Wakil Tetap RI untuk PBB, WTO dan Organisasi Internasional Lainnya di Jenewa, Dian Triansyah Djani, mengatakan Indonesia terpilih kembali menjadi anggota Dewan ITU dengan suara terbanyak.
Diplomasi Indonesia memperoleh pengakuan masyarakat internasional, dengan terpilihnya kembali menjadi anggota Dewan Badan Telekomunikasi Dunia/International Telecommunication Union (ITU) pada pemilihan yang dilakukan di sela-sela Pertemuan Plenipotentiary Meeting ke-10 (ITU-PP 10), di Guadalajara, Meksiko.
Dubes Dian Triansyah Djani dalam keterangan persnya yang diterima ANTARA London, Rabu mengatakan dalam pemilihan ITU Indonesia mendapatkan suara terbanyak untuk Region E (Asia & Australasia) yaitu sejumlah 135 suara.
Sementara 12 kursi lainnya direbut China (134), Jepang (133), Malaysia (127), Republik Korea (125), Bangladesh (123), Thailand (121), Australia (119), India (119), UAE (114), Kuwait (108), Arab Saudi (105), Filipina (97).
Sementara itu, Pakistan, Srilanka, Lebanon dan Syria tersungkur dalam pemungutan suara untuk menjadi anggota Dewan ITU.
"Sukses ini berkat koordinasi yang sangat solid dari seluruh delegasi dan instansi terkait," ujar Dubes Djani.
Pertemuan ITU-PP 10 berlangsung sejak tanggal 4 Oktober dan akan berakhir pada tanggal 22 Oktober mendatang.
Lebih lanjut, Dubes Djani menjelaskan keberhasilan Indonesia ini merupakan hasil sinergis kerja keras seluruh pihak terkait melalui serangkaian pendekatan yang dilaksanakan di semua tingkatan baik oleh Menkominfo Indonesia, Tifatul Sembiring.
Delegasi pemerintah lainnya dari Kemlu, Kominfo, PTRI Jenewa, dan KBRI Meksiko maupun para operator telekomunikasi Indonesia, yang turut hadir dalam konferensi ini.
Sementara itu, Duta Besar RI untuk Meksiko, Hamdani Djafar yang dihubungi secara terpisah menjelaskan terpilihnya Indonesia dengan suara terbanyak untuk Region E merupakan bukti apresiasi dunia terhadap kiprah Indonesia selama ini di bidang telekomunikasi.
Selain hasil dari pendekatan yang dilakukan sejak lama dan secara intensif, baik kepada perutusan tetap negara anggota ITU di Jenewa, maupun pendekatan yang dilakukan Kedutaan-Kedutaan Besar Republik Indonesia di negara-negara anggota ITU.
PTRI Jenewa menjalin komunikasi dan hubungan yang baik dengan Sekretariat ITU yang bermarkas di Jenewa.
"Upaya lobi intensif yang dilakukan melalui seluruh perwakilan RI sejak setahun yang lalu, serta pengaturan strategi kampanye yang jitu terbayar dengan hasil yang sangat membanggakan," ujar Dubes Djani.
Sesuai konstitusi ITU, Dewan ITU adalah lembaga tertinggi di organisasi ini yang memiliki kewenangan mengevaluasi program kerja dan anggaran yang berjalan serta merancang dan menyetujui rencana kerja dan rencana keuangan ITU di masa depan.
Keanggotaan Indonesia di ITU memberikan kesempatan bagi Indonesia untuk berperan aktif dan langsung dalam menentukan arah pembangunan telekomunikasi internasional, sekaligus merancang program kerja ITU untuk kepentingan seluruh negara anggota dan industri telekomunikasi dan informasi.
Indonesian Reception
Sebelum pemilihan berlangsung, Indonesia menyelenggarakan "Indonesian Reception" dengan menampilkan tarian tradisional Ngarojeng Betawi dan Topeng Rahwana Kelana dari Jawa Barat.
