Rabu, 03 September 2014

KBRI LONDON

Antusias WNI di Inggris dalam pilpres tinggi

1 bulan lalu | Dibaca 7093 kali
London (ANTARA News) - Antusias warga Indonesia yang berada di Inggris untuk mengikuti pemilihan umum sangat besar tercatat lebih dari 1.135 warga Indonesia di London mengikuti pemilihan presiden langsung di tiga TPS London, Sabtu (5/7).

"Saya melihat antusias masyarakat Indonesia untuk ikut dalam pemilihan umum sangat besar," ujar Dubes RI untuk Kerajaan Inggris Raya dan Irlandia Hamzah Thayeb kepada Antara London, Sabtu.

Sejak pukul 10.00 pagi waktu Inggris masyarakat Indonesia yang datang dari berbagai kota mengunakan hak pilih mereka. Selain mengadakan pencoblosan langsung pada Sabtu, PPLN London juga mengirim surat suara melalui pos kepada sekitar 5.000 WNI di seluruh wilayah Inggris dari jumlah Daftar Pemilih Tetap yang tercatat sebanyak 7.088.

Pemilihan presiden tidak saja diikuti warga Indonesia yang ada di Inggris tetapi juga masyarakat Indonesia non resident yang datang untuk kunjungan singkat. Jumlahnya mencapai seratus orang termasuk di antaranya mantan Menteri BUMN Mustafa Abubakar yang menjabat wakil komisaris Bank BRI, karena sedang mengikuti Konferensi di London.

Selain itu, ada juga Deputi Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Bidang akuntan negara Drs Gatot Darmasto yang ikut kongres oditor Internasional di London bersama rombongan serta istri wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kuntari Nirwandar yang mendampingi Wamen Sapta Munandar menghadiri peresmian penyelengaraan Tour de France di kota Leeds, Inggris.

Bahkan Putri Presiden RI pertama Soekarno, Kartika Soekarno Putri pun ikut memilih di TPS satu KBRI London. "Saya ikut pemilihan untuk bangsa dan negara Indonesia yang lebih baik," ujar Kartika Soekarno kepada Antara London, usai memberikan suaranya dalam pemilihan presiden.

Indonesia yang lebih baik tidak saja menjadi harapan putri Bung Karno dengan Ratna Sari Dewi tetapi juga seluruh masyarakat Indonesia yang berada di Inggris Raya yang berbondong bondong ikut menggunakan hak pilihnya.

Ketua PPLN KBRI London, Masao Sinulingga kepada Antara mengakui bahwa banyak masyarakat Indonesia yang tidak mendaftar namun ingin mengunakan hak pilihnya. Bahkan mereka yang tidak memiliki formulir A5 formulir untuk pindah TPS tetap dilayani ujarnya.

"Asalkan mereka membawa identitas kewarganegraan Indonesia berupa pasport dan bukti diri seperti KTP tetap akan kami catat dan layani terutama mereka yang membawa formulir A5 untuk bisa mengunakan hak pilihnya dalam menentukan presiden untuk lima tahun mendatang.

"Saya melihat antusias masyarakat untuk ikut memilih setelah tahu dan mendengar bahwa TPS di London dibuka sampai jam delapan malam dengan durasi 10 jam sesuai dengan anjuran dan peraturan KPU, banyak warga yang bahkan ada yang baru tiba dari airport langsung ikut pilpres ke TPS," paparnya.

Masao Sinulingga mengatakan jumlah pemilih dari Indonesia mencapai 287 orang di antaranya mereka yang ikut seminar atau konferensi, wisatawan Indonesia yang berkunjung ke London serta keluarga dan orang tua yang mengunjungi anak mereka yang sedang belajar di Inggris. Sementara jumlah pelajar Indonesia yang menuntut ilmu di Inggris mencapai lebih 2.000 orang.

Di antaranya Rachmadya, mahasiswa S3 University Leed medical education dari Yogya yang khusus datang dari kota Leeds untuk bisa mengunakan hak pilihanya."Saya berangkat dari Leeds jam enam pagi, dan rencana saya akan kembali nanti malam, " ujar Rachmadya yang berharap pemerintahan mendatang bisa memperhatikan masalah kesehatan masyarakat.

