Rabu, 09 Agustus 2017

BULGARIA

MAHASISWA INDONESIA RAIH PENGHARGAAN KOMPETISI MATEMATIKA BULGARIA
     Zeynita Gibbons

    London, 7/8 (Antara) - Mahasiswa Indonesia meraih berbagai penghargaan pada Kompetisi Matematika Tingkat Internasional di Bulgaria dan bendera merah putih berjaya di panggung penghargaan International Mathematics Competition for University Students (IMC) ke-24 ketika Tim Indonesia meraih berbagai kemenangan.
         Kompetisi Matematika Tingkat Internasional ini diadakan di American University, Kota Blagoevgrad, Bulgaria berlangsung dari tanggal 31 Juli hingga 6 Agustus, demikian Sekretaris pertama Pensosbud KBRI Sofia, Nurul Sofia kepada Antara London, Minggu.
         Stephen Sanjaya dari Universitas Pelita Harapan berhasil memenangkan mendali emas sebagai juara pertama, Jefferson Caesario dari Universitas Airlangga dan Poetri Sonya Tarabunga dan Institut Teknologi Bandung meraih mendali perak sebagai juara kedua.
         Kemenangan ini ditambah Dewita Sonya Tarabunga dari Institut Teknologi Bandung dan Muhammad Khairul Ramadhan dari Universitas Indonesia mendapat tempat di juara ketiga.
         Gelar-gelar ini dilengkapi Antonio Kevin dari  Universitas Indonesia dan Garry Ariel dari Universitas Gadjah Mada yang mendapat "honorable mention".
         Selain itu Yosua Feri Wijaya dari Universitas Diponegoro dan Muhammad Faikar Mustafidz Al-Habibi dan Universitas Negeri Malang mendapat sertifikat.
          Tim Indonesia terpilih melalui berbagai seleksi yang ketat dari tingkat universitas hingga level nasional. Peraih juara pertama hingga ketiga memperoleh beasiswa dari Pemerintah Indonesia  untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
         Pada pertandingan ini delegasi Indonesia didampingi Widyo Winarso dari Direktorat Kemahasiswaan Kemristek Dikti dan  Siti Fatimah dari Universitas Pendidikan Indonesia.
         Kompetisi IMC ini merupakan yang paling bergengsi di kelasnya  dan diikuti oleh 331 peserta dari puluhan negara di seluruh penjuru dunia.
         Tahun ini Israel dan Rusia merupakan salah satu negara yang menduduki posisi atas. Kompetisi terbuka untuk mahasiswa  dengan batasan umur 23 tahun.
         Materi ujian Berbahasa Inggris mengenai aljabar, analisis, geometri dan soal  kompleks lainnya yang harus diselesaikan dalam dua sesi masing-masing selama lima jam.

