Kamis, 13 November 2008

INDUSTRI PARIWISATA

<< B A C K >>
D0141108005249 14-NOV-08 JAS JKT
INDUSTRI PARIWISATA DESAK PEMERINTAH TERUS BERUSAHA

London, 14/11 (ANTARA) Kalangan industri pariwisata berharap Pemerintah Indonesia terus berusaha lebih keras lagi agar larangan terang untuk penerbangan maskapai Indonesia oleh Uni Eropa segera dicabut dalam upaya meningkatkan jumlah wisataan mancanegara.

Hal itu disamampaikan Dirertur Utama Bhara Mekar Tour Herman Rukmanadi, Dirut Inna Grand Bali Beach Ida Bagus Purwaka dan Dirut Bali Tour and Travel Ida Bagus Nada kepada koresponden Antara London disela sela acara pameran pariwisata terbesar kedua di dunia setelah ITB Berlin, Jumat.

Ida Bagus Purwaka mengatakan akan sulit bagi industry dalam memasyarakat pariwisata bila penerbangan Indonesia dilarang terbang ke Eropa.

Justru banyak wisatawan yang bertanya mengenai penerbangan Indonesia, ujarnya.

Sementara itu Dirktur Utama Bahra Mekar Tur Herman Rukmana mengakui larangan terbangkan yang diberlakukan Uni Eropa punya dampak yang cukup besar pada industri pariwisata Indonesia.

Diakuinya kedatangan wisatan mancanegara khususnya dari Eropa selama ini memang lebih banyak ke Jawa dan Bali.

Menjadi masalah bila wisatawan juga ingin berkunjung ke daerah lainnya karena mereka dilarang terbang, perusahaan asuransi di Eropa tidak mau menangung resiko, ujarnya.

Produk yang kami di jual bukan hanya Bali dan Jawa tetapi juga daerah lainnya seperti Sumatera dan Sulawsi, ujarnya.
Diharapkannya adanya usaha dari pmerintah agar larangan terbang bagi maskapai Indonesia bisa dicabut dan tentunya akan berdampak bagi produk pariwisata di luar Jawa dan Bali.

Produknya wisatawan Indonesia sangat beragam dan cukup banyak dengan adanya larangan terbang yang diberlakukan Uni Eropa itu menjadi sangat terbatas.

Garuda harus terbang lagi itu yang mejadi kunci utama dalam meningkatkan wisataan mancanegara khususnya dari Eropa dan Inggeris, ujarnya.

Herman Rukmana berharap pemerintah dapat melakukan usaha yang lebih keras lagi.
Sementara itu Ida Bagus Nada, Direktur Utama Bali Tour and Travel mengatakan selama ini konsumen dari Eropa mengharapkan perbangan nasional Indonesia bisa beroperasi ke Eropa. ?wisatawan yang akan berkunjung ke Indonesia sangat tinggi, sangat besar.

Dikatakannya selama ini yang menjadi kedala para wisatawan adalah sulit mendapatkan tempat duduk dalam maskapai penerbangan yang ada.

Bila diliat dari sejarah perkembangan pariwisata akan sulit bila ditidak dikaitkan dengan transportasi dan tidak akan ada pariwisata bila tidak ada transportasi baik darat laut maupun udara.

Untuk mencangkau wisataan Eropa satu satunya yang menopang industri pariwisata kita adalah perbangan, ujarnya.

Menurut Ida Bagus Nada, masalah larangan dari Uni Eropa itu merupakan urusan antara BUMN, industri perbangan dan pemerintah serta partai politik.

Diharapkannya politikus bisa berkiprah di dunia internasional, ujar Dirut Bali Tour Travel yang mulai melebarkan sayapnya ke Eropa Timur dan Timur Tengah.

Kami dari indutri berharap pemeritah berusaha agar larangan terbang itu dapat segera dicabut dan bukan saja di Eropa tetapi juga di wilayah Indonesia, ujarnya.

Semetara perusahaan maskapai penerbangan Asia seperti Singapura Airlines (SQ) dan juga Malaysia Airlines (MAS) telah merebut pasar Garuda.