Harapan yang sama juga disampaikan Fairuz Abadi Alwi yang lama menetap di London. Ia berharap pemerintahan mendatang bebas dari korupsi dan dapat lebih memperhatikan rakyatnya.

"Saya harapkan pemerintahan mendatang dapat lebih memperhatikan masyarakatnya dan juga bebas dari korupsi dalam upaya meningkatkan kesejahteraan rakyatnya," ujar Fairuz yang harus kembali bekerja di perusahaan Eurostar setelah melaksanakan kewajiban memberikan suaranya.

Pemilihan presiden yang dilakukan dalam bulan puasa dan lebih awal dari Jakarta itu semakin meriah dengan digelar nya bazaar makanan bagi yang tidak berpuasa dengan menyediakan aneka kuliner Indonesia mulai dari bakso, siomay, soto mie lengkap dengan kikil, makanan ringan, juga berbagai minuman dan bumbu asli Indonesia.  

KARTIKA

Putri Presiden Sukarno Mencoblos di London

  •  Indonesia Baru
  •  
  •  11
  •  
  •  06 Jul 2014 09:30
Kartika Soekarnoputri memilih di TPS 1 KBRI London. Ada juga Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Munandar.

Liputan6.com, London - Warga negara Indonesia di Inggris sangat antusias mengikuti pemilihan presiden. Di negeri Ratu Elizabeth itu, pencoblosan berlangsung pada Sabtu, 5 Juli 2014. 

tercatat lebih dari 1.135 WNI yang mengikuti pilpres di 3 Tempat Pemungutan Suara di London. "Saya melihat antusias masyarakat Indonesia untuk ikut dalam pemilihan umum sangat besar," kata Dubes RI untuk Kerajaan Inggris Raya dan Irlandia Hamzah Thayeb, Sabtu (5/7/2014). 

WNI berdatangan dari berbagai kota untuk mencoblos sejak pukul 10.00 pagi waktu setempat. Selain mengadakan pemungutan suara langsung, PPLN london juga mengirim surat suara melalui pos ke sekitar 5.000 WNI di seluruh wilayah Inggris dari 7.088 Pemilih Tetap yang tercatat.

Pemilihan presiden tidak hanya diikuti WNI yang tinggal di Inggris, tapi juga WNI nonresident yang melakukan kunjungan singkat. Jumlahnya mencapai seratus orang, termasuk mantan menteri BUMN yang sekarang menjabat wakil komisaris Bank BRI Mustafa Abubakar. Dia berada di London karena sedang mengikuti konferensi.

Ada juga Putri Presiden Sukarno, Kartika Soekarnoputri. Dia memilih di TPS 1 KBRI London. "Saya ikut pemilihan untuk bangsa dan negara Indonesia yang lebih baik," ujar Kartika usai memberikan suaranya dalam pemilihan presiden.
Deputi Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Bidang Akuntan Negara Gatot Darmasto, istri Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kuntari Nirwandar yang mendampingi suaminya Wamen Sapta Munandar, yang tengah menghadiri peresmian penyelengaraan Tour de France di kota Leeds, Inggris, juga ikut mencoblos.

Menurut Ketua PPLN KBRI London, Masao Sinulingga, banyak WNI yang tidak mendaftar namun ingin menggunakan hak pilihnya. Mereka tidak memiliki formulir A5, formulir untuk pindah TPS, tapi datang dan tetap dilayani.

