Minggu, 07 Oktober 2018

ROMA

LAGU TOPE GUGU DARI PALU DITAMPILKAN DI FESTIVAL FILM ROMA
Zeynita Gibbons

London, 5/10 (Antara) - Lagu "Tope Gugu" dari Palu dimainkan dalam pembukaan acara Festival Film Asiatica di Roma, Italia, yang berlangsung 3-10 Oktober.

Festival Asiatica adalah ajang tahunan terkemuka yang khusus menampilkan sinema berkualitas dari negara-negara Asia yang digelar di salah satu bioskop bersejarah di tengah kota Roma.  
Sebanyak 30 judul film ditayangkan, termasuk film Indonesia berjudul "Marlina Si Pembunuh dalam 4 Babak" yang akan diputar pada 9 Oktober mendatang, demikian Pensosbud KBRI Roma, Aisyah M. Allamanda kepada Antara London, Jumat.

Pada acara pembukaan Festival Film Asiatica yang diadakan di We Gil Roma, tampil berbagai penampilan seni dan budaya dari sejumlah negara Asia, termasuk Indonesia.

Dari Indonesia, hadir Band Dwiloka asuhan KBRI Roma yang memainkan musik hasil perpaduan instrumen tradisional seperti gamelan dan angklung dengan instrumen internasional piano, saksofon dan trumpet.  
Dibuka oleh "Janger" dari Bali, dilanjutkan medley nyanyian daerah nusantara lain serta nomor-nomor populer Italia, penampilan mereka ditutup dengan lagu Palu "Tope Gugu" yang secara khusus disebutkan bahwa lagu tersebut dibawakan sebagai tanda ingat dan simpati bagi saudara setanah air di Sulawesi Tengah yang saat ini tengah ditimpa musibah bencana alam gempa dan tsunami.

Penampilan sederhana namun unik dari Band Dwiloka tersebut memperoleh pujian dari pengunjung, utamanya mengingat para personelnya bukan musisi profesional melainkan pejabat dan staf KBRI Roma.

Ornamen angklung dan gamelan Bali yang dipajang pun mencuri perhatian.

Mereka yang mampir di Pojok Indonesia pun turut menuliskan pesan simpati bagi masyarakat Indonesia melalui kertas berwarna-warni yang ditempelkan di papan hias.

Beragam ungkapan rasa solidaritas disampaikan disertai harapan agar Indonesia dapat menangani permasalahan akibat bencana dengan sebaik mungkin.

"Saya merasa dekat dengan Indonesia. Mudah-mudahan, meski bencana alam datang silih berganti, bangsa Indonesia dapat tetap optimis dan semangat," demikian harapan penyelenggara festival, Italo Spinelli.  
Spinelli adalah sutradara kenamaan Italia yang juga pernah menyutradarai film dokumenter tentang kehidupan pesantren Indonesia, "Da'wah".

***4***

(T.H-ZG/B/F. Supratiwi/C/F. Supratiwi) 05-10-2018 06:51:42

LONDON


Preview Foto
PEMERINTAH INGGRIS SAMPAIKAN DUKACITA BUAT PALULOMBOK
Zeynita Gibbons

London,5/10 (Antara) -Pemerintah dan rakyat Inggris menyampaikan dukacita dan doa atas peristiwa gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Palu dan Donggala,Sulteng serta bencana alam di Lombok,NTB dan Inggris menyatakan siap memberikan bantuan.

Hal itu diungkapkan Menteri Negara untuk urusan Persemakmuran, PBB dan Kementerian Luar Negeri Inggris, Lord Ahmad of Wimbledon yang menjadi tamu kehormatan dalam acara resepsi diplomatik yang diadakan KBRI London dalam rangka HUT RI ke-73 dan HUT TNI bertempat di KBRI London, Kamis malam.

Minister Counselor KBRI London, Thomas Siregar kepada Antara London, Jumat mengatakan dalam acara resepsi diplomatik hadir sekitar 300 undangan terdiri atas sejumlah duta besar, atase pertahanan dan kalangan diplomatik, serta pejabat dari kalangan Pemerintah Inggris, pengusaha dan mitra kerja KBRI London.

Pemerintah Inggris telah menyampaikan bantuan sebesar dua juta pounsterling serta bantuan alat angkut udara berupa pesawat Hercules C-130 dan sejumlah bantuan kemanusiaan lainnya.

Lord Ahmad memuji eratnya hubungan Inggris dan Indonesia selama ini khususnya dalam bidang pendidikan,perdagangan dan investasi. Inggris menyambut baik hubungan kerja sama yang semakin baik dan meningkat dengan Indonesia di masa depan.

