Senin, 04 Agustus 2008

SAJIAN TEH DI ISTANA


SAJIAN TEH TAMBI DAN FILM DENIAS DI ISTANA LETOHRADEK MITROVSKYCH, BRNO


London, 4/8 (ANTARA) - Teh Tambi dari Wonosobo mengharumkan gedung Letohradek Mitrovskych, Brno, saat disajikan bersama pemutaran film produksi Ari Sihasale dan Nia Zulkarnaen, Denias yang menyedot perhatian masyarakat Ceko.

Istana kecil buatan tahun 1779 itu disulap menjadi tempat pameran produk dan budaya Indonesia selama musim panas tahun ini. Pemerintah Ceko mengizinkan pemerintah Indonesia menggunakann gedung bersejarah itu dalam rangka promosi Indonesia di kota terbesar kedua di Ceko, Brno.


Sekretaris 1 Pensosbud KBRI Praha dalam keterangannya kepada koresponden Antara London, Senin mengatakan istana tua itu tak mampu menampung pengunjung yang antusias menonton pemutaran Film Denias, yang sebelumnya juga telah diputar di berbagai kota lain di Ceko.


Dikatakannya pameran promosi Indonesia diawali dengan pementasan Tari Bromasto, tarian jawa klasik yang menceritakan kisah hubungan antara manusia dengan Tuhan yang dilakukan melalui suatu pertapaan.


Setelah penampilan tarian Bromasto, pengunjung diajak berkeliling melihat barang-barang seni budaya Nusantara.


Para pengunjung mendapat penjelasan mengenai pembuatan Batik dan berbagai kain tradisional dari berbagai daerah di Indonesia diantaranya kain Ulos dari Sumatera Barat, Tenun Ikat dan Songket yang dibentangkan di berbagai ruangan di gedung tersebut.


Berbagai barang kerajinan industri kecil dipamerkan bersama dengan aneka senjata tradisional seperti keris, badik dan panah.


Keindahan alam dan budaya Indonesia juga ditampilkan Rio Helmi melalui foto-foto hasil karyanya yang khusus dikirim "Beyond Exposition", sebuah "event management" dari Jakarta.


Film Denias, memberikan pengetahuan baru tentang Papua yang alamnya sangat menakjubkan bagi warga Ceko. Menonton makin nikmat dengan menyeruput teh Tambi dari Wonosobo yang harum dan bersantap makanan kecil khas Indonesia yang dikemas dalam sajian jajan pasar.


Dr. Roman Baron dari Czech Institute of History khusus datang untuk mempelajari Indonesia dan menyatakan kekaguman dengan keanekaragaman budaya yang diperkenalkan melalui berbagai media seperti tari, kerajinan seni, makanan dan film.


Sementara Iva Semlova, mahasiswi Jurusan Biologi dari Masaryk University yang datang bersama rombong menyatakan pemutaran film Denias sangat berguna bagi masyarakat Ceko untuk mengenal lebih jauh mengenai Indonesia.


Film seperti Denias ini mampu memperkenalkan Indonesia dari berbagai sisi, baik budaya maupun alam Indonesia, ujarnya.


Program mempromosikan Indonesia pada masyarakat Ceko merupakan salah satu kegiatan pelayanan publik di bidang informasi yang dilakukan KBRI Praha, dibawah payung kegiatan Peringatan 50 Tahun Perjanjian Kebudayaan Indonesia-Ceko.


Program ini mendapat dukungan dari pemerintah, media dan masyarakat di berbagai kota di Ceko yang dilaksanakan sepanjang tahun 2008, demikian Azis Nurwahyudi.


***2***

(T.H-ZG/B/T010/T010) 04-08-2008 08:00:16

KOMPETISI MATEMATIK


MAHASISWA INDONESIA RAIH PERINGKAT KETIGA DI KOMPETISI MATEMATIK BULGARIA


London, 2/8 (ANTARA) - Albert Gunawan, mahasiwa Universitas Indonesia, meraih kategori Third Prize dalam International Mathematics Competition (IMC) for University Students yang diselenggarakan di American University in Bulgaria di Kota Blagoevgrad, Bulgaria.

Kompetisi matematika terbesar ini diikuti 292 mahasiswa dari 36 negara dan 90 universitas, demikian Aditya Timoranto, sekretaris III, Pensosbud KBRI, Sofia, kepada koresponden Antara London, Sabtu.