"Asalkan mereka membawa identitas kewarganegraan Indonesia berupa pasport dan bukti diri seperti KTP tetap akan kami catat dan layani, terutama yang membawa formulir A5 untuk bisa mengunakan hak pilihnya," kata Masao. (Ant)

KBRI WINA

725 WNI Ikuti Pilpres di KBRI Wina
Minggu, 06 Juli 2014, 04:40 WIB
ANTARA FOTO/Ignatius Liliek
Ilustrasi Panitia Pemilu Luar Negeri menghitung surat suara di Konsulat Jenderal Republik Indonesia Melbourne, Australia, Rabu (9/4). PDI Perjuangan berhasil menang di seluruh TPS dengan perolehan suara 50 persen lebih.
REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Sebanyak 725 warga Indonesia mengikuti Pemilu di wilayah akreditasi Austria dan Slovenia yang terdiri dari 708 orang yang terdaftar pada Daftar Pemilih Tetap Luar Negeri (DPTLN) dan 17 orang pada Daftar Pemilih Tambahan Luar Negeri (DPTbLN).

Dari keseluruhan jumlah pemilih tersebut, sebanyak 400 surat suara dikirimkan melalui pos, demikian Councellor KBRI Wina Dody Kusumonegoro kepada Antara London, Sabtu.

Dia mengatakan, pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wakil Presiden tahun 2014 dimulai sejak pukul 08.00 pagi dan berakhir pada pukul 18.00 waktu setempat di KBRI/PTRI Wina sebagai Tempat Pemungutan Suara Luar Negeri (TPS) yang ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU),

Sebelum pemungutan suara dimulai, Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara Luar Negeri (KPPSLN) telah menerima dan memastikan kelengkapan logistik pemungutan suara, yaitu surat suara, kotak suara, bilik suara, dan tinta sidik jari.

Pemungutan Suara telah berjalan dengan tertib dan lancar di mana para pemilih secara umum telah memahami prosedur dan tata cara memilih.

Berdasarkan pendataan yang dilakukan Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Wina, jumlah pemilih di wilayah akreditasi Austria dan Slovenia adalah 725 orang, terdiri dari 708 orang yang terdaftar pada Daftar Pemilih Tetap Luar Negeri (DPTLN) dan 17 orang pada Daftar Pemilih Tambahan Luar Negeri (DPTbLN). Dari keseluruhan jumlah pemilih tersebut, sebanyak 400 surat suara dikirimkan melalui pos.

Berdasarkan hasil pemeriksaan setelah Pemungutan Suara selesai dilaksanakan, tercatat sebanyak 221 orang pemilih datang untuk memberikan suara di TPSLN pada KBRI/PTRI Wina.

Dari jumlah tersebut, 195 orang adalah pemilih yang terdaftar pada DPTLN, empat orang terdaftar pada DPTbLN dan 22 orang terdaftar pada Daftar Pemilih Khusus Luar Negeri (DPKLN).

Jumlah tersebut 3,76 persen lebih tinggi dibandingkan pada saat Pemilihan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat tanggal 5 April lalu di mana pemilih yang datang ke TPSLN berjumlah 213 orang.

PPLN Wina akan melakukan penghitungan surat suara di dalam kotak suara pada tanggal 9 Juli mendatang. Selanjutnya pada tanggal 14 Juli dilakukan rekapitulasi hasil penghitungan suara pada kotak suara dengan hasil penghitungan suara melalui pos.

Hasil rekapitulasi tersebut akan ditetapkan sebagai hasil penghitungan perolehan suara pada TPSLN di KBRI/PTRI Wina untuk Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2014 pada Daerah Pemilihan DKI Jakarta II (Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan Luar Negeri).