Mereka sangat mengenal keinginan wisatawan,? ujarnya menambahkan bahwa kedua maskapai penerbangan itu kini berada di depan sementara Garuda hanya puas berada dibelakang mereka,? demikian Ida Bagus Nada. ***2***
(U-ZG)
***2***

(T.H-ZG/B/C001/C001) 14-11-2008 06:41:56

Rabu, 12 November 2008

CYBERSECURITY

INDONESIA; PENTING KERJA SAMA INTERNATIONAL CYBERSECURITY

London, 13/11 (ANTARA) - Menteri Komunikasi dan Informatika, Mohammad Nuh menyampaikan pidato pada Sesi Tingkat Tinggi Sidang Dewan Telekomunikasi Internasional di Jenewa, Rabu dengan menekankan arti pentingnya kerja sama cyber security .

Pertemuan yang berlangsung selama dua itu dihadiri dua kepala negara dan 26 menteri yang bertanggung jawab di bidang komunikasi dan teknologi informasi, serta wakil dari 76 negara anggota Dewan International Telecommunication Union/ITU.

Counsellor, PTRI Jenewa Dinar Sinurat kepada koresponden Antara London, mengatakan dalam pertemuan itu Menkominfo menyampaikan paparan mengenai Cybersecurity: Life-line of the Internet Infrastructure.

Menurut Menkominfo, seiring dengan perkembangan internet yang sangat pesat, ancaman yang ditimbulkan dari penyalahgunaan internet saat ini juga berkembang.

Untuk menghadapinya , maka Indonesia mengambil pendekatan komprehensif yang mengembangkan cybersecurity dari sisi regulasi, institusi, teknologi dan masyarakat, ujarnya.

Dalam kaitan ini, Pemerintah Indonesia, ujarnya telah menerapkan Undang-undang Transaksi Elektronik dan Informasi yang disahkan April lalu dan saat ini sedang menggodok beberapa peraturan pemerintah sebagai pelaksanaan UU tersebut.

Selain itu Pemerintah membentuk Indonesia Security Incident Readiness Team on Internet Infrastructure (ID-SIRTII) yang tidak hanya bertanggung jawab atas aspek teknologi, tapi juga non-teknologi dari cybersecurity.

Diantaranya membangun kesadaran publik mengenai internet security dan memonitor internet traffic.

Sebagai bagian dari "kampung dunia atau global villag"e di era cyberspace yang tidak mengenal batas negara, maka Indonesia tidak akan mampu mengembangkan keempat sisi pendekatan tersebut tanpa adanya kerja sama dengan negara lain, ujarnya.

Untuk itu , Indonesia menyerukan kerja sama internasional yang erat dalam mengembangkan cybersecurity dan peran ITU sangat penting dalam mendorong kerja sama tersebut yang diharapkan melibatkan seluruh pemangku kepentingan /stakeholders.

Menurut Menkominfo, internet security tidak dapat dipisahkan dari hubungan internasional . Namun demikian, disadari juga bahwa tiap negara pasti memiliki kepentingan dan prioritas sendiri dalam mengembangkan kebijakan cybersecurity.

Karena itu, dibutuhkan kerja sama yang didasarkan pada rasa saling percaya dan kesamaan .Selain itu harmonisasi hukum dan kebijakan, penyelarasan program kerja dan inisiatif dibutuhkan untuk memperluas pemahaman dan menggalang dukungan dalam mengembangkan dan mengkoordinasikan kebijakan cybersecurity.

Dalam wawancara dengan media masa , Menkominfo Mohammad Nuh mengatakan kerja sama yang dilakukan dalam tiga lapis yang pertama regulasi internasional dalam kerangka kerjasama ITU, kedua, sharing of best practice antarnegara, dan ketiga melalui pembangunan kapasitas.