Dalam acara tersebut juga digelar Angklung Interaktif dimana semua peserta resepsi bekerja sama memainkan lagu menggunakan angklung yang dibagikan sebagai cindera mata.
Acara yang dikemas dengan nuansa budaya dan musik tradisional Indonesia telah menciptakan kesan yg sangat mendalam bagi para undangan.
Pada kesempatan tersebut, Menkominfo Indonesia yang menjadi tuan rumah, menegaskan komitmen Indonesia untuk membantu meningkatkan kinerja ITU mewujudnya sarana telekomunikasi yang dapat diakses masyarakat luas dengan biaya terjangkau.
ITU merupakan badan PBB yang memiliki mandat menerapkan regulasi terhadap teknologi informasi dan komunikasi pada tingkat global seperti penggunaan spektrum radio, orbit satelit komunikasi diluar angkasa.
Selain peningkatan prasarana telekomunikasi di negara berkembang serta penerapan standar telekomunikasi internasional. ITU berpusat di Jenewa, Swiss dan memiliki 191 negara anggota termasuk Indonesia.***2*** (ZG)
(T.H-ZG/B/S006/S006) 13-10-2010 05:23:15
Minggu, 10 Oktober 2010
KONFERENSI MENTERI LINGKUNGAN HIDUP OKI
INDONESIA IKUT KONFERENSI MENTERI LINGKUNGAN HIDUP OKI
London, 10/10 (ANTARA) - Indonesia mengirimkan para pejabat seniornya untuk mengikuti konferensi para menteri lingkungan hidup negara anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI) yang dibuka Presiden Tunisa Zine El bidine di Istana Carthage, Tunisia.
Delegasi Indonesia dipimpin Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup bidang Teknologi dan Pembangunan Berkelanjutan, Dana A. Kertakusuma, dan Duta Besar RI di Tunis Muhammad Ibnu Said, serta Minister Counsellor Chandra Hasan, demikian keterangan pers dari KBRI Tunis yang diterima Antara London, Minggu.
Konferensi diikuti utusan 43 negara anggota, termasuk Indonesia, dan 26 lembaga terkait seperti antara lain UNEP, UNDP, GEF,serta UN Habitat.
Pertemuan ini merupakan pertemuan ke-4 setelah pertemuan ke-1 di Jeddah, Arab Saudi, tahun 2002, ke-2 di Jeddah, Arab Saudi, tahun 2006, dan ke-3 di Rabat, Maroko, tahun 2008.
Dalam sambutan pembukaannya, Presiden Tunisia menggarisbawahi pentingnya isu kelangkaan sumber air berikut cara paling efisien untuk menanggulanginya.
Presiden Tunisia juga menyerukan pembentukan Islamic Water Council yang berfungsi sebagai rujukan dan lembaga konsultatif keilmuan. Isu lain yang ditekankan adalah masalah keanekaragaman hayati, konservasi energi, dan Program Aksi Islam bagi pemanfaatan Dana Adaptasi dan CDM.
Presiden Tunisia juga merekomendasikan agar Biro Eksekutif Konferensi Menteri-menteri Lingkungan Hidup Negara-negara Islam menyusun rancangan "Declaration on Youth and Biodiversity" untuk disampaikan dalam COP 10 CBD (The 10th Conference of the Parties to the Convention on Biological Diversity) di Jepang.
Sejalan dengan keputusan PBB yang menetapkan tahun 2010 sebagai Tahun Internasional Keanekaragaman Hayati yang mengangkat motto
"Biodiversity is life - biodiversity is our life".
Sidang yang dipimpin Presiden Badan Meteorologi dan Perlindungan Lingkungan Hidup Arab Saudi, Pangeran Turki Bin Nasser Bin Abdul Azis sebagai Ketua, dan Menteri Lingkungan Hidup dan Pembangunan Berkelanjutan Tunisia, Nadhir Hamada, sebagai wakil ketua digelar selama dua hari di kota Hammamet sekitar 70 km selatan ibukota Tunis.