Dikatakannya, Indonesia mengirimkan empat mahasiswa yaitu Albert Gunawan, Novi Irawati Bong, Ajat Adriansyah dari Universitas Indonesia dan Darmajid dari Universitas Brawijaya yang didampingi Drs. Nurmansyah, Kasubdit Wawasan & Kemampuan Akademik Mahasiswa, Ditjen Dikti Depdiknas serta Dr. Siti Fatimah dari Universitas Pendidikan Indonesia.


Sementara itu, Dr. Siti Fatimah, yang juga menjadi pembimbing Tim IMC Indonesia tahun 2006 mengatakan, soal-soal ujian yang digunakan tahun ini lebih sulit dan lebih bervariasi.


Tim IMC Indonesia berjuang setelah melalui dua ujian yang diselenggarakan pada 28 Juli, selain memperoleh tempat ketiga Albert Gunawan, Novi Irawati Bong dan Ajat Adriansyah juga memperoleh kategori Honorable Mention, sedangkan Darmajid untuk kategori Certificate.


Dalam kompetisi IMC, penghargaan lazimnya diberikan tertinggi mulai dari peringkat Grand First Prize hingga Certificate.


Ajat Adriansyah nyaris pula meraih peringkat Third Prize, namun sayangnya nilainya dipotong Dewan Juri karena melebihi waktu yang ditentukan dalam menjawab soal.


"Yah, sepertinya saya kurang beruntung karena nilai hanya terpaut dua poin untuk Third Prize," ujar Ajat.

Albert Gunawan dan Ajat Adriansyah mengikuti kompetisi yang sama sebelumnya tahun 2007, selain pernah mengikuti International Mathematics Olympiad, kejuaraan internasional serupa untuk tingkat sekola menegah.


Meskipun belum mencapai target, Tim IMC Indonesia paling tidak kedua mahasiswa berhasil menunjukkan peningkatan, tahun 2007, Albert mendapatkan Honorable Mention sedangkan Ajat memperoleh Certirficate.


Koordinator Sekretariat IMC, Prof. John E. Jayne dari University College London menyampaikan penghargaan kepada negara-negara yang berpartisipasi dalam IMC selama ini, terutama yang disebutkan secara khusus adalah Indonesia, Iran tim dengan peserta terbanyak, Vietnam, dan Uzbekistan yang ikut untuk pertama kali.


Dalam kompetisi ini, Grand First Prize diterima oleh tiga mahasiswa yang berasal dari Polandia, Ceko dan Kroasia.


KBRI Sofia menyelenggarakan ramah tamah bagi Tim IMC Indonesia yang dihadiri seluruh home staff KBRI Sofia serta mahasiswa fakultas kehutanan Universitas Gadjah Mada mewakili universitasnya untuk menghadiri International Forestry Students' Symposium (IFFS) yang berlangsung di Universitas Sofia dari tanggal 3--17 Agustus mendatang.


Pada kesempatan tersebut, Dubes Immanuel Robert Inkiriwang menyampaikan bahwa partisipasi Tim IMC Indonesia merupakan kebanggaan bagi Indonesia dimana mereka turut membantu upaya pemerintah meningkatkan citra Indonesia sebagai duta bangsa dalam kompetisi tersebut.


(U-ZG/B/

Jumat, 01 Agustus 2008

HILDESHEIM KE PADANG

WALIKOTA HILDESHEIM BERKUNJUNG KE PADANG


London, 1/8 (ANTARA) - Walikota Hildesheim, Jerman Kurt Machens didampingi Staf Ahli, Melanie Martens, Rektor Perguruan Tinggi Ilmu Pengetahuan dan Kesenian, Prof Dr Martin Thren, Guru Besar Fakultas Sipil Hildesheim, Prof Dr Burkhard Bretschneider dan pengusaha Wolfgang Staudinger, akan berkunjung ke kota Padang.


"Kunjungan Walikota Hildesheim beserta rombongan itu merupakan rangkaian kerjasama kota kembar Hildesheim-Padang yang telah terjalin sejak 1988," kata Konsul Ekonomi Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hamburg, Chandra H. Gandasubrata, kepada ANTARA di London, Jumat.