CAPRES

Pengamat: Capres Tak Perlu Fobia Dunia Internasional

London (Antara) - Pengamat Hubungan Internasional dari Australian National University Yasmi Adriansyah mengatakan para calon presiden tidak perlu fobia terhadap pandangan-pandangan kritis dari dunia internasional terhadap dinamika politik di Indonesia.
Dalam konstelasi hubungan internasional yang sudah sangat terbuka khususnya derasnya arus informasi baik melalui media konvensional maupun media sosial, tidak ada negara manapun yang dapat terlepas dari observasi dunia internasional, demikian Yasmi Adriansyah, pengamat Hubungan Internasional Kandidat PhD, Australian National University itu kepada Antara London, Jumat.
Dari sisi teori, hal ini dikenal dengan konsep `intermestik`. Artinya, antara isu-isu nasional dan internasional memiliki keterkaitan dan bahkan dapat saling memengaruhi.
Sebagai misal di dunia diplomasi, lazimnya norma-norma internasional yang diputuskan secara multilateral akan memengaruhi sikap atau pengambilan kebijakan di dalam negeri suatu negara.
Di sisi lain, posisi atau kebijakan nasional suatu negara dapat pula memengaruhi terbentuknya sebuah norma internasional, sejauh negara tersebut memiliki kapabilitas dan kecakapan diplomasi.
Dalam konteks tersebut di atas dan khususnya mengenai dibukanya sejumlah informasi off-the-record dari jurnalis internasional, Allan Nairn atas jati diri capres Prabowo Subianto, mantan diplomat itu berpandangan Prabowo dan tim suksesnya tidak perlu menganggap Allan sebagai ancaman.
Para capres jangan sampai terkesan menjadi fobia dunia internasional. Hal ini pun seyogianya berlaku untuk capres yang lain, Joko Widodo, ujar Director, Projecting Indonesia.
Allan Nairn, jurnalis senior yang terkenal dengan reportase investigatifnya, membuka fakta hasil wawancara di masa lalu dengan Prabowo bahwa salah satu kandidat presiden tersebut terkesan antidemokrasi. Prabowo juga pernah mengeluarkan kalimat kurang pantas terhadap Abdurrahman Wahid yang saat itu menjadi Presiden RI.
"Saya berpandangan, catatan kritis dari jurnalis atau media internasional terhadap capres manapun lebih merupakan catatan atas seorang politisi, bukan terhadap simbol negara, misalnya presiden," ujarnya.
Sekiranya Prabowo kelak terpilih menjadi presiden dan ternyata masih mendapatkan catatan kritis dari sejumlah media internasional khususnya untuk konteks rekam jejak masa lalu, hal itu baru dapat dianggap sebagai masalah negara. Berbagai komponen resmi negara perlu memberikan klarifikasi resmi.
Di sisi lain, fenomena ini sebenarnya justru menjadi peluang bagi Prabowo dan timsesnya untuk membersihkan nama baik beliau sendiri. Sejatinya, ada banyak catatan dimana Prabowo dan timsesnya perlu melakukan klarifikasi atas sejumlah isu.
Pertama, rekam jejak HAM. Kedua, informasi kritis seperti yang dibuka oleh Allan Nairn. Ketiga, pola-pola kampanye yang potensial menyinggung bangsa lain, seperti video ala Nazi yang dirilis Ahmad Dhani.
Kritisisme dunia internasional atas hal-hal di atas sangat wajar bahkan valid. Isu HAM adalah isu universal dan tidak mengenal sekat negara. Isu demokrasi sudah menjadi `bahasa dunia`, kecuali kalau Indonesia ingin kembali ke zaman otoritarianisme seperti di masa lalu.
Isu nazisme atau fasisme sendiri merupakan catatan kelam dunia, sehingga membangkitkan memori atas hal tersebut potensial melukai bangsa lain.
"Saya berpandangan, Indonesia akan menjadi negara yang besar dalam arti sebenarnya ketika para pemimpin dan rakyatnya memiliki sikap dan jiwa yang besar, termasuk dalam menghadapi dunia internasional, " Yasmi Adriansyah.(ma)

BERLIN

Rumah bersama bung Jokowi di Berlin

2 bulan lalu | Dibaca 5820 kali
ILUSTRASI Joko Widodo - Jusuf Kalla (ANTARA FOTO/Vitalis Yogi Trisna)
London (ANTARA News) - Masyarakat Indonesia di Berlin mendeklarasikan dukungan mereka terhadap pencalonan Jokowi dan Jusuf Kalla menjadi calon presiden dan wakil presiden dalam pemilu presiden 2014.

Dklarasi berlangsung di Rumah Bersama Bung Jokowi, sekretariat yang didirikan oleh masyarakat di Berlin sebagai pusat aktivitas dan konsolidasi menuju pilpres, demikian keterangan relawan Jakowi dan JK di Berlin Agung Krisna kepada Antara London, Selasa.