Konferensi diprakarsai Islamic Educational, Scientific and Cultural Organization (ISESCO) bekerja sama dengan Sekretariat Jenderal OKI.
Dalam Konferensi ke-4 MENLH negara-negara Islam berhasil disahkan Draft "Report of the Experts" Committee, Pengesahan Draft "Tunis Appeal on Youth and Biodiversity", Pengesahan Draft "Tunis Declaration on Enhancing the Efforts of the Islamic World towards Environment Protection and Sustainable Development" .
Selain itu juga disahkan Komunike Konferensi tentang Situasi Lingkungan Hidup di Palestina dan pengesahan Draft Resolusi Nomor ICEM-4/2010/2.5 Tentang Tempat dan Tanggal Penyelenggaraan Sesi Ke-5 Konferensi.***3***
(ZG)/C/A011)
(T.H-ZG/C/A011/A011) 10-10-2010 09:45:27
London, 10/10 (ANTARA) - Indonesia mengirimkan para pejabat seniornya untuk mengikuti konferensi para menteri lingkungan hidup negara anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI) yang dibuka Presiden Tunisa Zine El bidine di Istana Carthage, Tunisia.
Delegasi Indonesia dipimpin Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup bidang Teknologi dan Pembangunan Berkelanjutan, Dana A. Kertakusuma, dan Duta Besar RI di Tunis Muhammad Ibnu Said, serta Minister Counsellor Chandra Hasan, demikian keterangan pers dari KBRI Tunis yang diterima Antara London, Minggu.
Konferensi diikuti utusan 43 negara anggota, termasuk Indonesia, dan 26 lembaga terkait seperti antara lain UNEP, UNDP, GEF,serta UN Habitat.
Pertemuan ini merupakan pertemuan ke-4 setelah pertemuan ke-1 di Jeddah, Arab Saudi, tahun 2002, ke-2 di Jeddah, Arab Saudi, tahun 2006, dan ke-3 di Rabat, Maroko, tahun 2008.
Dalam sambutan pembukaannya, Presiden Tunisia menggarisbawahi pentingnya isu kelangkaan sumber air berikut cara paling efisien untuk menanggulanginya.
Presiden Tunisia juga menyerukan pembentukan Islamic Water Council yang berfungsi sebagai rujukan dan lembaga konsultatif keilmuan. Isu lain yang ditekankan adalah masalah keanekaragaman hayati, konservasi energi, dan Program Aksi Islam bagi pemanfaatan Dana Adaptasi dan CDM.
Presiden Tunisia juga merekomendasikan agar Biro Eksekutif Konferensi Menteri-menteri Lingkungan Hidup Negara-negara Islam menyusun rancangan "Declaration on Youth and Biodiversity" untuk disampaikan dalam COP 10 CBD (The 10th Conference of the Parties to the Convention on Biological Diversity) di Jepang.
Sejalan dengan keputusan PBB yang menetapkan tahun 2010 sebagai Tahun Internasional Keanekaragaman Hayati yang mengangkat motto
"Biodiversity is life - biodiversity is our life".
Sidang yang dipimpin Presiden Badan Meteorologi dan Perlindungan Lingkungan Hidup Arab Saudi, Pangeran Turki Bin Nasser Bin Abdul Azis sebagai Ketua, dan Menteri Lingkungan Hidup dan Pembangunan Berkelanjutan Tunisia, Nadhir Hamada, sebagai wakil ketua digelar selama dua hari di kota Hammamet sekitar 70 km selatan ibukota Tunis.
Konferensi diprakarsai Islamic Educational, Scientific and Cultural Organization (ISESCO) bekerja sama dengan Sekretariat Jenderal OKI.
Dalam Konferensi ke-4 MENLH negara-negara Islam berhasil disahkan Draft "Report of the Experts" Committee, Pengesahan Draft "Tunis Appeal on Youth and Biodiversity", Pengesahan Draft "Tunis Declaration on Enhancing the Efforts of the Islamic World towards Environment Protection and Sustainable Development" .