    ***4***
(ZG)
(T.H-ZG/B/E. Sujatmiko/E. Sujatmiko) 07-08-2017 05:47:39

Minggu, 06 Agustus 2017

EKUADOR

RENDANG DAN NASI GORENG DISERBU MASYARAKAT EKUADOR 
     Zeynita Gibbons
    London, 6/8 (Antara) - Hidangan rendang dan nasi goreng yang masuk dalam 50 makanan top dunia pilihan CNN diserbu masyarakat Ekuador dalam acara Pekan Kuliner dan Budaya Indonesia yang diadakan KBRI Quito di Restoran Portofino Hotel Hilton Colon Guayaquil, Quito, Ekuador.
         Sejak dibuka oleh Wakil Menteri Pariwisata Ekuador, Carlos Larrea, dan Dubes RI untuk Ekuador, Diennaryati Tjokrosuprihatono Selasa lalu, pagelaran kuliner dan budaya Indonesia bertajuk Wonderful Indonesia Week 2017 berhasil memikat ratusan pengunjung  menikmati kelezatan makanan Indonesia, demikian keterangan dari Pensoabud KBRI Quito yang diterima Antara London, Minggu.
         Kegiatan  berlangsung sejak tanggal 1 hingga 6 Agustus ini tidak saja menyajikan kuliner Indonesia tapi juga budaya dan kerajinan. Grup tari Saleho asal Boyolali  membawakan tari Topeng Ireng dan Sakeera menarik perhatian penonton.
         Khusus makanan, selain rendang dan nasi goreng yang masuk dalam 50 makanan top dunia pilihan CNN, juga disajikan berbagai makanan lain. Tim juru masak yang didatangkan khusus dari Indonesia Satu Foundation di Amsterdam didukung juru masak Wisma Duta RI di Quito, menyiapkan kuliner Indonesia.
         Hidangan Gohu Ternate yang mirip salah satu makanan khas Ekuador pun laris manis diserbu pengunjung.
    Selain rendang, sate ayam, sate maranggi, sate lilit, sayur lodeh, urap, gado-gado hingga asinan dan rujak buah juga laris manis .
         Begitu pun dengan nagasari, lemper, kue sus hingga bir pletok yang juga disukai  pengunjung yang harus merogoh kocek $45 per orang untuk menikmati semua makanan.
         Dubes Diennaryati Tjokrosuprihatono menyampaikan promosi kuliner dan budaya ini merupakan bagian dari upaya menarik  wisatawan dan pebisnis Ekuador  berkunjung dan melakuka bisnis di  Indonesia. Diharapkan melalui program ini setidaknya Hotel Hilton Colon bisa menjadikan masakan Indonesia masuk dalam menu,¿ ujarnya.
         Menurut Chef Eduard Rosadi,  Hilton Guayaquil menunjukkan minat  untuk memperlajari resep masakan Indonesia seperti nasi goreng.
         Selain kuliner pengunjung Restoran  Portofino menyaksikan tari-tarian dari Boyolali serta lagu Indonesia yang dibawakan musisi Yuyun George yang memadukan saksofon dan suling.
         Pengunjung diajak berkelana menyaksikan aneka ragam batik khas Indonesia melalui demo pembuatan batik dan fashion show busana-busana batik karya Yuku Moko, Opi Bachtiar, Wieke Dwiharti , Wignyo dan Nani Rahmat.

         Selama seminggu kegiatan berlangsung ratusan pengunjung yang berasal dari kota besar sekaligus kota bisnis di Ekuador ini menunjukkan  antusiasme pada kuliner dan budaya Indonesia. Meskipun sebagaian besar bahan makanan bisa ditemukan dengan mudah di Guayaquil namun penyajian ala Indonesia merupakan sesuatu yang eksotis.(ZG)****4****
(T.H-ZG/B/H. Zainudin/H. Zainudin) 06-08-2017 16:58:33

LUKISAN

Dubes buka pameran lukisan batik
Sabtu, 5 Agustus 2017 17:29 WIB - 1.261 Views
Pewarta: Zeynita Gibbons


London (ANTARA News) - Dubes Wening Esthyprobo membuka pameran Seni "Art Kalamakara" ke-4 menghadirkan seni lukis, seni fotografi dan lukis batik dari tiga seniman berbakat Hongaria, Balogh Laszlo, Bardos Yvette dan Ur Eleonora di Kota Budapest setelah sebelumnya dilaksanakan di kota Debrecen, Miskolc, dan Szentendre. Kamis lalu.

Acara pembukaan pameran Art Kalamakara, karya mantan darmasiswa dan pecinta Indonesia berlangsung selama sebulan dari tanggal 3 Agustus sampai 3 September mendatang, demikian keterangan yang diterima Antara London dari Pensosbud KBRI Budapest, Sabtu.

Dalam sambutannya Dubes Wening mengatakan kontinuitas merupakan kunci keberhasilan sebuah promosi. "Ini adalah kali keempat pelaksanaan Art Kalamakara dari lima pameran yang adakan tahun ini di seluruh kota-kota utama Hongaria dan KBRI Budapest siap mendukung ketiga seniman Hongaria yang mencintai Indonesia tersebut" ujar Dubes Wening.

Kalamakara salah satu bentuk sinergi dan kerja sama KBRI Budapest bersama seniman Hongaria, strategi ini cukup efektif mendatangkan pengunjung dan meningkatkan minat warga sekitar akan Indonesia. Penggunaan seniman lokal dalam promosi berhasil menarik lebih banyak pengunjung lokal karena selain mengerti kunci promosi lokal, seniman Hongaria yang merupakan Indonesianis tersebut juga sangat aktif mempromosikan Indonesia di dalam lingkungannya yang secara langsung berpengaruh terhadap minat pengunjung terhadap Kesemian Indonesia.