Dalam kesempatan itu Menkominfo mengadakan pertemuan dengan Sekjen ITU, Dr Hamadoun Toure, untuk saling bertukar pikiran dan menjajaki peluang peningkatan kerja sama antara ITU dan Indonesia.***8***

ZG/C/A011)

(T.H-ZG/C/A011/A011) 13-11-2008 08:21:59

WAKATOBI AKAN I PUSAT KEUNGGULAN MARITIM

WAKATOBI AKAN JADI PUSAT KEUNGGULAN MARITIM

London, 13/11(ANTARA) - Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara, diharapkan segera menjadi pusat keunggulan (centre of excellent) untuk industri kelautan yang terintergrasi (integrated marine and under water tourism).

Demikian dikatakan Bupati Wakatobi, Hugua dan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Laode Ida ketika ditemui ANTARA di London, Rabu, usai melakukan pertemuan khusus dengan mantan Menteri Keuangan Inggeris Ken Clarke selama dua periode yang sekarang masih menjadi anggota DPR (House Common) Inggeris.

Pertemuan berlangsung di Kantor Parlemen Inggeris, Wesminster, London. Selain Bupati Hugua dan Laode Ida (Wakil Ketua DPD ) juga hadir sejumlah tokoh keuangan dan finansial serta pengusaha antara lain Tony Whiten (Bak Dunia , Washington), Piotr Malinowski (Managing Director, Medicago), dan Tim Coles (Operation Wallacea).

Pertemuan yang berlangsung kurang lebih dua jam itu membicarakan rencana dukungan pembangunan untuk pariwisata bawah laut (under water tourism), bisnis rumput laut, alih profesi nelayan ke arah yang lebih bermasa depan secara berkelanjutan bagi nelayan (sustainable alternative income for fishermen), dan kegiatan sejenisnya yang terkait.

Pembicaraan sudah sampai pada tingkat teknis yang segera akan ditindaklanjuti dalam bentuk proposal program terpadu, yang juga akan dikaitkan dengan pengembangan centre of excellent untuk penelitian dan pendidikan keragaman biologi laut yang direncanakan kerja sama dengan University of Essex, Inggris.

Pertemuan memutuskan untuk adanya dua orang anggota tim masing-masing satu orang dari pihak Pemda Wakatobi dan satu orang lainn ya dari pihak Investor.

Bupati Wakatobi Hugua sendiri menyatakan sudah akan menyiapkan dukungan anggaran dalam tahun 2009 untuk memproduksi industri karaginan (tepung agar-agar).

Program yang produk akan dipasarkan di Eropa ini diharapkan akan benar-benar memberikan keuntungan nyata kepada para nelayan, sehingga bias meningkatkan kesejahteraan hidup rakyat Wakatobi.

Dukungan program juga diharapkan dikordinasikan langsung dengan kelompok-kelompok masyarakat (people based management program).

Laode Ida, sebagai wakil daerah dari Sulawesi Tenggara, menyatakan akan memberikan dukungan politik kuat di tingkat national maupun internasional sehingga program-program di Wakatobi itu bisa secepatnya terealisasikan .

Pada saat itu juga Laode Ida memberikan apresiasi kepada Bupati Hugua yang sangat kuat usahanya untuk memajukan Wakatobi, dan menjadi daerah yang dapat dikenal dan sekaligus memperoleh dukungan secara internasional.

SSaya berharap Wakatobi, melalui sentuhan dan segala upaya Pak Hugua, akan menjadi international branded, sebagai kekayaan dunia yang ada di Sulawesi Tenggara khusus di kawasan calon provinsi Buton Raya," demikian Laode Ida.***2***

(U-ZG)/C/A011)
(T.H-ZG/C/A011/A011) 13-11-2008 07:44:30

PENGAWASAN PARLEMEN

PENGAWASAN PARLEMEN HARUS SUBSTANSIAL

London, 13/11 (ANTARA) -Pengawasan yang dilakukan parlemen, baik anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) maupun Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) harus lebih diarahkan pada agenda-agenda yang lebih substantial.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPD Laode Ida , dalam presentasinya pada seminar internasional tentang akuntabilitas dan pengawasan legislatif (Legislative Accountanbility and Oversight) yang diadakan di Hesinki, Filandia, Selasa.