Dikatakannya dukungan terhadap calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 2 Jokowi-JK datang dari Kota Bonn, Kaiserslautern, Bremen, Erlangen, Herzogenaurach, Nurnberg, dan Frankfurt.

Acara deklarasi dilangsungkan dalam bentuk diskusi yang menghadirkan Eva Kusuma Sundari dan Masinton Pasaribuan dari PDIP melalui Skype.

Selain memberikan informasi mengenai hasil survey sementara berbagai lembaga yang sampai saat ini masih menempatkan pasangan Jokowi-JK pada posisi unggul, Eva juga meminta masyarakat Berlin untuk melakukan pengawasan pada hari pencoblosan dan penghitungan suara untuk menghindari kecurangan.

Menanggapi hal tersebut, masyararakat Berlin akan segera membentuk Tim Pemenangan Jokowi-JK di Berlin agar dapat melakukan fungsi pengawasan secara sah di hari pemilihan nanti.

Selanjutnya acara tanya jawab juga diramaikan dengan pertanyaan-pertanyaan mengenai visi misi Jokowi dan JK mengenai masalah diskriminasi terhadap kelompok-kelompok minoritas, penyelesaian kasus pelanggaran HAM, khususnya soal Papua dan juga soal pertahanan keamanan.

Pertanyaan mengenai pembelian senjata bekas dari Jerman dalam bentuk tank Leopard dan Marder juga mengemuka dalam diskusi.

Menanggapi pertanyaan ini Eva Sundari menjelaskan bahwa visi misi Jokowi saat ini dititikberatkan pada aspek "human security" yang menjadi titik berat keamanan adalah persoalan pendidikan, kesehatan, dan pangan, bukan keamanan dalam konsepsi tradisional.

Lebih lanjut mengenai penyelesaian kasus-kasus pelanggaran HAM, Eva menyatakan penegakan hukum menjadi salah satu agenda penting pemerintahan Jokowi.

Jika Jokowi menjadi presiden, sudah disiapkan Perpres untuk mendorong penyelesaian kasus-kasus pelanggaran HAM yang tersendat selama ini.

PERANCIS

Masyarakat Indonesia di Prancis Dukung Prabowo-Hatta
Rabu, 2 Juli 2014 | 8:36
[LONDON] Masyarakat Indonesia di Prancis telah mendeklarasikan dukungannya kepada pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

Mereka mendeklarasikan dukungannya Capres-Cawapres Nomor urut satu itu di taman Champs de Mars Eiffel, yang menjadi ikon Kota Paris, Prancis, akhir pekan lalu.

Relawan Prabowo-Hatta di Prancis, Harris Simaremare, kepada Antara London Senin waktu setempat mengatakan bahwa sebanyak 80-an warga negara Indonesia di Prancis terdiri atas pekerja migran, pelajar, dan mahasiswa yang memiliki pandangan sama bertemu dan mendukung pasangan Prabowo-Hatta.

Isi Deklarasi dari masyarakat Indonesia tersebut antara lain memberikan dukungan secara penuh pasangan Prabowo-Hatta sebagai capres-cawapres pada Pemilu Presiden 9 Juli 2014.

Mereka kemudian mengumpulkan tanda tangan dukungan masyarakat untuk pasangan Prabowo-Hatta.

Hadir dalam acara ini pengurus dan perwakilan parpol pengusung Capres No.1 (Koalisi Merah Putih) yaitu Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Gerindra, dan juga tokoh-tokoh masyarakat warga negara Indonesia yang sudah lama tinggal di Prancis.

Acara yang digagas Tim Relawan Pendukung Prabowo-Hatta ini dimulai dengan menyanyikan bersama lagu Indonesia Raya dan sambutan Tim Relawan Prabowo-Hatta Prancis, Yeti Aritonang.

Dalam sambutannya Yeti Aritonang menyatakan, acara ini adalah wadah silaturrahim bagi warga Indonesia yang tinggal di Prancis untuk menunjukkan dukungannya terhadap kebutuhan Indonesia akan pemimpin yang kuat, tangguh, dan mampu membawa Indonesia lebih terhormat dimata dunia internasional.

