Kamis, 13 Januari 2011

REISELIV 2011

D0130111002264 13-JAN-11 JAS JKT
INDONESIA JARING WISATAWAN SKANDINAVIA DI REISELIV 2011

Oslo, 13/1 (ANTARA) - Indonesia mengikuti pameran pariwisata Reiseliv 2011 yang dibuka Kamis di gedung pameran "Norges Varemesse", Lillestrom, Norwegia guna menjaring wisatawan dari kawasan Skandinavia
Dutabesar RI untuk Kerajaan Norwegia, Esti Andayani mengatakan kepada koresponden ANTARA London, Kamis, KBRI Oslo ikut mempromosikan pariwisata Indonesia di pameran tersebut yang akan berlangsung hingga 16 Januari mendatang.

Hal tersebut, katanya dalam upaya menjaring wisatawan dari negara Skandinavia seperti negara Norwegia, Swedia dan Finlandia yang sangat potensial.

Dubes, Esti Andayani, mengatakan bahwa paviliun Indonesia kali ini mengambil thema Budaya Jawa dengan menampilkan seperangkat gamelan Jawa, demo membatik serta pameran dan proses membuat cara membatik.

Dikatakannya potensi pariwisata Indonesia sangat besar tidak hanya Bali yang dikenal selama ini, tetapi juga daerah lain seperti Sumatra, Sulawesi, Kalimantan dan Jawa yang kali ini mendominasi paviliun Indonesia.

"Sayangnya hingga saat ini masih belum ada Industri pariwisata Indonesia yang menyatakan kesediaannya berpartisipasi dalam pekan pariwisata terbesar di Skandinavia itu. Padahal, potensi wisatawan dari negara Skandinavia cukup besar," katanya.

Sementara itu, Koordinator Umum Paviliun Indonesia Wening Esthyprobo mengatakan bahwa selain menampilkan perangkat gamelan dan peralatan membatik yang khusus didatangkan dari Solo.

Di Paviliun juga dipamerkan berbagai produk asal Indonesia seperti kerajinan Batik, produk makanan seperti Kecap Sambel dari Bali Kitchen, dan Indomie yang dapat diperoleh di Norwegia dan suguhan kuliner Indonesia berupa permen jahe, lempeyek, lumpia dan kue pukis dan kopi Java.


Kedutaan Lesotho

Pada acara pembukaan Ketua Panitia penyelenggara Reiseliv 2011, Torill Engelberg mengatakan penyelenggaraan pameran Reiseliv tahun ini merupakan yang ke 24 kalinya dan diikuti 44 negara di antaranya Kedutaan Lesotho, Afrika yang berkedudukan di Irlandia, merupakan peserta baru.

Selain itu pameran juga diikuti sebanyak 482 peserta baik dari industri pariwisata, perusahaan penerbangan seperti Turky Airways, Thai Airways, serta berbagai kedutaan maupun badan pariwisata nasional seperti dari Thailand, India dan Malaysia dan dari Norwegia sendiri, ujarnya.

Dikatakannya pada tahun ini panitia penyelenggara Reiseliv 2011 juga mengadakan pemilihan biro pariwisata dan majalah wisata terbaik yang dimenangkan oleh Apollo Travel yang telah mendirikan usaha di Norwegia sejak tahun 1999 dan berhasil menjaring 320 ribu wisatawan yang pada awal usahanya hanya 30 ribu.
Pameran yang diresmikan Kamis, dalam dua hari pertama khusus diperuntukkan bagi para pebisnis yang ingin melakukan kontak langsung dengan para pengusaha industri pariwisata.
Sementara Sabtu dan Minggu terbuka untuk umum dengan karcis masuk setiap pengunjung sekitar Nok 150 atau sekitar Rp225 ribu per orang.

Pada tahun lalu 33.150 pengunjung yang menurut survai 85 persen pengunjung membeli paket perjalanan langsung dalam pameran Reislive dan melakukan perjalanan langsung dari pameran dan merencanakan perjalanan pariwisata dalam kurun tiga bulan. (ZG)
(T.H-ZG/B/S006/S006) 13-01-2011 19:24:28

SAJAK DI HAMBURG

PENYAIR INDONESIA BAWAKAN SAJAK DI HAMBURG

London, 13/1 (ANTARA) - Sastrawan dan penyair Indonesia Agus R Sarjono menggelar pembacaan sajak dan diskusi di Gedung Institut Asia Afrika Universitas Hamburg mendapat sambutan hangat dari penonton.