Laode Ida yang ditemui korespoden ANTARA London, disela sela kunjungannya ke Bursa Pariwisata WTM London, Rabu sore mengatakan bahwa seminar itu diselenggarakan atas kerja sama Parlemen Finlandia dengan World Bank Institute (WBI) di Helsinki, Finlandia.

Kemudian Laode Ida memberi contoh tentang alokasi anggaran untuk bidang pendidikan secara keseluruhan minimal 20 persen dari APBN maupun APBD.

Anggaran tersebut lebih ditujukan untuk membiayai program yang substantial sesuai dengan kebutuhan rakyat miskin sehingga bisa memperoleh pendidikan dengan kualitas yang kompetitif di tingkat nasional maupun internasional.

Hal inilah yang hendaknya menjadi bagian dari yang agenda pengawasan parlemen di masa-masa yang akan datang, yang sudah pasti memerlukan instrumen (tools) yang sesuai.

Dalam seminar yang diikuti oleh peserta dari 17 negara ini, Laode Ida mempresentasikan makalah dengan judul Legislative Oversight Mechanism and Tools (Indonesia Upper House/DPD RI Experinces).

Menurut Laode Ida, dalam rangka penegakan hukum dan kepentinmgan rakyat , maka pengawasan yang dilakukan oleh parlemen haruslah bersifat netral dan obyektif.

Sebab pengawasan politik yang masih dimotivasi oleh kepentingan politik hanya akan menjadikan pekerjaan pengawasan lebih sebagai panggung para aktor yang jauh dari segala harapan rakyat.

Selama ini DPD telah memposisikan diri sebagai lembaga yang netral, dan melakukan pengawasan dengan instrumen yang terukur.

Hasil pengawasannya dijadikan acuan untuk dikonsultasikan dengan para menteri atau pejabat yang terkait, termasuk di dalamnya di bawah dalam forum konsultasi dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono secara berkala .

Pihak penyelenggara seminar internasional sendiri mnganggap bahwa presentasi yang disampaikan oleh Laode Ida yang berangkat dari pengalaman DPD itu sangat menarik dan akan dijadikan acuan untuk disebarkan melalui jaringan anggota parlemen dunia. ***3***

ZG/C/A011)

(T.H-ZG/C/A011/A011) 13-11-2008 07:33:26


HARUS SUBSTANSIAL

London, 13/11 (ANTARA) -Pengawasan yang dilakukan parlemen, baik anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) maupun Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) harus lebih diarahkan pada agenda-agenda yang lebih substantial.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPD Laode Ida , dalam presentasinya pada seminar internasional tentang akuntabilitas dan pengawasan legislatif (Legislative Accountanbility and Oversight) yang diadakan di Hesinki, Filandia, Selasa.

Laode Ida yang ditemui korespoden ANTARA London, disela sela kunjungannya ke Bursa Pariwisata WTM London, Rabu sore mengatakan bahwa seminar itu diselenggarakan atas kerja sama Parlemen Finlandia dengan World Bank Institute (WBI) di Helsinki, Finlandia.

Kemudian Laode Ida memberi contoh tentang alokasi anggaran untuk bidang pendidikan secara keseluruhan minimal 20 persen dari APBN maupun APBD.

Anggaran tersebut lebih ditujukan untuk membiayai program yang substantial sesuai dengan kebutuhan rakyat miskin sehingga bisa memperoleh pendidikan dengan kualitas yang kompetitif di tingkat nasional maupun internasional.

Hal inilah yang hendaknya menjadi bagian dari yang agenda pengawasan parlemen di masa-masa yang akan datang, yang sudah pasti memerlukan instrumen (tools) yang sesuai.

Dalam seminar yang diikuti oleh peserta dari 17 negara ini, Laode Ida mempresentasikan makalah dengan judul Legislative Oversight Mechanism and Tools (Indonesia Upper House/DPD RI Experinces).

Menurut Laode Ida, dalam rangka penegakan hukum dan kepentinmgan rakyat , maka pengawasan yang dilakukan oleh parlemen haruslah bersifat netral dan obyektif.