Dubes RI untuk Inggris Raya, Republik Irlandia dan Organisasi Maritim Internasional, Rizal Sukma menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas nama pemerintah dan rakyat Indonesia kepada pemerintah dan rakyat Inggris atas ucapan simpati, bantuan dan dukungan yang diberikan dalam membantu korban gempa bumi dan Tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

Dubes Rizal Sukma mengajak seluruh hadirin meluangkan waktu sejenak untuk mendoakan korban bencana alam di Sulawesi Tengah dan menyampaikan terima kasih kepada Lord Ahmad of Wimbledon yang bersedia hadir pada acara resepsi diplomatik dalam rangka perayaan HUT ke-73 RI dan TNI.


Pasang surut
Menjelang 70 tahun hubungan diplomatik RI-Inggris pada tahun 2019, Dubes Rizal Sukma mencatat dinamika hubungan yang sempat mengalami pasang-surut, namun sejarah menunjukkan hubungan kedua negara semakin kokoh melalui nilai-nilai persahabatan, saling menghormati dan kerjasama.

Indonesia dan Inggris memiliki karakteristik yang sama baik dalam nilai-nilai kehidupan berbangsa dan bernegara maupun dalam hal visi negaranya.

Kedua negara sama-sama memandang penting untuk memelihara dan mengembangkan nilai-nilai demokrasi dan menghormati serta menjunjung tinggi hak asasi manusia, ujarnya.

Sebagai negara demokrasi yang relatif masih muda, Indonesia yang merupakan negara demokrasi terbesar nomor tiga di dunia, akan terus berupaya untuk mempertahankan dan menyempurnakan sistem demokrasi Indonesia.  
Dubes mengakui proses tersebut tidaklah mudah, namun melalui upaya yang terus menerus, ia yakin bahwa demokrasi Indonesia akan semakin maju dan semakin baik. Hal ini dapat terlaksana melalui kerja keras untuk meningkatkan perlindungan dan penghormatan terhadap hak asasi manusia, mempertahankan keberagaman dan pluralisme serta toleransi sesama manusia.

Dalam konteks bilateral, Dubes Rizal Sukma menegaskan sebagai sesama negara kepulauan, Indonesia dan Inggris sama-sama memiliki kepentingan dalam memanfaatkan laut untuk kepentingan rakyat banyak.

Kedua negara telah melakukan berbagai kerja sama dalam menjaga laut untuk masa depan yang lebih baik, dengan mengatasi masalah polusi di laut, sampah plastik yang merusak ekosistem laut dan memastikan keamanan navigasi dan aturan pemanfaatan laut yang diatur dalam Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS).

Ditengah-tengah meningkatnya upaya-upaya proteksionisme perdaganganm Indonesia dan Inggris sebagai sesama negara G-20 berkepentingan untuk bekerja sama dalam memastikan perdagangan yang bebas dan adil.

Secara khusus, Dubes Rizal Sukma mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Inggris yang telah memberikan dukungan atas pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB 2019-2020. Dalam hal ini, Inggris dan Indonesia akan bekerja sama lebih erat pada tahun mendatang dalam upaya mempertahankan perdamaian dan keamanan internasional.

Sementara dalam konteks regional, Indonesia menyambut baik engagement yang lebih mendalam dari Inggris baik dalam konteks ASEAN-UK maupun Asia Timur yang menjadi pusat grafitasi dunia saat ini.

Diakhir sambutan, Dubes Rizal Sukma mengajak semua yang hadir dalam acara resepsi diplomatik tersebut untuk bersulang untuk Ratu Inggis dan demi semakin kuatnya hubungan bilateral Indonesia-Inggris.

Senada dengan Dubes Rizal Sukma, Lord Ahmad memandang Inggris dan Indonesia memiliki visi yang sama dalam pemanfaatan laut untuk kepentingan rakyat banyak, memerangi pemanasan global serta polusi plastik di laut.


Indonesia contoh
Sebagai utusan khusus PM Inggris dalam bidang Kebebasan Beragama, Lord Ahmad secara khusus menyatakan Indonesia memberikan contoh yang baik dalam mempraktikkan kehidupan yang toleran antarumat beragama dimana seluruh rakyat Indonesia tanpa memandang dasar agama dan keyakinannya, menyatakan bersatu pasca peledakan bom di beberapa gereja di Surabaya pada beberapa waktu lalu.