Ia mengatakan Walikota Hildesheim akan menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Padang pada tanggal 7 Agustus, selain itu dia juga mengadakan pertemuan dengan pengusaha setempat dan mengunjungi sejumlah obyek wisata di Sumatera Barat

Dalam pertemuan dengan Walikota Padang akan dibahas upaya peningkatan kerjasama "Sister City" Hildesheim-Padang dalam berbagai bidang, diantaranya kerjasama ekonomi, khususnya perdagangan, investasi, pariwisata, serta kerjasama antar perguruan tinggi dan kebudayaan.


Sementara itu, Konsul Jenderal RI Hamburg, Teuku Darmawan mengharapkan kunjungan tersebut akan dapat menghasilkan kerjasama yang konkrit atau tidak hanya terbatas antara Kota Hildesheim dan Kota Padang, tapi juga kerjasama yang lebih luas dengan Propinsi Sumatera Barat.


Dalam pertemuan dengan berbagai kalangan di wilayah kerja KJRI Hamburg, Konsul Jenderal RI Hamburg mendorong adanya kunjungan wisata ke Sumatra Barat dengan adanya jalur penerbangan langsung dari Jerman melalui Singapura dan Kuala Lumpur ke Padang.


"Propinsi Sumatra Barat itu memiliki potensi alam Sumatra Barat yang besar merupakan penghasil gambir terbesar di dunia, sebagai salah satu bahan baku industri farmasi," katanya.


Konsul Jenderal RI Hamburg dengan Walikota Hildesheim juga sepakat untuk menyelenggarakan promosi seni budaya Sumatra Barat di Kota Hildesheim dalam tahun ini, demikian Chandra Gandasubrata.**1***(U-ZG)(T.H-ZG/B/E011/E011) 01-08-2008 09:48:50






Posted by Picasa

Selasa, 29 Juli 2008

PELAJAR IKUT FEST WARNA WARNI DUNIA

PELAJAR INDONESIA GELAR PERTUNJUKAN DI LIMA KOTA PERANCIS


London, 30/7 (ANTARA) - Pelajar Indonesia yang tergabung dalam kelompok seni "Krida Art" SMA Terpadu Krida Nusantara Bandung, pimpinan Ny Try Sutrisno, melakukan pertunjukan di lima kota Perancis Selatan yaitu di Toulon, La Londe, Sanary, Hyeres, dan St. Mandrier.


"Pelajar SMA Terpadu Krida Nusantara itu mengikuti festival internasional folklor warna warni dunia yakni 'Festival Couleurs du Monde' yang dipusatkan di kota Toulon," kata jurubicara KJRI Marseille, Dieny Maya Sari, kepada ANTARA di London, Rabu.


Di atas panggung terbuka, katanya, siswa Krida Nusantara mementaskan tari-tarian dan musik tradisional di hadapan 800 sampai 1.500 penonton setiap malamnya.


Tari-tarian yang ditampilkan berasal dari berbagai daerah seperti Tari Saman (Aceh), Mambri (Papua), Hanoman Duta (Bali), Sebati Junjungan (Riau), Jejer Banyuwangi (Jawa Timur), Ndolalak (Jawa Tengah), Jaipongan (Jawa Barat), dan Gong Giring-giring (Kalimantan Timur).


Sementara itu, musik tradisional yang dibawakan adalah Tubular Drum Orchestra atau kendang Sunda, Karawitan, dan Angklung.


Pada pertunjukkan angklung, seorang penyanyi melantunkan lagu pop klasik Perancis "Plaisir d'Amour" yang diciptakan penulis Jean-Pierre Claris de Florian dan musisi Jean Paul Egide Martini pada tahun 1859, dengan iringan musik angklung yang mendapat sambutan dari penonton.


Selama pertunjukan, penonton sangat antusias, bahkan mereka ikut melantunkan lagu "Plaisir d'Amour" yang sangat popular di Perancis.


Warna warni dunia

Dieny Maya Sari mengatakan musim panas di Eropa biasanya diidentikkan dengan musim festival, tidak terkecuali di Perancis Selatan, salah satunya adalah festival internasional folklor yang sering disebut "Festival Couleurs du Monde" (warna-warni dunia) yang dipusatkan di kota Toulon.