Sebab pengawasan politik yang masih dimotivasi oleh kepentingan politik hanya akan menjadikan pekerjaan pengawasan lebih sebagai panggung para aktor yang jauh dari segala harapan rakyat.

Selama ini DPD telah memposisikan diri sebagai lembaga yang netral, dan melakukan pengawasan dengan instrumen yang terukur.

Hasil pengawasannya dijadikan acuan untuk dikonsultasikan dengan para menteri atau pejabat yang terkait, termasuk di dalamnya di bawah dalam forum konsultasi dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono secara berkala .

Pihak penyelenggara seminar internasional sendiri mnganggap bahwa presentasi yang disampaikan oleh Laode Ida yang berangkat dari pengalaman DPD itu sangat menarik dan akan dijadikan acuan untuk disebarkan melalui jaringan anggota parlemen dunia. ***3***

ZG/C/A011)

(T.H-ZG/C/A011/A011) 13-11-2008 07:33:26

HARI PAHLAWAN DI PRAHA

D0121108000553 12-NOV-08 KSR JKT

PERINGATAN HARI PAHLAWAN DI PRAHA

London l2/11 (ANTARA) - KBRI Praha bersama masyarakat Indonesia di Ceko memperingati Hari Pahlawan dengan sederhana dan khikmad di gedung KBRI Praha.

Sekretaris Satu Pensosbud KBRI Praha Azis Nurwahyudi kepada koresponden Antara London, Rabu mengatakan peringatan Hari Pahlawan di Ceko tahun ini bertema "Dengan Semangat Dan Nilai Kepahlawanan, Kita Tingkatkan Persatuan dan Kesatuan Bangsa".

Dalam sambutannya, Dubes Salim Said menyampaikan arti penting nilai kepahlawanan adalah keikhlasan untuk berkorban demi cita-cita dan harapan untuk masa yang akan datang.

Dikatakan oleh Salim Said bahwa peristiwa 10 November 1945 juga merupakan bukti bhawa Proklamasi 17 Agustus 1945 merupakan peristiwa yang sangat serius bagi seluruh bangsa Indonesia.

Menurut Dubes, mereka yang bertempur di Surabaya dan di kota-kota lain pada saat itu bukanlah tentara resmi, melainkan para pemuda.

Mereka rela mati untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia, ujarnya.

Dubes Salim Said juga menuturkan para pejuang tersebut ikhlas berkorban karena adanya harapan mendapat kesempatan untuk mengembangkan diri dalam lingkup sebuah negara merdeka.

Ditegaskannya pula bahwa saat ini proses menjadi merdeka juga belum selesai. Proses ini lebih sulit dan panjang, serta perlu waktu lama untuk dialog.

Oleh karena itu, ujarnya, diperlukan kesabaran dan mengurangi rasa saling curiga agar dialog yang dilakukan dapat berhasil dengan baik.

Azis Nurwahyudi mengatakan untuk terus mengingat perjuangan para pahlawan, pada kesempatan tersebut KBRI Praha juga memutar film Tjut Nyak Dien.

Pemutaran film Indonesia ini merupakan acara rutin KBRI Praha untuk mempromosikan Indonesia termasuk promosi kuliner, demikian Azis Nurwahyudi. ***7***

ZG/C/A011)
(T.H-ZG/C/A011/A011) 12-11-2008 07:44:01

INDONESIA TAMPIL UNIK

INDONESIA TAMPIL UNIK DI BURSA PARIWISATA LONDON

London, 12/11 (ANTARA) - Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PDIP Dra SB Wiranti Sukamdani CHA menilai penampilan anjungan Indonesia di bursa pariwisata dunia WTM (World Travel Market) London sangat unik di tengah-tengah penampilan anjungan dari negara lainnya yang sangat moderen.

"Saya rasa anjungan Indonesia paling unik dibadingkan dengan stand negara lainnya," ujar Yanti Sukamdani kepada koresponden Antara London saat berkunjung ke anjungan Indonesia di pameran pariwisata terbesar kedua di dunia setelah ITB Berlin, Rabu.