Baik Indonesia maupun Inggris dapat mengambil pelajaran berharga dari peristiwa tersebut dalam upaya memerangi terorisme dan ekstremisme, ujarnya.

Hubungan bilateral Inggris dan Indonesia semakin diperkuat dalam konteks global yakni sebagai sesama negara G-20, sesama anggota Dewan Hak Asasi Manusia, ASEAN dan dengan dipilihnya Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB 2019-2020.

Diakhir sambutannya, Lord Ahmad mengajak Dubes Rizal Sukma dan hadirin bersulang bagi meningkatnya hubungan dan kerja sama bilateral Indonesia-Inggris di masa depan.

Sebagai bentuk rasa syukur atas kemerdekaan dan kemajuan Indonesia yang dicapai selama ini, diadakan pemotongan tumpeng oleh istri Duta Besar RI London, Hana A. Satriyo, dan diserahkan kepada , Lord Ahmad dan istrinya sebagai bentuk kehormatan atas kehadirannya dan harapan agar semakin kokoh hubungan bilateral kedua negara.

sate ayam, soto bogor, siomay bandung, nasi gudeg jogja, dan sejumlah jajanan pasar sambil menyaksikan penampilan Degung Sunda yang dimainkan kelompok gamelan Sekar Enggal pimpinan Simon Cook dari City University, London.

Undangan juga dihibur dengan penampilan London Angklung Ensemble pimpinan Hana A. Satriyo memainkan beberapa lagu diantaranya Manuk Dadali dan Bengawan Solo.***2***
ZG/b/a011
(T.H-ZG/B/A.F. Firman/A.F. Firman) 05-10-2018 06:15:03



Sent from Yahoo Mail for iPhone

SWEDIA



MUSIK GAMELAN PUKAU MUSISI KLASIK SWEDIA  
Zeynita Gibbons


London, 1/10 (Antara) - Alunan musik Gamelan Jawa yang ditampilkan kelompok musik Gongbron membuka Festival Debussy 100 yang menghadirkan pianis kawakan dari Kawasan Skandinavia berhasil memukau 200 penonton termasuk musisi klasik Swedia dalam konser yang diadakan di gedung Eric Ericssonhallen, Stockholm Swedia, Minggu waktu setempat.

Pensosbud KBRI Stockholm, Ernest Hadinoto kepada Antara London, Senin mengatakan penampilan ini sangat istimewa mengingat karya-karya komposer musik klasik asal Perancis, Claude Debussy terinpirasi oleh karya musiknya. 
"Penampilan gamelan Jawa yang membuka Festival Debussy adalah jembatan yang dapat menghubungkan Indonesia dan Swedia dalam meningkatkan kerjasama khususnya di bidang seni budaya," kata Dubes RI di Stockholm, Bagas Hapsoro dalam sambutannya saat acara pembukaan festival.  
Penampilan Gamelan Jawa dibawakan 13 musisi gamelan berkewarganegaraan Swedia dan Indonesia, yang dipimpin Urban Wahlstedt, warga Swedia yang mendalami gamelan dan wayang kulit sejak lama.

Para pianis Swedia dimanjakan dengan langgam Jawa "Aja Lamis" yang membawa mereka pada perjalanan waktu ketika Debussy tahun 1889 terpukau oleh alunan gamelan di Festival Paris Exposition Universelle. Di akhir penampilannya, grup gamelan mendapat standing ovation dari para musisi Skandinavia yang hadir. Puluhan musisi Eropa khususnya dari Nordik memainkan karya Debussy (1862-1918).

Profesor Stefan selaku produser program "Piano Visions piano series" menyatakan pemilihan gamelan adalah sangat tepat mengingat semasa hidupnya Debussy terinspirasi dengan musik tradisional Jawa¿, kata Professor Stefan yang saat ini aktif mengajar di Royal College of Music di Stockholm ini.

"Kami sebagai penggemar musik gamelan bertujuan untuk melihat kembali gema peradaban gamelan dan sekaligus ingin mendalami mengapa Debussy menyukai gamelan," ujar pria 82 tahun tersebut.

Professor Stefan Bojsten selaku produser festival menyampaikan kegembiraannya melihat grup gamelan Gongbron hadir membuka festival Debussy.

"Gamelan telah menginspirasi karya-karya komposer dunia seperti Claude Debussy dan Erik Satie, sehingga kehadiran grup gamelan Gongbron membuka festival ini adalah suatu kehormatan," ujarnya.