Sajak yang telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Jerman dan dibacakan secara bergantian oleh para mahasiswi Universitas Hamburg itu, antara lain sajak yang berjudul "Catatan Harian Diam-Diam", "Demokrasi Dunia Ketiga" serta "Aku Cinta Padamu", demikian keterangan pers KJRI Hamburg yang diterima ANTARA London, Kamis.

Dalam acara tersebut juga dibacakan sajak yang berjudul "Sajak Palsu" yang menyampaikan masalah kepalsuan yang berada di dalam masyarakat yang menarik banyak penonton.

Acara pembacaan sajak ini merupakan salah satu kegiatan promosi budaya Indonesia yang diselenggarakan Institut Asia Afrika Universitas Hamburg bekerja sama dengan KJRI Hamburg dan dihadiri oleh anggota Deutsche Indonesische Gessellschaft (DIG) Hamburg, dosen dan mahasiswa Universitas Hamburg, sejumlah kalangan masyarakat Indonesia serta staff KJRI Hamburg.

Satrawan Agus Sarjono merupakan dosen Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Bandung yang juga anggota Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) saat ini menjadi Dosen Tamu di Universitas Bonn serta terlibat dalam proyek penyusunan seri Puisi Jerman.

Kehadirannya di Universitas Hamburg merupakan yang ketiga kali dan hasil kerjasama Institut Asia Afrika Universitas Hamburg dengan Hamburger Gessellschaft fur Austronesistik e.V (Yayasan Linguistik Austro-Asia Hamburg) dan Universitas Bonn.

KJRI Hamburg bekerja sama dengan Universitas Hamburg dan GIGA berencanak menyelenggarakan Seminar The Development of Regional Architecture in the Asia Pacific Region: Indonesia's Outlook pada tanggal 28 Januari 2011 dengan pembicara Kepala Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan (BPPK) Kawasan Asia Pasifik dan Afrika Kemlu RI DR. Siswo Pramono.

(T.H-ZG/C/F002/F002) 13-01-2011 06:25:27

BUKU HUKUM

PERPUSTAKAAN MAX PLANCK KOLEKSI BUKU HUKUM INDONESIA

London, 13/1 (ANTARA) - Konsul Jenderal RI di Frankfurt Damos Dumoli Agusman menyerahkan sumbangan sejumlah buku tentang perkembangan hukum di Indonesia untuk menambah koleksi perpustakaan Max Planck Institute for Comparative Public Law and International Law di Kota Heidelberg, Jerman.

Buku sebanyak 30 eksemplar itu diserahkan Konjen kepada kepada Managing Director Max Planck Institute, Prof. Dr. Armin von Bogdandy, demikian keterangan pers konsul fungsi Pensosbud Ernest Hadinoto kepada koresponden ANTARA London, Kamis.

Pada kesempatan tersebut, Konjen Damos Dumoli Agusman menyatakan bahwa sumbangan buku ini merupakan adanya keinginan untuk mempererat kerja sama di bidang hukum internasional dengan Max Planck Institute.

Ia berharap, kerja sama ini akan berlanjut dengan disumbangkannya buku-buku hasil karya para cendekiawan dan akademisi Indonesia yang menggambarkan dinamika perkembangan hukum di Indonesia untuk dapat dipelajari peneliti dari seluruh dunia yang mengadakan penelitian di Max Planck Institute.

Indonesia diharapkan akan dapat mengirimkan secara regular penelitinya pada institut tersebut guna mempelajari sistem hukum negara lainnya khususnya hukum internasional, katanya.

Sementara itu, Prof. Dr. Armin von Bogdandy menyambut gembira dan menyampaikan penghargaan atas nama Max Planck Institute dan mengatakan bahawa sumbangan buku tersebut memiliki makna yang besar bagi perpustakaan khususnya sebagai bahan penelitian mengenai perkembangan hukum di Indonesia.

Bogdandy mendukung perkembangan disiplin hukum internasional ini dan bersedia menerima para peniliti Indonesia untuk melakukan penelitian di Institute ini khususnya bagi peserta program S3 di bidang hukum internasional dan perbandingan hukum.