Ajungan Indonesia yang menempati areal 128 m2 dihiasi dengan replika gapura Bali serta kain umbul-umbul Bali, sementara di tengah-tengah terdapat beberapa meja dan kursi tempat para industriawan melakukan negoisasi dengan para mitranya di Inggris.

Dikatakanya dari hasil pantauan ke berbagai stand peserta pamera pariwisata dunia itu, tampilan anjungan Indonesia mempuyai ciri yang unik.

Saat meninjau dan menyaksikan anjungan negara lainnya, Yanti menilai hampir seluruh stand negara peserta berpenampil sangat moderen dan ultra mederen.

Sementara Indonesia mempunyai ciri yang khas dengan menampilkan gapura Bali serasa berada satu di desa di Bali.

Daya saing
Dengan penampilan yang tradisional dan punya ciri tersendiri, maka pariwisata Indonesia punya daya saing di dunia pariwisata dunia, ujarnya.

Keunikan dari anjungan Indonesia menjadi daya tarik wisatawan Inggeris untuk datang dan berwisata ke Indonesia, ujar Ketua Umum BPP Persatua Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI).

Dikatakannya untuk menarik perhatian, Indonesia harus mempunyai ciri tersendiri karena setiap Negara memiliki kesamaan obyek seperti patai yang dimana pun sama.

Yanti Sukamdani berharap dalam mempromosikan pariwisata Indenesia untuk tetap selalu memperhatikan ciri dan keunikan yan dimiliki Indonesia yang mempunyai budaya yang beragam.

Dikatakannya untuk menjaring wisatawan asal Inggris yang jumlahnya lebih dari 27 juta itu, Indonesia harus menampilkan kebudayaan dan tradisi serta kesenian yang punya ciri sendiri.

Hal hal yang seperti itu yang perlu terus dipertahankan, dalam menarik wisatawan dari Eropa khususnya Inggeris, ujarnya.

Menurut Yanti Sukamdani, dari 27 juta turis asal Inggeris hampir lima juta yang berkunjung ke Singapura yang tinggal selangkah lagi ke Indonesia.

Seharusnya pelaku dunia wisata Indonesia bisa menarik turis Inggris yang datang ke Singapura untuk juga ke Indonesia, ujarnya.

Saat ini jumlah penerbangan dari Eropa ke Indonesia juga sudah semakin banyak. Apalagi turis asal Inggeris yang berkunjung ke satu ngara umumnya bisa tinggal lebih lama.

Makin banyak turis Inggris yang datang dan makin lama tinggal tentunya juga makin banyak pengeluarannya, ujar Yanti Sukamdani.

Diakuinya promosi yang selama ini dilakukan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata tidak kurang juga dukungan Kedutaan Indonesia yang ada di London.

Penerbangan dari Eropa ke Indonesia juga makin besar dan bahkan ada yang terbang ke Indonesia selama tujuh kali dalam seminggu dengan tiga kali sehari.

Tinggal bagaimana caranya industri pariwisata Indonesia mengarap wisatawan Inggeris yang sangat potensial.

"Semua obyek kita miliki mulai dari wisata menyelam, golf, shopping dan juga beragamnya obyek wisata yang dimiliki Indonesia tentunya sangat berharga," ujarnya.

Diakuinya dengan selalu mangikuti acara semacam WTM London, Yanti Sukamdani menilai suatu hal yang sangat penting.

Anggaran promosi
Mengenai anggaran promosi untuk pariwisata, dia mengakui bahwa perlu terus ditingkatkan, karena dunia pariwisata ibarat menjual image atau citra.

Untuk itu perlu terus dilakukan promosi, karena kunci pariwisata adalah pada promosi dan DPR akan terus memperjuangkan dana promosi untuk pariwisata untuk dapat ditambah.
Secara rinci Yanti Sukamdani mengatakan bahwa untuk mendatangkan satu turis perlu biaya promosi sebesar 10 dolar AS.

Bila pemerintah mentargetkan untuk mendatangkan wisatawan sebanyak tujuh juta, paling tidak dana promosi pariwisata harusnya minimal 70 juta dolar.