Selain itu juga disahkan Komunike Konferensi tentang Situasi Lingkungan Hidup di Palestina dan pengesahan Draft Resolusi Nomor ICEM-4/2010/2.5 Tentang Tempat dan Tanggal Penyelenggaraan Sesi Ke-5 Konferensi.***3***
(ZG)/C/A011)
(T.H-ZG/C/A011/A011) 10-10-2010 09:45:27
Sabtu, 09 Oktober 2010
EMIR AJMAN TERTARIK PRODUK INDONESIA
EMIR AJMAN NORTHERN EMIRATES TERTARIK PRODUK INDONESIA
London, 8/10 (ANTARA) - Shaikh Humaid Bin Rashid Al Nuaimi sangat tertarik pada berbagai produk Indonesia di Ajman dan bahkan menaruh perhatian pada produk pertambangan seperti minyak bumi dan gas, emas, alumanium, batubara, biji besi, tembaga, dan timah,
Hal itu terlihat saat Emir Ajman (Northern Emirates) Shaikh Humaid Bin Rashid Al Nuaimi menerima Konsul Jenderal RI Dubai, Mansyur Pangeran, bertempat di Kantor Dewan Amiri/Kepresidenan, ujar Sekretaris Pertama PF Pensosbud KJRI Dubai, Yana Rudiyana, dalam keterangan persnya yang diterima Antara London, Jumat.
Kunjungan Konsul Jenderal RI Dubai, Mansyur Pangeran, tersebut merupakan Kunjungan Kehormatan kepada Emir Ajman, salah satu dari lima wilayah Keemiran yang dirangkap Konjen RI Dubai di bagian utara PEA.
Dalam pertemuan tersebut, hadir Shaikh Dr. Majid Bin Saeed Al Nuaimi, Ketua Dewan Amiri Kantor Emir Ajman dan Shaikh Rashid Al Nuaimi, Direktur Dewan Amiri Kantor Emir Ajman serta pejabat tinggi, sementara Konjen RI tanpa didampingi Pejabat dari KJRI.
Konjen Mansyur Pangeran dalam pertemuan tersebut menyampaikan salam hangat Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono dan Menteri Luar Negeri Dr. R.M. Marty Natalegawa kepada Shaikh Humaid Bin Rashid Al Nuaimi, sekaligus memperkenalkan diri sehubungan dengan penugasan sebagai Konjen RI di untuk Dubai dan Northern Emirates termasuk Ajman.
Emir Ajman Shaikh Humaid Bin Rashid Al Nuaimi menyambut baik kedatangan Konjen RI yang baru dan mengharapkan agar dapat melaksanakan tugas barunya dengan baik.
Pada kesempatan itu, kedua pihak membahas pentingnya peningkatan kerjasama bilateral antara Keemiran Ajman dan Indonesia khususnya di sektor ekonomi, perdagangan investasi dan budaya.
Kepada Shaikh Humaid Bin Rashid Al Nuaimi, Konjen Mansyur Pangeran menyatakan, peluang peningkatan kerjasama ekonomi dan perdagangan kedua pihak terbuka lebar, seperti sejumlah barang-barang produksi Indonesia sudah banyak beredar di Ajman dan masih dapat ditingkatkan jumlahnya.
Di sektor tenaga kerja, Indonesia dapat mengirimkan tenaga kerja perawat dan pekerja kapal. Shaikh Humaid Bin Rashid Al Nuaimi sangat antusias mendengarkan penjelasan Konjen mengenai produk-produk unggulan Indonesia, antara lain di bidang pertambangan seperti minyak bumi dan gas, emas, alumunium, batubara, biji besi, tembaga, dan timah.
Sementara di sektor kelautan Indonesia antara lain menghasilkan ikan tuna, udang dan produk pertanian seperti karet, kayu, kelapa sawit, rotan, cocoa, teh, kopi, rempah-rampah, dan buah-buahan segar.