Dalam gelaran itu, sebanyak 360 penyanyi, penari dan musisi dari 10 negara melakukan unjuk kebolehan, diantaranya dari Argentina, Bulgaria, Hungaria, Indonesia, Israel, Kazakhstan, Kolombia, Lettonia, Perancis, dan Zimbabwe, mempertunjukkan kesenian rakyat dalam festival yang mengusung tema "perdamaian dan persahabatan."

Menurut dia, pada setiap pertunjukan tarian dan musik yang dipentaskan diawali dengan penjelasan mengenai kesenian yang ditampilkan dalam bahasa Perancis.


"Upaya siswa Krida Nusantara dalam mempromosikan seni budaya kepada masyarakat di wilayah selatan negeri anggur itu tidak hanya meningkatkan citra positif Indonesia, tetapi juga memberikan kontribusi dalam diplomasi budaya," demikian Dieny Maya Sari. ***2***

(U-ZG)(T.H-ZG/B/E011/E011) 30-07-2008 10:07:00


PELAJAR IKUT FEST WARNA WARNI DUNIA

PELAJAR INDONESIA GELAR PERTUNJUKAN DI LIMA KOTA PERANCIS


London, 30/7 (ANTARA) - Pelajar Indonesia yang tergabung dalam kelompok seni "Krida Art" SMA Terpadu Krida Nusantara Bandung, pimpinan Ny Try Sutrisno, melakukan pertunjukan di lima kota Perancis Selatan yaitu di Toulon, La Londe, Sanary, Hyeres, dan St. Mandrier.


"Pelajar SMA Terpadu Krida Nusantara itu mengikuti festival internasional folklor warna warni dunia yakni 'Festival Couleurs du Monde' yang dipusatkan di kota Toulon," kata jurubicara KJRI Marseille, Dieny Maya Sari, kepada ANTARA di London, Rabu.


Di atas panggung terbuka, katanya, siswa Krida Nusantara mementaskan tari-tarian dan musik tradisional di hadapan 800 sampai 1.500 penonton setiap malamnya.


Tari-tarian yang ditampilkan berasal dari berbagai daerah seperti Tari Saman (Aceh), Mambri (Papua), Hanoman Duta (Bali), Sebati Junjungan (Riau), Jejer Banyuwangi (Jawa Timur), Ndolalak (Jawa Tengah), Jaipongan (Jawa Barat), dan Gong Giring-giring (Kalimantan Timur).


Sementara itu, musik tradisional yang dibawakan adalah Tubular Drum Orchestra atau kendang Sunda, Karawitan, dan Angklung.


Pada pertunjukkan angklung, seorang penyanyi melantunkan lagu pop klasik Perancis "Plaisir d'Amour" yang diciptakan penulis Jean-Pierre Claris de Florian dan musisi Jean Paul Egide Martini pada tahun 1859, dengan iringan musik angklung yang mendapat sambutan dari penonton.


Selama pertunjukan, penonton sangat antusias, bahkan mereka ikut melantunkan lagu "Plaisir d'Amour" yang sangat popular di Perancis.


Warna warni dunia

Dieny Maya Sari mengatakan musim panas di Eropa biasanya diidentikkan dengan musim festival, tidak terkecuali di Perancis Selatan, salah satunya adalah festival internasional folklor yang sering disebut "Festival Couleurs du Monde" (warna-warni dunia) yang dipusatkan di kota Toulon.


Dalam gelaran itu, sebanyak 360 penyanyi, penari dan musisi dari 10 negara melakukan unjuk kebolehan, diantaranya dari Argentina, Bulgaria, Hungaria, Indonesia, Israel, Kazakhstan, Kolombia, Lettonia, Perancis, dan Zimbabwe, mempertunjukkan kesenian rakyat dalam festival yang mengusung tema "perdamaian dan persahabatan."

Menurut dia, pada setiap pertunjukan tarian dan musik yang dipentaskan diawali dengan penjelasan mengenai kesenian yang ditampilkan dalam bahasa Perancis.


"Upaya siswa Krida Nusantara dalam mempromosikan seni budaya kepada masyarakat di wilayah selatan negeri anggur itu tidak hanya meningkatkan citra positif Indonesia, tetapi juga memberikan kontribusi dalam diplomasi budaya," demikian Dieny Maya Sari. ***2***

(U-ZG)(T.H-ZG/B/E011/E011) 30-07-2008 10:07:00