Departemen Kebudayaan dan Pariwisata terus melakukan promosi pariwisata dimana mana. ?Usaha Departemen tidak henti hentinya,?.

Bahkan kalangan indutri perhotelan sangat siap dengan jumlah kamar yang melebihi dari 285 ribu kamar di seluruh Indonesia. Mulai dari bintang Bulgari sampai pada hotel melati.

Indonesia sangat siap dalam menerima wisatawan mancanegara dan kini tinggal upaya segala lapisan melakukan promosi yang kondusif.

Diakuinya, bila saja pariwisata di Indonesia maju keuntungan tidak saja melulu diperoleh oleh industri tetapi juga kalangan lainnya.

Kehadira wisatawan memiliki dampak yang multi player effek, karena bila saja pariwisata maju tidak melulu dinikmati indutriawan tetapi juga rakyat didesa, penjual suvenir, tenaga kerja dan lapangan kerja.

"Saya sangat mendukung setiap langkah promosi yang dilakukan Departemen Budaya dan Pariwisata," demikian Yanti Sukamdani. ***2***
(U-ZG)
(T.H-ZG/B/B012/B012) 12-11-2008 07:58:17

Selasa, 11 November 2008

WAKATOBI DIJUAL DI LONDON

<< B A C K >>
D0111108005059 11-NOV-08 JAS JKT
OBJEK WISATA WAKATOBI DIJUAL DI LONDON

London, 11/11 (ANTARA) - Bupati Wakatobi, Ir Hugua berusaha menjual obyek wisata bawah laut Wakatobi yang berada di Kabupaten Wakatobi di Sulawesi Tenggara.

Wakatobi memiliki sekitar 750 jenis terumbu karang dari total 850 jenis yang ada di dunia, ujar Ir Hugua kepada koreponden Antara London di sela-sela penyelengaraan Bursa Pariwisata Dunia World Travel Market (WTM) yang berlangsung di gedung pameran Excel London, Selasa.

Dikatakanya dibandingkan dengan Laut Merah atau Karibia yang hanya memiliki 50 jenis, Indonesia khususnya di Wakatobi jauh lebih banyak.

Secara geografis, posisi Wakatobi berada di pusat segitiga karang dunia, yang memiliki beragam jenis terumbuh karang. "Bisa dikatakan Wakatobi menjadi pasat dari terumbuh karang," ujar Bupati Hugua.

Menurut Bupati, Wakatobi terdiri atas 124 pulau dengan jumlah penduduk 100.563 jiwa dengan luas wilayah 140 ribu hektar.

Sementara 118 ribu hektar merupakan terumbuh karang yang berarti 97 persen wilayah Wakatobi adalah terdiri dari laut dan terumbu karang sementara daratan hanya 13 persen.

Ir Hugua berkelakar bahwa dirinya dapat dikatakan sebagai bupati terumbu karang dan ikan-ikan karena lebih banyak terumbu karang dan ikan ketimbang populasi manusianya.

Diaukuinya Watatobi untuk pertama kalinya ikut dalam WTM karena, ia menilai pasarnya yang luar biasa dan menjadi tempat berkumpulnya orang yang punya uang dan bisnisnya pun bagus.

Hal ini tidak lepas dari dunia pariwisata yang sudah menjadi bagian dari hidup masyarakat Inggris maupun Eropa.

Di sisi lain Bupati Wakatobi mengakui bahwa ia bangga menjadi orang Indonesia punya budaya yang beragam serta hutan tropis dan sumber daya alam yang luar biasa.

Wakatobi yang memiliki potensi ekonomi dengan memiliki kekayaan dan menjadi segitiga terumbuh karang terbesar di dunia.

Diakuinya Pemda Wakatobi meliat kesempatan yang sangat baik untuk tidak dibiarkan begitu saja. Untuk itu ia berharap dengan keikutsertaannya di WTM London akin dapat menjaring wisatawan Inggris yang senang melakukan wisata bawah laut. ***2***
(u-zg)
(T.H-ZG/B/B012/B012) 11-11-2008 23:28:22