Grup Gamelan Gongbron sudah sering tampil di Swedia dan beberapa kali mengiringi penampilan wayang kulit. Dua penampilan terakhir adalah di Thielska Gallery, museum seni lukis di Stockholm serta Pesta Rakyat HUT RI ke-73 di Wisma Indonesia Stockholm. Penampilan berikutnya pada bulan November mendatang di Stockholm yang akan menampilkan wayang kulit. 
Dubes Bagas Hapsoro memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh anggota grup gamelan Gongbron yang telah mengantar seni budaya Indonesia ke panggung internasional, meningkatkan hubungan antara masyarakat Indonesia dan Swedia serta menjadi duta seni Indonesia. ¿Kita patut berbangga kesenian tradisional dihormati di Swedia. Oleh karena itu, KBRI Stockholm akan terus mendukung usaha mempromosikan budaya Indonesia, demikian Dubes Bagas. (ZG)**4***



Sent from Yahoo Mail for iPhone

KOPENHAGEN



KBRI KOPENHAGEN GELAR DOA BERSAMA UNTUK PALU DAN DONGGALA
Zeynita Gibbons

London, 2/10 (Antara) - KBRI Kopenhagen memanjatkan doa bersama untuk korban bencana alam gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Kota Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, pada peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun 2018, Senin (1/10).

Duta Besar RI, M Ibnu Said yang bertindak selaku Inspektur Upacara memimpin doa bersama dan ikut menyampaikan duka cita dan belasungkawa sedalam-dalamnya atas bencana alam yang dihadapi oleh saudara saudari kita di kota Palu, Donggala dan sekitarnya.

Pensoabud KBRI Kopenhagen , Ismail N Pulungan kepada Antara London, Selasa, mengatakan upacara berlangsung hikmat dan diikuti seluruh keluarga besar KBRI Kopenhagen. (ZG) ***4***
Ridwan Chaidir

(T.H-ZG/C/R. Chaidir/R. Chaidir) 02-10-2018 05:50:17



Sent from Yahoo Mail for iPhone

INDIA





INDONESIA-INDIA PERTAMA KALINYA GELAR DIALOG LINTAS AGAMA
Zeynita Gibbons

Jakarta,3/10 (Antara) - Indonesia dan India sepakat bergandengan tangan memperjuangkan perdamaian dunia melalui sejumlah bidang, yaitu dialog lintas agama, pendidikan, kebudayaan dan media untuk pencegahan tumbuhnya paham radikal dan tindak kekerasan ekstremisme.  
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri, A.M. Fachir, pada pidato pembukaan Dialog Lintas Agama Indonesia-India di Yogyakarta, Rabu.

Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri, Cecep Herawan mengatakan Dialog Lintas Agama ini merupakan yang pertama kali dilakukan oleh Indonesia bersama India. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari komitmen Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri India yang disampaikan saat kunjungan kerja PM. Modi ke Jakarta, 29-31 Meisilam.

Penasehat Ekonomi PM Modi, Mr, Bibek Debroy, mengatakan Indonesia dan India memiliki kedekatan dari segi geografis, budaya, sejarah, dan keberagaman masyarakat, Untuk itu dialog ini merupakan forum yang penting untuk mengatasi tantangan terhadap perwujudan harmoni dan toleransi dalam masyarakat.

Dialog dihadiri Menteri Negara urusan Luar Negeri India, M.J. Akbar, dan Duta Besar India untuk Indonesia Pradeep K. Rawat, diikuti oleh delegasi dari kedua negara yang terdiri dari pejabat pemerintahan, pemuka agama, ilmuan dan intelektual.

Indonesia dan India saling berbagi keunikan dalam hal kehidupan beragama. Jika Indonesia memiliki populasi umat Muslim terbesar di dunia, maka India merupakan rumah dari populasi umat Hindu terbesar di dunia.

Selain itu, populasi umat Hindu di Indonesia cukup besar, dan sebaliknya, populasi umat Islam di India juga signifikan. Maka dari itu, kegiatan ini menjadi relevan, ujar A.M. Fachir.

Dikatakannya kedua negara bisa saling berbagi dan belajar dari pengalaman satu sama lainnya dalam mengelola keberagaman di negara masing-masing.


Isu keberagaman
Forum dialog berlangsung sangat hidup, dimana para delegasi berdiskusi membahas isu-isu terkait pengelolaan keberagaman. Pada sesi yang membahas peran pemuka agama dan masyarakat madani dalam menciptakan harmoni sosial di tengah masyarakat majemuk, Dr. Abdul Mu'ti, Dr. Dicky Sojan dan Prof. I Ketut Widnya mewakili Indonesia menjadi narasumber dan penanggap.