Rangkaian pameran Art Kalamakara di empat kota di Hongaria berhasil menarik lebih dari 2.000 pengunjung dan telah berhasil mendekatkan hubungan antara Indonesia - Hongaria melalui seni dan Budaya.

Pada acara pembukaan yang berlangsung Kamis lalu juga digelar pertunjukan gamelan, tarian serta kuliner khas Indonesia dihadiri sekitar 150 warga sekitar Barabas Villa, Kota Budapest.
Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2017

HAFIZ

Hafiz Darul Quran antusiastis ikuti kursus singkat di Inggris
Sabtu, 5 Agustus 2017 21:56 WIB - 2.168 Views
Pewarta: Zeynita Gibbons


Ustadz Yusuf Mansyur (ANTARA)
London (ANTARA News) - Anak didik Darul Quran asuhan Uztad Yusuf Mansur yang semuanya hafiz Quran, antusiastis mengikuti program Summer Courses yang diadakan di St.Clares Oxford College selama tiga minggu sejak akhir Juli hingga pertengahan Agustus. Mereka dibagi dalam beberapa kelompok usia.

Anak-anak remaja dari Darul Quran mengikuti programme ini terdiri dari kelompok umur mulai Junior Programme 10-15 tahun, dan joint Teenager 15-17 tahun dan kelompok usia di atas 18 tahun, kata konsultan dari St.Clares Oxford College Harmein Ferdinal Pribadi kepada Antara, Sabtu.

Harmein mengatakan progam summer school diadakan di kota pelajar ini menarik perhatian orang tua yang ingin menyekolahkan anaknya, namun bagi para hafiz Quran adalah hal yang baru. 

"Hal ini sesuai dengan keinginan Ustad Mansyur agar kalangan masyarakat Inggris juga bisa mengetahui bahwa anak-anak hafiz Al Quran juga bisa menulurkan ke pelajar lainnya," ujar Harmein.

Program summer school untuk para hafiz Quran dari Darul Quran ini akan berlanjut dan mereka akan bisa melanjutkan pendidilanlebih tinggi untuk program Pathways Foundation University agar mudah masuk universitas terbaik di Inggris.

Menurut Harmein, banyak pelajar Indonesia mengikuti program Summer School di Oxford seperti join Summer for Junior di St. Clares Oxford College programme selama tiga minggu untuk usia 10 sampai 15 tahun, dan Teenager for English Summer usia 15 sampai 17 tahun.

Selain belajar Bahasa Inggris, para siswa Indonesia ini juga mengikuti program lain seperti Visual Art programme dan media informasi, tapi umumnya untuk Junior English Summer adalah meningkatkan ilmu dan kemampuan Bahasa Inggris serta memberikan pengalaman dan ketrampilan dalam berbagai ilmu pengetahuan umum dan belajar sambil bermain, serta aktivitas lain.

Teenager English Summer memberikan pengalaman dan pengetahuan serta meningkatkan Bahasa Inggris serta mendapat arahan bagaimana mengadapi ujian masuk perguruan tinggi di Inggris.

Para hafiz Quran yang tengah mengikuti program summer school diantaranya Qumii Rahmatal Qulub yang berusia 12 tahun, sedangkan Programme Teenager English for Summer berlangsung dari 30 Juli hingga 19 Agustus diikuti Wirda remaja putri usia 16 tahun yang merupakan anak Yusuf Mansyur.
Editor: Jafar M Sidik

COPYRIGHT © ANTARA 201

SWEDIA

Kostum pengantin Minang memikat publik Swedia
Minggu, 6 Agustus 2017 09:01 WIB - 2.029 Views
Pewarta: Zeynita Gibbons


London (ANTARA News) - Kostum pengantin Minang lengkap dengan suntiang yang menghias kepala diaspora Indonesia menarik perhatian masyarakat Swedia dalam acara karnaval Landskrona Karnevalen di kota Landskrona di selatan Swedia, Sabtu (5/8).

Sekitar 40 diaspora Indonesia berasal dari berbagai kota di selatan Swedia terdiri dari ibu rumah tangga, para suami yang berkewarganegaraan asing dan anak-anak serta mahasiwa mengenakan busana daerah Indonesia milik KBRI Denmark.

Mereka mengikuti karnaval terbesar di Swedia yang diadakan sejak 1992 setiap bulan Juli.