Berbagai produk komoditi lainnya juga menjadi perhatian seperti tekstil, garmen, serta produk hasil olahan meliputi produk bahan makanan, alat-alat kecantikan, kertas, furniture, ban, alas kaki, dan lainnya.
Selain itu, battery mobil, barang listrik, elektronik, sampai dengan produksi kendaraan Kijang Innova yang sudah beredar di Ajman dan seluruh PEA.
Mansyur Pangeran juga menjelaskan potensi lain yang dimiliki Indonesia seperti geothermal salah satu terbesar di dunia yang belum seluruhnya dieksplor dan potensi pariwisata yang cukup menjanjikan untuk berinvestasi.
Shaikh Humaid Bin Rashid Al Nuaimi akan memberikan bantuannya kepada konjen RI yang baru dalam upaya memperlancar tugasnya sebagai Konjen RI, khususnya dalam upaya meningkatkan hubungan ekonomi, perdagangan, investasi, dan budaya kedua Negara.
Shaikh Humaid Bin Rashid Al Nuaimi yang pernah beberapa kali mengunjungi negara-negara Asia menyatakan berkeinginan suatu saat mengunjungi Indonesia. ***2***
(ZG)
(T.H-ZG/B/M012/M012) 08-10-2010 17:49:13
London, 8/10 (ANTARA) - Shaikh Humaid Bin Rashid Al Nuaimi sangat tertarik pada berbagai produk Indonesia di Ajman dan bahkan menaruh perhatian pada produk pertambangan seperti minyak bumi dan gas, emas, alumanium, batubara, biji besi, tembaga, dan timah,
Hal itu terlihat saat Emir Ajman (Northern Emirates) Shaikh Humaid Bin Rashid Al Nuaimi menerima Konsul Jenderal RI Dubai, Mansyur Pangeran, bertempat di Kantor Dewan Amiri/Kepresidenan, ujar Sekretaris Pertama PF Pensosbud KJRI Dubai, Yana Rudiyana, dalam keterangan persnya yang diterima Antara London, Jumat.
Kunjungan Konsul Jenderal RI Dubai, Mansyur Pangeran, tersebut merupakan Kunjungan Kehormatan kepada Emir Ajman, salah satu dari lima wilayah Keemiran yang dirangkap Konjen RI Dubai di bagian utara PEA.
Dalam pertemuan tersebut, hadir Shaikh Dr. Majid Bin Saeed Al Nuaimi, Ketua Dewan Amiri Kantor Emir Ajman dan Shaikh Rashid Al Nuaimi, Direktur Dewan Amiri Kantor Emir Ajman serta pejabat tinggi, sementara Konjen RI tanpa didampingi Pejabat dari KJRI.
Konjen Mansyur Pangeran dalam pertemuan tersebut menyampaikan salam hangat Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono dan Menteri Luar Negeri Dr. R.M. Marty Natalegawa kepada Shaikh Humaid Bin Rashid Al Nuaimi, sekaligus memperkenalkan diri sehubungan dengan penugasan sebagai Konjen RI di untuk Dubai dan Northern Emirates termasuk Ajman.
Emir Ajman Shaikh Humaid Bin Rashid Al Nuaimi menyambut baik kedatangan Konjen RI yang baru dan mengharapkan agar dapat melaksanakan tugas barunya dengan baik.
Pada kesempatan itu, kedua pihak membahas pentingnya peningkatan kerjasama bilateral antara Keemiran Ajman dan Indonesia khususnya di sektor ekonomi, perdagangan investasi dan budaya.
Kepada Shaikh Humaid Bin Rashid Al Nuaimi, Konjen Mansyur Pangeran menyatakan, peluang peningkatan kerjasama ekonomi dan perdagangan kedua pihak terbuka lebar, seperti sejumlah barang-barang produksi Indonesia sudah banyak beredar di Ajman dan masih dapat ditingkatkan jumlahnya.