Perpustakaan Max Planck Institute for Comparative Public Law and International Law saat ini memiliki koleksi lebih dari 600 ribu volume buku dan sekitar 3500 jurnal mengenai hukum dari seluruh dunia.

Perpustakaan tersebut merupakan perpustakaan bidang hukum terbesar di kawasan Eropa dan salah satu yang terlengkap di dunia. Pada perpustakaan tersebut, terdapat rak khusus bagi karya Indonesia yang jumlahnya masih sangat minim.

Secara reguler, institut tersebut memberikan masukan hukum kepada parlemen, pengadilan dan pemerintah Jerman mengenai hal-hal yang berhubungan dengan International Law, Comparative Public Law dan European Law.

Secara berkala, institut tersebut memberikan masukan hukum melalui partisipasi anggotanya pada konferensi internasional dan keanggotaan pada organisasi nasional dan internasional.

Di samping itu, institut tersebut terlibat langsung dalam rekonstruksi institusi hukum dan peradilan di sejumlah negara, seperti Afganistan, Irak, Sudan dan Somalia.

"Saya mengagumi kelengkapan dan kesohoran institute ini dan berharap bahwa dengan banyaknya koleksi buku Indonesia di sini akan menjadi jendela buat dunia untuk mengerti dan memahami sistem hukum Indonesia," ujar Damos Dumoli Agusman.

Damos yang juga terdaftar sebagai peneliti tamu di institute ini berhasil menulis buku yang berjudul "Hukum Perjanjian Internasional, Kajian Teori dan Praktik Indonesia", yang juga disumbangkan ke perpustakaan tersebut.

(T.H-ZG/C/F002/F002) 13-01-2011 05:59:13

Selasa, 11 Januari 2011

WANITA INGGRIS

MAKIN BANYAK WANITA INGGRIS MENJADI MUSLIM

London, 10/1 (ANTARA) - Lebih dari 100.000 wanita Inggris kulit putih yang berusia rata-rata 27 tahun memilih menjadi Muslim, angka tersebut dua kali lipat dalam 10 tahun dengan rata-rata usia 27 tahun karena mereka muak dengan konsumerisme dan imoralitas.

Koran terkemuka Inggris Daily dalam laporannya minggu ini yang ditulis Jack Doyle menyebutkan terjadi gelombang pada wanita kulit putih muda mengadopsi agama Islam, tahun lalu tercatat sekitar 5.200 orang di Inggris memilih Islam diantaranya adik ipar mantan PM Inggris Tony Blair.

Tahun lalu Lauren Booth, saudara ipar mantan Perdana Menteri Tony Blair, menarik perhatian luas ketika ia mengumumkan bahwa ia telah masuk Islam.

Pengamat masalah Islam di Inggris, Hakimul Ikhwan, S.Sos., MA kepada koresponden Antara London, Senin menyebutkan fenomena bertambahnya jumlah Muslim di Inggris, terutama White British ke Islam tidak bisa dilepaskan dari tingginya intensitas dan masifnya publikasi mengenai Islam.

Menurut dosen di Universitas Gajah Mada yang sedang mengambil Phd di Essex University, mengatakan jumlah masyarakat Muslim sejak beberapa dekade terakhir dan semakin meningkat signifikan dalam satu dekade terakhir.

Hakimul Ikhwan mengatakan menarik untuk melihat alasan sebagian wanita yang convert adalah karena Islam "membebaskan" mereka dari konsumerisme dan immoralitas dengan penggunaan burqah, jilbab, kerudung dan busana muslimah sejenisnya.

Lagi-lagi berbasis spirit demokrasi dan individualitas, wanita berbusana muslimah banyak ditemui di berbagai kota di Inggris. Para immigran bisa dengan bebas berbusana muslimah.

Kondisi ini menyajikan "cermin" bagi wanita Inggris menjawab problem konsumerisme dan kebiasaan pesta di kalangan muda Inggris, ujar sarjana sosiologi UGM Yogjakarta.


Justru diminati
Hakimul mengungkapkan muncul pertanyaan, mengapa Islam yang cenderung tampil dengan wajah negatif (radikal destruktif) justru diminati atau menarik "White British untuk Convert ke Islam" Fenomena ini bisa disebabkan oleh beberapa hal.