"Kami ingin bangsa Swedia memahami kesamaan budaya Indonesia yang juga suka anak-anak seperti bangsa Swedia," kata penanggung jawab tim Indonesia, Nina Mussolini-Hansson kepada Antara London, Sabtu.

Landskrona Karnevalen adalah karnaval terbesar di Swediayang  menampilkan beragam artis, dari artis profesional Swedia maupun dari klub tari dihadiri sekitar 300 ribu penonton, baik penduduk setempat maupun turis. 

Acara dimeriahkan dengan tivoli atau tempat bermain anak-anak dan pesta kuliner dari berbagai negara.

Puncak acara Landskrona Karnevalen adalah pawai yang diikuti Tim Indonesia berjalan dan bergoyang dengan diiringi lagu Maumere, Sinanggar Tulo, Angin Mamiri, musik Dayak dan musik Minangkabau. 

Gerimis yang turun tidak membuat peserta kehilangan semangat, begitu melihat antusiasme penonton yang berjubel di sepanjang jalan.

Di sepanjang jalan pusat kota Landskrona, tempat pawai berlangsung, publik berebut memotret tim diaspora Indonesia, terutama pengantin Minang yang menggunakan suntiang kepala khas Minang.  

Tidak jarang penonton menyetop pengantin untuk mengambil gambar. 

"Wow! kalian sangat meriah. Kostum kalian sangat indah dan berwarna-warni. Boleh saya foto bersama sebentar?" ujar seorang penonton bernama Kristin Petterson, saat melihat kostum pengantin Minang.

Diaspora Indonesia tergabung dalam Indonesia Bagus Dance Club, membawakan tiga tarian mewakili pulau di Indonesia, yakni Tari merak dari Jawa Barat, Tari Kipas dari Sulawesi dan Tari Maumere dari NTT. 

Ratusan penonton memadati panggung menyaksikan tim Indonesia menari. Kehadiran Indonesia, bagi sebagian besar penonton menjadi alternatif tontonan baru Landskrona Karnevalen yang selama ini didominasi Amerika Latin dan Samba.

Acara yang diinisiasi Pemda Landskrona melibatkan berbagai institusi dan perusahaan Swedia. 

"Tujuan kami membuat public awereness tentang Indonesia di kalangan publik Swedia cukup berhasil. Apalagi dijadikan cover youtube resmi Landskrona Karnevalen 2017," ujar Nina Mussolini-Hansson. 


Editor: Monalisa

ATLETIK

ATLETIK - ULFA SILVIANA BERLAGA DI KEJUARAAN DUNIA LONDON
     Oleh Zeynita Gibbons

    London, 5/8 (Antara) - Ulfa Silviana (20), atlet pelatnas Prima Pratama, menjadi satu-satunya atlet Indonesia yang berlaga di kejuaraan dunia atletik IAAF di London, Inggris pada 4-13 Agustus.
         Ibu kota Inggris itu yang menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia IAAF London 2017 di mana 2038 atlet dari lebih 200 tim akan bersaing.
         Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan PB PASI Boedi Darma Sidi kepada Antara di London, Sabtu, mengatakan kehadirannya di Inggris membawa tiga misi yaitu selain mendampingi Ulfa Silviana itu, ia juga mengikuti kongres IAAF ke-51 serta internasional coaching clinic.
         Presiden IAAF Sebastian Coe secara resmi membuka Kongres IAAF ke-51 pada upacara pembukaan di Tate Modern London Selasa malam, diikuti  delegasi lebih dari 200 Federasi IAAF.
         "Kejuaraan ini akan spektakuler," kata Coe. "Mereka memiliki standar kualifikasi tertinggi, jumlah atlet terbesar yang bersaing dan jumlah tiket terbanyak terjual. London akan menjadi Kejuaraan Dunia IAAF terbesar yang pernah ada."
    Lebih lanjut Boedi Darma Sidi mengatakan, dalam kongres IAAF yang berlangsung pada 2 dan 3 Agustus lalu dibahas perkembangan atletik dunia. Selain masalah peraturan dan regenerasi juga di bahas masalah dopping dan perkembangan yang terjadi di dunia atletik.
         Sementara itu  pada coaching clinic juga dibahas perkembangan terbaru yang terjadi di bidang pelatihan dan peraturan yang diterapkan pada pertandingan atletik.
         Pada kejuaraan dunia atletik yang diikuti 2.038 atlet dari lebih 200 tim, Ulfa Silviana yang juga atlet lari spesialis nomor 200 meter rencananya akan bertanding pada Selasa depan.
         Gadis kelahiran 8 Maret 1997 memiliki catatan waktu terbaiknya 24.94 di 200 meter yang diciptakan di Bangkok pada 14 Juni 2017. ***4***