Di sektor tenaga kerja, Indonesia dapat mengirimkan tenaga kerja perawat dan pekerja kapal. Shaikh Humaid Bin Rashid Al Nuaimi sangat antusias mendengarkan penjelasan Konjen mengenai produk-produk unggulan Indonesia, antara lain di bidang pertambangan seperti minyak bumi dan gas, emas, alumunium, batubara, biji besi, tembaga, dan timah.
Sementara di sektor kelautan Indonesia antara lain menghasilkan ikan tuna, udang dan produk pertanian seperti karet, kayu, kelapa sawit, rotan, cocoa, teh, kopi, rempah-rampah, dan buah-buahan segar.
Berbagai produk komoditi lainnya juga menjadi perhatian seperti tekstil, garmen, serta produk hasil olahan meliputi produk bahan makanan, alat-alat kecantikan, kertas, furniture, ban, alas kaki, dan lainnya.
Selain itu, battery mobil, barang listrik, elektronik, sampai dengan produksi kendaraan Kijang Innova yang sudah beredar di Ajman dan seluruh PEA.
Mansyur Pangeran juga menjelaskan potensi lain yang dimiliki Indonesia seperti geothermal salah satu terbesar di dunia yang belum seluruhnya dieksplor dan potensi pariwisata yang cukup menjanjikan untuk berinvestasi.
Shaikh Humaid Bin Rashid Al Nuaimi akan memberikan bantuannya kepada konjen RI yang baru dalam upaya memperlancar tugasnya sebagai Konjen RI, khususnya dalam upaya meningkatkan hubungan ekonomi, perdagangan, investasi, dan budaya kedua Negara.
Shaikh Humaid Bin Rashid Al Nuaimi yang pernah beberapa kali mengunjungi negara-negara Asia menyatakan berkeinginan suatu saat mengunjungi Indonesia. ***2***
(ZG)
(T.H-ZG/B/M012/M012) 08-10-2010 17:49:13
AFSEL BUAT PAKET WISATA
AFRIKA SELATAN SEPAKAT MEMBUAT PAKET WISATA LOMBOK
London, 9/10 (ANTARA) - Tour Operator Afrika Selatan sepakat untuk membuat paket wisata ke Lombok serta gabungan Bali dan Lombok dengan mitra Indonesia.
Kesepakatan itu merupakan hasil kunjungan pengenalan di Lombok oleh Famtrip dari Afrika Selatan tahap pertama, ujar Sekretaris Tiga KBRI Pretoria Aulia Rinaldi Ahza dalam keterangannya yang diterima Antara Sabtu.
Dikatakannya Lombok akan menjadi destinasi pariwisata baru wisatawan dari Afrika Selatan.
Marketing Coordinator dari Club Travel asal Afrika Selatan, Stacey-Lee Stewart yang mengikuti Famtrip ke Bali dan Lombok mengatakan tour operator sepakat membuat paket wisata berupa paket empat hari di Bali dan tiga hari di Lombok.
Sementara itu Carla Joao, Supervisor for the Far East Department dari Travel Vision, peserta Famtrip lainnya, mengakui Famtrip ke Indonesia jauh berbeda dengan Famtrip ke destinasi pariwisata lainnya yang pernah diikutinya. Banyak hal baru yang didapatkan, terutama product knowledge yang baru, ujarnya.
Sebanyak 10 Outbound Tour Operator dan seorang Travel Journalist asal Afrika Selatan mengikuti kegiatan Famtrip yang dilaksanakan selama seminggu ke Bali dan Lombok.
Acara yang dimotori KBRI Pretoria tersebut berhasil mempertemukan rombongan asal Afrika Selatan dengan industri pariwisata Indonesia guna mencari peluang lain pasar wisata Indonesia untuk wisatawan Afrika Selatan yang selama ini sama sekali belum mengenal Lombok.
Mereka sepakat Lombok menjadi destinasi wisata yang diminati wisatawan asal Afrika Selatan.
Sementara itu dalam presentasi Dubes yang disampaikan Staf KBRI Pretoria, mengakui para tour operator dan travel agent memiliki peran penting dalam memasarkan potensi wisata Indonesia.