Menurut Hakimul Ikhwan, yang sedang melakukan riset S3 nya Islamifikasi di Inggris dan Barat, pertama, prinsip-prinsip Barat yang menekankan pada kreativitas dan kebebasan berfikir individu memungkinkan individu-individu di Inggris untuk mempelajari (mengkaji) lebih dalam mengenai Islam.

Informasi yang sangat luas mengenai Islam bisa didapat melalui internet, ujar dosen sosialogi UGM, menambahkan selain itu, diskursus mengenai Islam dan masyarakat Muslim menjadi topik kajian dan penelitian yang semakin diminati di perguruan tinggi.

Ketika Islam dikaji oleh individu dalam kerangka akademik/ intelektual, maka sesuai dengan prinsip-prinsip keilmuan (scientific Barat) harus mengakses beragam sumber pemikiran (school of thoughts) dan mazhab yang beragam (pros and cons).

Hal ini memungkinkan tampilnya kekayaan tafsir, hikmah (wisdom), dan humanity dalam Islam. Islam yang nonradikal, damai (peaceful), moderat dan pluralis semakin menarik perhatian masyarakat Barat, ujar salah satu pendiri MASIKA ICMI Yogyakarta, dan ketua Indonesian Moslem Association in Nottinghamshire-Leicestershire, UK .

Kecenderungan ketertarikan terhadap Islam yang antikekerasan dan moderat bisa dilihat misalnya dalam wacana dialog multiagama (multi-faiths dialog) serta upaya untuk "mengarusutamakan" (mainstreaming) Islam yang non-Timur Tengah.

Dikatakannya dalam konteks inilah, Indonesia menjadi primadona.

"Wajah Islam Indonesia yang moderat, toleran dan sadar gender, misalnya menjadi "topik" utama yang diangkat oleh mantan PM Tony Blair dan Presiden AS Barrack Obama dalam kunjungan mereka ke Indonesia," ujar Hakimul Ikhwan, yang meraih Master di bidang Politics dan Social Policy di University of Nottingham, Inggeris.

Sebagai bagian dari masyarakat Muslim Indonesia, memiliki kesempatan besar yang luar biasa untuk menjadikan ekspresi Islam Indonesia sebagai "mainstream" atau alternatif dari ekspresi Islam Timur Tengah yaitu Islam adalah satu dalam kaitannya dengan Al-Qur'an, tetapi ekspresinya berbeda-beda di Timur Tengah, India Pakistan dan Indonesia.

Selain faktor publisitas dan discourse Islam yang menguat di tingkat global, faktor lain yang juga sangat menentukan meningkatnya conversion ke Islam di kalangan White British adalah meningkatnya jumlah para imigran Muslim di Inggris seperti dari Pakistan, Turki, Bangladesh, Timur Tengah, dan Asia seperti Indonesia dan Malaysia.

Banyaknya imigran muslim tersebut membuat simbol-simbol Islam tersebar luas dan dapat ditemui di berbagai penjuru kota. Misalnya, Butcher Halal atau halal meat, pizza halal, dan lain sebagainya seperti banyaknya wanita di jalan yang mengenakan jilbab.

Istilah "halal" telah menjadi "ikon" publisitas yang sangat efektif tentang Islam. Penjualan daging halal di supermarket seperti Tesco, Asda, dan Sainsburry, misalnya, membuat Menteri Pertanian Inggris harus menjelaskan kepada publik tentang pengertian daging halal atau halal meat.

Dalam perkembangannya, halal meat tidak semata soal Islam, tetapi juga soal makanan yang sehat Healthy meat/food, demikian Hakim.

(ZG)/B/A011)
(T.H-ZG/B/A011/A011) 10-01-2011 07:21:38

PADUAN SUARA

PADUAN SUARA INDONESIA MERIAHKAN 2011 DI YUNANI

London, 2/1 (ANTARA) - Kelompok Paduan Suara Nathania Ministry dari Indonesia yang didukung 30 personel memeriahkan perayaan Natal dan Tahun Baru 2011 yang diadakan di berbagai tempat di Yunani seperti Stasiun Metro di pusat Kota Syntagma, mal, hotel, panti jompo dan di gereja.

Kelompok Paduan Suara Nathania Ministry pimpin Ferederick Siahaan dengan konduktor Ridolf melakukan pementasan di berbagai tempat unik, ujar Sekretaris Dua KBRI Athena Widya Sinedu dalam keterangan yang diterima Antara London, Minggu.