(T.H-ZG/B/J. Suswanto/J. Suswanto) 05-08-2017 22:30:49


OXFORD

PPI GELAR OXFORD EDUCATION DAY
     Oleh Zeynita Gibbons

   London, 5/8 (Antara) - Para pelajar Indonesia yang tergabung dalam PPI Oxford bekerja sama dengan PPI Cambridge, PPI UK, Oxford University Indonesia Society (Oxonis), dan Indonesian Society at Oxford Brookes (ISOB) mengadakan  Oxford Education Day.
        Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan gambaran dan menyediakan "peta" bagi pelajar Indonesia menuju universitas top di kedua kota tersebut, kata Presiden PPI Oxford Sandoko Kosen kepada Antara London, Sabtu.
        Dalam Oxford Education Day, panitia mengundang empat mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di kota Oxford dan Cambridge. Mereka ialah Muhammad Najib (DPhil Computer Science, Oxford), Tracey Harjatanaya (DPhil Education, Oxford), Sabrina Anjara (PhD Public Health, Cambridge), dan Gede Maha Putra (PhD Urban Design, Oxford Brookes).    
   Keempat narasumber tersebut berbagi pengalaman dan kiat tentang proses penerimaan mahasiswa (S1, S2, S3), penyusunan "personal statement" dan proposal riset, informasi beasiswa yang tersedia, dan serba-serbi kehidupan akademis dan sosial di kota Oxford dan Cambridge.
        Selain itu, panitia juga mengundang pembicara  lainnya seperti Gunawan dan Harmein Ferdinal yang memberikan informasi kepada pelajar-pelajar SMA dan sederajat tentang program summer school, International Baccalaureate (IB), pre-university, dan program kepemimpinan di Oxford.
        Acara itu disiarkan langsung melalui live streaming di saluran YouTube resmi PPI Oxford. Selain itu, bergabung rekan-rekan mahasiswa Universitas Pertamina melalui telekonferensi dari Jakarta. Sekitar  100 peserta dengan antusias menyimak sekaligus bertanya jawab dengan pembicara tentang seluk-beluk persiapan dan perkuliahan di Oxford dan Cambridge.
        Para pembicara menyarankan kepada pelajar di Indonesia untuk  pro aktif mencari informasi tentang sekolah melalui situs resmi universitas yang ada. Dengan banyak beasiswanya yang spesifik ke UK seperti beasiswa pemerintah, LPDP dan Chevening, dan beasiswa lainnya seperti Clarendon, Jardine dan Gates Scholarship, pelajar Indonesia sudah tidak ada hambatan secara finansial membiayai uang sekolah maupun biaya hidup di Inggris.
        Karena keberagaman budaya di kota Oxford dan juga kota-kota lain di Inggris, kebebasan beragama juga sangatlah dihargai di kota-kota pelajar seperti Oxford dan Cambridge.         
   Oxford dan Cambridge adalah dua kota di Inggris yang terkenal sebagai kota pelajar melalui dua universitasnya yakni University of Oxford dan University of Cambridge.
        Dua universitas tersebut adalah perguruan tinggi tertua di dunia Barat yang masih beroperasi dari awal berdirinya (Oxford tahun 1096, Cambridge tahun 1209) hingga saat ini. Dengan umur yang hampir satu milenia, Oxbridge mampu membangun reputasinya sebagai universitas elit di dunia.
        Lebih dari 140 penerima Nobel, 11 penerima Fields Medal, 3 Abel prize, dan puluhan pemimpin dunia pernah berkuliah atau berafiliasi dengan dua universitas ini.
       Selain dua universitas "tradisional", kota Oxford juga menjadi rumah universitas besar lainnya Oxford Brookes University. Salah satu bidang unggulan di Oxford Brookes adalah arsitektur. Oxford School of Architecture di Oxford Brookes adalah institusi pendidikan arsitektur terbesar di Britania Raya. ***4***
T.ZG

(T.H-ZG/B/M. Anthoni/M. Anthoni) 06-08-2017 06:09:30


pobtrans.gif