Hal ini mengingat 76 persen outbound traveller asal Afrika Selatan menggunakan jasa tour operator dan travel agent sebelum melakukan perjalanan wisata. Indonesia memiliki banyak kelebihan di sektor destinasi wisata dibanding dengan yang lainnya, ujarnya.
Para peserta famtrip juga mengikuti site inspection ke delapan hotel di Bali dan melakukan Business Gathering dengan kalangan industri wisata di Bali.
Wakil dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata serta Kantor Dinas Pariwisata Bali menyampaikan presentasi mengenai potensi pariwisata Indonesia dan Bali.
Selain pertemuan dengan kalangan industri pariwisata setempat, rombongan famtrip juga mengunjungi lokasi-lokasi lain terkait dengan pariwisata baik Bali maupun Lombok.***4*** (ZG)
(T.H-ZG/B/S006/S006) 09-10-2010 05:45:46
London, 9/10 (ANTARA) - Tour Operator Afrika Selatan sepakat untuk membuat paket wisata ke Lombok serta gabungan Bali dan Lombok dengan mitra Indonesia.
Kesepakatan itu merupakan hasil kunjungan pengenalan di Lombok oleh Famtrip dari Afrika Selatan tahap pertama, ujar Sekretaris Tiga KBRI Pretoria Aulia Rinaldi Ahza dalam keterangannya yang diterima Antara Sabtu.
Dikatakannya Lombok akan menjadi destinasi pariwisata baru wisatawan dari Afrika Selatan.
Marketing Coordinator dari Club Travel asal Afrika Selatan, Stacey-Lee Stewart yang mengikuti Famtrip ke Bali dan Lombok mengatakan tour operator sepakat membuat paket wisata berupa paket empat hari di Bali dan tiga hari di Lombok.
Sementara itu Carla Joao, Supervisor for the Far East Department dari Travel Vision, peserta Famtrip lainnya, mengakui Famtrip ke Indonesia jauh berbeda dengan Famtrip ke destinasi pariwisata lainnya yang pernah diikutinya. Banyak hal baru yang didapatkan, terutama product knowledge yang baru, ujarnya.
Sebanyak 10 Outbound Tour Operator dan seorang Travel Journalist asal Afrika Selatan mengikuti kegiatan Famtrip yang dilaksanakan selama seminggu ke Bali dan Lombok.
Acara yang dimotori KBRI Pretoria tersebut berhasil mempertemukan rombongan asal Afrika Selatan dengan industri pariwisata Indonesia guna mencari peluang lain pasar wisata Indonesia untuk wisatawan Afrika Selatan yang selama ini sama sekali belum mengenal Lombok.
Mereka sepakat Lombok menjadi destinasi wisata yang diminati wisatawan asal Afrika Selatan.
Sementara itu dalam presentasi Dubes yang disampaikan Staf KBRI Pretoria, mengakui para tour operator dan travel agent memiliki peran penting dalam memasarkan potensi wisata Indonesia.
Hal ini mengingat 76 persen outbound traveller asal Afrika Selatan menggunakan jasa tour operator dan travel agent sebelum melakukan perjalanan wisata. Indonesia memiliki banyak kelebihan di sektor destinasi wisata dibanding dengan yang lainnya, ujarnya.
Para peserta famtrip juga mengikuti site inspection ke delapan hotel di Bali dan melakukan Business Gathering dengan kalangan industri wisata di Bali.
Wakil dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata serta Kantor Dinas Pariwisata Bali menyampaikan presentasi mengenai potensi pariwisata Indonesia dan Bali.
Selain pertemuan dengan kalangan industri pariwisata setempat, rombongan famtrip juga mengunjungi lokasi-lokasi lain terkait dengan pariwisata baik Bali maupun Lombok.***4*** (ZG)
(T.H-ZG/B/S006/S006) 09-10-2010 05:45:46
Langganan:
Postingan (Atom)