Menurut Widya Sinedu, kehadiran kelompok padusuan suara yang di didukung KBRI Athena tampil di tempat keramaian itu menghibur ratusan masyarakat setempat.

Penampilan Nathania Ministry yang dinamis dengan menggabungkan suara sopran, alto, tenor dan bass serta didukung alat musik keyboard dan perkusi elektrik mendapat sambutan meriah dari masyarakat Yunani.

Dari keterangan sejumlah warga yang hadir memberikan apresiasi pada tim paduan suara itu berhasil memberikan nuansa berbeda dari rutinitas perayaan Natal dan Tahun Baru yang selama ini dilaksanakan di ibukota Yunani tersebut.

Kehadiran tim paduan suara dari Indonesia itu mendapat sambutan yang positif dari berbagai kalangan dan dinilai merupakan inisiatif yang sangat baik yang dapat dilakukan lagi di masa mendatang.

Dubes RI Athena menjelaskan selain sebagai salah satu wujud promosi Indonesia yang cukup efektif, pementasan tersebut juga menunjukkan bukti besarnya toleransi lintas agama di Indonesia sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar yang mengirimkan tim paduan suara untuk memeriahkan perayaan Natal dan Tahun Baru di luar negeri, khususnya Yunani.

Selain itu KBRI membantu proses permohonan izin dan komunikasi dengan pihak setempat, ujarnya.

Nathania Ministry merupakan yayasan nirlaba yang dibentuk pada tahun 1993 untuk melakukan pelayanan di berbagai tempat, kota dan negara melalui lagu-lagu pujian.

Misi Nathania Ministry juga ingin mengenalkan negara Indonesia tercinta dengan berbagai keanekaragaman kebudayaan kepada negara lain yang setiap tahunnya melakukan perjalanan pelayanan keliling dunia dan telah menyelesaikan perjalanan di lima benua. (ZG)
(T.H-ZG/C/E011/E011) 02-01-2011 23:50:59

"BIMA SAKTI"

WAYANG "BIMA SAKTI" SAMBUT 2011 DI HAMBURG

London, 2/1 (ANTARA) - Pagelaran wayang kulit dengan lakon "Bima Sakti" yang menceritakan perjalanan Bima ketika mencari jatidiri, mengawali acara menyambut Tahun Baru 2011 di KJRI Hamburg.

Bertindak sebagai dalang adalah Maharsi yang merupakan guru gamelan dan tari dari Kelompok Budaya Margi Budoyo bimbingan KJRI Hamburg, demikian keterangan pers KJRI Hamburg yang diterima Antara London, Minggu.

Suasana Indonesia dalam acara pergantian tahun begitu terasa, apalagi sebagian besar tamu di antaranya tokoh dan berbagai lapisan masyarakat Indonesia di Hamburg menonton wayang kulit sambil lesehan di atas tikar dan menikmati hidangan bakmi bakso.

Selain pagelaran wayang kulit yang dinikmati serasa menonton di pendopo itu, masyarakat Indonesia turut memeriahkan suasana malam itu dengan menampilkan berbagai atraksi, antara lain pembacaan puisi dan penampilan grup band .

Para pelajar yang tergabung dalam Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) cabang Hamburg serta grup Pelajar Indonesia Hamburg (selatan Hamburg) dan kelompok musik tradisional Masyarakat Nauli Indonesia (MNI) Hamburg juga tampil memeriahkan acara.

Konsul Jenderal RI Hamburg, Ibu Marina Estella Anwar Bey menyampaikan acara tahun baru diselenggarakan bukan untuk bersenang-senang, tetapi kesempatan untuk merenungi apa yang telah dilakukan sepanjang tahun 2010.

Ia juga mengingatkan kembali bahwa sebagian saudara di Tanah Air masih hidup dalam kesulitan karena dilanda berbagai bencana, untuk itu ia mengajak hadirin untuk terus membantu saudara-saudara yang sedang mengalami kesulitan di Tanah Air.

Kepada masyarakat Indonesia di Hamburg dan sekitarnya, Konsul Jenderal mengharapkan agar di tahun 2011 dapat lebih meningkatkan kemampuan berkarya serta terus mempertahankan persatuan dan keharmonisan di antara masyarakat Indonesia di Jerman, khususnya di Hamburg dan sekitarnya.