Kesadaran akan kebutuhan ini membawa masyarakat Indonesia di Prancis mendukung pasangan capres nomor 1, ujarnya.

Para relawan untuk Capres-Cawapres nomor 1 menyatakan akan bekerja secara sukarela dan sesuai kemampuan untuk memenangkan pasangan Prabowo-Hatta dengan mengajak masyarakat lainnya dan mengampanyekan pasangan ini secara beretika, bermartabat dan menjaga nilai-nilai persatuan bangsa.

Acara diteruskan dengan orasi dari masing-masing perwakilan partai politik yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih. Hadir berorasi yaitu perwakilan PKS dan Partai Gerindra.

Koordinator tim relawan Prabowo-Hatta dari PKS Prancis, Saldhyna, mengatakan, dalam orasinya Indonesia butuh figur yang kuat dan mampu mengayomi seluruh keberagaman masyarakat Indonesia. Selain itu Indonesia juga butuh pemimpin yang kuat dan ikhlas bekerja untuk rakyat Indonesia.

Semangat masyarakat tetap tinggi walaupun acara deklarasi disertai dengan hujan rintik di kota Paris, demikian Harris Simaremare.

Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 9 Juli 2014 diikuti pasangan capres dan cawapres, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla. [Ant/N-6]

KBRI SWEDIA

PILPRES - JOKOWI-JK UNGGUL SEMENTARA DI OSLO

     Oleh Zeynita Gibbons

    London, 10/7 (Antara) - Hasil perhitungan suara TPS Oslo, Norwegia, mencatat pasangan capres-cawapres Joko Widodo-Jusuf Kalla unggul sementara dengan perolehan suara 92 suara atau 81 persen dibandingkan dengan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa yang memperoleh 22 suara atau 19 persen.

         "Pasangan Jokowi-JK unggul dengan selisih suara 62 persen pada penghitungan suara yang masuk melalui TPS Oslo," kata Ketua KPPSLN Oslo, Dyah Kusumawardani, kepada Antara London, Kamis.

         Ia mengatakan penghitungan suara dilakukan mulai pukul 10.00 waktu setempat hingga selesai pukul 11.15 atau pasca-penghitungan suara TPS.

         "Angka ini masih sementara, karena kita masih menunggu perhitungan suara via pos yang akan dilakukan pada Senin atau 14 Juli 2014," katanya.

         Dalam Duta Besar RI Yuwono A. Putranto dalam kesempatan menghadiri penghitungan suara tersebut menyatakan rasa gembiranya bahwa proses Pilpres 2014 beserta penghitungan suara TPS berjalan dengan lancar dan baik.

   
`Saya sangat senang bahwa antusiasme masyarakat Indonesia di Norwegia terhadap proses demokrasi di Indonesia.  Tingkat turn-out masyarakat tinggi, dan mereka juga bisa memonitor proses Pilpres serta penghitungan suara di TPS Oslo via live streaming,¿ ucap Dubes Yuwono.

   
Terkait hasil akhir penghitungan suara untuk Norwegia dan Islandia, Ketua PPLN Oslo Faturrahman Yahya menjelaskan, `Kami masih menunggu surat suara dari para pemilih yang datang melalui pos, agar semua suara dapat dihitung.

   
PPLN Oslo berusaha memberikan waktu maksimal bagi mereka yang memilih lewat pos termasuk mereka yang tinggal di Islandia. Rekap hasil akhir baru bisa dihitung pada hari Senin mendatang.¿

Mayoritas pemilih di Norwegia dan Islandia, wilayah kerja PPLN Oslo, memang memilih untuk menggunakan jasa pos dalam Pemilu 2014, baik Pemilu Legislatif maupun Pemilu Presiden/Wakil Presiden. Dari 729 calon pemilih yang terdaftar dalam  DPT, 183 orang  atau 25,1 persen  memilih secara langsung via TPS, dan 546 orang  atau 74,9 persen menggunakan jasa pos. (ZG )
(T.H-ZG/B/E.M. Yacub/E.M. Yacub) 10-07-2014 22:22:01