Sementara itu, Dr. Siti Syamsiatun, Prof. Dr. Khoiruddin Nasution dan Suhadi Cholil mewakili Indonesia sebagai pemateri dan penanggap pada sesi yang membahas upaya-upaya pencegahan dan pemberantasan tindak kekerasan ekstremisme, terorisme, radikalisma dan ujaran kebencian.

Pada forum dialog ini, India diwakili oleh tokoh dan praktisi kenamaan, diantaranya Conrad Sangma (Kepala Negara Bagian Meghalaya), Asif Ibrahim (Utusan Khusus Perdana Menteri untuk Kontra-Terorisme), Maulana Mehmood Madani (intelektual Islam terkemuka), Tariq Mansoor (Rektor Universitas Islam Aligarh), Bibek Debroy (Penasihat Perdana Menteri untuk Isu Ekonomi), dan Dhammapiya Bhante (Sekjen Konfederasi Budha Internasional).

Selain melakukan diskusi pada forum dialog, para delegasi juga akan melakukan kunjungan lapangan ke situs-situs keagamaan, antara lain ke Candi Prambanan, Klenteng Zen Ling Gong (Poncowinatan), Masjid Syuhada, Gereja HKBP dan Gereja Katolik Santo Antonius.

Di samping itu, Menteri Negara urusan Luar Negeri India,MJ Akbar dijadwalkan memberikan kuliah umum di UIN Sunan Kalijaga dengan tema Keyakinan, Politik dan Pemerintahan: Sebuah Krisis Distorsi, pada Kamis. (4/10).

Direktur Diplomasi Publik, Aziz Nurwahyudi kepada Antara mengatakan Dialog Lintas Agama telah menjadi fitur tetap diplomasi publik Indonesia sejak 2004.

Hingga saat ini, Indonesia telah memiliki 31 mitra bilateral Dialog Lintas Agama. Indonesia juga aktif mempromosikan Dialog Lintas Agama pada tataran regional, seperti pada forum APEC, ASEM dan MIKTA, dan pada tataran global/ multilateral, seperti melalui forum UNAOC, demikian Azis Nurwahyudi. (ZG)****2****
b/a011
(T.H-ZG/B/A.F. Firman/A.F. Firman) 03-10-2018 21:50:07



Sent from Yahoo Mail for iPhone

SWISS


Preview Foto
ANGIN MAMIRI-POCO-POCO BUKA "HARMONY OF INDONESIA"
Zeynita Gibbons

London, 30/9 (Antara) - Alunan lembut lagu angin mamiri dan hentakan lincah tarian poco-poco mengiringi pembukaan "Harmony of Indonesia" sebuah pameran produk perdagangan dan budaya yang diadakan KBRI Bern-Swiss, Sabtu (29/9) 2018.

Pensosbud KBRI Bern Sasanti Nordewati kepada Antara di London, Minggu menjelaskan cuaca berangin musim gugur tidak menyurutkan ribuan orang hadir di pusat ibu kota Swiss, tepatnya di alun-alun Weisenhausplatz, Kota Bern, tempat kegiatan berlangsung.

Ia menyebutkan sebanyak 20 gerai berjualan atau memamerkan produk unggulan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Kabupaten Luwu, Kota Makassar, Kabupaten Gowa, serta dari Kementerian Pariwisata , Sinar Indonesia Display, dan Pasar Indonesia.

Dubes RI untuk Swiss, Muliaman Hadad, dalam sambutan pada acara pembukaan mengajak hadirin yang ada di lapangan Weisenhausplatz Kota Bern untuk sejenak mengheningkan cipta dan berdoa bersama atas bencana gempa tsunami yang menghantam Kota Palu dan sekitarnya di Sulawesi Tengah.

Dikatakannya kekuatan Sulawesi terletak pada harmonisasi keragaman budaya dan potensi ekonomi yang luar biasa.

"Itulah mengapa acara ini diberi judul 'Harmony of Indonesia'," katanya.

Diharapkan melalui pameran perdagangan dan budaya ini, produk-produk unggulan asal Sulawesi, seperti "single origin coffee" dan kakao, akan lebih dikenal oleh masyarakat di Swiss.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulewesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, yang hadir dan membuka Harmony of Indonesia mengatakan Pemprov Sulawesi Selatan mendukung penuh itu dengan mendatangkan produk unggulan, serta pengusaha dan penampilan budaya dari Sulawesi Selatan.