Walaupun sejak awal Desember 2010, kota Hamburg mengalami cuaca lebih dingin dari biasanya serta terus menerus diselimuti salju, namun pagelaran wayang kulit dan berbagai penampilan lainnya dapat menghangatkan para tamu dari iklim musim dingin tersebut.

Suasana semakin berkesan ketika detik-detik Tahun Baru 2011 disambut dengan nyanyian bersama lagu "Auld Lang Syne" dalam berbagai bahasa serta saling memberikan ucapan selamat tahun baru di antara para hadirin. (ZG)
(T.H-ZG/C/E011/E011) 02-01-2011 23:41:34

Sabtu, 01 Januari 2011

ANNIE LENNOX

ANNIE LENNOX DAPAT PENGHARGAAN DARI RATU INGGRIS

London, 1/1 (ANTARA)- Penyanyi kelahiran Skotlandia Annie Lennox (56) mendapat penghargaan dari Ratu Inggris Elizabeth II berupa "The Order of the British Empire- OBE", Sabtu.

Penghargaan itu diberikan atas jasanya menjadi duta Oxfam, yayasan sosial dan mendirikan SING kampanye untuk meningkatkan kesadaran AIDS di Afrika.

"Kami sangat senang mengumumkan bahwa Annie Lennox telah menerima OBE di tahun baru untuk pekerjaannya melawan AIDS dan kemiskinan di Afrika," demikian disampaikan website resmi Annie Lennox.

Lennox yang juga merupakan Goodwill Ambassador UNESCO untuk AIDS dan seorang aktivis perdamaian terkemuka, mengakui, "I'm genuinely honored to be part of the New Year's honors list for 2010," ujar Lennox yang mengatakan bahwa ia benar benar mendapat kehormatan mendapatkan penghargaan yang masuk dalam penerima penghargaan dari Ratu Inggris di tahun baru.

Annie Lennok mengakui bahwa sebagai sedikit dari seorang pemberontak, yang berarti dirinya telah melakukan sesuatu yang sangat benar, ujar penyanyi yang sekarang menetap di London.

Lennox, kelahiran Aberdeen 25 Desember 1954, yang baru meluncurkan album terbarunya dan terjual jutaan menyelang Natal yang berjudul "A Christmas Cornucopia", menduduki posisi tertinggi dalam tiga dekade "UK Chart hits", menerima penghargaan bersamaan dengan bintang film veteran Suchet yang dikenal dengan film seri Detektif Pairot.

Dalam album terbarunya Annie Lennox membawakan 12 lagu lagu tradisional antara lain "See Me Amid the Winter's Snow", yang dikenal sebagai "Hymn For Christmas Day" gubahan Edward Caswall dan John Goss era 1870-an. Serta "The First Noel", "Angels from the Realms of Glory", atau "Gloria"dan "Silent Night".

Lennox yang menjadi penata musik yang dikenal pembawa 'synth-pop' dan 'new wave era' di tahun 1980-an itu memasukkan unsur-unsur musik folk, Timur Tengah, dan musik abad pertengahan dalam album barunya yang melibatkan 30 musisi orkestra dengan paduan suara anak-anak Afrika.

Lennox yang menerima penghargaan itu bukan dari hasil musiknya, melainkan sebagai pekerja sosial, mengakui bahwa ia tidak pernah membayangkan untuk mendapatkan penghargaan tertinggi dari Ratu Inggris, apalagi dalam pekerjaannya sebagai duta Badan PBB untuk Kebudayaan UNESCO.

Lennox, kelahiran Aberdeen, 56 tahun lalu, yang sekarang tinggal di London, mengatakan dia "benar-benar terhormat" untuk menerima penghargaan tersebut.

Penyanyi yang populer dengan lagu "Sweet Dreams" dan "There Must Be An Angel" dengan iringan musik setengah Eurythmics itu juga telah memenangkan banyak penghargaan album Diva sebagai bintang solo.
Dia mengtakan, "Saya benar-benar merasa terhormat untuk menjadi bagian dari The New Year's Honours list tahun 2010."
(ZG)
(T.H-ZG/B/H-KWR/H-KWR) 01-01-2011 19:46:02