Harmony of Indonesia berhasil menghadirkan nuansa Sulawesi di Negeri Alpen Swiss. Setiap gerai dihias kain Laming Makassar, kain Sarita Toraja, dan aksesoris khas daerah masing-masing.

Para penjaga gerai juga tidak mau kalah mengenakan busana khas daerah dan menampilkan tari-tarian.

Selain menampilkan produk kerajinan tangan dan produk UKM, kuliner khas Sulawesi juga turut menghangatkan musim gugur di ibu kota Swiss, seperti coto Makassar, konro bakar, konro kuah, es palu butung, dan es pisang hijau.

Cuaca dingin tidak menyurutkan ratusan warga Swiss antri mencoba es palu butung khas Kota Makassar.

"Saya beberapa kali datang ke Jakarta untuk tujuan bisnis, tapi belum pernah sampai ke Sulawesi," ujar Barbara Moeckli, warga Zurich yang khusus datang Bern untuk menyaksikan pagelaran budaya pameran.

"Begitu mendengar informasi tentang 'Harmony of Indonesia' bertema Sulawesi, saya penasaran sekali dengan kuliner khas Sulawesi. Ternyata l lezat dan tidak rugi datang jauh-jauh dari Zurich ke Bern," ujar Barbara saat melahap konro bakar dan sirup markisa.

Sejak empat puluh tahun di Swiss, baru kali ini ada acara yang menghadirkan lengkap satu pulau Sulawesi dari Utara hingga Selatan, dari mulai produk, pakaian, lagu, makanan, hingga tari-tarian,"ujar Didi Moningka, warga Manado yang tinggal di Bern sejak 1975.

Ketua Panitia sekaligus Fungsi Ekonomi KBRI Bern, Nuradi Noeri, mengatakan Harmony of Indonesia merupakan rangkaian kegiatan yang terdiri dari Business Forum dan Pameran produk dan budaya.



Sent from Yahoo Mail for iPhone

ITALIA


PADUAN SUARA INDONESIA KEMBALI UKIR PRESTASI DI ITALIA  
Oleh Zeynita Gibbons

London,25/9 (Antara)- Paduan Suara Gema Sangkakala Female Choir dari Manado dan Karangturi Choir dari Semarang memperoleh prestasi membanggakan dalam The Rimini International Choral Competition 2018 yang diselenggarakan di Rimini, Italia, akhir pekan lalu.

Pensosbud KBRI Roma, Aisyah Allamanda kepada Antara London, Selasa menyebutkan kedua paduan suara wakil Indonesia tersebut berhasil masuk ke babak Grand Prix bertanding dengan enam tim lainnya dari berbagai negara pada Minggu malam (23/9) waktu Italia.  
Membawakan nomor seperti "Ad Amore", "Duo Seraphim", "Danny Boy" dan "Cikala Le Pong Pong", Gema Sangkakala Female Choir yang dipandu konduktor Roland David Enoch ditetapkan juri sebagai Pemenang Kategori Equal Voices Choir Gold. Selain itu, mereka juga berhasil meraih Gold Diploma untuk nomor Sacred Music.

Sementara itu, Karangturi Choir dengan konduktor Petrus Wahyu juga mencatat prestasi dengan perolehan Gold Diploma kategori Children and Youth Choirs serta Silver Diploma pada nomor Folk, Gospel and Spiritual. Lagu-lagu seperti, "Karaben Sapi", "Gundul-gundul Pacul" dan "Yamko Rambe Yamko" dibawakan dengan menarik lengkap dengan kostum khas yang diadaptasi dari busana daerah nusantara.  
Duta Besar RI untuk Italia, Esti Andayani, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas prestasi kedua Paduan Suara tersebut. "Prestasi dalam berbagai kompetisi internasional seperti ini juga menjadi diplomasi seni budaya yang dapat semakin mempererat interaksi masyarakat setempat dengan Indonesia," demikian Dubes Esti Andayani.

Kompetisi The Rimini International Choral Competition merupakan salah satu ajang paduan suara bergengsi dengan skala internasional yang diselenggarakan setiap tahun. Tahun ini, selain Gema Sangkakala Female Choir dan Karangturi Choir dari Indonesia, peserta juga berasal dari Perancis, Polandia, Romania, Italia, Denmark, Slovenia serta Republik Ceko.***4****

(T.H-ZG/B/F. Supratiwi/B/F. Supratiwi) 25-09-2018 06:08:51



Sent from Yahoo Mail for iPhone